20260929

Kebaktian Doa Puasa Sesi 3, Jumat 28 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kita lanjutkan pengertian penyembahan yang kedua, pengabdian diri kepada Tuhan.

Keluaran 30:11-14

30:11 TUHAN berfirman kepada Musa:

30:12 "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.

30:13 Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus — syikal ini dua puluh gera beratnya —; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN. 

30:14 Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN.

 

Persembahan ini dipungut dari yang berumur 20 tahun ke atas, artinya dewasa. Jadi rohani kita harus dewasa untuk bisa dipakai dalam pelayanan Tubuh Kristus yang sempurna.

Ibrani 5:11-14

5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

 

Supaya dewasa penentunya makanan rohani. Ada 2 macam makanan rohani di sini:

1.      Susu menunjuk Firman penginjilan. Untuk anak-anak kecil, Kristen kanak-kanak. Juga untuk orang di luar Yesus supaya bisa percaya Yesus dan diselamatkan. Kalau hanya diberikan susu terus, pertumbuhannya lamban. Kalau penginjilan terus, pertumbuhan rohani kita akan lamban.

2.      Makanan keras, Firman pengajaran yang benar. Harus ditingkatkan pada makanan keras, itulah Firman pengajaran yang benar. Rohani kita bisa dewasa baru bisa dipakai. Anak-anak tidak bisa disuruh melayani. Bawa piringnya sendiri saja bisa jatuh.

 

Yang didaftar hanya orang Israel asli, bangsa kafir tidak. Jadi yang bisa dipakai hanya bangsa Israel asli, bangsa kafir tidak termasuk. Secara keturunan kita bukan bangsa Israel, tetapi Tuhan buka jalur kemurahan. Kita bisa diserap ke dalam bangsa Israel oleh Korban Kristus.

 

Tanda Israel rohani atau tanda rohani dewasa adalah hidup dari iman.

Galatia 3:7

3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

 

Bukan hidup dari yang kita miliki di dunia ini tetapi hidup dari iman. Sekalipun secara jasmani dalam keadaan kekurangan tetapi bisa tetap hidup dari iman, tidak tergoyahkan iman kita kepada Yesus. Ada masalah besar, ada tantangan yang besar, tetap hidup dari iman.

 

Praktek hidup dari iman:

1.      II Korintus 5:7-8

5:7 — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

 

Tabah, kuat teguh hati. Apapun masalah dan tantangan yang dihadapi, mungkin menghadapi tantangan yang besar, tetap tabah, kuat dan teguh hati. Saat diperhadapkan dengan ajaran palsu yang menawarkan keuntungan jasmani, kita tetap pegang teguh pengajaran yang benar. Di perhadapkan dengan gosip-gosip yang tidak benar mengenai hamba Tuhan yang benar, mengenai gembala, tetap kuat teguh hati, tidak terpengaruh.

 

Tetap percaya pada Firman dan percaya gembala.

Keluaran 14:31

14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

 

Apalagi kita sudah digembalakan bertahun-tahun, kita sudah nikmati hasilnya. Kecuali gembala sudah lain ajaran, sudah salah tahbisan, itu sudah lain ceritanya. Saya juga kalau tempat saya bersekutu sudah lain tahbisannya saya tidak mau bersekutu, rugi!

 

Menghadapi dosa tetap bertahan dalam kebenaran dan kesucian. Seperti Lot tinggal di Sodom dan Gomora, tiap hari melihat perbuatan dosa, tiap hari mendengar perkataan dosa dari orang-orang Sodom dan Gomora dan dia berkeluh kesah, bukan ikut-ikutan. Mengeluh mengerang kepada Tuhan, tetap hidup benar dan suci.

II Petrus 2:7-8

2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --

2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --

 

Tetap bertahan pada kebenaran. Lot disebut orang benar, dia tidak tercemar oleh perbuatan dan perkataan dosa dari orang Sodom dan Gomora. Memang kita hidup di akhir zaman ini, betul-betul tersiksa! Tetap hidup benar dan suci apapun yang dihadapi. Juga tetap setia dan benar dalam ibadah pelayanan apapun tantangan dan godaannya. Seringkali waktu menghadapi tantangan kita menang, pas menghadapi godaan kalah, tidak setia, tidak benar. Dan puncaknya tetap menyembah Tuhan, ini hubungan paling erat dengan Tuhan.

 

Kalau kuat teguh hati maka Tuhan akan menjadikan semua baik di mataNya.

I Tawarikh 19:13

19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

 

Di mata kita baik, belum tentu baik di mata Tuhan. Di mata kita tidak baik, padahal baik di mata Tuhan.

 

2.      II Korintus 5:9

5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

 

Berusaha untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Baik di dalam tubuh yaitu tabiat dan sifat kita. Juga di luar tubuh, perbuatan dan perkataan.

 

Bagaimana caranya untuk kita bisa hidup berkenan kepada Tuhan?

Roma 14:17-18

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

 

Caranya beribadah melayani yang berkenan kepada Tuhan. Beribadah melayani yang benar, bukan asal melayani. Ibadah pelayanan yang benar adalah dalam ibadah sistem penggembalaan, 3 macam ibadah pokok. Di situ kita diproses oleh Tuhan untuk berkenan kepadaNya, baik lewat sifat tabiat kita, maupun lewat perkataan dan perbuatan kita.

 

Kenapa disebut 3 macam ibadah? Kerajaan Allah itu soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus

a)      Soal kebenaran itu Firman, ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah dalam Firman pengajaran dan perjamuan suci. Yesus Anak Allah yang memerdekakan, kebenaran yang memerdekakan. Kalau kita tekuni terus ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, kita merdeka, lepas dari segala ikatan, baik ikatan dosa, ikatan daging dan ikatan dunia. Tekuni 3 macam ibadah, mulai dari ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan Suci.

Yohanes 8:32,36

8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

 

Merdeka itu lepas dari ikatan apapun. Semakin kita tekuni ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, kita akan merasakan bagaimana ikatan-ikatan itu mulai terlepas. Kalau tidak mau tekun dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, sulit lepas. Ikatan itu malah semakin kuat sampai menjadi lingkaran setan, susah mau keluar.

 

b)      Soal Damai sejahtera, menunjuk ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa sumber damai sejahtera. Semakin damai hidup kita, semakin enak ringan semuanya. Allah sumber damai sejahtera itu sanggup memelihara hidup kita. Kalau sudah damai, tidak usah takut soal hidup sehari-hari. Yang penting sudah bernafas, nafas hidup itu doa penyembahan, maka soal makan minum Tuhan sediakan. Apa artinya punya pakaian bagus, punya makanan enak tetapi sulit bernafas.

 

Doa penyembahan itu nafas hidup orang Kristen.

Efesus 6:18

6:18  dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

 

Doa penyembahan itu setiap waktu. Apakah kita bernafas sewaktu-waktu? Setiap waktu! Lalu kenapa kita orang Kristen doa penyembahannya sewaktu-waktu? Penyembahan berjemaah saja susah, apalagi penyembahan di rumah masing-masing yang sendirian. Tetapi mau melayani, bagaimana mau melayani kalau pakai alat nafas di hidung. Saya diingatkan supaya penyembahan ditingkatkan.

 

c)      Soal Sukacita oleh Roh Kudus. Ini ketekunan dalam ibadah raya, bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Apalagi ibadah persekutuan. Ibadah persekutuan yang benar adalah tempat persemaian tempat karunia-karunia Roh Kudus yang paling subur. Saya bersyukur ikut ibadah persekutuan yang benar, ditambah karunianya. Dulu dipercaya sebagai pembina kaum muda, khotbah dalam ibadah kaum muda, sampai natal saya yang khotbah. Sekarang khotbah tiap hari, karunia ditambahkan. Karunia main musik ditambahkan. Dulu pingin kapan bisa main musik saxophone. Ada hadiah ulang tahun saxophone mulai belajar otodidak, bisa ditambah karunianya.  

 

Tekuni 3 macam ibadah pokok, kita melekat pada Allah Tritunggal, kita tambah disucikan, semakin dipelihara. Sejauh mana kesucian kita, sejauh itu pemeliharaan Tuhan.

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Jadi tidak usah takut, dalam penggembalaan semua Tuhan sediakan. Tuhan kasih nafas, kasih makanan, kasih minuman, kasih kesehatan, semua jasmani rohani Tuhan sediakan.

Ibrani 10:36

10:36  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

 

Kalau sudah tekun maka yang Tuhan janji kita peroleh semuanya. Janji pemeliharaan, janji berkat, janji perlindungan, semua ada dalam penggembalaan, Tuhan sediakan semuanya. Saya bisa sampaikan ini karena sudah alami sendiri. Saya gembala tidak digaji, tidak ada sponsor dan lain-lain, tidak ada pekerjaan sampingan tetapi Tuhan pelihara. Semakin meningkat kesucian semakin dipelihara oleh Tuhan. Sampai kita bisa berseru tak akan kekurangan aku baik secara jasmani terutama secara rohani.

 

3.      II Korintus 5:10

5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

 

Kita siap menghadapi takhta pengadilan Kristus. Kesiapannya bagaimana?

I Petrus 4:17

4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

 

Jadi bukan nanti, sekarang kita harus menghakimi diri, banyak mengoreksi diri, menyelesaikan dosa-dosa, bukan menambah dosa. Itu hidup dari iman! Hakimi diri lewat Firman, kalau ada dosa selesaikan dengan Tuhan dan dengan sesama. Bukan malah ditambah dosanya! Apapun yang kita hadapi bukan untuk berbuat dosa. Ada tantangan dan godaan, jangan sampai berbuat dosa, hakimi diri! Jangan menghakimi orang. Kalau kita banyak menghakimi diri maka tidak ada kesempatan menghakimi orang lain.

 

Semua akan menghadapi takhta pengadilan Tuhan, tetapi ada 2 suasana:

a)      Yang selama hidup di dunia tidak mau menghakimi dosanya, tidak mau menyelesaikan dosanya, dia akan dihakimi untuk dihukum.

b)      Orang yang selama hidupnya menghakimi diri dan menyelesaikan dosa maka dia akan duduk bersama Yesus di atas takhta untuk menghakimi.

I Korintus 6:2-3

6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

 

Ayo selama hidup kita hakimi diri, selesaikan dosa-dosa dalam diri kita.

 

Jadi praktek hidup dari iman adalah hidup suci dan damai. Maka ada hasilnya:

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Berusaha hidup suci damai, pasti bisa melihat Tuhan. Nanti kita melihat Tuhan muka dengan muka. Untuk sekarang kita bisa melihat Tuhan dalam wujud kita melihat pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Orang tidak lihat kita, orang tidak mau tahu dengan kita, tetapi Tuhan lihat kita, Tuhan tolong tepat pada waktunya. Juga melihat pembelaan Tuhan, diperlakukan tidak adil, difitnah, digosipkan, dijauhi, dikucilkan tetapi Tuhan bela.

 

Setiap ada tuduhan saya koreksi diri, berusaha hidup suci dan damai, apakah betul yang dia tuduhkan. Kalau benar saya minta ampun, kalau tidak benar saya diam saja. Jadi tidak usah klarifikasi, mau luruskan mau apa, yang penting berusaha hidup damai, hidup suci, pasti melihat Tuhan, melihat pertolongan Tuhan, pasti melihat pembelaan Tuhan dan melihat pemeliharaan, perlidungan dan karya Tuhan yang begitu luar biasa. Tuhan tunjukan bahwa Dia yang kita imani ada beserta kita. Tuhan yang kita percaya, pengajaran yang kita pegang, Pemilik pengajaran ini ada bersama dengan kita membela, menolong, memelihara dan melindungi kita. Maka waktu Yesus datang kita akan melihat Dia muka dengan muka.

Wahyu 22:3-4

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

 

Firman yang kita dengar itu seperti cermin kemuliaan. Dalam Firman kita melihat pribadi Yesus semakin nyata. Bukan lagi diri kita yang kita lihat, kita diubahkan maka pribadi Yesus semakin nyata. Waktu Yesus datang kita sempurna, bisa memandang Dia muka dengan muka untuk selama-lamanya.

 

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar