Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:14-21
2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Ada 2 hal yang diangkat oleh Petrus di dalam khotbahnya:
1. Nubuatan nabi Yoel (ayat 16-21).
2. Mazmur Daud mengenai keteguhan hati (ayat 25-28).
Kita bahas yang pertama yaitu nubuatan nabi Yoel. Nubuatan nabi Yoel ini bersifat ganda yaitu sudah digenapi saat 120 murid menerima pencurahan Roh Kudus dan sekarang sedang digenapi, itulah kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna. Ada tanda di langit, itulah Mempelai Wanita Tuhan, tanda besar di langit.
Dalam pelayanan ini kita butuh Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita tidak akan mampu. Kepada siapa Roh Kudus dicurahkan? Kepada semua manusia. Kalau membaca ini seakan-akan pencurahan Roh Kudus itu hal yang gampang. Tetapi bukan seperti itu. Yang dimaksud di sini bukan semua manusia secara hurufiah, tetapi ada di ayat selanjutnya.
Kisah Para Rasul 2:38-40
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Jadi kepada siapa Roh Kudus dicurahkan? Kepada orang yang menerima panggilan dan pilihan Tuhan. Kita periksa apakah saya ini sudah menerima panggilan dan pilihan Tuhan atau belum. Orang yang menerima panggilan dan pilihan Tuhan adalah orang yang mau melepaskan diri dari hal-hal yang jahat! Jahat itu pasangannya najis. Lepaskan diri dari hal yang jahat dan najis maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Hari-hari terakhir ini bukan menambah dosa tetapi melepaskan diri dari dosa-dosa.
Tanda-tanda menerima pencurahan Roh Kudus:
1. Anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat.
2. Teruna-teruna mendapat penglihatan.
3. Orang-orang tua mendapat mimpi.
Kita bahas yang pertama, anak laki-laki dan perempuan bernubuat. Bicara anak menunjuk perkembangan, pertumbuhan. Jadi anak laki-laki dan perempuan bernubuat artinya rohaninya berkembang dan bertumbuh yang dibuktikan dengan mulutnya berkata-kata sesuai Firman. Bukan hanya sekedar begitu sudah sembayang langsung berbahasa roh, tetapi dibuktikan dengan mulutnya berkata-kata sesuai Firman, bersaksi tentang Yesus dan menyembah Tuhan. Sampai nanti tidak salah dalam perkataan, rohaninya sudah mencapai perkembangan atau pertumbuhan yang sempurna.
Yakobus 3:2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Dosa perbuatan dalam sehari mungkin bisa kita ingat apa yang kita perbuat. Tetapi dosa perkataan ini tidak terhitung, kadang dosa otomatis. Kalau sudah tidak salah dalam perkataan berarti sudah sempurna, dia bisa mengendalikan seluruh hidupnya. Ini pertumbuhan rohani sudah sampai puncaknya.
Bagaimana kita bisa berkata-kata sesuai Firman, bersaksi dan menyembah Tuhan? Hati kita dulu harus percaya kepada Firman Tuhan. Tidak mungkin kita mau ucapkan Firman kalau hati kita tidak percaya. Kalau sekarang ini hoax, belum tentu kebenarannya sudah dicerita. Orang yang tidak percaya dia bisu secara rohani. Kalau bisu bagaimana bisa berkata-kata sesuai Firman, bagaimana bisa bersaksi dan menyembah Tuhan. Contohnya adalah Zakharia papanya Yohanes Pembaptis.
Lukas 1:18-20
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Tidak percaya Firman membuat bisu secara rohani. Pertanyaannya lagi, mengapa tidak percaya Firman? Karena menerima Firman dengan logika, dengan pikiran dagingnya. Bagaimana bisa? Aku sudah tua, isteriku sudah tua, bagaimana bisa punya anak. Menerima Firman itu harus dengan keyakinan iman. Itu sebabnya kami hamba Tuhan memberitakan Firman dengan keyakinan iman, supaya jemaat yakin.
I Korintus 2:4-5
2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Seringkali Firman itu tidak logis, tidak masuk akal. Seperti Abraham disuruh mempersembahkan anaknya di salah satu tempat di gunung Moria. Tidak masuk akal, koq Tuhan minta persembahan anak, kan itu kekejian! Tetapi Abraham dengan iman mau lakukan dan dia dicegah oleh Tuhan.
Sama seperti orang mati tangan kanannya di Bait Allah, Tuhan suruh ulurkan tanganmu. Kan tidak masuk akal, orang mati tangan kanannya malah disuruh ulurkan. Bisa dia balik marah, saya sudah cacat seperti ini malah dihina, dipamer di depan umum. Juga orang buta, sudah dikasih lumpur matanya, disuruh pergi basuh dirimu di kolam Siloam. Tidak masuk akal! Sedangkan tidak ada lumpur di matanya sudah tidak bisa melihat, ini ditaruh lagi lumpur di matanya, bagaimana mau berjalan ke kolam Siloam. Di situlah diuji ketaatan kita. Kalau taat mujizat terjadi. Kalau tidak taat tidak terjadi mujizat malah kebinasaan. Diuji kita dengar Firman yang tidak masuk akal, tidak cocok dengan logika. Tetapi kalau kita terima dengan keyakinan iman, maka logika juga bisa menerima. Kenapa? Karena iman lebih tinggi dari logika, kalau iman bisa menerima, logika juga bisa menerima. Ayo kita mendengar Firman dengan suatu keyakinan iman.
Akibat tidak percaya Firman menjadi bisu secara rohani. Artinya bisu secara rohani:
1. Perkataan yang tidak ada artinya, perkataan sia-sia. Kalau orang yang yakin Firman, perkataannya jadi berkat. Tetapi kalau tidak yakin Firman, perkataannya sia-sia, hanya gosip, memfitnah, berdusta, sampai menghujat. Kalau bicara dengan orang seperti itu langsung mengkerut dahi, jadi bingung. Dalam penggembalaan, dalam rumah tangga hanya bikin bingung orang lain, bikin kacau di situ karena perkataannya hanya bergosip, memfitnah, berdusta.
2. Tidak bisa bersaksi, perkataannya hanya menjadi sandungan. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kita. Mari kita berkata-kata perkataan yang menjadi berkat. Bukan menyandung tetapi membangun sehingga orang yang mendengar beroleh kasih karunia. Bukan yang mendengar menjadi jengkel, marah, tersinggung, tersandung akhirnya keluar. Orang yang menyandung dan menjadi sandungan nasibnya sama, dikalungi batu kilangan lehernya lalu ditenggelamkan di dalam laut.
Ayo mulut kita dipakai untuk membangun.
Efesus 4:29
4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Kadangkala kalau sudah emosi, sudah marah, sampai terlontar kata-kata ‘tidak ada guna kamu ibadah-ibadah, sia-sia beribadah!’. Jangan seperti itu! Ada persoalan, koq yang disalahkan malah Tuhan. Kalau tidak ibadah, lebih hancur lagi dari itu. Mari saling membangun, saling mengingatkan.
3. Tidak bisa menyembah Tuhan. Tidak bisa menyembah Tuhan itu kering! Daud berkata bangun pagi aku memandang wajahMu dan aku puas. Kalau tidak ada doa pagi, satu hari itu kering, tidak puas, ngomel, bersungut, tidak ada bersyukurnya. Ayo banyak menyembah Tuhan, terutama doa pagi. Bangun tidur menyembah, pandang wajah Tuhan maka kita puas, sepanjang hari kita bisa bersyukur, rohani kita bersukacita.
4. Tidak ada pembukaan rahasia Firman. Zakharia ini imam, penyelenggara kebaktian. Ditunggu orang di luar, kapan Zakharia keluar. Begitu Zakharia keluar malah tidak bisa ngomong. Betapa memprihatinkan, jemaat sudah menunggu, lalu hamba Tuhan tampil tetapi tidak ada pembukaan rahasia Firman, jemaat tidak pernah puas!
Lukas 1:21-22
1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
Bisu ini menular. Kalau ketemu orang wowo, kita juga mengikuti gayanya dia. Tidak bisa kita bicara lurus dengan dia, paling pakai bahasa isyarat. Kalau suami bisu, menular pada isterinya. Isteri bisu, menular pada anaknya. Bagaimana kalau gembala bisu? Menular kepada jemaat! Makanya ada teguran Tuhan yang keras kepada gembala-gembala yang disebut anjing yang bisu! Tidak tahu menyalak, hanya suka makan tidur. Saya mohon kepada Tuhan, jangan sampai saya menjadi gembala yang bisu, kasihan jemaat.
Yesaya 56:10-11
56:10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;
56:11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.
Orang bisu terpisah dengan Tuhan dan terpisah dengan sesama. Tidak bisa masuk kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Dia di luar, tidak bisa menyatu dengan Yesus ketika Yesus datang kelak.
Syukur kepada Tuhan, Zakharia masih ditolong, begitu Yohanes lahir, mulutnya terbuka. Sekarang untuk kita juga Tuhan masih mau menolong orang yang bisu secara rohani, yang terpisah dengan Tuhan dan sesama. Kalau dalam rumah tangga renggang, karena perkataan yang menyakitkan. Kalau bicara, panas kuping orang yang mendengar! Kadang tidak sadar perkataan sudah menjadi sandungan kepada orang lain. Kadang mulut ini yang membuat renggang gembala dengan jemaat, jemaat dengan jemaat, sehingga tidak bisa menyatu. Syukur Tuhan masih menolong. Bagaimana Tuhan menolong kita?
Yesaya 53:7
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Yesus rela menderita sampai mati di kayu salib bagaikan induk domba yang keluh, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jadi Yesus menempatkan diri sebagai orang yang bisu, untuk menolong kita yang bisu secara rohani. Bisunya Yesus adalah Dia tidak membalas ketika dicaci maki, Dia diam saja ketika dituduh macam-macam. Ini bisu secara positif untuk menolong kita bisu secara negatif.
I Petrus 2:22-23
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Ini bagaikan induk domba yang keluh. Yesus rela sengsara sampai mati di kayu salib, untuk melepaskan kita dari bisu secara rohani, untuk membuka ikatan di lidah kita, untuk membuka mulut kita. Lewat pengorbanan Kristus Yesus, rahasia Firman dibukakan bagi kehidupan kita. Pembukaan rahasia Firman ini yang sanggup menolong kita supaya terlepas dari bisu secara rohani.
Wahyu 5:9
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Jadi pembukaan rahasia Firman itu seharga Korban Kristus, biar kita hargai sungguh-sungguh. Ini yang sanggup membebaskan kita dari bisu secara rohani. Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi, begitu Yohanes lahir, mulut Zakharia terbuka, dia bisa berkata-kata. Kalau ada pembukaan rahasia Firman kita bisa dilepaskan dari bisu secara rohani.
Firman sudah ada, tetapi tergantung sikap kita. Kalau mau lepas dari bisu, sikap kita harus percaya, yakin pada Firman, sesudah itu praktekan, lakukan. Kalau tidak yakin, ragu-ragu melakukan, tetap bisu! Secara jasmani, kalau kita mau melakukan sesuatu tetapi ragu-ragu, tidak ada hasilnya. Orang bimbang tidak mendapat apa-apa, akhirnya kosong, malah tenggelam, merosot!
Yakobus 1:6-8
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Tidak percaya, tidak tenang, tidak mendapat apa-apa malah tenggelam. Dari Tuhan, sudah Tuhan bukakan rahasia Firman. Sekarang Tuhan menanti tanggapan kita. Dari kita tanggapi dengan positif, percaya dan praktekan Firman. Maka kita disucikan, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Bukan terpisah, tetapi menyatu dalam satu Tubuh Kristus yang sempurna.
Sumber Firman ini satu yaitu Tuhan. Tetapi kenapa berbeda-beda, yang ini begini, yang itu begitu. Karena yang satu percaya, yang lain tidak percaya. Makanya dalam penerapannya berbeda. Yang satu karena percaya dia terapkan betul-betul Firman yang dia dengar. Yang lain karena tidak percaya, setengah-setengah juga dia menerapkan Firman sehingga terjadi perbedaan, tidak pernah bertemu, tidak pernah satu. Satu percaya, yang lain juga percaya, sama-sama menerapkan yang benar, pasti menyatu. Seperti tubuh kita, ini. Kepala dan tubuh satu, dikontrol oleh kepala, pasti menyatu, gerakannya satu. Kalau komandonya satu, pasti gerakannya sama juga.
Penyatuan Tubuh Kristus dalam Tabernakel ditunjukan dengan papan-papan jenang membentuk ruangan suci dan ruangan maha suci. Itulah Tubuh Kristus yang sempurna.
Keluaran 26:15
26:15 Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak,
Papan itu harus berdiri tegak, jangan miring-miring. Kalau miring itu berarti ragu-ragu, ragu terhadap Firman, ragu terhadap pengajaran yang benar. Mau lakukan atau tidak yah? Itu miring, tidak bisa menyatu! Tetapi kalau berdiri tegak, mantap yakini Firman, praktekkan maka bisa menyatu.
Keluaran 26:16-19
26:16 sepuluh hasta panjangnya satu papan dan satu setengah hasta lebarnya tiap-tiap papan.
26:17 Tiap-tiap papan harus ada dua pasaknya yang disengkang satu sama lain; demikianlah harus kauperbuat dengan segala papan Kemah Suci.
26:18 Haruslah engkau membuat papan-papan untuk Kemah Suci, dua puluh papan pada sebelah selatan.
26:19 Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu, dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya, dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan untuk kedua pasaknya.
Supaya bisa berdiri tegak, papan-papan itu harus berdiri di atas alas perak. Perak bicara penebusan. Artinya kita harus berdiri teguh di atas korban Kristus. Korban Kristus membukakan Firman. Jadi berdiri teguh di atas Korban Kristus = berdiri teguh di atas Firman Tuhan. Kalau tegak pasti menyatu karena sumbernya satu.
Matematika sumbernya sama satu dunia, rumusnya sama semua. Rumus persegi panjang sama semua Luas = panjang x lebar. Matematika bisa sama di seluruh dunia, kenapa pengajaran tidak bisa sama padahal sumbernya lebih hebat, bukan manusia tetapi sumbernya dari Tuhan. Mengapa tidak bisa menjadi satu? Karena ada yang percaya, ada yang tidak percaya pada Firman. Itu saja penyebabnya. Kalau semua percaya pasti bisa satu, berdiri tegak pada Korban Kristus, berdiri tegak pada Firman pengajaran yang benar.
Jadi kalau disimpulkan, papan jenang adalah orang yang mau taat pada Firman pengajaran yang benar! Kalau suami taat, isteri taat pasti satu. Orang tua taat, anak taat, pasti menyatu. Gembala taat, jemaat taat, pasti menyatu. Gembala dengan gembala sama-sama taat pasti menyatu bagaikan papan-papan jenang bisa menyatu. Kalau taat pasti bisa menerima kelebihan dan kekurangan sesama. Papan jenang itu ada pasaknya menunjuk kelebihannya dan ada lubangnya menunjuk kekurangannya. Kelebihan atau pasak papan yang satu masuk di lubang papan yang lain. Bisa menyatu karena sama-sama berdiri di atas alas perak. Coba kalau miring, bisa yang di bawah masuk, yang di atas tidak. Kalau sama-sama berdiri tegak bisa menyatu. Begitulah pengajaran, kalau sama-sama berdiri teguh di atas pengajaran, bisa menerima kekurangan dan kelebihan sesama.
Bukan malah saling menjelekan. Ini yang membuat tercerai berai, pecah belah. Katanya taat Firman, katanya pengajaran, tetapi cerita si anu begini begitu. Pergi persekutuan malah cerita orang. Ini papannya miring, ada celah setan masuk. Jangan kita seperti itu. Berusaha sebisa mungkin, minta kekuatan dari Tuhan, setiap persekutuan untuk mendengar Firman bukan untuk cerita orang. Kalau ketemu di tempat makan atau selesai ibadah atau sebelum ibadah, ceritalah pelayanan dari pada cerita tentang si anu. Firman Tuhan katakan entah dia mau berdiri entah dia mau duduk itu urusan tuannya, siapa kamu mau menghakimi! Tuhan saja larang, kenapa kita mau merasa lebih dari Tuhan, mau lihat kekurangan orang, mau tunjuk-tunjuk salah orang. Terserah dia mau bagaimana, itu urusannya dengan majikannya, siapa majikan kita? Yesus. Masing-masing tanggung jawab kepada Tuhan Yesus. Dalam penggembalaan, masing-masing ada gembala yang urus di situ. Pintu gerbang di Yerusalem Baru ada 12, setiap 1 pintu ada 1 gembala. Masing-masing gembala jaga pintu penggembalaannya, tidak usah urus domba yang lain. Itu yang membuat papannya jadi miring. Jangan-jangan belum jadi papan, masih pohon! Bagaimana bisa menyatu kalau masih pohon.
Hari-hari terkhir ini, 2 kali nasihat dari kitab Wahyu kita menuruti Firman saja. Yang lain itu urusannya orang itu sendiri dengan Tuhan. Sidang jemaat tidak usah cerita jemaat lain, tidak usah cerita sidang yang lain apalagi mau cerita-cerita gembala, turuti Firman saja!
Wahyu 1:3; 22:7
Wahyu 1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"
Menuruti Firman itu bahagia. Sekarang masih diberikan kesempatan membaca, mendengar dan menuruti. Suatu saat nanti tidak bisa membaca dan mendengar, tinggal menuruti, Firman sudah mendarah daging. Lebih baik sekarang kita membaca, mendengar dan menuruti, taati, praktekan Firman Tuhan. Itu papan yang berdiri tegak.
Ayo turuti Firman saja. Kalau sudah menuruti Firman kita akan mengalami 2 hal.
1. I Petrus 1:22-25
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
Kalau menuruti Firman maka terjadi penyucian dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Kalau sudah suci maka timbul kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Gembala suci, jemaat suci, sama-sama punya kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, bisa menyatu, saling mengasihi. Suami suci, isteri suci, punya kasih persaudaraan yang tulus ikhlas maka pasti menyatu.
Dari ketaatan menghasilkan penyucian, dari penyucian menghasilkan penyatuan Tubuh Kristus. Semakin suci, semakin terjalin erat persekutuannya. Mulut ini menentukan kita masuk persekutuan Tubuh Kristus atau di luar. Kalau bisu berada di luar, kalau lepas dari bisu bisa menyatu.
Selama masih pertahankan dosa atau masih lihat dosa orang lain pasti saling menyakiti. Mulai dari mimbar mendoktrin jauhi ini jahui itu, jemaat tidak tahu apa-apa jadi benci dan musuhi orang.
Seharusnya kita lahir dari benih Allah, ini benih setan yang masuk. Benih kebencian itu benihnya setan. Kalau sudah benci dusta. Kalau ditanya kamu ngomong begini? Oh tidak ada saya ngomong begini. Padahal sudah ke mana-mana dia ngomong benci orang. Benih setan masuk, benih kebencian, benih dusta, benih munafik. Dusta itu munafik!
Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Kedengaran kasar sekali! Coba bilang ‘papamu setan!’ bisa marah mengamuk! Tetapi ini Firman Tuhan. Ini iblis menjadi bapanya karena pembenci dan pendusta, munafik. Jangan terjadi pada kita. Biarlah kasih yang tulus ikhlas. Ketemu orang senyumnya senyum yang tulus, sapanya sapa yang tulus, perhatiannya perhatian yang tulus. Bukan senyum padahal dalam hati jengkel. Banyak kali terjadi seperti itu karena belum menuruti Firman. Jadi kita bisa tahu orang ini menuruti Firman atau tidak dari sikapnya sehari-hari. Ada benci, dusta, munafik atau tidak. Kalau sehari-hari dia bisa tulus ikhlas mengasihi, dia tulus ikhlas mengasihi, dia itu menuruti Firman!
Kalau suci, dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
II Timotius 2:20-22
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
Kalau suci pasti dipakai. Pelayan Tuhan, hamba Tuhan yang suci, dia menjadi emas dan perak. Periksa diri, bercermin pada Firman, saya ini hamba Tuhan yang suci atau belum. Kalau suci dia tampil seperti emas dan perak.
a) Memiliki emas. Emas itu adalah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang memiliki tabiat Ilahi, tabiat rohani, yaitu:
1) Keadilan
Adil di sini tidak memihak siapa-siapa, tetapi hanya memihak Tuhan, memihak Firman. Artinya dalam menghadapi segala masalah patokannya Firman. Kalau menghadapi masalah patokannya sesama suku, patokannya saudara, patokannya teman, keluarga, itu tidak adil. Kalau patokannya Firman pasti adil. Sekalipun bertentangan tetapi karena patokannya Firman, bisa adil.
Seperti waktu bangsa Israel menyembah anak lembu emas, Musa berkata siapa yang memihak Tuhan datang kepadaku. Orang Lewi memihak Tuhan. Sandang pedang di pinggang, jalani perkemahan, bunuh teman, bunuh saudara, bunuh tetanggamu, ini adil. Memihak Tuhan, tidak kompromi dengan daging.
Dalam rumah tangga ada masalah kakak adik, kalau tidak berpatokan pada Firman, pasti dia pilih siapa yang paling dia sayang. Biasanya orang tua itu ada anak yang paling dia sayang ada yang biasa-biasa saja. Yang paling dekat biar dia salah, tetapi dia bela. Begitu juga dalam penggembalaan, pernah terjadi orang tua dengan orang tua ribut karena bela anaknya. Kalau dibilangi anakmu begini begitu, dia tidak terima, malah dia jawab ‘persis anakmu sudah baik!’. Tetapi kalau patokannya Firman, begitu diberi tahu anakmu begini, padahal Firman seperti ini. Dia bisa terima, minta maaf saya salah, saya mau didik baik-baik anakku supaya jangan begitu. Bukan malah marah-marah, belum punya tabiat Ilahi.
Atau para pendeta bela anaknya. Anaknya salah, hamba Tuhan lain tegur malah marah, ngamuk! Jadi renggang persekutuan. Itu karena tidak adil. Kalau adil memihak Tuhan. Maka masalah teratasi, selesai semuanya. Inilah hamba Tuhan seperti emas, punya tabiat Ilahi, kembali kepada Firman. Tuhan yang akan tunjukan mana yang benar, mana yang salah.
2) Kesetiaan
Hamba Tuhan seperti emas dia setia, tidak mau mundur setapakpun. Maju saja, setia dalam pekerjaan Tuhan, Tuhan pasti bela. Bukan malah surut langkah.
3) Kasih
Mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi musuh.
4) Damai
Bukan marah-marah tidak jelas, ngamuk-ngamuk!
b) Perak adalah hamba Tuhan yang bisa dipegang perkataannya.
Amsal 10:20
10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
Hamba Tuhan harus bisa dipegang perkataannya. Kalau ada janji kepada sesama harus bisa dipegang perkataannya. Apalagi kalau dia gembala, hamba Tuhan. Sebab perkataan itu ada kaitan dengan pengajaran.
Yesaya 8:20
8:20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.
Jadi harus bisa dipegang perkataannya. Kalau tidak bisa dipegang perkataannya, pengajarannya pasti berubah-ubah. Cuma yang jasmani saja tidak bisa dipegang, bagaimana soal pengajaran yang rohani!. Kalau soal jasmani tidak bisa dipegang, soal yang rohani pasti berubah-ubah. Jadilah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang seperti perak, bisa dipegang kata-katanya. Kalau tidak bisa dipegang itu papan yang miring, tidak bisa menyatu. Akhirnya masuk setan di situ, masuk ular, masuk angin. Tetapi kalau lurus pasti menyatu.
Hasilnya kalau menjadi emas dan perak secara rohani:
Hagai 2:9
2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
Kita menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, bahkan oleh setan sekalipun!
Hagai 2:7
2:7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
Sekarang ini di mana-mana terjadi kegoncangan. Kegoncangan di udara, di laut, di darat, goncang semua. Kalau di udara itu kegoncangan karena setan dengan roh jahat dan roh najisnya. Di darat kegoncangan karena ulah nabi palsu dengan ajaran palsu dan dustanya. Di laut kegoncangan karena antikristus dengan roh kebencian dan ikatan akan uang. Tetapi kalau kita suci, kita milik Tuhan, tidak ikut goncang dengan dunia ini. Kita milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat, Tuhan bela, Tuhan lindungi.
2. Keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Manusia daging hanya seperti rumput. Kemuliaannya bunga rumput. Jadi kalau tidak mau menuruti Firman, sekalipun hebat punya kedudukan, kekayaan dan kepandaian itu hanya seperti bunga rumput yang sebentar lagi layu.
I Petrus 1:24-25
1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
Manusia daging itu rumput. Tanda manusia daging seperti rumput:
a) Gampang layu = gampang kecewa dan putus asa menghadapi panas terik. Sampai akhirnya tinggalkan Yesus. Tetapi waktu berhasil, gampang sombong, gampang bangga. Kalau sudah sombong, merasa lebih tahu Firman. Dinasihati, diingatkan ‘ah saya sudah tahu’. Merasa lebih benar dari yang lain, merasa lebih dipakai, sehingga tidak mengandalkan Tuhan, malah melawan Tuhan.
b) Hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
Mazmur 37:1-2
37:1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
37:2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
Kasih biar orang-orang yang suka berbuat dosa. Itu orang fasik, hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
Sebab itu mari kita gunakan waktu membaca, mendengar dan menuruti Firman maka kita dilepaskan dari sifat rumput, lepas dari sifat manusia daging yang fana yang gampang kecewa, gampang putus asa, gampang sombong dan bangga menjadi menjadi manusia rohani seperti Yesus, manusia yang mulia yang kelak hidup kekal bersama Yesus. Menjadi manusia rohani yang kuat teguh hati. Waktu dalam masalah pencobaan tetap percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan. Waktu dipakai dan diberkati Tuhan, tetap merendahkan diri di hadapan Tuhan, tidak bangga, tidak sombong.
Sudah menuruti Firman, masih diuji. Ketaatan kita masih diuji supaya betul-betul kita menjadi manusia rohani yang kuat dan teguh hati.
II Korintus 4:16-18
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Waktu dalam sengsara dan penderitaan, kita tetap kuat dan teguh hati. Kita anggap itu penderitaan ringan. Sekalipun di mata manusia hebat sengsaranya, tetapi karena kita manusia rohani yang sudah dibaharui, kita anggap itu penderitaan ringan. Kenapa? Karena tidak akan pernah sebanding dengan kemuliaan yang Tuhan sediakan. Maka kita tidak loyo, tidak kecewa, tidak putus asa. Sampai ditinggal orang terkasihpun kita tetap kuat, ini penderitaan ringan, nanti ketemu lagi waktu Yesus datang. Yang mati dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, yang hidup diubahkan dalam tubuh kemuliaan, keduanya diangkat ke awan-awan menyongsong Yesus di angkasa, kita jadi kuat. Ada kemuliaaan yang Tuhan sediakan bagi kita.
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Makanya disebut penderitaan ringan karena tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Ujian itu adalah sekolah iman. Yesus contohkan, dalam penderitaan Yesus belajar yaitu belajar taat. Kita sekarang dalam ujian iman, belajar menuruti Firman.
Ibrani 5:8
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
Kalau belajar jadi pintar. Kalau sudah pintar pasti lulus. Ayo belajar terus sampai pintar, sampai lulus, kalau sudah lulus Tuhan berikan mahkota kemuliaan. Berterima kasih kepada Tuhan kalau Tuhan izinkan ujian datang. Siapa gurunya? Bisa jadi suami, bisa tetangga, bisa pengurus organisasi, bisa sesama di gereja yang dipakai Tuhan untuk mengodok kita. Kalau ada yang dipakai Tuhan menguji kita, seharusnya berterima kasih, terima kasih Tuhan saya bisa belajar. Seperti saya orang yang gampang terpancing emosi, diuji supaya belajar meredam emosi. Ada yang gampang gelisah, gampang galau, diuji supaya bisa tenang. Diuji terus sampai kita berhasil lulus ujian, berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Kepala sekolahnya adalah Yesus, dalam ujian Dia menyertai kita.
I Tawarikh 28:20
28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
Kalau kuat teguh hati, kita disertai Tuhan. Tuhan sertai sampai selesai, sampai lulus ujian, sampai berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan, selesai terbentuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.
Di depan ada Perjamuan Suci, jaminannya bahwa Tuhan menyertai kita sampai lulus, selesai belajarnya. Seorang murid kalau selesai belajar menjadi sama dengan guru, kita menjadi sama dengan Yesus.
Lukas 6:40
6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Yesus belajar taat sampai mati di kayu salib. Kita belajar juga sampai dagingnya tamat supaya sama dengan Yesus Guru kita, menjadi mempelai WanitaNya yang sempurna. Di depan ada perjamuan suci jaminannya. Waktu Yesus mau menyerahkan nyawaNya, sudah mau lulus, Yesus berseru ‘sudah selesai’. Jadi Yesus sanggup menyelesaikan semuanya bagi kita. Dia menyertai kita sampai kita selesai terbangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Untuk sekarang Tuhan sertai sampai masalahnya selesai.
Yohanes 19:30
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Mau ikuti sekolah iman, nikmati pengalaman salibnya, ikuti ujiannya maka ada kemuliaan menanti kita. Kalau sudah tamat, lulus, kemuliaan Tuhan disediakan, kita sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Tuhan menyertai, tidak pernah meninggalkan kita sampai selesai terbangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar