Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:12-13
2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
Kisah Para Rasul 2:1-13 ini mengenai panca indera yang dikuasai Roh Kudus. Dimulai dengan telinga, di ayat 2 mereka mendengar suara dari langit. Telinga kita hanya untuk mendengar suara dari sorga. Indera yang kedua adalah mata, melihat mata seperti lidah-lidah api. Mengalami api penyucian dari Tuhan sehingga bisa setia berkobar beribadah melayani. Indera ketiga adalah mulut, dikuasai oleh Roh Kudus sehingga menghasilkan perkataan yang benar, yang suci yang menjadi berkat bagi sesama, perkataan yang membangun rohani. Ayat 5 sampai 11 kena pada indera hidung. Hidung bisa mencium bau dupa artinya bisa menyembah Tuhan sampai bisa menyembah dengan berbahasa roh. Ada 16 bahasa yang diucapkan oleh 120 murid ketika mereka menyembah dengan bahasa Roh Kudus. Ini kaitannya dengan pembangunan Tabernakel. Dulu Tabernakel dibangun dengan 16 bahan. Tabernakel secara rohani juga dibangun dengan 16 bahan. 120 murid ini adalah cikal bakal terbangunnya gereja mula-mula.
Sekarang kita bahas indera kelima yaitu kulit atau perasaan. Mereka disindir kalau mereka mabuk, tetapi tidak tersinggung, tidak tersulut emosinya. Ini perasaan yang dikuasai oleh Roh Kudus, tidak gampang tersinggung atau tersulut emosinya. Kita tinggal di tengah-tengah dunia yang sudah rusak ini. Dalam surat Petrus dikatakan Lot tinggal di tengah-tengah orang yang sudah rusak yaitu orang Sodom dan Gomora sehingga batinnya tersiksa. Banyak kali iblis memperalat sesama manusia untuk memancing emosi kita, untuk mengganggu perasaan kita. Kalau sudah dikuasai Roh Kudus tidak gampang tersinggung atau tersulut emosinya.
Orang banyak menuduh murid-murid sedang mabuk dengan anggur manis. Ini berarti perasaan mereka perasaan daging yaitu tidak tahu membedakan mana yang rohani, mana yang jasmani atau duniawi. Untuk kita sekarang, jika pada kita ada urapan Roh Kudus, maka kita akan memiliki perasaan yang peka yaitu tahu membedakan mana yang rohani, mana yang jasmani atau duniawi. Tahu membedakan mana ajaran benar, mana ajaran palsu. Sampai nanti tahu membedakan mana yang benar, mana dosa.
I Yohanes 2:27
2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Diajar orang lain ini menunjuk ajaran palsu. Kalau ada urapan tahu membedakan mana pengajaran yang benar, mana pengajaran palsu. Kalau sudah bisa membedakan mana benar, mana salah, itu rohani sudah dewasa. Jadi indera peraba atau perasaan ini penentu rohani kita sudah dewasa atau belum. Kalau perasaan sudah dikuasai Roh Kudus berarti rohaninya sudah dewasa.
Ibrani 5:14
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Orang dewasa itu tandanya memiliki panca indera yang terlatih. Kita berjuang dan bergumul supaya rohani kita bertumbuh sampai dewasa penuh untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Jadi tanpa urapan Roh Kudus, rohani kita tetap kanak-kanak sehingga mudah diombang ambing, mudah dibimbangkan oleh rupa-rupa angin pengajaran palsu.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
Contoh dalam Alkitab, orang yang masih kanak-kanak rohani, tidak tahu membedakan yang rohani dan yang jasmani, yang benar dengan yang salah, tidak tahu membedakan tangan kanan atau tangan kiri yaitu orang Niniwe.
Yunus 4:11
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
Ini rohani kanak-kanak. Dia beribadah tetapi ibadahnya adalah ibadah yang palsu. Kelihatan mengabdi tetapi bukan kepada Tuhan. Tuhan katakan di akhir zaman akan menggoncangkan langit. Ini menunjuk kegoncangan yang rohani, kegoncangan dalam ibadah sebab orang sudah tidak tahu membedakan mana ajaran yang benar dan yang salah. Kelihatan beribadah tetapi tidak tahu mana yang benar, mana yang palsu.
Tanda ibadah yang palsu:
II Tawarikh 12:8
12:8 Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."
Mereka beribadah tetapi tidak tahu membedakan mengabdi kepada Tuhan atau kepada kerajaan dunia. Tandanya ibadahnya menggunakan cara-cara dunia. Ini mengabdi pada kerajaan dunia, bukan mengabdi kepada Tuhan.
Kita periksa ibadah kita, sebab akan ada perbedaan orang yang beribadah dengan yang tidak beribadah. Juga akan ada perbedaan antara orang yang beribadah dengan orang yang beribadah. Jangan sampai saya sudah melayani bertahun-tahun lalu Tuhan bilang Aku tidak mengenal Engkau! Karena ibadahnya bukan mengabdi kepada Tuhan tetapi kepada raja dunia, hanya menampilkan perkara yang duniawi. Bukan lagi Firman yang ditampilkan tetapi dongeng, filsafat dunia.
Ibadah itu memuncak pada penyembahan. Jadi kalau tidak bisa membedakan mana pengajaran benar, mana pengajaran palsu, pasti tidak bisa membedakan mana penyembahan benar, mana penyembahhan palsu. Dia menyembah tetapi bukan menyembah Yesus, dia menyembah antikristus.
Kalau sudah tidak bisa membedakan mana yang benar, mana yang palsu, akibatnya menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tidak pernah berubah.
Roma 12:2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Orang yang berubah dia tahu membedakan mana yang benar, mana yang salah. Jadi kalau tidak tahu membedakan mana yang benar, mana yang salah berarti tidak berubah! Dia tetap manusia daging, perbuatannya daging, perkataannya daging, hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Akhirnya karena tidak berubah, dosanya membumbung tinggi, mengundang hukuman dari Tuhan.
Seharusnya rohaninya yang makin membumbung, rohani makin tinggi, sampai nanti terangkat di awan-awan waktu Yesus datang. Jangan dosanya yang naik, akhirnya hukuman yang datang.
Yunus 1:1-2
1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
Ini yang terjadi di akhir zaman, karena orang Kristen sudah tidak tahu lagi membedakan mana yang benar mana yang salah, akhirnya dosa membumbung tinggi, kegelapan dosa semakin pekat. Memang Alkitab menubuatkan akhir zaman ini dalam suasana tengah malam. Tengah malam itu suasana paling dingin, paling gelap, kegelapan dosa paling pekat. Orang tidak malu-malu lagi menceritakan dosanya. Sudah tidak malu lagi berbuat dosa sampai puncaknya dosa bahkan dibilang jago kalau berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
Ini yang terjadi di akhir zaman, karena dosa semakin pekat. Sebab itu Tuhan akan segera menghukum dunia ini. Sudah tersedia 21 penghukuman. 7 meterai hukuman dari Allah Roh Kudus, 7 sangkakala hukuman dari Anak Allah, 7 malapetaka hukuman dari Allah Bapa. Sudah tersedia dan akan segera dijatuhkan atas dunia ini. Jangan sampai kita terhuyung-huyung dihukum Tuhan.
Sebelum menghukum, Tuhan memberi peringatan kepada manusia. Dulu sebelum Tuhan menunggangbalikan Niniwe, Tuhan suruh Yunus berseru kepada Niniwe.
Yunus 1:2
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
Namanya berseru itu dengan suara yang keras! Sekarang menunjuk pengajaran yang keras. Ini dibutuhkan akhir zaman. Tuhan ingatkan lewat pengajaran yang keras supaya kita sadar. Kalau dalam Keluaran digambarkan seperti suara sangkakala yang kian lama kian keras.
Keluaran 19:19
19:19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.
Yang kita butuhkan di akhir zaman ini adalah pengajaran yang kian lama kian keras, bukan tambah lembek. Suara yang kian lama kian keras itu adalah seruan mempelai, Kabar Mempelai. Ini yang kita butuhkan di akhir zaman untuk menahan lajunya dosa, harus ada seruan mempelai, Firman pengajaran mempelai.
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Kita berbahagia dan bersyukur kalau kita sudah ada di dalamnya, sudah ada pada alamat yang tepat. Jangan ragu terhadap Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel yang sudah Tuhan ilhamkan kepada Pdt. Van Gessel, tahun 1935 berarti sekarang sudah 91 tahun. Ada yang bilang ketinggalan zaman. Tidak! Sudah menembusi dari zaman ke zaman. Dari zaman pra kemerdekaan sampai merdeka, sampai orde lama, orde baru, reformasi sampai sekarang Kabar Mempelai masih tetap eksis. Kabar Mempelai adalah Firman yang memberitakan bahwa Yesus akan segera datang sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga dalam kemuliaan untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi Mempelai WanitaNya. Kabar mempelai ini sanggup menghadang lajunya dosa di akhir zaman ini, sanggup menyucikan kita sampai sempurna!
Ada 3 dosa yang menonjol pada orang Niniwe, menunjuk dosa yang menonjol pada manusia di akhir zaman.
Yunus 3:8
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
Nahum 3:1-4
3:1 Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman!
3:2 Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat!
3:3 Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Tidak habis-habisnya mayat-mayat, orang tersandung jatuh pada mayat-mayat!
3:4 Semuanya karena banyaknya persundalan si perempuan sundal, yang cantik parasnya dan ahli dalam sihir, yang memperdayakan bangsa-bangsa dengan persundalannya dan kaum-kaum dengan sihirnya.
1. Kekerasan.
Sekarang ini kekerasan terjadi di mana-mana. Kekerasan kepada sesama, juga kekerasan terhadap alam. Manusia menjalankan hidup yang keras. Kekerasan ada di sekolah, juga kekerasan masuk dalam gereja. Terutama kekerasan dalam rumah tangga.
2. Sundal atau kenajisan
Dosa kenajisan semakin hebat, ditopang oleh teknologi yang semakin canggih. Anak-anak dikira baik tinggal di kamar, padahal sudah lihat yang najis-najis. Itu terekam di otaknya, timbul niat di hati untuk melakukan. Karena sering ditonton, sering dilihat akhirnya muncul dorongan kuat untuk melakukan dan terjadilah! Dosa ini begitu luar biasa! Tidak pandang bulu, sampai anak-anak! Sampai hamba Tuhan kena, pelayan Tuhan dihantam semuanya.
3. Dusta
Begitu luar biasa dusta ini untuk menutupi dosa.
3 dosa ini hanya bisa dihentikan oleh Firman pengajaran yang keras. Sekarang Firman sudah ada, tergantung sikap kita.
Sikap yang benar terhadap Kabar Mempelai:
Yunus 3:4-10
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Ini sikap yang benar, merendahkan diri untuk menerima Firman. Sekali saja mereka mendengar Firman, langsung meresponi Firman dengan positif. Bagaimana kita yang sudah berkali-kali? Harus langsung merendahkan diri.
Praktek merendahkan diri:
1. Seperti raja Niniwe, turun dari singgasana, dia tanggalkan jubahnya, berselubung kain kabung dan duduk di abu. Artinya tanggalkan harga diri. Kadangkala yang membuat kita tidak bisa menerima Firman itu adalah harga diri kita. Apalagi kalau kita salah, tetapi posisi kita di atas lalu mau mengaku sama yang di bawah, sulit sekali. Gembala mau mengaku kepada jemaat, harga diri! Akhirnya mengaku tetapi bersembunyi di balik ayat-ayat Alkitab, tidak jujur! Seharunya langsung mengaku ‘saya salah, mohon ampun’. Tidak usah karena begini, karena begitu. Suami kepada isteri, orang tua kepada anak, kalau salah yah mengaku, merendahkan diri, tanggalkan harga diri.
2. Mengaku hanya debu tanah liat. Mengaku memang orang berdosa, orang yang hina, orang yang tidak layak, sehingga kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Raja Saul tidak bisa menanggalkan harga dirinya, dia sudah salah ditegur oleh Samuel, tetapi harga dirinya tidak bisa dia tanggalkan. Malah dia berkata kepada Samuel, aku ini raja, hormati aku. Sudah salah, diingatkan oleh Samuel, tetapi Saul tidak bisa menanggalkan harga dirinya. Malah dia lempar kesalahannya kepada rakyat ‘rakyat yang selamatkan ternak-ternak itu, bukan saya’. Jangan dipertahankan sikap seperti raja Saul. Bukan sadar bahwa dia sudah salah tetapi malah pertahankan harga diri.
I Samuel 15:13-15
15:13 Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."
15:14 Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
15:15 Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
Kelihatan seperti rohani, pakai ayat Alkitab, posting-posting ayat Alkitab, padahal sebenarnya harga dirinya terlalu tinggi, orang lain selalu yang salah! Posting ayat Alkitab untuk tembak orang. Kami hamba Tuhan khotbah, bacakan ayat cuma untuk tembak orang, tidak menanggalkan harga dirinya!
I Samuel 15:27-30
15:27 Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
15:28 Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
15:29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."
15:30 Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."
Ini sikap Saul sehingga dia ditolak sebagai Raja. Kadang kita lakukan juga seperti itu ‘iya saya salah, tetapi hormati juga saya’. Apalagi suami mengaku kepada isteri ‘iya saya salah, tetapi hormati juga saya suami!. Tidak mau mengaku dengan tulus, saya ini hanya debu tanah liat.
Saul ini raja Israel, sedangkan raja Niniwe langsung merendahkan diri. Kadangkala Tuhan tunjukan kepada kita, orang di luar sana lebih rendah hati dari pada orang yang mengaku sudah tahu pengajaran!
Kalau sudah merendahkan diri, mengaku hanya debu tanah liat, bisa menerima Firman Tuhan maka pasti bisa menyembah Tuhan. Menyembah itu merobek daging, doa puasa itu mempercepat proses perobekan daging. Orang yang bisa menyembah Tuhan dia bisa merobek, mematikan dagingnya, gengsinya, harga dirinya.
Tetapi Tuhan koreksi lagi. Banyak kali kita sudah menyembah, sudah berpuasa, tetapi salah, daging tidak robek, malah tambah bengkak! Lalu puasa ngapain? Bukan daging dirobek tetapi cuma tahan lapar dan haus saja, dagingnya tetap merajalela.
Ada 3 kesalahan dalam berpuasa
1. Yesaya 58:3-7
58:3 "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
Kesalahan pertama, berpuasa tetapi belenggu-belenggu dosa masih dipertahankan! Berpuasa tetapi tidak bisa mengasihi seesama.
2. Yeremia 14:10-12
14:10 Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini: "Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka."
14:11 TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini!
14:12 Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar."
Kalau berulah terus melawan Tuhan, suatu saat Tuhan berkata kepada gembala ‘jangan berdoa lagi untuk orang ini!’. Ngeri kalau Tuhan sudah larang gembala untuk berdoa syafaat untuk jemaat.
Kesalahan kedua berpuasa tetapi mengembara, tidak tergembala! Tidak mau masuk kandang, tidak mau taat dengar-dengaran pada Firman penggembalaan. Jangan sampai didapati Tuhan kita berpuasa tetapi tidak merobek daging, malah daging tambah besar, malah liar, tidak mau tergembala, tidak mau masuk kandang, tidak mau makan Firman.
3. Zakharia 7:5-6
7:5 "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?
7:6 Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?
Ini berpuasa tetapi mementingkan diri sendiri, egois! Kadangkala tanpa kami sadari kami hamba Tuhan yang seperti ini, ada yang minta dilayani malah dijawab ‘tidak bisa, saya puasa!’ Sementara yang minta dilayani itu merindu untuk makan Firman, tetapi kami hamba Tuhan ini egois. Beda kalau minta-minta ‘saya mau melayani’ ini malah minta dilayani tetapi tidak mau dilayani.
Ini egosi, berpuasa tetapi mementingkan diri sendiri. Kalau sudah egois, nanti pasti keras hati, tidak bisa terima teguran Firman, tidak bisa dinasihati, malah sama Tuhan dia lintangkan bahunya, dia melawan.
Zakharia 7:11-12
7:11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar.
7:12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
Sekarang kita melihat bagaimana puasa yang dikehendaki Tuhan.
Zakharia 7:10
7:10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing."
1. Jangan menindas janda.
Janda adalah orang yang putus hubungan dengan suami. Suami kita adalah Yesus, Mempelai Pria Sorga.
Yesaya 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
Wujud Yesus sekarang dalam gereja adalah pengajaran yang benar.
Yohanes 1:1,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Jadi jangan menindas janda artinya jangan sampai persekutuan kita dengan Firman pengajaran yang benar terputus karena persoalan apa saja. Kami diperhadapkan dengan persoalan organisasi. Jangan sampai persekutuan dengan Firman pengajaran yang benar terputus karena masalah organisasi. Sampai sekarang tetap jalan sekalipun mau dihalang-halangi.
Firman pengajaran itu yang menjadi kontrol dari pelayanan kita. Suami itu kepala, mengontrol tubuh. Kalau sudah tidak ada kontrol, bisa gerak-gerak sendiri, atau tidak bergerak sama sekali. Jangan sampai terputus persekutuan kita dengan Firman pengajaran. Mulai dari kami gembala, arahkan jemaat untuk masuk dalam persekutuan yang benar. Persekutuan dengan Firman tidak terputus sehingga pelayanan kita tetap ada kontrolnya, tidak ngawur, tidak asal. Penyembahan kita juga dikontrol oleh Firman pengajaran.
Dalam kitab Hagai, pembangunan Bait Allah terjadi saat kegoncangan. Untuk kita sekarang, persekutuan Tubuh Kristus terjadi di saat kegoncangan. Terjadi kegoncangan malah pembangunan rumah Tuhan selesai.
Hagai 2:8-10
2:8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
2:10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."
Saat krisis, persekutuan tetap jalan. Tidak terhalang! Ini puasa yang dikehendaki Tuhan. Biar semakin semangat kita bersekutu dengan pengajaran ini, tidak mundur, tidak loyo.
2. Jangan menindas anak yatim
Anak yatim itu orang yang putus hubungan dengan bapa. Bapa yang lama adalah iblis.
Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Jangan menindas anak yatim artinya putus hubungan dengan iblis bapa yang lama. Putus hubungan dengan dosa terutama dosa kebencian dan dusta. Puasa tetapi dusta, puasa tetapi benci orang, jangan! Jangan ada kebencian apalagi sampai kebencian tanpa alasan. Dan kalau ada orang dalam keadaan berdosa jangan ditindas, jangan dihakimi. Kadang berpuasa tetapi cerita orang, hakimi orang, gosipkan orang, fitnah orang, dusta dan lain-lain.
3. Jangan menindas orang asing
Ibrani 11:8-9,13
11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
Orang asing adalah orang yang tidak terikat dengan dunia. Jadi jangan menindas orang asing artinya jangan terikat dengan dunia! Kadang kita puasa tetapi masih terikat dengan hal-hal yang duniawi, waktu penyembahan pikiran masih tertuju pada yang duniawi.
4. Jangan menindas orang miskin
II Korintus 8:9
8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
Orang miskin di sini adalah Yesus yang berkorban nyawa bagi kita. Jadi jangan menindas orang miskin artinya hargai Korban Kristus lewat praktek kaya dalam kemurahan.
II Korintus 8:2-5
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Kaya dalam kemurahan yaitu rela memberi atau berkorban apa saja untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, sampai mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan.
Kalau disimpulkan, tujuan berpuasa adalah supaya kita bisa mematikan daging sehingga bisa aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna sekalipun ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan. Apa saja kita korbankan, korban harga diri, korban perasaan dan lain-lain. Nikmati persekutuan untuk membawa kita menyatu dengan Yesus sebagai Kepala!
Kalau kita berpuasa yang benar maka ada hasilnya:
1. Yunus 3:9-10
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Puasa melunakan hati Tuhan untuk tidak menghukum kita, tetapi malah Tuhan memberkati kita. Berkat jasmani Tuhan berikan, terutama berkat rohani Tuhan berikan, semakin melimpah pembukaan rahasia Firman.
2. Kita bisa memandang wajah Tuhan.
Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Kita bisa memandang wajah Tuhan yang memancarkan sinar kasih karunia.
Bilangan 6:24-26
6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Kita bisa memandang wajah Tuhan, sehingga dari wajah Tuhan terpancar sinar kasih karunia untuk:
a) Memberkati dan melindungi kita. Jadi sudah double berkatnya.
b) Memberi damai sejahtera kepada kita. Damai sejahtera itu sudah tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Yang kita rasakan hanya kasih Tuhan, itu sudah damai, tenang.
c) Mengubahkan kita menjadi sama mulia dengan Tuhan.
Proses keubahan hidup adalah percikan darah atau salib.
I Petrus 2:19
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Ini proses kita mau diubahkan sama mulia dengan Tuhan, kita diizinkan mengalami salib, percikan darah, sengsara daging tanpa dosa karena Yesus, karena ibadah pelayanan yang benar, karena pengajaran yang benar. Ketika kita tidak mampu lagi, tidak tahan, ada Korban Kristus. Ini kekuatan bagi kita. Di depan ada perjamuan suci, kita renungkan siapa yang lebih menderita, saya atau Yesus. Kalau saya dikata-katai, Yesus sudah hadapi semua, Dia rela menerima. Kita menjadi kuat.
Mari kita matikan daging kita, bukan biarkan daging tumbuh subur. Dirobek dengan penyembahan ditambah doa puasa, maka kita bisa memandang wajahNya yang mulia yang memancarkan sinar kasih karunia kepada kita untuk mengubahkan kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar