Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:1-4
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Dalam terang Tabernakel, ayat-ayat yang kita baca ini terkena pada Peti Perjanjian yang berbicara tentang penyatuan Tubuh Kristus yang sempurna dengan Yesus sebagai Kepala, Mempelai Pria Sorga = penyerahan diri sepenuh dari Mempelai Wanita Tuhan kepada Yesus Mempelai Pria Sorga. Inilah gereja yang akan diluputkan dari penghukuman Tuhan atas dunia ini. Orang yang berdiri di tepi lautan kaca adalah orang yang telah menang atas antikristus, atas trio setan, mereka yang akan luput dari penghukuman Tuhan atas dunia ini.
Penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan adalah penyerahan diri masuk baptisan air yang benar. Di hadapan Tuhan ada lautan kaca bercampur api.
Wahyu 4:6
4:6a Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal;
Lautan kaca bagaikan Kristal ini menunjuk baptisan air yang benar. Dulu Tuhan menyuruh Musa membuat Tabernakel, kemah suci. Itu adalah miniatur kerajaan Sorga. Jadi apa yang Musa lihat di atas gunung Sinai tentang kerajaan Sorga, terdiri dari pintu gerbang, kemudian ada mezbah korban bakaran, lalu ada bejana pembasuhan. Lautan kaca = bejana pembasuhan = baptisan air yang benar.
Jadi ada kesamaan antara yang dilihat oleh Musa dan dilihat oleh Yohanes. Dalam Wahyu pasal 4 dan pasal 5 Yohanes melihat kerajaan Sorga, dia melihat ada pintu terbuka, itu menunjuk pintu gerbang yang juga dilihat oleh Musa. Yohanes melihat ada takhta terdiri di Sorga di mana ada kemuliaan Tuhan di situ, Musa melihat Tabut Perjanjian.
Yohanes melihat lautan kaca bagaikan kristal, Musa melihat bejana pembasuhan, itu menunjuk baptisan air yang benar. Bukan berarti di sorga masih ada pelaksanaan baptisan air. Ini adalah kesaksian Sorga bahwa baptisan air adalah landasan yang kuat bagi rohani kita untuk mencapai kerajaan Sorga, bisa masuk kerajaan Sorga, kita luput dari penghukuman Tuhan atas dunia ini.
Ini yang mau dikacaukan oleh setan soal baptisan air ini. Padahal kalau kita baca di Alkitab sudah sangat jelas syaratnya apa, pelaksanaannya bagaimana.
Matius 3:15-17
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
Baptisan air itu penguburan hidup lama yang berdosa.
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa, lalu kenapa harus dibaptis? Untuk memberi teladan kepada kita bagaimana baptisan yang benar. Jadi tidak macam-macam model, hanya satu saja. Bukan model organisasi A, B, C dan seterusnya tetapi model Sorga. Teladannya Yesus yaitu harus dikubur. Setelah dibaptis Yesus keluar dari air, berarti sebelumnya Yesus masuk ke dalam air. Airnya sedalam apa? Sedalam kuburan air.
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Kalau namanya dikubur dari ujung rambut sampai ujung kaki masuk semuanya. Itulah baptisan yang sesuai kerajaan Sorga. Kita mau masuk kerajaan Sorga, teladani yang model sorga, bukan model dari manusia, maka ada hasil.
Baptisan air yang benar menghasilkan pembasuhan tangan dan pembasuhan kaki.
Keluaran 30:17-19
30:17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:18 "Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya.
30:19 Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.
Sebelum Harun dan anak-anaknya masuk ke kemah suci melayani, mereka harus membasuh tangan dan kakinya di bejana pembasuhan. Untuk kita, sebelum masuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, harus masuk baptisan air yang benar yaitu pembasuhan tangan dan pembasuhan kaki. Pembasuhan tangan itu adalah penyucian perbuatan. Siang ini kita akan membahas pembasuhan kaki.
Pembasuhan kaki artinya penyucian perjalanan hidup yang kotor. Baptisan air itu penyucian perjalanan hidup kita yang kotor.
Yohanes 13:10-11
13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
Jadi perjalanan hidup yang kotor adalah perjalanan hidup yang ditandai dengan roh Yudas Iskariot. Kita tahu Yudas ini seorang pengkhianat. Siang ini kita tidak membahas tentang roh pengkhianatan. Ada hal-hal yang tanpa kita sadari kita lakukan padahal itu sudah termasuk roh Yudas Iskariot.
Siapa Yudas Iskariot itu?
Matius 26:50 (Terjemahan Lama)
26:50 Maka kata Yesus kepadanya, "Hai Sahabat, lakukanlah maksud engkau datang ini." Kemudian mereka itu pun menghampiri Dia sambil mendatangkan tangan ke atas-Nya, lalu menangkap Dia.
Jadi Yudas ini sahabatnya Yesus.
Yohanes 13:18
13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
Mazmur 41:10
41:10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.
Jadi ini bukan hanya sahabat biasa, bukan Yudas yang ngaku-ngaku sahabat Yesus tetapi Yesus yang mengakui bahwa Yudas itu sahabat karibnya Yesus yang makan rotiNya. Jadi Yudas ini adalah orang yang sudah merasakan pemeliharaan Tuhan lewat Firman. Baik secara rohani dia dipelihara, secara jasmani dia juga dipelihara. Tetapi satu kejahatannya, dia mengangkat tumit membelakangi Yesus!
Bapak ibu sudah banyak mendapatkan pemeliharaan Tuhan, jangan angkat tumit terhadap Yesus! Mengangkat tumit berarti merasa lebih tinggi. Ini artinya sombong rohani. Kesombongan ini bisa muncul ketika sudah diberkati. Juga sombong rohani ini bisa terjadi ketika sudah dipakai oleh Tuhan. Yudas dipercaya untuk pegang kas.
Di dunia ini yang pegang keuangan itu orang kepercayaan. Yudas dipercaya betul-betul, sudah dipakai oleh Tuhan. Hati-hati, ketika sudah diberkati, sudah dipakai oleh Tuhan, jangan timbul roh kesombongan.
Tumit itu ada kaitan dengan hak kesulungan.
Kejadian 25:26
25:26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
Yang disebut anak sulung adalah Yesus:
Kolose 1:15,18
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
Yesus disebut Anak sulung karena Dia sudah mati dan bangkit. Bukannya ada Lazarus yang bangkit lebih dulu? Lazarus bangkit dalam tubuh fana dan dia mati lagi. Yesus bangkit dalam tubuh kemuliaan makanya disebut yang sulung.
Jadi praktek sombong rohani adalah tidak mau masuk pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus. Jadi orang Kristen maunya yang enak-enak saja, tidak mau sengsara, tidak mau mati dan bangkit bersama Yesus. Bahkan dalam gereja mungkin tidak diajar, hanya diajar yang enak, berkat-berkat, tidak pernah diajar salib. Mati dan bangkit itu adalah salib.
Praktek tidak mati dan bangkit bersama Yesus:
1. Tidak mati terhadap dosa = tidak bertobat dan tidak hidup benar. Melayani, tetapi tidak bertobat. Yudas melayani, saat-saat terakhirpun diberi kesempatan untuk bertobat, tetapi dia tidak mau, betapa hatinya sangat keras. Melayani tetapi tidak bertobat, tidak hidup benar, itu suatu kesombongan di hadapan Tuhan !
Periksa diri kita, sekian tahun melayani Tuhan apakah bertobat dan hidup benar atau menjamah dosa, berbuat dosa bahkan sampai puncaknya dosa! Harus mati terhadap dosa, harus melayani dalam kebenaran!
II Korintus 13:8
13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.
Apa yang harus dilakukan hamba Tuhan? Yang benar saja, sesuai Firman, kalau tidak sesuai jangan dilakukan!
Pengalaman awal kita mati dan bangkit bersama Yesus adalah masuk baptisan air.
Roma 6:2,4
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Pengalaman awal mati bangkit bersama Yesus adalah masuk baptisan air yang benar. Hamba Tuhan, termasuk saya sebagai gembala, membaptis orang yang belum mati terhadap dosa, orang yang belum bertobat = hamba Tuhan yang sombong. Dari pada dia dibaptis yang lain lebih baik saya baptis supaya menjadi anggota gereja.
Banyak kesalahan kami hamba Tuhan, jiwa-jiwa dibawa masuk menjadi anggota gereja, anggota jemaat, bukan anggota Tubuh Kristus. Seharusnya tugas kami melayani membawa jiwa menjadi anggota Tubuh Kristus, bukan anggota gereja, bukan anggota organisasi. Kalau melayani hanya untuk menjadi anggota gereja, anggota jemaat, makanya muncul perpecahan, pemasalahan dengan gereja lain, karena jemat diklaim sebagai anggota gerejaku, bukan anggota Tubuh Kristus. Sehingga siapa saja dibaptis supaya menjadi anggota gereja. Kalau mau menjadi anggota Tubuh Kristus bertobat dulu baru dibaptis. Jangan cepat baptis orang, kalau belum bertobat lalu sudah dibaptis itu hamba Tuhan yang sombong.
Jemaat yang belum bertobat tetapi minta dibaptis itu adalah orang yang sombong. Coba secara jasmani ada orang belum mati lalu kita gotong mau dibawa ke kubur, pasti berontak. Jangan heran dalam gereja sudah dibaptis malah menjadi pemberontak. Itu karena belum mati sudah dibaptis. Dibaptis hanya untuk menjadi anggota jemaat, bukan lagi anggota Tubuh Kristus.
Sidang jemaat yang sudah bertobat, sudah mati terhadap dosa, tetapi tidak mau dibaptis, itu juga sombong. Orang mati kalau tidak dikubur, busuk, berbau, berulat. Harus mati baru masuk baptisan air.
Kesimpulannya, kalau baptisan air sudah direndahkan, sudah dientengkan, itu berarti sombong rohani. Ada yang berkata tidak penting baptisannya yang penting lahir baru. Kalau yang penting lahir baru, Yesus tidak usah dibaptis. Yesus dibaptis supaya memberikan teladan baptisan air yang benar seperti ini. Kita menyanyi kumau sepertimu Yesus, tetapi tidak mau dibaptis seperti Yesus, bagaimana bisa seperti Yesus. Yesus kepala, kita tubuh, kepala dan tubuh koq beda baptisannya. Kepala dan tubuh itu satu, harus 1 baptisan. Begitu juga Yesus kepala, kita tubuh. Kita harus dibaptis seperti Yesus dibaptis! Kalau kita rendahkan baptisan, kita entengkan, kita remehkan baptisan air itu adalah orang yang sombong di hadapan Tuhan, ada roh Yudas.
Setelah dibaptis harus berupaya hidup benar di dalam segala hal. Memang menurut dunia, orang benar itu dianggap bodoh. Dimana-mana orang benar itu dimusuhi.
Di sekolah kalau semua menyontek lalu 1 tidak menyontek, yang tidak menyontek itu dimusuhi. Begitu juga di dunia, ada pemimpin yang mau lurus malah dimusuhi.
Memang menurut dunia, hidup benar itu kebodohan. Tetapi kalau menurut Firman Tuhan, bila kita hidup benar ada hasil yang luar biasa Tuhan berikan.
I Petrus 2:24
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Hasilnya:
a) Oleh bilur-bilur Yesus kita sembuh, sehat! Kalau hidup benar kuasa bilur-bilur Yesus menyehatkan, terutama sehat rohani. Ada orang yang meninggal karena sakit, jangan kita hakimi, dia itu tidak hidup benar makanya sakit sampai mati. Elisa mati karena sakit, apakah Elisa bukan nabi yang benar? Yang utama sehat rohaninya. Kalau Tuhan izinkan harus melewati penyakit dan meninggal, itu urusannya Tuhan. Yang utama selama hidup dia sehat rohani, sampai sakit jasmanipun, tetap sehat rohaninya. Sehat jasmani itu hanya bonus dari Tuhan. Kita merindu supaya sehat tetapi kadang karena kelalaian sendiri kita jadi sakit.
Apa bukti rohani sehat? Ada damai sejahtera. Biarpun semua goncang tetapi kita tenang, damai sejahtera, tetap berpengharapan kepada Tuhan.
b) Hidup benar = menuruti Firman. Jadi hasil kedua kita tahan menghadapi serangan dari trio setan. Hidup benar itu dasar dari rumah rohani kita.
Matius 7:24-25
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Membangun rumah harus di atas dasar batu yaitu mendengar Firman dan melakukan, kuat! Kalau mendengar Firman dan tidak melakukan, itu membangun rumah di atas pasir, tidak kuat.
Kita menghadapi 3 serangan dari setan tritunggal:
1) Hujan dari atas. Ini serangan dari setan di udara dengan roh jahat, roh najis dan roh durhaka, mau menghancurkan nikah. Kalau dasarnya tidak kuat, nikahnya hancur! Makanya saya menasihati kaum muda remaja kalau mau masuk nikah harus benar. Harus diketahui orang tua, diketahui gembala, direstui, jangan melakukan dosa kenajisan, jangan ada kejatuhan supaya kuat nikahnya. Masuk nikah, setan datang mencobai kita kuat, aman.
Efesus 2:1-2
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Roh najis, roh najis, roh durhaka masuk melalui handphone, melalui laptop, menghancurkan nikah. Banyak buah nikah yang hancur. Orang tua pikir aman anak saya tidak pernah keluyuran malam, padahal di kamar dia nonton yang najis, hancur dia!
2) Angin kencang. Itu menunjuk nabi palsu dengan angin pengajaran palsunya.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
Pengajaran palsu sebenarnya kelicikan manusia, karena jemaat bukan dibawa kepada Tuhan tetapi untuk dirinya. Kalau saya mengajar di sini jemaat untuk dijadikan milik saya, saudara boleh keluar, itu ajaran palsu! Tetapi saya ajar jemaat untuk dibawa kepada Yesus. Tidak pernah saya claim ini domba-dombaku, ini jemaatku. Saya tidak punya jemaat. Jemaat ini adalah domba-dombanya Tuhan, saya hanya penjaga. Kalau Tuhan bilang sudah cukup kamu jaga dia, ada orang lain yang mau menjaga, silahkan.
Jadi ajaran palsu itu jemaat diclaim untuk menjadi miliknya, menjadi milik organisasi, milik gereja. Makanya kalau berkurang, marah! Kalau miliknya Tuhan, terserah Tuhan. Daud dipercaya menjaga 2 atau 3 ekor domba. Berapapun dipercayakan gembalakan sungguh-sungguh, jangan diklaim ini punya saya. Ajaran palsu itu semua untuk perut!
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Bukan melayani Tuhan, tetapi melayani perutnya sendiri. Orang yang tulus hati datang berkorban, ini saya bawa telur ayam. Dia tulus berkorban tetapi hanya untuk dimakan gembala, sampai bulunya dimakan, semua untuk diri, bukan untuk dibawa kepada Tuhan! Akhirnya biar jemaat itu berbuat dosa apa saja gembala hanya sampaikan ‘kamu diberkati, kamu selamat’ tidak pernah ditunjuk dosanya. Karena kalau ditunjuk dosanya, ini yang bawa telur ayam, nanti sudah tidak datang, tidak masuk telur ayam.
Semoga kita bisa membedakan mana pengajaran yang benar, mana pengajaran yang palsu. Kalau pengajaran yang benar diarahkan menjadi milik Kristus, makanya kita disucikan, dosa apa saja dibongkar semua. Tetapi kalau pengajaran palsu bahasanya muluk-muluk, manis-manis, tidak pernah disucikan hidupnya. Paling disampaikan diberkati, menabur banyak, menuai banyak. Ajaran palsu ini menghancurkan ibadah pelayanan.
3) Banjir. Ingat ada binatang yang keluar dari dalam laut, itulah antikristus dengan kekuatan uang, menimbulkan krisis ekonomi. Kalau sudah krisis mana ada lagi orang yang mau benar, semua bengkok, karena krisis! Karena mau mencari keuntungan. Sampai orang lainpun dirugikan supaya dia untung.
Inilah serangan setan, tetapi kalau rohani kita hidup, kita kuat. Ketika Yesus datang kita siap menyambut Dia. Dunia ini sedang hancur, bagaikan padang gurun. Panas terik siang hari, dingin sekali di malam hari, membuat hancur semuanya. Tetapi kita bersyukur punya Firman, ada Yesus bersama kita, Yesus yang adalah Firman itu sendiri.
Amsal 11:4
11:4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.
Selamat, lepas dari maut atau kebinasaan atas dunia ini.
2. Praktek sombong rohani kedua adalah tidak mau tergembala. Penggembalaan adalah tempat kita digodok untuk bisa merendahkan diri. Orang yang tidak bisa merendahkan diri, sulit digembalakan. Seperti Yesus rendah hati dan taat sampai mati di kayu salib.
I Petrus 5:5-6 (Perikop: Gembalakanlah kawanan domba Allah)
5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Ini orang yang tergembala, sikap kita adalah merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat. Kalau dulu domba-domba dibawa masuk ke dalam kandang lewat di bawah tongkat gembala. Itu secara jasmani, secara rohanipun begitu. Yang bisa tergembala orang yang bisa lewat di bawah tongkat, bisa merendahkan diri. Bukan lompat sana lompat sini. Kalau lompat itu kadang kelihatan, kadang tidak kelihatan. Itu bapak hari minggu lalu kelihatan, minggu ini tidak kelihatan. Nanti kelihatan lagi kalau sudah Desember kalau natal.
Masuk di bawah tongkat supaya selalu dihitung.
Yehezkiel 20:37
20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
Dihitung artinya dimiliki oleh Tuhan, bukan dimiliki pendeta. Orang yang tergembala dia terpisah dari orang-orang yang memberontak, dipisahkan dari dosa!
Yehezkiel 20:28
20:38 Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
Ayo masuk penggembalaan, merendahkan diri. Terutama merendahkan diri itu saat-saat mendengarkan Firman. Tongkat gembala itu sekarang menunjukan Firman. Firman Tuhan datang seperti merendahkan kita, kalau tinggi hati dan sombong, tidak bisa menerima Firman. Orang yang tidak bisa menerima Firman itu biasanya menjadi penghasut! Firman itu memang seperti merendahkan. Ingat perempuan Siro Fenesia, dia sangat butuh pertolongan karena anaknya kerasukan, dia datang kepada Yesus dan Yesus seperti merendahkan dia ‘tidak patut mengambil roti untuk anak lalu dilemparkan kepada anjing. Dia datang minta tolong malah dibilangi anjing! Kalau tidak punya kerendahan hati dia bisa mengamuk dan tidak tertolong. Tetapi dia bisa menerima.
Waktu Yesus memberi makan 5.000 orang, mereka disuruh duduk di rumput, disuruh merendahkan diri. Mereka duduk, Yesus yang berdiri bersama murid-murid yang membagi-bagikan roti. Memang seperti direndahkan.
Jangan marah kalau Firman datang keras, jangan komentar, terlalu keras, terlalu tajam, tidak punya kasih. Terimalah untuk keselamatan kita. Saya khotbah bukan untuk saya tetap supaya jemaat selamat! Kalau untuk diri saya yah khotbah saja yang enak-enak supaya nanti masuk telur ayam, telur bebek. Kalau mau enak, elus-elus saja enak, enak penggembalaan, saya enak, jemaat enak, tetapi di depan ada bahaya, kita tidak bisa luput dari antikristus. Lebih baik sekarang kita digodok oleh Firman, kita direndahkan oleh Firman, tetapi nanti ditinggikan, ditinggikan di awan-awan. Sekarang berbaris masuk kandang penggembalaan, terima Firman Tuhan, jangan tinggi hati, jangan sombong.
Keadaan orang tergembala:
Kidung Agung 2:16
2:16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.
Kalau mau jadi kekasihnya Tuhan ayo tergembala!
Kidung Agung 2:1-2
2:1 Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
2:2 — Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
Kehidupan yang tergembala menghadapi suasana lembah, apa itu? Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, musuh yang pertama mereka hadapi adalah Amalek. Di mana orang Amalek tinggal? Di lembah.
Bilangan 14:25
14:25 Orang Amalek dan orang Kanaan diam di lembah. Sebab itu berpalinglah besok dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau."
Amalek menunjuk daging. Daging kita sendiri yang mau menghambat kita tergembala. Ini musuh paling berat karena dari dalam! Ada beberapa macam lembah
a) Lembah Akhor
Yosua 7:11,20-21,25-26
7:11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
7:20 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
7:21 aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."
7:25 Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
7:26 Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.
Apa itu lembah Akhor?
1) Keinginan daging. Akhan mencuri milik Tuhan, yang seharusnya dikhususkan kepada Tuhan malah dia ambil. Keinginan daging ini dibagi 2:
Ø Keinginan jahat mengarah pada cinta akan uang, terikat akan uang.
Ø Keinginan najis mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Dosa makan minum itu merokok, narkoba, miras, pesta pora. Coba kalau padungku, orang dari lubang tikus keluar semua untuk makan. Tetapi coba kalau KKR, mana ada mau datang. Padahal perut ini tidak akan bisa masuk semua, cuma karena keinginan.
Tuhan itu cemburu kalau untuk yang jasmani kita jorjoran, tetapi untuk yang rohani tidak bisa berkorban. Termasuk kalau membeli sesuatu, bedakan kebutuhan dan keinginan. Yang diutamakan yang kita butuh, terutama kebutuhan untuk rohani kita, jangan semua untuk keinginan! Tas sudah 10 beli lagi, sepatu sudah berapa pasang beli lagi. Ini yang menghambat kita tergembala kalau selalu ingin. Keinginan itu tidak akan pernah cukup. Ingin handphone canggih, baru pakai 1 minggu sudah keluar yang baru lagi.
2) Lembah Akhor ditimbun dengan batu. Ini menunjuk kekerasan hati! Ini yang menghambat kita untuk tergembala. Orang yang keras hati ngotot mempertahankan yang salah. Sudah jelas salah, ada tertulis di Alkitab itu tidak benar. Tetapi karena ada sesuatu dia dapatkan di situ, tetap dia pertahankan yang salah.
b) Lembah Ben-Hinom
Yeremia 7:31-34
7:31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.
7:32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,
7:33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya.
7:34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.
Lembah Ben-Hinom adalah lembah pembunuhan. Apa itu pembunuhan?
I Yohanes 3:15
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Membunuh = kebencian. Daging yang menghambat untuk tergembala adalah kebencian. Saya sebenarnya mau masuk di gereja, mau tergembala tetapi selama ada itu ibu di gereja saya tidak mau datang! Ini kebencian. Apalagi kalau benci gembala! Seringkali belum tahu persoalannya sudah benci lebih dulu. Jangan sampai kita belum tahu duduk persoalannya, termakan gosip, sudah benci orang. Padahal belum tentu benar!
Kalau sudah ada kebencian dalam rumah tangga, itu yang membuat sulit tergembala. Kamu saja pergi gereja, saya sudah tidak mau! Suami , isteri, orang tua, kakak adik perang di situ. Gembalapun kalau sudah ada masalah dalam nikah, mau khotbah apa, mau sampaikan apa! Makanya saya berupaya, kalau ada persoalan dalam nikah segera selesaikan. Saya mau sampaikan tentang penggembalaan sementara saya sendiri ada dalam lembah Ben-Hinom, ada dalam kebencian, mau bicara apa! Lebih bahaya lagi kalau gembala pahit hati kepada jemaat, sampaikan Firman sudah tidak murni. Pokoknya hantam terus! Sudah mau natal, Yesus Raja Damai lahir ke dunia, jangan ada kebencian, jangan ada lembah Ben-Hinom.
c) Lembah bayang maut.
Mazmur 23:4 (Terjemahan Lama)
23:4 Jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku.
Maut itulah dosa. Tetap mempertahankan dosa itu yang membuat kita sulit tergembala! Sembunyi dosa, tidak mau mengakui dengan alasan malu, takut resikonya. Raja Salomo berkata kepada pegawainya tentang Adonia ‘kalau dia berlaku sebagai seorang kesatria, tidak sehelai rambutpun jatuh dari kepalanya’. Kalau kita mau mengaku dosa itu sifat kesatria, tidak sehelai rambut jatuh, artinya kita dibawa pada kesempurnaan. Ayo selesaikan dosa, jangan malu, berlakulah sebagai kesatria.
I Raja-raja 1:52
1:52 Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambut pun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."
Adonia memegang tanduk mezbah. Mezbah korban bakaran itu tempat hewan kurban dipersembahkan. Sekarang ada Korban Kristus. Kita tidak usah lagi pegang tanduk mezbah yang jasmani tetapi datang pada Korban Kristus. Saya orang berdosa, ampuni saya Tuhan. Datang kepada sesama ‘saya sudah salah, ampuni saya’ minta ampun, berdamai.
d) Lembah tulang kering
Yehezkiel 37:1-2,11
37:1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
37:11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
Lembah tulang kering ini adalah semangat yang patah/ pengharapan yang sudah hilang = kecewa, putus asa menghadapi berbagai persoalan. Sudah kecewa dengan Tuhan, ada yang kecewa dengan pendeta, ditipu oleh pendeta.
Seringkali kekecewaan paling berat itu terjadi dalam nikah rumah tangga. Sampai berkata kalau begini lebih baik cerai, buat apa ikut Tuhan. Itu sudah kekecewaan.
Amsal 17:22
17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Menghadapi masalah nikah, pergumulan yang berat, jangan patah semangat. Mungkin menghadapi orang tua atau saudara, saya ini rasanya menjadi mesin atm diperas terus, jangan putus asa. Atau menghadapi masalah yang lain-lain, apalagi kalau pergumulan sudah bertahun koq saya tidak ditolong sampai saat ini. Jangan kita putus asa, jangan patah semangat.
Zakharia 1:14
1:14 Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion,
Ini perkataan Tuhan sendiri ‘sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion’. Yerusalem itu sidang mempelai. Sion itu tempat keluarnya pengajaran. Kalau kita ada dalam Firman pengajaran yang benar, sangat besar usaha Tuhan kepada kita. Dia begitu bergairah untuk menolong dan memulihkan kita. Jadi jangan putus asa, jangan kecewa. Sampai detik ini Tuhan masih bekerja untuk kita dan Dia terus bekerja untuk kita, sampai kita terbentuk menjadi Mempelai WanitaNya yang sempurna. Sebab itu kuat teguh hati. Apapun pergumulan persoalan, tidak kecewa, tidak putus asa. Kalau sangat besar usaha Tuhan untuk saya, saya juga mau berjuang untuk keselamatan saya, untuk saya menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Yesaya 62:5
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Tuhan sangat girang melihat kita terbangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna Mempelai WanitaNya dan kita dipertontonkan di hadapanNya.
Yesaya 62:11
62:11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Kalau rohani kita begitu diperhatikan oleh Tuhan, maka jangan ragu dan kuatir, yang jasmani juga Tuhan perhatikan. Menghadapi pergumulan apapun Tuhan selalu menolong, tidak pernah meninggalkan kita. Abraham usianya sudah lanjut, tetapi dia tidak pernah ragu akan janji Tuhan. Isterinya sudah mati haid, tetapi dia tidak pernah meragukan janji Tuhan.
Sangat besar usaha Tuhan untuk kita. Sebab itu mari percayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Daging mau menghambat kita tergembala, tetapi kita mau percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan. Kita mau kalahkan daging kita, kita mau tergembala dengan benar dan baik sampai berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar