Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Sepanjang malam kita mau datang kepada Tuhan menyembah Dia, menyerahkan segenap pergumulan kita, menyerahkan ibadah persekutuan kita dalam tangan Tuhan. Kita tidak mampu untuk menyelenggarakan semuanya, tetapi Tuhan yang akan memberikan kekuatan dan kemampuan ajaib kepada kita.
Kita mempelajari tentang kaki dian emas atau kandil. Pada keluaran 25:31-40 itu perintah pembuatannya. Keluaran 37:17-24 itu pelaksanaannya. Itulah Firman Tuhan, ada perintah untuk kita praktekan.
Keluaran 25:31-40
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya — dengan tombolnya dan kembangnya — haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
25:33 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu — dengan tombol dan kembangnya — dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain — dengan tombol dan kembangnya —; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
25:34 Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya.
25:35 Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
25:36 Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.
25:38 Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.
25:39 Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.
25:40 Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."
Kandil atau kaki dian emas terdiri dari 2 bagian:
1. Kaki dian itu sendiri dengan pokok dan 6 cabang.
2. 7 lampu yang menyala di atasnya.
Kandilnya terdiri dari 1 batang dan 6 cabang, 3 di sebelah kiri, 3 di sebelah kanan. Secara rohani kaki dian emas menunjuk gereja Tuhan yang menjadi terang dunia. Biarlah kita memancarkan terang mulai dari dalam nikah, dalam penggembalaan sampai persekutuan antara penggembalaan ada terang yang kita sinarkan.
6 cabang menunjuk kita manusia daging yang akan dibentuk menjadi terang dunia dan batangnya menunjuk pribadi Yesus. Cabang-cabang itu harus melekat pada batang. Kita manusia daging harus melekat pada pribadi Yesus.
Lampunya menunjuk 7 Roh Allah, Roh Kudus dengan 7 perwujudannya. Di hadapan Takhta Allah ada 7 obor menyala-nyala, menunjuk 7 Roh Allah.
Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
Yesaya 11:1-3
11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
Ini Roh Kudus dengan 7 perwujudannya yang menjadikan kita kehidupan yang takut akan Tuhan. Mari biar kita menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan, memancarkan terang, bersinar. Memancarkan terang kesaksian di manapun kita berada. Kalau dihubungkankan dengan pohon, memancarkan terang = berbuah. Kita manusia daging harus melekat pada Yesus pokok anggur yang benar supaya kita bisa memancarkan terang = berbuah, bermanfaat bagi Tuhan dan bagi sesama kita. Kita mau menggelar ibadah persekutuan, kalau tidak ada buah yang kita berikan, tidak ada terang yang kita pancarkan, itu cuma capek, rugi secara waktu, tenaga, harta, tidak ada manfaat untuk kita.
Proses untuk bisa berbuah atau memancarkan sinar, kita pelajari dari Yohanes pasal 15. Ada 3 hubungan di sini. Untuk bisa memancarkan terang atau berbuah, kita harus memperhatikan 3 hubungan yang dicatat dalam Yohanes pasal 15:
1. Hubungan ranting dengan pokok anggur yang benar.
Yohanes 15:1-8
15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Ranting itulah kita manusia daging, pokok adalah pribadi Yesus. Ranting melekat pada pokok, menunjuk hubungan kesetiaan dan kesucian. Ranting tidak akan pernah berbuah kalau lepas dari pokok. Biarlah kita menjadi kehidupan yang setia, setia dalam penggembalaan, setia dalam Firman pengajaran yang benar. Firman pengajaran sudah kita terima dari pendahulu, pegang itu, jangan berubah-ubah. Dulu A, sekarang tetap A, jangan berubah-ubah. Yesus tidak pernah berubah.
Ibrani 13:8
13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Yesus tetap sama, dulu, sekarang sampai selamanya. Jadi pengajaran jangan diotak-atik, tidak boleh dirubah-rubah. Apa yang dulu kita terima dari pendahulu, sekarang tetap pertahankan itu. Setia dalam penggembalaan, setia dalam Firman pengajaran yang benar. Kalau ajarannya sudah campur, itu berarti pokoknya lebih dari satu. Bagaimana bisa berbuah kalau ranting dicabut pindah pada pokok yang satu, dicabut lagi pindah pada pokok yang lain. Tidak akan pernah berbuah, tidak akan pernah memancarkan terang, hanya kering, dikumpulkan untuk dibakar. Perhatikan kesetiaan kita dalam pada pengajaran dan kesetiaan dalam penggembalaan. Dalam penggembalaan kita dibersihkan, disucikan terus menerus oleh Firman pengajaran yang benar sampai mendapatkan hasil yang maksimal.
a) Ranting itu kecil, tetapi disitulah buah muncul. Tidak apa sekalipun orang mengecilkan kita, memandang rendah kita, tetapi kalau melekat pada pokok, cepat atau lambat pasti berbuah, pasti menghasilkan terang. Jemaat itu sehancur apapun kehidupannya, kalau masih setia tergembala, masih setia dengar Firman, bisa berubah! Tuhan sanggup mengubahkan. Jadi tidak usah kita hakimi kalau ada orang yang perbuatannya gelap, sikapnya gelap, hidup dalam dosa, selama dia masih datang beribadah, datang mendengar Firman, masih ada harapan untuk berbuah, bersinar untuk kemuliaan nama Tuhan.
Kita setia, mau disucikan, memang sakit bagi daging, tetapi ada hasilnya. Orang yang setia dalam penggembalaan, setia dalam pengajaran, dia dipelihara secara ajaib dari Tuhan. Kita hidup dari kemurahan Tuhan yang tidak pernah berubah, tidak pernah habis.
b) Yohanes 15:8
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Hasilnya kita menjadi muridnya Tuhan, artinya:
1) Sebagai gembala yang disucikan Tuhan percayakan pembukaan rahasia Firman. Sebagai jemaat akan semakin mengerti pembukaan rahasia Firman. Kita menjadi pewaris Firman pengajaran yang benar untuk diteruskan kepada yang lain.
2) Diutus oleh Tuhan. Yesus memanggil 70 murid dan diutus berdua-dua. Diutus oleh Tuhan = dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
Ibadah persekutuan Tubuh Kristus bukan terlaksana kalau kita kaya, banyak uang, bukan! Tetapi kalau setia dan suci kita akan dipakai oleh Tuhan. Kalau dulu sudah jadi berkat, sekarang lebih lagi jadi berkat. Komentar positif kita dengar, kalau ada yang negatif kita dengar tidak usah terpengaruh. Malah ambil itu sebagai alat mengoreksi diri. Berarti pelayanan saya belum maksimal, untuk diperbaiki ke depannya kalau masih dipercaya menggelar ibadah persekutuan. Komentar seperti itu juga sebagai alat supaya kita tidak sombong. Biar pemakaian Tuhan jangan pernah dicabut dari kita sekalian. Kita setia dan suci, maka kita diutus, dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
2. Hubungan ranting dengan ranting.
Yohanes 15:9-17 Perintah untuk saling mengasihi
Hubungan ranting dengan ranting adalah saling mengasihi. Saling mengasihi, bukan saling menusuk. Kalau saling menusuk itu semak diri. Kita bukan semak duri, kita mau menjadi ranting buah anggur, menghasilkan buah anggur yang berkenan kepada Tuhan. Mulai dari dalam rumah tangga kita, mau melayani apa kalau dalam rumah tangga saling menyakiti, saling menusuk. Seperti saya gembala, mau khotbah apa kalau dalam rumah tangga saling menusuk. Memang ada kles terjadi tetapi segera diselesaikan. Berapa kali mau khotbah Tuhan izinkan terjadi pergesekan dengan isteri, tetapi segera diselesaikan.
Bagaimana praktek saling mengasihi?
a) Roma 13:8
13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
Jangan berhutang apapun kepada siapapun, terutama hutang dosa. Jangan ada hutang dosa, dibereskan hutang dosanya, saling mengaku dan saling mengampuni, hutang dosa di paku di kayu Salib. Yang salah mengaku, setelah diampuni jangan berbuat lagi. Yang benar mengampuni dan melupakan dosa. Biar darah Yesus menghapus hutang dosa kita. Kalau ada pergesekan belum diselesaikan, mari diselesaikan. Hutang dosa itu jangan ada. Kalau masih ada nanti pekerjaan pelayanan kita menjadi tidak baik. Mulai dari dalam rumah tangga, suami isteri mau melayani ayo diselesaikan hutang-hutang dosanya, saling mengaku dan saling mengampuni.
Jangan berhutang apapun juga artinya jangan merugikan sesama. Terngiang-ngiang pesan bapak gembala, kalau ada yang hilang anggap sudah mendahului. Tetapi jangan sengaja dihilangkan dibawa pulang ke rumah, lalu berkata sudah mendahului padahal mendahului pulang ke rumahnya. Jangan kita merugikan yang lain!
b) Matius 18:15
18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Bisa menegur sesama dengan kasih, bukan dengan emosi! Untuk bisa menegur orang lain, syaratnya kita harus lebih dahulu bisa ditegur. Kadangkala kita kalau tegur orang cepat sekali, giliran dirinya ditegur malah marah! Ini tidak punya kasih, belum bisa saling mengasihi. Mulai dari dalam rumah tangga, lihat isteri tidak betul, diingatkan, ditegur. Isteri lihat suami, yah diingatkan. Kalau isteri kepada suami, harus dengan hikmat menegurnya, bukan seperti ibu kepada anaknya. Semua dengan kasih, bukan dengan emosi.
c) I Timotius 1:5
1:5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.
Memberi nasihat dengan kasih, dengan hati yang murni, dengan suci dan dengan iman arti sesuai Firman. Berarti kita lebih dahulu bisa dinasihati baru bisa menasihati.
Kalau bisa saling mengasihi, maka meningkat menjadi sahabatnya Tuhan.
Yohanes 15:13-16
15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Naik tingkatan dari murid menjadi sahabatnya Tuhan. Bukti sahabat Tuhan itu taat. Bisa saling mengasihi itu dari ketaatan. Suami bisa mengasihi kalau dia taat. Isteri bisa mengasihi kalau dia taat. Suami isteri bisa saling mengasihi karena taat pada Firman. Biar kita taat pada Firman maka akan timbul kasih persaudaraan yang tulus ikhlas.
I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Kita menghasilkan buah yang tetap, tidak gugur. Pelitanya harus terus menyala, tidak pernah redup. Kalau menghasilkan buah yang tetap, tidak gugur menghadapi pencobaan dan pengajaran palsu, maka kita menjadi rumah doa.
Yohanes 15:16
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Malam ini kita mau menaikan doa sepanjang malam. Sepanjang malam ada ratapan, tetapi begitu fajar menyingsing ada sorak sorai, Tuhan menjawab doa-doa kita.
3. Hubungan ranting-ranting dengan dunia
Yohanes 15:18-27 Dunia membenci Yesus dan murid-muridNya
Jangan heran, sudah setia suci, saling mengasihi dan taat, kita diperhadapkan dengan kebencian. Kita berupaya mengasihi tetapi kita dibenci terus. Dalam Yohanes 15:18-27 sampai 7 kali disebut membenci, sampai membenci tanpa alasan. Kita sudah berbuat baik, sudah mengasihi, tetapi dibenci sampai dibenci tanpa alasan. Dibenci tanpa alasan itu adalah percikan darah, sengsara daging tanpa dosa karena Yesus.
Mengapa diizinkan menghadapi percikan darah?
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Tujuannya supaya kita menerima roh kemuliaan. Bukan cuma mengurapi, bukan cuma memenuhi tetapi sampai meluap-luap di dalam kita.
Kegunaan Roh Kemuliaan atau Roh Kudus:
a) Memberi kekuatan ekstra kepada kita supaya tidak putus asa dalam melayani Yesus sambil menanti kedatanganNya kedua kali. Banyak yang berguguran, apalagi ketika diperhadapkan dengan sengsara. Sekelas Yohanes Pembaptis, waktu menghadapi penjara, dia ragu terhadap Yesus. Waktu belum menghadapi masalah, masih mulus pelayanan, dia langsung berteriak di padang gurun ‘lihat Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia’. Ketika dalam penjara dia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, Engkaukah Mesias atau kami harus menunggu yang lain.
Diizinkan Tuhan kita menghadapi percikan darah supaya Roh Kudus dicurahkan kepada kita sehingga kita tidak kecewa dan putus asa. Kalau sudah kecewa itu penyakit rohani yang susah diobati, virus-virus dosa masuk.
Yohanes 16:1-2
16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
Ketika kita sudah bekerja maksimal lalu ada yang cibir, jangan kecewa, jangan putus asa. Itu pentingnya Roh Kudus, roh kemuliaan. Dengan adanya Roh Kudus kita tidak kecewa, kita tidak putus asa, malah kita semakin terang, memancarkan terang kesaksian.
Yohanes 15:26-27
15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Jangan takut kalau kamu diperhadapkan dengan sidang, justru kita dipakai Tuhan untuk bersaksi.
Markus 13:9
13:9 Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.
13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
13:11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.
Roh Kudus menolong kita untuk bersaksi. Semakin diperlakukan tidak adil, semakin dibenci, kita semakin menjadi terang kesaksian.
b) Mematangkan buah. Artinya mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus yang bermanfaat bagi Tuhan dan bagi sesama. Sudah buah banyak, buah tetap, tidak rontok, tetapi mentah terus, asam terus, yah tidak enak untuk dimakan. Buah harus dimatangkan.
Biasanya buah kalau dipetik waktu belum matang, untuk dimatangkan harus diperam. Ini sama seperti Yesus, diperam dalam perut bumi, dikuburkan 3 hari sesudah itu bangkit dalam tubuh kemuliaan, menjadi buah yang matang! Jadi percikan darah adalah cara Tuhan untuk memeram kita supaya kita menjadi buah yang matang. Jadi percikan darah itu tidak selamanya, ada jangka waktunya, nikmati saja.
Menghadapi percikan darah dibutuhkan ketekunan dan kesabaran.
Yakobus 1:2-4
1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Mungkin dalam pekerjaan menghadapi percikan darah, perlakuan tidak adil, tetap tekun dan sabar. Atau dalam nikah menghadapi perlakuan tidak adil, sabar. Mungkin suami belum berubah sampai saat ini malah menyakiti terus atau isterinya yang menyakiti terus atau anaknya menyakiti terus atau orang tuanya tidak bertobat, sudah sabar, nikmati, itu sementara diperam. Nanti Tuhan angkat, tidak mungkin dibiarkan. Kalau dibiarkan terus bisa busuk. Suami yang sudah berbuah matang, isteri yang sudah berbuah matang, orang tua dan gembala yang sudah berbuah matang, pasti Tuhan ambil. Buah matang itulah kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.
Buah matang itu manis. Malam ini buktikan bahwa kita sudah berbuah matang, kita sedang dalam proses percikan darah, kita menikmatinya. Buktinya orang yang berbuah matang perkataannya manis. Bukan bersungut, bukan saling mempersalahkan tetapi mengucap syukur, memuliakan Tuhan, menyembah Tuhan.
Kidung Agung 7:9
7:9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
Ini bermanfaat, kalau kita mengeluarkan perkataan yang manis, orang yang tidur rohaninya bisa bangun. Mungkin selama ini suaminya tidur rohani, isteri yang mengalami percikan darah tetap tekun dan sabar, perkataannya perkataan manis, suaminya bisa terbangun. Gembala juga begitu, mungkin ada jemaat yang tidur rohaninya, gembala menghadapi percikan darah tetap tekun dan sabar, perkataannya perkataan manis, maka yang tertidur bisa bangun. Orang tidur itu juga menunjuk pribadi Yesus, dengan perkataan manis kita, Yesus dengan kuasa kebangkitannya sanggup menolong kita.
Malam ini naikkan perkataan yang manis, buktikan bahwa kita memiliki buah yang matang. Ada perkataan manis, seruan penyembahan, bukan persungutan atau saling mempersalahkan, tetapi menyembah Tuhan. Ada masalah apapun Tuhan sanggup menyelesaikan dengan perkataan manis yang keluar dari mulut kita.
Banyak contoh dalam Alkitab dengan perkataan manis Tuhan bisa menolong. Perempuan Siro Fenesia perkataan manisnya mengaku dosa, “benar Tuhan” saya anjing tetapi mau menjilat remah-remah roti, Yesus katakan ‘hai ibu karena perkataanmu anakmu sembuh’. Tertolong buah nikahnya dengan perkataan manis. Maria dengan perkataan manis tersungkur di kaki Yesus, dia mau menyembah, maka Lazarus yang mati dan busuk dibangkitkan.
Malam ini mungkin kita menghadapi masalah nikah dan buah nikah seperti Lazarus yang mati dan busuk atau seperti anak perempuan Siro Fenesia yang kerasukan setan, perkataan manis sanggup menolong semuanya. Dari kita Tuhan rindukan perkataan manis, hanya pujian, penyembahan, seruan haleluya. Perkataan manis, bukan bersungut dan saling mempersalahkan. Waktu Yesus datang kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang menyambutNya dengan seruan haleluya, kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar