20260925

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 26 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 2:14-21

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,

2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:

2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

 

Dalam Kisah Para Rasul, tidak ada kata penutup. Kenapa demikian? Sebab proyek Allah belum selesai, proyek pembangunan Tubuh Kristus belum selesai, masih panjang. Nanti selesai dalam kitab Wahyu. Sejak pencurahan Roh Kudus, itu awal mula proyek Allah yang besar yakni pembangunan Tubuh Kristus, Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Mulai Wahyu pasal 12 Mempelai Wanita Tuhan sudah terwujud, nanti pernikahannya pasal 19.

 

Sementara Tuhan memulai proyek pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, tampil komentar-komentar miring.

Kisah Para Rasul 2:13

2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

 

Tampil pengejek-pengejek di sini. Makanya Petrus khotbah memangkas sindiran itu, bahwa mereka tidak mabuk. Sementara Tuhan memulai proyek pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, tampil pengejek-pengejek. Ini juga dicatat dalam surat Yudas dan surat Petrus.

Yudas 1:18

1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."

II Petrus 3:3

3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.

 

Pengejek-pengejek ini disamakan dengan binatang liar.

II Petrus 2:10-12

2:10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,

2:11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.

2:12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,

 

Saat terjadi pembangunan Tubuh Kristus, tampillah pengejek-pengejek yang mau menghambat pembangunan Tubuh Kristus. Pengejek-pengejek ini disamakan dengan binatang liar, ini yang kita hadapi. Makanya Petrus tampil berkhotbah dengan suara keras! Untuk menghadapi roh pengejek ini, perlu hamba Tuhan yang berani memberitakan pengajaran yang keras menyucikan. Sekalipun resikonya besar, karena yang dia perkenalkan dalam khotbahnya adalah Yesus yang sudah dibunuh orang Yahudi beberapa waktu yang lalu. Bisa saja dia ditangkap dan dibunuh juga.

 

Doakan kami hamba Tuhan untuk berani memberitakan Firman yang keras menyucikan untuk menghadapi para pengejek ini yang mau menghambat proyek Allah. Sekalipun proyek Allah tidak akan bisa digagalkan, cuma sebagai awasan jangan sampai kita yang gagal masuk di dalam proyek Allah ini. Proyek Allah adalah pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = pekerjaan di kebun anggur. Yesus mengumpamakan kerajaan Sorga dengan kebun anggur. Dalam kitab Yesaya, Tuhan juga mengatakan bahwa Israel adalah kebun anggur kegemaranNya. Di sana tampil pengejek-pengejek, mereka sama dengan binatang-binatang yamg mau merusak kebun anggurnya Tuhan, mau menghambat proyeknya Tuhan.

 

Paling sedikit ada 3 binatang liar yang mau merusak kebun anggur Tuhan.

1.      Rubah-rubah kecil

Kidung Agung 2:15

2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

 

Rubah-rubah kecil, artinya dosa yang dianggap kecil, tidak apa-apa. Tetapi merusak kebun anggur yang sedang berbunga, yaitu pelayanan yang sedikit lagi akan berhasil! Kadangkala kita tidak sadar, dalam diri kita dimasuki roh pengejek. Ada dosa yang dianggap tidak apa-apa, tidak diselesaikan, padahal itu merusak kebun anggur yang berbunga. Sebentar lagi berhasil, sebentar lagi berbuah, tetapi gugur bunganya.

 

Ada 3 dosa yang seringkali dianggap kecil. Ini dosa yang masuk dalalm pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, masuk di dalam pekerja-pekerja kebun anggur.

 

Matius 20:11-15

20:11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

20:12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

20:13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

20:14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.

20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

 

a)      Bersungut-sungut

Melayani tetapi bersungut-sungut. Kalau kita bisa melayani itu hanya karena kemurahan Tuhan, kerjakan dengan sungguh-sungguh, jangan sampai jemaat mendengar gembala bersungut-sungut. Mulai kami hamba Tuhan yang menjadi teladan bagi jemaat, jangan sampai jemaat mendengar kami gembala bersungut-sungut. Justru kita harus mengucap syukur karena bisa melayani.

 

Bersungut-sungut itu tanda tidak ada kepuasan rohani. Kalau dibiarkan dia akan mencari kepuasan yang fana di dunia, yang semu, yang sementara. Hamba Tuhan menjadi hamba Tuhan yang duniawi, pelayan Tuhan yang duniawi. Sampai kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja. Itupun tidak akan puas. Akhirnya dia akan cari kepuasan lewat berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.

 

Jadi jangan anggap remeh bersungut-sunggut. Mungkin tidak pernah minta ampun kalau sudah bersungut-sungut dalam pelayanan. Apalagi kalau pelayanan dikritik, sebenarnya kritik membangun, tetapi dia langsung bersungut-sungut. Akhirnya mencari kepuasan di dunia, sampai kepuasan lewat berbuat dosa.

 

Kenapa sudah melayani di kebun anggur Tuhan tetapi tidak puas?

Mazmur 17:15

17:15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

 

Kita bisa puas dengan memandang wajah Tuhan. Bagaimana memandang wajah Tuhan? Doa penyembahan. Jadi mengapa tidak puas? Karena malas menyembah Tuhan. Sibuk melayani pekerjaan Tuhan tetapi jarang melayani pemilik pelayanan itu.

 

Dalam Lukas 17:7 itu melayani pekerjaan Tuhan. Tetapi jangan lupa ayat 8, itu melayani pribadi Tuhan lewat doa penyembahan.

Lukas 17:7-8

17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

 

Banyak kali kita kurang dalam hal penyembahan. Kalau untuk pekerjaan Tuhan giat, latihan Zangkoor dengan giat, tetapi Pemilik pekerjaan lupa kita layani, malas menyembah Tuhan, tidak mau menyembah. Ini yang membuat tidak puas, sehingga bersungut-sungut.

 

Tadi dikatakan dalam kebenaran akan kupandang wajahMu. Kebenaran itu Firman penyucian. Jadi penyembahan adalah hasil penyucian. Semakin disucikan oleh Firman, semakin meningkat penyembahannya.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Kebenaran adalah Firman yang menyucikan. Penyembahan kita akan naik kalau menerima penyucian. Semakin suci semakin meningkat penyembahannya sehingga tidak akan pernah bersungut-sungut, selalu mengucap syukur. Dipercaya pelayanan, sekalipun secara daging berat, tetapi karena kita bisa mengucap syukur jadi ringan. Pekerjaan yang ringan kalau bersungut-sungut jadi berat. Yang berat kalau mengucap syukur jadi ringan, bahkan enak dan ringan. Tuhan percayakan saya melayani di Tentena, Tonusu dan Diora, kalau tidak ada penyucian pelayanan menjadi berat.

 

Kita tingkatkan kesucian, tingkatkan penyembahan semakin meningkat kepuasan rohani, semakin berkurang persungutan. Buka hati selebar-lebarnya untuk disucikan oleh Firman Tuhan, maka mulut akan terbuka lebar untuk menyembah, bukan bersungut-sungut.

 

b)      Iri hati. Iri hati karena:

1)      Tidak menghargai kemurahan Tuhan. Dia sudah melayani, tetapi karena tidak menghargai kemurahan Tuhan, dia lihat pelayanan yang lain maju, dia iri.

2)      Tidak menghargai berkat Tuhan. Kita semua diberkati, tidak usah iri! Kalau lihat ada hamba Tuhan diberkati, teladani, kenapa dia bisa seperti itu. Bukan malah iri!

3)      Tidak menghargai pemakaian Tuhan. Memang kemuliaan bintang yang satu dengan bintang yang lain berbeda, tetapi sama-sama dipakai.

 

Kalau sudah iri ujung-ujungnya bergosip, menghina, menghujat, memfitnah, membenci sampai membenci tanpa alasan. Kita berbuat malah dibilangi pamer, itu karena ada iri. Inilah pengejek dalam kebun anggur, menghambat pekerjaan Tuhan. Contohnya kakak-kakak Yusuf kepada Yusuf.

Kisah Para Rasul 7:9

7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,

 

Kakak-kakak Yusuf gembala, Yusuf juga gembala. Hati-hati untuk saya sebagai gembala, tidak usah iri! Yang lain dipakai, puji Tuhan. Yang lain diberkati, puji Tuhan. Semua untuk pembangunan Tubuh Kristus.

 

c)      Suka mengkritik. Mereka menuduh majikannya tidak adil! Mengkritik Firman, mengkritik Tuhan. Kenapa mengkritik Firman? Karena ada kebenaran diri sendiri. Dia mau menutupi dosa dan kesalahannya dengan menyalahkan Tuhan, menyalahkan Firman, menyalahkan orang lain sampai nanti menyalahkan setan. Sudah kritik gembala, tetapi tidak pernah diselesaikan.

 

Mengapa 3 dosa ini ada? Karena motivasi pelayanannya mengejar upah jasmani. Sudah ada perjanjian 1 dinar sehari. Tetapi begitu yang bekerja 1 jam dapat 1 dinar dia sudah berpikir mau dapat belasan bahkan puluhan dinar. Ini motivasi pelayanan mengejar upah jasmani, dinar mau dijadikan rupiah sehingga lupa perjanjian dengan Tuhan.

Matius 20:2

20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

 

Kadang sadar atau tidak sadar kita lupa janji Tuhan! Janji Tuhan yang terbesar dan mulia adalah mau menjadikan kita 1 kodrat dengan Tuhan, menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Biarlah itu yang menjadi pendorong, motivasi pelayanan kita untuk menjadi sama mulia dengan Tuhan. Kalau ingat itu, kita tidak akan cari yang jasmani. Yang jasmani itu hanya bonus dari Tuhan.

 

Ingat perjanjian dengan Tuhan, janji Tuhan yang terbesar mau menjadikan kita Mempelai WanitaNya.

II Petrus 1:4

1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

 

Mari kita periksa, kita beribadah melayani ikut Tuhan apa motivasinya? Kalau mencari yang jasmani, maka bunga-bunga rontok! Bunga itu sesuatu yang indah. Jangan sampai karena motivasi pelayanan mencari yang jasmani, membuat hidup jadi tidak indah. Sudah diberkati roda 2, lihat tetangga punya roda 3 dia sudah iri. Iri, bersungut, mengkritik jadi tidak indah. Akhirnya pelayanannya jadi berat. Makanya tidak heran banyak hamba Tuhan yang meninggalkan pelayanan, karena melayani tetapi tidak indah.

 

Dia pikir kalau melayani Tuhan dia akan diberkati dengan limpah. Tuhan izinkan dalam keadaan susah, mulai ngomel, salahkan Tuhan ‘kenapa panggil saya menjadi hamba Tuhan’ jadi tidak indah hidupnya. Ini harus kita jaga, jangan sampai kebun anggur kita, pelayanan kita dirusak oleh dosa-dosa yang dianggap kecil.

 

2.      Babi hutan

Mazmur 80:9,14

80:9 Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir, telah Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.

80:14 Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.

 

Hati-hati dengan babi hutan yang menggerogoti. Ini merusak kebun anggur, merusak pelayanan kita yang sedikit lagi berhasil. Apa wujud babi hutan dalam kebun anggur:

a)      Dosa kenajisan, yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Berapa banyak hamba Tuhan pelayan Tuhan yang sudah maju pelayanannya hancur karena dosa kawin mengawinkan. Terjadi perselingkuhan dan lain-lain. Kebun anggur ada kaitan dengan nikah. Dosa makan minum dan kawin mengawinkan menggorogoti nikah, sementara nikah jasmani kita mau dibawa pada nikah yang sempurna, nikah yang rohani. Jadi pengejek-pengejek itu adalah hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang melayani tetapi jatuh bangun dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan!

 

Saya lihat sekarang sudah jadi perdebatan, pendeta boleh merokok atau tidak. Banyak sekarang pendeta yang merokok, yang minum minuman keras, narkoba. Kalau pendetanya begitu bagaimana sidang jemaatnya. Bahkan pendeta selingkuh dianggap biasa! Dimana-mana terjadi seperti itu, babi hutan menggerogoti, menggerogoti gereja, menggerogoti pelayanan, menggorogoti nikah. Kalau terus digerogoti hancur, habis! Coba biarkan babi hutan masuk kebun kita, habis semuanya. Yang lain dia makan, yang lain dia robohkan.

 

b)      Babi menggambarkan bangsa kafir. Jadi wujud babi hutan dalam kebun anggur adalah tabiat kafir. Ini hamba Tuhan pelayan Tuhan melayani tetapi mempertahankan tabiat kafir, merusak pekerjaan Tuhan, menghambat proyek Allah. Apa itu tabiat kafir?

1)      Matius 6:25,31-32

6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

 

Kekuatiran itu tabiat kafir! Kalau melayani dengan kekuatiran itu menjadi pengejek! Bukan memajukan pekerjaan Tuhan tetapi malah menghambat. Kita akan menggelar natal, yang kuatir berkata ‘jangan dulu pak gembala, ini musim kemarau, lagi susah’. Kalau kuatir tidak akan jadi. Saya dikuatkan dengan ayat dalam Hagai pasal 2, justru di mana terjadi kegoncangan, Bait Allah terbangun. Dan kemegahannya melebihi Bait Allah yang mula-mula, malah Tuhan kirim barang-barang yang indah. Tidak usah kuatir akan apapun.

 

Kekuatiran di sini tentang kebutuhan hidup sehari-hari dan juga tentang masa depan. Kaum muda yang paling dikuatirkan adalah masalah jodoh, sehingga menghambat proyek Allah. Sudah dengan siapa saja, beda keyakinan tidak apa-apa yang penting dapat jodoh, jangan! Ayo kaum muda, berdoa, penyembahan supaya Tuhan berikan yang terbaik. Apalagi yang laki-laki, tidur, dalam arti penyerahan sepenuh kepada Tuhan, Tuhan pasti beri yang terbaik.

 

Ingat juga Sifra dan Pua, mereka takut Tuhan maka Tuhan berikan jodoh yang terbaik.

Keluaran 1:21

1:21  Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.

 

Belajar takut Tuhan, penyerahan sepenuh kepada Tuhan, jangan sampai kuatir. Kalau ada kuatir, maka kekuatiran itu menggorogoti rohani sampai jadi bungkuk!

Amsal 12:25

12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

 

Kalau sudah bungkuk, pandangannya dominan ke bawah, ke tanah. Artinya kuatir perkara yang jasmani. Yang dikuatirkan selalu perkara yang jasmani. Orang bungkuk yang dia lihat perutnya, kuatir soal perutnya, apa yang mau dia makan, apa yang mau dia minum.

 

Dalam Injil Lukas pasal 13 ada perempuan bungkuk di dalam Bait Allah. Yang bungkuk itu malah orang yang aktif di Bait Allah. Kan ironis! Sudah aktif beribadah dan melayani, tetapi malah kuatir. Dan disebutkan penyakit itu sudah 18 tahun dia derita. 18 kalau dipecah menjadi 6 6 6. Jadi kalau sudah kuatir sekalipun ada di Bait Allah, dia dikuasai antikristus. Seharusnya Roh Kudus yang menguasai tetapi malah antikristus yang menguasai.

Lukas 13:10,16

13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

13:16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

 

Dia ada di Bait Allah tetapi diikat iblis! Jangan terjadi, kita beribadah melayani Tuhan tetapi kuatir terus. Akhirnya tidak pernah mengalami kelepasan, diikat terus oleh iblis, diikat oleh dosa-dosa, membuat rohaninya tambah bungkuk. Digerogoti oleh dosa-dosa.

 

Dimulai dengan kuatir, akhirnya masuk 18 dosa menggorogoti sehingga rohaninya tambah hancur!

II Timotius 3:1-5

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

 

Kita bergumul, ke depan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Beredar katanya akan terjadi gempa bumi yang hebat. Kalau selalu kuatir, ada kekuatiran di hati, tidak akan pernah maju rohani kita. Tidak usah bangun gereja, nanti ada gempa bumi. Tidak usah KKR, nanti ada gempa bumi. Nanti kalau, itu bahasa orang kuatir. Belum terjadi tetapi sudah kuatir. Maju layani Tuhan saja, yang lain itu urusannya Tuhan, Tuhan yang atur semunya. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita hamba Tuhan pelayan Tuhan yang melayani Tuhan sungguh-sungguh.  

 

Orang lain lapar, hamba Tuhan makan. Orang lain haus, hamba Tuhan minum. Dunia berkeluh kesah, imam-imam bersukacita. Kalau kita melayani Tuhan, Tuhan tidak pernah tinggalkan.

Yesaya 65:13-14

65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;

65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

 

Jadi apa lagi yang dikuatirkan? Makanan ada, minuman ada, sukacita ada. Sangking mau cari sukacita, pergi plesir ke mana-mana. Tetapi kalau kita melayani Tuhan sungguh-sungguh, sudah Tuhan sediakan, tidak perlu kita kuatir.

 

Bungkuk itu cacat. Mempelai Wanita Tuhan tidak boleh ada cacatnya. Mempelai Wanita Tuhan tanpa cacat dan cela. Jadi kalau kuatir, bungkuk, tidak bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

2)      Maleakhi 3:8-9

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

 

Seharusnya ya kamu seluruh Israel, tetapi di sini Israel sudah disamakan dengan seluruh bangsa, berarti disamakan dengan bangsa kafir.

 

Ini menipu Tuhan, dengan praktek mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Ini tabiat bangsa kafir! Mari kita jujur mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan. Kalau milik Tuhan diambil, dirampas, dimakan, maka rohani digerogoti seperti babi hutan menggerogoti kebun anggur.

 

Dulu nubuatannya dalam perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan, berhasil menghadapi Yerikho tetapi ada Akhan mencuri milik Tuhan. Barang-barang yang dikhususkan untuk Tuhan untuk dibawa ke rumah perbedaharaan malah diambil oleh Akhan. Akibatnya menghadapi AI, kota kecil, 36 orang Israel tewas. Angka 36 itu angka rohani. 36 = 4x9. Ada 4x9 perkara rohani yang digerogoti kalau mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

Yosua 7:1,4-5

7:1 Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.

7:4 Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.

7:5 Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

 

Jangan dianggap biasa, tidak apa-apa kalau mencuri perpuluhan. Akibatnya digerogoti rohaninya!

 

Ada 4x9 perkara rohani yang harus dimiliki gereja Tuhan. Ini malah digerogoti, habis, hilang!

v   9 buah roh.

Berarti sudah tidak ada buah, sudah dihantam babi hutan. Tabiat Allah Tritunggal tidak ada padanya. Periksa, kenapa kasih mulai kurang, sukacita dalam melayani Tuhan mulai kurang, kurang sabar. Coba periksa kejujuran mengembalikan milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

Galaita 5:22-23

5:22 Tetapi buah Roh ialah: 1kasih, 2sukacita, 3damai sejahtera, 4kesabaran, 5kemurahan, 6kebaikan, 7kesetiaan,

5:23 8kelemahlembutan, 9penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

v  9 karunia Roh Kudus.

Tidak ada karunia Roh Kudus, pelayanannya kering. Berbeda kalau melayani di dalam ladang Tuhan dengan di dunia. Kalau di dunia yang dibutuhkan adalah kemampuan. Kalau dalam pekerjaan Tuhan adalah karunia Roh Kudus, kemampuan ajaib dari Tuhan. Dulu saya anak band, butuh keahlian di situ. Kalau di dalam pekerjaan Tuhan bukan kemampuan dunia yang dipakai tetapi karunia Roh Kudus. Contohnya saya kursus bass di Malang, tetapi di gereja saya pemain musik di sekolah minggu. Karena yang Tuhan lihat karunia, bukan kemampuan di dunia.

I Korintus 12:8-10

12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk 1berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia 2berkata-kata dengan pengetahuan.

12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan 3iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk 4menyembuhkan.

12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk 5mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk 6bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk 7membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk 8berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan 9karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

 

Mungkin hebat melayani, tetapi kalau tanpa karunia Roh Kudus, kering! Orang yang menerima pelayanannya tidak rasa apa-apa, hambar! Apalagi kalau yang datang kemampuannya lebih di atas, lalu dia mau pamer. Orang lain yang lihat malah berpikir kemampuan cuma seperti itu mau bergaya, mau pamer. Akhirnya pelayanannya kering!

 

v  9 jabatan dari Anak Allah.

I Korintus 12:28-30

12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai 1rasul, kedua sebagai 2nabi, ketiga sebagai 3pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk 4mengadakan mujizat, untuk 5menyembuhkan, untuk 6melayani, untuk 7memimpin, dan untuk 8berkata-kata dalam bahasa roh. 

12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? 9Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

 

Poin 4,5 dan 6 itu jabatan penginjil. Poin 7,8 dan 9 itu karunia dari jabatan gembala.

 

Ini semua habis digerogoti, pelayanan mulai dilepaskan, pelayanan mulai ditinggal, suatu saat nanti diambil orang! Kalau sudah diambil orang sulit untuk kembali lagi ke situ. Seperti Yudas jabatannya diambil Matias dan dia tidak punya kesempatan kembali lagi.

 

v  9 perbuatan kasih Allah.

I Korintus 13:1-8

13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 

13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.

13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

 

Ayat 1 sampai 3 itu perbuatan kasih Allah yang pertama yaitu yang terutama. Ayat 5 sampai 6 itu poin keempat.

 

4x9 perkara rohani ini sudah digerogoti. Apa buktinya? Waktu 36 orang tewas, bangsa Israel tawar hati amat sangat. Jadi bukti rohani sedang digerogoti, dia gampang tawar hati, kecewa dan putus asa menghadapi tantangan apa saja. Kecewa dan putus asa itu ibarat penyakit aids secara rohani, kehilangan daya tahan menghadapi dosa, menghadapi ajaran palsu, masuk semua. Dosa masuk, ajaran palsu masuk, tamatlah rohani orang itu. Mau apa, tidak ada 9 karunia Roh, tidak ada 9 buah roh, tidak ada 9 jabatan, tidak ada perbuatan kasih, sudah habis semua. Karena apa? Mencuri miliknya Tuhan, menipu Tuhan.

 

Ini roh Ananias dan Safira. Biasanya sepakat suami isteri untuk menipu Tuhan, ngeri! Saya perhatikan jemaat yang tidak mengembalikan perpuluhan dan saya lihat rohaninya digerogoti. Dulunya sungguh-sungguh melayani, sekarang tidak lagi. Kita periksa diri, kalau mulai kering, kasih merosot, itu berarti sedang digerogoti.

 

Jadi pengejek-pengejek itu hamba Tuhan yang najis seperti Hofni dan Pinehas, yang kuatir, yang menipu Tuhan, tidak jujur soal milik Tuhan.

 

3.      Singa muda

Hakim-hakim 14:5

14:5 Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.

 

Semakin besar binatangnya dari rubah, babi hutan lalu singa muda. Siapa ini singa muda? Si iblis!

I Petrus 5:8

5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

 

Jadi betul-betul pengejek itu sudah dikuasai oleh iblis, makanya dia menghambat proyek Allah.

 

Iblis ini tampil dengan kekuatan mulut. Hati-hati mulut! Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tampil sebagai pengejek mulutnya seperti singa. Apa itu mulut singa? Suka mengaum! Mengaum itu mengancam orang, menyampaikan berita-berita yang membuat takut. Banyak gembala justru mengancam jemaat, gembala mengancam gembala yang lain, jangan!

 

Tidak semua jemaat itu menerima gembala. Tetapi jaga, gembala jangan mengancam, jangan mengutuk. Kalau sudah mengancam dan mengutuk, apa yang terjadi? Bertengkar! Singa muda = nafsu orang muda, suka bertengkar.

II Timotius 2:22-23

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,

 

Jangan cari-cari soal. Ini singa muda, suka cari-cari soal! Orang suka bertengkar jangan jadi hamba Tuhan!

II Timotius 2:24-25

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

 

Kalau singa sudah mengaum, dia menggigit dan menelan.

Amos 3:12

3:12 Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."

 

Singa menggigit betis. Itu hamba Tuhan yang suka bertengkar, suka menghantam dan mengancam yang lain. Akhirnya tulang betisnya digigit setan. Pendiriannya sudah tidak teguh atas pengajaran yang benar. Kalau hamba Tuhan sudah tidak menyampaikan Firman pengajaran yang murni. Sekalipun masih ayat menerangkan ayat tetapi sudah tidak murni lagi, hanya untuk menembak orang. Betisnya sudah digigit, tidak berdiri atas pengajaran yang benar. Jemaat juga begitu, betisnya sudah digigit, tidak bisa berdiri di atas pengajaran yang benar. Apalagi kalau dari mimbar sudah ada ancaman sampai kutukan, sudah goyah pendiriannya. Lalu kalau dia jatuh, dia lagi yang disalahkan oleh gembala, kasihan jemaat ini. Telinganya sudah digigit, sudah tidak bisa mendengar pengajaran, tidak bisa menerima ajaran yang sehat.

 

Nomor 1 untuk saya, mimbar bukan untuk mengancam-ancam orang, bukan untuk mengutuk-ngutuk.

 

Kita tidak mampu menghadapi rubah, babi hutan dan singa muda. Jadi roh pengejek ini semakin besar, semakin hebat mau menghancurkan proyeknya Tuhan. Bisa jadi kita yang terpengaruh sehingga ikut jadi pengejek.

 

Apa yang harus kita lakukan menghadapi rubah, babi hutan dan singa muda?

1.      Kidung Agung 2:15

2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

 

Bukan Sulamit yang tangkap, dia minta Salomo yang menangkap. Kita berseru kepada Yesus Mempelai Pria Sorga supaya Dia menangkap rubah-rubah kecil itu. Artinya kita berseru kepada Yesus supaya diberikan kemampuan untuk mengalami penyucian dari dosa-dosa yang dianggap kecil! Sucikan saya Tuhan Yesus dari dosa-dosa yang dianggap kecil ini.

 

2.      Mazmur 80:14-15

80:14 Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.

80:15 Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,

 

Ya Allah Semesta alam. Artinya berseru kepada Allah Bapa, supaya Tuhan menolong dan mengusir babi-babi hutan yang ada di kebun anggur. Biar Allah Bapa menyucikan kita dari dosa kenajisan dan tabiat kekafiran ini.

 

3.      Hakim-hakim 14:6

14:6 Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing — tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

 

Minta kuasa Roh Kudus untuk merobek daging supaya kita tidak diterkam oleh singa muda tadi.

 

Kalau disimpulkan apa yang harus kita lakukan menghadapi pengejek-pengejek ini? Tergembala, tekun 3 macam ibadah pokok! Di situ kesempatan kita berseru kepada Allah Tritunggal. Biar Allah Tritunggal yang bekerja mengatasi 3 hal yang merusak kebun anggur.

 

1.      Berseru kepada Mempelai Pria Sorga. Itu tekun dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kesempatan kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah, Mempelai Pria Sorga supaya mengusir rubah-rubah kecil.

2.      Berseru kepada Allah Bapa. Itu ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa. Minta kepada Bapa di Sorga untuk mengusir babi hutan yang menggerogoti kebun anggur.

3.      Roh Kudus menguasai Simson untuk mencabi-cabik singa muda. Tekuni ibadah raya, ada kekuatan Allah Roh Kudus untuk merobek daging kita!

 

Tekuni 3 macam ibadah, di situ ada jaminan dari Tuhan untuk menjaga kebun anggur Tuhan, untuk menjaga pelayanan kita jangan sampai rusak, jangan sampai terhambat oleh roh-roh pengejek ini. Sebagai gembala berulang kali saya serukan, ayo tekun dalam kandang penggembalaan, kesempatan kita bersekutu dengan Allah Tritunggal. Kita tidak mampu menghadapi roh pengejek ini. Apalagi kalau sudah menguasai kita, kita yang tampil sebagai pengejek. Dengan tekun ada kekuatan dari Allah Tritunggal mengatasi 3 hal tadi yang merusak kebun anggur. Ada jaminan dari Allah Tritunggal untuk menjaga kebun anggurNya.

 

Apa jaminan dari Allah Tritunggal?

Matius 26:26-29

26:26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."

26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

26:29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."

 

Yesus berkata Aku akan minum air anggur yang baru dalam kerajaan Bapa, berarti jaminan kebun anggur itu pasti berbuah. Kita pasti berhasil menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna. Ini jaminannya, perjamuan suci, bahwa kita akan berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Kita diberi kesempatan menerima perjamuan suci supaya Firman itu mendarah daging di dalam kita. Pribadi Allah Tritunggal menjadi nyata dalam kita sehingga roh pengejek tidak bisa masuk di dalam kita.

 

Bagaimana syarat menerima perjamuan suci?

I Korintus 11:28

11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

 

Sebelum makan perjamuan suci kita koreksi diri lewat Firman pengajaran yang benar. Kalau ada dosa, selesaikan! Mungkin ada rubah-rubah kecil, bersungut, kritik, iri, selesaikan! Ada babi hutan sudah menggerogoti, ada kenajisan, ada tabiat kafir, selesaikan. Singa muda dengan aumannya, mengancam, tengkar dan lain-lain. Selesaikan semuanya, sehingga ketika kita menerima perjamuan suci, kita mendapat kekuatan baru dari Tuhan, Firman menjadi permanen di dalam kita. Perjamuan Suci bukan menjadi kebiasaan, bukan menjadi kecelakaan dan kebinasaan tetapi mempermanensikan Firman di dalam kita. Daging semakin dimatikan dan hidup Yesus semakin nyata di dalam kita.

 

Proyek Allah tidak pernah gagal. Tetapi yang harus kita waspadai jangan sampai kita yang gagal masuk di dalam proyek Allah ini, jangan kita gagal menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Kita diberikan kesempatan berseru kepada Allah Tritunggal, tergembala dengan benar dan baik, di situ kita mendapat kekuatan untuk terhindar dari roh-roh pengejek tadi.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar