Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:15-17
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Ayat-ayat ini bicara tentang Roh Kudus. Mengapa harus ada Roh Kudus di dalam kita?
Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Jawabannya supaya kasih Allah dicurahkan di dalam hati kita sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, juga mengasihi sesama, sampai mengasihi musuh. Kalau kita mengatakan mengasihi Tuhan harus juga mengasihi sesama. Kalau mengatakan mengasihi sesama harus mengasihi Tuhan. 2 hal ini tidak bisa dipisah. Kalau hanya salah 1 yang dilakukan berarti kita pendusta. Jadi harus keduanya dilakukan.
Apa bukti kita mengasihi Tuhan? Taat pada segala Firman. Bukan sebagian besar yang ditaati tetapi ada yang belum bisa. Harus segala Firman ditaati. Ingat pemuda yang kaya yang datang kepada Yesus dan bertanya apa yang harus dilakukan supaya selamat. Lalu Yesus katakan 10 hukum, hanya 1 yang dia tidak bisa lakukan yaitu keinginan akan uang, itu tidak bisa dia lakukan, masih ada padanya. Yesus katakan satu lagi yang kurang, pergi, jual segala hartamu, bagikan kepada orang miskin lalu datang ikut Aku. Ini hukum jangan mengingini, itu masih ada padanya. Dia masih melekat pada uang. 1 bagian dia tidak lakukan dan dia tidak bisa mengikut Yesus, malah meninggalkan Yesus dengan kecewa. Kita belajar untuk bisa mengasihi Tuhan, melakukan segala Firman. Memang sakit bagi daging tetapi harus kita lakukan.
Melakukan Firman = takut akan Tuhan.
Mazmur 128:1
128:1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Takut Tuhan itu hidup menurut jalan yang ditunjukanNya = taat pada Firman. Jadi bukti kita taat Firman, kita takut akan Tuhan. Mari kita belajar menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan.
Kalau sekarang tidak takut Tuhan, akan ada waktunya Tuhan menakut-nakuti bumi dengan kegoncangan-kegoncangan yang luar biasa sehingga orang yang tidak takut Tuhan akan mati ketakutan.
Yesaya 2:19, 21
2:19 Maka orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam liang-liang di tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
2:21 dan ia akan masuk ke dalam lekuk-lekuk di gunung batu dan ke dalam celah-celah di bukit batu terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
Orang sampai masuk ke dalam lekuk-lekuk gunung. Gunung bicara Firman Tuhan, celah-celah gunung itu ayat-ayat Firman, pembukaan rahasia Firman. Karena tidak takut Tuhan, tidak taat, akhirnya Tuhan menakut-nakuti bumi baru dia mau sembunyi dalam celah-celah gunung. Artinya baru mencari Firman tetapi sudah terlambat kalau Tuhan sudah menghukum. Firman akan diambil, orang akan mengembara dari utara ke timur, dari laut ke laut mencari Firman tetapi tidak dapat lagi, betul-betul tidak ada kekuatan lagi. Kalau sekarang gempa terjadi, bencana alam terjadi, kerusuhan terjadi, tetapi kita kuat karena ada Firman kita dengar. Tetapi akan ada waktunya Firman sudah tidak ada lagi. Terjadi kegoncangan baru mau cari Firman, Firman sudah tidak ada. Betul-betul sangat ketakutan, sehingga ketakutan ini menjadi pembunuh utama manusia di akhir zaman.
Lukas 21:25-26
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Dimana-mana terjadi kegoncangan yang dahsyat sehingga manusia takut. Dan mulai mati rohani, mulai ragu ikut Yesus, mulai tidak sungguh-sungguh ikut Tuhan, tinggalkan Tuhan, sampai betul-betul tidak merasakan apa-apa lagi, tinggalkan Tuhan. Juga mati secara jasmani, kalau orang takut hormon-hormonnya bekerja tidak baik, bisa menimbulkan kematian.
Jadi kegoncangan-kegoncangan di akhir zaman ini = badai maut. Bumi yang kita tempati ini sedang dihantam badai maut dengan kegoncangan yang luar biasa. Tadi dikatakan bumi dan langit goncang, terjadi kegoncangan jasmani dan kegoncangan rohani, goncang semua. Tetapi orang yang takut akan Tuhan bisa mengangkat muka memandang kemuliaan Tuhan.
Lukas 21:27-28
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
Saat semua terjadi, bangkit angkat muka. Rohani terbangun, angkat wajah memandang Yesus = bertekun dalam doa penyembahan. Orang yang takut akan Tuhan, dia bertekun dalam doa penyembahan. Biar goncang semua, kita tetap menyembah.
Lukas 9:28-29
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Dalam doa penyembahan kita bisa memandang Yesus dalam kemuliaan. Ini yang menolong kita dalam menghadapi badai maut, bahkan melepaskan kita dari badai maut. Lewat penyembahan kita merasa kuasa kemuliaan Tuhan yang sanggup melepaskan kita dari badai maut.
Dulu dinubuatkan ketika kelahiran Yesus. Waktu Yesus lahir, tidak ada seorangpun penduduk Betlehem yang mau datang sujud menyembah Yesus. Malah yang datang orang yang jauh, orang Majus dari timur. Apa yang terjadi? Karena tidak seorangpun dari penduduk Betlehem menyembah Yesus maka Betlehem dihantam badai maut, bersimbah darah, anak dibawah 2 tahun dibunuh Herodes. Kalau kita tidak mau menyembah, akan menghadapi badai maut!
Matius 2:16-18
2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
2:17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
2:18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
Jangan tunggu ini terjadi dalam hidup kita. Tidak mau menyembah, malas menyembah sehingga menghadapi badai maut.
Ini terjadi pada kedatangan Yesus pertama kali. Sekarang kita menghadapi kedatangan Yesus kedua kali, kalau tidak mau menyembah Yesus Raja segala raja, maka akan menghadapi badai maut. Puncaknya di zaman antikristus. Orang mau lari ke mana, semua sudah dikuasai oleh antikristus. Kecanggihan teknologi ini mempermulus datangnya antikristus. Lewat doa penyembahan melepaskan kita dari badai maut, terutama maut dosa! Dimana-mana sekarang tidak malu-malu orang berbuat dosa! Dimana-mana kita menghadapi badai maut, harus banyak menyembah Tuhan.
Menyembah Tuhan = merendahkan diri serendah-rendahnya di bawah kaki Tuhan dan mengaku hanya debu tanah liat. Jadi menyembah itu bukan hanya di mulut kita dengan mengucapkan haleluya, tetapi harus ada praktek penyembahan. Pdt. Pong Dongalemba menyampaikan Firman Tuhan mengajar kita menyembah minimal 1 jam 1 hari, tetapi praktek penyembahan 24 jam.
Praktek penyembahan:
1. Mengaku tidak layak, hanya tanah liat. Banyak kekurangan, banyak kelemahan, tidak layak, pantas diinjak-injak sehingga mendorong kita untuk selalu berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama. Menyembah itu memandang Tuhan. Kalau hati suci, damai bisa memandang Tuhan.
Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Jadi orang yang menyembah harus berdamai dengan Tuhan dan sesama.
Proses berdamai:
a) Mau menerima ketajaman Firman pengajaran yang menusuk sampai ke dalam hati dan pikiran. Makanya tadi dikatakan sesudah semua pengajaran baru mereka naik menyembah. Jadi penyembahan yang benar didorong oleh pengajaran. Kalau tidak bisa menerima ketajaman Firman, marah, mengamuk, bagaimana bisa menyembah, bagaimana hati bisa damai. Biar omongan orang setajam silet tidak berpengaruh pada kita karena kita sudah menerima tajamnya Firman menusuk sampai ke dalam hati dan pikiran. Kita sadar kita ini hanya tanah liat tidak punya harga apa-apa. Memang kita banyak kekurangan, terserah orang mau ngomong apa. Kita tidak marah, tidak sakit hati, terima saja.
Kalau kita temukan ada dosa yang sempat kita pikirkan, timbul di hati niat dosa atau sempat kita lakukan, kita segera akui kepada sesama, selesaikan, baru penyembahannya naik.
b) Ketajaman Firman yang kita terima memampukan kita untuk mengampuni dan melupakan dosa sesama yang sudah diakui kepada kita. Itu berarti hati kita sudah kena pedang Firman makanya kita bisa mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Tadi kita sadar, saya ini banyak kekurangan, saya ini tanah liat. Lalu ada orang datang mengaku kepada kita, oh sama, dia juga tanah liat, maka kita bisa mengampuni. Kalau kita tidak bisa mengampuni, tidak melupakan dosa orang lain, berarti merasa emas, merasa permata, merasa lebih hebat dari yang lain. Berarti tidak di tangan Tuhan, kalau tanah liat ada di tangan Tuhan.
Kita saling mengaku dan mengampuni, darah Yesus membasuh segala dosa, maka semua menjadi enak dan ringan, tidak lagi terganggu hati. Rugi saya datang KKR kalau terganggu hati saya. Sudah berapa biaya saya keluarkan, ajak jemaat ikut KKR lalu hati tidak damai, rugi sekali!
2. Mengaku tidak mampu, tidak berdaya, sehingga mendorong kita menyerah sepenuh kepada Tuhan. Dan Tuhan pasti menolong dari setiap kekurangan kelemahan kita. Menyerah sepenuh artinya mau diatur oleh Tuhan. Bukan kita yang mau atur Tuhan. Kita menyerah sepenuh, biar Tuhan yang mengatur setiap langkah hidup kita. Hidup kita berada di dalam tangan Tuhan. Kita tanah liat, berada di tangan Tuhan Sang Penjunan.
Hasilnya kalau kita menyembah Tuhan, mengaku hanya tanah liat, kita ada di dalam tangan Tuhan:
1. Tangan Tuhan membentuk kita menjadi bejana kemuliaan.
Roma 9:21-24
9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --
9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
Tangan anugerah Tuhan membentuk kita tanah liat menjadi bejana kemuliaan = memakai kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Saat kita dihina, saat diinjak, itu berarti kita menjadi tanah liat. Tidak usah mengomel, tidak usah marah, tidak usah bereaksi negatif, tidak usah bereaksi daging, terima saja. Nanti kita dipungut Tuhan menjadi bejana kemuliaan, yang menginjak-injak kita tidak dipakai. Dan kita akan melihat Tuhan semakin mengangkat, semakin dipermuliakan.
Kamu mau hina saya tidak apa-apa, saya memang tanah liat, memang hina. Tetapi kamu jangan iri kalau saya semakin dipakai. Kalau bisa merendahkan diri, Tuhan angkat, dipakai dan dimuliakan. Kalau diinjak lalu bereaksi daging berarti ular!
2. Tangan kuasa Tuhan menjadikan semua baik. Ingat penciptaan langit dan bumi, setelah menciptakan maka Tuhan berkata semua itu baik.
3. Tangan kuasa Tuhan menciptakan kita menjadi manusia baru, manusia rohani, sampai nanti sama mulia dengan Tuhan. Periksa diri kita apakah kita tanah liat yang tetap kotor yang mempertahankan kekurangan kelemahan kita, atau sudah kita tanggalkan dan kita dibaharui? Kita lihat tanda manusia rohani:
Efesus 4:24-25
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
Tanda manusia baru adalah tidak berdusta = jujur. Terutama jujur soal pengajaran. Kalau pengajaran benar, katakan benar dan pegang teguh. Kalau pengajaran salah, sudah bertentangan, kita hindari, tidak usah berdebat.
Roma 16:17
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
Titus 2:7
2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
Kalau bisa jujur soal pengajaran, bisa jujur soal nikah, hormati nikah.
Ibrani 13:4
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
Jujur soal keuangan, jujur dalam segala hal.
Ibrani 13:5
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Itu manusia baru, manusia rohani, manusia yang jujur dalam segala hal. Betul-betul kita di dalam tangan Tuhan, tidak pernah dibiarkan, tidak pernah ditinggalkan, tanganNya diulurkan kepada kita. Jadilah pribadi yang taat dan jujur, betul-betul kita ada di dalam tangan Tuhan, tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan. Langkah-langkah hidup kita adalah langkah-langkah mujizat bersama dengan Tuhan sampai mencapai sasaran akhir, Yerusalem Baru, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Sore ini tangan Tuhan diulurkan, tinggal kita mau menyambut.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar