20260524

Kebaktian Umum, Minggu 29 Maret 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Siang ini adalah penataran imam yang ketiga.

Wahyu 16:1-2

16:1 Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."

16:2 Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.

 

7 malapetaka adalah penghukuman dari Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai Kasih Allah. Ini malapetaka pertama yaitu bisul jahat dan berbahaya. Bisul adalah daging yang membengkak. Jadi bisul adalah hukuman bagi manusia yang menjadi hamba daging, mengikuti hawa nafsu dan keinginan dagingnya.

 

Ulangan 28:35

28:35 TUHAN akan menghajar engkau dengan barah jahat, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh, pada lutut dan pahamu, bahkan dari telapak kakimu sampai kepada batu kepalamu.

 

Ada 4 tempat yang kena bisul jahat.

1.      Telapak kaki

2.      Lutut

3.      Paha

4.      Batu kepala

 

Kita bicara yang pertama yaitu telapak kaki. Telapak kaki adalah perjalanan hidup, ini adalah perjalanan hidup yang diisi dengan kedagingan. Antara lain perjalanan hidup yang diisi dengan kebencian.

Roma 3:15

3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.

 

Yesaya 59:8

Yesaya 59:8  Mereka tidak mengenal jalan damai, dan dalam jejak mereka tidak ada keadilan; mereka mengambil jalan-jalan yang bengkok, dan setiap orang yang berjalan di situ tidaklah mengenal damai.

 

Tidak kenal damai, hanya jalan hidup yang serong. Di manapun dia berada di situ selalu diisi dengan kebencian. Pindah ke mana, di situ juga diisi dengan kebencian. Perjalanan hidupnya tidak diisi roh damai, hanya kebencian terus menerus. Contoh dalam Alkitab itulah Kain.

Yudas 1:11

1:11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Perjalanan hidup Kain diisi dengan kebencian, dia membunuh adiknya sendiri. Padahal Kain ini adalah orang yang beribadah melayani Tuhan, berarti dia pelayan Tuhan, tetapi sayang perjalanan hidupnya diisi dengan kebencian. Ini tahbisan yang salah!

Kejadian 4:3

4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;

 

Dia mempersembahkan korban kepada Tuhan, dia membangun mezbah berarti ada ibadah pelayanan, tetapi tahbisannya salah!

Kejadian 4:4-5

4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 

4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

 

Ini bukti tahbisannnya salah, makanya ibadah pelayanannya ditolak oleh Tuhan!

Kejadian 4:6-8

4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

 

Akhirnya Kain diusir dari hadapan Tuhan dan pergi ke sebelah timur. Dia menjadi pelarian, menjadi pengembara di bumi. Tuhan kasih tanda supaya jangan dia dibunuh oleh siapapun yang bertemu dengan dia.

 

Kita sudah beribadah melayani, periksa telapak kaki, jangan-jangan ada bisul. Perjalanan hidup yang diisi dengan kebencian. Lihat orang lain pelayanan diberkati dan maju dia iri, benci. Itulah Kain, gambaran pelayan Tuhan, melayani di gereja tetapi tahbisannya salah.

 

Habel mempersembahkan domba dengan lemak-lemaknya, Kain tidak demikian. Korban domba bersama dengan lemak-lemaknya di sini menunjuk korban pentahbisan. Imam dan raja kalau mau ditahbiskan harus membawa persembahan lembu jantan sebagai korban pendamaian, kemudian domba jantan pertama sebagai korban penyerahan hidup sepenuh dan domba jantan kedua korban pentahbisan. Kain melayani tetapi tidak punya korban pentahbisan, tidak punya domba, tidak ada lemak yang dia persembahkan.

Keluaran 29:19-22

29:19 Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang lain, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.

29:20 Haruslah kausembelih domba jantan itu, kauambillah sedikit dari darahnya dan kaububuh pada cuping telinga kanan Harun dan pada cuping telinga kanan anak-anaknya, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, dan darah selebihnya kausiramkanlah pada mezbah sekelilingnya.

29:21 Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.

29:22  Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya — sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan —

 

Banyak orang sudah melayani Tuhan tetapi seperti Kain, tidak tahu, tidak mengerti tahbisan yang benar. Bahkan kata tahbisan asing bagi mereka.

 

Ditahbiskan artinya dipakai oleh Tuhan. Berarti syarat-syaratnya dari Tuhan, bukan organisasi, bukan syarat dari manusia. Tahbisan itu juga artinya penyerahan hidup sama sekali kepada Tuhan. Di sini korban domba jantan ini dipakai semua, tidak ada yang terbuang, semua dimanfaatkan.

1.      Darahnya dipakai. Dipercikan kepada Harun, anak-anaknya dan pakaian mereka.

Keluaran 29:21

29:21 Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.

 

Darah korban domba jantan ini menunjuk darah Yesus. Ini kelengkapan pribadi hamba Tuhan pelayan Tuhan, harus punya darah Yesus. Bukan otaknya pandai, skill hebat. Ditambah dengan minyak urapan, itulah Roh Kudus.

 

Darah Yesus dan urapan Roh Kudus dipercikan pada Harun dan anak-anaknya serta pakaian mereka supaya mereka menjadi kudus. Jadi darah Yesus dan urapan Roh Kudus adalah jaminan perlindungan bagi kita supaya tetap kudus!

 

Melayani itu dalam kekudusan, itulah tahbisan yang benar. Kain tidak mengerti ini, banyak juga pelayan Tuhan tidak mengerti hal ini. Bolak balik jatuh dalam dosa bahkan hidup di dalam dosa tetapi tetap melayani. Karena fasih lidah jadi pengkhotbah, karena pandai menyanyi jadi penyanyi, karena main musik hebat jadi pemain musik, padahal hidupnya tidak tahu kekudusan! Nikahnya tidak kudus. Tahbisan yang benar adalah menjaga kekudusan!

 

Para imam, anggota zangkoor, pemain musik, tua-tua, pemimpin pujian, bagian komputer, penerima tamu, pembersih gereja dan semua yang terlibat dalam pelayanan, jaga kekudusan, terutama saya sebagai gembala. Lari, keluar dari kecemaran, jangan menjamah apa yang cemar!

Yesaya 52:11

52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!

 

Bukan pelayanannya yang dibuang! Saya sudah dalam keadaan cemar, saya berhenti melayani, saya tidak layak melayani. Kelihatannya seperti rendah hati, padahal justru itu sombong. Harusnya dosanya yang dibuang. Tadi dikatakan menjauhlah keluar dari yang najis, bukan menjauh-menjauhlah keluar dari Bait Allah. Lepaskan diri dari kenajisan! Saya tidak punya hak memecat orang, biarlah sadar, saya ini dalam keadaan najis. Segera jauhi kenajisan, dekat dengan Tuhan. Jangan dibalik! Maka ada jaminan perlindungan dari Tuhan. Waktu kuda hitam dilepaskan ada suara jangan rusakan anggur dan minyak.

Wahyu 6:5-6

6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.

6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

 

Kalau ada minyak Roh Kudus, ada darah Yesus di dalam diri kita yang menjaga kekudusan kita maka Tuhan jamin pemeliharaan hidup kita sampai di zaman antikristus, Tuhan pelihara, Tuhan lindungi.

 

Pemeliharaan Tuhan bukan dari banyak saldo dalam tabungan di bank, pemeliharaan dan perlindungan Tuhan itu dari kekudusan. Sejauh mana kita dikuduskan, sejauh itu kita dipelihara Tuhan. Bukan hanya tubuh tetapi jiwa dan roh juga dipelihara. Dikuduskan dulu baru dipelihara.

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Permulaan penyucian dari masuk baptisan air, mandi. Dimandikan dengan baptisan air, lanjut dengan Firman.

Efesus 5:26

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

 

Yang mau menyerahkan diri untuk dibaptis, tidak berhenti dengan air. Setelah dimandikan, disucikan dengan baptisan air, ada kelanjutan, mandi air Firman pengajaran. Tempatnya dalam penggembalaan. Di situ kita dibersihkan sampai tampil tanpa cacat dan cela. Biar kita disucikan dan menjaga kekudusan, kesucian hidup kita.

 

2.      Lemak-lemaknya.

Keluaran 29:23-24

29:23 kauambillah juga satu keping roti, satu roti bundar yang berminyak dan satu roti tipis dari dalam bakul berisi roti yang tidak beragi, yang ada di hadapan TUHAN.

29:24 Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.

 

Lemak domba jantan ini diambil, ditambah paha kanan, ditambah roti tidak beragi, ditaruh di atas telapak tangan Harun dan anak-anaknya lalu diunjuk-unjuk oleh imam besar. Jadi lemak ini dipakai sebagai persembahan unjukan atau timang-timangan.

 

Lemak adalah bagian yang terbaik dari hewan kurban. Jadi artinya tahbisan yang benar adalah memberikan pelayanan yang terbaik untuk Tuhan. Coba kerja di dunia, kita berikan yang terbaik supaya bos senang, akhirnya bisa naik pangkatnya. Begitu juga di hadapan Tuhan kita berikan yang terbaik. Mulai dari latihan berikan yang terbaik. Saya gembala mulai dari persiapan berikan yang terbaik, bukan saja nanti khotbah. Juga pelayan-pelayan yang lain. Saya cuma pembersih gereja, harus berikan yang terbaik!

 

Berikan yang terbaik untuk Tuhan. Kalau di dunia orang mau tampil, latihannya berjam-jam. Main musik juga berikan yang terbaik. Supaya lebih baik pelayanan kita, meningkat. Bukan cuma ‘om saya mau jadi anggota zangkoor, saya mau main musik’ setelah diberikan kesempatan melayani, tidak memberikan yang terbaik! Seandainya saya sebagai gembala begitu, bagaimana sidang jemaat? Saya khotbah asal-asalan saja, tidak ada pergumulan, tidak usah penyembahan, tidak usah puasa, pasti buyar semua! Tidak mau datang beribadah kalau gembalanya seperti itu. Begitu juga pelayanan yang lain, berikan yang terbaik untuk Tuhan!

 

Lemak itu milik Tuhan, jadi kalau kita berikan yang terbaik maka kita menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

Imamat 3:16

3:16 Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.

 

 

Lemak itu ditaruh di tangan Imam Besar Harun. Kalau pelayanan kita berikan yang terbaik, kita di tangan Yesus Imam Besar Agung. Kalau tidak memberikan pelayanan yang terbaik berarti ada di tangan setan, tidak ada netral! Kalau bukan di tangan Tuhan, berarti di tangan setan.

 

Ada 2 hal lain yang ditaruh di tangan imam besar untuk diunjuk-unjuk.

a)      Keluaran 29:22

29:22 Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya — sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan —

 

Keluaran 29:22 (Terjemahan Lama)

29:22 Setelah itu hendaklah kauambil dari pada domba jantan itu lemaknya dan ekornya dan lemak yang lekat pada isi perut dan jala-jala hampedalnya dan kedua buah punggungnya dengan lemak yang lekat padanya, dan bahunya sebelah kanan, karena inilah domba jantan korban tahbis adanya,

 

Paha kanan atau bahu kanan di taruh di tangan imam besar. Bahu menunjuk tanggung jawab. Kita persembahkan bahu kanan artinya di dalam pelayanan harus tanggung jawab! Jangan sedikit-sedikit kita minta ganti orang lain! Awalnya karena ada halangan, minta ganti orang lain. Lama-lama halangannya dia yang cari supaya pelayanannya diganti orang lain. Suatu saat nanti posisinya diambil orang dan dia tidak bisa kembali lagi di situ. Jangan mudah kita diganti orang lain dalam pelayanan. Seperti saya gembala, tidak sembarang suruh ganti khotbah, kecuali memang sudah tidak bisa lagi baru diganti orang lain. Itupun harus yang satu roh, tidak boleh asal. Tidak mudah terhalang sampai nanti tidak bisa terhalang.

 

Kalau tanggung jawab melayani Tuhan, kita akan merasa enaknya hidup, bagaikan ditimang-timang. Sebaliknya begitu meringankan pelayanan, dia akan merasakan beratnya hidup! Jangan kita ringankan pelayanan, tanggung jawablah. Apapun pelayanan yang Tuhan sudah percayakan, kerjakan itu dengan tanggung jawab!.

 

b)      Ada roti tidak beragi. Ini bicara Firman sebagai komando pelayanan kita. Kita berikan pelayanan yang terbaik, lalu kita tanggung jawab melayani itu sudah baik, 2 jempol. Tetapi kalau tidak dikomando oleh Firman, jempolnya dibalik. Firman itu adalah kepala atas pelayanan kita, supaya tidak asal melayani. Saya melayani sebagai anggota zangkoor komandonya Firman, saya berkhotbah komandonya Firman, saya bersihkan gereja komandonya Firman, maka semua pasti akan diterima oleh Tuhan, suatu persembahan yang harum bagi Tuhan.

 

Siapa yang bertanggung jawab memberitakan Firman pengajaran kepada jemaat? Itulah gembala! Jadi yang berhak mengatur pelayanan di dalam gereja adalah gembala. Jangan jemaat atur gembala. Dan dia mengatur pelayanan sesuai Firman, bukan semaunya.

 

Biar kita mengerti, gembala ini Tuhan percayakan Firman, setiap kita beribadah ada pembukaan rahasia Firman. Maka kita berikan kepada gembala hak untuk mengatur pelayanan dalam gereja. Silahkan berikan usulan, tetapi yang memutuskan adalah gembala sesuai Firman. Saya ambil keputusan juga tidak sembarang, harus sesuai Firman. Diatur pelayanan supaya semua yang terbaik.

 

Yang mengatur pelayanan itu gembala, bukan jemaat yang mau atur. Apalagi berkomentar yang negatif, nanti kita di luar tangan Tuhan. Saya juga kalau mengatur tidak sesuai Firman, saya menggiring jemaat berada di luar tangan Tuhan, bahaya!

 

Makanya pengajaran dalam gereja harus benar, karena itu memantau pengajaran. Kalau komandonya sudah salah, maka pelayanan semua akan salah! Jangan dengar dua komando apalagi tiga bahkan lebih. Jangan campur-campur ajarannya, harus satu komando. Dengar satu suara gembala, kalau tidak nanti kita bingung. Yang satu bilang maju, yang lain bilang mundur, itu sudah berbeda.  

 

Ada 2 macam roti tidak beragi:

1)      Roti bundar. Bundar itu tidak ada ujung pangkal, itu kekal, menunjuk kasih Allah.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Ini menunjuk kalau Firman pengajaran dipraktekan menimbulkan kasih. Kalau komandonya benar, kita melayani dengan kasih. Kasih itu kekal maka kita tidak akan pernah berhenti melayani. Motor penggerak pelayanan kita adalah kasih Tuhan.

 

Suatu ketika saya mendengar bahasa sumbang mengenai gembala saya. Lalu yang saya menelpon dan yang mengangkat tante. Saya tanya ‘tante saya dengar om begini’ saya tidak mau dengar dua komando, nanti hancur saya. Tante cuma jawab ‘ngana lebih dengar gembalamu atau orang lain?’. Saya bilang gembalaku! Setelah itu saya ambil ketegasan tidak mau dengar yang lain, biar orang ngomong apa. Gembala yang sudah berdoa untuk saya, yang sudah mengunjuk-unjuk saya, masa itu mau saya lawan. Sekian tahun saya diunjuk-unjuk gembala saya, kemudian cuma mendengar satu suara yang tidak pernah mengunjuk-unjuk saya, lalu saya mau pilih dia rugi saya! Kalau seperti itu berarti saya di luar tangan Tuhan!

 

Satu ketika papa ambil keputusan dalam pelayanan, saya rasa tidak nyaman. Tetapi karena beliau gembala saya, saya harus dengar komando. Dari pada hati terganggu lebih baik saya bertanya ‘kenapa papa ambil keputusan ini, alasannya apa’. Kadangkala kami hamba Tuhan muda, pandangannya terlalu pendek. Papa pandangannya jauh ke depan, begitu disampaikan kepada saya, ini maksudnya. Saya belajar harus mempunyai pandangan jauh ke depan.

 

Jadi, jika bapak ibu merasa keputusan saya keluarkan tidak pas, lebih baik bertanya. Jangan langsung berpikir salah, apalagi kalau sudah berpikiran negatif. Supaya semua pelayanan dengan kasih. Tidak enak saya melayani lalu jemaat pandangan miring sama saya. Atau saya pandangan miring sama jemaat, tidak akan enak pelayanan kita. Harus satu perahu, satu kapal, tetapi punya pandangan yang miring satu dengan yang lain, berpikiran buruk satu dengan yang lain, tidak bagus! Nanti begitu yang satu disuruh angkat layar ‘dia-dia saja’ nanti yang lain disuruh angkat jangkar sudah pikiran buruk lagi.

 

Kalau semua lurus, dikomando oleh Firman, kita melayani dengan kasih, aman! Kan enak berlayar dengan Yesus karena semua pandangan baik, semua dikomando oleh Firman. Kita bisa melayani dengan baik, dengan setia, bisa sehati sepikir.

Filipi 2:1

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

 

Kasih mesra ini bukan nanti orang pacaran, tunangan, menikah. Ayo kita melayani dengan kasih mesra, melayani dengan saling mengasihi. Kita bisa menerima kekurangan orang, kita bisa menerima kelebihan orang.

 

Filipi 2:2

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

 

Sehati sepikir, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Tujuannya adalah pembangunan Tubuh Kristus. Jadi tidak usah iri kalau ada yang lebih dipakai dari kita. Tujuannya untuk pembangunan Tubuh Kristus. Ada yang dipakai di kota, ada yang di desa, ada yang di dusun, sama tujuannya, untuk pembangunan Tubuh Kristus.

 

Kalau motivasi pelayannya yang jasmani, pendeta-pendeta kalau ketemu yang ditanya bukan Firman tetapi berapa jemaatmu, ada ikan kakap? Semuanya satu tujuan, dia percaya satu jiwa untuk menjadi Tubuh Kristus. Yang lain dipercaya sepuluh jiwa, untuk menjadi Tubuh Kristus. Mau dipercaya satu, sepuluh, seratus semua sama untuk satu Tubuh Kristus.

 

Tetapi beda om, dia melayani 1000 jiwa, dia punya mobil. Yang melayani 1 jiwa ini jalan kaki. Sama-sama untuk Tubuh Kristus. Dia dipercayakan mobil untuk menjangkau jiwa lebih banyak lagi. Kalau yang melayani 1 jiwa dikasih mobil, kasihan jiwa yang 1 jiwa itu dia tinggalkan. Jangan pikiran sempit hanya yang jasmani. Tuhan lebih tahu, kalau sudah waktunya. Di Tentena sudah waktunya ibadah disiarkan secara langsung. Itu bukan karena mau sombong lebih dari yang lain tetapi karena sudah diberkati dengan fasilitas. Kalau Tuhan lebih berkati lagi, dikasih pesawat, layani sampai ke luar negeri. Semua sesuai waktunya Tuhan.

 

2)      Roti tipis. Firman kalau dipraktekan, kita melayani dengan kerendahan hati, maka pelayanan kita diterima oleh Tuhan. Rendah hati itu kemampuan menganggap orang lain lebih utama dari pada kita.

Filipi 2:3

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

 

Kita melayani dengan rendah hati, prakteknya kita menganggap yang lain lebih utama dari diri kita sendiri. Sebagai gembala saya juga harus berupaya demikian, dalam hal yang jasmani saya lempar kepada jemaat. Kecuali pelayanan Firman, saya tidak mau lempar kepada jemaat!

 

Jika bisa mempersembahkan lemak berarti memberikan yang terbaik, kita mempersembahkan bahu kanan berarti setia dan tanggung jawab, ada roti tidak beragi artinya kita praktek Firman menjadi tabiat kita, maka kita ditimang-timang oleh Yesus Imam Besar.

 

Arti ditimang-timang oleh Yesus Imam Besar:

a)      Kita disayang oleh Tuhan, sehingga pelayanan kita, hidup kita akan terasa enak dan ringan. Kalau saya melayani tanpa Firman pengajaran yang benar, tanpa tahbisan yang benar berat! Tetapi dengan Firman pengajaran menjadi enak dan ringan. Tuhan berikan kekuatan, disayang, ditimang-timang, kita berada di tangan Yesus.

 

Begitu mulai merasa berat, periksa tahbisan. Pertama periksa apakah pelayananku sudah yang terbaik atau masih separuh-separuh, atau sudah ¾ tetapi belum full. Lalu periksa tanggung jawabnya. Kemudian periksa sikap terhadap Firman, apakah Firman sudah dipraktekan menjadi tabiat atau belum. Kalau 3 hal ini sudah kita dilakukan, pasti diunjuk-unjuk Tuhan, menjadi enak semuanya.

 

Pelayanan tanpa tahbisan yang benar hanya merasa dipakai dan dia berada di luar tangan Yesus, Tuhan tidak pernah kenal!

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Aku tidak pernah mengenal kamu, berarti tidak berada dalam gendongan tangan Tuhan. Kalau kita digendong berarti Tuhan mengenal kita. Sampai masa tua, sampai putih rambut Tuhan menggendong kita karena Tuhan mengenal kita. Melayani dalam tahbisan yang benar itu enak dan ringan. Biar latihan berapa jam, enak dan ringan.

 

Saya berupaya supaya kita melayani fokusnya Firman. Jangan berpikir karena sudah tidak prasmanan, Tentena sudah merosot, biasanya orang tahu Tentena itu prasmanan. Bukan menurun, malah kita meningkat, karena yang kita fokuskan makan Firman. Biasanya dengan hidangan yang banyak itu bukan rohaninya yang meningkat tetapi sombongnya yang meningkat!

 

Semua menjadi enak dan ringan kita melayani jika tahbisan kita benar. Orang yang dipakai Tuhan, imam dan raja digendong oleh Tuhan.

Yesaya 46:3-4

46:3 "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.

46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

 

Tuhan menggendong kita sampai masa tua, sampai masa putih rambut. Putih rambut secara rohani itulah masa tua, tetap digendong oleh Tuhan. Tetapi kita lebih kepada yang rohani, masa tua dan putih rambut ini kaitannya dengan Raja yang duduk di atas takhta. Jadi kita melayani Tuhan, digendong oleh Tuhan, kita menikmati enak dan ringannya pelayanan itu sampai kita bisa mencapai takhta Sorga.

Daniel 7:9

7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

 

Jadi Tuhan menggendong kita sampai masa tua, sampai putih rambut. Artinya jika kita melayani dalam tahbisan yang benar semua enak dan ringan sampai kita bisa mencapai takhta sorga, takhta Yerusalem Baru, duduk bersanding dengan Yesus Sang Raja. Semakin enak dan ringan, semakin terangkat. Gaya gravitasi bumi tidak bisa menarik dia lagi. Semakin terangkat sampai tembus ke takhta Sorga

 

b)      Ditimang-timang juga artinya digerakan Tuhan atau dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Jadi Tuhan yang gerakan, jangan manusia. Termasuk baptisan air, biar Tuhan yang menggerakan, jangan digerakan manusia. Di dalam pelayanan juga, Tuhan yang menggerakan kita. Saya tidak menunjuk-nunjuk, jadi ini yah, biarlah semua jadi sesuai gerakan Firman. Kalau Tuhan yang menggerakan, akan baik pelayanan kita.

 

Sesudah diunjuk-unjuk, semua persembahan itu dibakar di atas mezbah sebagai korban yang berbau harum.

Keluaran 29:28

29:28 Itulah yang menjadi bagian untuk Harun dan anak-anaknya menurut ketetapan yang berlaku untuk selama-lamanya bagi orang Israel, sebab inilah suatu persembahan khusus, maka haruslah itu menjadi persembahan khusus dari pihak orang Israel, yang diambil dari korban keselamatan mereka, dan menjadi persembahan khusus mereka bagi TUHAN.

 

Jadi, kalau kita melayani Tuhan dalam tahbisan yang benar, itu adalah korban yang berbau harum, menyenangkan hati Tuhan. Kalau daging dan lemak dibakar, yang paling harum itu lemak. Berbau harum, kita menyenangkan Tuhan, kita memuliakan Tuhan sehingga di mata Tuhan kita berharga. Coba kalau kita punya sesuatu yang berharga, perhatian kita khusus. Kalau yang biasa-biasa saja diletakan sembarangan. Tetapi kalau khusus, dijaga baik-baik. Itulah kita, kalau pelayanan kita harum, menyenangkan Tuhan, kita berharga di mata Tuhan.

 

Jadi tidak usah ragu akan hidup sehari-hari, tidak usah takut akan tantangan yang dihadapi sebab kita berharga di mata Tuhan. Bahkan sampai matipun berharga di mata Tuhan.

Mazmur 116:15

116:15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

 

Entah bagaimana proses kematiannya, Tuhan yang lebih tahu. Tetapi selama dia hidup melayani Tuhan dengan tahbisan yang benar, menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan, dia berharga di mata Tuhan.

 

Semua manusia diberi kesempatan untuk berbau harum bagi Tuhan. Mau dia pezinah, pembunuh, perampok, pendosa apa saja, diberikan kesempatan berbau harum bagi Tuhan. Penjahat di sebelah Yesus diberikan kesempatan berbau harum. Buktinya dia masuk Firdaus, Tuhan Yesus sendiri yang jamin, berarti dia berbau harum! Penjahat saja diberikan kesempatan berbau harum. Jadi sangat terlalu kalau hamba Tuhan pelayan Tuhan berbau busuk, tidak berkenan kepada Tuhan, tidak menyenangkan hati Tuhan. Penjahat saja berbau harum, seharusnya hamba Tuhan, pelayan Tuhan lebih harum.

 

Berbau busuk itukan tidak enak, orang mencium jadi tidak nyaman. Orang lihat pelayanan kita, perilaku kita, tutur kata kita jadi tidak enak. Sampai orang berkata ‘dia itu hamba Tuhan? Kelakuan seperti itu!’.

 

Bagaimana supaya berbau harum? Setelah melayani harus dibakar. Jangan tolak proses pembakaran.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Jadi jangan heran kalau nyala api ujian datang. Katanya enak dan ringan kalau diunjuk-unjuk? Coba kalau lemak tidak dibakar, diunjuk-unjuk terus, lama-lama busuk dan berulat. Sebab itu harus dibakar dengan nyala api ujian supaya berbau harum. Bentuknya berbeda-beda. Ada yang diizinkan mengalami penyakit, ada yang merosot usahanya, ada yang difitnah orang, dirugikan orang. Ada yang diizinkan ditinggal oleh orang yang terkasih, itu semua bentuk nyala api ujian.

 

Tetapi jangan kita takut, saat mengalami nyala api ujian, Tuhan berikan nyala api Roh Kudus. Semakin besar nyala api ujiannya, semakin besar juga nyala api Roh Kudus. Tuhan berikan kepada kita sehingga kita tidak berbau amis daging tetapi berbau harum bagi Tuhan. Nyala api ujian adalah penyucian terakhir untuk kita berbau harum bagi Tuhan.

 

Tuhan tidak pernah menipu, semua proses yang kita lewati memang sakit bagi daging tetapi ada hasil yang luar biasa, ada kenikmatan. Di tangan kanan Tuhan nikmat senantiasa. Nikmatnya apa? Waktu kita mengalami nyala api ujian, kita bisa menikmati nyala api ujian maka kita bisa menikmati hasilnya.

Yesaya 61:6-7

61:6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.

61:7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

 

Mungkin kita menghadapi nyala api siksaan, dipermalukan sampai 2 kali lipat. Hasilnya kita menerima warisan 2 kali lipat dan sukacita abadi. Apa itu? Berkat sulung Tuhan berikan kepada kita. Ingat Yakub ketika Ishak berkati sebagai anak sulung, betul-betul dia mendapat warisan 2 kali lipat. Ini yang Tuhan mau berikan kepada kita.

 

Kita periksa berkat sulung yang Yakub terima, ini juga yang kita terima dari Tuhan.

Kejadian 27:27-29

27:27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. 

27:28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

27:29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

 

1)      Embun dari langit. Waktu bangsa Israel berjalan di padang gurun menuju ke tanah Kanaan, selalu Tuhan curahkan roti manna bagi mereka dan tampaknya seperti embun beku. Jadi embun dari langit itulah roti manna. Firman penggembalaan memelihara rohani kita, inilah berkat sulung yang pertama. Kita menikmati Firman penggembalaan yang memelihara hidup kita. Tidak kering, kita selalu mengalami kepuasan dengan Tuhan.

Keluaran 16:14-15

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

 

Mazmur 78:23-25

78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,

78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;

78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

 

Manna itu roti malaikat. Roti itu Firman, malaikat itu gembala, jadi manna adalah Firman penggembalaan. Tuhan curahkan dengan melimpah. Coba bayangkan, apalagi hari keenam, setiap orang memungut 2 gomer, hari pertama sampai kelima 1 gomer, benar-benar melimpah. Pemeliharaan Tuhan secara melimpah di padang gurun dunia ini. Kita tidak kering, tetapi mengalami kepuasan di dalam Tuhan. Ada kepuasan, ada kebahagiaan di hadapan Tuhan.

 

2)      Pemeliharaan secara jasmani Tuhan berikan kepada kita, bahkan di tengah-tengah krisis dunia ini.

Yesaya 65:13-14

65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;

65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

 

Tuhan akan memberkati kita secara jasmani di tengah-tengah krisis dunia. Ijazah untuk sesaat mungkin bisa memelihara. Kekayaan untuk sementara waktu bisa memelihara. Tetapi kalau krisis sudah memucak di zaman antikristus, tidak akan bisa memelihara hidup kita. Dunia ini sedang krisis dan semakin hebat.

 

3)      Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah dia. Ini pembelaan dan perlindungan Tuhan. Saya tidak pernah berdoa yang buruk untuk orang yang mengutuk saya, tetapi Tuhan yang bela. Apa yang dikatakan kepada saya justru terjadi dalam penggembalaannya, bukan kepada saya, Tuhan lindungi.

 

4)      Berkat nikah dan buah nikah.

Kejadian 28:1-5

28:1 Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.

28:2 Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.

28:3 Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa.

28:4 Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."

28:5 Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.

 

Tuhan memberkati nikah dan buah nikah. Kaum muda Tuhan berikan pasangan yang terbaik. Untuk kita semua Tuhan berkati buah nikah yang manis dan menjadi berkat bagi sesama. Sampai kita bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah dan mewarisi kerajaan Sorga yang kekal.

 

Mari melayani Tuhan dengan memberi yang terbaik, tanggung jawab, praktekan Firman Tuhan sehingga Firman itu menjadi tabiat kita, maka kita akan merasakan enak dan ringannya bersama dengan Tuhan. Semua menjadi indah, semua menjadi baik, semua diberkati oleh Tuhan, sampai berhasil masuk Yerusalem Baru.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar