Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:6-11
1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Di sini murid-murid bertanya kepada Yesus apakah Yesus mau memulihkan kerajaan secara jasmani, mau mengembalikan kejayaan bangsa Israel. Mereka mengharapkan pemulihan secara jasmani, tetapi Yesus menjawab pemulihan Israel yang rohani, bukan jasmani, itulah gereja Tuhan. Kata pulih itu berarti kembali pada keadaan semula. Keadaan kita manusia yang semula ketika manusia diciptakan adalah segambar dengan Allah Tritunggal.
Kejadian 1:27
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Tuhan mau mengembalikan kita pada gambar Allah Tritunggal, mau dijadikan sama mulia dengan Tuhan. Kita mau dibawa pada tingkatan rohani yang paling tinggi itulah Mempelai Wanita Tuhan.
Murid adalah orang yang sudah berada dalam pengajaran tetapi sayang pandangannya masih pada perkara yang jasmani, masih pandangan daging. Ini seringkali ada pada kita. Kita mengaku muridnya Tuhan, orang yang dalam pengajaran dan dalam gereja digaungkan tentang pemulihan tetapi hanya pemulihan bersifat yang jasmani yaitu mengenai liturgi gereja, itu yang dirubah. Atau yang seringkali diisi dalam gereja hanya pujian penyembahan. Bukan berarti tidak penting soal pujian penyembahan, penting, Tuhan bertakhta di atas pujian umatNya, tetapi jangan lupa di mulut ada pujian penyembahan, di tangan harus ada pedang. Itu bicara Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2.
Pemulihan yang sebenarnya adalah ada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2, Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan untuk menyatakan dosa dan kekurangan kita untuk diperbaiki. Karena gereja yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan adalah kehidupan yang tidak bercela, tidak bernoda. Jadi kekurangan yang ada bukan untuk dipertahankan, tetapi harus dinyatakan untuk diperbaiki.
Ratapan 2:14
2:14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
Ini pemulihan yang benar, kesalahan dinyatakan untuk dipulihkan.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Kesalahan dinyatakan bukan untuk kita dipermalukan tetapi supaya diperbaiki. Selanjutnya kita dididik di dalam kebenaran. Inilah pemulihan yang sebenarnya, dosa-dosa dinyatakan. Kita beribadah, mendengar Firman sampai dosa yang tersembunyi dalam hati dan pikiran kita dinyatakan lewat pemberitaan Firman supaya kita dipulihkan.
Ketika dosa dinyatakan bagaimana sikap kita? Kita mengaku kepada Tuhan dan sesama. Itu adalah suatu korban persembahan kepada Tuhan.
Hosea 14:2-3
14:2 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
Pengakuan dosa ini yang menggugah hati Tuhan untuk memulihkan kita dari segala pelanggaran-pelanggaran kita.
Hosea 14:4-7
14:4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
Ini yang harus kita lakukan, menyikapi Firman yang menyatakan dosa kita, kita harus mempersembahkan pengakuan dosa kita sehingga Tuhan memulihkan kita.
Pengakuan dosa merupakan keuntungan bagi kita, yaitu:
1. Darah Yesus mengampuni, menghapus dosa kita, mencabut akar dosa sehingga tidak terulang lagi.
I Yohanes 1:7,9
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Darah Yesus mengampuni dan menyucikan, mencabut akar-akar dosa supaya tidak terulang lagi. Makanya pengakuannya harus tuntas, kepada Tuhan (vertikal) dan kepada sesama (horizontal). Kalau dihubungkan membentuk salib, darah Yesus dari kayu salib mengampuni dan mencabut akar-akar dosa.
2. Hosea 14:5
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
Luput dari murka atau penghukuman Tuhan atas dunia ini. Sudah Tuhan siapkan 3x7 penghukuman dari Allah Tritunggal. 7 meterai dari Allah Roh Kudus, 7 sangkakala dari Anak Allah, 7 cawan murka dari Allah Bapa. Di dalam kitab Ayub dikatakan beratur-aturan dijatuhkan, belum selesai satu, hukuman yang lain dijatuhkan. Tetapi kalau kita bisa mengaku dosa, kita luput dari penghukuman Tuhan.
Sekarang ini kita sudah berada di penghujung akhir zaman. Sudah berada pada penghujung harus keenam minggu ketebusan. Seharusnya persiapan kita sudah matang untuk menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga. Jangan lagi ada dosa yang dipertahankan!
Wahyu 19:7; 22:20
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Yesus bilang Aku datang segera. Jawaban dari gereja datanglah Tuhan Yesus. Tidak mungkin bisa berseru datanglah Tuhan Yesus kalau masih ada dosa yang dipertahankan, masih ada pelanggaran penyelewengan yang kita buat. Tuhan tidak akan menangguhkan lagi kedatanganNya. Jadi apa yang Tuhan Firmankan, Aku datang segera, tidak akan Tuhan tangguhkan lagi. Jadi betul-betul kita sekarang berpacu dengan waktu, jangan santai. Waktu yang sisa sedikit ini gunakanlah untuk menyelesaikan dosa-dosa, bukan menambah dosa! Selesaikan semua karena ancaman murka Tuhan akan segera diwujudkan. Dengan Tuhan berkata “Aku datang segera” berarti murkaNya akan segera diwujudkan. hukumanNya terhadap orang yang masih mempertahankan dosa akan segera dijatuhkan.
Tuhan memperhadapkan 2 hal, tinggal kita pilih yang mana, Tuhan tidak memaksa. Diperhadapkan kehidupan, kalau menyelesaikan dosa hidup, bersama Yesus hidup yang kekal atau kematian, kebinasaan. Memang sekarang enak mempertahankan dosa tetapi menuju pada penghukuman dan kebinasaan.
Pada tahun-tahun yang lalu kita diperhadapkan dengan covid 19. Itu adalah penyakit sampar. Karena memang Tuhan mengatakan salah satu hukuman Tuhan adalah penyakit sampar. Dan Firman Tuhan katakan akan datang penyakit sampar yang dahsyat yang membunuh ¼ manusia.
Wahyu 6:7-8
6:7 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.
Covid kemarin itu baru secuil. Nanti begitu meterai dibuka, bukan cuma sampar tetapi disertai kelaparan dan perang serta binatang buas! Sampai ¼ manusia di dunia mati. Di depan kita ada maut, sebab itu ayo segera kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Dimulai dari mengaku dosa. Dosa ini yang memisahkan kita dengan Tuhan.
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Kenapa kita tidak mendapat pertolongan, doa kita tidak dijawab? Karena ada dosa dipertahankan. Kalau pertahankan dosa semakin jauh dari Tuhan, semakin dekat dengan hukuman, semakin dekat dengan kuda hijau kuning, semakin dekat dengan maut. Ayo dekatkan diri dengan Tuhan, selesaikan dosa.
Sore ini kita beribadah pendalaman Alktiab dan Perjamuan suci. Di depan ada Perjamuan Suci, ini Tubuh dan Darah Yesus, sarana untuk kita mengalami kelepasan dari dosa. Manfaatkan sarana yang Tuhan berikan, selesaikan dosa-dosa yang ada. Maka akan terjadi pemulihan dalam hidup kita.
Hosea 14:6
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
Tanda sedang terjadi pemulihan adalah embun turun di dalam gereja. Apa yang dimaksud dengan embun? Kita belajar dari perjalanan bangsa Israel. Ketika mereka keluar dari Mesir, artinya lepas dari perbudakan dosa, di padang gurun mereka dipelihara dengan roti manna yang disebut embun beku. Setelah kita lepas dari perbudakan dosa, roti manna dicurahkan kepada kita, embun beku dari kerajaan Sorga.
Keluaran 16:13-14
16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
Setelah kita lepas dari perbudakan dosa, Tuhan kirim manna kepada kita. Suatu perbekalan yang melimpah dari Tuhan kepada kita. Manna adalah roti malaikat. Kalau mau pergi perjalanan jauh, harus punya perbekalan yang melimpah. Begitu juga kita mau ke Sorga, negeri yang jauh, harus ada perbekalan melimpah, itulah roti manna, roti malaikat.
Mazmur 78:23-25
78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.
Manna = roti malaikat. Roti bicara Firman, malaikat menunjuk gembala. Jadi manna adalah Firman penggembalaan. Tanda kita sedang dipulihkan adalah kita mau tergembala dengan benar dan baik, mau makan Firman penggembalaan, bisa menikmati Firman. Selama dosa dipertahankan, sulit menikmati Firman. Di rahang seperti ada kuk sehingga sulit untuk mengunyah. Dosa yang mengganggu sehingga kita sulit mencerna Firman.
Hosea 11:4
11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
Karena ada dosa dipertahankan, sulit menikmati Firman seperti yang saya alami. Dulu saya pembaca Alkitab untuk papa. Tetapi karena dosa saya pertahankan, tidak bisa menikmati Firman, malah kadangkala mendongkol ‘terlalu lama!’. Sambil membaca, sambil menggerutu. Tetapi papa tahu, papa lihat dari ekspresi, jadi sengaja ditambah ayat suruh baca. Tetapi begitu kuk dilepaskan, dosa dilepaskan, bisa menikmati, tergembala dengan benar dan baik.
Mari, jadilah domba yang tergembala, karena Yesus adalah Anak Domba Allah. Yang menjadi pengantinNya disebut pengantin Anak Domba. Makanya kita harus menjadi domba yang tergembala dengan benar dan baik, menikmati Firman penggembalaan. Tidak terbentur dengan waktu, enak makan Firman. Dan ada hasil pemulihan. Biar ini menjadi pengalaman hidup kita, kita alami dalam hidup kita.
1. Hosea 14:6
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
Kita akan berbunga seperti bunga bakung. Apa maksudnya?
Kidung Agung 2:1-2
2:1 Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
2:2 — Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
Artinya kita sedang diarahkan atau dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Berarti kita Kristen khusus. Di antara gadis-gadis, di antara duri-duri kita tampil sebagai bunga bakung, sedang diarahkan menjadi Kristen khusus yang mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Untuk menjadi sidang mempelai ada tantangannya. Bunga bakung berada di antara duri-duri. Sudah tergembala, menikmati Firman penggembalaan, sedang dibentuk menjadi Mempelai WanitaNya, diperhadapkan dengan duri-duri. Siapa duri-duri? Demikianlah manisku di antara gadis-gadis, gadis-gadis ini adalah gereja daging yang seringkali menyakiti, menusuk hati kita, mata kita, telinga kita. Kita mendengar omongan-omongan yang miring, menusuk, menyakiti hati. Kita lihat kelakuan orang Kristen yang hanya menyakiti hati. Seperti Lot berkeluh kesah di tengah-tengah orang Sodom dan Gomora, tiap hari melihat dosa, setiap hari mendengar dosa.
Kita berada di daerah mayoritas Kristen. Tetapi di mana-mana lihat kelakuan orang Kristen, mabuk-mabuk, pesta pora, kawin mengawinkan, terjadi di mana-mana. Tiap hari kita mendengar dan melihat hal seperti itu, itulah duri-duri yang menusuk! Belum lagi yang menekan, menghimpit kita, mau menggagalkan pengikutan kita kepada Tuhan.
II Petrus 2:7
2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
Sudah senang mau panen, begitu sampai di kebun sudah ada yang panen, ada yang curi, ternyata orang Kristen. Sementara jemur coklat, mau pergi angkat, eh sudah ada yang angkat duluan. Belum lagi ketika kita mau beribadah melayani, ada saja yang ganggu, ada yang coba menghalangi.
Ada duri menusuk tetapi kita jalan terus, sebab Yesus sudah tanggung di kayu salib, Dia bermahkota duri. Kalau kita merasa tersinggung, marah, ingatlah Korban Kristus. Di kayu salib seluruh tubuhNya kena duri, cambuk berduri, paku bagaikan duri, mahkota duri. Belum tombak, duri yang paling besar. Sudah Yesus lewati dan terima semuanya. Jadi jangan kita marah, jangan bereaksi daging.
Begitu gereja mula-mula terbentuk, bertambah 3.000 jiwa lalu 5.000 jiwa, tantangannya hebat. Duri yang menusuk bukan kaleng-kaleng! Yang menusuk luar biasa, Pilatus (pemerintah), Herodes, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Itu yang mereka hadapi! Tetapi gereja terus bertahan. Duri memang ada, tetapi bunga bakung tetap putih bersih, tidak terpengaruh. Itulah gereja Mempelai, tahan banting, tahan uji. Biar duri-duri di sekitar kita tetap putih.
Kisah Para Rasul 4:5-7,27
4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
4:27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,
Gereja daging bekerja sama dengan pemerintah dunia. Jadi kalau kita mengalami tusukan sana sini itu sudah betul, kita berarti sudah berada dalam pemulihan. Terima kasih Tuhan saya diperhadapkan dengan duri-duri, tetapi saya tetap bunga bakung yang putih, tidak mau kotor, tidak mau terkulai, tidak mau gugur bunganya! Kalau dikata-katai, dicibir, dihina atau bahkan mengalami secara fisik, itu sudah betul.
Sikap kita tetap pertahankan keindahan bunga bakung, tetap pertahankan kesucian, jangan bereaksi daging.
Kidung Agung 2:1-2
2:1 Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
2:2 — Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
Tetap hati Yesus terpikat kepada kita. Tuhan lihat, dia ini tahan banting, Tuhan tambah cinta. Semakin dihimpit semakin manis di hadapan Tuhan.
2. Hosea 14:6
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
Akar itu yang menopang pohon, jadi akar itu bicara kekuatan. Untuk mendapatkan ternak pilihan, Yakub memakai dahan pohon hawar.
Kejadian 30:37-42
30:37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan.
30:38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.
30:39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
30:40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban.
30:41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
30:42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub.
Untuk mendapatkan ternak yang kuat, Yakub mengambil dahan hijau pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupas dan ditaruh di palungan. Karena domba-domba setiap makan mereka berkelamin di situ, jadi kalau ada yang kuat Yakub hadapkan pada palungan yang ada dahan pohon hawar, pohon badam, pohon berangan sehingga Yakub memperoleh hewan ternak yang kuat, Laban hewan ternak yang lemah.
Jadi, menjulurkan akar seperti pohon hawar artinya menjadi kehidupan yang memiliki rohani yang kuat, Kristen pilihan! Tanda rohani kuat adalah tampil beda dengan orang dunia, tampil beda dengan Kristen duniawi. Jangan serupa dengan dunia.
Roma 12:2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Kalau dilihat sekarang orang ke gereja sudah seperti orang pergi piknik. Bahkan kadang sudah lebih sopan orang ke mall dari pada ke gereja. Jangan sama seperti orang dunia, jangan sama seperti Kristen duniawi.
Kristen duniawi digambarkan seperti Laban. Tanda-tanda Kristen duniawi kita lihat dari Laban.
a) Kejadian 24:30-31
24:30 sesudah dilihatnya anting-anting itu dan gelang pada tangan saudaranya, dan sesudah didengarnya perkataan Ribka, saudaranya, yang bunyinya: "Begitulah dikatakan orang itu kepadaku." Ia mendapatkan orang itu, yang masih berdiri di samping unta-untanya di dekat mata air itu,
24:31 dan berkata: "Marilah engkau yang diberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar, padahal telah kusediakan rumah bagimu, dan juga tempat untuk unta-untamu."
Tanda Kristen duniawi, kelihatan cekatan melayani, tetapi tujuannya untuk mendapat keuntungan jasmani! Kalau kita sempat seperti itu, sekarang kita dipulihkan, dinyatakan kesalahan untuk kita diperbaiki. Itu gunanya kita beribadah, jangan marah kalau ditunjuk kesalahannya. Kalau melayani orientasi kita hanya yang jasmani, minta ampun kepada Tuhan.
Fokus kita adalah mezbah yaitu ibadah pelayanan, bukan uang.
Filipi 4:10-12
4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Ayat-ayat ini dalam Tabernakel kena mezbah korban bakaran. Di atas mezbah ada korban api-apian, suatu persembahan yang berbau harum kepada Tuhan. Jadi fokus Paulus adalah mezbah, pada ibadah pelayanan. Yang dia lihat bukan uangnya. Ayo kita melayani Tuhan jangan fokus pada yang jasmani. Fokus ibadah pelayanan kita berbau harum kepada Tuhan, berkenan kepada Tuhan. Kalau fokus kepada yang jasmani itu Kristen daging, Kristen Laban.
KKR dahsyat. Apa dahsyatnya? Ribuan yang hadiri, musiknya luar biasa, itu semua hanya yang jasmani! Fokusnya pada yang rohani yaitu ibadah pelayanan kita berbau harum bagi Tuhan.
b) Kejadian 29:23-26
29:23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia.
29:24 Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
29:25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?"
29:26 Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
Ada roh tipu di dalamnya. Terutama di sini memperdaya sesama di dalam nikah. Memperdaya suami, isteri, orang tua, mertua, calon mertua. Tipu menipu dalam rumah tangga mereka. Ini jangan ada pada kita. Kalau dalam rumah tangga selalu diisi dengan roh tipu, saling tipu menipu, bahaya rumah tangga itu. Nanti nikah kita hanya untuk dihukum, bukan pada nikah yang rohani.
c) Kejadian 31:30,36
31:30 Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?"
31:36 Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: "Apakah kesalahanku, apakah dosaku, maka engkau memburu aku sehebat itu?
Yang ketiga begitu giat untuk berhalanya. Berhala itu adalah segala sesuatu yang lebih dikasihi dari pada Tuhan. Jadi artinya lebih mengasihi perkara duniawi dari pada Tuhan. Kalau untuk perkara duniawi begitu giat, tetapi kalau untuk yang rohani loyo!
Kita berdoa supaya terjadi kegerakan besar dan suatu saat akan digenapi nubuatan dalam Yesaya pasal 2 bangsa-bangsa akan berduyun-duyun mencari pengajaran. Kalau sekarang KKR akomodasi dan konsumsi masih disiapkan panitia. Tetapi suatu waktu tidak akan ada lagi panitia, terjadi kegerakan spontanitas, semua akan urus sendiri karena mau mencari pengajaran. Pertanyaannya ketika kegerakan itu terjadi kita di mana, adakah kita di situ? Kalau sekarang kita hanya mengejar yang jasmani, tidak mungkin ada dalam kegerakan yang rohani. Ayo kita masuk dalam kegerakan yang rohani.
Giat untuk Tuhan, bukan giat untuk yang jasmani. Soal ibadah itu Tuhan tampil sebagai Allah yang cemburu. Jangan kita lebih mengasihi yang lain dari pada Tuhan! Jangan lebih mengasihi yang duniawi dari pada yang rohani. Ayo kasihi Tuhan lebih dari segalanya. Giatlah untuk yang rohani.
I Korintus 15:58
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Tuhan tidak menipu, Tuhan sanggup menyediakan segala yang kita butuhkan. Kadang sebagai gembala saya rasa kasihan melihat jemaat jauh-jauh datang beribadah, saya berpikir biar mereka online saja. Tetapi mereka mau datang, saya jangan menghalangi. Kalau jemaat giat, saya gembala harus lebih giat lagi melayani Tuhan. Ayo kita giat untuk pekerjaan Tuhan, berdiri teguh, jangan goyah!
3. Hosea 14:7
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
Bicara Zaitun itu menunjuk roh perdamaian. Jadi artinya ada roh perdamaian yang terus bertumbuh dalam diri kita.
Ingat sebelum Nuh mau keluar dari Bahtera, dia lepaskan burung merpati lalu pulang membawa daun zaitun, tanda Tuhan sudah berdamai dengan manusia.
Kejadian 8:10-11
8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
Ketika Nuh mempersembahkan korban bakaran dan Tuhan mencium bau harum persembahan itu, Tuhan berkata ‘Aku tidak akan menghukum lagi bumi ini dengan air bah, Tuhan sudah berdamai. Jadi zaitun menunjukan roh perdamaian. Jadi hasil kita telah dipulihkan kita cinta damai. Bukan benci orang, pahit hati kepada orang, jengkel pada semua orang. Semua dibenci! Di rumah jengkel pada suami/isteri, di gereja jengkel pada jemaat lain, nanti di kebun jengkel sama sapinya, semua dibenci, tidak ada roh perdamaian. Isilah hidup kita dengan roh perdamaian. Orang boleh membenci kita, tetapi kita jangan membenci orang itu, kita tetap baik. Taruh bara api di atas kepalanya, kalau dia sadar dia mengalami api penyucian. Kalau dia tidak sadar, tetap benci, nanti api murka. Jangan kita membenci, biar Tuhan yang berhadapan dengan orang itu. Isi hati kita dengan roh perdamaian. Apalagi kami hamba Tuhan, jangan ada roh kebencian, benci jemaat, benci hamba Tuhan lain.
Kalau kita sebagai hamba Tuhan, pelayan Tuhan cinta damai maka ada hasilnya:
a) II Korintus 5:18-20
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Tuhan percayakan berita pendamaian dan pelayanan pendamaian kepada kita. Artinya kita dipercaya dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semakin nyata pemakaian Tuhan, semakin damai semakin dipakai Tuhan, kalau hamba Tuhan semakin dipercaya pembukaan rahasia Firman. Makanya saya takut kalau ada benci, kalau ada rasa tidak suka pada seseorang selesaikan, kalau tidak nanti Tuhan tutup pembukaan Firman. Kasihan jemaat, Tuhan tidak percaya berita pendamaian, khotbah jadi kering. Jaga hati tetap damai sejahtera.
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Ingat pembangunan Bait Allah Salomo, tidak ada bunyi perkakas besi ketika batu-batu disusun. Tenang, itu bicara pendamaian.
b) Mazmur 133:1-3
133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Hasil kedua Tuhan perintahkan berkat datang kepada kita kalau kita cinta damai. Kita kadangkala gombal saja kepada Tuhan. Nyanyi hidup rukun damai tetapi kita sendiri tidak mau damai. Sesama hamba Tuhan tidak mau damai, sesama pelayan Tuhan tidak mau damai, sesama dalam rumah tangga ribut terus. Kalau cinta damai berkat Tuhan kirim. Kalau memulai pertengkaran itu bagaikan membuka jalur air bah, tsunami masuk.
Amsal 17:14 (Terjemahan Lama)
17:14 Permulaan perkelahian itu seumpama air tiris, sebab itu tinggalkanlah akan perbantahan dahulu dari pada ia menjadi air bah yang bergelora.
Hanya mengundang air bah, akhirnya lemari baru jadi sudah picah, piring baru dibeli 1 lusin sudah hancur, kompor baru dibeli sudah hancur. Kalau air bah hancur semua, sampai rumah hancur! Biarlah kita redam. Ketika mau menyala, jangan tunggu seperti teko yang berteriak waktu sudah mendidih, langsung kasih mati kompor.
c) Mazmur 37:7
37:37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;
Kalau suka damai ada masa depan yang indah dan berhasil, sampai masa depan paling indah kita masuk di kota Yerusalem Baru, kota damai. Kaum muda jangan sampai orang tua dimusuhi, tidak ada masa depan! Itu kena kutuk oleh Tuhan seperti Ham kalau menceritakan kekurangan orang tuanya. Seringkali kita sudah dibesarkan oleh orang tua, orang tua banting tulang sekolahkan. Ada kesalahan sedikit dari orang tua, kita sudah mengamuk, sudah ungkit-ungkit. Coba kalau mamanya ungkit juga, eh bayar asi yang kau minum! Bisa? Bayar penderitaan mama 9 bulan bawa kamu dalam perut. Ada kesalahan sedikit sudah mengamuk ‘saya menyesal lahir dalam keluarga ini’ jangan seperti itu.
Sayalah orang yang seperti itu dan saya sudah cabut sama orang tua, saya minta ampun sama papa mama, saya dendam sama mereka karena merasa diperlakukan tidak adil. Itu hanya perasaan daging saya, karena saya maunya bebas. Orang maunya saya jadi anak pendeta yang menopang pekerjaan Tuhan, tetapi saya maunya bebas bagi daging, mau berbuat macam-macam. Akhirnya dididik keras. Tetapi sudah diperdamaikan semuanya.
Kalau ada kaum muda berbuat seperti itu, minta ampun sama orang tua! Kita tidak lahir dari pohon pisang, tidak keluar dari batu. Kita keluar dari kandungan ibu kita, ada papa yang membesarkan. Mungkin di mata kita orang tua itu jahat, tetapi tetap karena mereka kita ada di dunia ini. Jangan ada roh peperangan, pelihara roh damai maka ada masa depan. Kalau benci-benci tidak ada masa depan! Biar gelar tinggi kalau tidak damai apalagi sampai musuhi orang tua, tidak ada masa depan, Tuhan tutup semuanya.
4. Hoesa 14:7
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
Kidung Agung 4:11
4:11 Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Hasil keempat kita menjadi kehidupan yang dipuji oleh Tuhan. Artinya kita menjadi kehidupan yang tahan uji.
II Korintus 10:18
10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
Apapun tantangannya, pergumulannya, sengsaranya, kita kuat dan teguh hati, tahan uji! Orang yang tahan uji itu ada buktinya, bisa dilihat.
a) Bibir meneteskan madu murni. Bibir menunjuk perkataan, madu itu manis. Jadi bukti tahan uji perkataannya selalu manis, mengucap syukur, menyembah Tuhan. Bukan bersungut, persalahkan Tuhan, persalahkan sesama. Orang yang tahan uji, apapun yang terjadi selalu mengucap syukur. Hanya menyembah Tuhan, bukan salahkan siapa-siapa. Padahal salahnya sendiri, malah salahkan orang.
Dia sudah praktek, dalam pengalaman sengsara dia bisa mengucap syukur, bisa menyembah Tuhan, sehingga ada kesaksian untuk menguatkan sesama. Madu itu untuk kekuatan. Berarti bisa bersaksi untuk menguatkan sesama.
b) Madu dan susu di bawah lidah. Madu dan susu untuk kekuatan dan untuk pertumbuhan. Madu dan susu itu suasana negeri Kanaan. Kanaan menunjuk kegerakan. Jadi bukti kedua kita menjadi kehidupan yang dipakai dalam kegerakan rohani, aktif dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Tidak mau pasif, tidak mau nganggur.
Sekali saja kita pasif bisa berbahaya. Sekali saja Daud tidak berperang, jatuh dia! Padahal biasanya akhir tahun ada peperangan, tetapi Daud tidak berperang, dia jalan-jalan santai, lihat isteri orang mandi akhirnya dia jatuh. Sekali saja dia pasif, bisa jatuh! Ini yang harus kita taruh di hati kita. Sekali saja pasif, berbahaya, nikah saya bisa hancur, bisa rusak. Aktiflah dalam kegiatan rohani, dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, pembangunan Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Di depan ada perjamuan suci kita mau terima, memberi kesempatan untuk kita mengalami pemulihan. Pemulihan yang benar menyatakan dosa supaya diperbaiki. Tubuh dan darah Yesus untuk mengampuni dosa kita dan mempermanensikan Firman di dalam kita.
Ayo kita aktif dalam kegerakan rohani. Tetapi ingat, waktu pemulihan terjadi, iblis juga bergerak di situ.
Hagai 1:9-10
1:9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,
Saat gerakan pemulihan terjadi iblis mau menghalangi lewat dia masukan roh egois, mementingkan diri sendiri, sehingga rumah Tuhan dibiarkan reruntuhan, rumahnya dibangun dengan baik. Artinya rohaninya diterlantarkan, dia hanya sibuk mengurus yang jasmani. Hati-hati, sementara kegerakan terjadi jangan ada egois. Dari 18 dosa akhir zaman, pembuka dosa lain adalah egois. Manusia akan mencintai dirinya sendiri, baru setelah itu muncul dosa-dosa yang lain.
Kegerakan ini akan semakin besar, ikutilah arus kegerakan rohani. Nanti kita mau masuk bulan desember, saya rindu kita menggelar ibadah natal. Menggelar ibadah seperti ini bukan untuk gagah-gagahan tetapi supaya memberitakan Firman pengajaran, lebih banyak orang yang mendengarkan pengajaran. Kalau ikuti daging lebih enak tidak usah gelar natal, kita tidak keluar biaya, saya juga tidak capek. Tetapi untuk kegerakan kita tidak boleh egois. Kalau Tuhan sudah berkati kita dengan Firman, ayo bagikan kepada sesama. Seperti kita menggelar ibadah persekutuan maksudnya supaya orang lain juga mendengar.
Hasil pemulihan kita menjadi kehidupan yang tahan uji. Orang yang tahan uji dilihat dari mulutnya, apapun yang terjadi selalu berkata Yesus selalu baik dan selalu menyembah, tidak pernah bersungut, tidak pernah salahkan orang. Tantangan semakin hebat, semakin aktif dalam kegerakan.
Yesus sudah mau datang, masuklah dalam kegerakan untuk kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kalau kita bisa terbentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna hanya itu yang bisa menggirangkan hati Tuhan.
Yesaya 62:5
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Seperti girang hati Yesus Mempelai Pria Sorga melihat kita Mempelai WanitaNya sudah siap sedia, sampai kita dipertontonkan di hadapan Tuhan.
Yesaya 62:11
62:11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Semoga kitalah itu, kita berada pada barisan orang-orang yang berjalan di hadapan Tuhan. Dalam Wahyu pasal 12 Mempelai Wanita Tuhan dipertontonkan di awan-awan. Doa saya selalu jangan ada satupun dari antara jemaat yang tertinggal dan binasa. Biarlah bersama keluarga kita bisa menyambut Yesus di awan-awan yang permai.
Tuhan Yesus memberkati.