Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Hari ini kita memperingati hari ketuangan Roh Kudus dengan satu kerinduan juga untuk kita bisa mengalami janji pencurahan Roh Kudus terjadi atas kita. Kita diurapi, dipenuhi sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita. Itu kekuatan kita menghadapi dunia akhir zaman ini.
Wahyu 14:12-13
14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
14:13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
Dari ayat 6 sampai 13 menunjuk tentang pemberitahuan tentang penghakiman dan penghukuman Tuhan. Tuhan menetapkan 1 hari penghakiman bagi dunia, untuk menghukum orang yang tidak percaya kepada Yesus dan menghukum orang Kristen tetapi perilakunya tidak sesuai Firman.
Sebenarnya Tuhan mau memberikan kebahagiaan Sorga kepada kita umat ketebusanNya, kebahagiaan yang tidak bisa dibatasi oleh apapun yang di dunia ini, bahkan tidak bisa dibatasi oleh maut sekalipun. Lalu kenapa harus ada penghakiman dan penghukuman? Kalau kita tidak menghargai karya penebusan Tuhan maka Tuhan akan menghakimi dan menghukum kita. Kita sudah ditebus, hargai karya penebusan, kita sudah diselamatkan, kerjakan keselamatan itu.
Filipi 2:12
2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Ada paham dalam gereja yang mengatakan sekali selamat sudah pasti selamat, yang penting menjadi orang Kristen, percaya, sudah selamat. Bukan begitu! Keselamatan Tuhan berikan untuk kita kerjakan. Biarlah sekarang ini kita berjuang untuk mengalami kebahagiaan itu.
Dalam kitab Wahyu ada 7 kebahagiaan Sorga. Yang kita baca di atas adalah kebahagiaan yang kedua. Kita berjuang untuk menerima dan mengalami kebahagiaan Sorga. Berbahagialah orang yang mati di dalam Tuhan. Ada yang Tuhan izinkan untuk meninggal dunia, tetapi kalau dia hidup di dalam Tuhan saat Yesus datang dia akan dibangkitkan untuk masuk dalam kemuliaan kekal, kebahagiaan Sorga. Ada yang diizinkan Tuhan hidup sampai Yesus datang. Kalau kita hidup dalam Tuhan, waktu Yesus datang kita diubahkan dalam sekejab mata menjadi sama mulia dengan Yesus untuk dibawa pada kebahagiaan kekal, kemuliaan Sorga.
Dari sini kita melihat, yang penting bukan soal mati atau hidup, yang penting selama kita hidup di dunia ini kita hidup di dalam Tuhan!
Ada 3 pengertian hidup di dalam Tuhan:
1. Percaya atau iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat yang dibuktikan dengan kelepasan dari dosa. Jangan mengaku beriman kalau masih terikat pada dosa. Harus mengalami kelepasan di dalam dosa, itulah hidup di dalam Tuhan. Bukan nanti serta merta KTPnya Kristen itu sudah hidup di dalam Tuhan, belum tentu! Banyak orang Kristen malah hidup di dalam dosa, senang berbuat dosa, menyenangkan daging!
I Yohanes 3:6
3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Kalau hidup dalam Tuhan tidak berbuat dosa, lepas dari dosa. Tentu ada prosesnya untuk lepas dari dosa.
2. Yohanes 15:5-7
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Setia dan tekun tergembala seperti ranting-ranting melekat kepada Yesus pokok anggur yang benar. Disitulah kita digembalakan, tergembala kepada Yesus. Bukan organisasi yang menjadi pokok atau manusia. Yang menjadi pokok tempat kita melekat adalah pribadi Yesus. Yesus adalah Firman yang telah lahir menjadi manusia, Firman yang dilihat kemuliaannya. Itulah cahaya Injil kemuliaan Kristus = Firman pengajaran yang benar, ajaran yang sehat. Karena ada ajaran sesat, yang menyimpang. Ada yang benar tetapi ada yang malah membawa yang mendengar rohaninya sakit bahkan sampai mati.
Kita harus tergembala pada Firman pengajaran yang benar, itu hidup dalam Tuhan. Silahkan berbeda organisasi tetapi pokoknya atau pengajarannya satu, karene hanya satu Yesus. Kalau pengajaran campur, itu sama dengan ranting melekat pada pokok yang satu lalu dicabut lagi, pindah pada pokok yang lain. Tidak akan berbuah, malah kering dan dibakar. Tetapi kalau pokoknya satu, kita ranting-ranting melekat di situ. Tekun tergembala pada Firman pengajaran yang benar.
Begitu juga persekutuan antara penggembalaan yang umum disebut KKR atau ibadah persekutuan Tubuh Kristus. Kalau bapak ibu masuk dalam persekutuan yang benar akan semakin mantap tergembala, semakin menikmati Firman penggembalaan. Kalau persekutuannya benar, kita menghadirkan Yesus sebagai pokok persekutuan, pengajaran sehat yang ditampilkan, bukan uang, bukan organisasi, bukan kehormatan, kedudukan dan lain-lain, maka selesai persekutuan semakin mantap tergembala, semakin menghargai Firman penggembalaan. Bukan setelah persekutuan gembala semakin dipandang enteng, penggembalaan dipandang enteng, tidak dihargai. Persekutuannya dipertanyakan kalau seperti itu!
Di dalam penggembalaan kita disucikan secara terus menerus.
Yohanes 15:3
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Di dalam penggembalaan kita disucikan lewat Firman yang Tuhan Yesus katakan. Memang kita tidak melihat Tuhan Yesus datang berkata-kata kepada kita, ada utusanNya yang menyampaikan. Kita percaya hamba Tuhan yang menyampaikan Firman adalah perkataan Tuhan sendiri yang dia sampaikan. Apa bukti bahwa Firman yang disampaikan oleh hamba Tuhan itu adalah perkataan Tuhan? Ada pembukaan rahasia Firman, ayat yang satu menerangkan ayat di dalam Alkitab. Bukan diterangkan dengan logika manusia atau pengetahuan manusia atau filsafat dunia. Dari ayat pertama sampai ayat terakhir semua ada dalam Alkitab maka keseluruhan pemberitaan Firman adalah perkataan Yesus. Itu yang berkuasa menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sekalian, sehingga kalau rantingnya bersih, dari ranting itu akan keluar buah, pasti berbuah! Kehidupan yang hidup dalam Tuhan, tergembala, disucikan, pasti berbuah, pasti menyenangkan hati Tuhan. Perbuatannya menyenangkan hati Tuhan, perkataannya menyenangkan hati Tuhan. Tetapi kalau tidak tergembala, tidak disucikan, perbuatannya memilukan Tuhan, sebagai anak memedihkan hati orang tua, sebagai jemaat membuat gembala berkeluh kesah, sebagai warga hanya menyusahkan pemerintah.
Kandang pengembalaan dalam Tabernakel ditunjukan dengan ruangan maha suci, di sini kita bertekun. Dulu Musa disuruh Tuhan membangun Tabernakel atau kemah suci, kemah pertemuan menurut contoh yang ada di Sorga. Tabernakel yang dibangun Musa sudah hancur. Bagi kita sekarang dalam bentuk pengajarannya. Tabernakel itu miniatur kerajaan Sorga. Jadi kita belajar Tabernakel belajar kerajaan Sorga. Kita pelajari, di ruangan suci ada 3 macam alat menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Kisah Para Rasul 2:42
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Ini bukan aturan organisasi tetapi ini ada dalam Alkitab, inilah kandang penggembalaan kita. Secara organisasi beda-beda kandang penggembalaannya. Tetapi secara rohani kandang kita hanya satu yaitu ruangan suci, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Di situ daging kita dibendung. Banyak orang Kristen hanya sampai pada Kristen halaman, percaya Yesus (pintu gerbang), bertobat (mezbah korban bakaran), baptisan air (bejana pembasuhan) tetapi tidak mau masuk dalam penggembalaan. Hanya sebatas halaman hanya sampai kepenuhan Roh Kudus. Kalau di halaman itu luas, daging bebas di situ. Tetapi kalau dalam penggembalaan daging dikekang, daging dibendung untuk dimatikan, dirobek, supaya bisa sempurna seperti Yesus.
Untuk masuk ruangan suci harus melewati pintu kemah. Pengertian umum pintu kemah adalah kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus ini yang membantu kita untuk bisa tergembala. Bukan sebatas diurapi, kita mohon sampai Roh Kudus memenuhi kehidupan kita supaya kita bisa tergembala.
Pintu kemah memisahkan halaman dan ruangan suci. Jadi urapan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus, memisahkan gereja daging (yang ditunjukan dengan halaman) dengan gereja yang tergembala (di ruangan suci). Tahun ini tahun pemisahan, jangan sampai kita terpisah dari gereja yang tergembala, terbuang keluar dari penggembalaan. Yang menentukan ada Roh Kudus atau tidak. Kalau mengaku punya Roh Kudus pasti ada di ruangan suci mantap tergembala, tetapi kalau tidak punya Roh Kudus dia akan berada di halaman, tidak tergembala, dagingnya mau bebas.
Dalam matius pasal 25 gereja daging disamakan dengan 5 gadis bodoh dan gereja tergembala digambarkan dengan 5 gadis bijaksana. Yang membedakan adalah minyak persediaan. 5 gadis bodoh punya pelita, pelitanya menyala, tetapi sayang tidak ada minyak. Akhirnya pelitanya mulai redup dan hampir padam. 5 gadis bijaksana punya pelita menyala dan mereka membawa minyak persediaan, pelitanya tidak pernah padam. Sama-sama menanti kedatangan mempelai, begitu mempelai datang, 5 gadis bodoh di luar dan 5 gadis bijaksana masuk dalam ruangan pesta. Ini terjadi pemisahan yang tegas! Gereja tergembala masuk pesta, gereja daging di luar pesta.
Dalam Wahyu 19 ada 2 macam pesta. Gereja yang tergembala masuk pesta nikah Anak Domba. Gereja daging, gereja yang tidak tergembala masuk pesta pembantaian daging, diperangi oleh Tuhan dengan pedang yang keluar dari mulutnya Tuhan. Kita mau berakhir di mana? Makanya kita butuh Roh Kudus, minta Roh Kudus dengan kerinduan. Roh Kudus itu kelahiran baru, jadi untuk mendapatkan Roh Kudus harus bertekun dalam doa seperti ibu hamil menjaga janin sampai waktunya melahirkan. Jadi tidak usah dipaksa-paksa. Tuhan penuhkan saya dengan Roh Kudus, pokoknya kalau tidak dipenuhkan saya tidak mau lagi beribadah. Jangan seperti itu. Kelahiran bisa dipaksa yang disebut aborsi, tetapi hasilnya tidak baik! Kalau dipaksakan tidak ada hasil bagi kita. Biarlah terjadi secara wajar, kita merindu dan kita membutuhkan Roh Kudus maka pasti Tuhan curahkan Roh Kudus kepada kita.
Saya ingat pesan dari papa, waktu itu ditanya ‘ngana sudah dipenuhi Roh Kudus?’ saya jawab belum. Papa bilang ngana bisa khotbah, bisa melayani, bisa main musik, tetapi kalau tidak ada Roh Kudus tidak akan tahan lama! Makanya jangan heran banyak hamba Tuhan berguguran dari pelayanan karena tidak ada Roh Kudus.
Roh Kudus itu kebutuhan mutlak kita, kalau tidak ada Roh Kudus tidak akan. Bisa bertahan dalam pelayanan. Pelayanan yang kita kerjakan adalah pelayanan roh, kalau tidak ada Roh Kudus mau melayani bagaimana? Bisa kelihatan hebat, tetapi sekali lagi, tidak bertahan lama! Begitu ada godaan, ada tantangan, ada ancaman, rantingnya terputus dari pokok, tidak akan tahan lama. Tetapi kalau ada roh Kudus tahan lama sampai kekal.
Praktek 5 gadis bodoh:
Matius 25:1-4,10-12
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
Bawa pelita tetapi tidak membawa minyak, akhirnya ditolak. Ini praktek 5 gadis bodoh, bawa pelita tetapi tidak membawa minyak. Pelita yang menyala itu Firman pengajaran.
Amsal 6:23
6:23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
Minyak persediaan itu Roh Kudus yang meluap-luap. Jadi 5 gadis bodoh ini adalah gereja yang merasa punya Firman pengajaran (punya pelita yang menyala) tetapi dagingnya masih mau bergerak bebas. Sebab kalau bawa pelita, bawa minyak, tidak bebas dagingnya. Tidak mau dipimpin oleh Firman dan Roh Kudus, maunya bebas! Jangan diatur-atur, jangan dikekang-kekang, gembala tidak usah atur-atur, saya mau begini begitu terserah saya. Diajar jangan begini, oh tidak ya mau begini. Diajar harus begitu, oh tidak saya mau begini. Inilah gereja daging, mau bebas dagingnya. Jangan-jangan dia hamba Tuhan khotbah pengajaran tetapi masih mau bebas dagingnya.
Memang kalau ada Roh Kudus kita akan mengalami kebebasan. Roh Kudus membawa kita pada kebebasan tetapi kebebasan yang positif, bukan yang negatif!
II Korintus 3:17
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Jadi jangan salah tafsir, kalau ada Roh Kudus bebas, lalu penampilannya bebas sesuka hati, bukan seperti itu! Kebebasan dalam Roh Kudus adalah kita bebas dari ikatan dosa, bebas dari pengaruh dunia, bebas dari hawa nafsu keinginan daging. Sehingga roh dan jiwa kita bebas melayani Tuhan tanpa ada kekangan-kekangan apapun.
Biarlah kita mau menerima pengajaran yang sehat dan mau dipimpin oleh Roh Kudus. Memang sakit bagi daging. Daging kita bilang mau begini, Roh Kudus bilang tidak boleh harus begitu, sakit bagi daging. Kita mau yang mana? Kalau ikut daging binasa! Kalau ikut Roh Kudus kebahagiaan Sorga.
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Kalau ikuti kebebasan daging, mati! Kalau hidup oleh Roh, rohani hidup sampai kita mencapai hidup kekal dalam kerajaan sorga.
Letak pintu kemah ada di antara halaman dan ruangan suci. Di luar pintu kemah itu halaman yang luas. Kristen halaman itu kehidupan yang sudah selamat tetapi dagingnya masih berkuasa. Di dalam pintu kemah itulah ruangan suci, inilah kehidupan kita yang dipimpin Roh Kudus, daging dimatikan, dikalahkan. Buktinya apa? Hati ini selalu rindu untuk bersekutu dengan Allah Tritunggal lewat 3 macam ibadah pokok. Sekalipun banyak tantangan dan hambatannya, tetapi kita selalu rindu bersekutu dengan Allah Tritunggal.
Praktek sehari-hari hati selalu rindu bersekutu dengan Allah Tritunggal:
a) Di atas meja roti sajian ada 12 roti yang ditumpuk menjadi 2 susun sehingga menjadi 6 6 kalau dibaca menjadi 66. Itu jumlah kitab dalam Alkitab. Jadi bukti hati selalu rindu bersekutu dengan Tuhan adalah kita selalu rindu untuk membaca Alkitab. Kaum muda apa yang lebih digemari, baca Alkitab atau baca yang lain. Seringkali Alkitab jarang dibaca, tetapi kalau baca medsos itu lebih digemari dari Alkitab.
Wahyu 1:3
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Membaca sudah bahagia, mendengar bahagia, melakukan sudah triple kebahagiaannya. Biarlah kita selalu ada kerinduan untuk membaca, mendengar dan melakukan Firman. Sehingga tidak usah dipaksa untuk datang kebaktian Pendalaman Alkitab. Karena hatinya rindu membaca Alkitab, dia pasti senang untuk datang beribadah. Begitu ayat terakhir dibacakan, bukannya bersorak tetapi masih mau tambah lagi.
b) Pelita emas, artinya selalu rindu untuk menjadi terang kesaksian di mana-mana, bukan malah menjadi sandungan! Kalau kita menjadi terang kesaksian, tidak usah dipaksa pasti tekun dalam Ibadah Raya. Di situ kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya.
c) Mezbah dupa emas, artinya selalu rindu untuk menyembah Tuhan. Menyembah disertai kesukaan, bukan terpaksa. Jiwa sudah diberi makan lewat Firman Tuhan, tetapi kadang roh tidak dikasih makan. Makanan roh kita adalah penyembahan sebab roh kita ini berasal dari Tuhan. Hubungan dengan Tuhan lewat penyembahan. Kasih makan rohnya, jangan dibiarkan lapar rohnya!
Doa penyembahan ini yang menjadi penentu kita punya minyak persediaan atau tidak, kita punya Roh Kudus yang meluap-luap atau tidak. Sekaligus penentu kita masuk penyingkiran gereja, masuk pesta nikah Anak Domba atau tidak. Jangan entengkan penyembahan ini, doa penyembahan secara pribadi 1 jam sehari, doa penyembahan berjemaah di gereja, doa puasa, doa semalaman kita tekuni supaya kita memiliki minyak persediaan.
Menyembah Tuhan = masuk kamar tutup pintu:
Matius 6:6
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Ingat satu cerita dalam Alkitab yang ada hubungan dengan minyak, seorang janda nabi. Datang penagih hutang mau mengambil anaknya menjadi budak, lalu dia datang kepada nabi Elisa minta jalan keluar. Elisa tanya, apa yang ada di rumahmu? Hanya sedikit minyak. Pinjam tempayan dari tetangga sebanyak-banyaknya. Dia pinjam tempayan dari tetangga lalu masuk rumah tutup pintu, tuang minyak, tidak habis-habis minyaknya. Tempayannya penuh semua. Baru dia lapor kepada Elisa, lalu disuruh menjual minyaknya, bayar hutang dan hidup dari lebihnya.
II Raja-raja 4:5-7
4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."
Doa penyembahan itu menutup pintu, menentukan kita punya minyak persediaan atau tidak. Penyembahan ini yang memisahkan gereja yang tergembala dan gereja daging.
Doa penyembahan itu masuk kamar tutup pintu, artinya:
a) Doa penyembahan yang benar tidak ada hubungan dengan perkara luar. Perkara luar adalah:
1) Dunia. Jadi doa penyembahan yang benar itu hanya berharap kepada Tuhan, bukan sesuatu di dunia ini. Sekalipun kita punya tetapi bukan itu yang kita andalkan. Mungkin kaum muda sudah lulus, punya ijazah, punya pekerjaan, tetapi bukan itu yang kita andalkan. Kita hanya mengandalkan Tuhan, hanya berharap kepada Tuhan!
2) Dosa. Doa penyembahan yang benar dinaikan dengan kesucian. Yang menjadi penghalang penyembahan kita adalah dosa. Yang membuat Tuhan tidak mendengar doa kita adalah dosa!
b) Hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Dari pada curhat kepada manusia, kadangkala mengecewakan, curhat saja kepada Tuhan. Bahkan tidak perlu kita utarakan dengan kata-kata, Roh Kudus yang menyampaikan keluhan kita kepada Tuhan.
Roma 8:26-27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Mungkin kita tidak tahu berkata-kata, namun Roh Kudus menaikan keluhan kita kepada Tuhan. Ada pergumulan apapun datang di kaki Tuhan menyembah Tuhan dari pada kita curhat di mana-mana!! Apalagi cuhat di media sosial, malulah kita.
Masuk kamar tutup pintu maka Roh Kudus dicurahkan mengurapi, memenuhi sampai meluap-luap di dalam kita. Kita memiliki minyak persediaan. Praktek memiliki minyak persediaan Roh Kudus yang meluap-luap:
a) Lukas 12:35
12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
Pinggang berikat berarti ada kesiapan untuk melayani. Prakteknya selalu setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Mulai dari setia dalam perkara kecil. Biar orang tidak mau lakukan pelayanan itu, kita yang kerjakan! Itu pelitanya semakin terang, minyaknya semakin melimpah
Kalau setia dalam perkara kecil maka Tuhan percayakan perkara besar, kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh kristus.
Matius 25:21
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mungkin orang lihat bersih sekali ini lantai, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dipakai ini artinya bukan hanya berkhotbah. Ada yang berkhotbah, ada yang memberi dana, ada pelayanan yang lain lagi. Yesus dalam pelayanan juga begitu, Yesus memberitakan Firman, perempuan-perempuan termasuk Yohana isteri Kusa dan yang lainnya melayani dengan uangnya. Paulus juga begitu, ada Febe yang melayani dengan hartanya. Semua dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Kalau sudah dipakai maka ada kebahagian sorga. Kita setia dalam perkara kecil maka Tuhan membawa kita masuk dalam kebahagiaan sorga.
b) Siap sedia dalam pelayanan tengah malam. Artinya siap sedia melayani Tuhan dalam situasi kondisi apa saja, walaupun dalam situasi krisis. Harus siap sedia dalam pelayanan. Supaya siap sedia maka kita harus punya minyak persediaan secara jasmani, apa itu?
1) Waktu. Waktu jangan diboroskan untuk diri sendiri, kalau Tuhan butuh ayo kasih untuk Tuhan.
2) Tenaga. Jangan masih muda tetapi karena sering begadang jadi kelihatan tua. Fisiknya lebih kuat yang tua.
3) Harta. Jangan dihabiskan hanya untuk diri sendiri. Tuhan memberkati untuk gandum, anggur, minyak dan juga ternak. Ternak itu untuk keperluan ibadah. Jadi berkat yang Tuhan berikan sisihkan, tabung untuk keperluan ibadah.
Ulangan 28:4
28:4 Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
Minta Roh Kudus, biar ada Roh Kudus dalam kehidupan kita. Hari ini hari pencurahan Roh Kudus, minta Tuhan supaya menggenapi janjiNya. Sebab kalau tidak ada minyak keadaannya mengerikan.
II Raja-raja 4:1
4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
Ini keadaan kalau tidak punya minyak persediaan:
a) Nikah, buah nikah tergoncang. Suami mati, anak dijadikan budak. Kalau kita digerakan melayani malah berkata nanti dulu, belum bisa. Bahaya kalau seperti itu, nikah dan buah nikah bisa tergoncang.
b) Sementara dalam suasana perkabungan, anak mau dijadikan budak. Ini menunjuk penderitaan, kesusahan, air mata! Kalau selalu berkata tidak bisa untuk melayani, nanti hidup hanya penuh air mata dan penderitaan. Ada pelayanan Tuhan percayakan, kerjakan! Kalau ada tambahan di luar itu, itu kelimpahan dari penggembalaan, kerjakan semua. Apalagi kalau suruh-suruh orang, itu penderitaan terus menerus.
c) Banyak utang, artinya:
1) Krisis ekonomi. Secara jasmani ada krisis.
2) Hutang berarti banyak yang tidak beres secara jasmani dalam hidupnya.
3) Ada hutang dosa yang tidak bisa terhapuskan oleh apapun di dunia ini. Hutang dosa hanya bisa dibebaskan oleh Korban Kristus.
Siang ini minta Roh Kudus dicurahkan, buka hati untuk Roh Kudus, biar Roh Kudus mengurapi, memenuhi sampai meluap-luap di dalam kita. Sesuai kerinduan, sesuai dengan kebutuhan, sehingga kita menjadi 5 gadis bijaksana yang masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar