Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Bangsa ketiga yang selalu berbuat jahat kepada
bangsa Israel adalah bangsa Edom.
Yehezkiel
25:12-14
25:12 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Oleh
karena Edom membalaskan dendam kesumat terhadap kaum Yehuda dan membuat
kesalahan besar dengan melakukan pembalasan terhadap mereka,
25:13 oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH,
Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Edom dan melenyapkan dari padanya
manusia dan binatang dan Aku membuatnya menjadi reruntuhan; dari Téman sampai
Dedan mereka akan mati rebah oleh pedang.
25:14 Aku akan melakukan pembalasan-Ku terhadap Edom
dengan tangan umat-Ku Israel. Dan mereka akan memperlakukan Edom selaras dengan
murka-Ku dan amarah-Ku, dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah yang membalas,
demikianlah firman Tuhan ALLAH."
Esau adalah pribadi yang menurunkan suatu bangsa
yang namanya Edom. Esau artinya berbulu. Namun setelah dia merendahkan hak
kesulungan yang sebenarnya dia miliki dan menukar dengan kacang merah maka dia
disebut Edom yang artinya merah seperti kacang merah yang dia inginkan.
Edom yang melakukan kesalahan yang berat di hadapan
Tuhan tetapi orang lain yang disusahkan. Kesalahan sebenarnya ada pada dirinya
sendiri tetapi imbasnya kena pada orang lain. Mengapa? Sebab Esau menuduh Yakub
menipu dia padahal itu hanyalah alasan yang dicari-cari, sesungguhnya sudah
terjadi transaksi jual beli hak kesulungan.
Kita harus melihat ini dalam jalur rencana Allah
bahwa Iblis yang melatarbelakangi semua ini. Yang dibicarakan adalah tentang
hak sulung. Edom berniat membunuh Yakub padahal jelas Yakub ini telah
menyandang hak sulung oleh karena transaksi tetapi dia tetap tidak aman. Kita
melihat Israel tidak aman, umat Tuhan tidak aman.
Kalau kita umat Tuhan memiliki hak dan berkat sulung
jangan saudara menganggap itu akan tidak terusik sebab iblis bukan iblis kalau
tidak berupaya untuk membuat saudara lepas dari berkat sulung itu. Sebab dengan
mendapatkan berkat sulung maka itu adalah landasan untuk mendapatkan tiga
berkat selanjutnya. Semua itu adalah berkat yang dijanji oleh Tuhan kepada
Abraham. Ini yang mau diputuskan oleh iblis melalui Edom terhadap orang yang
menyandang hak dan berkat sulung.
Dulu ini dicatat dalam sejarah hidup keluarga Esau
dan Yakub, sekarang ini ditujukan kepada kita. Kita harus waspada, sebab kalau
kita sudah memiliki hak dan berkat sulung (itu adalah pemberian yang mulia dan
sangat indah dari Bapa Sorgawi) maka Edom tidak akan diam. Sebab dia tahu bahwa
dengan kita sudah memiliki berkat sulung, itu adalah landasan untuk mendapatkan
berkat-berkat selanjutnya.
Kejadian
12:1-4
12:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak
saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
12:2 Aku akan
membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat
namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3 Aku akan
memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang
mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
12:4 Lalu
pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut
bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia
berangkat dari Haran.
Berkat ini bukan hanya sebatas berkat yang sifatnya
lahiriah. Berkat ini disertai dengan perlindungan Tuhan. Seandainya tidak ada
perlindungan Tuhan maka itu sangat berbahaya sebab sepak terjang Edom ini
sangat berhaya. Contohnya ketika Daud baru saja ditahbiskan sebagai raja,
muncullah orang Edom untuk membunuh, bahkan yang menjadi sasaran adalah
imam-imam di Nod.
I
Samuel 22:18
22:18 Lalu berkatalah raja kepada Doëg:
"Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doëg,
orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu
delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
Berkat yang dikatakan “semua kaum di muka bumi akan
mendapat berkat melalui Abraham” itulah berkat keselamatan datang dari orang
Yahudi, atau keturunan Abraham.
Yohanes
4:22
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami
menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Ini adalah berkat. Olehnya itu iblis berusaha hadang
jangan sampai kita mendapatkan berkat yang lebih lanjut. Sedangkan yang ada mau
dia rontokkan.
Berkat selanjutnya yang berlandaskan hak sulung
adalah:
1. Berkat nikah
Kejadian 28:1
28:1
Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya,
katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.
Syaratnya
jangan mengambil perempuan Kanaan, mereka itu adalah keturunan Ham. Ham ini
sudah dikutuk. Mengambil perempuan Kanaan berarti membawa dirinya di bawah
kutuk. Ini sama dengan Esau yang mengambil istri perempuan Kanaan berarti
membawa dirinya di bawah kutuk. Nikah yang benar di hadapan Tuhan adalah nikah
yang tidak di bawah naungan kutuk.
Kalau
kita memiliki hak dan berkat sulung seperti Yakub bukan berarti kita bisa
santai-santai sebab kita akan mendapatkan arus perlawanan yang semakin hebat. Sebab
yang kita hadapi adalah Edom dan Edom sudah bergabung dengan Kanaan, berarti
arus sudah lebih besar. Berarti arus itu semakin deras untuk menerjang Yakub,
yang sekarang menunjuk kehidupan yang telah menerima hak dan berkat sulung.
Kalau kita menerima hak dan berkat sulung yaitu pemberian Tuhan yang paling
berharga kita tidak boleh santai-santai.
Yakobus 1:17-18
1:17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari
atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau
bayangan karena pertukaran.
1:18
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran,
supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua
ciptaan-Nya.
Jangan
kita lengah, banyak umat Tuhan menjadi santai sebab mereka tidak tahu Esau atau
Edom mencari mitra melalui asimilasi atau perkawinan. Padahal Esau ini adalah
saudara kembar Yakub yang tidak semestinya harus dendam kepada Yakub.
Berkat
nikah ini adalah berkat yang sekaligus akan dilindungi oleh Tuhan. Mengapa
Tuhan selalu berkata: “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau,
dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau”? Sebab Tuhan melihat umatNya
yang menyandang berkat sulung dan selanjutnya menerima berkat nikah, akan
banyak rintangan dan tantangan yang menerjang kehidupannya.
2. Berkat
berbuah-buah
Kejadian 28:3
28:3
Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu
dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan
bangsa-bangsa.
Berbuah-buah
dahulu maksudnya beranak pinak, tetapi sekarang dalam pengertian rohani adalah rohaninya
bertumbuh kemudian berbuah-buah. Oleh karena perlindungan Tuhan maka buah ini
akan berakhir pada buah yang tetap. Kalau kita menerima berkat sulung, kalau
kita disulungkan oleh Tuhan, ingat itu jangan kita remehkan dan menjadi santai.
Jangan kita sepertinya tidak menjaga berkat sulung yang sudah kita terima. Kalau
rohani tidak bertumbuh di mana bukti kita menerima berkat sulung?
Edom
ini bergerak terus, roh Edom tidak pernah berhenti. Setelah Daud dilantik,
orang yang pertama berniat membunuhnya memang adalah Saul tetapi yang menjadi
alat Saul adalah orang Edom yaitu Doeg. Sekalipun Edom menuntut dengan roh
dendam kesumat maka oleh kemurahan Tuhan, Tuhan melindungi kita.
Berkat
yang utama adalah berkat nikah. Kalau berbicara nikah berarti berbicara
persekutuan kecil antara suami istri. Kalau persekutuan kita atas dasar berkat
sulung maka Edom tidak akan diam. Tetapi jaminan Tuhan, Tuhan akan melindungi
kita. Dari persekutuan yang kecil ini akan berbuah persekutuan yang besar yaitu
persekutuan anak-anak sulung bersama malaikat, yang begitu meriah.
Ibrani 12:22-23
12:22
Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem
sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23
dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada
Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang
telah menjadi sempurna,
Kita
harus membuktikan kita memiliki berkat sulung, berkat nikah (berkat persekutuan
kecil) dan berkat yang kedua adalah berkat berbuah-buah.
3. Mewarisi
negeri yang dijanjikan Tuhan
Kejadian 28:4
28:4
Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta
kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai
orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."
Berkat
Abraham secara penuh menjadi bagian Yakub, ini janji Tuhan bagi kita dan harus
kita pegang. Berarti kita akan menjadi pewaris berkat Abraham dan bukan hanya
pewaris kita juga akan menjadi penyalur berkat yang diberikan Tuhan kepada kita
melalui Abraham. Itu bukti bahwa saudara berhasil dan tidak bisa dikalahkan
oleh roh Edom.
Karena Edom sudah berasimilasi dengan Kanaan maka
Tuhan menjatuhkan hukuman kepada Edom bukan hanya hukuman sementara tetapi
hukuman selama-lamanya. Edom menikah dengan perempuan Kanaan berarti dia masuk
dalam suasana kutuk.
Yesaya
34:5 (hukuman atas bangsa-bangsa termasuk Edom)
34:5 Sebab pedang-Ku yang di langit sudah mengamuk,
lihat, ia turun menghakimi Edom, bangsa yang Kukhususkan untuk ditumpas.
Dari perikopnya kita melihat Edom ini disejajarkan
dengan bangsa-bangsa lain dan mereka dikhususkan untuk ditumpas. Edom sudah
membaur dengan bangsa-bangsa lain, berarti apa yang ada pada bangsa lain sudah sudah
terkontaminasi pada Edom.
Ngeri kalau kehidupan seperti Edom yang tidak
mempedulikan hak sulung dan setelah melepaskan hak sulung dia mengkambing
hitamkan orang lain. Kesalahannya sendiri yang dia lakukan namun orang lain
yang dibuat susah. Jangan karena kesalahan kita sendiri maka orang lain kita
susahi.
Yesaya
34:6
34:6 TUHAN mempunyai sebilah pedang yang berlumuran
darah dan yang penuh lemak, yaitu darah anak-anak domba dan kambing-kambing
jantan dan lemak buah pinggang domba-domba jantan. Sebab TUHAN mengadakan
penyembelihan korban di Bozra dan pembantaian besar di tanah Edom.
Alasan Tuhan menghukum Edom adalah:
Yesaya
34:13
34:13 Duri-duri akan tumbuh di puri-purinya, rumput
dan puteri malu di tempat-tempatnya yang berkubu, sehingga menjadi tempat
kediaman serigala, dan lapangan bagi burung unta.
Sebab di sana muncul serigala yaitu hawa nafsu yang
tidak terkendalikan, itulah roh Edom. Keadaan di sana selalu menegangkan dan
menyeramkan.
Yesaya
34:14-15
34:14 Di sana berpapasan binatang gurun dengan
anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan
mendapat tempat perhentian.
34:15 Di sana ular pohon bersarang dan bertelur,
mengeram sampai telurnya menetas; burung-burung dendang saja berkumpul di sana,
masing-masing dengan pasangannya.
Inilah keadaan Edom, mereka tidak terusik lagi oleh
Firman. Kehidupan-kehidupan yang tidak memberikan hatinya terusik lagi oleh
Firman maka suasananya akan seperti ini. Itulah akhir hidup dari Edom, jangan
sampai terjadi pada diri kita umat Tuhan.
Roh Edom inilah yang seringkali menghimpit perjalan
hidup rohani kita sehingga kita bisa gagal dalam perjuangan menuju pada
kegenapan rencana Allah. Kita harus punya tekad atau ikthiar supaya jangan
gagal!
Berkat yang ketiga adalah kita mewarisi negeri yang
dijanjikan oleh Tuhan. Bukankah itu janji Tuhan kepada Abaraham. Secara
hurufiah memang Abraham sudah mewarisi tetapi negeri yang dijanji oleh Tuhan
bukan hanya sebatas tanah Kanaan tetapi ada kota yang akan datang.
Ibrani
13:14
13:14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat
tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.
Itulah kota yang dijanji Tuhan kepada Abraham juga
untuk kita, jangan sampai kita kehilangan. Tuhan sudah membuka jalan untuk kita
mendapatkan hak sulung dan itu pembuka jalan untuk kita mendapatkan 3 berkat
selanjutnya. Berkat ketiga itulah negeri ini.
Edom ini adalah pribadi yang selalu mengandalkan atau
bersandar pada dirinya sendiri. Ciri kehidupan yang telah lepas dari hak sulung
adalah selalu bersandar dan mengandalkan dirinya dan tidak ada minat untuk bersandar
lagi pada Tuhan. Memang berkat yang diberikan kepada Esau setelah dia
kehilangan hak sulung isinya dia akan bersandar pada kekuatannya sendiri.
Kejadian
27:39-40
27:39 Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya:
"Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi
dan jauh dari embun dari langit di atas.
27:40 Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau
akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha
sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."
Contoh Esau hanya bersandar pada kekuatannya
sendiri.
1. Dia
mengandalkan dirinya sendiri sehingga selalu berada di luar penggembalaan.
Kejadian 25:27
25:27
Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai
berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang
tenang, yang suka tinggal di kemah.
2. Dia
mengambil istri orang Kanaan dengan mengandalkan dirinya sendiri.
Kejadian 26:34-35
26:34
Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri
orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
26:35
Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.
Esau
selalu mengkemas hidupnya dengan caranya dia berpikir tanpa dia meletakkan
hidupnya di ujung kaki Tuhan.
Kejadian 27:46
27:45
dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau
perbuat kepadanya; kemudian aku akan menyuruh orang menjemput engkau dari situ.
Mengapa aku akan kehilangan kamu berdua pada satu hari juga?"
27:46 Kemudian Ribka berkata kepada Ishak:
"Aku telah jemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub
juga mengambil seorang isteri dari antara perempuan negeri ini, semacam
perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?"
3. Dia
bersandar pada pikirannya dan mengandalkan kemampuannya sendiri sehingga
mengambil anak Ismael menjadi istrinya.
Kejadian 28:7-9
28:7 dan bahwa Yakub mendengarkan
perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram,
28:8 maka Esau pun menyadari, bahwa
perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
28:9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael
dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah
ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.
Dia selalu berupaya mencari jalan keluar tetapi
selalu dengan bersandar pada kekuatannya sendiri. Bukan hanya papa dan mamamnya
yang pedih hati, bukan hanya papa mamanya yang membenci dia. Kalau papa mamanya
membenci dia dan Tuhan menyanyangi dia, itu tidak ada masalah tetapi Tuhan juga
membenci dia.
Kalau berkat sulung yang kita sudah terima, kemudian
kita entengkan dan tidak dikembangkan pada berkat nikah, berkat berbuah-buah
sampai berkat mewarisi negeri yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham maka awas
Tuhan akan membenci kita. Walaupun semua orang menyayangi kita tetapi Tuhan
membenci kita maka apalah gunanya.
Maleakhi
1:2-4
1:2 "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN.
Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi
kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman
TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,
1:3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat
pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang
gurun."
1:4 Apabila Edom berkata: "Kami telah hancur,
tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu," maka beginilah firman
TUHAN semesta alam: "Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan
merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang
kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya."
Mereka tidak bisa membangun berarti rohaninya tetap tidak
bisa bertumbuh (terbangun lagi), dengan kata lain mereka tetap berada di bawah
kutuk. Kita harus rekonsiliasi dengan Tuhan supaya jangan seperti itu.
Berkat sulung ini sebenarnya sudah dipaket dalam
satu pribadi yaitu pribadi Tuhan Yesus. Dalam pribadi Tuhan Yesus sudah
terpatri hak dan berkat sulung. Oleh sebab itu jangan kita abaikan.
Kolose
1:15,18
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan,
yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang
sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih
utama dalam segala sesuatu.
Roh Edom bekerja keras sampai sekarang. Kita harus
mengimbangi dengan kita bekerja keras untuk membangun kerohanian kita.
I
Samuel 21:7; 22:9, 18-20
21:7 Maka pada hari itu juga ada di sana salah
seorang pegawai Saul, yang dikhususkan melayani TUHAN; namanya Doëg, seorang
Edom, pengawas atas gembala-gembala Saul.
22:9 Lalu menjawablah Doëg, orang Edom itu, yang
berdiri dekat para pegawai Saul, katanya: "Telah kulihat, bahwa anak Isai
itu datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub.
22:18 Lalu berkatalah raja kepada Doëg:
"Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doëg,
orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan
puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja
dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang
menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.
22:20 Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub,
namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.
Gerakkan Edom ini sampai membunuh satu penduduk kota
imam. Dari 85 orang ada satu yang lolos berarti yang dibunuh adalah 84 orang.
Angka 84 adalah angka yang menyaksikan Firman menjadi daging atau dengan kata
lain angka kesaksian Firman menjadi daging.
Lukas
2:37-38
2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh
empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah
dengan berpuasa dan berdoa.
2:38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ
dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua
orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Kerja keras roh Edom ini mau membunuh kesaksian
Firman yang menjadi daging di dalam diri kita. Dulu Firman menjadi daging di
dalam Tuhan Yesus. Sekarang Tuhan mau melakukan hal yang sama pada kita, Firman
itu akan menjadi darah dan daging kita. Ini yang mau dibunuh oleh Edom sehingga
kita tidak mempunyai kesaksian Firman menjadi darah dan daging kita. Kita mengatakan Tuhan Yesus tetapi itu hanya
sekedar ucapan tidak ada bukti Firman itu menjadi daging dan darah kita
(praktek).
Waktu itu belum lama Daud dilantik menjadi raja, dia
mau dibunuh tetapi dia lolos. Namun akhirnya imam-imam yang dibunuh. Artinya
roh Edom ini mau memutuskan hubungan umat Tuhan dengan Tuhan, memutuskan
hubungan Sorga dengan bumi. Tidak ada imam lagi yang menjadi pendoa syafaat
yang merajut hubungan kita dengan Bapa di Sorga.
Tidak berhenti sampai di situ, ketika Tuhan Yesus
lahir yang berniat membunuhNya adalah raja Herodes. Herodes adalah keturuan
Edom.
Matius
2:7
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil
orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana
bintang itu nampak.
Roh Edom ini tidak pernah berhenti. Dia menghimpit
Israel, menghimpit gereja Tuhan, menghimpit kita. Roh Edom tidak berhasil
membunuh Tuhan Yesus ketika lahir tetapi ketika dalam pelayanan roh Edom ini
membunuh nabi besar yaitu Yohanes pembaptis.
Markus
6:14-16,27
6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus,
sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis
sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu
bekerja di dalam Dia."
6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!"
Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi
yang dahulu."
6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata:
"Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit
lagi."
6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan
perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala
Yohanes di penjara.
Roh Edom ini selalu berupaya untuk menghancurkan
rencana Allah. Yang melatar belakangi Edom ini adalah iblis. Herodes yang adalah keturunan Edom ini juga membunuh
Yakobus saudara Yohanes.
Kalau kita dibawa arus pemikiran Edom dengan selalu
bersandar pada kekuatan kita dan tidak bersandar pada Tuhan serta menyalahkan
orang lain sekalipun kita yang salah itu berarti ada roh Edom.
Jangan menghadapi roh Edom dengan kekuatan kita
sendiri. Sebelum melakukan aktifitas lebih baik lebih dahulu kita meletakkan
diri di kaki Tuhan, serahkan semuanya lebih dahulu di kaki Tuhan. Andalkan
Tuhan sepanjang hari, kalau kita mengatakan mampu dan merasa bisa, itu berarti
roh Edom sudah merasuk dalam diri kita.
Dalam gereja hujan awal roh Edom berniat jahat untuk
menghadang gereja mula-mula dan membunuh Yakobus.
Kisah
Para Rasul 12:1-4
12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai
bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes,
dengan pedang.
12:3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan
hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.
Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
12:4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh
memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat
prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan
orang banyak.
Hebat keturunan Edom ini, olehnya kita harus
berhati-hati di hari terakhir ini untuk menghadapi roh Herodes ini. Herodes ini
bekerja sama dengan Pilatus, bekerja sama dengan petinggi-petinggi agama Yahudi
untuk menghalangi gereja Tuhan. Mereka berhasil menyalibkan Yesus. Ketika
gereja lahir mereka berusaha menenggelamkan gereja supaya jangan bertumbuh. Ini
yang harus kita waspadai.
Yehezkiel
25:12-14
25:14 Aku akan melakukan pembalasan-Ku terhadap
Edom dengan tangan umat-Ku Israel. Dan mereka akan memperlakukan Edom
selaras dengan murka-Ku dan amarah-Ku, dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah
yang membalas, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
Dalam ayat 14 ini termuat sesuatu yang indah bagi
kita yaitu Tuhan memberikan kita legitimasi untuk mengalahkan Edom, bukan kita
yang dikalahkan. Kalau sampai kita yang dikalahkan Edom berarti kita sudah
salah langkah dan itu berarti lepas dari Tuhan. Jadilah anak Tuhan yang menang
atas sepak terjang Edom ini.
Edom ini berusaha membunuh mulai dari kesaksian kita
yaitu Firman menjadi daging. Kemudian tampil ketika Tuhan Yesus lahir dan
tampil ketika dalam pelayaan Tuhan Yesus. Kita melihat juga niat jahat roh Edom
untuk menghadang gereja mula-mula dan membunuh Yakobus.
Tuhan memberikan kita Firman agar berkat sulung itu
kita jaga baik-baik sebab itu landasan untuk mendapatkan tiga berkat
selanjutnya: berkat nikah, berkat berbuah-buah dan berkat mewarisi Yerusalem
Baru.
Tuhan berkata akan membalas Edom, dengan kata lain
Tuhan memberikan kita wibawah untuk menang atas Edom dan bukannya malah
dikalahkan Edom. Kalau kita selalu bersandar dan berharap kepada Tuhan maka
Tuhan akan melakukan pembalasan dengan tanganNya yaitu kita umat Tuhan yang
selalu ada di dalam Tuhan.
Jangan saudara entengkan berkat sulung. Jangan kita
bersikap seperti Edom yang mengentengkan berkat sulung. Jangan kita melakukan
kesalahan dan malah mempersulit orang lain. Tuhan memberikan kita jaminan untuk
menang atas Edom. Tuhan sudah menunjukkan sepak terjang Edom. Ini diperlihatkan
dalam Kisah Para Rasul pasal 12.
Kisah
Para Rasul 12:1
12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai
bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
Ini adalah akhir dari nasib Herodes sebab akhirnya
dia mati dimakan cacing. Dia ditampar oleh Tuhan karena menyamakan diri seperti
Tuhan.
Kisah
Para Rasul 12:21-23
12:21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes
mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada
mereka.
12:22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini
suara allah dan bukan suara manusia!"
12:23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat
Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan
cacing-cacing.
Jangan kita mengalami apa yang terjadi pada Herodes.
Neraka itu penuh dengan cacing-cacing.
Yesaya
66:24
66:24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai
orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan
mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi
segala yang hidup.
Orang yang ada di Sorga akan memandang orang yang
ada dalam neraka yang bergulat dengan ulat-ulat ini.
Tuhan memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar