Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:1-4
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Ayat yang kita baca ini adalah kemenangan atas antikristus = kemenangan atas setan tritunggal. Siapa yang menang? Orang-orang yang berdiri di tepi lautan kaca bercampur api. Lautan kaca bercampur api menunjuk baptisan air yang benar. Baptisan air seringkali digampangkan dalam gereja Tuhan padahal itu menentukan kita menang menghadapi setan tritunggal. Sebab itu jangan dientengkan baptisan air.
Baptisan air adalah pemisahan dari hidup lama yang berdosa, berarti ada kemenangan. Kita sudah dibaptis sekian tahun yang lalu, periksa apakah kita sudah terpisah dari hidup lama yang berdosa atau masih membawa-bawa hidup lama yang berdosa. Bagaimana keadaan hidup lama yang berdosa?
Lukas 3:7-9
3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."
Ada 3 keadaan hidup lama yang berdosa:
1. Keturunan ular beludak.
2. Seperti batu.
3. Seperti pohon.
Kita pelajari poin pertama, seperti keturunan ular beludak. Kalau namanya keturunan berarti mewarisi karakter. Jadi keadaan hidup lama yang berdosa adalah berkarakter ular beludak. Ada 3 karakter ular beludak.
1. Bilangan 21:4-6
21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
Karakter ular beludak adalah muak terhadap manna atau bosan terhadap Firman penggembalaan. Manna adalah roti malaikat = Firman penggembalaan. Muak, tidak menghargai sampai menolak Firman penggembalaan. Itulah hidup lama yang berdosa yang harus kita tinggalkan supaya bisa berdiri di tepi lautan kaca, kita bisa duduk bersama Yesus di takhta Tuhan sebagai orang yang menang.
2. Mazmur 140:2-4
140:2 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dari pada manusia jahat, jagalah aku terhadap orang yang melakukan kekerasan,
140:3 yang merancang kejahatan di dalam hati, dan setiap hari menghasut-hasut perang!
140:4 Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya. Sela
Perkataannya seperti racun ular, perkataan penuh racun yang mematikan. Mematikan rohaninya sendiri dan juga mematikan rohani orang yang mendengar. Contohnya gosip, fitnah, hujat, orang yang mendengar menjadi lemah rohaninya, termasuk yang mengatakan. Kita sudah lepas dari hidup lama, biarlah perkataan kita adalah perkataan yang membangun. Di bawah lidah ada madu, biarlah perkataan kita menyehatkan rohani orang lain.
Kadang kita berucap tanpa sadar membuat orang lain rohaninya menjadi lemah, bahkan sampai mati rohaninya.
Yakobus 3:8
3:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3. Kisah Para Rasul 28:2-3
28:2 Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
28:3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.
Dari dalam ranting-ranting keluar ular beludak menggigit tangan Paulus. Ranting atau kayu menunjuk manusia daging. Ketika Yesus dibawa untuk disalibkan, lalu perempuan-perempuan di Yerusalem menangisi Dia, Yesus berkata ‘kalau mereka melakukan ini kepada kayu yang hidup, apalagi kepada kayu yang mati’. Yesus dalam kemanusiaanNya Dia katakan bahwa Dia kayu, tetapi kayu hidup.
Ranting menunjuk manusia daging, dari dalam ranting keluar ular menggigit tangan. Tangan menunjuk perbuatan dan juga menunjukan pelayanan. Kalau disimpulkan karakter ular beludak yang ketiga adalah sudah aktif dalam pelayanan tetapi perbuatannya daging!
Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: 1percabulan, 2kecemaran, 3hawa nafsu,
5:20 4penyembahan berhala, 5sihir, 6perseteruan, 7perselisihan, 8iri hati, 9amarah, 10kepentingan diri sendiri, 11percideraan, 12roh pemecah,
5:21 13kedengkian, 14kemabukan, 15pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Ada 15 jenis perbuatan daging di sini. Dalam Kidung Agung ada 15 jenis hewan disebutkan, itu menunjuk perbuatan daging. Paulus katakan seperti yang kubuat dahulu. Bukan berarti Paulus melakukan semua perbuatan daging yang dia sebutkan di atas. Makanya kita harus jeli membaca, lihat terjemahan lamanya juga.
Galatia 5:21 (Terjemahan Lama)
Galatia 5:21 dengki, mabuk, berlazat-lazat dan sebagainya. Maka akan hal segala perkara itu lagi aku berkata kepadamu, seperti yang dahulu sudah kukatakan kepadamu, bahwa orang yang mengamalkan segala perkara yang demikian itu tiada akan mewarisi kerajaan Allah.
Maksudnya Paulus sudah katakan, sudah dia tegur, sekarang dia ulang lagi. Berarti Paulus mengulangi Firman, bukan Paulus melakukan perbuatan daging. Kalau seandainya Paulus katakan seperti yang telah kubuat dahulu artinya melakukan perbuatan daging, berarti itu bertentangan dengan kesaksian Paulus dalam surat Filipi.
Filipi 3:5-6
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Paulus tidak bercacat dalam melakukan hukum Taurat. Di dalam hukum Taurat tidak boleh mabuk, tidak boleh pesta pora, apalagi penyembahan berhala. Dari 10 hukum, hukum ke 4 jelas sekali jangan menyembah berhala. Masa Paulus katakan dia taat pada hukum Taurat lalu dia menyembah berhala, tidak mungkin! Jadi yang dimaksud ini Paulus sudah mengatakan jangan ada perbuatan daging, dia ulangi lagi di sini.
Inilah karakter ular beludak, bosan terhadap Firman, perkataan penuh racun mematikan, kemudian sudah aktif melayani tetapi perbuatannya, perbuatan daging! Karakter ular ini bisa dimatikan lewat baptisan air yang benar! Yohanes berkata hasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Syarat baptisan air adalah mati terhadap dosa, bertobat. Berarti matikan karakter hidup lama yang berdosa, karakter ular beludak. Nanti pelaksanaannya dikubur bersama Yesus dalam baptisan air, lalu bangkit bersama Yesus menghasilkan hidup yang baru!
Roma 6:2,4
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Hidup yang baru itu hidup di dalam kebenaran. Kebenaran itu iman, hidup dalam kebenaran = hidup dari iman. Berarti kita sudah menjadi keturunan Abraham secara rohani, kita mewarisi karakter Abraham yang rohani. Jangan ada lagi karakter ular beludak dalam kehidupan kita! Lewat baptisan air yang benar, hasilnya sudah harus jelas ada pada kita yaitu kita harus memiliki DNA Abraham secara rohani.
Praktek karakter Abraham secara rohani:
1. Ibrani 11:8
11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
Karakter pertama adalah taat pada panggilan dan pilihan Tuhan. Setelah manusia jatuh dalam dosa, keturunan Adam pertama yang dipanggil adalah Abraham. Kita taat pada panggilan dan pilihan Tuhan sehingga kita bisa melayani Tuhan sesuai seleranya Tuhan, bukan seleranya kita. Sekarang kita sudah melayani, sebagai anggota zangkoor, pemain musik, bersihkan gereja dan lain-lain, apakah kita sudah sesuai selera Tuhan? Jangan terjadi sudah melayani tetapi Tuhan tolak!
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Apa selera Tuhan? Kita pelajari dari panggilan Tuhan kepada Abraham.
Kejadian 12:1
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
a) Pergi dari negerimu. Negeri = dunia. Jadi artinya lepas dari keduniawian, dari ikatan dunia. Dunia ini betul-betul mau mengikat kehidupan kita, seperti dulu Firaun dan Mesir mau mengikat bangsa Israel jangan keluar dari Mesir. Sekarang ini ditambah dengan kecanggihan teknologi memanjakan manusia, membuat manusia begitu terlena, terikat dengan dunia. Baik dari kesibukannya, kesenangannya, juga dunia ini penuh dengan kesulitan, kesusahannya, membuat kita melayani tetapi tidak setia.
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Selera Tuhan kita melayani dengan setia berkobar-kobar, sebab Dia adalah Imam Besar yang setia. Tuhan tidak bisa menyangkali diri, kalau ada yang tidak setia, Yesus tetap setia. Kita ikuti karakter Yesus, karakter Abraham secara rohani, setia berkobar-kobar sampai garis akhir kehidupan kita.
Kami berupaya mengikuti ibadah persekutuan seperti ini, jangan sampai ada yang tidak dilayani, semua berupaya dilayani.
b) Tinggalkan sanak saudaramu. Sanak saudara itu daging. Artinya lepas dari kedagingan, hawa nafsunya, keinginannya, tabiatnya, perbuatannya dan sebagainya. Lepas dari daging maka kita menjadi hamba Tuhan yang taat. Oleh Roh Kudus kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa.
Roma 8:13,15
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Roh Kudus memampukan kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa, berarti taat. Di Lempinel kami dilatih, kalau diperintah oleh guru harus taat. Kerjakan ini, iya om. Tetapi ketaatan ini harus disertai dengan hikmat. Kita menghadapi orang-orang yang belum bertobat, kita taat pada Tuhan tetapi pakai hikmat. Bukan langsung hantam saja, menghadapi orang belum bertobat sudah langsung jangan begini, harus begitu. Kita saja dulu yang taat, jangan paksakan orang yang belum bertobat, dia belum tahu. Kadang maunya semua seperti kita, tidak bisa!
Contohnya Naaman, rajanya belum bertobat, belum menyembah Tuhan, masih menyembah berhala. Lalu dia bilang kepada Elisa ‘bagaimana nanti kalau diajak tuanku raja masuk ke kuil. Diberikan hikmat! Bukan dia ada di situ lalu ikut menyembah di situ. Di situlah kita belajar taat pada Firman dan juga harus punya hikmat menghadapi kondisi di sekitar kita. Jangan kita paksakan orang taat seperti kita sementara mereka belum tahu Firman, apalagi belum tahu Yesus.
c) Tinggalkan bapamu. Artinya lepas dari bapa yang lama yaitu iblis. Iblis bapa pendusta dan pembunuh.
Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Jadi selera Tuhan adalah setia, taat, suci, lepas dari dosa terutama dari dosa dusta dan benci. Dusta itu penutup segala dosa, kalau ada dusta maka dosa-dosa yang lain pasti ada.
Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Kalau kita belum lepas dari dusta dan benci, kita semakin melayani bukan meningkat tetapi merosot, sampai tenggelam dalam lautan api dan belerang. Kalau gembala bukan tambah maju pelayanannya tetapi tambah merosot. Dan yang jasmani juga akan ikut merosot. Orang berdusta tidak bisa dipercaya lagi. Jadi rekan kerjanya sudah tidak percaya dia, sudah tidak dikasih proyek, akhirnya merosot semua!
Supaya kesetiaan, ketaatan dan kesucian terjaga maka harus tinggal di kemah! Abraham kalau mau membangun rumah pasti bisa, membangun istana saja dia bisa sebab dia orang yang sangat kaya, anaknya yaitu Ishak juga kaya. Dikatakan Ishak kian kaya, makin kaya, bertambah kaya. Abraham, Ishak dan Yakub sangat kaya tetapi mereka tinggal di kemah, tidak membuat rumah permanen.
Ibrani 11:9-10
11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
Kemah yang dimaksud di sini menunjuk kemah pertemuan, kemah suci atau Tabernakel. Jadi artinya tinggal di kemah adalah tergembala dengan baik dalam penggembalaan yang dibina Firman pengajaran yang benar, pengajaran Tabernakel. Itu menjaga kesetiaan, ketaatan dan kesucian kita. 3 hal ini penting. Maka kita bisa mewarisi negeri perjanjian. Nanti bisa masuk di dalam kerajaan sorga yang kekal, Yerusalem Baru.
Ayo tergembala dengan benar dan baik. Yang mengikuti ibadah secara online, tidak gampang mau tergembala secara virtual, tetap berusaha tergembala, sistem kemah. Tuhan tidak pernah menipu kita, kalau kita sudah ada dalam kemah di situ kita mendapatkan berkat seperti Abraham diberkati. Di situ kita mendapatkan pembelaan, berkali-kali Abraham dibela. Di situ kita mendapat pertolongan, sampai nikah kita ditolong. Abraham 2 kali isterinya diambil orang, tetapi ditolong oleh Tuhan karena tinggal di dalam sistem kemah. Ishak juga pernah isterinya diambil orang, tetapi karena dia tinggal dalam sistem kemah, dia ditolong oleh Tuhan. Mungkin nikah kita bermasalah hari-hari terakhir ini, mari tergembala dengan benar dan baik, Tuhan Gembala Agung, Dia sanggup menolong.
Dunia yang kita tempati ini hanya tempat singgah sementara. Kita orang asing di dunia ini karena kewargaan kita adalah warga kerajaan sorga, kita mau tinggal di Sorga. Bumi ini sedang lenyap, kalau kita tetap tinggal di dunia bisa binasa bersama dunia. Tetapi karena kita penduduk Sorga, kita hanya singgah di dunia, maka kita akan diselamatkan, diluputkan dari penghukuman atas dunia ini. Ayo tergembala dengan benar dan baik.
Abraham sempat salah, tetap dia ditolong dan diperbaiki oleh Tuhan. Didalam penggembalaan kita tidak luput dari kesalahan, tetapi kalau kita tergembala, Tuhan sanggup memperbaiki kita.
2. Kejadian 17:9-11
17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
Yang kedua ada perjanjian sunat. Artinya bagi kita mau menerima penyucian secara double. Secara rohani, sunat itu menunjuk baptisan air.
Kolose 2:11-12
2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut di bangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
Sunat itu penyucian secara double:
a) Penyucian lewat baptisan air yang benar, kita menanggalkan hidup lama yang berdosa.
b) Dilanjutkan penyucian hati nurani dan telinga, karena 2 hal ini yang mau ditangkap oleh setan. Ketika Hawa diperdaya oleh ular, yang pertama dikuasai oleh setan adalah telinga Hawa, kemudian hatinya. Setelah diiming-imingi oleh ular, dia lihat buah pohon terlarang itu menarik hatinya. Ini yang harus disucikan secara double.
Firman itu lebih tajam dari pedang bermata 2. Orang yang disunat itu memakai benda tajam. Sekarang disunat hati kita lewat Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2.
Ibrrani 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Firman itu hidup, Firman itu kuat, lebih tajam dari pedang bermata 2, menusuk sampai ke dalam hati dan pikiran. Hati dan pikiran ini harus disucikan. Karakter Abraham itu mau menerima pembaharuan hati. Mengaku Kristen tetapi belum tentu menerima penyunatan hati. Salah satu contoh begitu mendengar Firman tentang penyunatan hati langsung ditanggapi dengan kertak gigi. Stefanus khotbah langsung ditanggapi dengan kertakan gigi.
Kisah Para Rasul 7:51, 54
7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
7:54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
Tidak semua orang bisa menerima penyucian hati dan penyucian telinga, ada yang emosi mendengar Firman yang keras dan tajam. Mungkin kita tidak praktekan seperti orang di Mahkamah Agama, tetapi dalam hati tidak bisa menerima.
Karakter Abraham mau menerima penyucian hati dan telinga. Telinga disucikan menjadi telinga yang dengar-dengaran pada Firman. Hati disucikan menjadi hati yang damai sejahtera. Sebenarnya Firman yang keras dan tajam itu menyucikan hati kita supaya damai, tenang. Yang membuat tidak damai sebab ada dosa, ada kepahitan disembunyikan di dalam hati. Firman itu pedang bermata 2, menusuk ke dalam hati supaya kita bisa damai sejahtera. Apa artinya kita melayani kalau tidak damai!
Seperti nubuatan Samuel tentang keturunan imam Eli, bahwa dari keturunan imam Eli akan ada yang memandang pekerjaan Tuhan, memandang kebaikan Tuhan dengan mata bermusuhan, tidak damai! Lihat orang lain diberkati malah dibenci. Lihat orang lain dipakai Tuhan, tidak senang! Seharusnya kita malah bersyukur. Bagi saya kalau jemaat pindah ke tempat lain lalu dia mengalami peningkatan rohani kita bersyukur berarti memang Tuhan yang pindahkan maka dia bertumbuh. Itu tanda Tuhan yang pindahkan. Itu juga tanda bagi kami hamba Tuhan, kalau Tuhan pindahkan ke tempat lain pasti berkembang. Kalau pindah-pindah sendiri pasti tidak berkembang.
Termasuk jemaat, kalau pindah karena Tuhan, akan bertumbuh rohaninya, tambah berkembang. Tetapi kalau setelah pindah malah tambah hancur, berarti ada yang tidak beres di hatinya. Ketika ada jemaat dari penggembalaan lain yang datang saya katakan pergi berdamai dengan gembalamu. Dia datang lagi ‘om kami mau tergembala di sini’. Saya mau bilang apa, tidak mungkin saya usir. Kalau saya tidak gembalakan lalu dia terhilang, saya tanggung jawab di hadapan Tuhan. Itu berarti sudah Tuhan percayakan untuk saya jaga, saya gembalakan.
Kalau Tuhan yang pindahkan rohaninya pasti bertumbuh, tetapi kalau pindah karena maunya sendiri tidak akan bertumbuh. Ini diingatkan Tuhan untuk saya dan juga untuk sidang jemaat, supaya kita tidak gampang mengaku ini dari Tuhan, padahal bukan!
I Samuel 2:32
2:32 Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya.
Memandang pekerjaan dan kebaikan Tuhan dengan hati bermusuhan, jangan seperti itu! Itu hati tidak damai, melihat kebaikan Tuhan pada orang lain malah kita benci. Lihat orang lain diberkati kita tidak suka. Hati seperti ini yang harus ditusuk dan disucikan. Sama seperti orang-orang di Mahkamah Agama. Kenapa sampai memandang pekerjaan Tuhan dengan mata bermusuhan? Karena merasa tersaingi, ada roh persaingan. Seperti imam besar, imam-imam kepala takut murid-muridnya ikut Yesus, percaya Yesus. Makanya mereka halangi dengan mengintimidasi, dengan menakut-nakuti dan sebagainya. Ini jangan ada pada kita, biar hati dan telinga kita disucikan dengan pedang Firman pengajaran yang benar. Mari kita tergembala, dengan tergembala kita disucikan terus menerus. Terus disucikan sampai kita menghasilkan buah-buah yang berkenan kepada Tuhan.
3. Ibrani 11:17-19
11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Abraham mempersembahkan Ishak. Tidak menolak apa yang Tuhan minta sekalipun bertentangan dengan kehendak kita = taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan sekalipun sakit dan menderita bagi daging. Kita harus berkorban segalanya. Anak yang dia nanti 25 tahun dan diberikan oleh Tuhan, tetapi harus dia korbankan. Kadangkala ketika kita mau taat pada Firman Tuhan lalu ada hal yang harus kita korbankan dan hal itu adalah yang kita kasihi, sulit kita lakukkan. Hal yang kita kasihi, yang kita harapkan, kita banggakan tetapi harus kita korbankan untuk taat kepada Firman Tuhan. Itulah karakter yang rohani
Kalau kita mau taat, rela berkorban segalanya, maka semuanya urusan Tuhan. Kalau kita taat, yang memerintah yang menanggung resikonya. Tuhan yang perintah, kalau kita taat maka Tuhan yang menanggung resikonya! Tidak usah kita takut.
Tuhan tidak menipu, di mana Ishak dipersembahkan di sana di bangun Bait Allah.
Kejadian 22:1-2
22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
II Tawarikh 3:1
3:1 Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.
Di mana Ishak dikorbankan, di situ Salomo membangun Bait Allah. Jadi apa yang kita korbankan untuk taat pada Firman tidak hilang, namun mengarahkan kita masuk dalam pembangunan Bait Allah yang rohani, Tubuh Kristus yang sempurna.
Dulu papa selalu bilang, kalau ada yang hilang kamu punya barang-barang karena kerja bakti atau karena mau KKR atau natal, tidak usah dicari, anggap mendahului. Mendahului ke mana? Mendahului dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Asal jangan sengaja dihilangkan.
Persembahan kita adalah persembahan yang berbau harum kepada Tuhan. Pelayanan kita adalah pelayanan kasih, pelayanan mempelai. Kita serahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Penyerahan hidup sepenuh dimulai dengan penyembahan. Penyembahan itu suatu penyerahan hidup sepenuh kepada Tuhan.
Dan Tuhan tidak pernah menipu, kita serahkan semua kepada Tuhan, dari Tuhan kita mengalami curahan kasih Allah yang melimpah. Kita berikan pelayanan kasih, korban segalanya untuk Tuhan, Tuhan juga mencurahkan kasihNya yang melimpah kepada kita. Dari kita ada penyerahan mempelai, penyerahan tubuh kepada kepala, kepala bertanggung jawab sepenuh kepada tubuh.
Dari Tuhan kita menerima curahan kasih yang melimpah maka ada hasilnya:
1) Zefanya 3:16-18
3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.
Hasilnya tangan kita tidak pernah lemah lesu. Artinya kita tidak pernah berputus asa, tidak kecewa dalam pelayanan apapun yang dihadapi, apalagi mau mundur dari pelayanan.
Kadang pergumulan paling berat itu kalau masalah nikah, masalah buah nikah, masalah orang tua, masalah keluarga. Di situ kita rasanya tidak mampu, rasanya mau mundur dari pelayanan. Padahal masing-masing harus menanggung, jangan papa yang makan buah asam, gigi anak yang ngilu. Jadi jangan karena buah nikah, karena orang tua, karena keluarga kita sehingga tidak mau melayani.
Kecuali punya anak lalu dibiarkan, tidak pernah diingatkan, tidak pernah diarahkan. Ini sudah diingatkan, sudah diarahkan, mungkin sudah keras juga, tetapi tetap seperti itu. Yah sudah serahkanlah kepada Tuhan. Buah nikah itu Tuhan yang percayakan, tinggal serahkan kepada Tuhan yang memiliki jiwa. Saya sudah berupaya begini dan begitu tidak bisa lagi, ya Tuhan Engkau yang sanggup melakukan segalanya.
Jangan kita kecewa, putus asa, apalagi mundur, sebab orang yang mengundurkan diri itu orang yang binasa.
Ibrani 10:38
10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
Maju terus! Sudah dekat finish, sebentar lagi mencapai finish. Perjuangan kita sudah sekian jauh, masa sudah puluhan tahun, sekian tahun melayani lalu ada masalah tentang nikah dan buah nikah kemudian mau mundur, padahal sudah mau mencapai garis finish, rugi! Kalau orang lomba lari 100 meter, sudah lari 99 meter tinggal 1 meter sudah sampai garis finish, lalu berhenti, mundur, rugi! Mahkota sudah tersedia untuk kita, jangan mundur, terus maju sampai garis akhir kehidupan kita.
2) Zefanya 3:17
3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
Tuhan pahlawan yang memberikan kemenangan. Kasih Tuhan memberi kemenangan. Kita tidak mundur menghadapi masalah yang kita hadapi dan kita menang! Menang menghadapi berbagai masalah. Berhasil mencapai garis akhir, menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
3) Zefanya 3:17
3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
Kasih Tuhan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, sampai kita sempurna seperti Yesus sehingga kita layak masuk pertemuan raya, itulah pertemuan di udara, pesta nikah Anak Domba Allah. Kerinduan saya bersama isteri, anak dan keluarga daging, serta seluruh jemaat kita semua ada di awan-awan yang permai ketika Yesus datang kembali, tidak ada yang tertinggal binasa.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar