20260912

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 12 September 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 16:29-33

16:29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.

16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."

16:31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?

16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.

16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

 

Perkataan Yesus menubuatkan saat-saat terakhir gereja Tuhan menjelang masa aniaya antikristus. Gereja Tuhan akan diperhadapkan dengan sengsara daging karena Yesus sampai pada pra aniaya = sengsara Getsemani. Gembala dibunuh dan domba-domba akan tercerai berai. Ini keadaan gereja Tuhan di akhir zaman ini.

Matius 26:31

26:31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

 

Markus 14:21

14:27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

 

Kalau sekarang terjadi seperti ini, itu adalah penggenapan Firman. Bagaimana persekutuan yang begitu erat, mulai tercerai berai.

 

Ada 3 hal yang Tuhan berikan untuk menyemangati gereja Tuhan saat menghadapi sengsara getsemani:

1.      Matius 26:29

26:29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."

 

Artinya ada jaminan pengharapan untuk semeja dengan Tuhan dalam Kerajaan Sorga = masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Pengharapan itu yang akan datang, Tuhan sudah jamin dan kita tidak usah ragu! Murid-murid untuk sementara waktu tercerai berai tetapi berkumpul kembali, bahkan bertambah dari 120 murid menjadi 3.000 orang. Jadi kita tetap punya pengharapan untuk semeja dengan Tuhan di dalam Kerajaan Sorga.

Lukas 22:30

22:30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

 

2.      Markus 14:28

14:28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

 

Dalam waktu singkat, murid-murid akan bertemu kembali dengan Yesus di Galilea. Kata Galilea berarti lingkaran, tidak ada ujung, tidak ada pangkal. Ini menunjuk kasih Tuhan yang kekal.

 

Rata-rata murid Yesus adalah orang-orang Galilea. Jadi di mana Yesus pertama kali memanggil murid-muridNya, melayani dengan murid-muridNya, di situ juga Yesus akan bertemu dengan murid-muridNya waktu Dia bangkit. Berarti Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sampai garis akhir! Kasihnya terus menyertai kita.

 

Saya optimis, kalau dulu terjadi persekutuan yang indah, nanti akan terjadi persekutuan yang lebih besar lagi, sampai Israel dan kafir menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau dulu Tuhan sudah sertai, maka Tuhan akan terus menyertai sampai akhir pelayanan kita. Dalam melayani Tuhan jangan lihat besarnya sengsara. Kalau lihat sengsaranya semakin besar, itu yang membuat putus asa. Lihat kasih Yesus yang besar menyertai kita. Kalau di awal sudah ditolong, pertengahan sampai akhir terus ditolong oleh Tuhan.

 

Kalau belajar perjalanan Tabut Perjanjian ada naik turunnya. Sempat berada di tanah Filistin akan kembali. Sekarang sedang terjadi saat ini, persekutuannya naik turun, tetapi nanti naik terus sampai di Yerusalem Baru.

Filipi 1:5-6

1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

 

Dulu persekutuan kita erat, sampai sekarang ini terus dijaga. Kalau Tuhan sudah memulai dengan baik, pasti sampai selesai! Kita rindu terjadi kegerakan seperti dulu, biarlah kita selalu kuat, tidak surut langkah.

 

Kalau Tuhan terus menyertai sampai akhir, sebagai timbal balik kita harus selalu tekun bersekutu dengan Firman pengajaran yang benar. Tantangan ada tetapi bukan membuat kita semakin lemah. Tetap bertekun dengan pengajaran yang benar, jangan mundur! Kita sudah menikmati berkatnya, bertahun-tahun sudah kita rasakan, kita dipelihara oleh Firman pengajaran, kita sudah disucikan, dibenahi nikah kita, diperbaiki pelayanan kita, banyak hal sudah Tuhan kerjakan lewat pengajaran ini, jangan dilepaskan! Bertahan sampai garis akhir.

 

3.      Markus 14:26

14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.

 

Saat sengsara, murid-murid bersusah hati karena mendengar Yesus akan mati dan bangkit, Yesus mengajak murid-muridNya menaikan puji-pujian dan Tuhan hadir di atas puji-pujian kita. Jadi di saat sengsara kita memuji Tuhan, bukan mengomel dan bersungut-sungut.

Mazmur 22:4

22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

 

Ayat ini seringkali dipakai dalam puji-pujian, sampai puji-pujiannya semarak. Betul Tuhan hadir di atas puji-pujian kita, tetapi harus ada bukti nyata. Jangan hanya pujian gegap gempita, dalam kitab Amos Tuhan katakan akan merubah pujianmu menjadi ratapan. Bukan hanya menyanyi jingkrak-jingkrak, senang daging!

 

Bukti Tuhan hadir di atas puji-pujian adalah di dalam ibadah kita ada pedang Firman yang tajam menyucikan.

Mazmur 149:6

149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

 

Pedang bermata 2 itu Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata 2 menyucikan kehidupan kita. Setiap kita beribadah ada puji-pujian, nanti masuk pemberitaan Firman ada kehadiran Tuhan dinyatakan dengan pedang yang tajam menyucikan kita.

 

Jadi saat kita diperhadapkan dengan sengsara, sikap kita banyak mendengar Firman pengajaran. Bukan malah tinggalkan ibadah, tidak mau dengar Firman. Justru dipererat, semakin semangat mendengar Firman pengajaran. Karena kekuatan kita hanya dari Firman, kalau tidak mau dengar Firman mau dapat kekuatan dari mana?

 

II Korintus 4:7-9

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

 

Bukti kita mendapat kekuatan dari Firman, mulut kita hanya untuk memuji dan menyembah Tuhan, bukan mengeluh dan bersungut-sungut. Pujian dan penyembahan itu mengganti semangat yang pudar. Mungkin sudah ada yang pudar semangatnya ‘kalau kayak begini susah’ sudah loyo, pujian penyembahan mengganti semangat yang pudar.

Yesaya 61:3

61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

 

Nyanyian puji-pujian mengganti semangat yang pudar, berarti imannya tetap teguh.

I Petrus 1:6-7

1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

Sekarang kita memuji Tuhan, nanti Tuhan juga memuji kita. Jangan kendor lagi, jangan pudar semangatnya. Mau badai Elnino, iman kita tetap teguh.

 

Jadi 3 hal yang menyemangati kita saat sengsara adalah iman pengharapan dan kasih. Dari Tuhan memberi, dari kita menerima. Bagaimana caranya kita menerimanya? Tekun 3 macam ibadah:

1.      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kita bersekutu dengan Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan kurban Kristus, kita memperoleh iman yang teguh.

2.      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus, kita memperoleh pengharapan.

3.      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasih, kita beroleh kasih.

 

Jadi lengkap, lewat 3 macam ibadah kita memperoleh iman, pengharapan dan kasih dari Tuhan. Tangan Tuhan diulurkan menuntun kehidupan kita. Tidak usah takut, krisis apa saja pasti bisa kita lewati kalau ada di dalam penggembalaan karena ada tangan Tuhan terulur menuntun kita.

Wahyu 7:17

7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

 

Sambil menuntun, Tuhan menghapus air mata kita. Betapa bahagianya kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik, kita punya iman, pengharapan dan kasih, plus tangan Tuhan terulur menuntun kita. Langkah-langkah hidup kita adalah langkah-langkah bersama Tuhan. Air mata dihapuskan sampai nanti tidak ada air mata. Tangan Tuhan menghapus air mata artinya memberi kebahagiaan di tengah-tengah sengsara. Tidak masuk akal, tidak logis, masakan sengsara tetapi bahagia. Tetapi itulah yang Tuhan kerjakan, Dia menghapus air mata dan memberikan kebahagiaan di tengah-tengah sengsara. Dan Tuhan selesaikan masalah itu tepat pada waktunya.

 

Wujud tangan Tuhan itulah Roh Kudus, Roh Penolong, Roh Penghibur, Roh Kemuliaan.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Ingat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sengsaranya semakin berat, api dipanaskan 7 kali lipat. Tetapi begitu mereka dilempar di dapur api, ada seseorang yang kelihatan seperti muka dewa, itulah Roh Kudus, Roh Kemuliaan, menyertai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sekarang juga menyertai kita. Roh Kudus roh penghibur, orang menangis tetapi kita bahagia. Roh Kudus juga roh penolong, menolong tepat pada waktunya. Roh Kudus juga roh kemuliaan, saat sengsara kita dimuliakan. Baik dimuliakan secara jasmani, terlebih dimuliakan secara rohani yaitu diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani. Mulai hati diubahkan, tidak kecewa tidak putus asa tetapi kuat teguh hati. Pandangan dibaharui, tidak memandang perkara-perkara jasmani yang fana, tetapi memandang pada perkara rohani yang kekal!

 

II Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Kalau lihat yang jasmani, lihat danau tambah kering, langit cerah terus, awan muncul tetapi hilang ulang, nanti jadi kecewa, jadi tawar hati. Tetapi kalau pandangan rohani, tidak kecewa, tidak tawar hati, tidak putus asa, semangat terus melayani Tuhan.

 

Tujuan akhir penggembalaan adalah mata air kehidupan. Sekarang saat diperhadapkan sengsara, permantap tergembala. Sekarang musim kering, permantap tergembala supaya rohaninya tidak kering. Jasmani boleh kering tetapi nanti Tuhan tolong semuanya.

 

Janda di Sarfat menghadapi 3,5 tahun kekeringan tidak turun hujan tetapi Tuhan pelihara dengan segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli. Apalagi ini masih ada coklat, masih ada cingkeh, tidak usah takut, Tuhan pelihara.

 

Tujuan akhir penggembalaan adalah mata air kehidupan, takhta Sorga, takhta Yerusalem Baru. Yang menuntun adalah Anak Domba Allah, permantap tergembala maka kita akan dituntun pada mata air kehidupan.

Wahyu 22:1

22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

 

Mata airnya berasal dari takhta Allah. Takhta Allah itulah Yerusalem Baru.

Wahyu 21:4

21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

 

Di Yerusalem yang Baru tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi perkabungan, hanya kebahagiaan bersama Yesus selama-lamanya. Dan bersama-sama orang yang kita cintai, yang selama hidupnya tekun tergembala.

 

Para senior yang dulu dipakai dalam persekutuan sudah dipanggil Tuhan, sekarang kita yang ditinggal rasanya seperti tercerai berai. Tetapi Tuhan berikan semangat, tetap tekun 3 macam ibadah, ada iman pengharapan dan kasih, maka tangan diulur sampai ke Yerusalem Baru. Sambil menuntun, Yesus menghapus air mata kita.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar