20261005

Kebaktian Umum, Minggu 6 September 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:8-9

16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.

16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

 

Ini hukuman ke-4 dari Allah Bapa yaitu api yang menghanguskan manusia yang menolak kasih Allah.

 

Ada 5 perkara yang dihukum oleh api yang menghanguskan.

1.      Dosa sampai puncaknya dosa, seperti Sodom dan Gomora di tunggang balikan oleh api dari Tuhan. (Kejadian 19:1-29)

 

2.      Imam-imam, hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang bekerja dengan api asing seperti Nadab dan Abihu. (Imamat 10:1-2)

 

3.      Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang kemasukan nafsu rakus (Bilangan 11:1)

 

4.      Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang biasa sampai sengaja meninggalkan ibadah pelayanan (Ibrani 10:25-27)

 

5.      Orang yang suka menindas dan menyiksa (II Tesalonika 1:6-7)

 

Kita pelajari yang ketiga, hamba Tuhan pelayan Tuhan yang kemasukan nafsu rakus.

Bilangan 11:1-6

11:1 Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.

11:2 Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa kepada TUHAN; maka padamlah api itu.

11:3 Sebab itu orang menamai tempat itu Tabera, karena telah menyala api TUHAN di antara mereka.

11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?

11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

11:6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."

 

Bangsa Israel disebut kerajaan Imam. Jadi mereka adalah imam-imam dan raja-raja.

Keluaran 19:6

19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

 

Di ayat 1 sampai 3 mereka bersungut-sungut tentang nasib buruk mereka, sehingga api Tuhan menyala di perkemahan mereka. Di ayat 4 sampai 6 mereka bersungut-sungut lagi. Yang mereka sungutkan adalah soal makanan. Mereka bosan terhadap manna, mereka ingin daging. Ini menunjuk hamba Tuhan pelayan Tuhan yang berada di tengah-tengah pembukaan rahasia Firman tetapi masih menuntut perkara daging.

 

Ini yang harus kita perhatikan dan waspadai, jangan sampai kita sudah ada di dalam kelimpahan pembukaan rahasia Firman tetapi kita masih menuntut perkara daging! Apalagi sebagai hamba Tuhan pelayan Tuhan. Perkara daging yang paling sering dituntut adalah pujian dan kehormatan. Sudah ada dalam pembukaan rahasia Firman, masih menuntut perkara daging.

 

Firman Tuhan adalah api Tuhan.

Yeremia 23:29

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Firman Tuhan adalah api penyucian, bukan yang membinasakan. Kalau ini ditolak, maka mereka terbakar oleh api hawa nafsu daging. Apa tandanya? Mereka katakan lebih baik kami mati di Mesir, di sana ada bawang prei, ada bawang merah dan sebagainya. Jadi tandanya lebih senang diperbudak oleh Mesir = lebih senang diperbudak oleh dosa, berbuat dosa dia rasa lebih nyaman dari pada disucikan oleh Firman Tuhan. Dan lebih senang perkara dunia dari pada aktif dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

 

Bangsa Israel keluar dari Mesir tujuannya jelas, ke Kanaan! Kanaan itu negeri kegerakan. Mereka sudah terbakar oleh api hawa nafsu daging, tidak mau masuk kegerakan, lebih senang perkara dunia. Bulan 10 ini dilihat mau ikut padungku atau ikut kegerakan rohani di Malang. Di situ diperiksa, kita mau tegas ikut kegerakan yang rohani atau ikuti daging? Memang enak ikuti daging, dapat RW, dapat nasi bambu dan lain-lain, tetapi kehilangan keselamatan. Jadi ketika diperhadapkan 2 pilihan, rohani atau daging, kalau pilih yang rohani, ada harapan berhasil tembus sampai ke Kanaan. Tetapi kalau pilih daging berarti sudah kemasukan nafsu rakus.

 

Orang yang kemasukan nafsu rakus disebut orang bajingan!

Bilangan 11:4

11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?

 

Jadi kalau terbakar oleh api hawa nafsu daging, di hadapan Tuhan disebut Kristen bajingan!

 

Bilangan 11:4 (Terjemahan Lama)

11:4 Maka bangsa kacauan, yang di antara mereka itu, beringin-inginlah lalu pulang, maka pada masa itu menangislah bani Israel, katanya: Siapa gerangan akan memberi kita makan daging?

 

Jadi kalau sudah kemasukan nafsu rakus, dia jadi pengacau. Dalam rumah tangga suami mau ibadah, isteri mau belanja, itu jadi pengacau dalam nikah. Jadi pengacau dalam penggembalaan sampai jadi pengacau dalam persekutuan, antara penggembalaan. Suasana bukan jadi nyaman tetapi jadi kacau semuanya.

 

Akibatnya:

1.      Seluruh hidupnya jadi kacau, masa depan kacau. Dulu saya anak yang menjadi pengacau dalam rumah tangga, hidup saya jadi kacau. Bukan hanya separuh tetapi seluruh hidupnya kacau! Saya lihat orang-orang seperti itu, mau di mana saja dia pergi, mau di mana saja dia pindah penggembalaan, jadi kacau hidupnya.

 

Sikap kita terhadap Firman pengajaran yang benar menentukan nasib kita tenang atau kacau. Tadi bangsa Israel muak terhadap manna, mereka bilang kami kurus kering. Bayangkan, gizi dari Sorga mereka bilangi kurus kering. Ini pengacau, mulai bosan terhadap Firman, tidak menghargai Firman. Jangan terjadi pada diri kita.

 

2.      Bilangan 11:33-34

11:33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.

11:34 Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

 

Akibatnya mereka dapat daging, masih di mulut, belum ditelan, sudah mati! Artinya mereka dapat perkara daging tetapi tidak dapat dinikmati, malah membawa pada kebinasaan. Ngeri! Jangan main-main dengan api Tuhan, api Firman. Kalau itu tidak dihargai, lalu api hawa nafsu membakar, maka kacau hidupnya, binasa! Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.

 

Pertanyaannya, mengapa dalam kelimpahan Firman masih bisa dibakar api hawa nafsu daging?

1.      Karena ada keinginan daging yaitu keinginan jahat dan keinginan najis! Keinginan jahat itu cinta uang, mengarah pada kikir dan serakah sampai menyimpang dari iman. Keinginan najis, mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Dalam kelimpahan Firman rasanya seperti dikekang, tidak bisa begini, tidak bisa begitu. Lihat yang lain, enak kaum muda di sana bisa begini, bisa begitu. Dia jadi ingin, coba saya juga bisa seperti itu, itu sudah dibakar hawa nafsu daging dan dia akan pilih itu, ikut gaya kaum muda dunia!

 

Kalau dalam gereja cerewet, tidak bisa begini, tidak bisa begitu, sedikit-sedikit dilarang. Bukan dilarang tetapi diarahkan kepada kebenaran. Jangan dibakar oleh api hawa nafsu daging, nanti dibakar oleh api dosa, terbakar oleh api penghukuman. Kaum muda mohon maaf kalau saya agak cerewet kepada kaum muda, karena waktu Tuhan panggil, ditaruh beban di hati untuk melayani kaum muda. Kalau sering ditegur dan diingatkan, jangan bilang ayah bunda cerewet, bukan! Maksudnya supaya jangan terbakar oleh hawa nafsu, oleh api dunia, api dosa, api penghukuman.

 

Nanti karena mereka keinginan ini tidak bisa terpenuhi, dia rasa dihalang-halangi oleh Firman, dihambat oleh gembala dan orang tua, oleh sesama yang teguh dalam Firman, yang pertahankan kesucian, maka timbulkan kebencian, pahit hati. Yang lebih dulu dibenci adalah gembala.

 

Kalau sudah ingin nanti menjadi hawa nafsu. Kalau sudah hawa nafsu sudah tidak bisa dibendung lagi!

 

2.      Kalau ditelusuri, bangsa kacauan ini adalah bangsa lain yang ikut keluar dari Mesir, ikut menyeberang laut Teberau, tetapi mereka tidak merayakan Paskah.

Keluaran 12:38

12:38 Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi.

 

Jadi jawaban kedua, karena sudah masuk baptisan air tetapi tidak bertobat! Menyeberang laut Teberau itu gambaran baptisan air.

I Korintus 10:1-2

10:1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

 

Baptisan air itu kuburan, menguburkan hidup lama. Coba secara jasmani kita ajak teman kita untuk dikubur hidup-hidup, pasti langsung berontak! Inilah yang menjadi pengacau dalam nikah, dalam penggembalaan, dalam persekutuan antara penggembalaan karena belum bertobat sudah dibaptis.

 

Periksa baptisan air kita. Dulu masuk baptisan air sudah bertobat atau belum? Matikan dulu dosanya baru masuk baptisan air. Saya salah satu contoh yang dibaptis hanya ikut-ikutan. Hanya ikut suara orang tua ‘kau sudah remaja, masuk dalam baptisan air’. Saya masuk baptisan air belum bertobat, akhirnya jadi pengacau.

 

Jadi bagaimana solusinya kalau masuk baptisan air tetapi belum bertobat? Kalau baptisannya sudah benar, tinggal membasuh kaki, artinya diperbaiki pertobatannya, tidak mandi lagi.

Yohanes 13:9-10

13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

 

Basuh kaki artinya perbaiki pertobatannya, pendirian atas korban Kristus.

 

Kalau pertobatannya tidak benar, baptisannya tidak benar maka dia masuk dalam kuburan yang lain yaitu kuburan kibrot taawa. Artinya dengan hawa nafsu dagingnya membawa pada kebinasaan. Tinggal pilih masuk kuburan baptisan air yang benar atau kuburan kibrot taawa. Pilihlah baptisan air yang benar, jangan masuk kuburan kibrot taawa.

 

Periksa pertobatannya, kalau belum bertobat minta ampun. Kalau pelaksanaannya belum benar, segera diperbaiki. Jangan tunggu api pengukuman sudah turun!

 

3.      Penyebab ketika mengapa dibakar hawa nafsu daging padahal sudah dalam kelimpahan Firman adalah karena ingat Mesir.

Bilangan 11:5

11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

 

Di Mesir makan bawang prei, makan semangka, makan mentimun, dll. Ini karena pikiran tidak disucikan. Sekian tahun mendengar Firman pengajaran dengan melimpah, tetapi tidak mau pikirannya ditaklukan kepada Kristus.

II Korintus 10:5

10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

 

Pikirannya masih pikiran duniawi, pikiran daging. Yang dia pikir hanya bagaimana mendapat sesuatu di dunia ini, tidak mau pikir keselamatan. Bukan berarti kita tidak usah berpikir untuk masa depan, tidak pikir untuk sekolah, orang tua tidak memikirkan pendidikan anak-anaknya. Silahkan! Tetapi jangan lupakan keselamatan. Saya dapat pekerjaan ini, tetapi keselamatan saya bagaimana. Saya bisa sekolah di kota ini, dikampus ini, keselamatan saya bagaimana? Itu yang utama! Orang tua juga yang mau sekolahkan anaknya di kota A di kampus B, pikirkan dulu keselamatannya. Jangan hanya bilang nanti dia online. Lihat, selama dengan orang tua bagaimana kesungguhannya ikut ibadah. Sedangkan sama-sama dengan orang tua tidak sungguh-sungguh lalu mau dibiarkan dia ibadah online, akan hilang dia!

 

Kalau pikiran tidak ditaklukan kepada Kristus, nanti dahinya jadi dahi perempuan sundal, pikirannya pikiran yang najis!

Yeremia 3:3

3:3 Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.

 

Perempuan seperti ini yang dia pikirkan hanya yang najis dan upahnya berapa dia dapatkan. Saya tegur 1 anak muda remaja ‘kenapa kau tidak ikut ibadah?’. Dia tidak bisa menjawab. Pikirannya itu bahaya! Saya tegur, dia tidak terima. Tidak lama kemudian karena pikiran hanya ke arah itu dia jatuh! Saya sebagai hamba Tuhan, Tuhan suruh tegur, ingatkan, saya tegur, dia tidak mau, akhirnya malah jatuh! 

 

Jadi kalau disimpulkan, mengapa dibakar hawa nafsu daging? Karena hati dan pikiran tidak disucikan. Hatinya berisi keinginan jahat dan najis, pikirannya hanya berpikir yang duniawi, pikiran hanya tertuju pada perkara jasmani, tanpa meterai Allah. Tidak ada meterai Allah di hati dan pikirannya. Karena dibiarkan tidak tertolong, kosong hatinya, tidak ada meterai Allah, maka akan ada 1 oknum yang memeterai orang itu yaitu antikristus. Meterai antikristus melekat kepadanya. Biar dia beribadah tetapi karena ada meterai antikristus dia sukar untuk berubah sampai tidak bisa berubah!

Wahyu 13:16-18

13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,

13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

 

Bilangannya 666. Kalau angka 6 dijumlahkan 6+6+6=18

II Timotius 3:1-5

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

3:2 Manusia akan 1mencintai dirinya sendiri dan menjadi 2hamba uang. Mereka akan 3membual dan 4menyombongkan diri, mereka akan menjadi 5pemfitnah, mereka akan 6berontak terhadap orang tua dan 7tidak tahu berterima kasih, 8tidak mempedulikan agama,

3:3 9tidak tahu mengasihi, 10tidak mau berdamai, 11suka menjelekkan orang, 12tidak dapat mengekang diri, 13garang, 14tidak suka yang baik,

3:4 15suka mengkhianat, 16tidak berpikir panjang,  17berlagak tahu, 18lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

 

Sudah beribadah tetapi kekuatan ibadah tidak pernah dia rasakan, sukar berubah!

 

Pada siang ini kita mau membawa hati pikiran kita, seluruh hidup kita untuk dimeterai oleh Tuhan, jangan dimeterai antikristus. Taklukan kepada Kristus, ini hatiku, ini pikiranku, sucikan hatiku. Hatiku selama ini ingin yang najis, ingin yang jahat. Pikiran saya hanya berpikiran yang duniawi, bukan yang rohani.

 

Hati-hati kalau anak-anak tidak diperhatikan lihat handphone, bisa-bisa yang lain yang mereka dengar. Termasuk anak sekolah minggu yang lain, orang tua awasi kalau anak-anak pegang handphone. Jangan dia sudah scrol video pendek yang tidak betul. Akhirnya masuk di hati dan pikirannya. Begitu dia lakukan yang tidak betul baru orang tuanya marah-marah. Anak-anak itu daya tangkapnya kuat, yang dia pikirkan apa yang mereka tonton, apa yang mereka dengar. Kadang orang tua supaya tidak repot dikasih hape sama anak. Selain dari pengaruh tontonan, pengaruh radiasi juga kasihan otaknya, matanya jadi sakit. Jadi banyak negatifnya dari pada positifnya.

 

Hati-hati dengan hati dan pikiran, karena setan mau menguasai hati dan pikiran kita. Dia ganggu mulai dari kecil. Ada orang yang dirasuk roh bisu tuli, Yesus tanya sejak kapan dia mengalami itu? Dijawab sejak masa kecilnya! Makanya Tuhan ingatkan orang-orang tua, jangan nanti kita yang menangis lihat anak kena penyakit ayan secara rohani, kena roh bisu tuli.

Markus 9:17-18

9:17 Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.

9:18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."

 

Anak-anak kalau sudah dibiasakan main hanphone, coba ambil handphone dari dia, langsung dia banting-banting diri di tanah, kejang kaku, tinggal mulut tidak berbusa! Tidak bisa dinasihati lalu malah kita pukul hajar habis-habisan padahal kita yang salah, malah anak yang disalahkan.

 

Markus 9:20-21

9:20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.

9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.

 

Tentu dia alami itu sejak masa kecil ada faktor penyebabnya. Tidak mungkin dia tiba-tiba langsung begitu! Siapa penyebabnya? Orang terdekat yaitu orang tua yang salah mendidik! Orang tua yang salah, membiarkan dia, akhirnya dia kejang-kejang, dia banting-banting diri. Akhirnya dia diseret ke api, dibakar oleh api hawa nafsu daging!

Markus 9:22

9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."

 

Kalau sudah seperti ini keadaan anak kita, bagaimana cara menolong? Siapa yang pukul diri?

Markus 9:23-24

9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

9:24 Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

 

Orang tua lebih dulu pukul diri! Jangan anaknya yang dipukul, diinjak-injak sampai segala macam dibikin. Anak dihajar sampai terisak-isak padahal orang tua yang salah.

 

Markus 9:29

9:29 Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."

 

Matius 17:21

17:21 [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"

 

Kalau anak sudah seperti ini, solusinya tinggal doa puasa, jangan sampai dia akhirnya binasa! Anak itu titipan Tuhan kepada kita. Puasa supaya anak ditolong!

 

Anak kami cuma hari sabtu diberi main handphone, itupun dipantau. Tetapi lihat situasi juga, kalau mereka tidak dengar-dengaran tidak ada handphone. Harus dijaga, kasihan kalau sudah dibanting sana sini, mulutnya berbusa, kata-katanya sudah tidak baik karena mendengar dari yang dia tonton, kaku kejang karena sudah tidak bisa diingatkan, orang tua yang menderita. Tinggal berteriak ‘tolonglah aku Tuhan’ dan puasa biar anak itu tertolong.

 

Supaya hati pikiran kita tidak dimeterai oleh antikristus, serahkan diri kita dimeteraikan oleh Tuhan.

1.      Keluaran 13:13,16

13:13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

13:16 Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

 

Meterai darah penebusan = meterai kasih Tuhan, ditaruh di dahi. Biarlah pikiran kita hanya berpikir bagaimana supaya saya selamat. Bukan berpikir dosa! Hati ingin diselamatkan maka perkataannya perkataan yang benar, perbuatannya perbuatan yang benar dan suci. Saat kita mau melakukan sesuatu, pikir, kalau saya buat ini benar atau dosa. Dipikir dulu, jangan langsung dibuat, harus ada rem. Kalau meterai kasih Tuhan ada di pikiran kita pasti ada rem, kita mau berkata-kata pikir dulu. Jangan sampai saya berkata-kata seperti ini membuat orang lain lemah rohaninya. Kalau mau berbuat pikir dulu, yang saya buat ini benar atau tidak. Yang dipikirkan soal keselamatan sehingga kita bisa hidup benar, hidup suci. Kalau sudah benar pasti tergembala.

Amsal 12:26

12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

 

Jadi bukti darah Yesus sudah dimeterai, yang dipikirkan adalah penggembalaan. Pikiran kita pada palungan. Keledai setelah ditebus, ingat pada palungan.

Yesaya 1:3

1:3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."

 

2.      Ulangan 6:6-8

6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 

6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

 

Firman penggembalaan itu yang dicap di dahi, selalu pikirkan Firman. Ditaruh di hati dan dimeterai di tangan berarti praktekan Firman. Supaya tidak dimeterai oleh yang lain, hati kita serahkan kepada Tuhan. Tuhan ini hati dan pikiranku, meterai dengan FirmanMu. Jadi kita bertindak, berkata, berbuat, semua sesuai Firman.

 

Ada Firman yang mengontrol hidup kita. Firman itu jadi kepala, pengontrol hidup kita. Kita berpikir, berkata-kata, bertindak, semua sesuai Firman.

Filipi 4:8

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

 

8 hal yang rohani. Angka 8 adalah angka pembaharuan. Kalau sudah memikirkan 8 perkara yang rohani maka terjadi pembaharuan. Hidup itu dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani.

 

Filipi 3:12-14

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

 

Ini pikiran sudah ada meterai Firman, lupakan hidup lama, lupakan dosa-dosa, selesaikan! Pikiran kita sudah disucikan, jadi kita tidak ingat lagi hidup lama yang berdosa itu, kebanggaan-kebanggaan lupakan semua. Yang kita pikirkan hanya mau berlari mencapai kesempurnaan. Kita rindu meraih kesempurnaan, saya rindu menjadi Mempelai wanita Tuhan.

 

Seringkali perkara di belakang ini membuat kita tidak layak untuk kerajaan Sorga.

Lukas 9:62

9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

 

Masa lalu jangan diingat-ingat lagi, jangan dibuat lagi, lupakan semuanya. Biar kita menuju ke Yerusalem Baru. Jangan menoleh ke belakang, ingat isteri Lot menjadi tiang garam. Apalagi kalau sudah menikah lalu ingat mantan, bahaya! Lupakan masa lampau, berjuang menuju kesempurnaan.

 

3.      Keluaran 28:36,38

28:36 Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.

28:38 Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

 

Patam ini meterai nama Tuhan yang kudus. Berarti kehidupan ini sudah mengalami penyucian secara tuntas. Mempelai wanita, dahinya dimeterai oleh Tuhan. 144.000 orang inti dari Mempelai Wanita Tuhan, ditaruh meterai di dahinya. Mereka dari bangsa Israel asli, 12.000 tiap suku. Di ayat selanjutnya ada banyak bangsa, itu kelengkapan Mempelai Wanita Tuhan dari bangsa kafir, juga dimeterai nama Tuhan di dahi.

Wahyu 7:1-3

7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

 

Kita dimeterai nama Tuhan, berarti kita mengalami penyucian seluruh hidup. Apa bukti kita sudah dimeterai nama Tuhan? Selalu ingat Tuhan, selalu rindu Tuhan, sakit asmara kepada Tuhan.

Kidung Agung 2:4-5

2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.

2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

 

Selalu rindu kepada Tuhan Yesus Mempelai Pria Sorga. Betul-betul kita sakit asmara. Maka Tuhan juga selalu rindu dan ingat kita. Begitu menggebu-gebu hatiNya untuk segera menjemput kita, Mempelai wanitaNya yang sempurna.

 

Posisi kita yang sudah dimeterai nama Tuhan.

Kidung Agung 8:6

8:6  — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

 

Posisi kita dalam pelukan dan gendongan tangan kasih Tuhan. Kita tidak dimeterai oleh setan, tidak dimeterai oleh antikristus. Hati dan pikiran kita serahkan kepada Tuhan. Maka Tuhan memeluk dan menggendong kita, seperti bayi dalam gendongan tangan kasih ibunya. Betapa bahagia kalau kita digendong Tuhan, apa yang tidak bisa kita lakukan, Tuhan lakukan untuk kita. Bahkan semua beban kita, Tuhan yang tanggung!

 

Apa pergumulan beban berat yang bapak ibu hadapi selama ini, sampai siang ini belum selesai, dahi dan hati kita serahkan kepada Tuhan, biar Tuhan meterai dan kita di gendong.

Yesaya 49:14-15

49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

 

Kita ada di ruang mataNya, kita dilukis di telapak tanganNya, kita selalu diingat oleh Tuhan. Apa yang menjadi kebutuhan kita, Tuhan selalu peduli.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar