20260922

Kebaktian Doa Puasa Sesi 1, Selasa 22 September 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 8:25-29

8:25 Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini."

8:26 Tetapi Musa berkata: "Tidak mungkin kami berbuat demikian, sebab korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu?

8:27 Kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, seperti yang difirmankan-Nya kepada kami."

8:28 Lalu kata Firaun: "Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku."

8:29 Lalu kata Musa: "Sekarang aku keluar meninggalkan tuanku dan akan berdoa kepada TUHAN, maka pikat itu akan dijauhkan besok dari Firaun, dari pegawai-pegawainya dan rakyatnya; hanya janganlah Firaun berlaku curang lagi dengan tidak membiarkan bangsa itu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN."

 

Firaun gambaran setan, menyerang ibadah gereja Tuhan. Atau menyerang sistem penggembalaan supaya gereja Tuhan tidak tergembala. Kalau tidak tergembala menjadi sasaran empuk dari setan lewat dosa sampai puncaknya dosa, juga lewat ajaran-ajaran palsu.

I Petrus 5:8

5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

 

Setan itu digambarkan seperti singa yang beredar-edar. Kalau kita tidak tergembala, diterkam oleh singa. Setan juga digambarkan seperti serigala, serigala menghancurkan penggembalaan.

 

Bagaimana cara setan menghancurkan ibadah?

1.      Kejadian 8:25

8:25 Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini."

 

Beribadah di Mesir. Artinya ibadah dengan cara dunia, sistem dunia, yang tidak sesuai dengan tahbisan yang benar. Sekarang ibadah banyak memakai cara-cara dunia untuk menjaring jiwa sebanyak-banyaknya. Katanya jiwa-jiwa mau dibawa kepada Tuhan, tetapi cara-cara dunia yang dipakai!

 

Tanda-tandanya:

a)      Cara dunia dimasukan dalam ibadah. Cara menyanyi, cara main musik dibawa masuk dalam gereja supaya menarik banyak jiwa, terutama kaum muda, ditarik dengan hiburan-hiburan secara jasmani. Juga dari cara berpenampilan. Di dunia pakaian bolong-bolong, begitu juga dibawa dalam gereja. Kalau di dunia anak muda yang aneh-aneh potongannya, itu juga di dalam gereja. Juga dalam mencari dana, dan sebagainya.

 

b)      Tidak mengalami pertobatan, tidak mengalami kelepasan dari dosa. Beribadah tetapi masih di Mesir, tidak bertobat, tidak mengalami kelepasan, masih diperbudak oleh dosa. Siapa saja, biar tidak bertobat, silahkan melayani di gereja.

 

c)      Bergantung ada situasi kondisi dunia. Kalau lagi sibuk, yah tidak beribadah. Kalau bebas, ada banyak waktu lowong baru beribadah. Lagi krisis seperti sekarang ini, tidak usah ibadah dulu, nanti kalau sudah lewat krisis baru ibadah lagi. Mau buat persekutuan, lihat situasi kondisi. Kalau lagi mahal ikan, tidak bikin persekutuan. Kalau ikannya murah baru bikin persekutuan.

 

Hagai 2:7

2:7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;

 

Pembangunan Bait Allah terjadi di saat goncang. Jadi pembangunan Tubuh Kristus terjadi di saat kegoncangan langit, bumi, laut dan darat. Ini menunjukan kepada kita, Tuhan mengajar supaya jangan bergantung pada dunia. Kalau masih bergantung pada dunia, ini sistem dunia. Kalau bergantung pada yang dunia, nanti yang rohani dikorbankan untuk mendapatkan yang dunia.

 

Ibadah sistem dunia ini malah menjadi kekejian bagi orang dunia. Jadi jangan heran gereja dilempar, dibubarkan, karena ibadahnya sistem dunia. Kalau sistem Sorga, Tuhan pasti lindungi.

 

2.      Keluaran 8:28

8:28 Lalu kata Firaun: "Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku."

 

Ibadahnya jangan jauh-jauh dari Mesir. Artinya:

a)      Ibadah hanya kebiasaan, tidak sungguh-sungguh. Jauh dari Mesir dekat dengan Tuhan. Jangan dekat-dekat dengan Tuhan, jangan terlalu sungguh-sungguh, sampai dibilangi ‘biasa-biasa jo leh’. Ibadah hanya suatu kebiasaan, tidak sungguh-sungguh, sehingga belum putus hubungan dengan Firaun. Firaun bilang berdoalah untuk aku. Berarti masih ada kaitan dengan Firaun. Belum lepas dengan setan, belum lepas dari dosa.

 

Dihantam gembala dulu. Gembala tidak sungguh-sungguh, kasihan jemaat. Sementara jemaat menantikan Firman, gembala tidak sungguh-sungguh. Akibatnya jemaat kekeringan. Makanya jangan heran kalau jemaatnya diambil oleh Tuhan, dipindah ke tempat lain, digembalakan oleh gembala yang sungguh-sungguh.

 

b)      Tidak mau mendalami Firman. Hanya yang dipermukaan saja, sampaikan Firman sekedar saja. Jadi tidak mengerti sedalam-dalamnya, pengenalan kepada Tuhan dangkal saja. Sementara Tuhan berkata supaya kita harus mendalami Firman, supaya lebih mengenal pribadi Tuhan. Makanya khotbahnya dongeng, lawak, tidak pernah mendalami Firman, bagaimana Yesus itu. Tidak dijelaskan sejelas-jelasnya kepada sidang jemaat.

 

Mulai dari kami hamba Tuhan harus mendalami Firman supaya cakap mengajar. Kalau tidak mendalami Firman bagaimana bisa mengajar dan membangun rohani sidang jemaat.

I Timotius 4:13

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

 

Hamba Tuhan harus mendalami Firman, bertekun membaca Firman untuk bisa membangun dan mengajar jemaat. Jemaat diajar untuk terus mendalami Firman, sampai bisa mengenal Tuhan lebih jelas lagi.

 

Firaun bertakhta di Mesir. Kalau ibadahnya sudah ibadah sistem dunia, atau ibadah tidak sungguh-sungguh, tidak mendalami Firman, maka bukan Tuhan yang hadir di situ tetapi iblis yang hadir bertakhta di tengah-tengah ibadah orang itu! Sebagai contoh salah satu dari 7 sidang jemaat ada iblis bertakhta di tengah-tengah, itulah jemaat Pergamus. 7 sidang jemaat di asia kecil ini menubuatkan gereja di akhir zaman. Ternyata gereja di akhir zaman banyak yang menjadi takhta iblis!

Wahyu 2:13-16

2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

2:15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

2:16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

 

Secara rohani ada kelebihannya, tetapi Tuhan berkeberatan, berarti masih ada cacat cela, tidak bisa sempurna.

 

Ini pelajaran bagi kita, semua pelayanan kita yang positif, kalau yang negatif tidak disingkirkan maka Tuhan tetap akan datang dengan hukuman! Padahal sidang jemaat ini sudah baik, sudah hebat, sudah dipuji, sudah banyak yang positif, tetapi ada kekurangan yang dipertahankan, tidak mau disucikan, maka Tuhan datang, pedang Firman di mulut Tuhan berubah menjadi pedang penghukuman! Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian. Ibarat pepatah dunia, panas setahun dihapus hujan sehari. Atau karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

 

Kadang saya melihat umat Tuhan sungguh-sungguh ibadah melayani, berpuasa, tetapi yang negatif tidak sesuai Firman masih dipertahankan. Kadang kita lihat kesungguhan beribadah, pengorbanannya luar biasa, tetapi masih mempertahankan apa yang salah. Maka Tuhan datang dengan penghukuman!

 

Oleh sebab itu ibadah kita harus sistem Sorga sehingga Tuhan bertakhta di situ. Bagaimana ibadah sistem Sorga supaya Tuhan bertakhta di tengah-tengah kita?

1.      Keluaran 8:27

8:27 Kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, seperti yang difirmankan-Nya kepada kami."

 

3 hari mengingatkan pada Korban Kristus Yesus. Yesus mati, 3 hari kemudian Yesus bangkit. Jadi ibadah sistem sorga menghargai Korban Kristus. Prakteknya:

a)      Bukan mengenakan daging tetapi mematikan daging. Padang gurun itu bukan tempat yang enak. Sepanjang hari ini kita berdoa puasa, matikan daging!

b)      Ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan. Berkorban apa saja, waktu, tenaga, pikiran, perasaan sampai seluruh hidup. Kalau emang harus berkorban nyawa yah kita korbankan nyawa. Bukan mencari sesuatu tetapi berkorban.

 

2.      Kita belajar dari takhta sorga.

Wahyu 4:5

4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

 

Ibadah pelayanan dengan kekuatan Roh Kudus, bukan kekuatan daging. Kalau dengan kekuatan daging terus terang saya tidak mampu.

 

Tanda-tanda melayani dengan kekuatan Roh Kudus:

a)      Seperti kilat. Kilat itu terang. Artinya tidak ada yang disembunyikan, terang-terangan! Dosa-dosa tidak disembunyikan, semua diselesaikan. Tidak ada kemunafikan, terang! Kilat itu juga cepat, tidak berlambat-lambat dalam hal yang rohani. Kalau Firman sudah mendorong kita untuk berdamai, segera berdamai, selesaikan dosa. Firman dorong kita untuk berkorban, segera lakukan.

b)      Seperti guruh (guntur). Artinya tidak bisa dihalangi oleh apapun. Mulai dari tidak mau terhalang, sampai tidak bisa terhalang. Kalau ada halangan besar, jadi kecil sehingga bisa dilewati. Halangan kecil ditiadakan, dihilangkan.

c)      7 obor itu menyala-nyala. Artinya berkobar-kobar, semangat, tidak pernah kendor. Sekalipun usia sudah bertambah, kekuatan fisik berkurang, tetapi tetap semangat berkobar-kobar melayani Tuhan. Tidak terpengaruh dengan usia, tidak terpengaruh dengan kekuatan fisik, tidak terpengaruh situasi kondisi dunia.

 

3.      Melayani dengan kesucian.

Wahyu 4:8

4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

 

Dikatakan berseru siang dan malam, sedangkan dikatakan dalam kerajaan Sorga tidak ada lagi malam. Jadi ini untuk kita yang masih hidup di dunia, supaya hidup kudus siang dan malam! Bukas hanya siang kudus malam tidak kudus, atau siang tidak kudus malam baru kudus. Tetapi setiap saat, setiap waktu hidup kudus. Masa lalunya kudus, kalau salah diperbaiki. Sekarang kudus, yang akan datang juga kudus.

 

Ini sama dengan beribadah melayani dengan kekuatan Firman.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Biar kita dihimpit, dihempaskan, dibanting, kalau ada Firman kita kuat, tidak akan hancur, tetap melayani. Kalau ada kekuatan Firman, tidak bisa dihalangi. Jadi tidak usah takut, mau diapakanpun tetap tidak bisa hancur.

II Korintus 4:7-9

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

 

4.      Wahyu 4:9-11

4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,

4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

 

Ada ucapan syukur dan penyembahan kepada Tuhan. Sebelum melayani kita mengucap syukur dan menyembah, terima kasih Tuhan saya diberikan kesempatan untuk melayani. Sesudah melayani kita mengucap syukur, kita menyembah terima kasih Tuhan, saya sudah dilayakkan melayani.

 

Hasilnya, di takhta Tuhan ada 4 makhluk dengan 6 sayap. Artinya kita mengalami naungan sayap Tuhan. Sistem Sorga itu sistem Tabernakel. Orang yang melayani dalam Tabernakel dapat 4 lapis tudung. Begitu juga kehidupan kita, dinaungi oleh Tuhan. Dapat perlindungan dan pemeliharaan secara ajaib di tengah-tengah dunia yang semakin hancur dan krisis ini.

 

Tabernakel di buat di padang gurun, tetapi dinaungi, tidak bisa hancur, sebutir pasirpun tidak bisa masuk. Kita bagaikan biji mata Tuhan.

Mazmur 17:8

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 

Pasir menunjukan dosa-dosa, tidak bisa masuk. Pasir juga menunjukan masalah-masalah. Kalau begitu kenapa saya ada masalah? Berarti tidak dinaungi? Bukan berarti tidak ada masalah. Artinya ada masalah tetapi tidak bisa menghancurkan rohani kita, Tuhan sanggup menyelesaikan semua tepat pada waktunya.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar