Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:17-21
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Pencurahan Roh Kudus merupakan awal kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Setelah 120 murid dipenuhkan Roh Kudus, Petrus tampil berkhotbah.
Ada 2 hal yang diangkat oleh Petrus di dalam khotbahnya:
1. Nubuatan nabi Yoel (ayat 16-21).
2. Mazmur Daud mengenai keteguhan hati (ayat 25-28).
Kita bahas tentang nubuatan nabi Yoel. Nubuatan nabi Yoel tentang pencurahan Roh kudus yang sudah digenapi. Juga tentang kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sedang digenapi. Ini menunjukan dalam pembangunan Tubuh Kristus, kita sangat membutuhkan Roh Kudus. Kita tidak akan mampu mengikuti arus kegerakan ini jika pada kita tidak ada Roh Kudus. Kita bergumul dan berdoa, supaya Tuhan menggenapi Firman ini kepada kita. Kita dipenuhi Roh Kudus sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.
Tuhan mengatakan Aku akan mencurahkan Roh Kudus kepada semua manusia. Tetapi bukan berarti semua manusia secara hurufiah, tetapi manusia yang menerima panggilan dan pilihan Tuhan.
Kisah Para Rasul 2:39-40
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Jadi orang yang menerima panggilan dan pilihan Tuhan adalah orang yang mau melepaskan diri dari hal-hal yang jahat dan najis! Kadang sudah menjadi kebiasaan saja, kalau menyembah berbahasa roh. Padahal kalau dilihat praktek hidup sehari-harinya belum ada Roh Kudus.
Tanda menerima pencurahan Roh Kudus:
1. Anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat.
Anak menunjuk perkembangan. Jadi anak laki-laki dan perempuan bernubuat artinya rohaninya berkembang dan bertumbuh dengan tanda mulutnya berkata-kata sesuai Firman. Dia bisa mengontrol perkataannya. Makanya waktu Roh Kudus dicurahkan salah satu tanda adalah mulutnya berbahasa Roh.
2. Teruna-teruna mendapat penglihatan.
3. Orang-orang tua mendapat mimpi.
Kita bahas yang kedua, teruna-teruna mendapat penglihatan. Teruna ini menunjuk kaum muda yang kuat. Artinya rohani yang kuat karena memiliki pandangan rohani. Bukan pandangan daging, bukan pandangan yang duniawi.
Kaum muda secara hurufiah seringkali memiliki pandangan daging, pandangan duniawi.
Pengkhotbah 11:9
11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!
Kalau pandangannya pandangan duniawi, pandangan daging, hanya membawa pada penghakiman Allah untuk dihukum, ini jangan terjadi pada kita. Biarlah Roh Kudus dicurahkan kepada kita sehingga kita memiliki pandangan yang rohani. Setelah Yesus dibaptis dan keluar dari air, Roh Kudus turun seperti merpati. Jadi pandangan kita adalah pandangan merpati, melihat jauh ke depan. Bukan melihat yang dekat-dekat, melihat hanya pandangan daging, memandang perkara jasmani.
Pandangan daging = buta rohani. Sementara terjadi kegerakan rohani, ada yang pandangannya pandangan daging, buta rohani. Ini yang harus kita waspadai, makanya dalam kegerakan ini kita butuh Roh Kudus.
Contohnya orang buta di Betsaida.
Markus 8:22-26
8:22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
8:23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
8:24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
8:25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
8:26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"
Ada orang buta di Betsaida. Betsaida artinya rumah penangkapan ikan. Ini menubuatkan kegiatan rohani, pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Menjangkau jiwa-jiwa dibawa kepada Yesus. Sementara kegerakan rohani terjadi, ada yang buta di situ. Manusia itu digambarkan seperti ikan-ikan.
Habakuk 1:14
1:14 Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya?
Praktek buta rohani, praktek pandangan daging:
1. II Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Praktek buta pertama tidak bisa melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Cahaya Injil kemuliaan Kristus = Firman pengajaran yang benar, ajaran yang sehat yang menyucikan dan membaharui kita untuk membawa kita masuk dalam kemuliaan bersama dengan Yesus. Kalau penginjilan disebut injil keselamatan. Tetapi Firman pengajaran adalah cahaya Injil kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah.
Tidak bisa melihat cahaya injil tentang kemuliaan Kristus = tidak bisa menerima penyucian oleh Firman pengajaran yang benar. Dia masih tetap mempertahankan dosa-dosa, dia sembunyi di dalam hati dan pikirannya. Karena rohaninya buta, pandangannya hanya sebatas yang jasmani, sebatas daging. Tidak mau disucikan oleh Firman pengajaran yang benar.
Firman pengajaran itu, hidup, kuat, tajam, menyucikan sampai ke dalam hati dan pikiran.
Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Tidak ada yang tersembunyi, semua terang, tidak ada yang gelap, tidak ada lagi kebutaan. Itulah pengajaran untuk mencelikan mata rohani kita. Ditunjuk dosa kita, kita bisa melihat dosa kita untuk bisa kita akui kepada Tuhan dan kepada sesama. Disucikan oleh darah Yesus.
Makanya kalau kita mendengar Firman pengajaran seperti kita ditelanjangi, keadaan kita, dosa kita, sampai yang tersembunyi dalam hati dan pikiran dibuka! Selesaikan semua, mata terbuka melihat kekurangan diri, kesalahan, akui kepada Tuhan dan sesama, dihapus oleh darah Yesus.
Kalau dosa disembunyikan terus, tidak mau diselesaikan, membebani hidup di dunia sampai di neraka! Kalau penyakit, mungkin membebani selama hidup di dunia, tetapi setelah meninggal selesai. Tetapi kalau dosa membebani sampai di neraka. Dan kalau dosa disembunyikan, hadirat Tuhan juga tersembunyi!
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Waktu kita sekarang ini adalah waktu yang sisa. Sudah terlalu banyak waktu digunakan untuk berbuat dosa. Sekarang di waktu yang sisa ini selesaikan dosa, biar hadirat Tuhan tidak tersembunyi. Waktu Yesus datang kita tidak usah malu, tetapi dengan keberanian percaya menyambut kedatanganNya sebab dosa sudah diselesaikan!
Apa yang menjadi penyebab sehingga tidak mau disucikan oleh Firman pengajaran? Karena ada ilah zaman ini. Apa itu ilah zaman ini? Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan, mereka membuat ilah anak lembu emas. Sehingga membuat Tuhan murka dan Musa harus memecahkan 2 loh batu. Sekarang kita sudah keluar dari perbudakan dosa, mau menuju Kanaan Samawi, Yerusalem Baru. Ada ilah zaman ini itulah anak lembu emas yang modern. Apa itu?
Keluaran 32:1
32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."
Ini menubuatkan Yesus belum datang, seperti Musa belum turun dari gunung, masih memberikan kesempatan untuk kita mempersiapkan diri.
Keluaran 32:2
32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
a) Ikatan uang, ikatan kekayaan yang membuat orang Kristen memburu uang dengan menghalalkan segala cara. Kalau pandangan hanya yang jasmani, susah! Orang muda yang kaya datang kepada Yesus bertanya apa yang harus kulakukan supaya bisa hidup kekal? Yesus katakan 10 hukum, terutama hukum kasih kepada sesama. Baru 5 hukum yang disampaikan, belum yang keenam Yesus katakan, orang muda itu sudah potong ‘semua sudah kulakukan’. Tuhan katakan ada satu lagi yang kurang, pergi jual hartamu, bagikan kepada orang miskin, lalu ikutlah aku. Ternyata keinginan uang masih ada. Dia pergi, tidak bisa menerima nasihat Yesus, tidak bisa menerima Firman karena pandangannya pada harta dunia. Dia pergi dengan kecewa, Yesus katakan alangkah sukarnya orang kaya masuk dalam kerajaan sorga, lebih mudah unta masuk dalam lubang jarum.
Ini karena pandangannya pada harta, pada uang, memburu uang, pokoknya bagaimana dapat uang sekalipun tidak benar.
I Timotius 6:10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Sebenarnya secara jasmani dia tersiksa, secara rohani juga tersiksa. Tetapi karena sudah jadi berhala, sudah menjadi ikatan bagi dia makanya sulit dia lepaskan.
1) Menjadi kikir, tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan. Berarti tidak bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dulu persembahan khusus untuk membangun Tabernakel dikumpul dari orang Israel yang terdorong hatinya. Jadi kalau kikir tidak bisa dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus.
Keluaran 25:1-2
25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
Dalam pembangunan Bait Allah Salomo Daud berkata:
I Tawarikh 29:17-18
29:17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
29:19 Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."
29:18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.
Yang Tuhan pakai yang sukarela dan tulus ikhlas memberi, bukan kikir. Kalau kikir tidak bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Seringkali untuk Tuhan orang Kristen hitung-hitungan, timbang-timbang untung rugi. Tetapi untuk yang jasmani rela habis-habisan. Tuhan cemburu!
Ada 2 macam kekayaan, dari dunia dan dari Tuhan. Kalau kekayaan dunia adalah berkat jasmani yang hanya dipakai untuk kesenangan daging. Akibatnya kena tulah! Tetapi kalau berkat dari Tuhan, kita pakai untuk memuliakan Tuhan, kita tidak kena tulah, malah kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jangan sampai untuk yang jasmani kita rela jor-joran. Tetapi kalau untuk Tuhan hitung-hitungan. Orang seperti itu tidak akan dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Yesus perhatikan seorang janda memberi, dia persembahkan seluruh upahnya. Secara jumlah memang kecil, tetapi semua nafkahnya dia berikan. Dia rela, dia tidak terikat dengan harta. Soal memberi ini diperhatikan oleh Tuhan. Jadi memberi ini bukan soal kaya atau miskin. Kalau kaya baru bisa memberi, kalau tidak punya apa-apa tidak bisa memberi, bukan begitu! Memberi ini soal hati yang sudah ditusuk oleh pedang Firman.
Markus 12:41-44
12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
II Korintus 8:1-5
8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Memberi ini bukan soal kaya atau tidak kaya, tetapi soal hati yang suci. Masih ada berhala di situ atau sudah disucikan. Kalau masih ada berhala menjadi kikir, tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, untuk sesama anggota Tubuh Kristus yang membutuhkan.
Roma 11:36
11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Kita terima berkat dari Tuhan, kita pakai untuk memuliakan Tuhan.
2) Serakah, merampas milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus dan merugikan sesama. Kita diajar mengembalikan perpuluhan. Itu adalah cara Tuhan melepaskan dari ikatan uang, dari berhala, dari anak lembu emas ini.
b) Kekerasan hati! Makanya tidak bisa menerima Firman.
Keluaran 32:9
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
Yesaya 48:4
48:4 Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu,
Kekerasan hati manusia ini semakin bertambah dari zaman ke zaman. Dulu zaman Musa, bangsa Israel membuat 1 anak lembu emas. Setelah masuk Kanaan, raja Yerobeam menyuruh membuat 2 anak lembu emas. Jadi meningkat dari 1 menjadi 2. Sekarang di akhir zaman bukan hanya 2, kekerasan hati itu semakin meningkat, sudah tidak terhitung, ada di hati manusia. Tuhan tolong jangan ada di hati kita.
I Raja-raja 12:28
12:28 Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
Dulu yang membuat lembu emas itu bangsa Israel. Sekarang kita bangsa kafir sudah ditebus oleh darah Yesus, dihisapkan masuk dalam Israel rohani, tetapi banyak yang keras hati, menyandingkan Tuhan dengan berhala, di hatinya ada anak lembu emas. Keras hati, tidak bisa menerima teguran Firman, malah marah! Firman datang keras, dia malah melintangkan bahu melawan!
Tuhan mau menolong orang yang keras hati. Bagaimana caranya? Tuhan tampil dengan Firman yang bagaikan palu. Hati keras itu seperti batu, harus dihancurkan dengan Firman yang keras seperti palu. Untuk menghancurkan kekerasan hati, butuh Firman yang semakin keras!
Yeremia 23:29
23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?
Firman yang keras dan diulang-ulang. Semakin keras hatinya, semakin keras diayunkan palunya supaya hancur kekerasan hatinya. Tetapi kalau tetap keras hati, dia yang terbuang.
Yohanes 6:60-61,66
6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Tinggal pilih, kekerasan hati dibuang, kita tertolong. Atau pertahankan kekerasan hati, dia yang terbuang, tidak tertolong! Firman datang keras untuk menghancurkan, dipukul terus sampai hancur. Kalau hatinya keras lalu yang datang Firman seperti kerupuk, kerupuknya yang hancur. Sampaikan Firman demi dia ditolong. Semakin keras batu, akan menumpuk seperti bukit. Makanya harus dihancurkan oleh Firman seperti palu menghancurkan bukit batu.
2. II Petrus 1:9
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
Lupa pengampunan dosa sehingga mengulang-ulang dosa! Barusan diampuni, ulang lagi. Kemarin sudah didoakan, diampuni, hari ini diulang lagi. Orang buta kalau tidak dituntun menabrak sana sini. Itulah berbuat dosa, lupa pengampunan dosa! Tabrak dosa, membabi buta di dalam dosa. Ini membuktikan tidak ada Roh Kudus.
Bisa kita raba diri kita, kalau ada Roh Kudus, Roh Kudus itu menginsafkan kita akan dosa. Kita insaf, sadar, diselesaikan dan jangan diulang lagi. Roh Kudus itu Roh Kebenaran, menginsafkan kita akan dosa.
Yohanes 16:7-8
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
Tidak ada Roh Kudus makanya mengulang-ulang dosa. Sudah mengaku, masih diulang. Mengaku lagi, diulang lagi! Akhirnya sudah menjadi ikatan, sulit untuk lepas!
Tadi penyebab buta rohani karena keras hati. Penyebab mengulang-ulang dosa, lupa pengampunan juga keras hati! Dalam khotbah Stefanus dia serukan ‘hai kamu yang tidak bersunat hati dan telinga. Ini keras hati, dari nenek moyangnya selalu membunuh nabi-nabi. Setiap ada nabi dibunuh, ada lagi nabi dibunuh lagi, diulang-ulang terus dosa!
Kisah Para Rasul 7:51
7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
Roh Kudus menginsafkan akan dosa. Selalu menentang Roh Kudus = selalu mengulang-ulang dosa.
Bagaimana sikap orang yang keras hati, yang mengulang-ulang dosa kalau mendengar Firman yang keras? Mereka marah, tertusuk hatinya. Ini jangan terjadi pada kita.
Kisah Para Rasul 7:54
7:54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
Guru saya saksikan, ada orang yang tidak terima waktu mendengar Firman ‘satu kali lagi pendeta itu sampaikan tentang rokok saya keluar!’ itu sangking keras hatinya. Menerima Firman, tertusuk hatinya, tidak bisa terima, giginya gemertakan. Kami hamba Tuhan siap sedia baik atau tidak baik waktunya. Baik waktunya ketika diterima, tidak baik waktunya saat ditolak.
3. I Yohanes 2:11
2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Praktek ketiga membenci saudaranya. Tidak bisa mengasihi sesama = tidak bisa mengasihi Tuhan. Kalau kita mengasihi sesama berarti juga mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan berarti mengasihi sesama. Ini membenci saudaranya = tidak mengasihi Tuhan, tidak punya kasih. Ini hati yang keras, tidak punya kasih.
I Yohanes 4:20-21
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Hati yang keras, hati tanpa kasih, kosong dari kasih Allah. 2 loh batu tidak ada di situ. Memang kadangkala kita diizinkan oleh Tuhan digesek dengan sesama. Dan biasanya digesek dengan sesama di dalam nikah rumah tangga. Suami dengan isterinya, orang tua dengan anak, saudara bersaudara. Diperiksa, jangan sampai muncul kebencian. Sesakit apapun kita disakiti, tetap mengasihi, doakan yang baik, gumuli dia supaya Tuhan jamah dan tolong.
Orang yang tidak punya kasih, tidak bisa taat pada Tuhan.
I Yohanes 5:3
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
Kadangkala ketika terjadi pergesekan dengan sesama, apalagi dalam nikah, yang jadi sasaran siapa? Tuhan! Firman sudah tidak ditaati, terkadang malah menghujat Firman ‘so ini yang ngana dengar tiap hari rabu!’ yang disalahkan Tuhan, yang disalahkan pengajaran. Seharusnya mohon ampun ‘ampuni saya Tuhan’ jangan malah dibawa-bawa Tuhan yang dipersalahkan! Ini berarti mata rohaninya buta. Orang seperti ini tidak bisa taat pada Firman, hatinya hanya penuh dengan kepahitan, kebencian. Kalau hati tidak bisa diisi Firman, tidak bisa taat, di mana-mana bikin ulah terus!
Jadi kalau disimpulkan, penyebab utama buta rohani adalah keras hati. Sia-sia kita beribadah melayani Tuhan kalau kita pertahankan kekerasan hati. Mata buta, Yesus datang tidak bisa memandang Dia muka dengan muka, dia hanya dihukum binasa bersama dunia ini. Tujuan kita datang beribadah supaya kita bisa bertemu Yesus, memandang Dia muka dengan muka. Bukan untuk dimurkai, bukan untuk dihukum.
Syukur Yesus datang di Betsaida untuk menyembuhkan orang yang buta. Sekarang Yesus hadir dalam ibadah kita untuk menyembuhkan orang yang buta rohaninya. Apa bukti Yesus hadir dalam ibadah kita?
Markus 8:23,25
8:23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
8:25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
Buktinya ada 2 kali jamahan tangan Tuhan. Apa jamahan tangan Tuhan?
Roma 10:21
10:21 Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."
Ini uluran tangan Tuhan:
Roma 10:16-17
10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Firman Kristus, Firman dalam urapan Roh Kudus. Ini bukti Tuhan hadir dalam ibadah mau menyembuhkan kebutaan rohani kita, ada Firman dalam urapan Roh Kudus.
2 kali Tuhan mengulurkan tangan menjamah. Ini menunjuk Firman double porsi, Firman melimpah, Firman 2 kali lipat. Kita berada pada hari keenam, minggu ketebusan. Dulu Israel memungut manna dari hari pertama sampai kelima 1 gomer perorang. Hari keenam, 2 gomer perorang. Sekarang kita berada pada hari keenam minggu ketebusan, kita harus mengumpulkan Firman yang 2 kali lipat, Firman double porsi. Firman double porsi ini untuk membawa kita dua menjadi satu. Dua menjadi satu ini bahasa nikah, bahasa mempelai. Firman yang membawa kita untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kabar Mempelai, ini kita butuh untuk menyembuhkan kebutaan rohani. Di tengah malam, di tengah kegelapan, yang dibutuhkan seruan mempelai.
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Penginjilan kabar baik sudah kita lewati. Sekarang kita harus meningkat pada Kabar mempelai. Tuhan berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencariNya.
Roma 10:20
10:20 Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
Artinya sebenarnya Firman Tuhan itu hanya untuk bangsa Israel, kita bangsa kafir tidak dipercaya Firman. Tetapi syukur Tuhan berkenan ditemukan oleh mereka yang tidak mencariNya, rahasia Firman justru dibuka kepada kita bangsa kafir. Rahasia apa? Rahasia nikah Kristus dengan jemaat. Kabar Mempelai dibuka kepada kita supaya jangan sampai mempertahankan kebutaaan rohani, tetapi mata rohani kita menjadi celik, melihat. Mulai dari melihat kekurangan kita sendiri, bukan melihat kekurangan orang lain. Berkaca pada Firman, ini kekuranganku. Bukan untuk dipertahankan tetapi untuk diserahkan kepada Tuhan, biar diperbaiki oleh Tuhan. Makanya pengajaran itu menyatakan kesalahan dan memperbaiki kelakuan. Ditunjuk salahnya untuk diperbaiki.
Ada yang datang kepada saya ‘om masihkah saya di terima di tempat ini’. Saya jawab penggembalaan itu tempat memperbaiki orang yang rusak, saya gembala tidak mungkin tolak orang. Di sini sama-sama kita diperbaiki, kita tidak mau mempertahankan kekurangan kita tetapi mau diperbaiki oleh Tuhan. Ada penyucian yang keras dan tegas, terutama penyucian nikah kita karena mau dibawa pada nikah yang rohani.
Proses Yesus menolong menyembuhkan orang yang buta rohani.
1. Yesus memegang tangan orang buta
Markus 8:23
8:23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
Lewat Firman Yesus menunjukan bahwa Dia begitu mengasihi kita! Dia datang melawat kita dengan kasihNya. Seharusnya kita manusia berdosa ini dihukum, tetapi bagi Yesus lebih baik mengampuni dari pada menghukum. Kalau tetap mempertahankan kekerasan hati, urusannya nanti kalau datang hukuman Tuhan. Kadang kalau merenungkan, saya tidak layak! Siapa saya menggembalakan kakak-kakak saya, mama saya, saya tidak layak orang paling hancur-hancuran! Tetapi mendapat kemurahan, Tuhan begitu mengasihi. Dia tidak langsung menghukum, terhadap orang yang keras hati, Dia datang dengan kasihNya.
Yesus memegang tanganNya. Yesus menunjukan bahwa Dia begitu mengasihi. Jadi jangan marah kalau Firman Tuhan datang keras dan diulang-ulang. Ah ini pendeta cuma tembak-tembak saya terus. Bukan! Itu kasih sayang Tuhan kepada kita. Karena begitu besar kasih Tuhan, Dia ulang-ulang kirim utusan-utusanNya untuk memberitakan Firman yang keras.
I Tawarikh 36:15-16
36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
36:16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.
Kalau Firman sudah ulang-ulang datang tetapi malah dihina, diolok, maka tidak ada lagi pemulihan! Berarti siap dihukum Tuhan. Jangan salahkan Tuhan kalau datang penghukuman. Sudah berulang-ulang Tuhan kirim pesan melalui utusan-utusanNya, Firman sudah disampaikan. Firman pengajaran yang keras disampaikan tetapi ditolak, maka tidak ada pemulihan lagi!
2. Yesus membawa dia ke luar kampung
Ibrani 13:12-13
13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.
Yesus menderita, mati di luar perkemahan. Jadi Yesus menunjukan bukti kasihNya kepada kita lewat KorbanNya di kayu salib = Yesus menyediakan sarana bagi kita untuk sembuh dari buta rohani. Sarana bagi kita untuk menyelesaikan dosa-dosa, itulah KorbanNya. Di depan kita ada Perjamuan Suci, ini sarana dari Tuhan. Oleh Korban Kristus semua bisa disembuhkan, semua dosa bisa diselesaikan, tinggal mau tanggapi dan memanfaatkan sarana ini atau tidak. Tergantung dari kita!
Yesus bawa keluar, Yesus tunjukan Aku menderita sampai mati untuk Engkau. Kalau dulu papa sudah sampaikan ini, saya menangis. Beliau berkata kalau kita tanya kepada Yesus kenapa Engkau dianiaya dan disalibkan? Yesus jawab karena kamu! Untuk kamu Aku menderita sampai mati. Kalau kita renungkan, serdadu-serdadu membawa Yesus keluar perkemahan, keluar Yerusalem, harus naik ke bukit Golgota, salibNya sendiri Dia pikul. Yesus menderita untuk saya dan bapak ibu, saudara sekalian. Dosa apapun yang kita lakukan, ini sarana dari Tuhan, darah Yesus. Korban Kristus sanggup menyelesaikan segala dosa kita.
3. Yesus meludahi matanya. Artinya Yesus mengajak kita untuk menanggung kehinaanNya. Diludahi mata itu dipermalukan! Praktek menanggung kehinaan Yesus:
a) Mau menerima penyucian oleh Firman yang keras, yang seperti mempermalukan, seperti menghina. Matanya yang sakit, yang diludahi matanya. Berarti tepat sasaran! Siapa yang sampaikan kepada bapak gembala, koq ditahu dosa yang saya buat? Bagaikan kita sedang diludahi, tepat sasaran Firman disampaikan. Itulah pekerjaan Firman menunjuk kesalahan kita tepat sasaran. Kita mau terima!
Perempuan Siro Fenesia minta kepada Yesus supaya anaknya ditolong, disembuhkan. Malah Yesus katakan tidak patut mengambil roti dan dilemparkan kepada anjing! Firman seperti menghina, kau anjing! Betul aku anjing tetapi mau menjilat remah-remah roti. Mulut saya mulut tidak baik tetapi mau menjilat remah-remah roti. Tuhan Yesus katakan ‘karena kata-katamu ibu anakmu sembuh’. Tepat sasaran, Firman itu selalu tepat sasaran. Ini menanggung kehinaan Yesus, kita mau menerima Firman penyucian.
b) Setelah menerima Firman, kita mau disucikan, kita mau mengaku kepada Tuhan dan kepada sesama, kadangkala kita dihina. Oh kau itu memang payah! Ini praktek kedua, rela dihina karena mau melakukan Firman. Rela sengsara karena mau melakukan Firman. Bentuknya macam-macam. Ada yang sampai dicaci maki, dikucilkan, sampai mendapat aniaya secara fisik.
4. Yesus meletakan tanganNya atasnya. Artinya Yesus bekerja dengan kuasa penciptaan di dalam Firman yang kita terima.
I Tesalonika 2:13
2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
Mazmur 19:9
19:9 Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
Firman bekerja membuat mata bercahaya, mata yang tadinya buta jadi terang. Kalau Firman kita terima, kita buka hati selebar-lebarnya, biar seperti dihina, kita mau menerima, maka ada Tuhan bekerja dengan kuasa penciptaanNya, terjadi mujizat. Tetapi kesalahan kita orang Kristen, hanya puas dengan mujizat jasmani. Kalau hanya puas melihat mujizat jasmani, sudah melihat, tetapi melihat orang seperti pohon-pohon. Artinya pandangannya mulai celik, tetapi masih melihat kekurangan orang. Sudah di dalam pengajaran, tetapi masih sering tersandung!
Nomor 1 saya sebagai hamba Tuhan, kalau saya masih melihat kekurangan orang untuk dicerita, dijelek-jelekan, ini belum celik secara tuntas, masih samar-samar, masih rabun. Perlu proses yang kelima.
5. Yesus bertanya ‘sudahkah kau lihat sesuatu?’. Artinya
a) Koreksi Firman datang lebih lanjut, lebih dalam lagi bagi kita. Sampai kita bisa membedakan yang jasmani dengan yang rohani, mana ajaran yang benar mana ajaran yang palsu. Makanya penting ibadah pendalaman Alkitab supaya jangan lihat orang seperti pohon.
b) Yesus meletakan tanganNya kedua kali. Ini penyucian secara tuntas! Lewat Firman yang semakin keras, semakin tajam ditambah dengan percikan darah, sengsara daging tanpa dosa. Di sini matanya sudah celik, jelas sejelas-jelasnya memandang perkara yang rohani. Kita disucikan lewat Firman yang semakin keras dan tajam. Pulang dari gereja kita diperhadapkan dengan sengsara daging, kita tidak salah dipersalahkan, dirugikan dan sebagainya. Itu supaya mata rohani kita hanya memandang Tuhan, memandang pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga.
Dulu saya dengan isteri 6 tahun hubungan jarak jauh, hanya bisa dengar suara kalau telpon. Waktu sudah bertemu hati berbunga-bunga. Begitu juga kita mau melihat Tuhan, hati berbunga-bunga, rindu untuk segera bertemu dengan Yesus, betul-betul sakit asmara.
Jadi kebutuhan utama kita adalah jamahan tangan Tuhan di dalam Firman Pengajaran Kabar Mempelai, penyucian secara tuntas. Kalau sudah mengalami penyucian secara tuntas, yang dia pikirkan perkara yang di atas, perkara yang rohani, bukan yang di bumi.
Kolose 3:1-4
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Kalau pandangan kita pada yang rohani, maka hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Kalau pandangan kita yang rohani, kita dilindungi oleh Tuhan, tidak bisa dijamah oleh setan sekalipun. Kalau Tuhan melindungi, Dia pasti pelihara kita secara ajaib.
Waktu Yesus menyatakan diriNya sebagai Mempelai Pria Sorga dalam kemuliaan, kita bisa memandang Dia muka dengan muka, masuk dalam kebahagiaan kekal bersama dengan Dia selama-lamanya.
Yesus menolong, Dia membawa orang buta ini keluar. Sekarang Yesus tunjukan sarana bagi kita, itulah Korban Kristus. Di depan ada perjamuan suci, ini jamahan tangan Tuhan bagi kita. Dia rela tanganNya dipaku untuk menjangkau, untuk menjamah kehidupan kita yang buta rohani, supaya mata kita celik bisa memandang kekurangan sendiri untuk diselesaikan dan bisa memandang Tuhan.
Setelah celik apa yang Tuhan perintahkan?
Markus 8:26
8:26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"
Kalau sudah disembuhkan dari kebutaan rohani, jangan masuk kampung. Tuhan sudah menolong kita, Tuhan sudah jamah, sudah baharui kita, jangan kembali pada hidup lama, jangan masuk dalam pergaulan lama, pergaulan dosa! Kita mau siap menyambut kedatangan Yesus, hidup yang terus dibaharui sampai sempurna.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar