20250830

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 30 Agustus 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 13:36-38

13:36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."

13:37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"

13:38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

Ada 6 kali Petrus mendapat teguran, 4 kali dari Yesus, 1 kali dari kokok ayam dan 1 kali dari Paulus. Kehidupan yang dikasihi Tuhan ditegur, jadi Petrus dikasihi Tuhan.

 

1.      Yang pertama Yesus menegur Petrus dengan keras karena Petrus sudah sama dengan iblis yaitu mau mencegah pekerjaan penebusan atau penyelamatan.

 

2.      Yang kedua ayat yang tadi sudah kita baca ditambah dengan dalam Injil Markus.

Markus 14:29-30

14:29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."

14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

Yesus menegur Petrus karena sombong rohani. Apa praktek sombong rohani?

a)      Mau berkoban nyawa lebih dulu dari Yesus = mendahului Korban Kristus = meremehkan Korban Kristus Yesus. Sekarang dalam gereja salib itu sudah dianggap sesuatu yang remeh, sudah jarang diajarkan dalam gereja. Malah kalau mau diajar tentang salib malah diprotes, tidak mau pelajaran salib. Maunya yang enak-enak saja bagi daging, cukup Yesus saja yang di salib.

 

b)      Merasa kuat menghadapi goncangan.

Markus 14:27

14:27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

 

Merasa kuat menghadapi kegoncangan dan pencobaan tetapi dengan kekuatan sendiri. Akhirnya hidupnya dalam suasana kutukan, beban berat, suasana penderitaan.

Yeremia 17:5

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

 

c)      Merasa lebih rohani dari pada yang lain sehingga merendahkan orang lain. Petrus ini hamba Tuhan, kita hamba Tuhan, pelayan Tuhan jangan merasa lebih rohani dari orang lain sehingga merendahkan dan menghina pemakaian Tuhan kepada orang lain.

 

d)      Merasa lebih dipakai dari orang lain sehingga merendahkan orang lain.

 

e)      Mengedepankan dirinya = egois.

 

Tuhan akan merendahkan orang yang sombong dan orang yang sombong itu sudah dekat pada kejatuhan! Makanya setelah Petrus sadar dia tulis surat I Petrus untuk bisa kita baca supaya jangan sombong.

I Petrus 5:5-6

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

 

Contoh kehidupan yang sombong, jatuh!

Yesaya 14:12-14

14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

 

Sampai 5 kali ada kata aku hendak. Kalau sudah sombong pasti mengikuti kehendak sendiri. Kalau sudah mengikuti kehendak diri sendiri pasti ada kebenaran diri sendiri dan kepentingan diri sendiri. Sebentar lagi kehidupan itu akan jatuh. Kita butuh teguran Firman lewat pengajaran yang benar supaya kita bisa merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan malah mau sombong!

 

Praktek merendahkan diri merasa tidak mampu, merasa tidak layak dalam melayani Tuhan, dalam menghadapi hidup sehari-hari. Sehingga kita selalu mengandalkan Tuhan lebih dari segalanya. Sebelum kita melayani berdoa dulu serahkan kepada Tuhan. Setelah melayani kita berdoa lagi, mengucap syukur sudah Tuhan tolong, Tuhan sudah pakai. Kalau bisa merendahkan diri, merasa tidak mampu, merasa tidak layak sehingga mengandalkan Tuhan, maka Tuhan akan meninggikan pada waktunya. Baik secara jasmani dari kemerosotan-kemerosotan dan kegagalan, dijadikan berhasil indah pada waktunya. Terutama ditinggikan secara rohani, bagaikan bintang-bintang di angkasa. Diorbitkan Tuhan, dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semakin merendah, semakin dipakai, semakin bertambah karunianya. Jadi jangan marah kalau direndahkan, tidak apa-apa!.

 

3.      Markus 14:34,37-38

14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Yesus menegur Petrus karena tidur rohani! Untuk membangunkan orang yang tidur harus dengan teguran yang keras. Semakin keras tegurannya itu supaya lekas bangun!

 

Efesus 5:14-17

5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 

5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

 

Ini praktek tidur rohani yaitu tidak mengerti kehendak Tuhan di dalam Firman sehingga menjadi orang yang bebal dan bodoh. Orang tidur gampang dipermainkan. Sekarang teguran datang kepada kita, siapa tahu ada yang tertidur, ayo bangun!

 

Apa itu bebal atau bidat? Keras hati! Tidak bisa menerima teguran Firman, tetap pertahankan dosanya. Sudah ditegur, dinasihati, tetap pertahankan dosa. Kehidupan seperti ini akan keluar dari persekutuan Tubuh Kristus. Tidak usah dipecat, akan keluar dengan sendirinya. Jadi kalau ada yang mengundurkan diri dari mengikut Yesus, mengundurkan diri dari pelayanan tidak usah ditanya apa penyebabnya. Itu karena tidak bisa menerima teguran. Alasan yang dia berikan hanya dibuat-buat untuk membenarkan sikapnya. Tetapi yang sebenarnya karena tidak bisa menerima teguran. Dia akan menjauh, akan terpisah dari Tubuh Kristus.

 

Titus 3:10

3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.

 

Jangan pertahankan dosa, jangan pertahankan kekerasan hati. Lebih baik ketika kita ditegur langsung sadar, langsung minta ampun. Seperti Petrus, dia orang yang luar biasa, tetapi ketika ditegur dia langsung terima, langsung sadar. Ditegur dibilangi iblis dia menerima dan sadar. Sampai ditegur oleh Paulus hamba Tuhan yang lebih yunior dari diapun bisa dia terima. Mari kita belajar untuk merendahkan diri, terima teguran Firman.

 

Yang dimaksud dengan bodoh adalah hanya mendengar Firman tetapi tidak pernah praktek Firman, itu orang yang tidur!.

Matius 7:26-27

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

 

Bisa terlihat dalam hidup sehari-hari, orang itu tidur rohaninya, bebal, bodoh yaitu tidak tahan uji. Begitu datang ujian cepat sekali bersungut, persalahkan orang sampai persalahkan Tuhan.

 

Memang penyakit gereja di akhir zaman adalah tidur. Yang bisa membangunkan rohani yang tertidur adalah seruan Mempelai, Kabar Mempelai. Kita sudah dalam Kabar Mempelai, sangat ironis kalau kita tidur rohaninya. Ayo bangun, bergairah, aktif dalam pelayanan, bekerja melayani Tuhan, jangan tidur rohani. Hari-hari ini adalah hari yang jahat, kalau rohani tidur mudah sekali kita dipermainkan oleh si jahat lewat dosa-dosa dan ajaran palsu.

 

Matius 25:5-6

25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

 

Sudah bangun rohani, tetapi jangan lupa untuk masuk ruangan pesta harus memiliki minyak persediaan.

Matius 25:7-8

25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

 

Sudah dalam Kabar Mempelai, dalam pengajaran yang benar tetapi tidak punya minyak persediaan, tidak punya Roh Kudus yang meluap-luap.

Untuk bisa memperoleh minyak persediaan ini dari mana? Harus mengalami pemerasan daging, Jangan turuti maunya, jangan turuti keinginannya. Lewat doa penyembahan, lewat doa puasa dan juga lewat rela menerima ujian. Kadang kita menerima ujian tetapi belum rela, dagingnya belum diperas. Memang tidak terucap di mulut tetapi di hati. Harus sampai kita rela menerima ujian dalam bentuk apa saja! Itu berarti daging sudah diperas, Roh Kudus meluap-luap, maka kita punya pelita yang menyala untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

4.      Matius 26:52

26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.

 

Ketika Yesus ditangkap, langsung Petrus menghunus pedang dan memotong telinga orang. Ini teguran keempat, Yesus menegur Petrus karena menggunakan kekuatan daging atau kekuatan sendiri saat menghadapi Salib!

 

Praktek menggunakan kekuatan daging:

a)      Bereaksi daging ketika menghadapi salib. Kamu sakiti saya balas! Itu ada reaksi daging. Termasuk untuk saya sebagai hamba Tuhan, saya belajar diam saja. Kalau pakai kekuatan daging tidak dibela oleh Tuhan, malah binasa! Mungkin disakiti, difitnah, digosipkan, dirugikan, jangan pakai kekuatan daging, jangan bereaksi daging.

b)      Potong telinga, artinya waktu menghadapi salib malah menjadi sandungan bagi orang lain, sehingga orang tidak mau menerima pengajaran yang benar. Kita belajar dari Yesus, menghadapi salib Yesus diam. Dengan diamnya Yesus sampai mati di kayu salib malah menjadi kesaksian, kepala prajurit yang melihat kematian Yesus berkata ‘sungguh dia orang benar’. Penjahat di sebelah Yesus berkata ini orang benar. Mereka bersaksi Yesus orang benar. Seperti itu kalau kita diam, kita menjadi berkat.

 

Daging sudah diperas, makanya menghadapi salib kita diam, tidak membalas, tidak menjadi sandungan tetapi serahkan kepada Tuhan. Menghadapi salib sikap kita hanyalah diam dan tenang. Sebab kalau tidak nanti kena pedang antikristus. Siapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Itulah pedang antikristus, pedang penghukuman Tuhan yang akan kena kalau tidak mematikan daging, bereaksi daging.

 

Petrus mau menerima teguran dari Yesus sehingga dia bisa menulis surat Petrus yang berisi pengalaman-pengalamannya dengan Yesus.

1.      Petrus ditegur karena mencegah pekerjaan penebusan. Petrus terima dan dia bisa menulis tentang pertobatan dan hidup benar.

I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Jadi, Petrus tidak lagi mencegah pekerjaan penebusan, dia sudah mengalami pekerjaan penebusan yaitu bertobat dan hidup benar. Ini juga untuk kita, teguran Firman untuk kita bisa bertobat dan hidup benar. Semoga menjadi pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Kita bisa bertobat dan hidup benar itu pengalaman pribadi dengan Tuhan. Ikut Tuhan harus ada pengalaman pribadi dengan Tuhan maka kita tidak akan pernah meninggalkan Tuhan.

 

2.      Petrus ditegur dia sombong, setelah dia terima maka dia bisa menulis tentang merendahkan diri.

 

3.      Petrus ditegur dia tidur, dia sadar dan dia bisa menulis tentang kebangunan rohani.

I Petrus 2:5

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

 

Berarti rohani Petrus tambah maju. Tadi dia bisa bertobat dan hidup benar, dia bisa merendahkan diri dan tambah maju lagi dia bisa masuk kebangunan rohani.

 

4.      Petrus ditegur karena menggunakan kekuatan sendiri menghadapi salib. Setelah dia sadar dia bisa menulis tentang menguasai diri dan tenang.

I Petrus 4:7

4:7  Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

 

Sudah ada pengalaman, tadinya dia tidak bisa tenang, dia potong telinga orang! Setelah ditegur dia sadar, sudah bisa menguasai diri dan tenang.

 

Sekarang kita baca surat-surat Petrus, kita belajar bahwa sehancur apapun kehidupan kita masih bisa diubahkan. Petrus sudah sama dengan iblis, sangat hancur! Tetapi masih bisa diubahkan lewat teguran Firman. Berbahagialah kalau kita beribadah lalu masih ada teguran Firman diulang-ulang. 4 kali ditegur berarti diulang supaya rohani yang hancur dipulihkan dan rohani kita bisa maju seperti Petrus sampai mencapai garis akhir. Petrus juga menulis tentang garis akhir.

II Petrus 3:13-14

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

 

Kisah Petrus ini pelajaran untuk kita semua. Orang yang sudah sama dengan iblis masih bisa ditolong, masih bisa dipakai, bahkan bisa mencapai garis akhir, kota Yerusalem Baru. Nama Petrus dituliskan di atas batu dasar kota Yerusalem Baru. Batu itu bertuliskan nama kedua belas rasul Anak Domba Allah, salah satunya Petrus. Kita juga merindu, bukan lagi nama yang tertulis tetapi kita yang ada di Yerusalem Baru.

Wahyu 21:14

21:14  Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

 

Sekarang kita rindu nama kita tertulis dalam kitab kehidupan dan kita mau dibawa masuk dalam kota Yerusalem Baru.

 

Jangan putus asa dengan keadaan rohani yang hancur-hancuran. Selama masih ada teguran Firman lembutkan hati, jangan keraskan hati. Terima Firman maka rohani kita bisa ditolong, dipulihkan, rohani kita bisa maju sampai garis akhir. Simpanlah perkataan Yesus di dalam hati kita.

Kolose 3:16

3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

 

Biarlah teguran Firman mau kita terima, Firman kita taruh dalam hati kita, rohani kita dipulihkan, rohani kita bisa maju sampai garis akhir, sampai menjadi Mempelai Wanita Tuhan masuk kota Yerusalem Baru.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar