20260927

Kebaktian Umum, Minggu 27 September 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:10-11

16:10 Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan,

16:11 dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.

 

Ini cawan kelima yaitu gelap gulita. Cawan ini dicurahkan ke atas takhta binatang, takhta setan dan kerajaannya. Sangking gelapnya sampai terasa sakit. Orang-orang menggigit lidah karena sakit. Dulu pernah terjadi di Mesir, kegelapan sampai bisa diraba. Ini lebih hebat lagi, bukan hanya dapat diraba tetapi menimbulkan kesakitan, sampai menggigit lidah.

 

Tentu kerajaan ada rakyatnya. Siapa rakyat kerajaan iblis?

Markus 15:33-34

15:33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.

15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

 

Ketika Yesus disalibkan terjadi kegelapan selama 3 jam dari jam 12 sampai jam 3. Pada jam 3 Yesus berseru ‘Eloi, Eloi lama sabaktani’ artinya Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku. Sesudah itu Yesus mati. Dalam sengsaraNya di kayu salib, Yesus ditinggal sendiri, sampai Allah Bapapun meninggalkannya. Kenapa terjadi seperti itu? Yesus mati untuk menggantikan kita manusia berdosa. Seharusnya kita yang ada di kayu salib, tetapi Yesus menggantikan kita dan seruan Yesus di kayu salib ini adalah seruan kita. Betapa mengerikan kalau kita ditinggal oleh Tuhan Yesus, oleh Bapa di Sorga.

 

Kalau ditinggal oleh Tuhan itu suasana kesesakan, suasana kegelapan.

Hosea 5:15

5:15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:

 

Orang berdosa itu dalam keadaan kesesakan dan gelap. Dari sini bisa kita simpulkan siapa rakyat kerajaan iblis sehingga dihukum dengan gelap gulita. Rakyat kerajaan iblis adalah orang-orang yang tidak menghargai Korban Kristus, yang tetap hidup dalam kegelapan dosa! Dalam kitab Hosea ditunggu untuk mereka mengaku, tetapi mereka tidak mau, mereka tidak pernah bertobat. Sudah dihukum, tetap mereka menghujat, tidak mau mengaku salah, tidak mau mengaku dosa.

 

Untuk sekarang dia pertahankan dosa, tidak terjadi apa-apa, aman-aman saja hidupnya, tidak terjadi sesuatu. Nanti suatu saat Tuhan jatuhkan penghukuman, baru mau sadar, baru mau mengaku sudah terlambat!

Pengkhotbah 8:11

8:11 Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.

 

Hatinya tetap penuh niat jahat, niat najis! Manusia rasa aman-aman saja, buktinya usaha saya semakin diberkati, pendidikan saya lancar, ekonomi saya lancar, saya sehat dan seterusnya. Bukan berarti Tuhan tutup mata, Tuhan tunggu untuk mengaku. Tetapi kalau tidak maka nanti akan ada gelap gulita yang menimbulkan sakit!

 

Orang yang mempertahankan dosa itu mulutnya teledor, makanya dia menggigit lidah. Perkataannya perkataan yang teledor ‘saya diberkati, apa itu yang ibadah-ibadah terus lihat keadaannya, lebih makmur saya dari pada dia’. Mulutnya teledor, orang ini yang akan dihukum oleh Tuhan. Jangan terjadi dalam hidup kita.

 

Setan selalu berusaha menipu kehidupan kita. Makanya dikatakan takhta, setan mau bertakhta, mau menguasai hidup kita. Setan itu pandai menipu, dia katakan berbuat dosa itu disebut pesta, pesta miras, pesta narkoba, pesta seks. Padahal ujungnya hanya penderitaan, kegelapan dan kesesakan.

 

Tuhan tunjukan orang yang mempertahankan dosanya, tidak mau mengaku dosanya, itu seperti disalib, ditinggal sendiri, dalam keadaan kegelapan dan akan berakhir masuk aniaya antikristus, ditambah lagi hukuman Tuhan yang dijatuhkan bertubi-tubi, mulai dari penghukuman 7 meterai, 7 sangkakala, 7 cawan sampai nanti penghukuman api neraka! Yesus seorang diri sudah mati di kayu salib, Dia sengsara, untuk melepaskan kita dari kegelapan dosa.

 

Di dalam Alkitab, ada 3 macam kegelapan yang menimpa bumi.

1.      Kegelapan selama 3 hari di Mesir.

Keluaran 10:21-23

10:21 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."

10:22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.

10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

 

Ini menunjuk bahwa terang matahari = terang kasih Allah tidak bekerja lagi. Ini menubuatkan keadaan kita di akhir zaman, terang kasih tidak bekerja lagi. Manusia semakin jahat, semakin sadis, semakin najis, dimulai dari dalam nikah. Kadang kita lihat berita, suami membunuh isteri, isteri membunuh suami, anak membunuh orang tua, orang tua membunuh anak. Dulu berita seperti itu jarang muncul, sekarang hampir setiap hari kita dengar. Ini terang kasih Allah tidak bekerja lagi, manusia semakin jahat, semakin sadis, betul-betul dunia ini tambah gelap, tambah sadis!

 

2.      Kegelapan 3 jam waktu Yesus di salibkan. Yesus itu Firman, berarti terang Firman tidak bekerja lagi. Ini nubuatan bagi kita. Terang bulan, terang penebusan tidak bekerja lagi. Manusia bosan dengar Firman, kalau perlu ibadah jangan ada Firman. Biar lawak-lawak atau dongeng-dongeng saja yang ditampilkan. Yang paling menarik konser musik saja, tidak usah Firman.

 

3.      Kegelapan dalam 3,5 tahun di zaman antikristus. Terang Roh Kudus, terang bintang sudah tidak bekerja lagi.

 

Saat itu pembangunan Tubuh Kristus sudah selesai, Mempelai Wanita Tuhan sudah disingkirkan ke padang gurun membawa matahari, bulan dan bintang secara rohani. Matahari menunjuk kasih yang sudah permanen, bulan menunjuk iman sudah permanen, bintang pengharapannya sudah permanen, disingkirkan ke padang gurun. Betapa gelapnya dunia yang dikuasai antikristus. Kalau antikristus berkuasa, bukan hanya 1 teritorial, tetapi seluruh dunia dikuasai. Betapa ngeri saat itu terjadi, sudah tidak ada lagi Roh Kudus dan Firman yang memberikan kekuatan, tidak ada lagi kasih yang memberikan daya  tahan. Nasib orang Kristen yang tertinggal di zaman antikristus sangat mengerikan! Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.

Wahyu 12:1,6

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

 

1260 hari itu 3,5 tahun gereja Tuhan disingkirkan.

 

Jadi, kalau disimpulkan rakyat kerajaan iblis adalah orang yang sudah tidak memiliki terang kasih Allah, terang Firman dan terang Roh Kudus sehingga dia benar-benar hidup dalam kegelapan dosa. Tidak bergeming lagi, kena Firman sudah tidak merasakan lagi. Mau ditegur, mau dihajar Tuhan, sudah tidak peduli lagi, benar-benar hidup dalam kegelapan dosa. Mereka tidak bertobat! Ini jangan terjadi dalam kita.

 

Hidup dalam kegelapan di mulai dari hati yang gelap. Raba hati masing-masing, hati saya terang atau gelap? Hati ini sumber kehidupan rohani kita. Kalau hati gelap, seluruh hidup gelap. Praktek hati yang gelap:

1.      Tanpa terang matahari atau tanpa terang kasih Allah dengan tanda-tanda:

a)      Yohanes 14:15,21

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

 

Hatinya tidak taat pada Firman. Dimulai dari hatinya mulai bosan mendengar Firman, hatinya jenuh mendengar Firman, hatinya tidak bergairah lagi terhadap Firman. Kita raba, periksa, saat-saat mendengar Firman kalau hati tidak ada gairah, pasti tidak akan berjuang. Tetapi kalau hati bergairah, dia pasti berjuang mengatasi kelemahan-kelemahannya untuk bisa mendengar Firman.

 

Saya juga pernah bekerja, pulang kerja capek lalu mau datang dengar Firman. Kalau sudah capek jadi ngantuuk. Tetapi karena masih ada gairah untuk mendengar Firman, berjuang! Saya lawan, bukan ikuti maunya daging. Kadang pulang kerja sudah tidak mandi, dengan pakaian kerja langsung beribadah melayani Tuhan. Bagaimana mau mentaati Firman sementara tidak mendengarnya!

Roma 10:14-15

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

 

Sikap terhadap Firman menentukan punya terang kasih Allah atau tidak. Kalau kita berjuang, ada terang kasih Allah. Tetapi kalau masa bodoh, Tuhan tahu saya lemah, itu mulai redup terangnya sampai padam, tidak ada lagi! Berjuang supaya Firman bisa dimengerti sehingga bisa dipraktekan.

 

b)      Hatinya tidak bisa mengasihi sesama apalagi mengasihi musuh = hati berisi kebencian, kepahitan, mau membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan yang lebih parah membalas kebaikan dengan kejahatan. 2 ini berkaitan, kalau sikap terhadap Firman tidak baik, maka pasti timbul pahit hati, iri hati, benci, sampai benci tanpa alasan.  

 

Contoh dalam Alkitab adalah Kain. Bagaimana sikapnya terhadap Firman? Dia ditegur oleh Tuhan, dosa sudah mengintip di depan pintu, kalahkan dosa. Dia tidak bisa menerima Firman! Padahal Firman menunjuk, kenapa persembahanmu tidak diterima karena hal ini. Tetapi dia tidak bisa menerima Firman, akhirnya membunuh!

Kejadian 4:5-7

4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

 

Firman  datang untuk mencegah supaya dia jangan jatuh di dalam dosa! Tetapi dia tidak menanggapi Firman.

Kejadian 4:8

4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

 

Seringkali Firman datang untuk mencegah kita, sebab Tuhan tahu kita mau berbuat ini dan berbuat itu. Tetapi hatinya tidak mau peduli. Pulang gereja bukannya berubah tetapi malah jatuh dalam dosa! Seumpama dalam gereja disampaikan jangan mencuri, tetapi hatinya tidak menanggapi Firman, pulang itu yang dia perbuat. Jangan berzinah, tetapi Firman tidak ditanggapi, pulang gereja malah jatuh dalam dosa itu! Jadi Firman datang untuk mencegah kita, kalau sikap kita tidak baik, pulang gereja malah jatuh dalam dosa. Apa yang difirmankan itu malah terjadi dalam dirinya, dia jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, seperti Kain membunuh Habel.

 

Pembunuhan itu terjadi di ladang. Sekarang ini di ladang Tuhan, dalam pelayanan banyak kebencian terjadi. Seharusnya ladang Tuhan itu tempat memelihara kasih, tetapi justru di situ kebencian tumbuh subur. Setan berupaya, dia mau menduduki kita, dia mau bertakhta di dalam kita. Sebab itu kalahkan dosa, jangan mau ikuti!

 

Jadi saat Firman disampaikan, iblis datang membisik. Seperti Yudas, Firman disampaikan, iblis datang membisik. Sekarang kita mau mendengar yang mana? Firman Tuhan atau bisikan iblis. Kalau menutup hati terhadap Firman, maka membuka hati terhadap bisikan iblis sehingga jatuh dalam dosa.

 

Contoh yang lain adalah kakak-kakak Yusuf. Yusuf selalu menyampaikan kepada Yakub dosa kakak-kakaknya. Sekarang ini Firman yang menunjuk dosa! Bukan lagi dalam arti hurufiah, ada Yusuf yang memberitahukan kesalahan kakak-kakaknya kepada Yakub. Tetapi sekarang lewat Firman menunjuk dosa kita, tetapi tidak ditanggapi, sehingga terjadi kebencian. Jadi kebencian ini tumbuh subur di ladang Tuhan dan juga di dalam nikah. Kakak kepada adik, Kain dan Habel kakak beradik, kakak Yusuf dan Yusuf itu juga kakak adik, dalam nikah terjadi kebencian. Sikap kita terhadap Firman menentukan bagaimana keadaan nikah kita, dalam nikah ada kasih atau malah ada kebencian di situ. Kalau dalam gereja selalu menanggapi Firman yang negatif, tidak terima, nanti nikahnya seperti itu. Kebencian dan iri ada di situ dan bisa terjadi pembunuhan secara jasmani. Tuhan tolong jangan terjadi pada kita.

 

2.      Tanpa terang bulan = tidak mengalami penebusan oleh darah Yesus, yaitu tetap mempertahankan dosa, tetap menyembunyikan dosa. Sekalipun di dunia ini ada ilmu kejiwaan, tetapi untuk melihat sampai ke dalaman hati tidak bisa, hanya Tuhan yang bisa melihat. Manusia menyembunyikan dosanya sampai ke dalam hatinya dan pura-pura baik di luar, pura-pura suci! Seperti ahli Taurat dan orang Farisi yang dikecam oleh Yesus. Kamu seperti kubur yang dilabur putih tetapi di dalam penuh pelbagai kotoran. Kadangkala kita seperti itu. Yang paling pandai bersembunyi adalah hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan. Apalagi kalau dia gembala, begitu sudah mau ketahuan, dia pakai Firman untuk menutupi keadaannya. Pandai memanipulasi, jemaat sampai berkata oh tidak salah, padahal dia menutupi kesalahannya.

Matius 23:27

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

 

Khotbah kesucian tetapi nikahnya bagaimana? Isteri bolak-balik disakiti, anak tidak dipedulikan, tetapi khotbah kesucian. Melayani, menyanyi, pelayanan apa saja, kelihatan suci, tetapi hati bagaimana! Tuhan tidak bisa kita tipu! Dosa yang disembunyi rapat-rapat suatu saat akan Tuhan ungkap, tetapi celakanya biar sudah diungkap oleh Tuhan, ada saksinya, tetapi dia sudah tidak mau bertobat. Dia sudah nyaman dengan dosanya. Kenapa? Karena dosanya sudah menjadi dosa sengaja! Ini salah satu dosa yang sering dilakukan adalah dosa tidak beribadah.

Ibrani 10:24-27

10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

 

Cara yang paling aman menyembunyikan dosa adalah dusta! Seperti Kain, waktu Tuhan tanya mana adikmu? Dia jawab, apakah aku penjaga adikku! Padahal Tuhan lihat di sorga. Darah adikmu berteriak kepadaKu! Memangnya aku penjaga adikku, ini menyembuyikan dosa dalam dusta. Satu kali aman, dua kali aman, tiga kali aman. Akhirnya sudah terbiasa, dosanya tidak terampunkan lagi, tinggal dihukum. Kalau sudah menyembunyikan dosa dalam dusta jadi malas untuk bertobat, sampai tidak bisa bertobat!

Yeremia 9:5-6

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

 

Inilah rakyat kerajaan iblis. Kita ini warga kerajaan Sorga, bukan warga kerajaan iblis, ayo dibuang dosanya, bukan untuk disembunyi! Semakin menyembunyikan dosa, hati semakin jauh dari Tuhan. Terus menyembunyikan dosa, makin jauh dari Tuhan, akhirnya murtad! Murtad itu meninggalkan pengajaran yang benar, lalu cari ajaran yang tidak menyentuh dosanya. Sampai karena dia rasa di gereja kering, dia rasa hambar, tinggalkan Yesus, beralih keyakinan. Itu karena hatinya menyembunyikan dosa, semakin jauh dari Tuhan, semakin jauh, sampai murtad, tinggalkan pengajaran yang benar sampai tinggalkan Yesus.

 

Dulu saya bertanya kepada papa mengenai tokoh-tokoh yang hebat dalam pengajaran yang dipakai Tuhan tetapi tiba-tiba menjadi lain. Beliau tahu sejarahnya, ternyata karena ada sesuatu yang disembunyi, dosanya dia sembunyikan, pengajaran dia buang. Ini ngeri!

Ibrani 3:12-13

12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

 

Ini sikap yang benar, kalau kita mendengar Firman, jangan keraskan hati.

Ibrani 3:7-8,15; 4:7

3:7 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

3:8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman",

4:7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

 

Pada pagi hari ini kita mendengarkan Firman, jangan keraskan hati! Jangan tunggu kegeraman, kemurkaan Tuhan dijatuhkan kepada kita. Jangan sudah dibongkar, diungkap, tetapi sudah tidak bertobat. Seperti Yudas, dibongkar dosanya tetapi sudah tidak bisa bertobat.

 

Sudah berkali-kali kita dengar firman. Kemarin dengar Firman, hari ini dengar Firman lagi. Kita tidak tahu kapan garis akhir hidup kita. Jadi lebih baik setiap kita mendengar Firman pada hari ini saya harus melembutkan hati. Saya tidak tahu setelah ibadah Tuhan datang, atau sementara ibadah Tuhan datang baik secara pribadi atau Tuhan datang kedua kali. Ada orang kelihatan sehat, eh sudah meninggal. Saya bukan menakut-nakuti, tetapi Firman Tuhan mengingatkan. Pada hari ini, saat kita dengar Firman, jangan keraskan hati, biar tetap ada terang bulan, terang penebusan oleh korban Kristus.

 

3.      Tanpa terang bintang = tanpa urapan Roh Kudus. Tandanya sudah tidak setia, tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Sudah tidak ada kobaran di hati untuk beribadah melayani.

Roma 11:12

11:12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

 

Biarlah hati kita menyala-nyala untuk melayani Tuhan. Usia semakin bertambah, kekuatan fisik menurun, tetapi roh kita menyala-nyala untuk melayani Tuhan sampai garis akhir. Biarlah urapan Roh kudus tetap ada pada kita sekalian.

 

Sebelum hukuman jatuh atas dunia ini, Tuhan izinkan hal ini terjadi supaya kita kembali sadar, hati kita kembali terbuka bagi Tuhan. Kalau hati gelap, tidak taat, simpan dosa, tidak bergairah lagi melayani Tuhan, maka akibatnya:

Kisah Para Rasul 27:20

27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

 

Matahari dan bintang sudah tidak kelihatan, bulan juga sudah tidak kelihatan. Akibatnya perahu hidupnya, perahu nikahnya dihantam oleh angin badai secara terus menerus! Kalau terus dihantam pasti tenggelam. Apa wujudnya? Angin pengajaran palsu datang menyesatkan. Semakin disesatkan, semakin menyimpang semakin jauh, tidak pernah sampai ke tujuan. Angin badai juga menunjukan masalah yang datang silih berganti tidak pernah selesai. Terus menghantam sampai kehidupan itu putus pengharapan. Apa maksudnya putus pengharapan? Tidak ada harapan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ini jangan terjadi pada kita.

Ibrani 6:19-20

6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

 

Sauh dilabuhkan ke belakang tabir, ke ruangan maha suci, di situ ada Tabut Perjanjian yang terdiri dari 2 bagian yaitu peti itu mempelai wanita, tutupnya mempelai Pria Sorga, menyatu. Ini pengharapan kita untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kalau hati sudah gelap, dia tidak punya pengharapan menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Berarti dia siap untuk masuk kegelapan paling gelap zaman aniaya antikristus 3,5 tahun, ditambah hukuman Tuhan bertubi-tubi.

 

Sekarang Firman datang untuk menolong kita. Mungkin ada di antara kita hatinya sudah gelap, tidak ada gairah dengar Firman, sembunyikan dosa, tidak ada gairah melayani Tuhan, ibadah hanya sekedar datang gereja, kalau dibiarkan maka perahu hidupnya dihantam badai terus menerus, sampai putus pengharapan, sampai tidak bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Tuhan mau menolong hati yang gelap. Bagaimana cara Tuhan menolong kehidupan yang hatinya gelap?

Kisah Para Rasul 27:33-36

27:33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.

27:34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya."

27:35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.

27:36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga.

 

Cara Tuhan menolong, ada pemecahan roti pada hari yang keempat belas. Artinya:

1.      Hari keempat belas

Keluaran 12:5-6

12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

 

Jadi hari ke-14 menunjuk hari penyembelihan anak domba paskah. Wujud anak domba Paskah adalah Korban Kristus. Jadi cara Tuhan menolong Dia sediakan sarana bagi kita untuk bertobat yaitu Korban Kristus untuk bertobat. Sarana dari Tuhan ini sekarang masih berlaku, suatu saat tidak berlaku lagi karena gereja Tuhan sudah disingkirkan. Yang tertinggal di dunia sudah masuk aniaya antikristus sudah tidak bisa memanfaatkan sarana ini lagi. Sekarang ada Korban Kristus, ada darah Yesus Anak Domba Allah yang dicurahkan untuk kita, menolong hati yang gelap. Terang Korban Kristus menerangi hati yang gelap. Ayo kita manfaatkan.

 

2.      Pemecahan roti

Roti utuh dipecah-pecah, itu menunjuk pembukaan rahasia Firman. Masih ada rahasia Firman diperdengarkan kepada kita, mengungkap dosa dan kesalahan kita. Kita selalu berdoa supaya Tuhan bukakan rahasia Firman, itu berarti kita siap dosa-dosa kita diungkap, jangan marah! Itulah pembukaan Firman. Kalau dosa tidak diungkap, bukan pembukaan Firman namanya.

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Tidak ada yang lapor kepada saya tetapi Tuhan tunjuk lewat Firman. Itulah pembukaan Firman. Untuk apa ditunjuk salahnya? Supaya diperbaiki. Kalau sudah diperbaiki kita dididik di dalam kebenaran, diarahkan tetap di jalur yang benar sampai mencapai garis akhir.

 

Dari Tuhan sudah diberikan sarana, ada Korban Kristus, ada Firman yang dibukakan rahasianya. Tinggal dari kita menyikapi yang positif atau tidak. Sikap yang benar, mereka mau makan. Jadi sikap yang benar adalah mau bersekutu dengan pembukaan rahasia Firman yang mengungkap dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran = menerangi hati dan pikiran. Firman pengajaran itu pelita yang bercahaya. Pelita harus ditaruh di atas kaki dian untuk menerangi seisi rumah. Kalau ada pengajaran maka terang semuanya, hati yang gelap diterangi.

Amsal 6:23

6:23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

 

Markus 4:21-22

4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

 

Semua disingkap oleh Tuhan. Sikap kita mau makan, mau bersekutu, mau menerima koreksi Firman dengan hati yang lemah lembut. Ditunjuk salahnya, dibuka dosa-dosanya untuk kita selesaikan, akui kepada Tuhan, akui kepada sesama dengan jujur, dengan penyesalan, dengan hancur hati.

 

Kalau lihat kenapa perahu nikah saya dihantam terus menerus? Itu karena ada dosa disembunyikan. Segera selesaikan, manfaatkan Firman yang menunjuk dosa untuk kita selesaikan dan darah Yesus aktif menghapus segala dosanya. Begitu kita sadar dosa yang kita perbuat lewat Firman yang kita dengar, kita mau menyelesaikannya, maka darah Yesus aktif menghapus dosa sampai tidak berbekas lagi. Tuhan melihat kita sampai seperti kita tidak pernah berbuat dosa itu! Dulu saya perokok, tetapi begitu sudah bertobat, dihapus oleh darah Yesus, cium bau rokok saja sudah tidak nyaman, apalagi mau dijamah lagi. Kalau dalam kitab Yehezkiel dikatakan kamu akan mual mengingat dosamu di masa lampau. Itu berarti sudah mengalami kelepasan, kita dilepaskan oleh darah Yesus.

 

Kalau masih tertarik untuk menjamah itu belum tuntas penyelesaiannya. Mungkin baru mengaku kepada Tuhan, tetapi belum mengaku kepada sesama. Atau mengaku kepada sesama karena terpaksa, bukan karena dorongan Firman. Kalau sudah tuntas darah Yesus menghapus!

I Yohanes 1:7-9

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

Sarana sudah Tuhan berikan yaitu pembukaan Firman dan Korban Kristus. Tetapi ada satu faktor yang tidak bisa kita lupakan yaitu gembala yang menyampaikan Firman. Jadi kita bisa mendengar Firman karena ada hamba Tuhan yang Tuhan utus untuk memberitakan Firman kepada kita. Kita tidak bisa lepas dari pelayanan seorang hamba Tuhan. Saya di rumah saja, saya tidak usah ke gereja, di rumah saya baca Alkitab dan berdoa supaya saya terlindungi dari dosa-dosa, tidak bisa seperti itu! Kita tidak bisa lepas dari penanganan seorang hamba Tuhan.

 

Gulungan kitab yang termeterai yang ditangisi oleh rasul Yohanes diserahkan oleh Tuhan kepada seorang malaikat. Dalam Wahyu pasal 5 ada di tangan Tuhan, di pasal 10 sudah berada di tangan seorang malaikat. Pasal 5 masih tertutup, pasal 10 sudah terbuka dan ditaruh di atas tangan malaikat.

Wahyu 10:1-2

10:1 Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

10:2 Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,

 

Jadi, pembukaan rahasia Firman Tuhan percayakan pada seorang malaikat. Di tengah-tengah jemaat Tuhan percayakan pada seorang gembala yang dipercaya Tuhan menangani jemaat. Supaya kita tidak salah alamat di mana kita datang digembalakan. Kita dalam keadaan berdosa, berarti dalam keadaan gelap, lalu membawa diri untuk digembalakan. Sampai di sana gembalanya juga gelap, gembalanya hidup dalam dosa. Bagaimana kalau gelap dengan gelap bisa jadi terang. Atau istilah Alkitab buta dengan buta, orang buta menuntun orang buta jatuh di dalam lubang.

 

Biar sidang jemaat jeli, di mana membawa diri digembalakan. Jangan asal digembalakan. Saya sampaikan ini, sidang jemaat bisa menilai seperti apa saya. Kalau bapak ibu melihat gembala itu hidup dalam gelap, yah jangan mau! Rugi datang dari jauh lalu dilayani oleh yang gelap.

I Korintus 4:1-2

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

 

Jemaat bisa menilai gembalaku ini dapat dipercaya atau tidak. Kembali ke Wahyu pasal 10, gembala yang dapat dipercaya memegang kitab kecil yang terbuka. Terbuka berarti menghadap ke langit. Kaki kanan di laut, kaki kiri di bumi. Di atas setan dengan roh jahat, roh najis dan roh durhaka. Di bumi ada nabi palsu. Di laut ada antikristus. Jadi gembala yang dapat dipercaya oleh Tuhan adalah gembala yang menang atas setan tritunggal, tidak dikuasai oleh trio setan, dia hidup dalam terang. Saya pinjam istilah rasul Paulus, gembala yang mengawasi dirinya dan mengawasi ajarannya.

I Timotius 4:16

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

 

Bagaimana nasib jemaat itu ditentukan oleh sikap hamba Tuhan yang melayani. Tuhan percayakan satu jiwa, 100 jiwa, 1000 jiwa, semua seharga Korban Kristus. Betapa mahal jemaat ini. Lalu sebagai hamba Tuhan saya main-main melayani. Tuhan sayang jemaat, karena perhatian utama Tuhan adalah jemaat, gerejaNya. Kami hamba Tuhan hanya sebagai saluran perhatian Tuhan. Kalau kami main-main jemaat diambil dan Tuhan serahkan kepada gembala yang sungguh-sungguh melayani. Jangan marah kalau domba diambil lalu dipindah ke penggembalaan lain ‘oh pencuri domba!’ Atau jemaat dituding ‘pemberontak!’. Saya koreksi diri, sudahkah saya menjadi saluran perhatian Tuhan kepada sidang jemaat?

 

I Petrus 1:10-12

1:10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

1:11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

1:12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

 

Semua untuk jemaat, untuk gereja Tuhan. Kami hanya menjadi saluran perhatian Tuhan kepada sidang jemaat. Kalau kami melayani fokusnya hanya untuk yang jasmani, jembatannya terputus, salurannya terganggu. Jemaat rindu mendapatkan keselamatan yang akan datang, tetapi gembala hanya fokus dengan yang jasmani, sibuk mencari keuntungan jasmani. Kasihan nasib sidang jemaat, bagaimana nanti? Akan diperhadapkan di hadapan Tuhan. Betapa ngeri, kami akan dituntut oleh Tuhan!

 

Jemaat bisa menilai, saya ini menjadi fokus perhatian Tuhan, gembalaku menjadi saluran perhatian Tuhan. Buktinya dalam pemberitaan Firman dosa dinyatakan, tidak ada yang disembunyikan. Gembala berani mengungkap dosa yang tersembunyi, dia tidak membijaksanai Firman.

II Tawarikh 36:15

36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.

 

Sekarang Firman diberitakan secara ulang berulang melalui hamba Tuhan, namun sayang:

II Tawarikh 36:16

36:15  Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.

 

Ini makanan sehari-hari hamba Tuhan, dihina, diolok, diejek. Kalimat 16b ini untuk saya, jangan sampai saya yang murka. Biarlah Tuhan yang murka! Kadang saya hamba Tuhan keliru, jemaat berulah malah hamba Tuhan yang marah, sampai marah besar tidak terkontrol lagi emosinya. Padahal yang harusnya marah itu Tuhan. Tinggal lapor saja kepada Tuhan. Setiap selesai beribadah saya berdoa kepada Tuhan, terima kasih Tuhan, Tuhan sudah layakan bisa menyampaikan Firman, biar Firman tertanam di hati sidang jemaat. Kalau ada yang tidak mau Firman tertanam di hatinya, itu urusannya dengan Tuhan, jangan saya yang murka.

 

Sekalipun sudah berulang kali berulah, doa saya selalu Tuhan jangan terhilang, tarik kembali dengan tali kasih sayangMu. Kalau mau ikuti daging tinggal berdoa ‘Tuhan singkirkan dia’. Dan saya pernah berdoa seperti itu, Tuhan orang ini mengganggu dalam penggembalaan, singkirkan dia. Tuhan bukan cuma singkir dari penggembalaan tetapi singkir dari bumi! Saya jadi takut lagi berdoa seperti itu.

 

Sikap orang Kristen, hamba Tuhan dihina, hamba Tuhan diejek, Firman dikecilkan. Sama dalam Wahyu pasal 10 dikatakan kitab yang kecil, sebab Firman seringkali dikecilkan. Di sini tidak ada yang seperti itu, kita mau menghargai Firman. Terima kasih Tuhan, ada hamba Tuhan yang Engkau utus, yang tidak mempedulikan hidupnya yang jasmani, dia fokus melayani kami. Saya juga merasakan bagaimana saya dilayani hamba Tuhan dengan sungguh-sungguh. 2 hamba Tuhan yang melayani saya, mereka tidak fokus dengan diri mereka, tetapi fokus untuk melayani sidang jemaat.

 

Saya belajar meneladani, saya fokus melayani sidang jemaat. Kalau mau memperkaya diri, bisa! Mau beli ini, beli itu, tiap akhir bulan jalan-jalan kalau mau ikut kesenangan daging, jemaat ditinggalkan. Saya keluar hanya untuk ibadah persekutuan, untuk pelayanan. Kalau hanya untuk perkara jasmani, tidak! Pulang segera melayani karena saya tahu bahwa saya adalah jembatan perhatian Tuhan kepada sidang jemaat. Sidang jemaat ini adalah pusat perhatian Tuhan. Kalau saya tidak hargai, saya berhadapan dengan Tuhan yang mengutus saya. Tuhan akan cabut pembukaan Firman, sampai bisa nyawa saya dicabut! Jangan sampai terjadi.

 

Firman dan Korban Kristus ini 2 tangan Tuhan yang diulurkan untuk menolong kehidupan kita, hati yang gelap diterangi. Kalau hati yang gelap sudah diterangi, maka kita digendong oleh Tuhan. Sehelai rambut tidak dibiarkan gugur, berarti kita berada dalam gendongan tangan Tuhan.

 

Ini pelajaran bagi kita, ketika kita mau tergembala sungguh-sungguh, mau taat pada Firman, hati kita terbuka, hati kita terang,keadaan kita diizinkan Tuhan seperti sehelai rambut. Tidak dianggap orang! Kalau dompet jatuh, yang temukan bisa bawa kemana lalu diumumkan ini siapa punya. Tetapi kalau rambut rontok, tidak ada yang bawa rambut sama saya coba om umumkan di grup siapa punya rambut ini yang jatuh. Itulah kita tidak dianggap, hamba Tuhan yang sungguh-sungguh melayani tidak dianggap, jemaat yang sungguh-sungguh dengan Tuhan tidak dianggap, tidak dihargai, hanya sehelai rambut, tetapi kita diperhatikan oleh Tuhan secara khusus.

 

Terserah orang mau bicara apa tentang kita, yang penting kita diperhatikan Tuhan. Untuk apa diperhatikan orang tetapi Tuhan tidak perhatikan. Biarlah Tuhan yang perhatikan. Kalau kita rasa seperti kita disingkir-singkir, tidak usah marah, kita hanya sehelai rambut. Tetapi Tuhan tidak biarkan jatuh, Tuhan perhatikan, Tuhan lindungi. Tidak usah marah, tidak usah jadi bahan pergunjingan.

 

Mungkin ada kaum muda tidak dianggap calon mertua, tidak apa-apa, tidak masalah. Atau sudah menikah tetapi mertua tidak peduli. Kita memang sehelai rambut, tidak dipeduli. Atau ada anak kandung yang tidak dipeduli orang tuanya sendiri, ingat saya ini sehelai rambut, yang penting hati saya terang, saya tidak benci pada orang tua saya. Atau ada orang tua yang tidak dianggap sama anaknya, tetap hati kita terang. Saya sehelai rambut, Tuhan yang akan memperhatikan saya. Saya adalah fokus perhatian Tuhan. Berarti sekalipun orang lain tidak memperhatikan, Tuhan selalu memperhatikan saya, Tuhan selalu peduli.

 

Sehelai rambut tidak dibiarkan jatuh = utuh. Kita akan dibawa pada kondisi yang utuh, sempurna, layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kita luput dari kegelapan di dunia, kita masuk dalam kota terang, Yerusalem yang baru. Biarlah Roh Kudus yang memberikan kita perhatian karena kita adalah sasaran perhatian Tuhan, sasaran hadirat Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar