Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:14-15
2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
Pencurahan Roh Kudus adalah awal dari proyek Allah yaitu pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Ketika 120 murid dipenuhi Roh Kudus, mereka berbahasa roh dengan 16 bahasa. Dulu Tabernakel dibangun dengan 16 bahan, Tubuh Kristus Tabernakel secara rohani dibangun dengan 16 bahasa, jadi sama.
Sementara Tuhan memulai proyek pembangunan Tubuh Kristus ini, tampil para pengejek. Di akhir zaman menjelang berakhirnya pembangunan Tubuh Kristus, pengejek-pengejek ini lebih hebat lagi. Dan bukan cuma pengejek, bahkan disebut pemecah belah. Tuhan mau menyatukan Tubuh Kristus tetapi ada yang memecah belah, mau mencerai beraikan. Inilah pemecah belah di akhir zaman.
Yudas 1:17-19
1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
Menghadapi pengejek-pengejek ini, Petrus segera tampil dan berkhotbah dengan suara keras. Artinya menghadapi pengejek-pengejek di akhir zaman dibutuhkan hamba Tuhan yang berani memberitakan Firman pengajaran yang keras menyucikan.
Efesus 6:18-19
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
Bersyukur kalau kita dilayani hamba Tuhan seperti ini, maka kelak kita berhasil masuk dalam penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus.
Dalam Kisah Para Rasul pasal 2, Petrus menekankan soal waktu, saat itu masih pukul 9 pagi. Kalau pagi berarti terang. Jadi proyek pembangunan Tubuh Kristus adalah pekerjaan terang. Sementara pengejek-pengejek ini mengatakan orang-orang ini mabuk. Mabuk itu pekerjaan kegelapan.
I Tesalonika 5:7
5:7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.
Jangan heran, kalau kita mau sungguh-sungguh aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, akan dicap yang negatif! Ada yang mengejek, bahkan memfitnah. Itu semua cara setan untuk membuat rohani jadi mundur, dia mau mengagalkan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kalau kita sungguh-sungguh dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus lalu lebih banyak yang benci, yang hina, yang ejek tidak usah hiraukan itu.
Waktu Saul pertama kali dilantik menjadi raja, langsung tampil orang-orang dursila mengejek, tetapi Saul pura-pura tuli. Jadi kalau diejek, pura-pura tuli saja.
I Samuel 10:27
10:27 Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.
Jangan heran kalau hamba Tuhan yang benar dibilang pengacau, pemecah belah. Pengajaran benar dikatakan sesat. Dan banyak ejekan-ejekan yang lain. Itulah pekerjaan setan, pekerjaan kegelapan, mau menggagalkan kita masuk dalam penggenapan rencana Allah, pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna.
Pukul 9 itu juga menunjukan waktu Yesus disalibkan.
Markus 15:25
10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Yesus disalibkan, Dia mati untuk memindahkan kita dari gelap kepada terang.
I Petrus 2:9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Jadi pengejek-pengejek ini orang yang menjadi musuh salib. Bisa kelihatan melayani, kelihatan hebat pelayanannya, tetapi sebenarnya dia menempatkan diri sebagai musuh salib!
Filipi 3:18-19
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Kelihatan melayani tetapi pikirannya hanya tertuju pada perkara-perkara yang duniawi, bertuhankan perut. Tujuan atau motivasi pelayanan hanyalah untuk perkara perut, perkara yang jasmani. Ini yang harus kita waspadai, pengejek-pengejek ini bukan dari luar tetapi dari dalam, ini hamba Tuhan pelayan Tuhan tetapi telah menempatkan diri sebagai musuh salib karena motivasi pelayanannya adalah perut, perkara yang jasmani, perkara-perkara daging. Pengejek-pengejek ini adalah orang yang mengolok salib. Dia melayani tetapi mengolok salib. Jangan terjadi dalam kita, berapa tahun kita melayani Tuhan, kita periksa apakah saya melayani meninggikan salib Kristus, atau saya melayani justru mengolok salib!
Waktu Yesus disalibkan, Dia mengalami pengolokan. Antara lain diberi jubah ungu, dipakaikan mahhkota duri, lalu diolok-olok, ditinju dan lain-lain.
Markus 15:16-20a
15:16 Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul.
15:17 Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.
15:18 Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!"
15:20a Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya.
Yang diolok adalah wibawa Yesus sebagai Raja. Kadang bahkan sering kita melayani sebagai anggota zangkoor, pemain musik, pemimpin pujian, gembala, pelayanan apa saja tetapi mengolok wibawa Yesus sebagai Raja. Pengejek-pengejek ini tampil dari dalam, bukan dari luar.
Kewibawaan Yesus sebagai Raja mengalahkan musuh-musuhNya di bawah kaki, sampai maut dikalahkan di bawah kakiNya.
I Korintus 15:25-26
15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
Kita bercermin pada Firman, apakah selama ini melayani mengagungkan Yesus, meninggikan kurbanNya atau malah menjadi pengolok, mengolok salib, mengolok wibawa Yesus sebagai Raja.
Ada 3 musuh utama yang dikalahkan oleh wibawa Yesus sebagai Raja.
1. Dunia dengan segala pengaruhnya.
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Kalau melayani tetapi terikat dengan dunia, itu sudah mengolok wibawa Yesus sebagai Raja. Kita periksa, melayani selama ini, apakah tahu membedakan yang jasmani dengan yang rohani? Jangan-jangan lebih dominan yang duniawi, melayani tetapi duniawi. Itu sudah mengolok wibawa Yesus sebagai Raja. Pengaruh dunia membuat anak Tuhan, hamba Tuhan, pelayan Tuhan tidak setia kepada Tuhan.
Ini sudah mau akhir tahun, kita evaluasi pelayanan kita. Apakah selama ini kita melayani terpikat kepada Tuhan atau terpikat kepada dunia. Tanpa disadari ini terjadi dalam pelayanan sehingga telah menempatkan diri menjadi musuhnya Tuhan, pengolok wibawa Yesus sebagai Raja.
Praktek tidak setia kepada Tuhan:
a) Tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Sebenarnya kita tidak layak mau melayani Tuhan. Kita manusia berdosa, hanya mendapat kemurahan. Seharusnya kalau kita sadar kita hanya mendapat kemurahan bisa melayani, apalagi kita bangsa kafir, bangsa tanpa janji Allah lalu kita dilayakan melayani Tuhan, seharusnya kita melayani lebih keras, lebih sungguh-sungguh. Jangan tidak setia! Jangan jadi Kristen kapal selam, kadang muncul, tetapi lebih banyak tenggelamnya. Nanti kelihatan kalau hari-hari besar, kelihatan kalau Natal, kelihatan kalau Paskah atau perayaan-perayaan tertentu. Lebih banyak hilang, tidak kelihatan.
Jangan seperti itu, tidak setia dalam ibadah pelayanan, seperti Yudas mundur maju. Kadang maju, kadang mundur, lama-lama mundur selama-lamanya. Itulah Yudas, biasa kumpul dengan Yesus dan murid-murid yang lain, lalu hilang lagi, dia pergi bersekutu dengan para imam-imam, lalu muncul lagi kemudian sampai hilang, mundur untuk selama-lamanya. Itu karena pengaruh dunia. Pengaruh dunia bisa kesibukan, kesusahan dunia, kesukaan dunia. Kalau sudah mulai seperti itu, lama-lama terbiasa. Kalau sudah terbiasa, nanti sengaja. Kalau sudah sengaja tidak beribadah, sudah tidak ada lagi korban yang bisa menghapus dosanya!
Ibrani 10:25-27
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Jadi kalau sengaja tidak beribadah itu durhaka di hadapan Tuhan. Apalagi kalau gembala biasa tidak melayani sampai sengaja tidak mau melayani! Jangan sampai terjadi.
b) Tidak setia terhadap ajaran yang sehat, ajaran yang benar. Rasul Paulus berkata kepada Timotius, peganglah apa yang sudah engkau terima yaitu ajaran sehat. Jangan tidak setia pada pengajaran yang benar, sampai meninggalkan Firman pengajaran yang benar! Apalagi kami pemberita, jangan sampai dulu A lalu berubah jadi B. Bagaimana kalau waktu dia mengajarkan A lalu ada jemaat yang meninggal saat itu kemudian dia berubah jadi B, bagaimana dia mau mempertanggungjawabkan keselamatan jemaat itu di hadapan Tuhan kelak?
Pertahankan, pegang pengajaran yang benar apapun yang dialami. Dihina, diolok, kukan tetap terseyum. Terserah kalau orang mau mengolok pengajaran, yang penting kita tetap berpegang pada pengajaran yang benar, urusannya dia dengan Tuhan. Sudah menjadi pengalaman hidup kita, sudah memberkati kita, sudah membenahi nikah dan tahbisan pelayanan kita, setialah terhadap pengajaran yang benar, jujur soal pengajaran.
Titus 2:7
2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
II Timotius 1:13-14; 2:2
1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
Pengajaran ini diterima oleh Pdt. Van Gessel di pacet Jawa Timur. Waktu membaca Yohanes 1:1 dan 14 di situ Tuhan bukakan pengajaran ini dalam terang Tabernakel. Dan selesai di susun di Abe Pura, Jaya Pura.
Kita bersyukur, beliau menerima ilhamnya dan diteruskan kepada kita. Pertahankan pengajaran Tabernakel, Firman pengajaran yang benar, tetap setia. Jangan karena pengaruh dunia sehingga meninggalkan. Kaum muda perhatikan, jangan karena jodoh tinggalkan ajaran yang sehat, bahkan sampai tinggalkan Yesus. Jangan jual Yesus dengan perkara dunia, dengan jodoh, dengan pekerjaan dan lain-lain.
c) Kelihatan masih beribadah melayani tetapi dengan cara-cara dunia, hanya untuk mengenakan daging, hanya untuk mendapat keuntungan yang jasmani. Sekarang kalau cara-cara dunia dibawa masuk dalam gereja, banyak yang datang! Memang semarak, ada sukacita tetapi sukacita semu, bukan sukacita dari Roh Kudus tetapi daging. Pulang ibadah kembali lagi lemas dan loyo menghadapi dosa, menghadapi tantangan! Tidak ada kepuasan, tidak ada kemenangan. Tetapi kalau sukacita dari Tuhan pasti ada kemenangan. Kalau sukacita dari dunia hanya kekalahan.
Keluaran 32:17-19
32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
Kenapa orang Israel membuat anak lembu emas, kenapa mereka tidak membuat patung yang lain? Karena pikiran mereka teringat pada salah satu dewa di Mesir yaitu Apis sapi jantan. Mesir itu menunjuk dunia. Pikiran mereka sudah terpengaruh dengan duniawi, itu yang dibawa masuk dalam gereja. Kelihatan semarak, hebat tetapi justru membawa kepada kehancuran, kepada kebinasaan. Bukan nyanyian kemenangan bukan nyanyian kekalahan, tidak hidup tidak mati, tidak panas tidak dingin, tidak menang tidak kalah. Itu sama dengan jemaat Laodekia, aku kaya, aku telah memperkayakan diriku, aku tidak kekurangan apa-apa. Tetapi Tuhan bilang engkau malang, miskin, melarat, buta dan telanjang, engkau suam-suam, tidak panas, tidak dinngin, akan Aku muntahkan dari mulutKu. Mereka tidak masuk pembangunan Tubuh Kristus, keluar dari pembangunan Tubuh Kristus.
Ibadah pelayanan kita jangan diisi dengan cara-cara dunia yang hanya mengenakan daging tanpa penyucian di dalamnya! Mereka bermain-main dalam hal yang najis! Dunia masuk maka gereja dicemari. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita.
2. Daging
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Daging itu punya daya pikat yang kuat. Dan daya seret, menyeret kita keluar dari kehendak Allah, keluar dari Firman sehingga tidak bisa taat pada Firman. Memang tidak mungkin bagi daging ini untuk taat. Lihat saja peraturan yang dibuat, malah dilanggar. Rambu-rambu dilanggar, lampu merah dilanggar, peraturan di sekolah dilanggar. Peraturan manusia saja tidak bisa dia taati apalagi peraturan Firman Tuhan yang tidak terlihat secara jasmani, bagaimana mau dia taati.
Yakobus 1:14
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Ada 2 contoh dalam Alkitab kehidupan yang diseret dan dipikat oleh keinginan dagingnya:
a) Hawa
Dia manusia yang diciptakan segambar dengan Allah, sama mulia dengan Tuhan. Tetapi karena keinginan dagingnya yang tidak bisa dibendung, ditambah dia mendengar suara ular, dia memakan buah terlarang. Keinginan daging kalau sudah ditambah dengan ajaran asing, pasti keluar dari kehendak Tuhan, melawan Firman Tuhan. Wibawa Yesus sebagai Raja sudah dia olok-olok!
Kejadian 3:1
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Suara asing itu adalah Firman yang diputar balik. Kelihatan mirip tetapi sudah diputar balik. Kalimat pembukanya sama dengan Firman Tuhan.
Kejadian 2:16
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Di awal kelihatan mirip, ini sama pengajaran juga, ayat menerangkan ayat juga. Hanya di awal kelihatan mirip tetapi sesudah itu mulai ada tambah kurang. Dari kata boleh diganti kata jangan. Bebas diganti bukan lalu diberi tanda tanya. Ini ajaran asing! Hanya kira-kira, tidak pasti.
Keinginan daging + suara asing, ajaran asing membuat tidak taat kepada Tuhan!
Kejadian 3:2-6
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
Hawa sudah beberapa waktu lamanya bergaul dengan Allah. Bagi kita, sudah lama mendengar pengajaran yang benar, tetapi karena keinginan daging ditambah ajaran asing, kedengarannya sama saja hanya beda sedikit. Coba tarik garis lurus, lalu buat garis lain bengkok sedikit 0,05 derajat. Waktu diawal kelihatan sama, tetapi lama-lama kalau terus ditarik garis akan semakin jauh tidak pernah ketemu. Seperti itulah ajaran asing! Kelihatan sama di awal, tetapi semakin lama semakin jauh, makin tidak ketemu. Akhirnya tidak taat terhadap Firman Tuhan, bahkan melawan Firman, jatuh di dalam dosa.
b) Raja Herodes
Karena ada keinginan daging dan hawa nafsu daging, dia mengambil Herodias isteri saudaranya sendiri. Padahal mau ambil gadis bisa, karena dia seorang raja. Tetapi dia ambil isteri orang kerena keinginan dan hawa nafsu daging. Sudah ditegur oleh Yohanes tetapi dia tidak terima, dia paksakan nikah yang salah. Ini banyak terjadi di akhir zaman. Sudah tahu tidak boleh tetapi dipaksakan, karena hawa nafsu daging!
Markus 6:16-18
6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."
6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Sudah jelas salah, tidak boleh, tetapi ngotot paksa! Kalau dinasihati paling dia tantang ‘kamu kayak tidak punya dosa saja! Kamu berbuat itu, sama saja torang dua!’ itu tidak bisa dinasihati, tidak bisa ditegur. Sama seperti Yohanes menegur Herodes, malah dipenggal. Kadang lebih parah lagi yang saya dengar ‘kalau suka bekeng’. Kasihan kalau seperti itu, sudah sulit tertolong. Firman Allah mengingatkan, yang salah jangan diteruskan. Diperbaiki yang salah!
Ada yang datang kepada saya. Masih diterima saya digembalakan? Siapa yang mau menolak orang datang ibadah. Tetapi di sini tempat kita diperbaiki, yang salah diperbaiki. Datang dengar Firman supaya diperbaiki. Kalau mau diperbaiki puji Tuhan, dia bertemu dengan Yesus masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Kalau pertahankan yang salah seperti Herodes, urusannya dengan Tuhan.
Saya ingatkan kaum muda, apalagi mantan anak sekolah minggu saya, jangan paksakan yang salah! Orang tua ingatkan selagi masih dibawa asuhan, sebab buah nikah itu kepercayaan Tuhan. Dijaga, diingatkan itu salah, jangan diteruskan yang salah! Kalau sudah dinasihati, sudah ditegur, dia tetap melawan, bawa dalam doa biar Tuhan bekerja. Jangan takut nanti dia mau lari, dia mau begini, mau begitu. Harus tetap diingatkan. Jangan nanti seperti Herodes, akhirnya membunuh Yohanes Pembaptis. Artinya Firman tidak bertumbuh di dalamnya.
Saya pernah buka medsos lalu lihat kaum muda tidak betul ini, saya wa ingatkan. Dia jawab itu cuma teman om. Saya ingatkan lagi, puji Tuhan dia mau dengar dan sekarang sudah menikah dengan yang satu pengajaran. Banyak yang saya ingatkan, ada yang menerima, ada yang tidak mau menerima yah sudah urusannya dengan Tuhan. Saya sudah tidak berhutang darah, tinggal bawa dalam doa saja. Kalau dia orangnya Tuhan, ada caranya Tuhan. Orang tua sudah berupaya, jangan benci anak itu, kita doakan terus.
Jangan ikuti keinginan dan hawa nafsu daging, itu mengolok wibawa Yesus sebagai Raja! Mau melayani tetapi mengolok, kira-kira diterima pelayanannya atau tidak. Coba kita melayani majikan tetapi kita mengolok-olok majikan kita? Langsung dipecat kalau majikan di dunia! Begitu juga Raja segala raja, jangan dipermainkan, jangan diolok-olok!
Jangan ikuti keinginan daging dan hawa nafsu daging sebab hanya membawa kita jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Dan hanya mengundang penghukuman dari Tuhan. Sekarang mengolok-olok Dia, tetapi nanti Tuhan akan mengolok-olok orang itu saat hukuman jatuh ke atasnya. Ini nasihat hikmat, hikmat adalah pembukaan rahasia Firman. Jadi ini nasihat Firman, nasihat Tuhan.
Amsal 1:25-26
1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
Begitu hukuman jatuh atasnya, tidak ditolong lagi, sudah dibiarkan oleh Tuhan, 21 hukuman dari Allah Tritunggal jatuh atas orang itu! Kalau Firman datang sore ini supaya kita bisa memperbaiki hidup diri kita. Bukan mau mempermalukan, bukan bermaksud menghina atau menjatuhkan siapa-siapa, tetapi supaya kita bisa diperbaiki. Ini bukan hanya untuk jemaat, nomor 1 saya supaya kita diperbaiki. Jangan ikuti keinginan dan hawa nafsu daging!
3. Maut atau dosa.
Kalau melayani lalu mempertahankan dosa, tidak hidup benar, tidak hidup suci, itu mengolok-olok wibawa Yesus sebagai Raja! Contohnya dalam Alkitab, Raja menggelar pesta, undangan datang sehingga penuh pesta itu. Ada 1 yang tidak berpakaian pesta. Pakaian pesta itu adalah pakaian putih berkilau-kilau, perbuatan benar dari orang-orang suci. Undangan ini tidak berpakaian pesta, berarti tidak hidup benar, tidak hidup suci. Disapa oleh Raja yang menggelar pesta, hai saudara mengapa tidak berpakaian pesta, tetapi dia diam saja. Sekarang bagi kita, Firman datang menegur dan mengingatkan, kenapa tidak berpakaian pesta, kenapa tidak mau hidup benar suci, diam, tidak mau tanggapi Firman, tetap pertahankan dosa. Ikat kaki tangannya, lempar ke dalam kegelapan yang paling gelap!
Kalau ada yang mengolok-olok Yesus sebagai Raja, Dia tidak langsung hukum, masih diberikan kesempatan untuk diperbaiki. Teguran Firman datang, tetapi kalau tidak mau ditanggapi, kaki tangan diikat semuanya.
Matius 22:11-13
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
Kenapa sudah melayani Tuhan tetapi kayak susah hidupnya, keluh kesah, beban berat, bagaikan kaki dan tangan terikat. Katanya tiada lebih indah ku melayani Tuhan, tetapi hidupku tidak ada indah-indahnya. Jangan-jangan melayani tetapi tidak ada pakaian pesta. Hanya pakaian asing, pakaian tambal sulam (pakaian Bartimeus), pakaian kotor (imam besar Yosua), pakaian compang camping, pakaian bernoda dan lain-lain. Makanya hidupnya semakin sulit sampai nanti masuk ke dalam aniaya antikristus. Itulah kegelapan paling gelap, penuh ratap tangis dan kertak gigi. Zaman kerusuhan saja sudah ngeri, apalagi zaman antikristus. Zaman kerusuhan baru 1 wilayah. Kalau antikristus menguasai seluruh dunia, mau lari ke mana!
Jangan posisikan diri sebagai musuhnya Tuhan. Dosanya dibuang, segera ditanggalkan, pelayanannya jangan ditinggalkan. Ingat, jarak kita dengan maut hanya 1 langkah, 1 detak jantung!
I Samuel 20:3
20:3 Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut."
Jadi maut ini mengancam setiap langkah hidup kita, baik maut dosa juga mau ajaran palsu! Kita kerja, di situ ada maut dosa. Dalam ibadah, di situ juga ada maut dosa, ada maut ajaran palsu bisa masuk kalau tidak ekstra waspada.
Sekarang Tuhan berikan jalan keluar supaya kita menang, tidak mengolok wibawa Yesus sebagai Raja. Apa jalan keluarnya? Bertekun di bawah kaki Tuhan. Semua musuh ditaklukan di bawah kakinya Tuhan. Dunia, daging, dosa sudah ditaklukan di bawah kaki Yesus. Supaya kita tidak jadi pengolok, kita menang atas musuh-musuh itu, ayo bertekun di bawah kaki Yesus.
Praktek bertekun di bawah kaki Yesus:
1. Lukas 10:39
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
Jadi, praktek pertama kita bertekun mendengar Firman dan dengar-dengaran pada Firman. Kita mau menghadapi musuh dengan kekuatan apa? Hanya dengan kekuatan pedang Firman. Mau pakai kekuatan sendiri menghadapi dunia? Tidak bisa! Menghadapi dosa dan daging, bisa kalah telak! Tetapi kalau dengan pedang Firman, musuh kalah, setan dikalahkan dengan pedang Firman.
Ayo banyak bertekun di bawah kaki Tuhan, mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Kita menempatkan Yesus sebagai Kepala, Dia sebagai Panglima perang kita, tidak mungkin kita dikalahkan. Kita akan menang, Dia yang berperang ganti kita, kita hanya duduk di bawah kaki Tuhan. Tuhan yang membuat jalan, jalan kemenangan. Jangan kita pakai kekuatan kita sendiri. Saya mau hadapi dosa, mau hadapi daging, mau hadapi dunia dengan kekuatan sendiri, tidak bisa!
Bangsa Israel mau berperang melawan Kanaan tetapi tidak membawa Tabut Perjanjian. Dulu Tuhan berfirman dari atas tutup pendamaian. Lalu mereka ini mau berperang tanpa Firman, akibatnya lari kocar kacir, dikalahkan oleh musuh.
Karena mau bertekun dibawa kaki Yesus, ayat bersaksi bahwa Maria dikasihi oleh Tuhan.
Yohanes 11:5
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
Jadi tidak usah takut, kalau kita dikasihi oleh Tuhan, tidak mungkin Dia biarkan kita bergumul sendiri. Tuhan ada berperang ganti kita, menolong kita, Dia Panglima perang kita!
2. Yohanes 11:32
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Menyembah Tuhan, itu berada di bawah kaki Tuhan. Bertekun mendengar Firman, bertekun menyembah Tuhan. Pertanyaannya kapan kita harus tersungkur menyembah Tuhan? Jawabannya seperti Maria, saat menghadapi Lazarus yang mati dan busuk! Artinya:
a) Saat kita diperhadapkan kebusukan-kebusukan dosa di sekitar kita. Disitulah kita tersungkur menyembah. Bukan kita yang berbuat, tetapi di sekitar kita berbau busuk. Hari-hari terakhir ini hari-hari yang jahat. Kita tinggal di tengah-tengah dunia yang jahat, dikuasai setan si jahat. Jadi pergunakanlah waktu-waktu yang ada, waktu yang Tuhan masih berikan untuk menyembah Tuhan. Dalam kesibukan apa saja ambil waktu untuk kita bisa berdoa menyembah Tuhan karena sekeliling kita musuh. Pagi mau beraktivitas, begitu keluar dari rumah kita menghadapi kebusukan dosa di sekitar. Kalau tidak menyembah, kita yang dihancurkan oleh dosa.
Efesus 5:16
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Hari-hari ini adalah hari yang jahat, manusia tambah jahat. Anak TK saja sudah tahu soal pacaran. Seperti itu sekarang, hari-hari semakin jahat, makanya banyak menyembah. Kita tidak bisa menjaga terus anak-anak kita. Tidak mungkin sampai di sekolah kita duduk di sampingnya ikut belajar. Tetapi bisa kita kejar dengan doa. Apalagi kalau suami isteri bekerja di tempat berbeda, tinggal berjauhan, harus kejar dengan doa penyembahan. Jangan sampai di sana ada WIL ada PIL.
b) Saat kita diperhadapkan dengan masalah sampai masalah yang mustahil. Harus tersungkur menyembah, bukan meratap, saling mempersalahkan. Kalau dalam pelayanan ada masalah, langsung ambil waktu puasa!
c) Saat diperhadapkan bahaya kematian rohani yang disebabkan oleh ajaran-ajaran palsu. Salah satu contoh ajaran palsu adalah dongeng, membuat rohani tertidur. Waktu Lazarus mati, Yesus berkata dia sedang tertidur. Itu nubuatan, ajaran palsu membuat rohani tertidur.
Yohanes 11:11
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
Hati-hati ajaran palsu, dongeng nenek-nenek tua!
II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Dongeng itu tidak tertulis dalam Alkitab. Itu hasil pikiran orang itu sendiri, dia karang-karang sendiri. Itu sama dengan firman dia karang-karang pakai logikanya sendiri, itulah dongeng, membuat rohani tertidur. terlalu banyak ajaran palsu yang membingungkan sehingga itu banyak menyembah.
d) Saat diperhadapkan percikan darah, sengsara daging tanpa dosa. Maria mengasihi Tuhan dan dikasihi Tuhan, tetapi Tuhan izinkan Lazarus mati. Dia tidak salah tetapi menghadapi Lazarus yang mati, itu percikan darah.
Jadi dosa, ajaran palsu, masalah dan percikan darah bisa datang kapan saja. Anak kelihatan baik, berprestasi, membanggakan, tiba-tiba narkoba, tiba-tiba pergaulan bebas. Suami isteri melayani, tiba-tiba isteri selingkuh. Makanya kita harus tersungkur menyembah setiap saat. Karena kita tidak tahu kapan datang dosa, masalah, ajaran palsu dan percikan darah. Kita gunakan waktu banyak menyembah Tuhan.
Efesus 6:18
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Berdoa setiap saat. Doa penyembahan itu sikap berjaga-jaga. Begitu dosa datang kita kuat, tidak tergoda. Ajaran palsu datang, kita bisa tegas menghindari. Begitu percikan darah datang, kita bisa kuat teguh hati, tidak kecewa, tidak putus asa.
Makanya doa itu disebut nafas hidup orang Kristen. Orang bernafas setiap waktu, tidak ada yang sewaktu-waktu. Kadang penyembahan kita hanya sewaktu-waktu. Hanya sewaktu-waktu sungguh-sungguh, lebih banyak tidak sungguh-sungguh menyembah. Mari kita tingkatkan doa penyembahan kita.
3. Yohanes 12:3-7
12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Meminyaki kaki Yesus sebagai persiapan hari penguburan Yesus. Kita tidak lagi datang di kaki Yesus meminyaki atau dipraktekan secara hurufiah. Meminyaki itu pelayanan. Kaki Yesus itu bagian dari tubuh Yesus. Hari penguburan itu waktu terakhir kita melihat orang yang kita kasihi di dunia ini. Jadi meminyaki kaki Yesus sebagai hari persiapan penguburan Yesus artinya aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir di bumi ini.
Wahyu 7:1
7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
Angin itu gambaran hamba Tuhan pelayan Tuhan, suatu saat angin ditahan. Artinya suatu saat sudah tidak bisa melayani. Kalau sekarang kita masih diberikan kesempatan, ini tinggal saat-saat terakhir kita melayani dalam pembangunan Tubuh Kristus. Ayo aktifkan diri kita dalam pelayanan pembangunan Tuhan Kristus. Jangan tunggu sudah ditahan, sudah tidak bisa melayani, sudah terlambat. Yang ada tinggal pengrusakan bumi, laut dan pohon-pohon.
Juga waktu pembangunan Tabernakel dikumpulkan bahan-bahan dari orang Israel yang terdorong hatinya. Kemudian bahannya sudah berlebih, dilapor kepada Musa. Lalu Musa katakan cegah orang Israel supaya jangan membawa lagi korban persembahan untuk pembangunan Tabernakel. Satu saat sudah dicegah untuk melayani.
Keluaran 36:6
36:6 Lalu Musa memerintahkan, supaya dimaklumkan di mana-mana di perkemahan itu, demikian: "Tidak usah lagi ada orang laki-laki atau perempuan yang membuat sesuatu menjadi persembahan khusus bagi tempat kudus." Demikianlah rakyat itu dicegah membawa persembahan lagi.
Kalau Tubuh Kristus sudah terbangun lalu baru mau melayani, sudah terlambat! Gereja sudah masuk penyingkiran. Yang tidak mau melayani tertinggal. Baru gigit jari, kenapa dulu saya tidak mau melayani? Sudah terlambat! Lebih baik sekarang segera aktifkan diri dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Makanya saya takut kalau ada suatu kegerakan rohani lalu tidak ikut serta, jangan-jangan itu sudah yang terakhir. Ikut serta ini bukan hanya berarti kita ikut langsung ke sana. Bisa kita ikut serta dalam doa dan dalam hal-hal yang lain.
Tetapi untuk melayani ada syaratnya.
a) Maria memberikan minyak narwastu yang mahal. Artinya mengalami kelepasan dari dosa oleh darah Yesus yang mahal! Pelayanan itu beban kuk dari Tuhan. Kalau ada beban dosa dipikul, lalu mau memikul lagi kuk dari Tuhan, jadi berat! Makanya tidak sedikit orang yang berhenti di tengah jalan, tidak mampu melayani karena dia pikul beban dosa, jadi berat pelayanannya.
I Petrus 1:18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Kita harus lepas dari dosa oleh darah Yesus yang mahal! Hidup kita sudah dibeli dengan darah yang mahal, jangan lakukan hal yang murahan dan yang hina, itulah dosa! Layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Para imam yang tampil di depan dilihat oleh jemaat, jadilah teladan. Buang dosanya! Pelayanannya tetap dipertahankan. Lakukan pelayanan dengan dasar kebenaran dan kesucian.
b) Dia korbankan minyak seharga 300 dinar. Upah kerja 1 hari itu 1 dinar. Jadi ini upah kerja 300 hari, boleh dikata upah kerja 1 tahun, semua dia korbankan, lalu untuk dirinya bagaimana? Ini artinya rela berkoban apapun bagi Tuhan, sampai mengorbankan seluruh hidup.
c) Dia pakai rambutnya untuk menyeka kaki Yesus. Artinya menanggalkan segala kebanggaan, harga diri dalam melayani Tuhan. Bukan mau tinggi-tinggikan diri, saya ini hebat. Untuk melayani Tuhan harus mengosongkan diri seperti Yesus. Yesus tinggalkan Sorga mulia, mengambil rupa seorang hamba. Kita tanggalkan harga diri, tanggalkan kebanggaan-kebanggaan. Dalam melayani Tuhan bukan itu yang kita andalkan. Mungkin punya ijazah, punya kedudukan, bukan itu yang kita banggakan! Tuhan mau rambut ini pakai untuk lap kaki. Tanggalkan gengsi kita. Kami dulu diajar kalau yang kotor-kotor saja tidak bisa kamu bersihkan, bagaimana mau bersihkan hati jemaat yang penuh dengan kotoran.
Perwira Kapernaum berkata aku tidak layak, itu berarti dia bisa menanggalkan harga dirinya.
d) Rambut itu licin. Artinya melayani Tuhan jangan ada kemunafikan, harus jujur! Nomor 1 jujur soal pengajaran, jujur soal nikah, jujur soal keuangan, jujur dalam segala hal. Saya dihajar Tuhan karena melayani tidak tanggung jawab, masih ada yang disembunyikan. Saya datang sama bapak gembala, saya minta ampun karena melayani ada yang disembunyikan. Di depan jemaat kelihatan baik padahal ada sesuatu yang disembunyikan. Saya telpon juga guru saya di Malang, saya mengaku semua kesalahan dosa saya. Beliau jawab ‘Tuhan ampuni, kamu mau dipakai Tuhan’. Saya menangis waktu mendengar beliau katakan itu. Saya merindu untuk melayani Tuhan, jangan ada kemunafikan, layani dengan kejujuran.
e) Bau minyak semerbak di seluruh rumah. Artinya mengalami pekerjaan minyak urapan Roh Kudus yang membaharui dari manusia daging yang busuk karena dosa-dosa menjadi manusia rohani yang harum, yang menjadi kesaksian.
Titus 3:5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
Bawa bau harum di manapun kita berada. Anggota zangkoor jadi kesaksian, gembala jadi kesaksian hidup, tua-tua dan semua pelayan Tuhan jadi kesaksian. Orang cium berbau harum. Jangan bawa bau busuk, kita melayani jadi sandungan. Apa ini, cuma mengganggu hati! Tetapi setiap kita tampil melayani, orang diberkati oleh pelayanan kita. Ada pembaharuan dikerjakan oleh Roh Kudus.
Bau harum memenuhi seluruh rumah. Jadi mulailah dalam nikah rumah tangga dulu. Bawa bau harum dalam nikah rumah tangga kita masing-masing. Suami yang berubah, isteri yang berubah, anak yang berubah, orang tua yang berubah. Dalam rumah tangga mencium bau harum, jadi betah! Betah dalam rumah tangga, tidak akan ditinggal-tinggal, jadi home sweet home.
Kadang rumah tangga cuma seperti hotel saja, hanya jadi tempat menginap. Waktu malam saja di situ, setelah itu ditinggal ke luar. Tidak ada komunikasi antara suami isteri, orang tua anak. Ayo kita bangun keakraban dalam rumah tangga kita masing-masing. Saling cerita, bukan diam-diam, sibuk dengan handphone masing-masing. Suami ketawa-ketawa sendiri lihat handphone, isteri nangis-nangis lihat sinetron, anak sibuk dengan kesibukannya sendiri, tidak ada bau harum.
Hasil selalu berada di bawah kaki Yesus:
1) Yohanes 12:7
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Hasil pertama kita dibela oleh Tuhan. Yudas gambaran antikristus. Dibela oleh Tuhan = dipelihara, dilindungi sampai di zaman antikristus. Tuhan selalu membela pribadi yang berada di bawah kakiNya. Tidak mungkin diganggu gugat oleh siapapun!
2) Lukas 10:42
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Kita menerima bagian yang terbaik. Apa bagian yang terbaik? Menjadi Mempelai Wanita dari Yesus Mempelai Pria Sorga. Waktu Tuhan menciptakan langit dan bumi, setelah penciptaan Tuhan berkata semua baik. Khusus hari keenam waktu nikah diciptakan ‘sungguh amat baik’. Inilah yang terbaik, Tuhan berikan kepada kita, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Yesus sudah mau datang, kita mau dibawa duduk di takhta Sorga. Sekarang kita banyak duduk di bawah kaki Tuhan. Nanti diangkat duduk di takhta Tuhan bersama Yesus Mempelai Pria Sorga kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar