Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Mazmur 90:10
90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
Ayat ini menunjukan tentang umur panjang. Namun seringkali umur panjang ditandai kesukaran dan penderitaan. Lalu untuk apa Tuhan berikan perpanjangan umur kalau hanya ditandai kesukaran dan penderitaan?
1. Karena seringkali perpanjangan umur hanya dipakai untuk mencari perkara jasmani tetapi mengabaikan perkara rohani, mengabaikan keselamatan. Itu yang membuat perpanjangan umur justru ditandai kesukaran dan penderitaan.
2. Sebab perpanjangan umur digunakan berbuat dosa.
I Petrus 4:3
4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
Akibatnya hanya penderitaan dan kesukaran.
Sebab itu gunakan perpanjangan umur yang Tuhan berikan untuk mencari hikmat Tuhan.
Mazmur 90:12
90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kita gunakan perpanjangan umur untuk mencari kebijaksanaan atau hikmat Tuhan. Apa itu hikmat Tuhan?
1. Kolose 1:25-28
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Hikmat Tuhan adalah pembukaan rahasia Firman. Silahkan mencari gelar, mencari pekerjaan, cari penghidupan yang layak dan kedudukan di dunia, tetapi yang utama dalam perpanjangan umur yang Tuhan berikan, digunakan mencari pembukaan rahasia Firman. Kita beribadah tujuannya untuk mendengar Firman. Kita datang beribadah, kita berdoa supaya Tuhan bukakan rahasia Firman. Bukan tafsiran dari manusia.
Apa tanda bahwa Firman yang kita dengar itu adalah pembukaan rahasia Firman dari Tuhan?
a) Tertulis di dalam Alkitab, bukan di luar Alkitab.
b) Ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam Alkitab. Jadi kita tidak ragu karena ada ayat-ayat yang mendukung. Dulu kita sekolah, matematika, diterangkan dengan rumus. Alkitab lebih pasti dari ilmu pasti, kalau itu pembukaan Firman dari Tuhan maka itu ayat menerangkan ayat, tidak akan salah karena diterangkan oleh ayat Alkitab itu sendiri.
c) Isinya:
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
1) Mengajar. Kita diajar bagaimana berperilaku sebagai anggota keluarga Allah, sebagai warga kerajaan Sorga. Kita memang ada di dunia tetapi kita hanya orang asing di dunia, kita warga kerajaan Sorga. Sebagai warga kerajaan Sorga ada aturannya, seperti kita warga negara Indonesia ada undang-undang yang berlaku di wilayah Indonesia. Kalau dilanggar ada sanksinya. Begitu juga sebagai warga kerajaan Sorga, apalagi anggota keluarga Allah, ada aturan-aturan yang harus kita patuhi, itulah Firman yang mengajar kita harus begini, harus begitu.
2) Menyatakan kesalahan. Seringkali kita orang Kristen kalau datang dengar Firman lalu ditunjuk salahnya malah marah. Ini pak pendeta cari gara-gara! Kalau mau ikuti keinginan daging, kami hamba Tuhan lebih baik khotbah tentang berkat-berkat. Kita diberkati, kita dipelihara, tanpa menyinggung dosa. Jemaat senang, tetapi waktu Tuhan datang Tuhan bilang Aku tidak pernah kenal kamu! Karena tidak mengalami kelepasan dari dosa! Itu sebabnya penting ditunjuk kesalahannya, baik kesalahan pribadi, kesalahan dalam pelayanan, kesalahan dalam nikah, bukan untuk dipermalukan.
3) Untuk memperbaiki kelakuan. Ditunjuk salahnya supaya diperbaiki.
4) Mendidik di dalam kebenaran. Setelah ditunjuk yang benar seperti apa, kita diarahkan untuk tetap berada pada jalur yang benar, jalannya Tuhan. Jangan menyimpang ke kiri dan kanan. Jangan menjadi angkatan yang bengkok hatinya. Biarlah kita lurus untuk bisa mencapai kerajaan Sorga, Yerusalem Baru.
Itulah hikmat yang kita cari hari-hari terakhir ini. Kita datang beribadah mencari hikmat Allah, cari pembukaan rahasia Firman yang bisa mengarahkan kita untuk mencapai sasaran akhir hidup kita yaitu menjadi gereja Tuhan yang sempurna.
Di dalam Alkitab, gereja yang sempurna disebutkan namanya adalah Mempelai Wanita Tuhan. Kenapa Tuhan pakai istilah ini? Karena Tuhan mau cinta kasih kita sepenuhnya tercurah kepada Tuhan sebagaimana cintanya Tuhan, kasihnya Tuhan, sepenuhnya tercurah kepada kita yang Dia buktikan dengan mati di kayu salib. Kita dengar itu supaya kasih kita kepada Tuhan semakin membara. Dalam Kidung Agung dikatakan sakit asmara. Itu betul-betul rasa cinta yang besar kepada Tuhan, tidak mau terpisah dengan Tuhan.
Tuhan mau membawa kita pada level rohani yang paling tinggi, gereja Tuhan yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan, tidak ada cacat cela, tidak ada lagi dosa. Kedatangan Yesus pertama kali ada kaitannya dengan dosa, Dia datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, disebutkan Dia adalah Mempelai Pria Sorga, tidak ada kena mengena lagi dengan dosa. Bukan untuk menebus, tetapi untuk menjemput gereja yang siap sedia. Siapa gereja yang siap sedia? Yang selama hidupnya mencari hikmat, mencari pembukaan rahasia Firman. Sehingga ditampilkan berpakaian putih berkilau-kilau. Putih menunjuk kebenaran, berkilau-kilau berarti kesucian dari dalam hati. Pakaian putih ini yang kita rindukan.
Wahyu 19:6-8
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Dunia ini sudah dikuasai oleh iblis, di mana-mana dosa berkembang hebat. Yang bisa meredam lajunya dosa hanyalah Firman. Tanpa Firman kita tidak ada kekuatan untuk meredam lajunya dosa. Ibarat seperti bola, ditendang setan ke dosa A, ke dosa B.
Waktu kita sekarang ini adalah waktu yang sisa.
I Petrus 4:2
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Waktu yang sisa ini jangan digunakan untuk keinginan daging, jangan digunakan untuk berbuat dosa, gunakan untuk menuruti Firman. Kita pakai waktu yang ada untuk mencari Firman.
Dulu Yusuf oleh hikmat dari Tuhan, dia kumpulkan gandum sebanyak-banyaknya untuk menghadapi kelaparan yang hebat. Dunia yang kita tempati ini akan dilanda kelaparan yang hebat. Secara jasmani ada kelaparan, secara rohani ada kelaparan yang lebih hebat, kelaparan akan Firman. Kalau sekarang tidak mau cari Firman, nanti suatu saat Tuhan stel hatinya lapar akan Firman. Baru mau cari Firman, mengembara dari laut ke laut, utara ke timur tetapi tidak ada lagi, sudah terlambat! Sehingga terjadi kejatuhan dan tidak bangkit-bangkit lagi. Orang akan lapar dan haus akan Firman Tuhan, teruna-teruna dan anak-anak dara akan rebah dan tidak bangun-bangun lagi. Manusia mencari Firman tetapi sudah tidak ada, sehingga jatuh dalam dosa, tidak bisa bertobat lagi, siap untuk dihukum.
Dunia ini tidak baik-baik saja. Dunia ini sedang lenyap. Kalau kita tidak punya Firman, sayap apa yang akan menerbangkan kita untuk keluar dari dunia ini? Hanya sayap Firman dan Roh Kudus. Sebab itu mari kita gunakan waktu mencari hikmat Tuhan, mencari pembukaan rahasia Firman Tuhan.
2. I Korintus 1:18,23-24
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Hikmat Allah adalah salib. Sebagai orang Kristen kita diajar oleh Yesus, kalau mau mengikuti Aku pikullah salibmu setiap hari. Kadang dinyanyikan ‘pikullah salibmu serta, pandang tetap’ tetapi ketika diperhadapkan dengan salib tidak mau! Ikut Yesus maunya yang enak-enak, yang senang-senang daging saja. Kita diajar menerima salib, hikmat Allah itulah salib Tuhan.
Apa praktek menerima salib Kristus?
a) I Petrus 4:1-2
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Praktek pertama adalah rela menderita daging untuk berhenti berbuat dosa, untuk bertobat! Segala pencapaian yang hebat di dunia ini tanpa bertobat, sia-sia! Dunia ini akan dihukum oleh Tuhan sampai unsur-unsur dunia lenyap. Tetapi Tuhan Yesus menghendaki agar semua orang bertobat.
Kalau Tuhan belum datang, langit bumi belum lenyap, Tuhan berikan kesempatan untuk kita bertobat. Masih diberikan perpanjangan umur, kesehatan, kekuatan, gunakan untuk bertobat. Dari dulu kita dengar Firman, Yesus akan datang. Bahkan dari dulu ada lagu ‘tak lama lagi Tuhan datanglah’. Tetapi sampai sekarang Yesus belum datang, bukan berarti Dia lalai menepati janjiNya. Tetapi ini perpanjangan sabar Tuhan supaya semua manusia bertobat dan melayani Tuhan dengan benar.
Tuhan tunjuk dosa kita lewat Firman, itu hikmat pertama. Hikmat kedua adalah salib, gunakan darah Yesus di kayu salib sebagai sarana untuk bertobat. Bertobat itu mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan mengaku dosa kepada sesama (horisontal) maka darah Yesus dari kayu salib mencabut akar-akar dosa kita supaya tidak terulang lagi.
2 Petrus 3:9
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Tuhan kehendaki supaya kita berbalik dari tingkah laku kita yang jahat dan najis, dari perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan, dari kesalahan-kesalahan yang ada di dalam nikah rumah tangga kita. Sebagai suami, sebagai isteri, sebagai orang tua dan sebagai anak, banyak kesalahan kekurangan yang harus distop, jangan diteruskan.
Kadangkala saya berteriak kepada Tuhan, Tuhan saya tidak mau bertahan pada kekurangan saya, rindu untuk dipulihkan oleh Tuhan, diperbaiki oleh Tuhan.
b) I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Praktek menerima salib kedua adalah rela menderita karena Yesus, karena ibadah, karena ajaran yang benar, karena kebenaran Firman. Kita mau hidup benar, hidup suci, melayani Tuhan sungguh-sungguh, malah digosipkan, dikucilkan, difitnah, dirugikan, tetapi kita rela, sampai berbahagia. Kekuatannya bukan dari kita lagi. Yang wajar kalau menderita yah bersungut, kecewa, putus asa. Tetapi ada Roh Kudus maka kita berbahagia, kita senang.
Kadang dalam ibadah pelayanan Tuhan izinkan sengsara, tetapi dibela oleh Tuhan. Tuhan bela asal kita diam, jangan bereaksi daging. Kalau diizinkan dalam kebenaran lalu kita sengsara karena kebenaran Firman, karena ibadah pelayanan, diam saja, jangan bereaksi daging, serahkan pada Tuhan hakim yang adil.
Banyak bentuk sengsara, ada yang dalam bentuk sakit, tidak kunjung sembuh. Seperti yang dialami oleh Hizkia. Banyak pelayanannya yang memuliakan dan menyenangkan Tuhan, dia bersihkan Yehuda dari penyembahan berhala, tetapi Tuhan izinkan dia harus sakit. Namun yang dia lakukan bukan bersungut. Saat sakit dalam terbaring dia menghadap dinding dan menangis. Itu yang kita lakukan saat dihadapkan dengan sengsara, menangis di kaki Tuhan, menyerahkan kepada Tuhan, hanya percaya dan mempercayakan hidup di kaki Tuhan.
Ingat Maria, Marta dan Lazarus, mereka orang yang dikasihi Tuhan dan mengasihi Tuhan. Lazarus sakit, Marta kirim utusan kepada Yesus supaya Yesus datang menyembuhkan Lazarus, tetapi Yesus tidak datang. Malah Yesus sengaja bertahan 2 hari lagi sampai Lazarus mati dan busuk, sudah 4 hari dia dikuburkan.
Kadang penderitaaan kita kian berat, kita sudah sungguh-sungguh melayani Tuhan, sungguh-sungguh hidup benar dan suci tetapi malah makin dikucilkan, difitnah, digosipkan, tambah berat penderitaan, sampai menghadapi kemustahilan seperti Lazarus yang mati dan sudah busuk. Apa yang harus kita lakukan supaya kuat menghadapi salib? Belajar dari Maria, tersungkur di kaki Yesus.
Yohanes 11:32-36
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.
11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
Saat menghadapi salib, sengsara penderitaan karena Yesus, dianak tirikan, tidak dianggap oleh keluarga, bahkan dibuang oleh keluarga karena kebenaran Firman, karena kita mau hidup benar dan suci, maka sikap kita hanya tersungkur di kaki Yesus, percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan, maka menangislah Yesus. Artinya Yesus turut merasakan kelemahan kita. Bukan hanya merasakan dan menanggung penderitaan yang kita hadapi, Yesus dengan kuasa kebangkitanNya membangkitkan Lazarus yang sudah mati dan busuk.
Malam ini sengsara apa yang kita alami karena Yesus, karena kebenaran Firman? Dan seakan-akan tambah berat sampai mustahil, Tuhan izinkan kita untuk tersungkur, percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, bagaikan mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan belas kasihan kepada kita. Mujizat Tuhan pasti terjadi, yang busuk menjadi pulih kembali.
Kata pulih itu berarti kembali kepada keadaan semula. Tuhan mau pulihkan kita, mau kembalikan kita pada keadaan semula. Apa keadaan semula? Manusia diciptakan segambar dengan Allah. Tuhan mau memulihkan kita segambar dengan Allah. Itulah yang disebut gereja yang sempurna, Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Ayo kita gunakan waktu yang ada ini, cari Firman, terima salib. Maka ada kuasa kemuliaan Tuhan, percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar