20261102

Kebaktian Doa Semalaman Sesi 1, Rabu 7 Oktober 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran pasal 30 mengenai penyembahan. Ada 5 arti penyembahan :

1.      Keluaran 30:1-10 mengenai Mezbah Dupa Emas: Penyembahan adalah suatu proses perobekan daging

2.      Keluaran 30:11-16 mengenai Persembahan Khusus: Penyembahan adalah pengabdian diri kepada Tuhan.

3.      Keluaran 30:17-21 mengenai Bejana Pembasuhan/Baptisan Air: Penyembahan adalah proses penyucian hati nurani.

4.      Keluaran 30:22-33 mengenai Minyak Urapan yang Kudus: Penyembahan adalah hidup dalam urapan Roh Kudus.

5.      Keluaran 30:34-38 mengenai Ukupan yang Kudus: Penyembahan adalah penghancuran daging.

 

Kita pelajari poin keempat, penyembahan adalah hidup dalam urapan Roh Kudus.

Keluaran 30:22-26 (Mengenai minyak urapan yang kudus)

30:22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

30:23 "Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,

30:24 dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin.

30:25 Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.

30:26 Haruslah engkau mengurapi dengan itu Kemah Pertemuan dan tabut hukum,

 

Ada 3 hal yang harus diurapi dengan minyak urapan:

1.      Kemah pertemuan

2.      Alat-alat dalam Tabernakel

3.      Imam-imam dan Imam Besar

 

Kita pelajari satu persatu.

1.      Kemah pertemuan

Kemah pertemuan terbuat dari papan-papan jenang yang disambung menjadi satu membentuk ruangan suci dan ruangan maha suci. Ini menunjuk hubungan dengan sesama. Jadi hubungan dengan sesama dalam sidang jemaat dalam pertemuan ibadah harus dalam urapan Roh Kudus. Kalau dalam urapan Roh Kudus pasti hidup rukun dan damai. Sama-sama melayani dalam rukun dan damai.

Mazmur 133:1-3

133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

 

Jadi kita datang beribadah suasananya rukun dan damai. Itu hidup dalam urapan Roh Kudus. Nanti antara penggembalaan juga rukun damai. Kita periksa, kita bersekutu dalam penggembalaan dan antara penggembalaan bukan pergi ke sana untuk bergosip dan menceritakan kekurangan orang, melihat kekurangan kelemahan orang, tetapi persekutuan kita dalam suasana rukun dan damai, maka Tuhan perintahkan berkat datang kepada kita, baik berkat jasmani terutama berkat rohani. Apa berkat rohani? Tuhan perintahkan embun.

Keluaran 16:13-14

16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

 

Embun itu manna. Jadi kalau kita rukun dalam penggembalaan, rukun antara penggembalaan maka ada manna. Manna itu roti malaikat, itulah Firman penggembalaan, Firman pengajaran yang benar. Kita datang bersekutu menikmati Firman pengajaran yang benar, kita kenyang, kuat, kita menang. Dikatakan manna itu seperti sisik. Seperti sisik itu menunjuk seperti baju zirah, maka ada kemenangan. Tetapi kalau masuk ibadah dalam penggembalaan hati tidak damai sejahtera, kita tidak bisa menikmati Firman, pulang dalam keadaan kalah terus! Kalah oleh dosa, kalah oleh daging kita dan kalah oleh dunia. Dan seringkali kalau sudah dalam keadaan kalah yang disalahkan Firman ‘tidak ada guna Firman pengajaran. Padahal yang salah dirinya sendiri yang tidak mau rukun dan damai.

 

2.      Alat-alat dalam Tabernakel.

Keluaran 30:27-28

30:27 meja dengan segala perkakasnya, kandil dengan perkakasnya, dan mezbah pembakaran ukupan;

30:28 mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya.

 

Alat-alat ini sarana bagi bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan, dipercik dengan minyak urapan. Pengertiannya kita yang beribadah melayani Tuhan harus dalam urapan Roh Kudus. Sebab kalau tidak ada urapan pasti melayani dengan kekuatan daging. Akibat melayani dengan kekuatan daging:

a)      Menjadi pembunuh seperti Musa. Musa melayani 2 orang, dia coba pakai kekuatan daging malah jadi pembunuh. Artinya melayani dengan kepahitan hati, dengan kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Kita raba hati kita, datang ibadah selalu pahit hati pada si anu, itu sudah tanpa urapan! Apalagi kalau gembala seperti itu ‘kalau datang jemaat itu, jengkel saya lihat!’. Tidak ada urapan gembala seperti itu!

 

b)      Menjadi penyangkal seperti Petrus. Sebelum dipenuhkan dengan Roh Kudus, Petrus pakai kekuatan daging. Dia berkata biarpun yang lain terguncang imannya, aku tidak, aku rela mati bersama Engkau. Yesus bilang sebelum ayam berkokok 2 kali engkau sudah menyangkal Aku 3 kali dan dia menyangkal. Bisa menyangkal dengan kata-kata dan juga bisa dengan perbuatan.

 

c)      Menjadi pencuri dan pengkhianat seperti Yudas.

 

d)      Menjadi urakan. Beribadah melayani tidak tertib, tidak teratur.

I Korintus 14:26,39-40

14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

 

Kalau ibadah kita dalam urapan Roh Kudus pasti tertib, sopan dan teratur. Kalau ibadah itu tertib dan teratur, terjadi kebangunan rohani. Rohani kita terbangun. Kalau dengan daging cuma membangkitkan kenajisan! Bukan rohani yang terbangun tetapi kenajisannya yang terbangun.

 

Dari penampilan tertib dan teratur, jangan asal. Kita anak Tuhan harus rapi, bersih, sopan, itu ada urapan bukan ngawur!

 

Kalau ibadahnya tertib dan teratur, pasti tahan penyucian.

Roma 15:16

15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

 

Bisa kita raba diri kita sendiri, saya melayani selama ini dengan urapan atau tidak. Kalau ada urapan tertib dan teratur. Dari penampilan, dari cara kita melayani dan waktu dengar Firman tahan penyucian, bisa terima penyucian. Sebaliknya kalau dengan daging, tanpa urapan, menyanyinya sudah dengan urakan, Firman tampil dia tidak mau disucikan, marah, tidak terima.

 

Setelah kita disucikan, terasa sukacita sorga, suasana takhta Sorga.

Keluaran 30:29

30:29 Haruslah kaukuduskan semuanya, sehingga menjadi maha kudus; setiap orang yang kena kepadanya akan menjadi kudus.

 

Waktu Yohanes di pulau Patmos dia lihat takhta Sorga, dia lihat 4 makhluk yang berseru kudus, kudus, kuduslah Tuhan. Karena merasa sukacita sorga, dijamah oleh Tuhan, mempengaruhi pelayanannya semakin setia berkobar-kobar.

 

Kalau kita pergi ke tempat yang nyaman, membuat kita sukacita, kita suka terus datang ke situ. Begitu juga kita rasa dalam ibadah ada sukacita, jadi mau terus ibadah, kapan lagi pergi ibadah. 

Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

3.      Imam Besar dan imam-imam

Keluaran 30:30

30:30  Engkau harus juga mengurapi dan menguduskan Harun dan anak-anaknya supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.

 

Yang pertama diurapi adalah hubungan dengan sesama dalam ibadah. Yang kedua ibadahnya diurapi, kita beribadah dalam urapan sehingga tahan penyucian, kita semakin setia berkobar-kobar melayani. Yang ketiga jabatan yang diurapi.

 

Imam Besar kita adalah Yesus, kita adalah imam-imam. Yesus Imam Besar disebut juga tunas Daud. Dalam pelayanan sebagai Imam Besar, Yesus hidup dalam urapan Roh Kudus.

Yesaya 11:1-3

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

 

Yesus tunas Daud, Dia berikan teladan kepada kita melayani dalam urapan Roh Kudus. Inti dari Roh Kudus ini adalah roh takut akan Tuhan. Tuhan sudah berikan jabatan pelayanan, saya sebagai gembala, ada sebagai pemain musik dan pelayanan apa saja. Dengan jabatan yang Tuhan berikan harus ada urapan, sehingga kita kerjakan jabatan pelayanan dengan rasa takut akan Tuhan. Saya gembala, saya khotbah, saya melayani, berdoa syafaat harus dengan rasa takut akan Tuhan. Jabatan apapun yang Tuhan percayakan kita kerjakan dengan rasa takut akan Tuhan. Bukan takut manusia!

 

Takut Tuhan itu membenci dosa sampai membenci dusta.

Amsal 8:13

8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

 

Kita memangku jabatan, melayani jangan dengan mempertahankan dosa. Jangan jadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang pendusta, tetapi buang semua, harus sampai benci dosa. Benci ini jangankan mau dilakukan, dilihat, didengar saja tidak mau, apalagi mau dilakukan.

 

Proses untuk membenci dosa, membenci kejahatan.

a)      Akui dosa oleh dorongan Firman, bukan dorongan manusia, akui kepada Tuhan dan kepada sesama dengan rendah hati. Bukan dibuat-buat atau dibagus-baguskan. Seringkali mengaku tetapi persalahkan orang lain.

b)      Mengampuni lupakan dosa orang lain dengan lemah lembut.

 

Melayani dengan rendah hati dan lemah lembut, maka pelayanan itu menjadi enak dan ringan.

Matius 11:28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 

Pelayanan jadi enak dan ringan, tidak akan pernah tinggalkan pelayanan. Dan selalu merasa ketenangan, damai sejahtera di dalam Tuhan. Coba melayani dalam rumah tangga dengan mendongkol, marah sama suami, jadinya cuci piring yang seharusnya tidak berat, menjadi berat, semua dibanting-banting.

 

Selain enak dan ringan, ada damai sejahtera, mujizat terjadi! Tunggul bertunas, itu sudah mustahil!

Yesaya 11:1

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

 

Tunas keluar dari tunggul, ini mujizat terjadi, Tuhan menghapus segala kemustahilan, ada pengharapan. Mungkin kita datang malam ini dengan masalah yang berat, sudah tinggal tunggul, mustahil, tidak ada jalan keluar, sudah mati. Malam ini Roh Kudus sanggup memberikan jalan keluar kepada kita.

 

Sesi 1 ini kita mohon urapan Roh Kudus. Kita melayani hubungan dengan sesama baik, kita melayani dengan tertib, tahan penyucian, kita melayani dengan disertai rasa takut akan Tuhan. Maka tunggul keluar tunas, mujizat terjadi, ada pengharapan. Yang tadinya sudah tidak mungkin, sekarang ada secercah pengharapan. Mujizat Tuhan terjadi, Roh Kudus berkarya di tengah-tengah kita.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar