Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:10-14
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Ini adalah perjanjian di dalam iman atau percaya. Ada 2 hal yang harus kita percayai dari Yesus:
1. Perkataan Yesus adalah perkataan Bapa, jadi perkataan Yesus adalah perkataan Allah. Itulah Firman yang kita dengar adalah perkataan Allah, jangan kita anggap itu hanya perkataan manusia.
I Tesalonika 2:13
2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
Kalau kita percaya Firman itu adalah perkataan Allah maka Firman itu bekerja di dalam kita menyucikan dan mengubahkan kita. Juga Firman itu adalah jawaban dari segala masalah yang kita hadapi.
2. Pekerjaan Yesus adalah pekerjaan Bapa, itulah pelayanan pendamaian.
II Korintus 5:18
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Apa bukti kita percaya perkataan dan pekerjaan Yesus? Saat mendengar Firman menyatakan dosa kita, kita tidak marah, tidak bersungut, tidak mengomel tetapi kita bisa sadar, menyesal, mengaku kepada Tuhan dan kepada sesama. Setelah diampuni jangan diperbuat lagi. Dengan kata lain bukti percaya itu kita mau berdamai!
Ada 2 hal penting mengenai pendamaian.
1. II Korintus 5:18
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Pendamaian itu adalah inisiatif dari Tuhan, usaha Tuhan, bukan dari kita. Sejak manusia jatuh dalam dosa dan Tuhan datang ke taman Eden, mereka malu, takut dan bersembunyi dari Tuhan. Tuhan yang datang mencari mereka. Sampai manusia diusir dari taman Eden ke dunia ini, manusia dan keturunannya tetap berbuat dosa. Tuhan yang datang mencari manusia berdosa lewat lahir menjadi manusia seperti kita, tetapi satu-satunya manusia yang tidak berdosa untuk menjadi korban pendamaian bagi manusia yang berdosa.
I Yohanes 4:10
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Manusia berdosa tidak bisa datang kepada Tuhan, untuk mendamaikan dosanya sendiri tidak bisa. Maka dibutuhkan korban yang sempurna, korban dari manusia Yesus, korban pendamaian untuk menyelesaikan segala dosa manusia. Tuhan yang datang, Tuhan yang mencari kita manusia berdosa. Jadi tidak ada alasan untuk kita tidak bisa berdamai, karena Tuhan yang mengusahakan pendamaian ini! Semua bisa berdamai, tinggal mau atau tidak. Sarananya sudah Tuhan berikan, korban pendamaian, korban yang sempurna. Seringkali kita yang keras hati, kita yang tidak mau, alasan kita malu, gengsi, nanti apa kata orang, nanti resikonya bagaimana. Sebenarnya tidak alasan untuk kita tidak berdamai sebab Tuhan sudah menyediakan korban yang sempurna. Kecuali kita masih mau mencari korban, mencari lembu atau apa, bisa beralasan saya tidak punya lembu, tidak punya domba. Ini Tuhan sudah sediakan sarana untuk kita menyelesaikan dosa.
Dosa itu adalah hutang. Jadi kalau tidak mau berdamai itu adalah hutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apapun dan oleh siapapun. Seandainya neraka bisa seperti penjara di dunia ini, divonis 1 atau 2 tahun kemudian bebas, tidak perlu korban Kristus. Berbuat dosa saja nanti masuk neraka, setelah berapa tahun keluar. Tetapi neraka itu kekal, hutang darah yang tidak bisa dibayar!
Matius 18:21-22
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
70x7 kali itu artinya tidak terhingga.
Matius 18:23-27
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Hamba itu berhutang sebanyak 10.000 talenta. 1 talenta = 6.000 dinar. Berarti berhutang 60.000.000 dinar. 1 dinar adalah upah kerja sehari. Jadi ini kurang lebih 160.000 tahun untuk melunaskan hutangnya. Apakah ada orang yang umurnya sampai 160.000 tahun? Tidak ada! Berarti tidak ada yang bisa melunaskan hutang. Hanya belas kasihan Raja, itulah belas kasihan Yesus yang sanggup melunaskan hutang lewat korbanNya di kayu salib. Jadi kalau tidak mau berdamai itu adalah hutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apapun.
Proses berdamai:
a) Berdamai dengan Tuhan. Mengaku dosa kepada Tuhan, setelah diampuni jangan berbuat lagi. Apa bukti kita sudah diampuni? Hati kita sudah tidak menuduh lagi. Kalau ada dosa hati kita menuduh.
b) Berdamai dengan sesama. Saling mengaku dan saling mengampuni. Yang salah mengaku, yang benar mengampuni dan melupakan dosa. Maka darah Yesus membasuh dosa kita, menyelesaikan segala dosa kita.
Semua dosa bisa diselesaikan dan dihapus oleh darah Yesus. Tinggal kita mau atau tidak. Kecuali 2 dosa yang tidak terampuni:
a) Dosa tidak percaya. Bagaimana bisa diampuni kalau tidak percaya Yesus.
b) Dosa menghujat Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus menginsafkan kita akan dosa. Berarti menghujat Roh Kudus tidak pernah sadar akan dosanya, malah menyalahkan orang.
Makanya ada dosa yang membawa maut, ada dosa yang tidak membawa maut. Yang membawa maut dosa yang tidak diselesaikan. Yang tidak membawa maut dosa yang diselesaikan oleh darah Yesus.
Ingat penjahat di sebelah Yesus. Kalau penjahat saja bisa diampuni dosanya apalagi kita hamba Tuhan pelayan Tuhan, tinggal mau berdamai atau tidak. Saat-saat terakhir dia berkata kita memang patut dihukum, orang ini tidak percaya. Tuhan ingatlah aku kalau Engkau datang kembali. Berarti dia mengakui Yesus Raja dan dia akui dosanya.
Apa yang Yesus katakan? Hari ini engkau bersama-sama dengan Aku di Firdaus.
2. Dosa yang sudah diselesaikan tidak diperhitungkan lagi oleh Tuhan, hutang dosa sudah lunas!
II Korintus 5:19
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Kalau Tuhan tidak memperhitungkan dosa manusia, maka kita jangan ungkit dosa sesama! Seringkali kita merasa lebih hebat dari Tuhan. Tuhan tidak ingat dosa kita, tidak Tuhan ungkit-ungkit. Kita manusia ungkit terus! Apalagi kalau suami isteri. Isterinya mengaku atau suaminya mengaku, nanti pas makan diungkit lagi, pas tidur diungkit lagi, sudah berapa hari diungkit lagi. Itulah kita manusia merasa lebih hebat dari Tuhan. Tuhan sudah mengampuni dan tidak memperhitungkan dosa kita. Tuhan melihat kita seakan-akan tidak pernah berbuat dosa itu. Biar kita juga seperti itu, ada sesama mengaku dosa kepada kita, jangan kita ungkit-ungkit lagi. Kita lihat seperti dia tidak pernah berbuat dosa itu kepada kita, selesai, sudah dibasuh oleh darah Yesus. Jangan kita buka lagi.
Coba renungkan dosa kita dari kecil, berapa banyak yang dilakukan. Berapa kali hati Yesus kita sakiti melihat ulah kita! Petrus bertanya, berapa kali? Sampai 7x? Hati manusia hanya sampai 7x. Tetapi Tuhan bilang 70x7x. Kali dibelakangnya itu tidak terhingga. Memang ini suatu perjuangan, tidak semudah yang diucapkan, tetapi kalau dari kita mau, Tuhan kasih kemampuan. Tuhan melihat kita seakan-akan tidak pernah berbuat dosa itu, maka kita memandang sesama kita yang sudah berdamai seakan-akan dia tidak pernah berbuat dosa itu. Jangan diungkit lagi, jangan diingat-ingat lagi. Mungkin dia sudah membawa anak hasil perselingkuhan dengan orang lain, dia sudah minta ampun. Anak itu tidak salah, dia tidak minta dia dilahirkan dari hasil perselingkuhan, bisa menerima!
Seperti Daud jatuh dengan Betsyeba, tetapi karena dia mau mengaku sungguh-sungguh, diampuni oleh Tuhan, tidak dihukum. Padahal kalau hukum Taurat, orang berzinah harus dilempar batu sekalipun dia raja. Tetapi karena Daud sungguh-sungguh mau mengaku maka Tuhan mengampuninya.
Kalau mau berdamai dengan Tuhan dan sesama maka ada hasil yang kita nikmati:
a) Kita dipercaya pelayanan pendamaian, dipercaya berita pendamaian. Artinya kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Raja Daud yang sudah jatuh dalam dosa berzinah bahkan karena ulahnya dia, bangsa Israel kena tulah dihukum Tuhan, tetapi dia dipakai oleh Tuhan menerima ilham pembangunan Bait Allah dan dipakai Tuhan menyediakan bahan untuk pembangunan Bait Allah, sekalipun yang membangun adalah Solomo, bukan dia. Bagi kita sekarang dipercaya dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, dipercaya kabar Mempelai, Firman pengajaran yang benar. Kalau dia hamba Tuhan, dipercaya pembukaan Firman. Sidang jemaat dipercaya untuk mengerti dan melakukan Firman. Ada orang datang mendengar Firman tetapi tidak bisa mengerti, karena Tuhan tidak percaya. Kenapa Tuhan tidak percaya? Karena dia tidak mau berdamai. Ada yang datang mendengar Firman dia bisa mengerti dan melakukan karena mau berdamai. Tergantung hati mau berdamai atau tidak, maka Tuhan akan percaya.
Sesudah dipercaya, jangan sampai kita kehilangan kepercayaan, jangan sampai kita rusak kepercayaan Tuhan! Kita jaga kepercayaan Tuhan. Kalau Tuhan sudah tidak percaya, tinggal setan yang percaya. Di luar pembangunan Tubuh Kristus berarti ada dalam pembangunan Tubuh Babel. Tidak berada di tangan Tuhan berarti berada di tangan setan. Kita dipercaya Tuhan, jaga kepercayaan Tuhan. Mempelai wanita Tuhan atau isteri, salah satu syaratnya adalah dapat dipercaya. Ayo jaga kepercayaan Tuhan. Tuhan sudah percayakan pelayanan kepada kita. Ada yang dipercaya sebagai anggota zangkoor, sebagai pemain musik, banyak pelayanan yang lain lagi, jaga supaya dapat dipercaya.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Tuhan sudah percaya kita, dijaga kepercayaan itu. Ketika kita jatuh lagi dalam dosa dan tidak mau kita selesaikan, itu sudah melanggar kepercayaan Tuhan, Tuhan tidak akan percaya lagi! Bukan berarti perjalanan hidup kita sudah mulus-mulus saja, masih ada hal-hal yang harus dibenahi. Kalau sempat jatuh segera berdamai, supaya kepercayaan Tuhan tidak dicabut, tidak Tuhan alihkan pada orang lain. Ngeri kalau kepercayaan Tuhan sudah dipindah kepada orang lain. Ingat Yudas, Tuhan cabut kepercayaan dan pindah kepada Matias. Yudas binasa karena sampai di saat-saat terakhir kesempatan Tuhan berikan untuk berdamai tidak dia manfaatkan, malah dia persalahkan yang lain, malah mempersalahkan Yesus.
Matius 26:23-25
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Dengan berkata bukan aku, berarti dia tuduh murid-murid yang lain yang salah, dia tuduh Yesus juga salah. Dia tidak mau menerima koreksi Firman akibatnya kehilangan kepercayaan Tuhan, tidak bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan, diambil kepercayaan. Jangan sampai kepercayaan Tuhan dipindah kepada orang lain. Termasuk kita dipercaya beberapa tahun menggelar ibadah persekutuan Tubuh Kristus, kalau kita jemaat panitia tidak bisa berdamai, melayani dengan mempertahankan dosa, kepercayaan itu bisa Tuhan cabut dan dialihkan kepada yang lain. Jangan berpikir karena kita di kota, mau dialihkan ke mana lagi. Di desapun bisa terjadi kegerakan. Jangan dicabut kepercayaan itu! Saya takut, makanya saya jaga betul-betul. Ketika ada hal-hal yang salah dalam pelayanan saya minta ampun. Jangan sampai kepercayaan Tuhan dicabut. Termasuk menggelar ibadah natal persekutuan, kalau Tuhan masih percaya kita menggelar tahun ini, ayo dijaga kepercayaan Tuhan.
Hari-hari terakhir ini berusahalah untuk berdamai, tidak ada lagi kamus untuk tuding-tuding orang.
I Timotius 3:11
3:11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.
Kita mau dibawa pada status rohani menjadi isterinya Tuhan, harus dapat dipercayai dalam segala hal. Coba taruh pada diri kita, kita percaya orang untuk beberapa waktu, lalu orang yang kita percayai itu berbuat hal-hal yang tidak berkenan kepada kita, langsung hilang kepercayaan! Sulit lagi untuk kita bisa percaya. Tetapi Tuhan Maha Pemurah, Dia penuh kemurahan. Berkali-kali kita melanggar, tetapi ketika kita mau datang mengaku, Dia ampuni dan Tuhan masih mau percaya. Daud sudah jatuh mau mengaku, diampuni, Tuhan percaya. Petrus sudah salah, mengaku, diampuni, dipercaya. Petrus menyangkal tetapi masih bisa mengaku dan dipercaya.
Tetapi ingat, kemurahan Tuhan berbarengan dengan kekerasan. Kalau kemurahan Tuhan tidak kita hargai, kita berkali-kali melanggar kepercayaan Tuhan, ada kekerasan Tuhan!
Roma 11:22
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
Salah satu kekerasan Tuhan adalah hajaran, Tuhan menghajar kita dengan keras. Masih syukur kalau Tuhan hajar, itu berarti mendapat kasih dari Tuhan. Tetapi kalau sudah dihajar tetap juga tidak mau bertobat, sudah dibiarkan. Tinggal menunggu kekerasan Tuhan dalam bentuk hukuman, ini jangan terjadi pada kita.
Roma 2:5
2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
Jangan timbun murka Allah pada diri kita. Begitu sudah sampai pada ukurannya, hukuman jatuh. Ngeri kalau Tuhan menghukum. Dihajar Tuhan saja sudah ngeri. Jangan tunggu dihajar, lebih baik sekarang kita manfaatkan waktu yang ada. Masih diberikan kesempatan. Waktu yang sisa, pergunakan untuk berdamai. Kita dipercaya dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, jaga kepercayaan Tuhan.
b) Yesaya 32:17
32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
Hasil kedua hidup damai sejahtera dan tenang. Damai sejahtera artinya tidak merasakan lagi yang dirasakan oleh daging. Kalau daging saat sulit bisa ragu dan bimbang, takut. Tetapi kita sudah tidak merasakan itu lagi, hanya merasakan kasih setia Tuhan, betul-betul ada ketenangan. Kalau sudah tenang kita bisa menyembah, maka hubungan kita dengan Yesus sebagai kepala semakin erat. Kuasai dirimu dan jadilah tenang supaya dapat menyembah.
I Petrus 4:7
4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Doa kita didengar dan dijawab oleh Tuhan tepat pada waktunya. Berdamai berarti menjadi orang benar. Doa orang benar kalau dengan yakin didoakan sangat bersar kuasanya. Kenapa doa belum dijawab sampai sekarang? Karena belum berdamai. Bukan karena Tuhan tuli tetapi karena ada penghalang, itulah dosa.
Yakobus 5:16
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Dosa apapun Tuhan sanggup mengampuni dan menghapus. Tuhan tidak memperhitungkan dosa-dosa kita. Sejauh timur dari barat Tuhan membuang dosa kita. Sedalam tubir laut Tuhan lemparkan dosa kita. Kalau sudah Tuhan buang, jangan kita pungut, kita ulang. Tuhan sudah tidak perhitungkan dosa kita, jangan kita perhitungkan dosa orang lain, ampuni, lupakan, segera berdamai. Maka Tuhan mempercayakan pelayanan. Ini yang mau saya tekankan, kepercayaan ini jangan diambil, jangan sampai dipindah kepada orang lain. Doa saya selalu pakailah kami melayani dalam tahbisan yang benar, di dalam kesucian. Saya bersama anak isteri, keluarga dan seluruh sidang jemaat, kita melayani dalam pelayanan pendamaian.
Kalau ada roh pendamaian maka Tuhan percayakan pelayanan pendamaian, Tuhan percayakan berita pendamaian. Supaya jiwa-jiwa dibawa masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Bukan dijadikan anggota gereja tetapi dijadikan anggota Tubuh Kristus. Kalau mau dijadikan anggota gereja makanya sering ribut, karena gembala klaim ini anggota jemaat, ini anggota gerejaku. Kalau Tubuh Kristus, kita tidak bisa klaim jiwa karena itu Tuhan punya. Tidak usah marah-marah, ribut, tengkar sebab jiwa itu Tuhan punya. Kita bawa untuk dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar