Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus
Yakobus 1:1-1 Salam
1:1 Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan
Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.
Surat
Yakobus terkena pada tudung tabernakel. Tudung tabernakel ini artinya adalah
iman dan perbuatan iman, itu tudung lapis pertama. Tudung ini menutupi ruangan
suci dan ruangan maha suci, itulah tabernakel, halaman tidak tertutup. Kita
gereja Tuhan adalah tabernakel rohani/bait Allah secara rohani. Ditudungi
berarti gereja Tuhan harus memiliki iman dan perbuatan iman. Ketika Yesus
datang kembali kedua kali yang dicari adakah iman di bumi ini.
Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera
membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati
iman di bumi?"
Jadi,
dari surat Yakobus ini kita belajar tentang iman dan perbuatan iman.
Penulis
surat ini adalah Yakobus, bukan Yakobus yang menjadi murid Yesus tapi Yakobus
saudara Yesus yang menjadi salah satu pemimpin penting di jemaat Tuhan di
Yerusalem.
Galatia 1:19
1:19 Tetapi aku tidak melihat seorang pun
dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
Yakobus
ini juga termasuk dari 5 sokoguru gereja Tuhan di Yerusalem, gereja mula-mula.
Galatia 2:9
2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang
dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai
sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda
persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka
kepada orang-orang yang bersunat;
Peristiwa
ini terjadi sesudah Yakobus murid Yesus dibunuh oleh Herodes dalam Kisah Rasul
12.
Jangan kita sampai salah mengatakan bahwa penulis surat Yakobus ini muridnya
Yesus yang selalu dibawa serta oleh Yesus, ini adalah saudara Yesus.
Kisah Rasul 15:13
15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai
berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
Tetapi
dalam suratnya ini dia memperkenalkan dirinya bukan sebagai saudara Yesus
tetapi hamba Allah dan hamba Tuhan Yesus Kristus. Hamba itu diambil dari bahasa
Yunani yaitu Doulos artinya budak yang mengabdikan diri kepada tuannya, hanya
melakukan kewajiban tanpa menuntut hak.
Dari
Yakobus 1:1 ini mengajarkan kepada kita orang yang punya iman dan perbuatan
iman bisa merendahkan diri untuk mengabdi kepada Tuhan. Hanya melakukan
kewajiban, melayani Tuhan tanpa menuntut hak.
Apa
kewajiban dari hamba Tuhan, pelayan Tuhan?
1.Yesaya 49:3
49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan
olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
Memuliakan Tuhan di
dalam segala hal. Apa yang kita lakukan, kita katakan, kita pikirkan semua
untuk memuliakan Tuhan. Kita menyanyi di gereja, main musik dan pelayanan apa
saja, kelihatan hebat di mata manusia tapi kalau sehari-hari hidup kita hanya
menyakiti dan memilukan hati Tuhan, kita bukan hamba, pelayan Tuhan. Hamba
Tuhan yang benar dalam hidup sehari-hari memuliakan Tuhan.
2.Pengkhotbah 12:13
12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah
dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap
orang.
Takut akan Tuhan dan
taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Yang dibutuhkan dari seorang hamba
apalagi budak adalah ketaatannya.
Semakin
dekat kita dengan Tuhan semakin kita menyadari bahwa kita adalah hambaNya,
sehingga tidak ada alasan, tidak ada kesempatan untuk kita membanggakan diri,
menyombongkan diri. Semakin dekat dengan Tuhan semakin sadar kenal diri saya
ini hamba.
Surat
ini ditujukan kepada 12 suku Israel di perantauan. Secara rohani kita adalah
Israel rohani, kehidupan yang sudah ditebus oleh darah Yesus.
Roma 11:25-26
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu
jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini:
Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari
bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel
akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus,
Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
Kita
sedang merantau di dunia ini, dunia ini bukan tempat tinggal kita yang tetap.
Tempat kita yang sesungguhnya adalah di dalam kerajaan surga.
Filipi 3:20-21
3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam
sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai
Juruselamat,
3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina
ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat
menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Jadi,
Israel rohani adalah kehidupan yang tidak terikat dengan dunia. Kita hanya
merantau di dunia ini, hanya orang asing. Ini yang membuat iman kita kokoh/
kuat.
Ibrani 11:13
11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati
sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang
hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui,
bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
Kalau
kita memandang dunia, memikirkan hal-hal duniawi itu membuat iman kita jadi
rapuh, iman kita goyah. Menghadapi kegoncangan dunia iman kita bisa goncang. Tapi
kalau kita menganggap hanya perantau di dunia, saya hanya orang asing di dunia,
saya warga kerajaan sorga, dunia mau goncang dalam hal apa saja, iman kita
tetap kokoh, tidak terpengaruh dengan dunia ini.
Apa praktik
kita tidak terikat dengan dunia? Tadi disebut 12 suku Israel. Angka 12 itu
angka persekutuan. Jadi, praktik kita tidak terikat dengan dunia adalah aktif
dalam persekutuan tubuh Kristus atau pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Persekutuan
dengan Tuhan semakin erat dalam penggembalaan, persekutuan dengan sesama anggota
tubuh Kristus juga baik, harmonis.
Persekutuan
tubuh Kristus dimulai dari nikah. Nikah tidak pernah ditinggalkan, nikah selalu
diperhatikan. Nikah dijaga kesuciannya, kesatuannya. Banyak nikah hancur karena
suami/istri terlalu duniawi, anak-anak duniawi, orang tua yang duniawi, akhirnya
nikah itu hancur. Tapi kalau semua pandangannya, pikirannya yang rohani,
nikahnya akan satu, nikah yang suci.
Tujuan
iman kita adalah sampai kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita
Tuhan. Dunia tidak lagi menjadi prioritas kita, sebab iman kita yang kuat, iman
yang teguh ini rindu untuk bisa mencapai gunung Yerusalem yang baru, menjadi
mempelai wanita Tuhan yang sempurna.
Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu
16:8-9
16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke
atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan
api.
16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang
dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas
malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Ini
adalah hukuman dari Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai kasihNya. Matahari
menunjukan kasih Allah yang sempurna.
Mazmur
84:12
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai;
kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup
tidak bercela.
Matius
5:43-45,48
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu
manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu
dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak
Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang
yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak
benar.
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti
Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Di
dalam matahari ada 3 unsur:
1.Terang
Menunjuk aktivitas kasih Allah yang membuat kita bisa berjalan di dalam
terang, sehingga bisa menjadi terang kesaksian bagi orang lain, sampai menjadi
terang dunia. Jangan sampai menjadi saksi palsu seperti orang-orang yang berada
di Bait Allah waktu Yesus membersihkan Bait Allah.
Yohanes 8:12
8:12
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang
dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
2.Panas
Menunjuk gairah kasih Allah yang membuat kita setia dan berkobar-kobar beribadah
melayani Tuhan.
3.Energi
Di dalam matahari ada energi. Artinya kekuatan kasih Allah membuat kita
kuat teguh hati menghadapi apapun di dunia ini.
Kita
bahas poin yang kedua, panas. Jadi kalau sudah tidak bergairah lagi, tidak
setia berkobar-kobar beribadah melayani Tuhan, berarti sudah sedia untuk
menerima panasnya api penghukuman Tuhan. Sekarang pilih mana? Panasnya gairah
kasih Allah yang membuat kita setia berkobar-kobar melayani atau tidak
bergairah lagi beribadah melayani Tuhan sehingga tinggal menunggu panasnya api
penghukuman Tuhan.
Hubungan
kita dengan Yesus adalah hubungan mempelai, dalam Kidung Agung istilahnya sakit
asmara kepada Tuhan. Jangan sampai api kasih Allah itu padam, biar tetap
bergairah, tetap semangat untuk kita beribadah melayani Tuhan.
Tidak
bergairah itu nanti akan menjadi tidak setia, tidak berkobar-kobar sampai nanti
meninggalkan ibadah pelayanan, meninggalkan Yesus. Tentu ada penyebabnya mengapa
mulai tidak setia dan berkobar-kobar lagi, bahkan sampai meninggalkan ibadah
pelayanan. Penyebabnya adalah sikap atau tanggapan terhadap Firman negatif. Firman
itu makanan, kalau sudah tidak makan tidak semangat lagi bekerja! 2 pihak
dikoreksi:
1.Gembala,
dia memberi makan dengan baik atau tidak.
2.Jemaat
dikoreksi, sudah ada makanan, mau makan atau tidak. Biar sudah tersedia makanan
tetapi tidak mau makan, kalau disuruh kerja bisa loyo.
Ada
2 tanggapan terhadap Firman:
1.Sikap
yang negatif terhadap Firman.
a)Matius
22:22
22:22 Mendengar itu heranlah mereka dan
meninggalkan Yesus lalu pergi.
Heran mendengar Firman tetapi
meninggalkan Yesus. Artinya heran mendengar Firman dan mengakui kebenaran
Firman tetapi tidak bisa menerima karena mempertahankan dosa, mempertahankan
kebenaran diri sendiri. Ini jangan terjadi pada kita, heran mendengar Firman
tetapi tinggalkan
pelayanan karena mempertahankan kebenaran diri sendiri.
b)Matius
26:23-25
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama
dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan
menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai
dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya
Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia
tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu
menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya:
"Engkau telah mengatakannya."
Ini sikap negatif kedua, mengelak
dari Firman = mendustai diri sendiri, merasa tidak berdosa.
I Yohanes 1:8
1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak
berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam
kita.
Kalau dirinya saja dia tipu, apalagi
orang lain. Dia tipu dirinya sehingga mudah sekali menipu orang lain. Dia tipu
dirinya, dia dustai juga Tuhan. Akhirnya dusta itu bertimbun-timbun, dosanya
dia tutupi terus dengan dusta, sampai akhirnya menjadi malas untuk bertobat! Sampai
sudah dihukumpun tidak bertobat, malah menghujat Tuhan.
Yeremia 9:5-6
9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak
seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata
dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu
ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.
Ditimbun terus sampai dosanya sudah
membumbung sampai kepada Tuhan, tinggal menunggu penghukuman dari Tuhan.
Kalau sudah jadi pendusta pasti
menjadi penuduh, pendakwa, tukang menghakimi. Yudas berkata ‘bukan aku ya Rabi’.
Berarti dia tunjuk yang lain salah. Saya banyak bertemu orang seperti ini,
Firman datang tidak bisa dia dinasihati, selalu membenarkan diri, orang yang
lain salah. Sampai yang menasihatipun jadi salah, yang menegur jadi salah,
susah orang seperti itu.
Orang seperti ini malas untuk
bertobat, sampai tidak bisa untuk bertobat. Kalau sudah tidak bisa bertobat dia
seperti setan, setan tidak bisa bertobat.
c)Yohanes
6:60-61
6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak
dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang
sanggup mendengarkannya?"
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa
murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka:
"Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
Ini sikap negatif, bersungut-sungut
mendengar Firman Tuhan. Orang seperti ini akhirnya mengundurkan diri, tidak
lagi mengikut Yesus.
Yohanes 6:66
6:66 Mulai dari waktu itu banyak
murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Tidak lagi mengikut Yesus, yang dia
ikuti keinginan dagingnya. Nanti dia cari firman yang cocok dengan dagingnya
dan disitu dia
tergembala. Orang seperti ini akan mengembara, tidak tahan dengan pengajaran. Orang
fasik tidak tahan berada dalam perkumpulan orang benar.
Mazmur 1:5
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan
dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
Dia pindah ke sini, tajam di sini.
Dia pindah ke sana, terlalu lama di sana. Sampai nanti dia temukan yang cocok,
yang enak bagi dagingnya.
II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya,
orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan
guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan
telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Yohanes 6:66 kalau digabung menjadi
666. Bukan kebetulan angka ini ditulis, ini cap antikristus. Dia tidak sadar
dirinya sudah dicap antikristus. Gambar Allah sudah tidak ada, yang ada dalam
dirinya hanya gambar antikristus.
Dia cari Firman yang enak bagi daging
dan dia hidup di dalam dosa. Kalau ada pengajaran yang keras malah dia marah. Ingat
Herodes, bukan lagi bersungut tetapi Herodes marah. Herodes gambaran setan,
jadi orang yang marah saat dengar Firman dalam dirinya sudah ada gambar setan,
cap antikristus. Firman datang, tegoran dan nasihat datang dia malah marah. Bayangkan,
Yohanes Pembaptis dia jebloskan dalam penjara, sampai dia penggal kepalanya.
Markus 6:16-18
6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia
berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang
bangkit lagi."
6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh
orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa
Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai
isteri.
6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes:
"Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Dari pelajaran Yohanes pasal 6 dan Markus 6 ini kita melihat, kalau
sudah bersungut mendengar Firman, apalagi sampai marah, maka akibatnya:
a)Menangkap
dan memenjarakan Yohanes Pembaptis. Artinya menjadi penghalang pelayanan
pembangunan Tubuh Kristus. Dia menghalangi pemberitaan Firman dengan
kekuasaannya, dengan apa saja yang dia miliki. Kalau menjadi penghalang
pembangunan Tubuh Kristus dengan apa yang dia punya, nanti berhadapan dengan Tuhan Yesus! Pelayanan
pembangunan Tubuh Kristus ini pekerjaan Tuhan, tidak bisa mau dihalangi! Dia
punya kekuasaan,
dia coba halangi. Punya kekayaan, dengan uangnya dia mau coba halangi. Punya
kedudukan dan kepandaian, dengan itu dia mau coba menghalangi. Karena tidak
terima, mendengar Firman yang keras, tidak tahan, dia marah!
b)Memenggal
kepala Yohanes Pembaptis. Artinya sudah tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan.
Yohanes memberitakan Firman dari Tuhan, dipenggal, berarti tidak ada lagi
hubungan dengan Tuhan. Karena tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan, dia tidak
bisa lagi berubah. Tidak mengalami keubahan hidup, betul-betul rohaninya kering
sekering-keringnya.
2.Sikap
yang positif dalam mendengar Firman, ditunjukan oleh perempuan Siro Fenesia.
Markus 7:24-30
7:24
Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah
rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya
tidak dapat dirahasiakan.
7:25
Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar
tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
7:26
Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk
mengusir setan itu dari anaknya.
7:27
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab
tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya
kepada anjing."
7:28
Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah
meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
7:29
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah
sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
7:30
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat
tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Ini sikap positif dari bangsa kafir. Bangsa Israel itu bangsa pilihan
Tuhan, bangsa kafir itu bangsa yang tidak terpilih. Dan disebutkan dia seperti
anjing. Sudah tidak terpilih, dia hina lagi! Tetapi dia mau bersikap yang
positif. Jangan putus asa apapun keadaan kita. Sudah hina dan hancur-hancuran,
kalau punya sikap yang positif terhadap Firman, kita diangkat. Dari yang
seperti binatang diangkat menjadi bintang, menjadi terang, sampai diangkat
menjadi Mempelai Wanita Tuhanyang
sempurna.
Kisah ini terjadi di antara pemecahan 5 roti untuk 5.000 orang dan
pemecahan 7 roti untuk 4.000 orang. Pemecahan 5 roti untuk 5.000 menunjuk
kegerakan Roh Kudus hujan awal = kegerakan di dalam Firman penginjilan untuk
menyelamatkan manusia. 7 roti menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir =
kegerakan dalam Firman pengajaran untuk menyempurnakan orang-orang yang sudah
selamat.
Kegerakan Roh Kudus hujan awal sudah terjadi di Yerusalem, dalam Kisah
Para Rasul pasal 2, 3.000 orang diselamatkan. Terus berkembang menjadi 5.000
sampai sekarang jumlah orang Kristen di dunia sudah tidak terhingga. Agama yang
terbesar adalah Kristen.
Kegerakan hujan akhir sementara berlangsung. Pengajaran ini, Kabar
Mempelai dalam terang Tabernakel Tuhan ilhamkan kepada Pdt. Van Gessel tahun
1935 berarti sekarang sudah 91 tahun. Di saat kegerakkan inilah perempuan
Samaria ini datang kepada Yesus supaya ditolong nikah dan buah nikahnya.
Keadaan perempuan Siro Fenesia menunjuk keadaan kita. Waktu dia
ditolong oleh Tuhan adalah waktu kita sekarang ini. Setelah pemecahan 4.000
roti tidak ada lagi pemecahan roti yang bertambah banyak jumlahnya. Sesudah kegerakan
pengajaran, tidak ada lagi kegerakan yang lain. Berarti betul-betul kita sudah berada
pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kalau sekarang tidak punya positif
terhadap Firman, nanti terlambat! Baru mau bersikap yang positif, gereja Tuhan
sudah sempurna, sudah disingkirkan, tinggal menunggu antikristus memenggal
kepalanya.
Kalau belajar dari peta zaman kita ini sudah berada di penghujung akhir
zaman, penghujung hari keenam. Hari pertama dan kedua itu 2000 tahun zaman
Allah Bapa. Hari ketiga dan keempat itu 2000 tahun juga, zaman Anak Allah, ini
juga sudah lewat. Kita berada di penghujung hari keenam, zaman Allah Roh Kudus.
Sekarang sudah lewat 26 tahun. Sebenarnya ini tinggal bonus, masa perpanjangan
sabar Tuhan. Sudah berapa generasi Firman pengajaran ini, sudah mau berakhir.
Kalau sekarang kita tidak bersikap yang positif, sudah terlambat! Baru mau cari
Firman, gereja Tuhan sudah disingkirkan!
Kita ini bukan bangsa yang terpilih. Tetapi kita mendapat kesempatan
yang kecil untuk bisa mendengar Firman pengajaran. Yesus tidak mau
kedatanganNya diketahui orang. Tetapi ada seorang perempuan bangsa kafir yang
datang kepada Yesus. Dia mempunyai sikap yang positif terhadap Firman, apa itu?
a)Memanfaatkan
kesempatan sekecil apapun untuk datang beribadah dan mendengar Firman
pengajaran yang benar. Sekarang kesempatan kita bukan kecil, dibuka kesempatan
lebar untuk mendengar Firman.
Hari minggu ibadah raya, diberi
kesempatan datang. Yang biasanya bangun pagi mau ke sekolah, kali ini diberi
kesempatan bangun agak siang karena jam 10 ibadahnya. Masa sudah jam 10 masih
bangun kesiangan lagi, sudah terlalu! Hari rabu jam 5 diberi kesempatan
beribadah, dengar Firman, mari gunakan kesempatan. Hari sabtu dimundur lagi
setengah 6 sore, masa mau lambat lagi! Kalau ada yang seperti itu saya gembala
tinggal geleng-geleng, kasihan kalau dia tidak ikut ibadah. Doa pagi diberikan
kesempatan dari selasa sampai kamis. Senin dan jumat bisa ikut doa pagi dari Malang. Kaum muda diberikan
lagi waktu ibadah khusus kaum muda. Belum lagi ibadah kunjungan, mari
manfaatkan kesempatan yang ada.
Kesempatan terlalu besar Tuhan bukan
untuk kita mendengar Firman. Jangan tunggu kesempatan sudah ditutup dan Tuhan
alihkan kepada yang lain. Ibarat kita sudah tinggal di rumah makan, makanan
sudah tersedia tetapi tidak mau, nanti Tuhan kasih pada orang di luar sana, ini
jangan sampai terjadi.
Manfaatkan kesempatan sekecil apapun
untuk beribadah
mendengar Firman = mendengar Firman dengan suatu kerinduan dan kebutuhan. Tuhan
sudah berikan kita kesempatan seluas-luasnya untuk makan Firman, mendengar
Firman pengajaran. Sekarang Tuhan mengingatkan kita, apalagi sekarang ada
ibadah online, kesempatan sudah terlalu besar. Kalau masih tidak mau
dimanfaatkan, itu sudah urusannya dengan Tuhan. Saya tinggal berdoa kepada
Tuhan. Kalau sampai sekarang masih aman hidupnya itu karena masih ada doa
penyahutan gembala. Kalau Tuhan sayang, Tuhan hajar! Jangan tunggu seperti
Yeremia, Tuhan bilang Yeremia stop, tidak usah berdoa untuk Israel. Tuhan tutup
mulut gembala untuk mendoakan.
Manfaatkan kesempatan sekecil apapun
untuk beribadah mendengar Firman pengajaran dan praktekan.
b)Merendahkan
diri serendah-rendahnya menerima Firman pengajaran sekeras dan setajam apapun,
bahkan seperti merendahkan diri. Seperti pada perempuan Siro Fenesia ‘tidak
patut mengambil roti untuk anak-anak dan dilempar kepada anjing!’. Tetapi dia
merendahkan diri ‘benar Tuhan, namun anjing mau menjilat remah-remah roti’. Merendahkan
diri serendah-rendahnya menerima Firman pengajaran yang benar, yang keras, yang
tajam seperti menghina dan mempermalukan. Kita bisa membenarkan Firman. Biarpun
ditunjuk dosa kita, kita tidak marah, tidak muring-muring dan mengakui
kekurangan dan dosa kita.
Kalau sikap kita positif terhadap Firman maka terjadi 2 hal:
a)Penyucian
terjadi. Ada 2 hal yang disucikan dari perempuan ini yaitu tabiat dan mulut. Tabiat
anjing, tabiat yang tidak terpuji, tidak benar, tidak suci. Tabiat orang ini
terlihat di mulut. Kalau tabiatnya sombong, mulutnya pasti sombong. Kalau
tabiatnya jahat, mulutnya pasti jahat.
Paling sedikit ada tabiat dan mulut
anjing yang harus disucikan.
1)II
Petrus 2:22
2:22
Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing
kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke
kubangannya."
Tabiat dan mulut anjing suka menjilat muntah. Artinya perkataan yang
kotor dan najis, termasuk dusta dan diulang-ulang bahkan sudah menjadi dosa
otomatis.
2)Anjing
suka melihat borok, kudis.
Lukas 16:21
16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya
itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Kudis dan borok itu kekurangan, kejelekan. Ini perkataan yang
menjelekan orang lain. Paling senang kalau menceritakan kekurangan dan
kejelekan orang lain untuk menghakimi. Beda kalau seperti Paulus menceritakan
kekurangan orang lain untuk memberikan contoh nyata, jangan seperti Demas,
jangan seperti Yanes dan Yambres. Beda kalau cuma ba beko orang, cerita
kekurangan orang lain. Bahkan tidak sedikit hamba Tuhan seperti ini!
Sudah menjadi tabiat, sampai rasanya kalau tidak cerita orang rasanya
seperti makan sayur tanpa garam. Hambar hidupku hari ini tidak cerita orang,
jangan kita seperti itu! Dulu kita anjing, tetapi sekarang sudah disucikan!
3)I
Raja-raja 22:38
22:38
Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Samaria, maka darah raja dijilat
anjing, sedang perempuan-perempuan sundal mandi di tempat itu, sesuai
dengan firman TUHAN yang telah diucapkan-Nya.
Menjilat darah artinya perkataan yang merugikan orang lain, ini juga
sudah jadi tabiat. Sekarang istilahnya ujaran kebencian. Fitnah sana sini
cerita orang lain. Orangnya sudah dibunuh karakternya tetapi tidak pernah minta
maaf, tidak pernah minta ampun. Kalau gembala suka jilat darah, bagaimana
dengan jemaat? Makan darah!
Lidah ini kemudi kapal, mau diarahkan
ke mana? Yerusalem Baru atau Babel. Ke Sorga atau ke neraka.
Yakobus 3:4-5
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat
besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi
yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu
anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.
Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
I Petrus 3:10
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan
mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan
bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Lidah ini menentukan. Kenapa kapal
saya karam terus? Karena kemudinya, lidahnya itu. Pelayanan kering, semua
kering, dari lidah! Lidah dikaitkan dengan sumber air. Dari hati dan tabiat
tidak baik keluar di lidah.
Ini kita jaga, biar disucikan
karakter kita, tabiat kita atau lidah mulut kita. Lidah yang suci bagaikan
lidah anjing yang menjilat remah-remah roti! Artinya berkata-kata sesuai
Firman, perkataan yang menjadi berkat.
Markus 7:29
7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu:
"Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah
keluar dari anakmu."
Perkataannya perkataan iman. Lidah
menjilat remah roti, lidah suci, berkata-kata sesuai dengan Firman Tuhan,
perkataan iman, sehingga yang lain tertolong. Ayo periksa nikah kita, periksa
buah nikah. Kenapa buah nikahku seperti orang dirasuk setan, ulang-ulang dosa,
begini begitu yang dia perbuat, bikin sakit kepala, pusing, jadi emosi. Ayo
kembali periksa mulut. Perempuan ini periksa mulutnya, dia mau disucikan dan
dibenahi mulutnya maka anaknya tertolong. Orang tua kalau anak berulah coba
periksa mulut kita! Mungkin dulu kita berkata kasar, akhirnya anaknya jadi seperti itu. Oh
Tuhan mulut saya masih banyak menjilat muntah, kudis, darah, ampuni Tuhan.
Perempuan ini ditolong anaknya karena
kata-katanya. Waktu dia pulang, anaknya sudah sembuh. Buah nikah tertolong,
nikah tertolong. Sampai nanti mulut sudah tidak salah dalam perkataan, kita
menjadi kehidupan yang sempurna.
Yakobus 3:2
3:2Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah
dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan
seluruh tubuhnya.
Mulut yang disucikan dan
disempurnakan ini hanya untuk menyeru haleluya, hanya untuk menyembah.
b)Mendapat
iman
Matius 15:28
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata
kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang
kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Bukan hanya iman yang kecil tetapi
dikatakan besar imanmu! Iman sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung,
apalagi iman yang besar.
Matius 17:20
17:20Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji
sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke
sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Untuk menolong masalah nikah dan buah
nikah, dibutuhkan iman yang besar. Untuk memindahkan gunung hanya sebesar biji
sesawi, tetapi menghadapi nikah dan buah nikah harus iman yang besar. Jadi
memang masalah nikah dan buah nikah adalah masalah super berat. Lebih mudah memindahkan gunung dari pada menangani
nikah dan buah nikah yang bermasalah. Menyelesaikan masalah nikah.
Karena kita sudah tahu masalah nikah
dan buah nikah ini berat, butuh iman yang besar, maka sikap kita terhadap
Firman harus positif. Saya dengar Firman, saya praktek Firman demi nikah dan
buah nikah saya. Kalau saya tidak dengar Firman, tidak praktek Firman, nikah dan
buah nikahku hancur! Kenapa buah nikah susah? Sebab imannya. Iman itu timbul
dari mendengar Firman.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan
pendengaran oleh firman Kristus.
Semua kita berkerinduan nikah dan
buah nikah kita manis, nikah buah nikah yang bahagia dan yang satu. Karena kita
rindu seperti itu, harus punya sikap positif terhadap Firman, harus banyak
dengar Firman. Jangan karena masalah nikah buah nikah sampai jadi alasan sudah
tidak mau beribadah dan dengar Firman. Gembala datang besuk, kenapa tidak
ibadah? Aduh om berat buah nikahku, makanya saya mau mengasingkan diri, mau
menenangkan diri di rumah. Itu tambah berat! Harus datang dengar Firman, praktek Firman.
Suci dan iman, itu yang ditunggu
Tuhan dari kita bangsa kafir. Kalau ada kesucian, ada iman, berarti Firman
sudah tinggal di dalam kita. Kalau Firman sudah tinggal di dalam kita, mintalah
maka Tuhan akan menjawab.
Yohanes 15:7
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan
firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan
kamu akan menerimanya.
Minta apa saja, Tuhan akan mendengar
dan Tuhan jawab. Ayo biarlah Firman tinggal di dalam kita, suci, ada perkataan
iman, maka kalau kita minta Tuhan menjawab. Siapa tahu siang ini waktu Tuhan
menjawab. Kalau belum dijawab jangan putus asa, tetap praktekan Firman Tuhan.
Dari kesucian hati dan mulut, dari
iman, pasti naik doa penyembahan untuk menggerakkan hati Tuhan berbelas kasihan
bagi kita, menolong kita tepat pada waktunya. Suci dan imanbagaikan kita mengulurkan 2 tangan kepada
Tuhan. Dari Sorga, Tuhan juga mengulurkan 2 tangan kepada kita yaitu tangan kasih setia
dan kemurahanNya. Tangan ketemu tangan terjadi muijizat.
Matius 15:28
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata
kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang
kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Apa yang ibu ini kehendaki?
Penyembuhan atau pemulihan dari penyakit. Penyakit apa?
1)Penyakit
dosa! Ini yang pertama kita kehendaki, sembuh dari penyakit dosa. Mungkin
penyakit dosanya sudah kronis, kita berdoa supaya Tuhan lepaskan dari dosa.
Saya sudah terikat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa kawin mengawinkan dan
dosa makan minum, itu kita doakan. Siapa tahu siang ini yang kita kehendaki
penyakit dosa itu disembuhkan. Pulang kita sudah dalam keadaan sudah lepas,
orang yang sudah dibebaskan, orang yang sudah sehat, dosanya sudah disucikan
oleh Tuhan.
2)Penyakit
nikah, nikah yang bermasalah. Sembuh nikah dan buah nikahnya.
3)Penyakit
pelayanan, pelayanan merosot, sakit, sudah loyo dalam pelayanan. Kita pulang
sehat, kembali melayani Tuhan, semangat melayani Tuhan.
4)Penyakit
ekonomi. Ekonomi yang
sudah carut marut, ekonomi sudah hancur-hancuran, Tuhan tolong.
5)Penyakit
secara tubuh, Tuhan sanggup sembuhkan semuanya oleh tangan kasih setia dan
kemurahan Tuhan.
6)Kaum
muda masa depannya sakit, susah, tidak tahu mau ke mana, Tuhan sanggup
memulihkan semua.
Sampai pemulihan terakhir kita tampil
sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang tanpa cacat dan cela.
Efesus 5:27
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan
jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang
serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Mungkin penyakit tubuh belum sembuh, bahkan
mungkin ada yang meninggal karena penyakitnya, tetapi penyakit rohaninya sudah
sembuh. Jadilah seperti yang kau kehendaki. Kehendak kita sehat, semua penyakit
sembuh, sehat sampai kita tampil tanpa cacat cela, sempurna menjadi Mempelai
Wanita Tuhan. Tangan kasih Tuhan diulurkan kepada kita. Dia mau menjamah dan
menyembuhkan kita siang ini.