20251105

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 5 November 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:6-11

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

 

Murid-murid bertanya kepada Yesus apakah Yesus mau memulihkan kerajaan Israel secara jasmani, karena waktu itu Israel sedang dijajah Romawi. Tetapi Yesus menjawab pemulihan Israel yang rohani, bukan yang jasmani, itulah gereja Tuhan yang mau dipulihkan dan dibawa pada kesempurnaan. Kapan gereja sempurna, Bapa di Sorgalah yang menentukan waktunya. Semua yang Yesus kerjakan adalah supaya kita bisa mengalami pemulihan, dikembalikan pada keadaan semula yaitu segambar dengan Allah Tritunggal. Dia mati, Dia bangkit dan naik ke Sorga semua untuk kepentingan kita, pemulihan kita, untuk kita bisa kembali pada gambar Allah Tritunggal.

 

Yesus terangkat ke sorga dengan 2 janji besar:

1.      Janji pencurahan Roh Kudus.

2.      Janji Yesus akan datang kembali di dalam kemuliaan.

 

Kita bahas janji yang pertama, janji pencurahan Roh Kudus. Mengapa Roh Kudus harus dicurahkan?

Markus 13:9-13

13:9 Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.

13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.

13:11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.

13:12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

13:13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

 

Perikop pasal 13 ini khotbah tentang akhir zaman. Di akhir zaman ini gereja Tuhan akan menghadapi pencobaan atau aniaya yang semakin hebat, sampai memuncak nanti pada zaman antikristus. Kalau kita melihat di berbagai negara, orang Kristen selalu mengalami tekanan yang hebat. Bahkan sudah hampir ratusan ribu orang Kristen dibantai di suatu negara. Tahun ini saja sudah berapa ribu yang dibantai di sana. Di negara kita saja untuk mendirikan rumah ibadah sangat sulit. Betapa aniaya ini semakin hebat.

 

Pencobaan dan aniaya ini banyak membuat anak Tuhan kecewa, putus asa, bahkan murtad.

Matius 24:9-10

24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,

24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

 

Inilah yang terjadi. Itu sebab Tuhan mencurahkan Roh Kudus supaya memampukan kita dalam 2 hal:

1.      Roh Kudus memampukan kita untuk bertahan.

2.      Memampukan kita untuk bersaksi

 

Kehidupan yang merindu akan Roh Kudus akan menerima pencurahan Roh Kudus sehingga kita bisa bertahan dan bersaksi. Kita bahas lebih dulu tentang bertahan.

 

Ada 2 macam bertahan:

1.      Yakobus 1:12

1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

 

Bertahan menghadapi pencobaan. Ini tidak bisa kita elakan, harus kita hadapi. Prosesnya:

a)      Bertahan dalam iman. Pertahankan iman di dalam Yesus, jangan sampai iman kita menjadi gugur.

Yudas 1:3

1:3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

 

Artinya bertahan dalam iman kepada Yesus:

1)      Tidak kecewa, tidak putus asa dalam pencobaan sekalipun sangat berat pencobaan yang dihadapi, tetap percaya kepada Yesus, Tuhan pasti menolong tepat pada waktunya. Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego, menghadapi api yang dipanaskan 7 kali lipat mereka tetap percaya. Sekalipun Allah yang kami sembah tidak menolong kami, kami tetap tidak akan menyembah patung tuanku raja.  Berarti tetap menyembah Tuhan, tetap percaya kepada Yesus.

 

2)      Tetap pegang teguh ajarannya Yesus, pengajaran yang sehat, pengajaran yang benar. Tidak mau terombang-ambing oleh ajaran yang lain. Kalau dulu lewat pengajaran hidup kita sudah dibenahi, pribadi kita, nikah kita sudah dibenahi, diperbaiki oleh pengajaran, ayo pegang teguh. Apa yang sudah kita terima dari pendahulu, pegang teguh itu. Memang untuk mempertahankan kemurnian pengajaran itu suatu perjuangan. Jangan bergeser iman kita kepada Tuhan.

Kolose 1:23

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

 

Seperti Tabut Perjanjian dengan Tutup Pendamaian, karena ada bingkai emas maka Tutup Pendamaian itu tidak bergeser dari Tabut Perjanjian.

 

3)      Tidak berbuat dosa, tidak mau tercemar oleh dosa, tetap hidup benar dan suci. Apapun godaannya, mungkin dipaksa atau diancam tidak mau berbuat dosa, tetap hidup benar dan suci.

 

Mengapa Tuhan izinkan kita menghadapi pencobaan dan penganiayaan?

I Petrus 1:6-7

1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

Maksudnya supaya iman kita dimurnikan seperti emas yang dimurnikan dengan api, sehingga iman kita tampil sebagai iman yang sempurna, iman yang permanen. Itulah buli-buli emas berisi manna yang diletakan di dalam Tabut Perjanjian. Iman yang sempurna juga sama dengan bulan di bawah kaki Mempelai Wanita Tuhan.

 

Jangan pernah goyah imannya, jangan gugur. Sementara banyak yang gugur dari iman, apalagi yang berguguran dari Firman pengajaran, banyak sekali. Jangan khianati pengajaran yang sehat, jangan gugur dari pengajaran. Kita ikuti kegerakan yang semakin membesar ini, kegerakan gempar. Yang tidak berkesempatan ikut secara langsung mari ikuti secara virtual, sama-sama kita ikuti kegerakan pengajaran, jangan gugur.

 

b)      Bertahan dalam pengharapan = hanya mengandalkan Tuhan. Bukan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Mungkin punya kekuatan di dunia ini, punya kedudukan, punya kekuasaan, tetapi jangan andalkan itu!

I Korintus 10:13-14

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

 

Sikap kita ketika menghadapi pencobaan adalah jauhi penyembahan berhala! Berhala adalah segala sesuatu yang lebih kita kasihi atau kita andalkan dari pada Tuhan. Jadi menjauhi berhala artinya jangan andalkan apa yang ada di dunia ini, jangan andalkan kekuatan kita sekalipun kita miliki, hanya berharap Tuhan lebih dari segalanya.

 

Kalau mengandalkan dunia, suatu saat pasti kecewa! Misalkan mau andalkan bunga deposito, sekarang turun. Andalkan coklat, sekarang sudah di bawah 100.000. bisa kecewa kalau andalkan kekuatan sendiri. Hanya berharap Tuhan, andalkan Tuhan lebih dari segala sesuatu.

 

Buktinya apa kita mengandalkan Tuhan? Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kalau andalkan manusia bisa kecewa, Tuhan tidak tolong, akhirnya mulai kecewa. Merasa punya kekuatan, punya kemampuan, mulai tinggalkan ibadah pelayanan.

 

Kadang sebagai gembala hati ini sedih melihat kaum muda. Waktu belum punya apa-apa setia berkobar-kobar beribadah melayani Tuhan. Om doakan saya mau ujian, akhirnya lulus. Om doakan saya mau  kuliah, tembus masuk universitas. Om doakan sudah mau skripsi, didoakan. Sudah lulus, om doakan cari kerja. Didoakan, dapat pekerjaan, eh sudah lupa Tuhan. Jangan-jangan om-nya juga dilupa. Ada yang dari sekolah minggu saya bina, sampai remaja, sampai sudah kerja. Dulu begitu setia, sungguh-sungguh. Sekarang sudah lupa semuanya. Jangan kita seperti itu. Kalau ada yang dulu seperti itu, ayo kembali setia berkobar-kobar. Sekarang mungkin punya kedudukan, punya ijazah, punya gaji dan lain-lain. Tetapi suatu saat ketika antikristus berkuasa, itu semua tidak ada artinya. Pada hari kemurkaan harta benda tidak bisa menolong. Pada hari penghukuman Tuhan itu semua tidak bisa menolong.

Amsal 11:4

11:4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

 

Jangan lepaskan Tuhan, jangan tinggalkan Tuhan. Selalu ingat saya dapat berkat jasmani karena Tuhan, bisa sekolah, bisa kuliah, bisa kerja karena Tuhan. Jangan karena sudah dapat yang jasmani, Tuhan dilupakan. Itu rohnya Yudas! Sudah menikmati roti dari Tuhan, sudah mengangkat tumit terhadap Yesus. Kenapa karena ada yang mau dia raih yang dia anggap lebih menjanjikan dari pada Tuhan. Sampai persoalan jodoh! Dia dapat jodoh, tetapi Yesus dia buang. Justru yang muda-muda banyak meninggalkan Yesus karena godaan dunia ini. Yang banyak rebah ini teruna-teruna, anak muda. Juga yang menanti kedatangan Yesus, yang banyak berguguran itu kaum muda.

Amos 8:13

8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;

 

Yesaya 40:29-30

40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

 

Ayo kaum muda semangat. Kekuatan fisiknya lebih dari orang tua, tetapi rohaninya lesu, orang tua yang kuat. Sejak dipanggil menjadi hamba Tuhan, betul-betul beban saya melayani kaum muda ini, karena saya ingat masa muda saya begitu jauh dari Tuhan. Kaum muda jangan rebah, jangan letih lesu, semangat melayani Tuhan.

 

Kita diperhadapkan dengan banyak tantangan, cobaan dan godaan. Bertahan, tetap berpengharapan kepada Tuhan, tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Koor kaum muda, jangan timbul tenggelam, kadang nyanyi, kadang hilang. Semangat terus melayani Tuhan.

 

Hasilnya:

1)      Tuhan setia menjaga kita supaya pencobaan tidak melampaui kekuatan kita.

2)      Tuhan memberi jalan keluar dari segala pencobaan yang kita hadapi.

 

Tunggu waktu Tuhan, sabar menderita, nanti Tuhan kasih jalan keluar. Kalau belum diberi jalan keluar, berarti Tuhan masih sibuk membenahi kita, hati kita masih dibenahi. Sebab masih ada pengharapan kepada yang dunia, masih ada pengharapan pada manusia. Sampai kita berpengharapan sepenuhnya kepada Tuhan, tidak lagi berpengharapan kepada manusia, baru Tuhan beri jalan keluar. Kita menyembah ‘haleluya’, hanya mengandalkan Tuhan lebih dari segalanya, maka Tuhan menolong tepat pada waktunya.

 

c)      Bertahan untuk tetap mengasihi Tuhan.

Yakobus 1:12

1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

 

Kita diperhadapkan dengan pencobaan, tetapi ada mahkota sudah Tuhan sediakan bagi kita, mahkota kehidupan. Makhota ini adalah mahkota yang didapat dari perjuangan (Stepanos). Apa bukti kita bertahan mengasihi Tuhan?

Yohanes 14:15

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

 

Bertahan mengasihi Tuhan prakteknya taat pada Firman Tuhan apapun pencobaan dan tantangan yang kita hadapi. Sepatah kata saja Firman Tuhan berkuasa mengadakan mujizat. Ketika perwira di Kapernaum mengutus beberapa orang kepada Yesus untuk minta pertolongan sebab hamba yang dia kasihi sedang sakit. Lalu Yesus katakan Aku hendak ke rumahnya. Dia kirim lagi utusan yang berkata, katakan saja sepatah kata maka hambaku itu pasti sembuh. Ini taat kepada Firman Tuhan.

Matius 8:8-9

8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

 

Ini sikap sangat menghargai Firman dan memperhatikan Firman sampai sepatah katapun tidak dibiarkan lewat. Betul-betul dia mau mentaati Firman Tuhan.

 

Kadangkala begitu kita menghadapi pencobaan, menghadapi masalah, kita sudah tidak mau mendengar Firman, tidak suka mendengar Firman. Ada kenalan kami ketika menghadapi masalah yang berat lalu didatangi, diingatkan, dinasihati, diajak lagi mengikuti ibadah secara online mendengar Firman, dia jawab apa? Saya sudah tahu semua itu! Karena sangking beratnya masalah yang dia hadapi. Sudah tidak ada minat mendengar Firman, apalagi praktek.

 

Biarlah ini menjadi sikap kita bangsa kafir ‘katakan saja sepatah kata’ sangat menghargai dan memperhatikan Firman. Sepatah katapun tidak kita biarkan lewat, kita praktekan Firman maka kita akan mengalami kuasa Firman. Lakukan Firman! Di mana ada pembukaan rahasia Firman di situ ada pembukaan jalan, di situ ada pertolongan Tuhan.

 

Kita teladani Yesus, Dia belajar taat dari apa yang Dia derita. Saat kita diperhadapkan dengan sengsara penderitaan, belajar taat, belajar seperti Yesus.

Ibrani 5:8

5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

 

Dan apa yang Yesus dapatkan karena mau belajar taat dari apa yang diderita?

Filipi 2:8-9

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

 

Kita belajar taat seperti Yesus, maka kita akan mengalami kuasa nama Yesus.

Filipi 2:10

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

 

Kuasa nama Yesus adalah kuasa kemenangan mengalahkan setan di udara, yang di bumi nabi palsu, yang di bawah bumi antirkistus. Trio setan ini sumbernya pencobaan. Ketika Yesus di padang gurun dikatakan lalu datanglah si pencoba. Kalau kita renungkan kata ini, pencobaan kata dasarnya coba, sebenarnya, hanya coba-coba. Apakah masih beriman kepada Yesus, masih punya pengharapan, masih mau mengasihi Tuhan, hanya dicoba-coba. Kita berjuang untuk taat, maka pasti menang, kuasa darah Yesus memberi kemenangan. Kalau kita berjuang, iblis kalah, dia lari! Ketika pencobaan mengenai penyembahan lalu Yesus katakan ‘enyahlah engkau, hanya kepada Tuhan Allah kita harus menyembah’. Iblis pergi, kalah! Tetapi dia mencari kesempatan untuk datang lagi. Setan itu sudah kalah tetapi tidak pernah mengaku kalah, dia mencari celah untuk mencobai kita lagi. Sebab itu hubungan dengan Tuhan jangan putus. Iman tetap kuat, pengharapan tetap kuat, kasih kepada Tuhan tetap membara, jangan kendor.

 

Iblis mencari celah. Kemarin ada pencobaan dalam bentuk apa kita sudah menang. Jangan lengah, saat kita lengah di situ dia datang. Kapan kita lengah? Ketika kita mulai tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan, tidak sungguh-sungguh lagi dalam penggembalaan. Disitu dia datang mencobai. Dulu Tuhan tolong, sekarang Tuhan tolong, nanti juga Tuhan tolong, sebab itu hubungan dengan Tuhan jangan sampai kendor, dieratkan terus.

 

Sebab kalau kalah dalam pencobaan, gugur dari iman, berarti tidak punya mahkota. Itu sama dengan orang yang gundul, tidak punya rambut. Rambut itu mahkota bagi perempuan. Rambut putih mahkota bagi orang tua. Kalau sudah gundul akibatnya menjadi bola permainan setan. Ditendang ke dosa A, ke dosa B, ditendang kian kemari.

 

Jangan kalah, jangan beri keuntungan sedikitpun kepada setan si pencoba. Biar kita berjuang, bertahan dalam iman, dalam pengharapan, bertahan tetap mengasihi Tuhan, maka kita mendapat mahkota kehidupan untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

Kidung Agung 3:11

3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

 

Ibu di sini menunjuk gembala.

I Tesalonika 2:7

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

 

Tugas gembala mempersiapkan jemaat bertemu Yesus sebagai Mempelai wanita yang memakai mahkota untuk masuk pesta nikah anak Domba Allah. Jadi gembala bertugas membina kerohanian jemaat supaya kuat, kuat imannya, kuat pengharapannya, kuat kasihnya, menang menghadapi pencobaan. Itu sebabnya gembala lebih dulu memberi teladan. Bagaimana bisa memberi kekuatan kepada jemaat kalau gembala lemah, kalah dalam pencobaan, gugur dari iman, tinggalkan pengajaran yang benar.

 

2.      Bertahan menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.

Maleakhi 3:1-3

3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

 

Yesus sudah mau datang, biarlah kita bertahan untuk menyambut kedatanganNya. Untuk bisa menyambut kedatangan Yesus harus mengalami penyucian lewat api pemurni logam dan lewat sabun tukang penatu.

a)      Penyucian lewat sabun tukang penatu. Ini adalah Firman pengajaran yang benar yang menyucikan noda-noda pada pakaian pelayanan kita. Imam Besar Yosua berdiri di hadapan Tuhan tetapi ternyata dia melayani dengan pakaian kotor, pakaian yang bernoda. Makanya perlu disucikan! Kita sudah melayani bertahun-tahun lamanya sebagai gembala, tua-tua, pelayan dalam bidang apa saja. Ada noda-noda pada pakaian kita yang harus disucikan.

 

Penyucian itu secara berulang-ulang. Seperti orang mencuci, dikucak berulang-ulang. Firman disampaikan berulang-ulang supaya noda-noda dosa kita bersih. Salah satu noda yang membandel adalah noda malas dan jahat!

Matius 25:14

25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

 

Orang yang berpergian ke luar negeri ini menunjuk Yesus yang naik ke Sorga. Dia memberikan jabatan pelayanan.

 

Matius 25:15

25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

 

Pelayanan dan karunia Roh Kudus Tuhan berikan kepada kita sesuai kesanggupan kita. Jadi tidak melampaui kekuatan kita.

Matius 25:18,24-26,30

25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

 

Malas itu tidak setia dalam ibadah pelayanan. Sudah diberikan talenta, diberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus  malah disembunyikan di dalam tanah. Artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan karena hanya mengejar perkara dunia dan daging. Jahatnya di sini adalah banyak mempersalahkan orang lain bahkan Tuhan. Menghakimi sesama, sampai mempersalahkan Firman, masak begitu, tidak masuk akal, tidak logis, tidak pas. Orang yang malas dan jahat ini pasti menghasut orang untuk tidak setia. Atau menghalangi orang lain yang setia beribadah supaya tidak beribadah. Dia menjadi penghalang, menjadi penghambat, kegerakan Firman mau dia halangi. Semoga noda ini jangan ada pada kita! Selain menghasut juga suka mengadu domba, mengadu domba hamba Tuhan yang satu dengan yang lain. Ini hamba yang tidak setia dan jahat, mulutnya jahat!

 

Ketika memulai pelayanan, Yesus membaptis, namun murid-murid yang membaptis. Datang murid-murid Yohanes kepada Yohanes ‘orang yang kau baptis sudah membaptis di sana’ mereka menghasut. Kalau ada orang yang pelayannya meningkat, mulai menghasut, menjegal, menghalangi, menghambat!

Yohanes 3:22-27

3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.

3:23 Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,

3:24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 

3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.

3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."

3:27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

 

Peristiwa ini terjadi di Yudea. Dulu dalam pelayanan Yesus dan Yohanes ada orang-orang Yudea yang mau menghambat. Inilah orang-orang yang tidak setia, yang jahat mulutnya menghasut! Rasul Paulus juga menghadapi itu.

Roma 15:30-31

15:30 Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku,

15:31 supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana,

 

Orang yang tidak setia dan malas ini mau menghalangi pekerjaan Tuhan dengan kejahatan mulutnya. Sekarang ini di mana-mana banyak pekerjaan Tuhan menjadi rusak karena kejahatan mulut. Mulai menghasut, mengadu domba, menggosip dan lain-lain. Kalau kami hamba Tuhan mulutnya jahat, bagaimana mau membersihkan noda jemaat. Dari mimbar mau menghasut, mau mengadu domba, jangan!

 

Mulut ini jangan jahat, mulut hanya dipakai memuliakan Tuhan. Kalau tidak setia, mulutnya jahat. Ini noda yang harus dibersihkan, sebab kalau tidak hidupnya hanya penuh dengan air mata, berat! Masalah tidak pernah kunjung selesai, hidupnya jadi gelap. Tadi dikatakan lemparkan dia pada kegelapan paling gelap! masa depan gelap, semua gelap. Dan disebutkan tidak berguna lagi. Tidak berguna bagi Tubuh Kristus, berarti hanya di buang, dibuang ke dalam penghukuman, dibuang ke neraka.

 

Noda ini harus dibersihkan sebab kalau tidak kita putus hubungan dengan Tuhan. Kadang dianggap tidak apa-apa, mulut sudah kadung jahat, mau mencabut itu berat! Disebut hai hamba yang tidak berguna. Tidak disebutkan lagi hambaku. Berarti dia sudah putus hubungan dengan Tuhan.

 

Biar noda ini dibersihkan, kita menjadi kehidupan yang setia tanggung jawab dalam ibadah pelayanan, kita bisa berbahagia.

Matius 25:21

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

Noda dibersihkan, kita masuk dalam kebahagiaan Sorga. Di bumi ada kebahagiaan, melayani dengan bahagia. Kalau mulut sudah jahat, lihat orang lain berhasil dia tidak bahagia. Sirik tanda tak mampu. Kalau mulut sudah jelek-jelekan orang, lihat orang lain berhasil dia tidak bahagia, dia jengkel! Tetapi kalau semua sudah dibersihkan kita bahagia, ada kebahagiaan Sorga. Sampai nanti masuk dalam kebahagiaan pesta nikah Anak Domba Allah. Ini penyucian dengan sabun tukang penatu, penyucian Firman yang diulang-ulang membersihkan noda pada pakaian kita.

 

b)      Penyucian lewat api pemurni logam.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Api pemurni logam = nyala api ujian. Atau percikan darah. Sudah disucikan lewat Firman, harus disucikan lagi oleh nyala api ujian, sengsara daging tanpa dosa. Jangan heran kalau diizinkan Tuhan datang nyala api ujian. Dibenci, difitnah, diperlakukan tidak adil dan banyak lagi bentuknya. Termasuk ditinggal oleh orang terkasih, diizinkan mengalami penyakit, menghadapi kemerosotan dan lain-lain. Nyala api ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kita.

 

Kenapa harus ada nyala api ujian, apakah tidak cukup sabun tukang penantu? Tujuan nyala api ujian:

1)      Menyucikan bagian dalam, batin atau hati dari karat dosa. Memang tidak kelihatan, tetapi begitu kena api langsung kelihatan. Perlu penyucian lewat nyala api ujian dari karat dosa.

 

Tuhan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan. Tahir ini dipakai untuk orang yang sembuh dari kusta. Jadi karat dosa yang harus disucikan adalah kusta rohani, itulah kebenaran diri sendiri. Makanya perlu nyala api ujian supaya kusta kita disucikan, dibersihkan.

 

Apa itu dosa kebenaran diri sendiri?

Ø  Kebenaran yang didapat oleh orang berdosa dengan cara salahkan orang lain, sampai salahkan Tuhan, salahkan Firman, bahkan salahkan setan untuk menutupi dosanya. Seperti Adam dan Hawa saling mempersalahkan sampai salahkan Tuhan, salahkan ular. Seperti Ayub, dosa kebenaran diri sendiri, dia menyalahkan Tuhan.

 

Ø  Pura-pura berbuat baik untuk menutupi dosa. Kadang gembala yang pandai bersandiwara seperti itu, pura-pura berbuat baik untuk menutupi dosanya.

 

Kapan karat dosa kusta ini muncul?

Ø  Ayub 1:1-3; 32:1-2

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.

1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.

32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

 

Di pasal 1 Ayub disebut orang suci dan diberkati. Jadi kusta muncul saat kita merasa suci dan diberkati Tuhan. Kalau sudah merasa suci dan diberkati, juga merasa dipakai, merasa berjasa. ‘Saya sudah berkorban, sudah lakukan ini itu untuk Engkau Tuhan’ disitu karat dosa muncul, kebenaran diri sendiri.

 

Ø  Kejadian 3:12-13

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

 

Saat telanjang, saat gagal, saat tidak punya apa-apa, di situ muncul kebenaran diri sendiri. Kenapa dia begini, dia begitu, koq enak hidupnya sementara saya begini. Kami hamba Tuhan juga ‘kenapa saya sudah melayani sekian tahun, jiwa tidak ada. Dia baru melayani sudah langsung banyak jiwa! Saya sudah sungguh-sungguh melayani, sudah tinggalkan pekerjaan, saya sudah korban segala-galanya’. Disitulah muncul kebenaran diri sendiri.

 

Sebab itu perlu api ujian untuk menyucikan karat kusta ini. Tadi dalam Maleakhi disebut seperti memurnikan perak. Karat kusta dibersihkan supaya lidah kita seperti perak pilihan. Orang kalau sudah ada kebenaran diri sendiri, mulutnya banyak salah, ngomel, bersungut, salahkan orang lain, salahkan Tuhan, salahkan setan. Disucikan sehingga lidahnya menjadi seperti perak pilihan. Kita lihat Ayub, begitu dia mengalami penyucian lewat nyala api ujian, lidahnya menjadi perak pilihan.

Ayub 42:5-6

42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

 

Amsal 10:20

10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

 

Lidah orang benar, lidah yang suci, sudah menjadi seperti perak pilihan. Praktek lidah benar/lidah suci hasil penyucian oleh nyala api ujian.

Ø  Bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Ayub mencabut perkataannya, dia mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Cabut kalau ada kata-kata yang salah, terledor terucap. Kita sudah merasa suci, merasa diberkati, koq tiba-tiba ada nyala api ujian, sudah salah berkata-kata, cabut itu. Waktu gagal, tidak ada apa-apa, salah berkata-kata, salahkan Tuhan, salahkan orang lain. Kita cabut semua, akui kepada Tuhan, akui kepada sesama, minta ampun.

 

Ø  Bisa mengaku segala kegagalan. Aku duduk di dalam debu dan abu. Mengaku segala kegagalan, saya memang debu dan abu, mengaku tidak bisa apa-apa, saya gagal Tuhan. Ampuni dosaku, Tuhan saya gagal! Termasuk kami orang tua, kalau anak berulah, mengaku kepada Tuhan saya orang tua gagal mendidik anak. Apalagi suami salahkan isteri ‘kamu kerja apa di rumah ini, saya capek kerja di luar, kamu tidak bisa urus anak’ jangan! Akui saya bapak yang gagal, saya ibu yang gagal mendidik anak. Termasuk juga dalam pelayanan, kalau ada masalah dalam pelayanan bukan malah salahkan jemaat, ini jemaat pemberontak! Mengaku saya masih gagal membina rohani sidang jemaat. Itu lidah yang benar.

 

Ø  Tidak bisa berbuat apa-apa lagi Tuhan, tinggal menyembah. Serahkan semua, maka Tuhan menolong kita.

 

Kegagalan-kegagalan, kehancuran-kehancuran karena karat dosa dipulihkan. Karena karat kusta kita mengalami kehancuran-kehancuran, Tuhan memulihkan begitu lidah kita bisa mengaku.

Ayub 42:10

42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

 

Kita orang tua, kadang kala ketika anak kita ada kesalahan, kita tidak mau mengakui kegagalan kita malah kita salahkan orang yang melapor kelakuan anak kita. Malah kita kurang hati, memangnya anakmu sudah baik, anakmu sudah bagus hidupnya! Padahal dia mau menolong kita. Dia lapor supaya kita bisa introspeksi diri. Seharusnya berterima kasih, saya mau perbaiki diri, saya gagal. Maka Tuhan akan pulihkan. Mungkin ada orang tua yang buah nikahnya sudah hancur. Dengan lidah benar, Tuhan pulihkan. Seperti Ayub, anaknya mati semua, sekarang bagi kita mati rohani. Tetapi begitu bisa mengaku, Ayub memiliki buah nikah yang kecantikannya terkenal luar biasa.

Ayub 42:13-15

42:13 Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;

42:14 dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.

42:15 Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.

 

Begitu kita mengaku kita salah, maka anak yang sudah mati rohani dipulihkan dan menjadi anak yang menjadi berkat di mana-mana. Termasuk kami hamba Tuhan, ketika buah nikah kami berulah, saya pukul diri, saya masih gagal. Saya fokus pada pelayanan tetapi saya gagal memperhatikan anak. Doa saya selalu biar buah nikah kami menjadi hiasan dalam rumahMu, menjadi berkat.

 

2)      II Korintus 4:16-17

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

 

Tujuan percikan darah mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Logam mulia termasuk perak dipakai untuk perhiasan. Jadi manusia rohani adalah manusia yang punya perhiasan rohani. Lewat nyala api ujian kita sedang dihiasi dengan perhiasan rohani. Jangan marah! Maksudnya supaya kita bisa tampil sebagai pengantin wanita yang berhias bagi Yesus.

I Petrus 3:3-5

3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

 

3 perhiasan rohani yaitu lemah lembut, tentram dan tunduk. Lewat percikan darah kita sedang dibentuk menjadi pribadi yang berhias.

Ø  Lemah lembut itu kemampuan mengampuni dan melupakan dosa orang lain, seperti Yesus. Mungkin kita katakan Yesus itukan memang sempurna. Tetapi ada manusia seperti kita, itulah seperti Stefanus. Saat dilempari, dengan lemah lembut dia justru berdoa jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka. Kita dirugikan, kita difitnah, kita digosip, diperlakukan tidak adil, tetap lemah lembut. Ampuni Tuhan, lupakan dosanya.

Ø  Tentram, bisa mengontrol perkataan sesuai Firman. Jaga perkataan sesuai Firman. Tidak berkomentar negatif saat menghadapi nyala api ujian. Paling tidak kita bisa berkata terima kasih Tuhan. Difitnah, terima kasih Tuhan. Diperlakukan tidak adil, terima kasih Tuhan.

Ø  Tunduk, taat pada Firman Tuhan.

 

Memang tidak mudah bagi daging untuk tunduk saat sengsara, mau menjaga perkataan saat sengsara, mau mengampuni. Itu sebabnya Tuhan berikan Roh Kudus. Roh Kudus memberikan kekuatan supaya proses pembaharuan itu bisa berjalan sampai kita sempurna. Roh Kudus, Roh kemuliaan membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sama mulia dengan Yesus.

 

Daud menghadapi ujian yang berat. Dia dikejar-kejar oleh Saul mertuanya. Kemudian setelah dia menjadi raja banyak yang dia hadapi sampai dikejar anaknya sendiri. Tetapi Daud berkata ujilah aku Tuhan, cobalah aku, selidiki batinku, mataku tetap tertuju padaMu. Saat kita menghadapi percikan darah, jangan lihat nyala api ujiannya tetapi pandanglah Yesus, pandang saja kepada Tuhan yang penuh kasih dan anugerah yang besar.

Mazmur 26:1-3

26:1 Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.

26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

 

Sore menjelang malam ini mungkin kita diperhadapkan nyala api ujian dalam bentuk apapun. Jangan pandang nyala api ujiannya nanti kita kecewa. Pandang saja kasih setia Tuhan, Tuhan menguji kita supaya kita mengalami penyucian dari karat dosa, Tuhan uji kita supaya kita diubahkan. Itu kasih setia Tuhan, itu yang kita pandang sehingga kita tidak kecewa, tidak putus asa, tetapi kita terus menyembah, hanya menyembah Tuhan saja. Dan Tuhan pasti menolong! Ayub Tuhan pulihkan 2 kali lipat, kita juga Tuhan sanggup pulihkan 2 kali lipat. Penyucian jasmani dan penyucian rohani, dikembalikan pada ciptaan semula, segambar dengan Allah Tritunggal.

 

Di depan ada Perjamuan Suci, pandang Korban Kristus. Nyala api ujiannya besar, teramat besar, mata hanya tertuju kepada Tuhan yang sanggup menolong. Sehingga waktu Yesus datang mata kita memandang Dia, mulut kita menyeru haleluya, kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar