Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 30:22-25 (Mengenai minyak urapan yang kudus)
30:22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:23 "Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,
30:24 dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin.
30:25 Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.
Ini adalah bahan-bahan untuk membuat minyak urapan. Yang pertama adalah minyak Zaitun, berasal dari buah zaitun yang diperas. Artinya kalau kita mau mengalami urapan Roh Kudus, kita harus mau masuk pemerasan daging. Daging diperas salah satunya lewat doa semalam suntuk ini. Sudah diteladankan oleh Tuhan Yesus, sebelum ditangkap dan disalibkan, Yesus berdoa di taman Getsemani. Getsemani adalah tempat pemerasan buah zaitun. Dalam doa Yesus keringat dan air matanya menetes, bahkan keringatNya menjadi tetesan darah, karena Dia bergumul sungguh-sungguh untuk menyelamatkan kita manusia berdosa karena kasihNya kepada kita. Kita yang mendapat kasih Tuhan juga mau bergumul sungguh-sungguh untuk keselamatan kita dan keselamatan nikah kita. Peras daging maka minyak urapan Roh Kudus dicurahkan kepada kita.
Markus 14:32-38
14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Apalagi jam seperti ini daging betul-betul lemah, sama seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes, mereka sampai tertidur, tidak berjaga-jaga. Ayo kita robek dan peras daging ini. Besok harus beraktivitas kembali, harus kerja, saya harus pulang besok subuh, tetapi kita harus peras daging!
Daging ini harus diperas karena kita menghadapi sengsara di depan. Dulu Yesus menghadapi salib, kita juga akan diperhadapkan pengalaman salib yaitu sengsara daging, sengsara karena Yesus, karena ibadah pelayanan yang benar, karena Firman pengajaran yang benar, yang kian lama kian berat. Menghadapinya dengan pemerasan daging. Jadi ketika menghadapi sengsara itu, daging tidak merasakan apa-apa lagi, tinggal merasakan kasih Tuhan saja. Tidak rasa geram, kecewa, putus asa, tidak kita rasakan lagi. Makanya penting doa penyembahan, terutama doa semalam ini, lanjutkan sampai pagi, peras daging untuk mampu menghadapi sengsara di depan itulah pengalaman salib, sengsara Getsemani, pra aniaya antikristus. 7 tahun waktu terakhir gereja di akhir zaman, dibagi menjadi 2:
a) 3,5 tahun pertama itu masa penyucian terakhir, masa pra aniaya, sengsara getsemani. Sesudah itu gereja sempurna dan disingkirkan.
b) 3,5 tahun kedua itu masa aniaya antikristus. Tetapi kita sudah tidak ada di situ, kita sudah disingkirkan.
Sekarang kita peras daging kita. Daging yang bagaimana yang harus diperas?
a) Takut dan gentar. Ini bukan takut Tuhan, ini ketakutan daging. Yesus tunjukan, kemanusiaannya takut dan gentar. Kita diperhadapkan dengan sengsara, seringkali timbul ketakutan dan kegentaran. Takut berkorban untuk Tuhan, takut rugi, lebih takut sesuatu di dunia ini sampai tidak takut Tuhan, sampai melawan Tuhan. Lewat doa penyembahan daging diperas sampai kita menjadi takut akan Tuhan.
Yosua 24:14
24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.
Takut Tuhan itu beribadah melayani Tuhan dengan tulus ikhlas dan setia. Ikhlas apapun yang harus terjadi. Karena ibadah pelayanan yang benar, karena pengajaran yang benar, mungkin dikucilkan, diaibkan, kita ikhlas menerima. Ini takut Tuhan, bukan takut manusia. Belajar takut akan Tuhan sampai takut akan Tuhan itu mendarah daging, menjadi karakter. Apapun yang dihadapi, apapun yang diderita, tetap takut akan Tuhan. Sampai bernafas dalam takut akan Tuhan.
Yesaya 11:3 (Terjemahan Lama)
11:3 Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.
b) Sedih sampai mau mati rasanya
Markus 14:34
14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
Sangking sedihnya, putus asa, kecewa, sampai mau mati. Seperti itulah kita manusia, apalagi kalau kita ditinggal oleh orang yang kita kasihi atau kehilangan sesuatu yang kita andalkan, yang kita banggakan, perasaan sedih itu begitu sesak di dada, kecewa, putus asa sampai mau mati. Seperti Elia menghadapi tantangan dalam pelayanan, menghadapi wanita Izebel dia minta mati. Dia mau dibunuh oleh Izebel, dia lari dan berkata ‘cukuplah Tuhan, aku tidak lebih baik dari nenek moyangku, ambillah nyawaku’ Elia minta mati. Yunus menghadapi panas terik mau minta mati. Banyak kali kita teledor berkata ‘ambil saja nyawaku!’. Saya alami juga, karena sedih, putus asa karena masalah sampai minta mati.
Ini yang mau diperas lewat doa penyembahan menjadi percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Tidak ada lagi sedih, kecewa dan putus asa tetapi percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan. Apapun yang terjadi terserah Tuhan. Sampai kita bisa berkata terserah Engkau Tuhan, biar kehendakMu yang terjadi.
Kalau sudah percaya dan mempercayakan hidup sepenuh, pasti bisa mengucap syukur dalam segala hal. Waktu diberkati mengucap syukur, waktu sengsara menderita bisa mengucap syukur. Mengucap syukur itu kehendak Tuhan.
I Tesalonika 5:18
5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
c) Kehendak daging atau keinginan daging
Markus 14:38
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Kalau ada kehendak daging, kehendak sendiri, pasti ada kepentingan sendiri, egois. Juga pasti ada kebenaran diri sendiri, merasa benar dari Tuhan, merasa benar dari sesama. Lewat doa semalaman kita mau memeras daging. Biar minyak urapan Roh Kudus tercurah secara melimpah kepada kita. Bukan cuma mengurapi tetapi memenuhi sampai meluap-luap di dalam kita.
Kehendak daging ini yang membuat kita tidak bisa taat pada Firman Tuhan, tidak bisa menuruti kehendak Tuhan.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Kehendak daging diperas sampai kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa. Artinya taat pada Firman Tuhan apapun resikonya sampai daging kita tidak bersuara lagi dan minyak urapan Roh Kudus dicurahkan dengan limpah kepada kita sekalian.
Roma 8:15
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Kepada Yesus berdoa sampai berseru ya Abba ya Bapa biar kehendakMu yang jadi, malaikat datang memberikan kekuatan untuk menghadapi salib. Sekarang wujudnya adalah Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra kepada kita menghadapi masa pra aniaya, sengsara Getsemani, kita tidak tahu kapan waktunya yang pasti akan terjadi dan pasti terjadi untuk kita mengalami penyucian terakhir.
Lukas 22:42-43
22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Malaikat di sini menunjuk Roh Kudus, Roh Kemuliaan yang memberi kekuatan menghadapi sengsara Getsemani, masa pra aniaya.
Jika minyak Roh Kudus dicurahkan maka hasilnya:
1. Yesaya 35:3-6
35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"
35:5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
Mata air yang memancar di padang gurun dan sungai ini menunjuk sungai air kehidupan, Roh Kudus. Dunia ini seperti padang gurun, kita berada di dunia yang kering bagaikan padang gurun, Roh Kudus air yang memancar, Roh Kudus sungai yang mengalir, dicurahkan kepada kita. Memancar dan mengalir itu berarti sudah melimpah. Dengan hujan ini sungai-sungai terisi lagi, melimpah lagi airnya, tidak ada lagi kekeringan. Doa jemaat sudah didengar Tuhan supaya tanamannya berhasil.
Hasil pertama Roh Kudus membuat kita kuat dan teguh hati. Tandanya kuat dan teguh hati:
a) Tidak bersungut-sungut, tidak kecewa, tidak putus asa. Selalu mengucap syukur, ada sorak-sorai. Sorak sorai di sini menunjuk ada sukacita di dalam Tuhan, sekalipun di padang gurun ada sukacita Sorga.
b) Kuat tangannya, artinya tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.
c) Kuat lututnya, lututnya tidak goyah, tetap menyembah Tuhan. Tetap berharap kepada Tuhan.
2. Roh Kudus mengadakan mujizat secara jasmani, terutama mujizat rohani yaitu keubahan hidup. Diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani. Tanda-tanda manusia rohani:
a) Yang buta melihat, artinya pandangannya pandangan yang rohani, hanya tertuju pada perkara-perkara yang rohani. Bukan berarti tidak usah pandang yang jasmani. Silahkan perhatikan sekolahnya, perhatikan pekerjaannya, perhatikan yang jasmani, tetapi yang terutama perhatikan yang rohani. Kalau pada yang jasmani kita begitu perhatian, untuk yang rohani harus lebih dari itu! Kalau cuma memandang yang jasmani, matanya rabun, kalau terus rabun nanti buta. Biarlah pandangan kita adalah pandangan yang rohani.apalagi kami sebagai hamba Tuhan, sebagai gembala, perhatiannya harus pada perkara yang rohani.
b) Yang tuli mendengar, artinya telinganya telinga yang rohani, hanya untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Firman. Jangan mau dengar suara asing, gosip, fitnah, ajaran palsu dan lain-lain.
Yohanes 10:3-5
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Telinga seorang murid adalah telinga yang tajam untuk mendengar pengajaran.
c) Yang lumpuh melompat. Lumpuh itu tidak ada gairah aktivitas lagi. Yang lumpuh melompat artinya ada gairah untuk melayani Tuhan. Mari kita periksa bagaimana gairah kita melayani. Yang tua bergairah, yang muda bagaimana. Kalau yang tua saja bergairah melayani Tuhan, yang muda harus lebih lagi bergairah untuk melayani Tuhan.
d) Yang bisu bersorak sorai. Artinya perkataannya menjadi berkat, perkataan yang baik, perkataan yang benar sesuai Firman. Mulut hanya untuk bersaksi memuliakan Tuhan, mulut hanya untuk memuliakan Tuhan sehingga nanti tidak salah dalam perkataan. Kalau mulut ini dipakai untuk perkataan yang baik dan benar sesuai Firman, kita akan mengalami sorak sorai kemenangan. Apalagi waktu Yesus datang, digambarkan seperti fajar menyingsing, ada sorak sorai kemenangan. Perkataan orang benar akan bermuara pada sorak sorai kemenangan.
Masalah apa yang kita hadapi? Sepanjang malam ini kita menyembah dengan tangisan, hancur hati, pada pagi hari ada sorak sorai kemenangan.
Mazmur 30:6
30:6 Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
Mazmur 118:15
118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
Kalau kita benar, mulutnya benar, maka ada sorak sorai kemenangan. Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Kita mengalami kemenangan demi kemenangan. Siapa tahu malam ini giliran Tuhan dijawab doa kita. Kalau belum dijawab tetap perkataannya yang benar sesuai Firman, nanti pasti dijawab oleh Tuhan. Sudah bergumul sekian lama, pasti Tuhan dengar, Tuhan jawab.
Yakub bergumul sampai fajar menyingsing. Sampai Yesus datang kita terus bergumul. Tugas kita hanya bergumul, nanti Tuhan yang mendengar dan menjawab doa kita.
Kejadian 32:24
32:24 Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunya emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini."
Yesus disebut bintang fajar.
II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Kita bergumul sampai Yesus datang kembali. Yang digumuli oleh Yakub adalah keselamatan nikahnya karena hati Yakub sangat sesak mendengar Esau sudah datang dengan 400 orang. Malam ini kita bergumul nomor satu untuk keselamatan nikah kita. Abraham bergumul 25 tahun baru dijawab doanya, Ishak bergumul 20 tahun. Bergumul terus sampai didengar oleh Tuhan, sampai kita mengalami mujizat dari Tuhan. Roh Kudus bekerja mengadakan mujizat bagi kita. Kalau ada Roh Kudus mujizat Tuhan pasti terjadi.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar