Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:1-21
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Yohanes 15:15-25 menunjuk perjanjian di dalam kasih. Ayat yang kita baca ini berbicara tentang kasih. Roh Kudus yang mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita. Tanpa Roh Kudus kita tidak memiliki kasih.
Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu dan bisa mengasihi sesama. Bukti mengasihi Tuhan adalah taat dengar-dengaran pada segala Firman, bukan hanya sebagian atau separuh. Tanpa Roh Kudus kita hanyalah manusia daging yang tidak mungkin bisa taat pada Firman.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Manusia daging tanpa Roh Kudus hanya menuruti keinginan dagingnya sampai hawa nafsu dagingnya tidak terkontrol, dagingnya meraksasa. Raksasa di dalam Alkitab adalah Goliat. Dagingnya meraksasa seperti Goliat. Daging ini adalah musuh yang hebat dan sulit untuk dikalahkan.
I Samuel 17:4-7,11,23
17:4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.
17:5 Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.
17:6 Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.
17:7 Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.
17:11 Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.
17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.
17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.
Goliat gambaran daging yang meraksasa, sulit dikalahkan. Rasul Paulus katakan di dalam dirinya ada 2 hukum, aku ingin melakukan yang baik tetapi dagingnya melakukan yang tidak baik. Kita mau mendengar Firman sungguh-sungguh tetapi daging bicara lain! Membuat kita mengantuk, membuat kita tidak punya perhatian. Hati kita merindu untuk bisa menyembah tetapi daging membuat menjadi malas. Ini musuh yang sulit dikalahkan.
Daud menyamakan Goliat dengan singa dan beruang. Daging itu seperti singa dan beruang.
I Samuel 17:34-36
17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."
Daging = singa yaitu:
1. Singa menunjuk suara daging yang keras, singa itu mengaum. Saat kita mau melakukan Firman, daging bersuara membuat kita tidak taat pada Firman. Nanti dulu, nanti kamu tidak mampu menanggung resikonya. Ini suara daging, membuat kita tidak bisa taat. Dan suara daging ini membuat kita tidak bisa berharap kepada Tuhan, membuat kita tawar hati.
I Samuel 17:32
17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."
Daging harus kita kalahkan kalau tidak rohani kita binasa.
2. Singa itu menelan. Artinya daging mau menguasai kita semuanya. Begitu kita menuruti suara daging, saat itu pelan tetapi pasti daging menguasai hidup kita sepenuhnya.
I Petrus 5:8
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Setelah jatuh dalam dosa, syukur kalau kita masih sadar, ada yang betul-betul sudah tidak sadar lagi. Kalau masih bisa sadar itu pekerjaan Roh Kudus yang menginsafkan. Sebenarnya dalam hati kita Roh Kudus mau menguasai, tetapi daging kita terlalu besar. Kita turuti daging akhirnya pelan tetapi pasti suara Roh Kudus padam.
Daging sama dengan beruang. Beruang daya cengkramnya kuat. Artinya daging ini mau mencengkram kita dengan kuat, hawa nafsu, keinginan daging mau mencengkram kehidupan kita dengan kuat sehingga tidak bisa melepaskan diri kalau sudah dicengkram.
Boleh disimpulkan daging ini binatang buas yang harus kita kalahkan. Di dalam Alkitab, trio setan disamakan dengan binatang buas. Setan di udara itu naga, nabi palsu itu binatang buas di darat, antikristus binatang buas yang muncul dari dalam laut. Jadi kalau sudah dikuasai daging sama dengan dikuasai setan tritunggal. Dan arahnya jelas, setan tritunggal dilemparkan ke neraka. Sebab itu jangan mau dikuasai daging.
Bahkan sementara kita berpuasa, seharusnya kita merobek daging, malah daging itu mau menguasai. Sudah ingat-ingat nanti saya buka mau makan apa. Sampai puasapun daging mau menguasai kita.
Praktek dikuasai daging:
I Samuel 17:26
17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?"
Praktek dikuasai daging adalah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup. Siapa barisan Allah yang hidup?
Kidung Agung 6:10
6:10 "Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?"
Mempelai wanita Tuhan disebut bala tentara, sama dengan barisan Allah yang hidup. Jadi daging ini mencemooh Mempelai Wanita Tuhan. Artinya tidak mau disucikan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Daging paling alergi dengan kesucian, dia tetap pertahankan kekerasan hatinya. Kalau Firman Tuhan tampil keras tajam menyucikan, dia tidak bisa menerima. Itu sama dengan mencemooh, mengejek mempelai wanita Tuhan. Rohani sudah kering dan hancur tetap dia pertahankan, tidak mau disucikan. Bahkan dia sudah menerima dampak secara jasmani dari kehancuran rohaninya, tetapi tetap tidak mau disucikan, karena dia sudah enak dengan keadaan dagingnya. Biarlah lewat doa penyembahan kita kalahkan daging kita, penyembahan itu untuk merobek daging.
Bagaimana untuk bisa mengalahkan daging? Kita belajar dari Daud.
Daud adalah kehidupan yang tergembala. Dia tidak lupa statusnya, waktu dia mau mengalahkan Goliat, dia bicara tentang penggembalaan. Waktu dia sudah menjadi raja, dia tetap bicara tentang penggembalaan. Jadi untuk bisa mengalahkan daging hanyalah dengan tergembala dengan sungguh-sungguh, dengan benar dan baik. Dalam Tabernakel, penggembalaan itu adalah ruangan suci. Kita harus masuk dalam ruangan suci, betul-betul daging dibendung. Daging diikat, tertambat. Kalahkan daging lewat tergembala dengan benar dan baik.
Kejadian 49:11
49:11 Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
Kami bergumul supaya di Palu ada tempat ibadah, supaya anak muda yang kuliah dan kerja di Palu masih bisa berkumpul. Sebab mau ibadah online sendiri, itu pergumulan ekstra. Alkitab katakan di mana 2, 3 orang berkumpul, jadi Alkitabiah kalau berkumpul, harus ada perkumpulan. Disebut di Alkitab perkumpulan ibadah. Bukan berarti yang ibadah sendiri di rumah itu salah, itu karena keadaan. Domba itu bukan hewan yang jalan sendiri, domba selalu disebut kawanan, jadi ada kumpulannya.
Daging sulit sekali dikalahkan. Makanya harus dikalahkan lewat kita tergembala dengan benar dan baik. Kalau kita bisa tergembala maka kita menerima kuasa penyucian dari Tuhan, yaitu:
1. I Samuel 17:40,49
17:40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
Daud mengambil 5 batu licin. Angka 5 menunjuk Korban Kristus, 5 luka utama Yesus. Jadi kalau kita tergembala kita mengalami penyucian oleh kuasa korban Kristus atau darah Anak Domba Allah. Kita disucikan dari daging yang keras dan licin! Daging yang licin menunjuk lidah atau mulut yang licin, yang suka berdusta, menutupi dosa dengan mempersalahkan orang lain!
Batu itu kena di dahi menunjuk pikiran, ini pikiran daging. Korban Kristus Anak Domba Allah menyucikan pikiran-pikiran daging kita!
Bagaimana proses mengalami penyucian oleh darah Yesus?
I Yohanes 1:7,9
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Proses disucikan oleh anak Domba Allah adalah mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama dengan jujur, tulus dan hancur hati. Termasuk mengampuni dan melupakan dosa orang dengan tulus. Kadangkala kita mengaku belum dengan jujur, masih ada embel-embel. Yang mengampuni juga belum tulus, mengampuni tetapi masih ingat-ingat, diungkit-ungkit. Harus mau disucikan oleh darah Yesus secara tuntas, harus mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujurnya, dengan hancur hati, mengampuni dan melupakan dosa orang lain dengan setulusnya. Maka darah Yesus aktif untuk mengampuni dosa kita sampai tidak berbekas, seakan-akan kita tidak pernah berbuat dosa itu, seakan-akan orang lain tidak pernah berbuat dosa itu kepada kita karena sudah dihapus oleh darah Yesus. Kita mengampuni dan melupakan dosa orang lain setulus-tulusnya, maka darah Yesus menghapus dosa yang telah orang lain akui, seakan-akan orang itu tidak pernah bersalah kepada kita.
Dan darah Yesus menghapus akar dosa sampai betul-betul kita terlepas, dosa itu tidak bisa terulang lagi karena sudah dicabut oleh darah Yesus.
I Yohanes 3:9
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Kalau tanaman sudah dicabut akarnya, tidak bisa tumbuh lagi. Tidak dapat berbuat dosa, itu yang disebut benar seperti Yesus benar.
I Yohanes 3:7
3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
Inilah kuasa darah Yesus, menghapus dosa dan mencabut akar dosa. Orang yang tergembala dengan sungguh-sungguh dia bisa menempuh jalan yang benar, dituntun Tuhan pada jalan yang benar.
Mazmur 23:3
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Betul-betul kita dituntun di jalan yang benar. Ini kita dapatkan di dalam penggembalaan, dosa kita diampuni, dosa orang juga darah Yesus ampuni, kita hidup di dalam kebenaran, tidak berbuat dosa sampai tidak dapat berbuat dosa.
2. I Samuel 17:51
17:51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Yang kedua penyucian lewat pedang Firman Tuhan.
Ibrani 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Kita disucikan lewat pedang Firman pengajaran. Sampai sejauh mana penyucian itu? Pedang itu sasarannya leher. Waktu Daud mencabut pedang Goliat, dia tidak menusuk jantungnya atau tempat yang lain, tetapi dia langsung memancung kepala Goliat. Jadi penyucian itu sampai kita bisa menyembah Tuhan dan menikmati penyembahan. Jujur saya akui kadangkala ketika menyembah belum sampai menikmati sepenuhnya. Ketika saya menyembah sendiri lalu ada rasa mengantuk, saya tambah waktu menyembah sampai kita bisa menikmati doa penyembahan.
Kalau kita sudah disucikan oleh darah Yesus dan oleh pedang Firman pengajaran, ada hasilnya:
I Samuel 17:54
17:54 Dan Daud mengambil kepala orang Filistin yang dipancungnya itu dan membawanya ke Yerusalem, tetapi senjata-senjata orang itu ditaruhnya dalam kemahnya.
Hasil penyucian kepala Goliat dibawa ke Yerusalem. Di dalam kepala ada pikiran. Jadi artinya selalu memikirkan Yerusalem Baru. Tidak pernah melupakan Yerusalem Baru. Yerusalem Baru identik dengan Mempelai Wanita Tuhan. Jadi hasil penyucian adalah hati dan pikiran kita selalu tertuju pada perkara yang rohani, selalu merindu untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Mungkin kita sudah tidak bisa ke Yerusalem di Timur Tengah sana dan rasanya mustahil karena konflik terus. Tetapi Yerusalem Baru itulah sasaran akhir hidup kita, kita rindu untuk bisa mencapai kota Yerusalem yang Baru.
Mazmur 137:5
137:5 Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
Kalau kita melupakan tujuan hidup kita untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, maka kering tangan kanan. Tangan kanan ini simbol kekuatan, menghadapi dunia yang semakin tidak menentu, kita tidak punya kekuatan. Sekalipun kaya raya, punya kedudukan, kalau tidak punya kerinduan masuk Yerusalem Baru akan kering semuanya, kekayaan dan kedudukannya tidak bisa menolong dia menghadapi kehancuran dunia.
Hagai 1:4
1:4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Rumah Tuhan diabaikan, artinya perkara rohani diabaikan. Kalau yang rohani sudah kering, yang jasmani juga kering.
Hagai 1:10-11,6
1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,
1:11 dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."
1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Semakin disucikan semakin bergairah, semakin merindu untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, merindu untuk masuk Yerusalem Baru, ini kerinduan kita bersama. Ini selalu saya ucapkan dalam doa, kerinduan saya bersama isteri dan anak-anak, bersama keluarga, serta jemaat dan keluarga jemaat, ingat kami waktu Engkau datang, jangan ada yang tertinggal dan binasa! Biar kami bisa menyongsong Engkau saat datang kali yang kedua, bisa masuk Pesta nikah Anak Domba Allah, masuk Firdaus yang akan datang, masuk Yerusalem Baru kerajaan Sorga kekal selamanya.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar