20261008

Kebaktian Ucapan Syukur, Jumat 11 September 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Pengkhotbah 11:9 (Nasihat bagi pemuda-pemudi)

11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

 

Ayat ini menjadi teguran dan ingatan bagi kaum muda dan bagi kita sekalian, juga untuk kami para orang tua. Seringkali menikmati hidup itu dengan sukacita itu banyak disalah artikan sehingga banyak kaum muda remaja menuruti keinginan dan hawa nafsu dagingnya dan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, narkoba, miras) dan dosa kawin mengawinkan, dosa seks dengan berbagai macam ragamnya, baik lewat pandangan, tontonan sampai pada perbuatan.

 

Masa muda itu masa menyenangkan daging, ini yang ditulis oleh Pengkhotbah, banyak kaum muda terlena dengan sukacita semu yang berakhir dengan pengadilan Allah! Merayakan ulang tahun dengan sukacita senang-senang daging, tetapi berakhir dengan pengadilan Allah, dihakimi dan dihukum. Sehingga masa depannya hanyalah hari-hari yang malang.

Pengkhotbah 12:1

12:1 Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!",

 

Teman-temannya berhasil menggapai cita-cita, tetapi karena dia jatuh dalam dosa, masih muda sudah jadi ibu muda. Karena melakukan kesenangan sesaat sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya ingatkan untuk selalu ingat Pencipta, ingat Tuhan. Tuhan menciptakan manusia, membentuknya dari tanah liat, dibentuk oleh tangan Tuhan. Ingat Tuhan Sang Pencipta berarti hidup dalam tangan Tuhan. Yang Tuhan mau, masa muda kita serahkan dalam tangan Tuhan, biar hidup dalam tangan Tuhan, sehingga tahun-tahun yang akan datang bukan tahun-tahun yang malang tetapi berbahagia dengan Tuhan.

 

Tuhan menciptakan kita dari tanah liat, dibentuk, jadilah manusia. Ini disebut proses pembaharuan. Jadi praktek ingat Tuhan Sang Pencipta adalah mau mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Saya tidak mau tetap manusia daging yang hidup dalam hawa nafsu daging, tetapi mau dibaharui menjadi manusia rohani seperti Yesus, sampai nanti sama mulia dengan Yesus, sempurna seperti Yesus. Ini disebut pembaharuan.

 

Banyak kaum muda sudah menata hidupnya, menata masa depannya. Mulai ada rencana A, rencana B, setelah tamat ini saya mau ke mana, mau kuliah atau kerja dulu dan seterunya. Namun upaya yang terutama supaya terhindar dari hari-hari yang malang harus ingat Pencipta, masuk dalam proses pembaharuan, dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Sebab kalau masih manusia daging yang mengikuti hawa nafsu dan keinginannya tidak bisa masuk dalam kerajaan Sorga.

I Korintus 15:50-51

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

 

Pertanyaannya, apa yang dibaharui?

1.      Pengkhotbah 11:9

11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

 

Ini yang negatif, sindiran dari pengkhotbah, ikuti saja keinginan hatimu. Jadi yang pertama mau dibaharui adalah pembaharuan hati. Silahkan menata masa depan, tetapi yang terutama ingat Tuhan Sang Pencipta. Saya harus dibaharui supaya bisa bertemu Dia waktu datang kembali. Yang harus dibaharui adalah hati.

 

Seringkali hati kaum muda dipenuhi keinginan daging yang tidak pernah dibendung. Terutama masalah jodoh, sudah tidak bisa dibendung. Biar beda keyakinan, sekalipun sudah dinasihati orang tua, dinasihati gembala, tetapi dia tidak mau terima. Ini disebut nafsu orang muda.

II Timotius 2:22

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

 

Nafsu orang muda ini hawa nafsu daging yang kuat dan tidak bisa dibendung. Praktek nafsu orang muda:

a)      Mengarah pada dosa kenajisan! Masa muda biasanya pingin coba-coba, rasanya bagaimana. Tetapi coba-cobanya yang negatif, melakukan kenajisan, dosa makan minum, merokok, miras, narkoba, akhirnya ketagihan, terikat, sulit bisa lepas. Juga dosa seks dengan berbagai macam ragamnya sehingga hancur hidupnya. Masa muda jangan sampai dirusak dosa ini, nanti menyesal ‘kenapa dulu saya tidak ingat nasihat orang tua, nasihat gembala’ tetapi sudah terlanjur, sudah terjadi.

 

b)      Mengarah pada dosa kejahatan.

II Timotius 2:23-24

2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

 

Mengarah pada dosa kejahatan yaitu pertengkaran, perbantahan, sampai perkelahian, tawuran. Cari-cari soal yang tidak perlu, sehingga jadi pertengkaran. Di sekolah hanya karena dilihat-lihat sudah terpancing emosi, mau tunjukan saya jago, saya kuat, saya hebat. Itu semua mengikuti hawa nafsu daging. Sampai dalam rumah juga melawan orang tua, melawan saudara-saudaranya.

 

Sebab itu perlu dibaharui. Kekuatan di dunia seperti pendidikan, kekayaan, tidak bisa membaharui. Justru biasanya orang yang hatinya kaya, begitu kaya jadi tidak baik. Waktu belum dapat gelar dia baik, begitu dapat gelar, dapat kedudukan jadi sombong dan sebagainya.

 

Apa yang bisa membaharui hati kita?

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Yang bisa membaharui hanyalah Firman yang tajam, lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini disebut Firman pengajaran yang benar. Kenapa disebut lebih tajam dari pedang bermata 2? Sebab tajam pertama menyucikan, tajam kedua mengubahkan. Ini yang kita butuhkan. Setiap kita beribadah berdoa, minta kepada Tuhan supaya membukakan rahasia Firman, nyatakan Firman yang tajam dan keras menyucikan. Banyak orang Kristen terutama kaum muda, kalau sudah Firman yang tajam menyucikan malah marah, jengkel, tidak suka dengar. Lebih senang kalau Firman lawak-lawak, lucu-lucu, tetapi tidak menyucikan. Pulang tidak mengalami penyucian dan pembaharuan, hatinya tetap penuh dengan keinginan daging yang menggebu-gebu, yang kuat mengarah pada dosa. Sebab itu perlu ditusuk dengan pedang Firman Tuhan sehingga hati yang penuh keinginan daging diubahkan menjadi hati yang penuh dengan kehendak Tuhan.

 

Waktu Yesus berdoa di taman Getsemani, lalukanlah cawan ini dari padaKu, Yesus minta supaya tidak mengalami salib. Tetapi Dia berdoa lagi, bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu yang jadi. Ini hati dibaharui dari hati yang penuh keinginan daging menjadi hati yang penuh kehendak Tuhan, hati yang taat kepada Firman Tuhan.

 

Kalau kaum muda disucikan, dibaharui hatinya menjadi hati yang taat, ada hasilnya dia menjadi perabot dari emas dan perak yang dipakai untuk kemuliaan Tuhan.

II Timotius 2:20-21

2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

 

Tuhan mau pakai kaum muda dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Waktu Yesus masuk ke Yerusalem, Dia dipermuliakan, dieluk-elukan, yang Yesus tunggangi adalah keledai muda. Itu menubuatkan kita kaum muda mau dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Saya rindu semua kaum muda dipakai oleh Tuhan. Saya senang kalau lihat menyanyi kaum muda remaja, sebab sejak Tuhan panggil melayani Tuhan, beban saya untuk melayani kaum muda remaja.

 

Sudah banyak kaum muda yang terhilang. Anak sekolah minggu yang saya layani, setelah menjadi remaja banyak yang terhilang. Sudah ada juga yang menikah lalu kembali. Tetapi banyak yang terhilang karena terbawa arus pergaulan dunia, keinginan daging yang menggebu-gebu.

 

Semoga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, menjadi emas dan perak. Emas perak menunjuk hamba Tuhan pelayan Tuhan yang bertabiat rohani, apa itu?

II Timotius 2:22

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

 

a)      Keadilan

Adil di sini adil soal waktu. Waktu untuk Tuhan jangan diambil, jangan dikorupsi, waktu untuk kita begitu banyak Tuhan beri. Dalam satu hari 24 jam, Tuhan bilang kepada Petrus ‘Simon tidak sanggupkah engkau berjaga-jaga dengan Aku 1 jam?’. Waktu yang Tuhan minta sebagai hubungan pribadi dengan Tuhan hanya 1 jam, 23 jam untuk kita. Yang 1 jam ini jangan diambil, serahkan untuk Tuhan. Manfaatkan dalam 1 hari ada waktu 1 jam untuk Tuhan, saat teduh dengan Tuhan, baca Alkitab, doa penyembahan. Itulah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang seperti emas dan perak.

 

Tidak memihak siapa-siapa dalam menghadapi masalah dan pergumulan, hanya memihak Tuhan saja. Kadangkala kalau ada masalah, manusia daging ini memihak kepada orang yang menguntungkan bagi dia lalu mempersalahkan yang lain. Manusia rohani ini adil, hanya memihak Tuhan apapun masalah dan persoalan, semua solusinya dari Firman.

 

b)      Kesetiaan

Sebagai anak muda remaja, setia ikut Tuhan, setia melayani Tuhan sampai garis akhir hidup kita.

 

c)      Kasih

Mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Mengasihi sesama seperti diri sendiri. Sampai mengasihi musuh, orang yang menyakiti kita.

 

d)      Damai

Yang kita utamakan damai, di sekolah jangan cari musuh, berdamai selesaikan semuanya. Itu manusia rohani, bukan cari musuh tetapi hati dibaharui.

 

Kalau kita tampil sebagai emas dan perak, hamba Tuhan pelayan Tuhan yang punya tabiat rohani, maka kita menjadi milik Tuhan yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

Hagai 2:9

2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

 

Tuhan tidak bicara emas perak jasmani, tetapi yang Tuhan maksud di sini adalah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang punya tabiat rohani. Dia adalah milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tidak usah takut masa depan bagaimana, sebagai milik Tuhan kita tidak usah ragu. Di dunia saja kalau pemerintah bilang dia ini saya yang pegang, senang kita. Apalagi kalau bicara langsung sama kita, nanti kau kuliah bapak yang tanggung, kau terima jadi, senang sekali. Kita miliknya Tuhan, tidak boleh diganggu gugat. Tidak usah takut masa depan bagaimana, Tuhan yang atur semua dan pasti masa depan yang indah dan penuh pengharapan.

 

2.      Pandangan

Pengkhotbah 11:9

11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

 

Ini pandangan yang negatif, harus dibaharui. Seringkali pandangan kaum muda adalah pandangan yang duniawi, pandangan yang jasmani, pandangan daging yang kuat. Ingat Lot, terbilang muda karena dia ponakan Abraham. Abraham panggil Lot, hamba-hambamu dengan hamba-hambaku tengkar masalah lahan penggembalaan, ayo sekarang kamu pilih kalau kamu ke kiri aku ke kanan, kalau kamu ke kanan aku ke kiri. Langsung Lot memandang lembah Yordan, Sodom dan Gomora, tempatnya dosa. Tetapi dia pandang itu lembah Yordan yang penuh dosa itu seperti taman Tuhan. Seringkali pandangan kaum muda seperti itu, sudah tahu itu tidak baik tetapi perhatiannya malah tertuju pada hal-hal itu!

Kejadian 13:10,13

13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —

13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

 

Kaum muda perhatikan, pandangan kita jangan pandangan daging, termasuk kami orang tua. Pandangan harus yang rohani.

 

Praktek pandangan daging, pandangan yang duniawi:

a)      Lembah Yordan, tempatnya dosa, dianggap taman Tuhan. Artinya tidak tahu membedakan mana yang rohani, mana yang duniawi. Sekarang dalam gereja seperti itu, sudah tidak tahu membedakan. Sampai nanti tidak tahu membedakan mana yang benar, mana yang dosa. Sudah tahu dosa tetapi merasa itu tidak dosa. Apalagi kalau pendetanya yang kuatkan ‘tidak apa-apa’. Ini pandangan daging, pandangan yang duniawi!

 

Coba menghadap pembesar di dunia lalu dengan penampilan sehari-hari, kaum wanita dengan pakaian yang terbuka, bisa diusir. Apalagi kita mau menghadap Raja segala raja, penampilan harus sopan!

 

b)      Abraham panggil Lot ponakannya, ‘kamu pilih yang mana’. Kalau Lot pandangannya yang rohani dia beri kesempatan kepada Abraham dulu karena Abraham pamannya lebih tua. Tetapi Lot pilih lebih dulu bagian yang enak, Abraham tinggal sisa-sisa. Ini egois, semua untuk diri, sekalipun orang lain rugi! Ini banyak terjadi, di medsos maki-maki orang, orang lain sudah rusak namanya, dia malah senang. Orang lain rugi, dia dapat untung.

 

c)      Tidak menghormati orang tua. Abraham seharusnya lebih dulu memilih baru Lot. Sekarang ini guru takut kepada siswanya. Mau tegur keras, malah dilapor polisi. Sekarang banyak murid melawan guru, ini tidak hormat pada orang tua. Di rumah tidak hormat orang tua, di gereja gembala orang tua rohaninya dia tidak hormati.

 

Karena pandangan daging akhirnya Lot terjebak dalam dosa sampai puncaknya dosa. Setiap hari berkeluh kesah melihat perbuatan orang-orang Sodom dan Gomora. Sudah dalam lingkaran setan, mau keluar sudah tidak bisa. Dampaknya lebih ngeri lagi, harta bendanya habis, nikahnya hancur, isterinya jadi tiang garam dan dia jatuh dengan kedua anak gadisnya sendiri!

 

Kaum muda perhatikan, masa permulaan nikah itu masa pacaran dan tunangan, jangan hancur karena pandangan daging.

 

Pandangan harus dibaharui. Lewat apa?

Matius 5:29

5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

 

Artinya supaya pandangan dibaharui harus lewat pedang Firman, cungkil dengan pedang Firman, disucikan lewat pedang Firman Tuhan. Disucikan dan dibaharui, lewat Firman yang keras dan tajam. Pandangan daging dibaharui menjadi pandangan yang rohani.

 

Pandangan rohani kita pelajari dari Abraham.

Kejadian 13:14

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

 

Abraham disuruh memandang timur, barat, utara dan selatan. Kalau dihubungkan garis timur dan barat, utara dan selatan, membentuk salib. Ini pandangan rohani, pandangan salib. Biarlah kita kaum muda remaja yang punya pandangan salib. Apa itu pandangan salib? Yang disuruh oleh Tuhan supaya dilihat oleh Kanaan adalah negeri Kanaan. Kanaan artinya negeri kegerakan. Kita sekarang sedang menuju Kanaan Samawi, Yerusalem Baru. Perjalanan ke sana disebut pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jadi pandangan salib adalah pandangan yang tertuju pada pelayanan. Mau aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jadi kaum muda remaja yang aktif dalam pelayanan, bukan yang nganggur. Sekalipun harus berkorban apapun!

 

Banyak yang tidak mau aktif dalam pelayanan karena merasa rugi, waktunya tersita. Waktunya bisa jalan-jalan, bisa healing time, cuma ingat yang senang-senang daging, bukan untuk Tuhan.

 

Untuk aktif dalam pelayanan harus rela korban waktu, rela sengsara bagi daging. Tetapi ada hasilnya yaitu bisa masuk Kanaan, bisa masuk Yerusalem Baru, kerajaan Sorga yang kekal. Yesus sudah mau datang, kita mau dibawa ke tempat yang sudah Dia siapkan dalam kerajaan Sorga. Status gereja yang masuk dalam kerajaan Sorga disebut Mempelai Wanita Tuhan, Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Kenapa Yesus di sebut Mempelai Pria Sorga dan gereja yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan? Suami itu kepala, isteri itu tubuh. Jadi Tuhan mau membawa kita pada suatu hubungan kepala dan tubuh yang tidak boleh terpisah satu detikpun. Waktu masuk ke sana sebagai hamba Tuhan pelayan Tuhan yang aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, mata kita bisa memandang muka dengan muka.

Wahyu 22:3-4

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

 

Untuk sekarang kehidupan yang aktif dalam kegiatan yang rohani, dia bisa memandang Tuhan dalam wujud pertolongan Tuhan secara ajaib, pemeliharaan Tuhan secara ajaib, pembelaannya yang ajaib, perlindungan Tuhan yang ajaib, tuntunan Tuhan yang ajaib ke masa depan yang indah, masa depan yang ajaib.

 

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar