20260925

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 15 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 16:16-19

16:16 "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku."

16:17 Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?"

16:18 Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya."

16:19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?

 

Istilah tinggal sesaat mengandung 2 makna atau pengertian:

1.      Yesus akan segera mati, bangkit dan naik ke Sorga.

2.      Waktu kita di dunia ini tinggal sedikit, Yesus akan segera datang. Di waktu yang tinggal sedikit ini ada suasana yang tidak enak bagi daging yang harus kita hadapi.

 

Kita bahas yang pertama, Yesus akan segera mati, bangkit dan naik ke Sorga. Ini adalah persiapan Yesus untuk segera datang sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. KedatanganNya yang pertama kali untuk menyelamatkan manusia berdosa, kedatanganNya yang kedua kali tidak ada kena mengena dengan dosa. Yesus sudah punya persiapan matang untuk datang. Sebaliknya, kita juga harus punya persiapan matang untuk menyambut kedatangan Yesus.

 

Ada 3 persiapan matang dari Yesus untuk segera datang kembali:

1.      Yesus harus mati dan bangkit, untuk melenyapkan ketakutan. Jadi persiapan kita jangan ada lagi ketakutan daging. Jangan ada kekerasan hati, itu yang membuat takut.

2.      Yesus harus naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Di bumi kita harus menyediakan tempat bagi Yesus, harus menyiapkan TubuhNya. Artinya kita masuk dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus.

3.      Yesus segera datang dikaitkan dengan pencurahan Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1:8-11

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

 

Waktu Yesus mau naik ke Sorga, ada 2 janjiNya:

a)      Akan mencurahkan Roh Kudus.

b)      Dia akan segera datang kembali untuk menjemput mempelai wanitaNya, dengan cara yang tepat sama waktu Dia naik ke Sorga. Artinya Yesus akan datang di awan-awan untuk menjemput Mempelai WanitaNya.

 

Bagaimana persiapan dari kita? Harus mengalami pencurahan Roh Kudus. Artinya diurapi, dipenuhi oleh Roh Kudus, sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita. Ingat 5 gadis bijaksana yang mau menyambut mempelai, mereka membawa pelita menyala dan juga minyak persediaan. Sehingga ketika mempelai datang mereka bisa menyambutnya dan masuk pesta nikah. 5 gadis yang bodoh bawa pelita menyala tetapi tidak punya minyak persediaan, tidak punya Roh Kudus sehingga tertinggal diluar. Mereka mengetuk pintu, terdengar suara ‘Aku tidak mengenal kamu!’. Jadi kita harus mengalami pencurahan Roh Kudus.

 

Ketika Yesus dibaptis lalu keluar dari air, Roh Kudus turun seperti burung merpati. Dari situ kita sudah harus paham, bahwa itu kerinduan hati Yesus untuk mendapatkan Mempelai WanitaNya. Panggilan sayang dari Mempelai Pria Sorga kepada Mempelai Wanita Tuhan adalah merpatiku. Merpati kaitannya dengan Roh Kudus. Jadi kalau kita mau menyambut kedatangan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, kita harus mengalami pencurahan Roh Kudus, diurapi, dipenuhi, sampai meluap-luap Roh Kudus di dalam kita. Kalau belum dipenuhi Roh Kudus harus bergumul, cari kepenuhan Roh Kudus, sampai dipenuhkan. Supaya benar sapaan Yesus kepada kita ‘merpatiKu’. Kalau mau dipanggil merpati tetapi tidak ada Roh Kudus di dalamnya, yah tidak bisa. Sebab itu harus ada Roh Kudus, bergumul, cari kepenuhan Roh Kudus. Yang sudah dipenuhi, jaga jangan sampai Roh Kudus padam tetapi sampai meluap-luap di dalam kita.

 

Matius 3:16

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

 

Kidung Agung 2:14

2:14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"

 

Ini panggilan Salomo kepada gadis sulam atau Sulamit. Salomo gambaran Yesus Mempelai Pria Sorga. Sulamit gambaran gereja yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan. Yesus akan segera datang, Dia akan menjemput Mempelai WanitaNya. Dan ketika datang Yesus memanggil ‘merpatiKu di celah-celah batu’.

 

Jadi persiapan matang kita untuk menyambut kedatangan Yesus adalah kita harus mengalami pencurahan Roh Kudus = hidup seperti merpati, yaitu:

a)      Harus memiliki hati merpati.

Apa itu hati merpati?

Matius 10:16

10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

 

Hati merpati itu adalah hati yang tulus ikhlas. Tidak ada lagi kepahitan hati! Merpati ini binatang yang tidak punya kantung empedu, artinya tidak ada kepahitan hati.

 

Kita mau menyambut kedatangan Yesus, jangan lagi ada kepahitan hati kepada sesama. Kalau mengatakan mengasihi Tuhan tetapi tidak mengasihi sesama, berarti pendusta. Bagaimana mengatakan mengasihi Engkau Yesus, sementara hati pahit kepada sesama, benci kepada sesama. iri kepada sesama. Tidak akan bisa menyambut Yesus, hatinya bukan hati merpati.

I Yohanes 4:20-21

4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

 

Periksa hati kita, hati tulus seperti merpati, hati yang damai atau masih ada kepahitan-kepahitan. Kepahitan hati timbul karena ada dosa yang dilakukan. Kalau menjauhkan diri dari kasih karunia =  menjauhkan diri dari ibadah maka akan timbul akar pahit. Jadi pahit hati timbul karena ada dosa, terutama dosa tidak beribadah. Yang aktif beribadah itu yang menjadi sasaran kepahitan hati, sasaran iri hati dan kebencian.

Ibrani 12:15

12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

 

Pahit hati ini yang sering bikin rusuh, bikin cemar. Kalau sudah pahit hati menghasut sana, menghasut sini. Akhirnya orang yang tulus, jadi cemar hatinya. Kalau sudah pahit hati lalu menjelek-jelekan orang lain, kasihan orang lain yang mendengar. Tadinya hatinya tulus dan damai jadi tercemar, tanggung jawab di hadapan Tuhan! Apalagi saya sebagai gembala, dari mimbar ini menyerang hamba Tuhan yang lain, mendoktrin jemaat untuk memusuhi hamba Tuhan yang lain, itu berbahaya, berhadapan dengan Tuhan. Kasihan jemaat yang tidak tahu apa-apa jadi tercemar hatinya. Jemaat yang benar itu jadi ikut-ikutan benci, ikut-ikutan pahit hati karena ulah gembalanya. Jangan terjadi pada kita. Bagaimana bisa menyambut Yesus, tidak akan bisa disebut merpatiku.

 

Tadi dikatakan perdengarkan suaramu. Suara yang merdu itu suara penyembahan, bukan suara menggosip, suara memfitnah, suara menghasut.

 

Saya diingatkan oleh guru, kamu hamba Tuhan, kalau masih ada hari kosong buka cabang supaya jangan bergosip, tidak menceritakan orang. Kalau tiap hari sibuk dengan pelayanan, baca Alkitab, menyembah, tidak ada kesempatan untuk cerita orang. Lebih baik sibukan diri dengan pelayanan dari pada sibuk dengan orang lain.

 

b)      Harus memiliki sayap merpati

Mazmur 55:7

55:7 Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,

 

Bagaimana itu sayap merpati?

Mazmur 68:14

68:14 Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan.

 

Sayap merpati itu perak dan emas. Artinya:

1)      I Petrus 1:18-19

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

 

Artinya mengalami penebusan oleh darah Yesus, mengalami kelepasan dari dosa. Setiap hari lepas dari dosa, sampai Yesus datang sudah tidak ada lagi dosa. Dosa apa yang mengikat kita, sampai puncaknya dosa, dosa makan minum, dosa kawin mengawinkan ayo lepas! Mengalami penebusan, kelepasan oleh darah Yesus untuk bisa menyambut Yesus.

 

Dalam Wahyu pasal 14 ada inti dari mempelai wanita Tuhan, betul-betul mengalami kelepasan dari dosa. Jumlah mereka 144.000 orang. Bangsa Israel diperbudak di Israel 400 tahun, kalau dijadikan hari menjadi 144.000 hari. Kalender Yahudi 1 bulan itu 30 hari. Jadi setiap hari harus mengalami kelepasan dari dosa, mengalami penebusan, bukan menambah dosa!

 

2)      II Timotius 2:20-21

2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

 

Artinya mengalami penyucian oleh Firman pengajaran yang benar di dalam penggembalaan. Maka pasti dipakai Tuhan, diberi jabatan dan karunia Roh Kudus.

 

Setiap hari lepas dari dosa, setiap hari berusaha hidup suci. Berusaha hidup damai dengan semua orang dan kejar kekudusan. Memang sakit bagi daging, tetapi harus! Sehingga kita bisa menyambut Yesus. Siapa yang mau menyambut Yesus, bertemu muka dengan muka, harus menyucikan dirinya!

I Yohanes 3:2-3

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

3:]\3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Kita harus tergembala. Ayo kaum muda masuk di dalam penggembalaan, sebab kalau tidak mau disucikan, tidak mau tergembala, ada nafsu orang muda yang mengikat kita.

II Timotius 2:22

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

 

Nafsu orang muda bukan sebatas kehidupan muda. Orang tua juga bisa punya nafsu orang muda. Apa itu nafsu orang muda? Hawa nafsu yang kuat, yang menggebu-gebu, yang tidak bisa terkontrol! Akhirnya menyeret jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

 

Kalau keluar dari kandang penggembalaan, dosa itu mengejar, hawa nafsu daging yang kuat itu mengejar kita. Sebab itu kita harus masuk kandang supaya disucikan dan dipakai oleh Tuhan.

 

3)      Memiliki tabiat Ilahi, tabiat rohani. Kalau sudah suci, tabiatnya tabiat yang rohani.

Amsal 25:12

25:12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

 

Amsal 10:20

10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

 

Punya tabiat Ilahi yaitu taat dan jujur. Kalau sudah taat dan jujur, kita kembali pada ciptaan semula.

 

Kalau punya sayap merpati, benar, suci, taat dan jujur, maka kita bisa dekat dengan Tuhan. Ada damai sejahtera di tengah-tengah kegoncangan dunia. Di tengah-tengah kesulitan hidup bagaikan di padang gurun, kita damai dan tenang.

Mazmur 55:8-9

55:8 bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela

55:9 Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

 

Sekalipun padang gurun dunia ini ada badai pasirnya, kita tenang, damai sejahtera. Indonesia digoncang lagi dengan gempa, tahun lalu tanggal 17 agustus kita gempa di sini. Semua di dunia goncang, mau gempa bumi, krisis di berbagai bidang. Sekarang ini harga-harga semua naik. Tetapi kalau kita hidup benar, suci, taat, jujur, kita tenang terpelihara, diberkati oleh Tuhan.

 

c)      Harus memiliki suara merpati.

Kidung Agung 2:14

2:14  Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"

 

Kenyataannya suara merpati itu tidak merdu, tetapi Tuhan mau dengar. Tuhan mau mendengar suara penyembahan kita. Hari-hari terakhir ini banyak menyembah Tuhan. Tekuni doa secara pribadi, doa berjemaah. Ditambah doa puasa dan doa semalaman. Kita naikan penyembahan, suara yang merdu, yang elok.

 

Penyembahan yang benar adalah penyembahan yang didorong oleh Firman. Merpati itu ada di celah-celah gunung batu.

 

II Samuel 22:31-32

22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?

 

Jadi gunung batu menunjuk Firman yang murni, Alkitab. Merpati itu ada di celah-celah gunung batu, itu adalah ayat-ayat Alkitab. Jadi celah-celah gunung batu adalah pembukaan rahasia Firman. Pembukaan Firman ini yang mendorong kita bisa menaikan doa penyembahan, sampai menyembah dengan hancur hati.

Yesaya 51:1

51:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.

 

Gunung batu yang terpahat itu Korban Kristus. Yesus batu karang yang teguh, Dia gunung batu. Dia disiksa sampai mati di kayu salib bagaikan gunung batu yang digali dan dipahat. Cambuk di sekujur tubuhhNya, itu bagaikan gunung yang digali. Belum paku di kakiNya, paku di tanganNya, mahkota duri di atas kepalaNya, tambah tombak menikam lambungnya. Ini gunung batu yang terpahat, gunung batu yang tergali supaya kita menjadi batu hidup.

 

Jadi supaya penyembahan kita naik, renungkan Korban Kristus, pandang Korban Kristus, ingat Korban Kristus sehingga kita menyembah tidak sepi-sepi. Terima kasih Tuhan, Engkau menderita untuk saya, Engkau dihancurkan untuk saya. Maka tanpa kita sadari air mati sudah menetes, kita bisa menikmati penyembahan itu.

 

Zakharia 12:10

12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

 

Kita menyembah dengan roh pergumulan, roh permohonan. Bagaikan kita meratapi anak tunggal, menangisi anak sulung. Meratap itu bukan menangis biasa, tetapi sungguh-sungguh dengan hancur hati. Ini yang Tuhan rindukan dari kita, suara penyembahan kita.

 

Kita tingkatkan penyembahan kita, sehingga waktu Yesus datang kita tidak meratap lagi tetapi bersukacita. Tetapi kalau tidak ada penyembahan, waktu Yesus datang dia meratap ketakutan. Dia memandang Yesus yang ditikam tetapi dalam keadaan takut.

Wahyu 1:7

1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

 

Yesus datang, gereja Tuhan diangkat ke awan-awan menyambut kedatanganNya. Yang tertinggal di bawah meratap karena hukuman Tuhan yang datang bertubi-tubi sampai neraka. Lebih baik sekarang kita meratap dalam arti menyembah Tuhan dengan hancur hati. Maka saat Yesus datang kita bisa menyambut Yesus dengan sorak-sorai.

Wahyu 19:6-9

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

 

Ini yang kita rindukan, kita bisa menyambut kedatangan Yesus dengan sorak sorai haleluya. Sekarang kita banyak menyembah Tuhan, tingkatkan penyembahan kita. Kalau sudah punya hati merpati, sayap merpati, tidak akan sulit punya suara merpati.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar