Salam
sejahtera di dalam kasih Tuhan
Yesus Kristus.
Yohanes 1:1-4
1:1 Pada mulanya adalah
Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya
bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan
oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang
telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan
hidup itu adalah terang manusia.
Kita
lebih dahulu melihat pembagian dari pasal 1 ini.
Ø
Ayat 1-18: kesaksian seorang rasul yaitu
rasul Yohanes.
Ø
Ayat 19-37: kesaksian seorang nabi yaitu
nabi Yohanes Pembaptis.
Ø
Ayat 38-51: kesaksian Tuhan Yesus
sendiri.
Jadi
pasal 1 ini menampilkan 3 pribadi yang bersaksi. Yang pertama bersaksi adalah
rasul Yohanes yang bersaksi dengan jelas kepada kita, ini adalah penjelasan
untuk menuju pada kelanjutannya. Kesaksian rasul Yohanes mengarah pada Pribadi
yang ketiga. Kesaksian nabi Yohanes juga mengarah pada Pribadi yang ketiga.
Injil
Yohanes dan surat I Yohanes, II Yohanes dan III Yohanes adalah bagian dari Ilham
Allah untuk memangkas pandangan yang tidak mengakui keTuhanan dari Yesus dan pangkas yang tidak akui/ menyangkal
bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah.
Rasul
Yohanes bersaksi bahwa Tuhan Yesus ini benar-benar adalah Allah yang kita kenal
adalah Firman yang menjadi manusia. Ketika dikonfrontasi oleh utusan-utusan
dari pusat yang pergi kepada Yohanes Pembaptis untuk mempertanyakan siapa dia,
akhirnya Yohanes bersaksi bahwa ada yang akan datang dan Dia sudah ada sebelum
Yohanes, untuk mengorakkan tali kasutNyapun Yohanes tidak layak. Di sini
Yohanes menyaksikan bahwa Yesus adalah Ilahi. Jadi dua hamba Tuhan yang
memberikan kesaksian yaitu rasul Yohanes dan nabi Yohanes pembaptis meyaksikan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Injil
Yohanes berbeda dengan Injil Matius, Injil Markus dan Injil Lukas yang disebut
injil sinoptis. Injil Yohanes penekanannya adalah pengajaran yang
memperkenalkan bagaimana pengajaran itu mengangkat pribadi Yesus yang adalah
Tuhan, Juruselamat dan Mempelai Pria Sorga.
Yohanes
dipercayakan menulis Injil Yohanes, I Yohanes, II Yohanes, III Yohanes dan
kitab Wahyu? Yohanes ini adalah pribadi yang melihat Sorga. Musa juga menulis 5
kitab dan dia juga melihat Sorga. Dalam perjanjian lama ada Musa dan dalam
perjanjian baru ada rasul Yohanes.
Begitu
rupa Tuhan mempercayakan kepada Yohanes yakni kepercayaan yang sangat mulia dari
Sorga. Mengapa? Sebab Yohanes ini dijuliki orang yang dikasihi sebab dia suka
bersandar di dada Tuhan Yesus. Artinya hidupnya bersandar sepenuh kepada Tuhan, untuk kita lewat doa penyembahan.
Orang yang
bersandar sepenuh kepada Tuhan dan banyak
berharap kepada Tuhan pasti banyak hal yang akan Tuhan percayakan
kepadanya. Tetapi kalau kurang berdoa maka kepercayaan Tuhan tidak ada
kepadanya. Alangkah ironisnya kalau kita percaya Tuhan tetapi Tuhan tidak
percaya kita. Bukti Tuhan percaya kepada seseorang pasti ada. Ada banyak hal bahwa orang
itu dipercaya oleh Tuhan. Sebagai hamba Tuhan salah satu yang menonjol ialah Tuhan percayakan pembukaan rahasia Firman Allah.
1
Korintus 4:1-2
4:1 Demikianlah
hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya
dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang
akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka
ternyata dapat dipercayai.
Injil
Yohanes dibuka dengan kekekalan dan diakhiri dengan kekekalan. Jadi Injil
Yohanes ini tidak pernah ditutup, Dia kekal karena Tuhan Yesus kekal. Jadi yang
digambarkan di sini dari kekal sampai kekal, itulah keberadaan Tuhan Yesus.
1 Yohanes
2:17 (Terjemahan lama)
2:17 Maka dunia
ini lenyap, demikian juga keinginan duniawi; tetapi orang yang melakukan
kehendak Allah kekal selama-lamanya.
Kehidupan yang menolak Tuhan Yesus adalah
orang yang tidak mempunyai kekekalan di Sorga, tempatnya adalah api yang kekal!
Mari
kita lihat pribadi Yohanes yang menulis injil ini. Agar bukan hanya kita mendengar Yohanes
dipercaya Tuhan supaya kita
juga belajar mempercayakan diri kepada Tuhan sehingga Tuhan percaya kepada kita. Kita mau
menjadi Mempelai Wanita Tuhan kita harus dapat dipercaya. Bagaimana mau menjadi mempelai tetapi sendiri tidak percayakan diri kepada Mempelai
Laki-laki Sorga.
Bagaimana
mau menjadi Mempelai kalau dia merusak citra Mempelai Laki-laki Sorga. Cenderung suka berbuat yang tidak benar tidak
mungkin menjadi Mempelai. Orang yang duduk bersanding dengan Tuhan Yesus adalah
orang yang dipercaya. Kalau
mau duduk berdampingan dengan Tuhan
Yesus bawalah dirimu supaya dapat
dipercaya oleh Tuhan, jangan sampai kita tidak dipercaya. Banyak hal yang harus
dikoreksi dari kita supaya kita dipercaya oleh Tuhan. Seseorang bisa berkata saya percaya kepada Tuhan tetapi belum
tentu dia dipercaya oleh Tuhan.
Yohanes
2:23-24
2:23 Dan
sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam
nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
2:24 Tetapi
Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal
mereka semua,
Markus 1:19-20
1:19 Dan setelah Yesus
meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan
Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil
mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama
orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
Bukti kepercayaan
Tuhan kepada Yohanes adalah panggilannya tepat. Penghargaan Yohanes terhadap
panggilan Ilahi ini sangat tinggi. Yang
pertama mendapat panggilan adalah Petrus dan Andreas, kakak beradik. Panggilan kedua
terhadap Yohanes dan Yakobus, mereka juga kakak beradik. Inilah panggilan yang
ada dalam tanda menghargai kandungan.
Kalau
saya dipanggil oleh Tuhan, si A di panggil oleh Tuhan dan si B dipanggil oleh
Tuhan lalu sadar bahwa panggilan itu berasal dari kandungan yang sama maka
tidak akan ada pertentangan. Itu adalah orang yang mengerti panggilan sebab dia
tahu dia dilahirkan dari kandungan yang sama maka pasti menghargai
panggilan itu. Kalau dilahirkan dari kandungan yang sama yakni dari kandungan salib, maka tidak
mungkin kita mengkhianati salib, tidak mungkin melawan pendamaian. Apalagi oleh
berkat salib itu rahasia Firman dibuka, tidak akan mungkin kita akan melawan
pembukaan rahasia Firman. Kalau meremehkan, mengolok-olok dan melecehkan
pembukaan rahasia Firman berarti tidak menghargai kandungan Golgota.
Kalau
kita menghargai panggilan yang benar maka kita harus melihat Pribadi dalam
jabatan yaitu Tuhan Yesus sebagai Rasul dan Imam Besar. Tuhan Yesus sebagai
Rasul berarti ada hubungannya dengan pengajaran, itu yang harus kita lihat. Dan
Tuhan Yesus sebagai Imam Besar yang mengerjakan pendamaian/ penyucian itu yang harus kita lihat.
Kalau seseorang
ditegur ada dua kemungkinan, orang itu melepaskan dosa dan bertobat atau dia
menolak teguran dan mempertahankan dosanya.
Kenapa
seseorang menjadi risau dan galau? Sebab tidak bisa menerima pelayanan Tuhan
Yesus sebagai Imam Besar dan sebagai rasul yang menampilkan pengajaran. Dalam Pelayanan
Tuhan Yesus dikaitkan dengan sebuah rumah. Jadi pengajaran yang kita lihat dari
pribadi Yesus dan pelayanan Imam Besar yang mengerjakan pendamaian sebenarnya mengarahkan
kita pada istana atau rumah Tuhan. Kalau kita tahu panggilan Tuhan maka tujuan
kita pasti pada sasaran yang jelas/ sesuai selera Tuhan.
Ibrani 3:1
3:1 Sebab itu, hai
saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi,
pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,
Kalau
tidak mendapat panggilan Sorgawi maka tidak mungkin akan berada pada wilayah istana. Kalau saudara
mengakui dipanggil oleh Tuhan dari gelap masuk ke dalam terang yang ajaib, berarti panggilan patut saudara hargai dan sebagai bukti saudara tidak menolak
Tuhan Yesus sebagai rasul yang menampilkan Firman pengajaran dan tidak menolak
Tuhan Yesus sebagai Imam Besar yang mengerjakan pelayanan pendamaian (penyucian) dan membuka jalan bagi kita.
Ibrani
10:20-21
10:20 karena Ia
telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu
diri-Nya sendiri,
10:21 dan kita
mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
Ibrani 3:2-3
3:2 yang setia kepada Dia
yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musa pun setia dalam segenap rumah-Nya.
3:3 Sebab Ia dipandang layak
mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih
dihormati dari pada rumah yang dibangunnya.
Masuk
di istana Tuhan terkait dengan benarnya panggilan. Kalau panggilan tidak benar
maka tidak bisa masuk dalam istananya Tuhan. Kepala rumah itu adalah Tuhan
Yesus, jangan mimpi masuk sorga, jangan mimpi masuk dalam istanaNya Tuhan Yesus kalau menolak Dia.
Ibrani 3:4-6
3:4 Sebab setiap rumah
dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah
Allah.
3:5 Dan Musa memang setia
dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa
yang akan diberitakan kemudian,
3:6 tetapi Kristus setia
sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita
sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang
kita megahkan.
Istana itu ada dalam diri kita sendiri.
Jangan sampai suasana itu sudah hilang karena tidak menghargai panggilan.
Panggilan Tuhan itu tidak salah-salah. Kalau kita mendapat panggilan berarti
kita diprioritaskan atau menjadi orang pilihan. Jikalau kita menghargai panggilan itu sama
dengan kita melihat pada diri kita sehingga kita bisa berkata “puji Tuhan saya
dipilih oleh Tuhan”. Hanya kemurahan Tuhan kalau kita dipanggil dan dipilih
oleh Tuhan. Suasana istana itu sudah harus kita nikmati dari sekarang walaupun
belum penuh. Pakaian kita
dari kain lenan halus = bukti kesucian.
Matius
11:8
11:8 Atau untuk
apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian
halus itu tempatnya di istana raja.
Andreas
lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan Yesus kemudian dia mengajak saudaranya ini (Petrus) berarti kesaksian ke dalam. Kemudian Tuhan Yesus bertemu
dengan Filipus. Setelah Filipus digarap oleh Tuhan, dia pergi kepada Natanael
yang bukan keluarganya, ini adalah kesaksian ke luar. Jadi panggilan Sorgawi
dimulai dari panggilan ke dalam setelah itu baru keluar. Itu isi panggilan Sorgawi.
Panggilan
Yohanes itu sangat tepat dan benar sehingga dia sangat menghargai panggilan
itu. Kalau kita dipanggil oleh Tuhan, hargai panggilan itu. Jangan berpikir
kalau saudara tidak menghargai panggilan itu Tuhan akan kekurangan orang. Pelayanan
apapun yang kita lakukan, kerjakan itu serasa kita ada dalam istana yang penuh kemuliaan, dengan berperilaku hargai
kekudusan.
Jangan mengomel dan bersungut dalam pelayanan, buktikan bahwa panggilan kita
tepat.
Yohanes
adalah hamba Tuhan yang tegas terhadap hamba Tuhan lain bila ada kesalahan dan juga dia tidak ragu-ragu memuji hamba Tuhan lain kalau benar.
III Yohenes 1:9-10
1:9 Aku telah menulis
sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di
antara mereka, tidak mau mengakui kami.
1:10 Karena itu, apabila aku
datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah
dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami;
dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima
saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau
menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
Kalau
ada yang salah dia tegur karena dia punya mata melihat bahwa istana itu mau dirusak.
Yohanes berani menegur, dia tidak sungkan dan tidak takut menegur siapaun, itu
panggilan yang benar. Di akhir zaman ini banyak hal-hal seperti ini. Diotrefes artinya ditangani oleh dewa
Zeus. Dewa itu ada kekerasan hati.
III Yohanes 1:9-12
1:9 Aku telah menulis
sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di
antara mereka, tidak mau mengakui kami.
1:10 Karena itu, apabila aku
datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah
dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami;
dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima
saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau
menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
1:11 Saudaraku yang kekasih,
janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia
berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat
Allah.
1:12 Tentang Demetrius semua
orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian
yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan
engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.
Yohanes
yang mendapat panggilan sorgawi bisa memberikan pujian kepada orang
lain (Demetrius) dan bisa keras kepada orang lain.
Terhadap yang mau merusak istana Tuhan dia keras sebab dia cinta Tuhan, itu
sebab dia bersandar di dadanya Tuhan Yesus.
Yohanes 21:20 (Terjemahan Lama)
21:20 Maka berpalinglah
Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah
yang tatkala perjamuan malam bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya
Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"
Satu-satunya
dari 12 rasul yang mati wajar adalah rasul Yohanes. Sejarah gereja menceritakan
dia pernah digoreng tetapi tidak mati. Itu menggambarkan bahwa penyelamatan Tuhan sempurna adanya. Yohanes sempurna. Yohanes adalah
gambaran kasar dari sidang mempelai. Olehnya itu mari kita hargai panggilan
kita. Kecilkah pelayanan kita atau pelayanan kita menonjol di hadapan umat,
mari kita hargai. Kalau kecil bukan berarti kita dihina, kalau menonjol bukan
berarti kita harus sombong tetapi benar-benar kita harus tetap merendahkan hati
kita kepada Tuhan.
Yohanes 21:23
21:23 Maka tersebarlah kabar
di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus
tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan:
"Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu
bukan urusanmu."
Siapa
yang menyebarkan ini? Petrus, dia salah menangkap bahasa Tuhan Yesus. Petrus
langsung menanggapi bahwa
Yohanes tidak akan mati dan dia sebarkan di mana-mana. Kalau benar dan ternyata Yohanes mati maka mereka
menganggap Tuhan Yesus pembohong dan mereka tidak akan percaya injil. Itu
sebabnya Yohanes cepat meluruskan pemahaman
Petrus yang salah dengar.
Lukas
8:18a
8:18 Karena itu,
perhatikanlah cara kamu mendengar.
Kalau
salah tangkap kebenaran Firman maka harus cepat diluruskan. Jangan berlarut
apalagi kalau dijadikan bahan perselisihan. Sudah salah dalam melangkah, salah
dalam kata dan salah dalam tahbisan kemudian Firman dijadikan sumber
perselisihan lagi. Ini jangan terjadi dalam sidang jemaat.
Dari 9
karunia Roh, ada 3 karunia yang harus dimiliki oleh gembala. Karunia hikmat,
karunia pengetahuan (marifat) dan karunia
menimbang segala roh.
Ø
Karunia hikmat. Dalam tubuh manusia kena
pada jantung yang mengatur peredaran darah. Coba kalau gembala tidak punya
hikmat maka peredaran darah dalam jemaat tidak lancar sehingga jemaat tidak
sehat, bisa sakit bahkan mati = tubuh
Kristus cacat.
Ø
Karunia pengetahuan ini kena pada usus 12
jari. Ini yang menyerap makanan dan mengirimkan kepada seluruh anggota tubuh.
Kalau gembala salah dalam menyajikan makanan maka hancurlah rohani jemaat.
Ø
Karunia menimbang roh ini kena pada
lambung yang mencerna. Gereja Tuhan akan dihantam oleh roh-roh yang lain, kalah
hamba Tuhan tidak tahu mendeteksi maka hancurlah jemaat. Itu sebabnya gembala
jangan sembarang mencerna atau mencerna semuanya. Kalau dia meneruskan yang
salah maka celakalah jemaat. Gembala harus lebih dahulu mencerna dan merasakan
bahwa ini berbahaya atau tidak
sehat, ini yang bernutrisi tinggi yang harus diteruskan kepada seluruh anggota tubuh Kristus.
Kita
diarahkan menjadi tubuh Kristus, layani Dia seperti kita ada di dalam istana.
Katakanlah istana di dunia ini, tetapi yang lebih lagi adalah istana di Sorga. Layanilah
seperti saudara ada di istananya Tuhan Yesus. Kalau saudara melayani itu
berarti mengkaitkan diri dengan Sorga. Kalau terjadi penolakan pelayanan berarti menolak Sorga!
Petrus
ini murid paling tua dan Yohanes adalah murid yang paling muda. Yang tua ini
diluruskan oleh yang muda. Yang tua tidak menolak dan yang muda tidak memandang
enteng. Mereka berdua bekerja sama dan itu diceritakan dalam Kisah Para Rasul
di mana kuasa Tuhan dinyatakan sebab mereka sama-sama menghayati panggilan Tuhan.
Yohanes
adalah pribadi yang dikenal dengan benar dan tinggal di dalam yang benar. Dia
hayati dan bahwa dia adalah di dalam kebenaran.
II Yohanes 1:6
1:6 Dan inilah kasih itu,
yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu,
yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari
mulanya.
I Yohanes 5:20
5:20 Akan tetapi kita tahu,
bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita,
supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam
Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
Dia
kenal dengan benar, dia tinggal di dalam yang benar dan mengasihi yang benar.
Ini adalah orang yang menghargai panggilan
Sorgawi dan tidak dia permainkan, itulah Yohanes.
Rasul
Yohanes kesaksiannya masih memberikan penekanan bahwa Tuhan Yesus adalah Anak
Allah. Tetapi nabi besar yaitu Yohanes memberikan penekanan bahwa Tuhan Yesus
adalah Mempelai Laki-laki Sorga. Jadi sinkron, Anak dan Mempelai, sebab yang
akan menikah itu adalah Anak. Jadi dua pribadi yang memiliki nama yang sama
tetapi jabatan berbeda ini salah satunya menampilkan Tuhan Yesus Anak Allah dan
yang lainnya menampilkan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Kemudian
tampillah Mempelai Laki-laki itu, yaitu Tuhan Yesus.
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai
perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang
berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara
mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Jadi
dua pribadi yang bersaksi
pendahulu yaitu
rasul Yohanes menyaksikan Tuhan Yesus sebagai Anak Allah dan nabi besar Yohanes
Pembaptis bersaksi bahwa Tuhan Yesus adalah Mempelai Laki-laki Sorga, kemudian
Tuhan sendiri yang tampil bersaksi. Jadi kesaksian gereja jangan hanya sampai
pada Tuhan Yesus sebagai Anak Allah tetapi harus sampai pada Tuhan Yesus
Mempelai Laki-laki Sorga.
Yohanes
pembaptis memposisikan diri hanya sahabat tetapi hatinya senang mendengar suara
Mempelai Laki-laki Sorga (Kepala
Istana). Walaupun
Yohanes Pembaptis melayani di padang gurun tetapi dia merasa seperti di Istana
sebab Kepala Istana itu yaitu Tuhan Yesus ada mendampingi dia.
Hargai
panggilan Tuhan, jangan tunggu Tuhan
murka. Kalau Tuhan yang mencabut panggilan kasian orang itu sebab tidak ada
hubungannya lagi dengan Sorga. Jangan sedikit-sedikit berkata “saya tersandung”. Hentikan bahasa yang kalau
tersandung sedikit-sedikit berkata “saya
tinggalkan panggilan”. Jangan remehkan panggilan Sorga!
Tuhan
berikan mandat kepada saya dan kalau sampai saya berucap “berhenti! Gantikan
dengan orang lain” itu bukan berarti orang itu aman. Itu petaka bagi orang itu.
Ada legitimasi dari Tuhan kepada hamba Tuhan, apa yang diikat di bumi terikat
di Sorga, apa yang dilepaskan di bumi terlepas di Sorga.
Kalau
saya melihat peredaran darah yang tidak lancar di dalam jemaat maka saya
sebagai gembala memukul diri di hadapan Tuhan “saya yang salah”. Seperti papa
yang membawa anaknya yang gila babi kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak
langsung menolong anaknya sebelum papanya mengaku bahwa dialah yang salah.
Panjang
sabar Tuhan ada batasnya apalagi manusia, oleh sebab itu manfaatkan panjang
sabar Tuhan.
II Petrus 3:15
3:15 Anggaplah kesabaran
Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga
Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang
dikaruniakan kepadanya.
Paulus
mengatakan bahwa dialah orang paling berdosa bukan karena dia berzinah atau
korupsi tetapi karena dia melawan Tuhan Yesus dengan membunuh umat Tuhan. Dia
mau menghancurkan Tubuh Kristus, itu dosa yang paling besar. Jangan coba kita
lakukan.
Tuhan
Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar