20261014

Kebaktian Umum, Minggu 20 September 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:8-9

16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.

16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

 

Ini penghukuman dari Allah Bapa yaitu api yang menghanguskan.

 

Ada 5 perkara yang dihukum oleh api yang menghanguskan:

1.      Dosa sampai puncaknya dosa, seperti Sodom dan Gomora di tunggang balikan oleh api dari Tuhan. (Kejadian 19:1-29)

 

2.      Imam-imam, hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang bekerja dengan api asing seperti Nadab dan Abihu. (Imamat 10:1-2)

 

3.      Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang kemasukan nafsu rakus (Bilangan 11:1)

 

4.      Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang biasa sampai sengaja meninggalkan ibadah pelayanan (Ibrani 10:25-27)

 

5.      Orang yang suka menindas dan menyiksa (II Tesalonika 1:6-7)

 

II Tesalonika 1:6-7

1:6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu

1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

 

Ini penghukuman atas orang yang suka menindas dan menyiksa. Siapa orang yang suka menindas dan menyiksa?

II Tesalonika 1:8

1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.

 

1.      Orang yang tidak mau mengenal Tuhan, tidak percaya Yesus, orang di luar Tuhan. Kita berdoa untuk negara kita, karena yang intoleran semakin menjadi-jadi, mendirikan gereja susahnya minta ampun. Sudah ada IMB mau meletakan batu pertama susah.

 

2.      Orang yang tidak mau mentaati Firman, ini orang dari dalam. Ini juga menindas dan menyiksa, bisa lewat perilaku dan lewat perkataannya.

 

Mengapa Tuhan izinkan gereja Tuhan ditindas dan tidak langsung membela?

II Tesalonika 1:5

1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

 

Untuk menguji apakah kita layak menjadi warga kerajaan Sorga. Kalau mengamuk, mau membalas berarti belum layak menjadi warga kerajaan Sorga. Tetapi kalau diam dan menyerahkan kepada Tuhan hakim yang adil, berarti kita layak untuk menjadi warga kerajaan Sorga, menjadi keluarga Allah untuk nanti dipilih menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Sekarang kita fokus dengan yang di dalam. Mengapa suka menindas? Karena merasa lebih dari orang lain. Menindas diawali dengan menghakimi orang lain. Karena merasa lebih dari orang itu, bahkan merasa lebih dari Tuhan. Yang berhak menghakimi adalah Tuhan tetapi dia merasa lebih dari Tuhan!

Lukas 6:37-42

6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

 

Seorang murid tidak lebih dari gurunya. Kalau sudah merasa lebih dari orang lain, inilah yang menjadi penindas. Dia merasa lebih kuat ekonominya dari orang lain, dia mulai menindas. Merasa lebih dipakai, merasa lebih punya kedudukan di organisasi, dia mulai menindas anggota majelis besar. Orang seperti ini akan kena api penghukuman dari Tuhan.

 

Seringkali gereja Tuhan merasa lebih dalam 3 hal:

1.      Merasa lebih pandai, lebih berhikmat dari pada Tuhan.

Roma 11:25-26

11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

 

Praktek merasa lebih berhikmat dari Tuhan adalah tidak menghargai karya penyelamatan Tuhan atau tidak menghargai Korban Kristus.

 

Hikmat Tuhan menyelamatkan bangsa kafir. Seharusnya keselamatan hanya untuk bangsa Israel. Karena Yesus sendiri berkata ‘Aku datang ke dunia untuk menyelamatkan domba-domba yang terhilang dari Israel. Tetapi sebagian dari orang Israel menolak, keras hati. sehingga terbuka kesempatan bagi kita bangsa kafir untuk menerima karya penyelamatan itu, menerima Korban Kristus. Kita diselamatkan, dibawa masuk dalam suatu kegerakan rohani. Keselamatan itu kegerakan Roh Kudus hujan awal, kegerakan dalam Firman penginjilan. Orang yang merasa lebih berhikmat dari Tuhan, dia tidak mau aktif dalam kegerakan. Hujan awal saja tidak ada, apalagi hujan akhir. Soal keselamatan saja masih tanda tanya!

 

Tidak mau aktif dalam kegerakan hujan awal prakteknya:

a)      Tidak percaya Yesus, masih punya pegangan yang lain. Ini berarti merasa lebih kuat dari Tuhan. Bukan mengandalkan Yesus, tidak percaya kuasa Tuhan. Mengaku Kristen tetapi masih ada jimat-jimatnya dan lain-lain.

b)      Kristen tetapi tidak bertobat. Orang Kristen yang tidak bertobat disebut keturunan ular beludak. Sudah ditebus oleh Korban Kristus, dilahirkan dari kandungan Golgota tetap ternyata yang dilahirkan ular beludak! Bengkok-bengkok mulutnya, bengkok-bengkok perilakunya.

Matius 3:7-8

3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

 

Ini hamba Tuhan melayani tetapi tidak bertobat! Jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa. Di hadapan Tuhan dia bukan Israel rohani tetapi disebut keturunan ular beludak.

 

Ini Yohanes yang katakan. Dalam Matius pasal 3 Yesus sendiri yang katakan.

Matius 23:33

23:33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

 

Ini jangan terjadi pada kita. Jangan kita merasa lebih berhikmat dari Tuhan. Biasanya orang seperti ini berkata ‘mana hukuman, buktinya ini saya sehat, saya kuat’.

 

Kegerakan Roh Kudus hujan awal ini kemurahan bagi kita bangsa kafir, ayo hargai. Karena sebagian Israel menolak maka kita bisa masuk dalam kegerakan ini. Kegerakan ini harus meningkat, jangan ada pada penginjilan terus.

Roma 11:26

11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

 

Dikaitkan dengan Sion, Sion tempat keluarnya pengajaran.

Yesaya 2:2-4

2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

 

Dari Sion datang penebus. Penebus yang dimaksud bukan lagi Yesus penyelamat dunia tetapi Yesus sebagai Suami.

Yesaya 54:5

54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

 

Penebus di sini menunjuk Yesus sebagai Suami. Pengajaran kita membawa kita pada Yesus sebagai suami, inilah yang disebut Kabar Mempelai. Firman pengajaran itulah Kabar Mempelai.

 

Kadang orang Kristen merasa lebih berhikmat dari Tuhan, sudah tidak perlu pengajaran, merasa dengan penginjilan sudah cukup, padahal kita harus meningkat. Dari penginjilan sudah harus mantap keselamatannya. Kemudian ditingkatkan pada Firman pengajaran supaya kita yang sudah selamat, disucikan, diubahkan, sampai sempurna, layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Ini orang yang tidak bertobat, baptisan airnya tidak benar, tidak lahir baru, tidak mau meningkat pada pengajaran, pasti akan menindas orang yang mau sungguh-sungguh dalam pengajaran. Jadi jangan heran kalau kita diizinkan ditindas dengan kata-kata, dengan sikap dan perilaku.

 

Ayo biar kita masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal, mantap soal keselamatan, kemudian meningkat pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kita mau disucikan, mau diperbaiki setiap perilaku kehidupan kita sekalian.

 

Dari sikap bangsa Israel tadi ada 3 yang bisa kita ambil sebagai pelajaran:

a)      Jangan keras hati sementara kegerakan rohani terjadi. Nanti bisa terbuang! Kegerakan itu dimulai dari dalam penggembalaan. Aktifkan dulu dalam penggembalaan, kalau sudah meluber baru keluar. Kalau di dalam belum tergembala dengan mantap, lalu mau keluar, mau apa? Makanya waktu terjadi gesekan di luar, imbasnya di penggembalaan, sudah tidak mau beribadah, tidak mau melayani. Sementara orang di luar dibawa masuk dalam penggembalaan, bergairah untuk tergembala, ayo kita ikut. Jangan keras hati, jangan beredar-edar di luar terus!

 

Yesus berkata ada lagi domba-domba yang harus Kutuntun, jadi mulai dari dalam kandang dulu.

Yohanes 10:16

10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

 

Siapa yang mau ikut persekutuan ke Malang? Di dalam dulu mantap tergembala baru kita ikut persekutuan keluar. Kalau gembala tidak mengajak domba-dombanya bersekutu, gembala itu akan makan domba-dombanya. Makanya diajak bersekutu, jangan dimakan. Tetapi di dalam penggembalaan harus mantap terlebih dahulu baru kita keluar.

 

Ini semua kemurahan Tuhan, kalau kita bisa percaya Yesus, bertobat, lahir baru itu kemurahan Tuhan. Kalau bisa tergembala, kemurahan Tuhan. Kita bisa bersekutu, kemurahan Tuhan, asal satu Firman pengajaran yang benar.

 

b)      Kalau tidak mau taat pada Firman pengajaran, tidak mau tergembala, ada orang lain yang mau. Jadi jangan merasa ‘oh saya ini dibutuh!’! Yang bahaya tempatnya dalam Tubuh Kristus diganti orang lain, sebab Tubuh Kristus tidak boleh kosong. Yudas keluar, diganti Matias. Ada bintang gugur, ada bintang yang diorbitkan.

 

Jadi jangan sedikit-sedikit ancam gembala. Kalau saya tidak mau datang, mau apa gembala? Tuhan tidak pernah kekurangan orang! 1 keluar diganti yang lain, tidak boleh kosong tempatnya. Kita periksa tempat kita, jangan biarkan kosong. Kalau kosong segera kembali, nanti diambil orang, ayo kembali tergembala dengan benar dan baik, taati Firman Tuhan.

 

c)      Tuhan tidak pernah menyesali panggilan dan pilihanNya, tidak pernah menyesali kasih karuniaNya.

Roma 11:29

11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.

 

Kalau sudah menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan, jangan menyesal. Aduh menyesal saya tidak bisa begini, tidak begitu, tahu begini tidak melayani. Jangan seperti itu! Tuhan tidak pernah menyesali panggilan dan pilihan Tuhan. Biar bagaimanapun Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Suatu saat Tuhan akan kembali pada mereka. Sekarang pintu kemurahan terbuka lebar bagi kita bangsa kafir. Ayo percaya Yesus, bertobat, lahir baru, tergembala, disucikan, melayani. Tetapi suatu saat tertutup dan Tuhan kembali kepada bangsa Israel.

 

Kita bangsa kafir hanya diperalat untuk membuat bangsa Israel cemburu. Kalau mereka cemburu dan mau kembali kepada Tuhan maka pintu kemurahan tertutup kepada kita.

Roma 11:11-14

11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.

11:12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,

11:14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.

 

Kalau dkaitkan dengan pekerja di kebun anggur, kita pekerja yang masuk jam 5, tinggal 1 jam bekerja. Sebab itu harus ahli menggunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan. Ahlinya apa? Manfaatkan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan masuk dalam kegerakan rohani!

 

Tahun ini agak susah, mulai krisis, kadang timbul di hati kasihan jemaat kalau menggelar natal tahun ini. Baru pulang dari Malang, bulu belum tumbuh, sudah mau dicukur lagi untuk natal. Tetapi ingat lagi jangan-jangan ini sudah kesempatan yang terakhir. Kalau tidak ahli menggunakan waktu lalu sudah tertutup pintu kemurahan, tinggal gigit jari. Lebih baik gunakan waktu kesempatan, mari kita berkorban untuk kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Mari kita masuk dalam kegerakan. Kita tidak tahu kapan waktu ini akan berakhir.

 

7 tahun terakhir gereja dibagi 2:

a)      3,5 tahun pertama adalah masa praaniaya, masa kegoncangan. Tetapi pembangunan Tubuh Kristus terselesaikan di situ.

b)      3,5 tahun kedua antikristus berkuasa.

 

Mari kita aktif dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Kesempatan kita bekerja tinggal 1 jam.

Matius 20:6

20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

 

Sekarang masih dicari supaya kita bekerja dalam kebun anggur Tuhan. Mari masuk kegerakan, masuk pembangunan Tubuh Kristus, tergembala, tekuni penggembalaan, masuk di kandang penggembalan supaya kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Apa yang harus kita lakukan dalam kegerakan? 1 jam ini mengingatkan kita doa Yesus di taman Getsemani ‘Simon, tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?’. Dalam kegerakan ini kita harus ahli menggunakan waktu. Bagaimana caranya? Robek daging! Waktu yang Tuhan berikan kepada kita, gunakan untuk merobek daging, jangan malah dikuti keinginannya. Terutama kehendak daging ini harus dimatikan! Yesus  berdoa kalau boleh lalukan cawan ini dari padaKu, tetapi bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu. Robek ini daging!

 

Kita gunakan waktu yang sisa 1 jam, dalam kegerakan ini, robek daging!

Markus 14:35-37

14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

 

Kegerakan ini memang terjadi saat kegoncangan. Tetapi ada hasilnya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Tuhan sanggup menghapus kemustahilan.

 

2.      Merasa lebih besar dari orang lain.

Markus 10:41-45

10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.

10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Kalau mau menjadi besar, mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna, harus melayani. Merendahkan diri melayani Tuhan dan melayani sesama. Melayani yang dimaksud disertai pengorbanan-pengorbanan. Semua kita korbankan, Yesus sampai berkorban nyawa. Kalau memang itu kehendak Tuhan harus berkorban nyawa, terserah Tuhan. Yang penting kita melayani disertai dengan pengorbanan-pengorbanan maka akan menjadi benar dan menjadi terkemuka. Bukan malah menuntut untuk dilayani!

 

Apa buktinya kalau kita melayani dengan merendahkan diri kita menjadi besar dan terkemuka?

a)      Wahyu 12:1

2:1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

 

Mempelai wanita ditampilkan di langit. Jadi bukti menjadi besar buktinya tidak terikat lagi dengan dunia, daya tarik dunia tidak mempengaruhi dia. Mulai dari sekarang belajar lepas dari daya tarik dunia! Bukan mencari perkara dunia, yang kita cari perkara sorga. Dalam surat Kolose dikatakan pikirkan perkara yang di atas, karena kita mau dibawa ke atas, ke langit. Jangan pikiran yang di bumi terus, pikiran duniawi terus. Pandangan kita harus yang di atas, makanya kita rela berkorban apa saja, karena kita tidak terikat lagi dengan pengaruh dunia ini. Apalagi saya hamba Tuhan lalu masih mau terikat dengan perkara dunia. Harus lepas dari pengaruh dunia!

 

b)      Yesaya 62:11

62:11  Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

 

Berjalan d hadapan Tuhan berarti di depan, terkemuka.

Yesaya 62:5

62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

 

Jerih payah Yesus mulai dari natal. Kemudian Dia mati di kayu salib, bangkit, naik ke Sorga, siapkan tempat untuk kita. Sesudah itu Yesus untuk datang kembali. Sekarang bukti kita menjadi terkemuka adalah berjerih payah untuk perkara-perkara yang rohani! Ada halangan bukan berarti menjadi halangan untuk kita tidak beribadah melayani Tuhan, berupaya tembus! Seperti Yusuf dikatakan pohon buah-buahan, dahannya melewati tembok! Bukan malah mundur. Kalau jemaat berjuang, gembala harus lebih ekstra berjuang.

 

Yesus berjerih payah untuk mendapatkan kita Mempelai WanitaNya. Kitapun harus berjerih payah untuk bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga kita. Bukan merasa lebih besar orang lain, tetapi betul-betul kita merendahkan diri. Untuk menjadi terkemuka, kita harus berjerih payah untuk perkara-perkara yang rohani.

 

Apa jerih payah kita?

1)      I Timotius 4:7-9

4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

 

Perjuangkan ibadah pelayanan lebih dari perkara yang jasmani. Apapun tantangan yang dihadapi, maju terus, Tuhan pasti bela, Tuhan pasti tolong!

 

2)      II Timotius 1:13-14

1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

 

Pegang teguh Firman pengajaran yang benar yang sudah kita terima dari pendahulu. Apapun tantangan dan godaannya, jangan pernah lepaskan Firman pengajaran yang benar, ajaran sehat yang sudah kita terima dari pendahulu, yang sudah memberkati kita, yang sudah membenahi hidup kita, nikah kita, tahbisan pelayanan kita. Pegang teguh itu, apapun tantangannya jangan kita lepaskan!

 

Untuk kita masuk dalam pengajaran perjuangannya sudah luar biasa. Bertahan di dalam pengajaran lebih luar biasa lagi perjuangannya. Pengajaran ini dari 1935, sudah memberkati gereja Tuhan sampai saat ini. Untuk bisa bertahan dalam kemurnian pengajaran, itu semua hanya kasih karunia, kemurahan Tuhan. Mari pertahankan Firman pengajaran yang benar, jangan dilepaskan. Waktu saya di tahbiskan menjadi gembala di Diora, bapak gembala sampaikan Firman jalur yang sudah dirintis oleh pendahulu, jangan dirombak oleh penerus! Jalurnya sudah ada, kita tinggal ikuti jalan lurus. Dari pintu gerbang sampai ruangan maha suci itu jalan lurus, tidak usah kita lirik sana sini. Teguh saja dalam Firman pengajaran yang sudah kita terima dari pendahulu. Dulu diajar bagaimana, pertahankan sampai sekarang. Biar kita mau merendahkan diri, mau disucikan, dibaharui oleh Firman pengajaran ini.

 

Ada contoh dalam Alkitab, dia menjadi besar tetapi mulai dari mengecilkan diri dulu, itulah Gideon. Gideon dari kaum yang terkecil dari suku Manasye, tetapi dia dipakai untuk membebaskan bangsa Israel dari tangan orang Midian.

Hakim-hakim 6:3-5

6:3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;

6:4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak.

6:5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,

 

Kenapa Gideon bisa dipakai Tuhan? Sementara bangsa Israel sudah kering, gandum mereka habis dimusnahkan orang Midian, Gideon masih memiliki gandum. Untuk kita sekarang, sementara gereja sudah meninggalkan Firman pengajaran yang murni, masih ada Gideon-Gideon yang mempertahankan kemurnian Firman pengajaran. Semoga itulah kita.

Hakim-hakim 6:11

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

 

Gideon masih muda, dia punya gandum. Saya taruh pada diri saya, saya masih muda, harus punya gandum! Sementara diperangi sana sini, tetapi kita bertahan dalam pengajaran ini.

 

Orang Midian datang seperti belalang. Dalam Wahyu belalang itu adalah demon-demon, roh-roh jahat, roh-roh najis, roh-roh peperangan yang keluar dari lubang jurang maut. Itu kita hadapi sekarang ini. Berapa banyak hamba Tuhan yang teguh dalam pengajaran jatuh karena roh jahat ikatan akan uang, jatuh karena roh najis, karena dosa kawin mengawinkan sehingga tidak bertahan lagi dalam kemurnian pengajaran. Makanya saya jaga betul-betul, jaga kesucian, jaga tahbisan! Saya pesankan kepada kaum wanita ke isteri saya lebih dulu. Apalagi kalau masih muda.

 

Wahyu 9:1-3

9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

9:2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

9:3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

 

Ini yang keluar dari dalam jurang maut, roh-roh peperangan. Dulu bagaimana indahnya persekutuan. Sekarang roh peperangan ini mulai mengganggu. Mulai serang satu, serang yang lain, sana sesat, sana menyimpang. Kita jaga, ini Midian, ini Amalek yang mau menghancurkan gandum.

 

Jemaat tidak usah terpancing. Lihat saja gembala, gembala tenang, jemaat juga tenang, tidak usah terpancing. Memang bisa kalau saya mau komando, tetapi buat apa, kita dihantam oleh belalang, gandum habis. Kelihatan hebat serang sana, serang sini tetapi tidak punya gandum, tidak ada pembukaan rahasia Firman. Apa yang mau terjadi dalam sidang jemaat kalau sudah tidak ada pembukaan Firman, hancur semuanya! Lebih baik kita tenang, menyingkir, masuk ke gua. Tidak usah tanggapi peperangan-peperangan itu. Menyingkir di kaki Tuhan, banyak menyembah Tuhan, serahkan kepada Tuhan. Kita masih punya gandum, sementara yang lain sudah tidak punya gandum. Itu yang menjadi kekuatan kita, yang penting masih punya pembukaan rahasia Firman, jangan sampai sudah habis.

 

Kalau kita bertahan dalam kemurnian Firman pengajaran, tidak mau terpancing, tidak mau terganggu dengan roh peperangan, roh jahat, roh najis ini maka kita bertemu Tuhan keselamatan.

Hakim-hakim 6:24

6:24  Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

 

Kita bertemu dengan Tuhan panji keselamatan. Tuhan yang memberikan damai sejahtera. Tidak usah kita mau terpancing emosi, mau ikut-ikutan yang lain, kita bertahan saja dalam kemurnian Firman pengajaran, pasti bertemu Yehova Syalom, Tuhan panji keselamatan.

 

3.      Merasa lebih benar dari orang lain, bahkan lebih benar dari Tuhan.

Kapan ini terjadi? Waktu Tuhan izinkan masuk dalam pengalaman sengsara. Di situ kita diuji apakah layak untuk kerajaan Sorga atau tidak. Ketika diizinkan dalam penindasan, diizinkan dalam kesesakan, kadang muncul getah dosa, merasa lebih benar dari orang lain, merasa lebih benar dari Tuhan. Saya lebih sungguh-sungguh melayani dari pada dia, kenapa dia maju sedangkan saya sengsara, saya tambah susah! Itu sudah merasa lebih benar.

Ayub 32:1-2

32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.

32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

 

Saat kita diperhadapkan dengan ujian tantangan, sengsara, penindasan, tabiat ini muncul. Ini bagaikan getah. Tabut perjanjian dibuat dari kayu penaga, kayu penaga itu kayu yang bergetah. Kalau tidak digesek, tidak digores, tidak keluar getahnya. Tuhan izinkan ada penindasan, ada tantangan, bagaikan pohon yang digores, keluarlah getahnya. Merasa lebih benar itu seringkali muncul di perkataan, teledor dalam berkata-kata.

Ayub 42:5-6

42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

 

Dalam penindasan yang kita alami, sikap kita duduk dalam debu dan abu. Artinya:

a)      Mengaku tidak layak, banyak kesalahan, banyak kelemahan dan kekurangan. Kalau saya ditindas, memang saya tidak layak, tidak berharga apa-apa. Sehingga mendorong kita mengakui segala kelemahan kekurangan itu untuk diperbaiki oleh Tuhan, bukan untuk dipertahankan. Mengapa nikahku begini? Saya hanya debu tanah, saya tidak layak, tidak mampu berbuat apa-apa, tidak berharga apa-apa.

b)      Mengaku tidak berdaya sehingga hanya menyerah sepenuh kepada Tuhan.

 

Biarlah ini menjadi pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Maka Tuhan secara pribadi akan mengulurkan tanganNya kepada kita.

Ayub 42:10

42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

 

Tangan belas kasihan Tuhan diulurkan untuk memulihkan 2 kali lipat, artinya yang jasmani dipulihkan, yang rohani juga dipulihkan. Dari jasmani dipulihkan dari tidak ada menjadi ada. Sudah habis anaknya, namun Tuhan berikan buah nikah bahkan yang terkenal paling cantik saat itu. Dari tidak punya ternak Tuhan berikan 2 kali lipat. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Secara rohani Tuhan kembalikan kita pada gambar semula, segambar dengan Allah Tritunggal untuk menjadi Mempelai WanitaNya yang sempurna.

 

Tuhan sanggup memulihkan 2 kali lipat, sikap kita duduk di tanah. Mengaku saya hanya tanah liat. Duduk diam serahkan kepada Tuhan. Tuhan Sang Penjunan itu sanggup memulihkan kita 2 kali lipat.

 

Apapun pergumulan dan penindasan yang kita alami, jangan merasa lebih berhikmat dari Tuhan, jangan merasa lebih besar dari orang lain, jangan merasa lebih benar dari orang lain, bahkan lebih dari Tuhan. Biar kita hanya mengaku tanah liat, duduk di kaki Tuhan. Kalau sudah sempat teledor berkata-kata segera cabut semuanya. Serahkan semuanya kepada Tuhan, Tuhan sanggup memulihkan 2 kali lipat.  

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar