20260829

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 29 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 16:23-28

16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.

16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,

16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

 

Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk meminta atau berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Gereja Tuhan akan diperhadapkan dengan sengsara yang semakin meningkat seperti seorang ibu hamil yang sengsara, sampai puncak sengsaranya saat hendak melahirkan. Tetapi dalam puncak sengsara yang kita alami, Tuhan memberikan pengharapan kepada kita yaitu Dia hanya sejauh doa. Apapun sengsara yang kita hadapi, kita punya pengharapan bahwa Yesus hanya sejauh doa. Makanya setelah berbicara tentang sengsara, Yesus berbicara tentang berdoa, minta apa saja di dalam nama Yesus. Kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

 

Jadi Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Sengsara kita memang akan semakin hebat. Tetapi saat sengsara itu sudah mencapai puncak, tinggal sesaat lagi kita akan ditolong. Diberikan kesempatan dalam pengalaman sengsara, pengalaman pahit bagi daging, berdoa minta kepada Tuhan. Tuhan hanya sejauh doa.

 

Ada syaratnya doa diterima oleh Tuhan.

Lukas 11:9

11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

 

Ada 3 syarat di sini:

1.      Meminta sampai menerima. Artinya doa dikaitkan dengan Firman. Firman harus tinggal di dalam kita, menjadi keyakinan iman kita, sehingga saat kita meminta Tuhan mendengar, Tuhan menjawab.

Yohanes 15:7

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

 

Ini syarat pertama, Firman harus tinggal di dalam kita, menjadi keyakinan iman kita dan kita praktekan. Baru kita bisa memohon kepada Tuhan, Tuhan mendengar dan menjawab doa kita. Penentu doa kita dijawab oleh Tuhan itu dari sikap kita saat mendengar Firman. Setiap pemberitaan Firman itu merupakan panggilan Tuhan kepada kita. Kalau kita mendengar dan menjawab Tuhan lewat mempraktekan Firman, maka saat kita memanggil Tuhanpun menjawab kita.

 

Firman menunjuk keadaan dan dosa kita, itu berarti Tuhan panggil kita untuk mengaku dan membereskan dosa. Firman menggerakan kita untuk melayani, itu berarti Tuhan memanggil kita untuk menjadi pelayan Tuhan. Jadi Firman datang itu Tuhan memanggil kita. Kalau kita bisa menjawab panggilan Tuhan, kita bereskan dosa, kita mau melayani Tuhan maka waktu kita berseru Tuhan menjawab juga.

 

Ini yang negatif, sehingga saat mereka memanggil, Tuhan tidak menjawab!

Amsal 1:23-28

1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,

1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,

1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.

1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

 

Tuhan tolong jangan terjadi di dalam kehidupan kita. Mungkin berkata kalau membaca ayat di atas, aku di sini bukan aku huruf besar, berarti bukan Tuhan? Perikopnya nasihat hikmat, hikmat itu adalah pembukaan rahasia Firman. Jadi ini seruan Firman, Firman itu pribadi Tuhan sendiri. Kalau Tuhan sudah memanggil kita lewat Firman yang dibuka rahasianya lalu kita tidak mau mendengar dan tidak mau menjawab panggilan Tuhan, makanya saat memanggil Tuhan, Tuhan tidak mau mendengar.

 

Zakharia 7:11-13

7:11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar.

7:12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.

7:13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.

 

Jadi sekali lagi, sikap mendengar Firman menentukan doa kita dijawab Tuhan atau tidak. Kalau doa tidak dikaitkan dengan Firman, artinya berdoa tetapi tidak mau dengar Firman, tidak mau praktek Firman, bisa doa itu dijawab oleh setan! Dia kira Tuhan yang jawab padahal setan yang jawab. Buktinya apa setan yang jawab? Tambah hancur rohaninya. Misalnya dia berdoa minta kekayaan, memang diberkati tetapi tambah hancur rohaninya. Itu doa dijawab oleh setan, bukan oleh Tuhan. Kalau doa dijawab Tuhan, rohani kita semakin meningkat.

 

Yang harus kita perhatikan syarat pertama supaya doa dijawab yaitu doa dikaitkan dengan Firman, Firman tinggal di dalam kita, maka saat kita meminta Tuhan menjawab.

 

2.      Mencari dan mendapatkan. Ini doa dikaitkan dengan Roh Kudus. Artinya saat kita berdoa menyembah Tuhan, cari dulu kekurangan kelemahan kita, sampai kita dapatkan. Atau sama dengan koreksi diri. Sesudah itu kita akui kepada Tuhan, diampuni, maka Roh Kudus membantu segala kelemahan-kelemahan kita.

Roma 8:26

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

Kenapa doa tidak dijawab-jawab? Koreksi diri dalam doa, apa kelemahanku? Roh Kudus menuntun ini kekuranganmu, ini kelemahanmu. Apalagi dalam nikah rumah tangga, periksa kekurangan saya sebagai suami apa, saya isteri kekurangan saya apa. Mungkin isteri yang suka melawan, tidak tunduk, makanya doanya tidak dijawab! Atau suaminya kasar pada isteri, doanya tidak dijawab-jawab. Cari dulu kekurangan kelemahan kita, setelah kita dapatkan akui kepada Tuhan. Maka Roh Kudus yang menyampaikan keluhan-keluhan kita kepada Tuhan, Tuhan dengar dan Tuhan menjawab.

 

Ini salah satu kelemahan kita:

Yakobus 1:6-7

1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

 

Orang bimbang tidak dijawab doanya, tidak menerima sesuatu dari Tuhan. Ini salah satu kelemahan yaitu bimbang. Berdoa tetapi kurang yakin mau dijawab doanya atau tidak. Beda kalau kita menyerah kepada Tuhan, terserah Engkau Tuhan, biar kehendakMu yang jadi. Itu bukan bimbang, itu penyerahan.

 

Kadang kita berdoa tetapi masih bimbang, dijawab oleh Tuhan atau tidak yah? Apalagi berdoa lalu bimbang terhadap pengajaran! Ini sudah sekian lama dalam pengajaran lalu masih bimbang, apa benar ini pengajaran yang harus saya anut atau ada yang lebih hebat dari ini.

 

Ini kelemahan-kelemahan kita. Kalau kita akui, Roh Kudus membantu mengatasi kelemahan-kelemahan kita tersebut, kita bisa berdoa dengan iman!

Filipi 4:6-7

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 

Ini jawaban doa dari Tuhan, kita damai sejahtera dalam hati dan pikiran. Mungkin belum ditolong, masalahnya masih ada, tetapi hati dan pikiran kita sudah damai sejahtera. Itu jawaban doa dari Tuhan. Seperti Elia berdoa ada awan sebesar telapak tangan. Dalam pengkhotbah ada segenggam ketenangan. Kita sudah damai, tenang, masalah belum selesai tetapi kita yakin pada waktunya Tuhan pasti menolong. Serahkan pada Tuhan, tenang saja, jangan ambil jalan keluar sendiri.

Penngkhotbah 4:6

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

 

Segenggam itu ukuran jantung. Sudah tenang, tidak berdebar-debar lagi jantungnya, damai sejahtera.

 

Dulu kekuatiran saya yang paling besar waktu papa sakit, kalau papa meninggal bagaimana. Apalagi waktu malam sudah anfal, saya ditelpon supaya segera datang. Saya datang memang sudah dalam keadaan sudah mau habis malam itu. Pikiran saya bagaimana kelanjutan pelayanan. Tetapi begitu serahkan semua kepada Tuhan, hilangkan kebimbangan, jadi tenang damai sejahtera. Tuhan kasih kekuatan, ada damai sejahtera di hati dan pikiran.

 

Damai sejahtera di hati dan pikiran itu sudah perlindungan dari Tuhan, lebih dari apapun di bumi. Sebab penyebab utama kematian manusia di akhir zaman adalah ketakutan. Baru dengar berita perang sudah takut. Kalau sudah tenang dan damai, itu sudah suatu perlindungan Tuhan.

Lukas 21:25-26

21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

 

3.      Ketok sampai pintu dibukakan. Ini doa dikaitkan dengan belas kasihan Tuhan atau kemurahan Tuhan. Artinya kita berdoa menyembah sampai hancur hati, hati bergetar, maka hati Tuhan juga bergetar untuk menolong kita. Ayo kita menyembah dengan hancur hati. Kalau belum ditolong, terus berdoa.

Mazmur 34:19

34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

 

Patah hati di sini orang yang menyembah dengan hancur hati.

 

Yesaya 57:15

57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

 

Sampai terkadang sudah tidak bisa diserukan dengan kata-kata, tinggal bahasa air mata. Betul-betul menyembah dengan hancur hati.

 

Kalau hati remuk, hancur hati, Tuhan pasti jawab, Tuhan tergerak oleh belas kasihan. Ingat Maria,  waktu tersungkur di kaki Yesus, dia menangis. Yesus tergetar hatiNya oleh belas kasihan, Diapun menangis. Yesus turut merasakan kelemahan kita, Dia turut merasakan pergumulan kita dan Dia berikan kelegaan, Tuhan menolong tepat pada waktunya. Hancur hati ini sampai kita merasa tidak layak. Kita minta tolong tetapi kita merasa tidak layak untuk ditolong. Bukan memaksa-maksa, pokoknya harus ditolong Tuhan, kalau tidak dijawab mulai minggu depan saya tidak ibadah!

 

Kita lihat 2 contoh:

a)      Pemungut cukai. Dia berdoa dengan hancur hati, merasa tidak layak dan dia dibenarkan. Dia berdoa untuk dibenarkan, bukan minta berkat dan lain-lain. Dia berdoa supaya bisa hidup benar dan suci. Waktu itu stigma pemungut cukai itu sudah tidak baik, disamakan oleh orang Yahudi dan orang Farisi dengan pelacur dan orang-orang berdosa. Pemungut cukai ini hebat cari nafkah, tetapi artinya, kelemahannya banyak, bahkan disamakan dengan pelacur!

 

Lukas 18:13

18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

 

Laki-laki, doa kita yang utama supaya bisa hidup benar dan suci, untuk bisa menjadi teladan bagi isteri dan anak. Saya ini suami tetapi belum bisa jadi teladan, saya kepala rumah tangga tetapi masih jahat, masih najis. Berdoa dengan hancur hati supaya Tuhan tolong, kita bisa hidup benar dan suci.

 

Lukas 18:14

18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

 

Yang tadinya kita berdoa, kita merasa tidak layak, ini sampai ditinggikan Tuhan. Ditinggikan di sini artinya dibenarkan, disucikan sampai kita layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan masuk kerajaan Sorga.

 

Bukan salah berdoa untuk hasil kebun melimpah, untuk diberikan kekuatan supaya bisa mencari nafkah untuk isteri dan anak-anak, kaum muda berdoa supaya dapat pekerjaan yang mapan, tidak dipandang enteng calon mertua. Silahkan berdoa seperti itu. Tetapi yang utama berdoa supaya menjadi kehidupan yang benar dan suci. Kalau sudah benar dan suci, berkat itu urusannya Tuhan, Tuhan sanggup sediakan bagi kita sekalian.

 

Kita mengetuk, belum dibuka pintu. Mengetuk lagi, terus mengetuk sampai pintu dibuka. Mengetuk pintu = mengulurkan tangan iman disertai ketekunan dan kesabaran. Tuhan saya suami yang gagal, tadi saya habis bentak isteri saya. Saya kaum muda gagal lagi, masih melawan orang tua, bagaimana saya bisa pimpin isteri saya kalau menikah. Kita ketuk pintu, terus berdoa dengan ketekunan dan kesabaran.

 

Kita naikan doa bagaikan mengangkat tangan kepada Tuhan maka Tuhan mengulurkan tangan belas kasihanNya kepada kita, sehingga terjadi mujizat. Pintu-pintu di dunia Tuhan buka semuanya, sampai pintu Sorga dibuka. Kelemahan kekurangan kita yang membuat kita tidak layak dihapus oleh Tuhan, kita dibaharui sehingga layak masuk kerajaan Sorga.

 

b)      Doa perempuan Kanaan

Matius 15:22-28

15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."

15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

Perempuan Kanaan sabar, tekun sampai dia tersungkur berdoa. Tadinya dia berkata ‘tolong anakku kerasukan’ belum dijawab oleh Tuhan, malah diancam mau diusir. Dia rubah ‘Tuhan, tolonglah aku’. Kaum wanita, ibu-ibu, kelemahannya tentang lidah. Lidah seperti lidah anjing! Suami digonggong, anak-anak di gonggong, bangun pagi sudah menggonggong. Sampai mimpi menggonggong!

 

Begitu ditunjukan ini kekuranganmu, tidak patut ambil roti dilempar kepada anjing. Langsung dia mengaku saat itu, iya Tuhan aku anjing tetapi mau menjilat remah-remah roti. Lidahnya disucikan untuk menjilat remah-remah roti, artinya untuk berkata-kata seperti Firman, maka mujizat terjadi. Anak sembuh, masalah nikah buah nikah selesai!

 

Kelebihan perempuan ini, anaknya kerasukan setan, tidak ada suaminya di situ, isterinya yang datang bergumul. Kebanyakan terjadi, dalam pergumulan nikah, isteri yang kuat bergumul, suaminya santai saja! Kalau mama tidak berdoa untuk saya, saya sudah hancur. Saya dikirimi surat, saya menangis membaca curahan hati seorang ibu. Membaca itu langsung nangis saya dikamar, minta ampun sama Tuhan. Dengan surat itu semakin menggerakan saya untuk menjadi hamba Tuhan. Saya kira selama ini aman-aman, padahal sudah hancur hati, bergumul untuk saya.

 

Malam ini Tuhan hanya sejauh doa. Yang laki-laki berdoa, periksa kelemahan kekurangan kita, merasa tidak layak. Ibu bergumul supaya lidahnya diubahkan. Maka Yesus menjawab doa kita, Dia hanya sejauh doa.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar