Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 17:8-16 (Kemenangan atas orang Amalek)
17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
17:12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.
17:13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
17:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
17:15 Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "TUHANlah panji-panjiku!"
17:16 Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."
Amalek = daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Ini musuh kita dari dalam untuk menggagalkan kita masuk Kanaan Samawi. Kita berjalan di padang gurun dunia yang tandus, memicu daging untuk memberontak sehingga gagal masuk Kanaan Samawi. Apalagi kaum muda, masa muda ini masa kuat-kuatnya daging. Daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya membuat kita sulit untuk taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Kalau di dunia sulit untuk taat pada peraturan yang ada.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Di dunia banyak peraturan, peraturan dibuat hanya untuk dilanggar! Peraturan lalu lintas dilanggar, peraturan di sekolah dilanggar. Sehebat apapun pelayanan kita, kalau tidak taat maka di hadapan Tuhan adalah pembuat kejahatan. Pelayanan tidak pernah diterima dan kehidupannya tidak pernah dikenal Tuhan!
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Hebat melayani tetapi Tuhan tidak kenal, diusir! Diusir ke mana? Ke neraka! Jangan terjadi pada kita.
Bagaimana cara mengalahkan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya?
1. Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit. Kemudian Musa mengangkat kedua tangannya, bangsa Israel menang. Tetapi kalau tangan diturunkan, bangsa Israel kalah. Akhirnya Musa duduk di batu dan ditopang kedua tangannya oleh Harun dan Hur, jadi tidak pernah lagi turun tangannya sampai bangsa Israel menang mengalahkan Amalek.
Puncak bukit ini di atas. Artinya untuk mengalahkan daging kita butuh pertolongan dari Sorga yaitu Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung duduk di sebelah kanan Allah Bapa berdoa syafaat untuk kita. Ini yang disebut dengan Kristos.
Roma 8:34
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Kemenangan Israel ditentukan oleh terangkatnya tangan Musa. Bagi kita, kemenangan kita atas daging ditentukan oleh doa syafaat Yesus Imam Besar Gembala Agung dan doa penyahutan gembala di bumi. Ini pentingnya tergembala. Di Sorga ada Yesus Imam Besar Gembala Agung berdoa untuk kita, bagaikan mengulurkan tangan kepada kita. Di bumi ada gembala manusia berdoa syafaat untuk kita bagaikan menopang domba-domba. Sehingga kita kuat, tidak mungkin jatuh.
Jadilah kehidupan yang tergembala. Bawa diri kita sebagai kehidupan muda yang tergembala. Daging yang begitu kuat ini harus diikat, harus ditambatkan. Ada seekor keledai muda yang tertambat pada pokok anggur. Keledai muda ini yang ditunggangi oleh Yesus untuk masuk Yerusalem. Sekarang Tuhan mencari kaum muda yang tergembala untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Yang ditunggangi itu keledai muda, bukan induknya, induknya hanya menyertai. Yang Tuhan mau pakai kehidupan muda ini.
Markus 11:2
11:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
Matius 21:2
21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
Yang ditunggangi yang muda, induknya mendampingi. Jadi orang tua tidak lepas tangan, sama-sama dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Mari menjadi kaum muda yang tertambat. Kalau kaum muda sudah menang dan diberkati Tuhan jangan sombong. Menang atas daging, menang atas dosa, jangan sombong, selalu hidup dalam pertobatan.
Dari kita ada usaha untuk menang atas daging, seperti bangsa Israel berperang di bawah. Tetapi sekali lagi, kemenangan tergantung doa Yesus Gembala Agung di Sorga dan gembala di bumi. Kita berusaha, gembala mendoakan. Sebab itu jangan sombong, jangan bangga-bangga. Nanti menghadapi godaan lain bisa kalah! Tetap hidup dalam pertobatan.
Sekuat-kuatnya bangsa Israel berperang, kalau tidak ada Musa yang mengangkat tangannya, mereka akan kalah. Sekuat-kuatnya kita berusaha, kalau tidak ada doa syafaat Yesus Gembala Agung dan tidak ada doa syafaat gembala di bumi, kita akan kalah. Sebab itu sungguh-sungguhlah tergembala. Ini yang kita minta, roh sungguh-sungguh. Kalau tidak sungguh-sungguh nanti menjadi antikristus.
I Yohanes 2:18-19
2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
Masa muda ini masa yang labil, mau coba-coba sesuatu. Kadang kalau tidak ada dalam penggembalaan, yang dicoba-coba adalah yang negatif. Akhirnya terjerumus di dalam kenakalan remaja, terjerumus di dalam dosa sampai puncaknya dosa. Minta kepada Tuhan supaya diberi roh sungguh-sungguh, sebagai kaum muda saya mau bersungguh-sungguh untuk beribadah melayani Tuhan. Ada timbal balik, gembala sungguh-sungguh, jemaat sungguh-sungguh, kita aman, pasti menang.
2. Yosua di kaki bukit berperang menggunakan pedang berhadapan langsung dengan Amalek. Ini menunjuk pertolongan dari bawah. Siapa penolong kita di bumi? Itulah Roh Kudus, bahasa gerikanya Parakhletos.
Yohanes 14:16-17
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Roh Kudus menolong kita menggunakan ketajaman pedang Firman.
Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Jadi penolong di bumi adalah Firman pengajaran yang benar di dalam urapan Roh Kudus. Kalau dengar di gereja ada Firman yang tajam menunjuk dosa kita, ini penolong dari Tuhan sebagai penolong di bumi ini supaya kita kuat mengalahkan daging kita. Firman dalam urapan Roh Kudus memotong dan mematikan daging kita. Roh Kudus bekerja untuk kita bisa mengerti Firman, Roh Kudus menolong kita untuk bisa percaya pada Firman, Roh Kudus membantu kita untuk melakukan Firman. Daging kalah, kita menang.
Jadi supaya menang atas daging maka kita harus mantap tergembala pada Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus. Tergembala itu bukan tergembala pada organisasi atau karena lihat gereja dan lain-lain. Tergembala harus pada Firman. Kalau di situ ada Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, bawa diri tergembala di situ supaya kita menang atas daging. Masa muda itu masa kuatnya daging. Belajar dari Yusuf, di usia muda dia sudah biasa menggembalakan. Bagi kita di usia muda sudah harus mantap tergembala, bukan menjadi sesuatu yang asing.
Saya berdoa untuk anak sekolah minggu. Kadang begitu tergembala sudah tidak mantap tergembala, hilang dari peradaban. Waktu masih sekolah minggu semangat, bahkan waktu disuruh sembayang keras suaranya. Begitu remaja, masuk dewasa, jangan sampai terhilang. Yesus usia 12 tahun berada di Bait Allah, Yusuf usia 17 tahun biasa menggembala. Jadi usia 12 sampai 17 tahun itu usia paling ideal untuk bisa mantap tergembala. Kalau dari usia 12 sampai 17 sudah mantap tergembala, selanjutnya pasti akan tergembala. Kaum muda ayo tergembala dengan benar, dengan sungguh-sungguh.
Yang dihantam oleh Amalek adalah barisan belakang. Barisan belakang ini adalah barisan yang lemah dan tidak bersenjata. Itulah perempuan dan anak-anak.
Ulangan 25:17-19
25:17 "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir;
25:18 bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.
25:19 Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!"
Barisan belakang ini menunjuk orang-orang yang tidak tergembala. Rohaninya terbelakang dan lemah! Gampang jatuh dalam dosa. Dia tidak punya senjata terang sehingga mudah sekali dikalahkan oleh daging.
Dulu masih muda tinggal di gereja tetapi tidak tergembala, jadi mudah sekali dikalahkan oleh daging. Lalu dikirim ke Malang, awalnya belum bertobat. Dapat lagi pekerjaan yang menghambat untuk tergembala. Betul-betul mudah di kalahkan oleh daging. Tetapi setelah mengambil sikap untuk tergembala dengan benar dan baik, ada kekuatan dari Tuhan, ada senjata terang untuk menang menghadapi daging ini. Sangat rindu kalau melihat kaum muda bisa tergembala, jangan liar, jangan beredar-edar.
Kalau bisa tergembala, kita bergaul dengan Allah Tritunggal dan kita mendapat senjata terang, pasti menang.
Roma 13:12-14
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
Ayo bergaul dengan Allah Tritunggal. Makanya sistem penggembalaan yang diajarkan oleh Tuhan adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Itu menunjuk meja roti sajian, mezbah dupa emas dan pelita emas, ketekunan dalam 3 macam ibadah. Kalau kita tekuni ini, kita dapat senjata terang.
1. Meja roti sajian. Ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Kita bergaul dengan Yesus Anak Allah sehingga menerima senjata terang penebusan oleh Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Terang Firman dan perjamuan suci menyucikan kehidupan kita. Tekuni terus ibadah pendalaman Alkitab, kita mengalami kelepasan demi kelepasan dari dosa-dosa, sampai tidak ada dosa lagi. Semua terang, tidak ada lagi yang gelap! Kalau tidak ada senjata terang, pasti kalah menghadapi kegelapan, kalah menghadapi perbuatan gelap, kalah menghadapi perbuatan daging. Diajar bertekun supaya punya senjata. Jangan jadi barisan belakang yang tidak punya senjata.
2. Pelita emas. Ketekunan dalam ibadah raya. Kita bergaul dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya, kita mendapat terang Roh Kudus. Terang Roh Kudus inilah urapan-urapan, karunia-karunia yang mempermantap jabatan pelayanan kita. Dalam ibadah raya, terang Roh Kudus yaitu urapan dan karunia diberikan kepada kita supaya kita mendapat jabatan pelayanan dari Tuhan untuk melayani. Kita bukan lagi melayani dosa, tetapi kita serahkan hidup kita untuk melayani Tuhan.
Efesus 4:11-12,7
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Diperlengkapi dengan jabatan dan diberikan juga karunia Roh Kudus. Semakin tekun ibadah raya, semakin bertambah urapannya, semakin bertambah karunianya, semakin mantap jabatan pelayanannya, tidak akan pernah ditinggal-tinggal. Kaum muda yang sudah punya jabatan pelayanan, pertahankan jabatan pelayanannya, seperti Yusuf di usia muda mendapat jubah di usia muda. Yang melayani zangkoor, pemain musik, guru sekolah minggu ayo dipertahankan itu, jangan dilepas-lepas. Tekuni ibadah raya ditambah ibadah persekutuan. Terutama tekuni ibadah raya di gereja, kalau sudah meluber, ikuti ibadah persekutuan. Keledai yang jinak, ditunggangi oleh Yesus.
3. Mezbah dupa emas. Ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, kita bergaul dengan Allah Bapa di dalam kasihnya, kita mendapat senjata terang kasih Allah. Senjata terang kasih Allah ini yang memberi kekuatan bagi kita untuk bertahan menghadapi tantangan apapun. Pergaulan sekarang mengarah pada yang negatif, tanpa kasih Allah kita tidak kuat. Kita seperti domba sembelihan menghadapi tekanan, penindasan, kesesakan, aniaya, kelaparan dan seterusnya, kita ditekan terus.
Roma 8:34-36
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Kita hadapi bahaya maut sepanjang hari. Kita tidak mampu menghadapi dosa-dosa yang semakin hebat ini, tetapi kasih Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang. Kalau sudah ada terang kasih Allah kita lebih dari pemenang.
Ayo tekuni ibadah doa penyembahan. Ibadah puasa, ibadah doa semalaman, ayo datang. Termasuk doa penyembahan di rumah masing-masing, tekuni. Pagi sebelum beraktivitas harus menyembah dulu. Siang di sela-sela kesibukan ayo ambil waktu menyembah. Malam sebelum tidur, menyembah.
Musuh kita iblis setan menggunakan 7 senjata menghantam daging kita yaitu penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang. Kalau kita tidak ada dalam kandang penggembalaan, tidak bergaul dengan Tuhan, tidak punya senjata terang, itulah barisan belakang yang dihantam oleh Amalek, kalah! Tamatlah sudah riwayatnya.
Sudah banyak kaum muda di dalam penggembalaan yang tidak sungguh-sungguh, mati rohaninya! Lihat teman-teman yang lain yang dulu aktif, mana mereka sekarang? Jangan tambah jumlah yang sudah terhilang! Bergumul berdoa untuk mereka dan bergumul untuk diri masing-masing jangan sampai saya terhilang seperti mereka. Mereka yang telah terhilang, terus berdoa supaya kembali. Bergumul, jangan anggap biasa! Apalagi kalau itu kamu punya bestie, gumuli, doakan, ingatkan, nasihati dia. Dan khususnya untuk diri kita, jangan sampai kita terseret ke luar. Semoga kaum muda semuanya, sama-sama kita mau bertekun dalam penggembalaan.
Untuk yang tergembala secara online yang sudah mulai kendor, sudah mulai dingin, ayo bergairah lagi. Memang tergembala jarak jauh berat, yang tatap muka secara langsung saja masih berat, apalagi ibadah secara virtual. Yang penting sudah komentar di situ ‘selamat beribadah’ lalu ditinggal. Bisa seperti itu. Ayo tergembala dengan benar. Berbahagia yang dapat kesempatan tatap muka langsung beribadah melayani, ayo manfaatkan.
Saya bukan memberi kesempatan tergembala virtual, hanya bagi yang memang tidak bisa tatap muka langsung diberikan kesempatan. Yang sudah bisa tatap muka langsung jangan cari yang virtual. Apalagi kalau pikir-pikir enak saya kalau tidak tatap muka langsung. Kalau saya tidak bisa ikut siaran langsung, saya ikut yang tunda. Kalau jaringan tidak bagus, nanti bisa ikuti kalau jaringan sudah bagus. Jangan! Tidak akan kuat menghadapi 7 senjata setan tadi! Angka 7 itu angka sempurna, senjata setan itu sempurna mau menghantam kita, apalagi kaum muda.
Bukan berarti saya mau menghambat kalian berkarir, silahkan, tetapi dipikirkan soal penggembalaan. Jangan sampai keluar dari situ. Begitu keluar dari penggembalaan, tidak punya senjata, menjadi barisan belakang, dihantam!
Makanya yang virtual komenlah, beritahu saya sudah ibadah. Kalau perlu foto! Bukan gembala terlalu kepo, tetapi menjaga supaya senjatanya tetap ada. Daging dengan perbuatan kegelapan itu mengincar kita! Setan itu mau bertakhta dalam hidupnya. Jemaat Pergamus ada takhta setan di sana! Setan mau menunggangi kita, seperti Bileam menunggangi keledai. Yesus mau menunggangi keledai muda. Tetapi ada sosok yang lain juga mau menunggangi, mau memakai kita itulah setan.
Roma 6:13
6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Ayo kaum muda bergumul, kita sama-sama bergumul supaya bisa sungguh-sungguh tergembala. Supaya kita punya senjata terang, kita menang atas daging.
Hasilnya kalau menang atas daging:
1. Keluaran 17:14
17:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
Kalau menang atas daging, nama kita tertulis di dalam kitab kehidupan sehingga kita bisa masuk kota terang, Yerusalem Baru. Yang boleh masuk Yerusalem Baru yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan.
Wahyu 21:27
21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.
Periksa diri masing-masing, namaku sudah tercatat dalam kitab kehidupan atau belum? Apa bukti nama kita sudah terdaftar di Sorga? Dikatakan yang tidak boleh masuk Sorga adalah yang najis, yang keji dan dusta. Jadi bukti nama kita terdaftar di Sorga:
a) Tidak ada lagi kenajisan. Periksa mulai dari pikirannya, angan-angannya, tidak lagi berpikir dan berangan-angan yang najis! Kemudian perbuatannya, perkataannya, termasuk pandangannya tidak ada lagi yang najis. Jadi kalau mulai melihat yang najis, berpikir yang najis langsung strap ‘darah Yesus’ nama saya mau terhapus di Sorga kalau begini! Apalagi mau berkata dan berbuat yang najis. Raba diri masing-masing, aduh om pikiran saya masih pikiran yang najis, pandangan saya masih yang najis, perkataan dan perbuatan najis, itu berarti namanya belum terdaftar di sorga. Segera bertindak! Tergembala, terima penyucian Firman. Di Sorga ada Yesus Gembala Agung yang berdoa syafaat untuk kita. Di bumi juga ada gembala yang berdoa untuk kita. Mungkin sulit lepas, datang sama gembala minta didoakan supaya ada kelepasan dan nama kita tercatat di Sorga. Tidak usah malu dan saya tidak akan cerita ke mana-mana. Itu jadi rahasia iman, bunda saja tidak tahu, hanya saya yang tahu dengan Tuhan dengan yang mengaku.
b) Tidak ada lagi kekejian, tidak ada lagi kejahatan. Akarnya apa? Cinta uang. Hatinya tidak lagi terikat pada uang. Pandangannya tidak lagi tertuju pada yang jasmani, pada uang tetapi pada yang rohani. Tidak ada lagi akar kejahatan, cinta uang. Cinta uang ini membuat kikir, serakah, memburu uang sampai menyimpang dari iman.
I Timotius 6:10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Bukan berarti tidak butuh uang, silahkan kerja untuk digaji, dapat uang tetapi tidak terikat pada uang.
c) Tidak ada lagi dusta! Mulutnya berkata yang jujur. Waktu mau berdusta, ingat nama mau terhapus kalau berdusta!
2. Musa mendirikan mezbah dan menamakan Tuhan panji-panjiku. Panji Mempelai Wanita itu adalah kasih. Jadi hasil yang kedua kita memiliki kasih yang menyala-nyala kepada Tuhan sehingga kita menyala-nyala dalam ibadah pelayanan, bergemar beribadah melayani sampai bisa menyembah Tuhan. Bergemar menyembah Tuhan.
Kidung Agung 2:4
2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.
Tuhan panji-panjiku, berarti kasih kita kepada Tuhan menyala-nyala. Menjadi kehidupan kaum muda yang cinta Tuhan, menyala-nyala dalam ibadah pelayanan, menyala-nyala dalam doa penyembahan kepada Tuhan.
Salah satu pengertian panji itu adalah alamat atau tanda. Bahasa Gerikanya adalah semeion. Kalau kita menyala-nyala mengasihi Tuhan, kita akan dibawa pada alamat yang tepat, itulah rumah pesta. Artinya menjadi Mempelai Wanita Tuhan untuk masuk pesta nikah dengan Yesus Mempelai Pria Sorga.
Tidak menutup kemungkinan kaum muda akan dibawa pada rumah pesta yang sesungguhnya, masuk dalam pesta nikah. Sifra dan Pua takut akan Tuhan, dibawa berumah tangga.
Mari tergembala dengan benar dan baik, bersekutu dengan Allah Tritunggal, mendapat senjata terang, menang atas daging, nama kita tertulis dalam kitab kehidupan. Dan kita memiliki panji yaitu kasih yang menyala-nyala kepada Tuhan untuk nanti dibawa pada pesta nikah Anak Domba Allah.
Tuhan Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar