Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 17:1-3
17:1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Tuhan Yesus menunjukan dengan jelas konsep Tritunggal itu. Yesus mengatakan Engkau satu-satunya Allah. Jadi Tuhan yang kita sembah itu 1, bukan 3. Untuk kita bisa mencapai hidup yang kekal, kita harus mengenal dengan jelas Allah Tritunggal. Terutama mengenal Allah Bapa dan Yesus AnakNya. Allah yang kita sembah itu 1 tetapi dalam aktivitasnya ada Allah Bapa, Anak Allah dan Allah Roh Kudus. Pada kenyataannya adalah satu, seperti kita punya tubuh, jiwa dan roh. Fungsinya beda-beda, tubuh fungsinya apa, jiwa fungsinya apa, roh jiwanya apa, tetapi satu.
Kata mengenal di sini diterjemahkan dari bahasa Yunaninya Ginosko yang berarti hubungan karib. Kita diajar oleh Yesus supaya mengenal Tuhan, bukan sekedar tahu, ada hubungan karib dengan Allah. Lewat doa syafaatnya Yesus merindukan kita punya hubungan karib dengan Allah Bapa sebagai satu-satuNya Allah yang benar dan hubungan karib dengan Yesus sebagai utusanNya.
Yesus adalah Firman, Firman itu lahir menjadi sama dengan manusia.
Yohanes 1:1,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Allah Tritunggal, 3 pribadi tetapi satu, sesuai dengan fungsinya masing-masing, Allah Bapa, Anak Allah dan Allah Roh Kudus. Anak Allah atau Yesus adalah Firman yang lahir menjadi manusia. Kita mengenal Allah Bapa lewat pribadi Yesus yang adalah Firman. Dan Allah Roh Kudus yang memberikan pengertian. Kalau disampaikan Firman tetapi tidak ada Roh Kudus, tidak akan bisa mengerti. Soal konsep Allah Tritunggal saja kalau tidak ada Roh Kudus pasti bingung, Allah koq 3. Sesuai fungsinya masing-masing, tetapi itu satu hakekatnya, Allah itu satu.
Allah itu adalah kasih. Yesus adalah perwujudan dari kasih Allah kepada manusia. Apa yang Yesus lakukan sebagai utusan Allah? Dia menjadi korban pendamaian untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah yang telah dirusak oleh dosa.
I Yohanes 4:8-10
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Yesus mengatakan telah tiba saatnya. Artinya waktu sengsara dan kematian Yesus di kayu salib telah tiba saatnya. Salib itu adalah tempat di mana kasih Allah dinyatakan secara penuh kepada manusia. Salib juga adalah tempat di mana Allah dipermuliakan, rencana penyelamatan manusia telah digenapi.
Makanya Yesus mengatakan permuliakanlah AnakMu, sebagaimana Anak mempermuliakan Bapa. Kalau membaca ini seakan-akan Yesus sebelumnya tidak punya kemuliaan. Bukan itu maksudnya! Yesus menunjukan bahwa melalui salib dan kebangkitanNya, kemulianNya sebagai Anak dinyatakan kepada manusia. Jadi kita bisa percaya bahwa Yesus ini adalah Allah. Kita lihat Dia mati, Dia bangkit. Tidak ada yang bisa mati dan bangkit dengan kuasanya sendiri, hanya Yesus Anak Allah. Berarti Dia adalah Allah yang Maha Kuasa, bisa melakukan apa saja.
Sekarang kita bisa menarik kesimpulan: kita mengenal Allah Bapa dan Anak yaitu Yesus lewat salib. Menolak salib berarti tidak mengenal Allah, tidak mengenal Yesus. Jika oleh salib Yesus memuliakan Allah dan Allah mempermuliakan Yesus, maka kalau kita mau dipermuliakan bersama dengan Yesus hanya lewat salib, tidak ada jalan lain! Kalau mau dipermuliakan harus terima salib.
Iblis begitu licik, sekarang di dalam gereja tidak lagi diajarkan tentang salib. Hanya diajarkan yang enak-enak bagi daging supaya manusia tidak hidup kekal bersama Yesus. Kalau dipikir memang logis, kita sudah menderita di dunia, lalu di gereja diajar salib lagi, kapan senangnya? Jadi logis, jangan diajar salib, sudah menderita di dunia, ikut Yesus yang enak-enak saja. Tetapi tidak bisa dipermuliakan bersama dengan Yesus.
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Jadi harus menerima salib, tidak bisa kita elakan, tidak bisa kita tolak. Yesus Imam Besar, Dia tahu kita tidak mampu. Makanya Yesus berdoa syafaat bagi kita.
Praktek menerima salib untuk nanti kita dipermuliakan bersama dengan Yesus.
1. I Petrus 4:1-2
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Masuk pengalaman kematian bersama Yesus, yaitu rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan untuk hidup menurut kehendak Tuhan! Pengalaman kematian itu bukan tidak makan, tidak ada ini, tidak ada itu. Kalau pengalaman kematian hanya diukur dengan yang jasmani, itu kematian palsu. Antikristus, salah satu kepalanya luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka itu sembuh. Ini kematian palsu karena hanya dilihat yang jasmani. Membawa kita pada penyembahan palsu, penyembahan kepada antikristus.
Pengalaman kematian itu rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan untuk hidup menurut kehendak Tuhan! Waktu kita ini waktu yang sisa, tinggal sedikit! Pergunakan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan dosa, bukan menambah dosa.
Kita tidak tahu kapan garis akhir hidup kita. Mungkin garis akhirnya meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali. Hidup mati bukan itu yang penting. Yang penting selama hidup di dunia ini kita gunakan untuk menyelesaikan dosa, bukan menambah dosa. Seumpama dosa A sampai Z kita selesaikan semua sampai tidak ada dosa. Kita bisa hidup benar seperti Yesus benar. Makanya waktu Yesus mati, Allah dipermuliakan, kepala pasukan berkata ‘sungguh Orang ini orang benar’. Buktikan kita sudah ada dalam pengalaman kematian, sehari-hari hidup benar, bukan berbuat dosa!
Disebut ‘orang ini orang benar’ kita ini adalah orang. Kalau sadar ini kita ini orang, ayo masuk dalam pengalaman kematian bersama Yesus. Kalau tidak mau jadi orang benar, berarti itu anjing dan babi! Jangan marah karena memang Alkitab yang katakan, kalau mengulang-ulang dosa itu seperti anjing dan babi. Kalau masuk pengalaman kematian bersama Yesus, kita disebut orang benar.
Lukas 23:46-47
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
Dimanapun kita berada, orang melihat kita ‘orang ini orang benar’. Ada kesaksian, sebagai isteri, suaminya melihat isteri saya ini orang benar. Isteri lihat suami, suami saya ini orang benar. Orang tua lihat anaknya, anak saya ini orang benar. bukan melihat anak, oh dia ini anjing babi! Ini anggota paduan suara orang benar, ini pemain musik orang benar, itu gembala orang benar. Itu berati kita mempermuliakan Tuhan dan Tuhan juga mempermuliakan kita.
2. Masuk pengalaman kebangkitan bersama Yesus
Lukas 24:27,30-32
24:27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
Praktek masuk pengalaman kebangkitan bersama Yesus:
a) Berkobar-kobar dalam mendengar Firman pengajaran yang dibuka rahasianya. Bukan pengalaman kebangkitan mobilnya ada, rumahnya ada. Kalau hamba Tuhan, jemaat sudah ada, gerejanya sudah selesai, bukan itu! Kebangkitan adalah kalau kita berkobar-kobar mendengar Firman. Mungkin rumah masih kontrak, kendaraan belum punya, tetapi kalau dengar Firman pengajaran yang benar berkobar-kobar, itu pengalaman kebangkitan bersama Yesus.
Ayo berkobar-kobar dengan Firman pengajaran ini. Ingat dulu bagaimana kita ditangkap oleh Firman pengajaran ini, ditolong oleh Tuhan, sampai sekarang bagaimana, apakah sudah dingin? Jangan pernah dingin! Ingat, Tubuh Kristus selesai, saat musim dingin rohani. Saat yang lain-lain berkobar-kobar dalam pengajaran, dia menjadi Tubuh Kristus, tetapi ada yang sudah dalam pengajaran mulai dingin! Orang yang rohaninya dingin dia berada di luar!
Yohanes 10:22
10:22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
Ditahbiskan berarti sudah selesai pembangunan, ketika itu musim dingin. Ini jangan terjadi pada kita.
Tubuh Kristus sudah mau selesai, waktu kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu. Saat kegoncangan Tubuh Kristus selesai dibangun. Sekarang musim dingin rohani, jangan kita dingin! Banyak yang sudah lebih dulu dalam pengajaran, sekarang sudah dingin rohaninya. Apalagi kami di sekolah Alkitab, apa motto Lempinel? Teriak sama-sama ‘lebih baik ditolak bersama Firman pengajaran yang benar, dari pada diterima tanpa Firman pengajaran yang benar. Begitu terjun di lapangan malah dibalik. Lebih baik di terima tanpa pengajaran. Sudah dibalik, tidak pegang teguh lagi pengajaran, sudah dingin. Dengan masalah goncang gancingnya organisasi, banyak yang mulai dingin soal pengajaran ini. Ini seperti pelita yang hampir padam.
Apa bukti kalau sudah dingin rohani, tidak berkobar-kobar lagi? Dingin itu suasana tengah malam, suasana malam. Jadi bukti dia dingin rohani adalah gampang tersandung dan menjadi sandungan bagi orang lain. Sehingga orang lain tidak bisa menerima pengajaran, malah menghina pengajaran ‘itu yang namanya pengajaran-pengajaran, koq begitu orangnya’ itu rohaninya sudah dingin! Termasuk saya gembala ‘itu dia khotbah pengajaran-pengajaran, tetapi perilakunya tidak seperti yang dia khotbahkan’ itu sudah dingin! Jadinya orang lain tidak bisa menerima pengajaran.
Jangan kita egois, ayo tanggung jawab! Kita sudah makan rumput yang terbaik, sudah minum air yang jernih. Jangan diinjak-injak rumputnya, jangan dikeruhkan airnya! Orang mau suka dengar pengajaran tetapi karena perilaku hidup kita, orang tidak mau dengar, tidak mau terima, malah jadinya menghina pengajaran. Itu sama dengan orang egois. Sudah berapa kitab kita pelajari di sini dari zaman papa menjadi gembala. Ada Markus, Zakharia, Rut, Yunus, Amos, Keluaran, Yehezkiel, Imamat, Yeremia, Kidung Agung dan lain-lainnya.
Kita sudah nikmati rumput itu, minum air yang jernih, jangan kita keruhkan. Kalau mengeruhkan itu rohani sudah dingin. Banyak orang mau mendengar dan menerima pengajaran tetapi karena lihat ulahnya, jadi mencibir Firman pengajaran.
Yehezkiel 34:17-19
34:17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
34:18 Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
34:19 Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?
Tuhan tolong kita semua. Baik kami orang tua, juga kaum muda, jangan jadi sandungan, itu berarti rohani dingin. Ingat, Bait Allah rohani, Tubuh Kristus selesai dibangun saat musim dingin rohani, jangan sampai rohani kita dingin!
b) Percaya pada kitab suci. Yakin pada Firman pengajaran yang benar, jangan pernah ragu!
c) Yang ketiga praktekan Firman, taati Firman pengajaran yang benar.
Kalau bisa mempraktekan dan mentaati Firman ada hasilnya yaitu:
1) Terjadi penyucian sehingga kita bisa saling mengasihi. Mulai dari dalam rumah tangga. Bisa dilihat suami ini praktek Firman, isteri praktek Firman, anak praktek Firman, dalam rumah tangga diisi dengan saling mengasihi, bukan saling tengkar! Kalau di gereja hebat bersaksi Firman, tetapi kalau di rumah suami di sakiti, anak-anak di sakiti. Kalau kita taat akan tertampak, terjadi penyucian dan saling mengasihi.
I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Mulai dari rumah tangga kita masing-masing. Betapa bahagia kalau suami, isteri, anak mau taat pada Firman, nikah itu menjadi home sweet home, tempatnya kemanisan di situ, bisa saling mengasihi.
Setan itu menghantam orang-orang yang pelayanannya ada hubungan dengan Firman, itu yang pertama dia hantam. Mulai dari gembala yang khotbah, tua-tua, hati-hati yang pelayanan transkrip khotbah itu semua dihantam oleh setan. Kalau sudah tidak suci, tidak bisa mengasihi. Akhirnya jemaat lihat tua-tua koq begitu sama anaknya, sama isterinya. Gembala koq begitu sama anaknya, sama isterinya, sama saudaranya. Dilihat orang, sehingga tidak ada kesaksian. Yang punya pelayanan kaitannya dengan Firman hati-hati! Dia kejar setan dengan kenajisan supaya tidak ada kesucian, tidak ada kasih, sehingga tidak ada kesaksian bagi jemaat. Jemaat hanya menghina, hanya mencibir! Bagaimana mau khotbah kalau tidak punya kasih, bagaimana mau menjadi kesaksian kalau tidak suci!
2) Matius 7:24
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Kita memiliki hikmat kebijaksanaan dari Tuhan. Dunia yang kita tempati ini sedang krisis dan krisis ini tidak akan berhenti, akan semakin memuncak! Saya bukan menakut-nakuti tetapi memang begitu Firman Tuhan katakan. Puncaknya krisis nanti waktu antikristus berkuasa. Kalau kita lihat sekarang krisisnya semakin hebat tetapi Alkitab berkata menghadapi krisis dengan hikmat Tuhan. Orang yang berhikmat bisa berhasil menghadapi krisis.
Pengkhotbah 10:10
10:10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.
Menghadapi krisis orang memperbesar tenaga, sekolahnya ditambah, pendidikannya ditingkatkan, modalnya diperbesar, kebunnya tambah luas, tanamannya sudah ditambah variasinya, itu semua memperbesar tenaga. Tetapi kalau mau berhasil kuncinya punya hikmat Tuhan. Dari mana hikmat Tuhan? Dari ketaatan.
Kaum muda mau berhasil di tengah-tengah krisis ini, di tengah-tengah persaingan yang kian berat, hanya dengan hikmat Tuhan, taat pada Firman Tuhan! Sampai antikristus berkuasa, yang penting adalah hikmat, kita bisa luput dari antikristus.
Wahyu 13:18
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
3. Masuk pengalaman kemuliaan bersama Yesus.
Kisah Para Rasul 1:9-14
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Ini pengalaman kemuliaan bersama Yesus. Sebelum Yesus naik, Dia berjanji memberikan Roh Kudus, Roh Kemuliaan. Murid-murid kembali ke Yerusalem, bertekun menanti Roh Kudus lewat doa penyembahan. Jadi masuk pengalaman kemuliaan bersama Yesus adalah bertekun dalam doa penyembahan untuk merobek daging sampai mengalami kepenuhan Roh Kudus. Mari minta kepada Tuhan supaya Roh Kudus itu dicurahkan, memenuhi sampai Roh Kudus meluap-luap.
Istilah bertekun ini tidak bisa terhalang dan tidak mau terhalang. Ayo tekuni doa penyembahan. Kalau merasa saya ini tidak ada Roh Kudus, ayo tekun menyembah. Penyembahan secara berjemaah di gereja seperti ini, ayo tekuni. Juga penyembahan secara pribadi di rumah, tekuni doa penyembahannya. Robek daging, keinginan dan hawa nafsunya dirobek, maka Roh Kudus akan Tuhan curahkan. Ada yang belum dibaptis sudah dipenuhi Roh Kudus yaitu kisah Kornelius. Apalagi yang sudah dibaptis, minta Roh Kudus, jangan kering-kering saja.
Salah satu fungsi dari Roh Kudus adalah menguatkan kita dalam menghadapi percikan darah, sengsara daging tanpa dosa karena Yesus.
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Fungsi Roh Kudus memberi kekuatan bagi kita menghadapi sengsara daging tanpa dosa. Saat Tuhan mengizinkan kita mengalami sengsara daging tanpa dosa, saat itu Roh Kudus mengubahkan kita, dari manusia daging menjadi manusia rohani.
Tanda manusia rohani, berbahagia di tengah penderitaan. Kalau manusia daging, sedih, kecewa, putus asa, marah saat menderita. Manusia rohani berbahagia di tengah penderitaan. Ini sama dengan kuat dan teguh hati! Saya terbatas dalam berkata-kata, biar menjadi pengalaman.
Roh Kemuliaan dicurahkan, Roh Kudus menjadikan kita kuat teguh hati. Kalau kuat teguh hati hasilnya:
I Tawarikh 28:20
28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
Tuhan menyertai kita sampai semuanya selesai. Masalah selesai, pergumulan selesai, kita selesai menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau masalah belum selesai, bukan berarti bukan Tuhan tidak peduli, Tuhan sedang membenahi hati kita supaya kuat teguh hati. Kalau sudah kuat teguh hati, tepat waktu selesai semuanya. Masalahnya selesai, pergumulannya selesai, kita selesai terbentuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.
Tuhan Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar