20260820

Ibadah Doa Pagi, Kamis, 20 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus

 

Yakobus 1:1-1 Salam

1:1 Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.

 

Surat Yakobus terkena pada tudung tabernakel. Tudung tabernakel ini artinya adalah iman dan perbuatan iman, itu tudung lapis pertama. Tudung ini menutupi ruangan suci dan ruangan maha suci, itulah tabernakel, halaman tidak tertutup. Kita gereja Tuhan adalah tabernakel rohani/bait Allah secara rohani. Ditudungi berarti gereja Tuhan harus memiliki iman dan perbuatan iman. Ketika Yesus datang kembali kedua kali yang dicari adakah iman di bumi ini.

 

Lukas 18:8

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

 

Jadi, dari surat Yakobus ini kita belajar tentang iman dan perbuatan iman.

 

Penulis surat ini adalah Yakobus, bukan Yakobus yang menjadi murid Yesus tapi Yakobus saudara Yesus yang menjadi salah satu pemimpin penting di jemaat Tuhan di Yerusalem.

Galatia 1:19

1:19 Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

 

Yakobus ini juga termasuk dari 5 sokoguru gereja Tuhan di Yerusalem, gereja mula-mula.

Galatia 2:9

2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

 

Peristiwa ini terjadi sesudah Yakobus murid Yesus dibunuh oleh Herodes dalam Kisah Rasul

12. Jangan kita sampai salah mengatakan bahwa penulis surat Yakobus ini muridnya Yesus yang selalu dibawa serta oleh Yesus, ini adalah saudara Yesus.

 

Kisah Rasul 15:13

15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:

 

Tetapi dalam suratnya ini dia memperkenalkan dirinya bukan sebagai saudara Yesus tetapi hamba Allah dan hamba Tuhan Yesus Kristus. Hamba itu diambil dari bahasa Yunani yaitu Doulos artinya budak yang mengabdikan diri kepada tuannya, hanya melakukan kewajiban tanpa menuntut hak.

 

Dari Yakobus 1:1 ini mengajarkan kepada kita orang yang punya iman dan perbuatan iman bisa merendahkan diri untuk mengabdi kepada Tuhan. Hanya melakukan kewajiban, melayani Tuhan tanpa menuntut hak.

 

Apa kewajiban dari hamba Tuhan, pelayan Tuhan?

1.      Yesaya 49:3

49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

 

Memuliakan Tuhan di dalam segala hal. Apa yang kita lakukan, kita katakan, kita pikirkan semua untuk memuliakan Tuhan. Kita menyanyi di gereja, main musik dan pelayanan apa saja, kelihatan hebat di mata manusia tapi kalau sehari-hari hidup kita hanya menyakiti dan memilukan hati Tuhan, kita bukan hamba, pelayan Tuhan. Hamba Tuhan yang benar dalam hidup sehari-hari memuliakan Tuhan.

 

2.      Pengkhotbah 12:13

12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

 

Takut akan Tuhan dan taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Yang dibutuhkan dari seorang hamba apalagi budak adalah ketaatannya.

 

Semakin dekat kita dengan Tuhan semakin kita menyadari bahwa kita adalah hambaNya, sehingga tidak ada alasan, tidak ada kesempatan untuk kita membanggakan diri, menyombongkan diri. Semakin dekat dengan Tuhan semakin sadar kenal diri saya ini hamba.

 

Surat ini ditujukan kepada 12 suku Israel di perantauan. Secara rohani kita adalah Israel rohani, kehidupan yang sudah ditebus oleh darah Yesus.

Roma 11:25-26

11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

 

Kita sedang merantau di dunia ini, dunia ini bukan tempat tinggal kita yang tetap. Tempat kita yang sesungguhnya adalah di dalam kerajaan surga.

Filipi 3:20-21

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

 

Jadi, Israel rohani adalah kehidupan yang tidak terikat dengan dunia. Kita hanya merantau di dunia ini, hanya orang asing. Ini yang membuat iman kita kokoh/ kuat.

Ibrani 11:13

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

 

Kalau kita memandang dunia, memikirkan hal-hal duniawi itu membuat iman kita jadi rapuh, iman kita goyah. Menghadapi kegoncangan dunia iman kita bisa goncang. Tapi kalau kita menganggap hanya perantau di dunia, saya hanya orang asing di dunia, saya warga kerajaan sorga, dunia mau goncang dalam hal apa saja, iman kita tetap kokoh, tidak terpengaruh dengan dunia ini.

 

Apa praktik kita tidak terikat dengan dunia? Tadi disebut 12 suku Israel. Angka 12 itu angka persekutuan. Jadi, praktik kita tidak terikat dengan dunia adalah aktif dalam persekutuan tubuh Kristus atau pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Persekutuan dengan Tuhan semakin erat dalam penggembalaan, persekutuan dengan sesama anggota tubuh Kristus juga baik, harmonis.

 

Persekutuan tubuh Kristus dimulai dari nikah. Nikah tidak pernah ditinggalkan, nikah selalu diperhatikan. Nikah dijaga kesuciannya, kesatuannya. Banyak nikah hancur karena suami/istri terlalu duniawi, anak-anak duniawi, orang tua yang duniawi, akhirnya nikah itu hancur. Tapi kalau semua pandangannya, pikirannya yang rohani, nikahnya akan satu, nikah yang suci.

 

Tujuan iman kita adalah sampai kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Tuhan. Dunia tidak lagi menjadi prioritas kita, sebab iman kita yang kuat, iman yang teguh ini rindu untuk bisa mencapai gunung Yerusalem yang baru, menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

 

Tuhan memberkati

 

20260809

Kebaktian Umum, Minggu 9 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:8-9

16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.

16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

 

Ini adalah hukuman dari Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai kasihNya. Matahari menunjukan kasih Allah yang sempurna.

Mazmur 84:12

84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

 

Matius 5:43-45,48

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

 

Di dalam matahari ada 3 unsur:

1.      Terang

Menunjuk aktivitas kasih Allah yang membuat kita bisa berjalan di dalam terang, sehingga bisa menjadi terang kesaksian bagi orang lain, sampai menjadi terang dunia. Jangan sampai menjadi saksi palsu seperti orang-orang yang berada di Bait Allah waktu Yesus membersihkan Bait Allah.

Yohanes 8:12

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

 

2.      Panas

Menunjuk gairah kasih Allah yang membuat kita setia dan berkobar-kobar beribadah melayani Tuhan.

 

3.      Energi

Di dalam matahari ada energi. Artinya kekuatan kasih Allah membuat kita kuat teguh hati menghadapi apapun di dunia ini.

 

Kita bahas poin yang kedua, panas. Jadi kalau sudah tidak bergairah lagi, tidak setia berkobar-kobar beribadah melayani Tuhan, berarti sudah sedia untuk menerima panasnya api penghukuman Tuhan. Sekarang pilih mana? Panasnya gairah kasih Allah yang membuat kita setia berkobar-kobar melayani atau tidak bergairah lagi beribadah melayani Tuhan sehingga tinggal menunggu panasnya api penghukuman Tuhan.

 

Hubungan kita dengan Yesus adalah hubungan mempelai, dalam Kidung Agung istilahnya sakit asmara kepada Tuhan. Jangan sampai api kasih Allah itu padam, biar tetap bergairah, tetap semangat untuk kita beribadah melayani Tuhan.

 

Tidak bergairah itu nanti akan menjadi tidak setia, tidak berkobar-kobar sampai nanti meninggalkan ibadah pelayanan, meninggalkan Yesus. Tentu ada penyebabnya mengapa mulai tidak setia dan berkobar-kobar lagi, bahkan sampai meninggalkan ibadah pelayanan. Penyebabnya adalah sikap atau tanggapan terhadap Firman negatif. Firman itu makanan, kalau sudah tidak makan tidak semangat lagi bekerja! 2 pihak dikoreksi:

1.      Gembala, dia memberi makan dengan baik atau tidak.

2.      Jemaat dikoreksi, sudah ada makanan, mau makan atau tidak. Biar sudah tersedia makanan tetapi tidak mau makan, kalau disuruh kerja bisa loyo.

 

Ada 2 tanggapan terhadap Firman:

1.      Sikap yang negatif terhadap Firman.

a)      Matius 22:22

22:22 Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.

 

Heran mendengar Firman tetapi meninggalkan Yesus. Artinya heran mendengar Firman dan mengakui kebenaran Firman tetapi tidak bisa menerima karena mempertahankan dosa, mempertahankan kebenaran diri sendiri. Ini jangan terjadi pada kita, heran mendengar Firman tetapi tinggalkan pelayanan karena mempertahankan kebenaran diri sendiri.

 

b)      Matius 26:23-25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Ini sikap negatif kedua, mengelak dari Firman = mendustai diri sendiri, merasa tidak berdosa.

I Yohanes 1:8

1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

 

Kalau dirinya saja dia tipu, apalagi orang lain. Dia tipu dirinya sehingga mudah sekali menipu orang lain. Dia tipu dirinya, dia dustai juga Tuhan. Akhirnya dusta itu bertimbun-timbun, dosanya dia tutupi terus dengan dusta, sampai akhirnya menjadi malas untuk bertobat! Sampai sudah dihukumpun tidak bertobat, malah menghujat Tuhan.

Yeremia 9:5-6

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

 

Ditimbun terus sampai dosanya sudah membumbung sampai kepada Tuhan, tinggal menunggu penghukuman dari Tuhan.

 

Kalau sudah jadi pendusta pasti menjadi penuduh, pendakwa, tukang menghakimi. Yudas berkata ‘bukan aku ya Rabi’. Berarti dia tunjuk yang lain salah. Saya banyak bertemu orang seperti ini, Firman datang tidak bisa dia dinasihati, selalu membenarkan diri, orang yang lain salah. Sampai yang menasihatipun jadi salah, yang menegur jadi salah, susah orang seperti itu.

 

Orang seperti ini malas untuk bertobat, sampai tidak bisa untuk bertobat. Kalau sudah tidak bisa bertobat dia seperti setan, setan tidak bisa bertobat.

 

c)      Yohanes 6:60-61

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

 

Ini sikap negatif, bersungut-sungut mendengar Firman Tuhan. Orang seperti ini akhirnya mengundurkan diri, tidak lagi mengikut Yesus.

Yohanes 6:66

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

 

Tidak lagi mengikut Yesus, yang dia ikuti keinginan dagingnya. Nanti dia cari firman yang cocok dengan dagingnya dan di situ dia tergembala. Orang seperti ini akan mengembara, tidak tahan dengan pengajaran. Orang fasik tidak tahan berada dalam perkumpulan orang benar.

Mazmur 1:5

1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

 

Dia pindah ke sini, tajam di sini. Dia pindah ke sana, terlalu lama di sana. Sampai nanti dia temukan yang cocok, yang enak bagi dagingnya.

II Timotius 4:3-4

4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

Yohanes 6:66 kalau digabung menjadi 666. Bukan kebetulan angka ini ditulis, ini cap antikristus. Dia tidak sadar dirinya sudah dicap antikristus. Gambar Allah sudah tidak ada, yang ada dalam dirinya hanya gambar antikristus.

 

Dia cari Firman yang enak bagi daging dan dia hidup di dalam dosa. Kalau ada pengajaran yang keras malah dia marah. Ingat Herodes, bukan lagi bersungut tetapi Herodes marah. Herodes gambaran setan, jadi orang yang marah saat dengar Firman dalam dirinya sudah ada gambar setan, cap antikristus. Firman datang, tegoran dan nasihat datang dia malah marah. Bayangkan, Yohanes Pembaptis dia jebloskan dalam penjara, sampai dia penggal kepalanya.

Markus 6:16-18

6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."

6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.

6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"

 

Dari pelajaran Yohanes pasal 6 dan Markus 6 ini kita melihat, kalau sudah bersungut mendengar Firman, apalagi sampai marah, maka akibatnya:

a)      Menangkap dan memenjarakan Yohanes Pembaptis. Artinya menjadi penghalang pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dia menghalangi pemberitaan Firman dengan kekuasaannya, dengan apa saja yang dia miliki. Kalau menjadi penghalang pembangunan Tubuh Kristus dengan apa yang dia punya, nanti berhadapan dengan Tuhan Yesus! Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus ini pekerjaan Tuhan, tidak bisa mau dihalangi! Dia punya kekuasaan, dia coba halangi. Punya kekayaan, dengan uangnya dia mau coba halangi. Punya kedudukan dan kepandaian, dengan itu dia mau coba menghalangi. Karena tidak terima, mendengar Firman yang keras, tidak tahan, dia marah!

 

b)      Memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Artinya sudah tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan. Yohanes memberitakan Firman dari Tuhan, dipenggal, berarti tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan. Karena tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan, dia tidak bisa lagi berubah. Tidak mengalami keubahan hidup, betul-betul rohaninya kering sekering-keringnya.

 

2.      Sikap yang positif dalam mendengar Firman, ditunjukan oleh perempuan Siro Fenesia.

Markus 7:24-30

7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Ini sikap positif dari bangsa kafir. Bangsa Israel itu bangsa pilihan Tuhan, bangsa kafir itu bangsa yang tidak terpilih. Dan disebutkan dia seperti anjing. Sudah tidak terpilih, dia hina lagi! Tetapi dia mau bersikap yang positif. Jangan putus asa apapun keadaan kita. Sudah hina dan hancur-hancuran, kalau punya sikap yang positif terhadap Firman, kita diangkat. Dari yang seperti binatang diangkat menjadi bintang, menjadi terang, sampai diangkat menjadi Mempelai Wanita Tuhan  yang sempurna.

 

Kisah ini terjadi di antara pemecahan 5 roti untuk 5.000 orang dan pemecahan 7 roti untuk 4.000 orang. Pemecahan 5 roti untuk 5.000 menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan awal = kegerakan di dalam Firman penginjilan untuk menyelamatkan manusia. 7 roti menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan dalam Firman pengajaran untuk menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat.

 

Kegerakan Roh Kudus hujan awal sudah terjadi di Yerusalem, dalam Kisah Para Rasul pasal 2, 3.000 orang diselamatkan. Terus berkembang menjadi 5.000 sampai sekarang jumlah orang Kristen di dunia sudah tidak terhingga. Agama yang terbesar adalah Kristen.

 

Kegerakan hujan akhir sementara berlangsung. Pengajaran ini, Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel Tuhan ilhamkan kepada Pdt. Van Gessel tahun 1935 berarti sekarang sudah 91 tahun. Di saat kegerakkan inilah perempuan Samaria ini datang kepada Yesus supaya ditolong nikah dan buah nikahnya.

 

Keadaan perempuan Siro Fenesia menunjuk keadaan kita. Waktu dia ditolong oleh Tuhan adalah waktu kita sekarang ini. Setelah pemecahan 4.000 roti tidak ada lagi pemecahan roti yang bertambah banyak jumlahnya. Sesudah kegerakan pengajaran, tidak ada lagi kegerakan yang lain. Berarti betul-betul kita sudah berada pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kalau sekarang tidak punya positif terhadap Firman, nanti terlambat! Baru mau bersikap yang positif, gereja Tuhan sudah sempurna, sudah disingkirkan, tinggal menunggu antikristus memenggal kepalanya.

 

Kalau belajar dari peta zaman kita ini sudah berada di penghujung akhir zaman, penghujung hari keenam. Hari pertama dan kedua itu 2000 tahun zaman Allah Bapa. Hari ketiga dan keempat itu 2000 tahun juga, zaman Anak Allah, ini juga sudah lewat. Kita berada di penghujung hari keenam, zaman Allah Roh Kudus. Sekarang sudah lewat 26 tahun. Sebenarnya ini tinggal bonus, masa perpanjangan sabar Tuhan. Sudah berapa generasi Firman pengajaran ini, sudah mau berakhir. Kalau sekarang kita tidak bersikap yang positif, sudah terlambat! Baru mau cari Firman, gereja Tuhan sudah disingkirkan!

 

Kita ini bukan bangsa yang terpilih. Tetapi kita mendapat kesempatan yang kecil untuk bisa mendengar Firman pengajaran. Yesus tidak mau kedatanganNya diketahui orang. Tetapi ada seorang perempuan bangsa kafir yang datang kepada Yesus. Dia mempunyai sikap yang positif terhadap Firman, apa itu?

a)      Memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk datang beribadah dan mendengar Firman pengajaran yang benar. Sekarang kesempatan kita bukan kecil, dibuka kesempatan lebar untuk mendengar Firman.

 

Hari minggu ibadah raya, diberi kesempatan datang. Yang biasanya bangun pagi mau ke sekolah, kali ini diberi kesempatan bangun agak siang karena jam 10 ibadahnya. Masa sudah jam 10 masih bangun kesiangan lagi, sudah terlalu! Hari rabu jam 5 diberi kesempatan beribadah, dengar Firman, mari gunakan kesempatan. Hari sabtu dimundur lagi setengah 6 sore, masa mau lambat lagi! Kalau ada yang seperti itu saya gembala tinggal geleng-geleng, kasihan kalau dia tidak ikut ibadah. Doa pagi diberikan kesempatan dari selasa sampai kamis. Senin dan jumat bisa ikut doa pagi dari Malang. Kaum muda diberikan lagi waktu ibadah khusus kaum muda. Belum lagi ibadah kunjungan, mari manfaatkan kesempatan yang ada.

 

Kesempatan terlalu besar Tuhan bukan untuk kita mendengar Firman. Jangan tunggu kesempatan sudah ditutup dan Tuhan alihkan kepada yang lain. Ibarat kita sudah tinggal di rumah makan, makanan sudah tersedia tetapi tidak mau, nanti Tuhan kasih pada orang di luar sana, ini jangan sampai terjadi.

 

Manfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk beribadah mendengar Firman = mendengar Firman dengan suatu kerinduan dan kebutuhan. Tuhan sudah berikan kita kesempatan seluas-luasnya untuk makan Firman, mendengar Firman pengajaran. Sekarang Tuhan mengingatkan kita, apalagi sekarang ada ibadah online, kesempatan sudah terlalu besar. Kalau masih tidak mau dimanfaatkan, itu sudah urusannya dengan Tuhan. Saya tinggal berdoa kepada Tuhan. Kalau sampai sekarang masih aman hidupnya itu karena masih ada doa penyahutan gembala. Kalau Tuhan sayang, Tuhan hajar! Jangan tunggu seperti Yeremia, Tuhan bilang Yeremia stop, tidak usah berdoa untuk Israel. Tuhan tutup mulut gembala untuk mendoakan.

 

Manfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk beribadah mendengar Firman pengajaran dan praktekan.

 

b)      Merendahkan diri serendah-rendahnya menerima Firman pengajaran sekeras dan setajam apapun, bahkan seperti merendahkan diri. Seperti pada perempuan Siro Fenesia ‘tidak patut mengambil roti untuk anak-anak dan dilempar kepada anjing!’. Tetapi dia merendahkan diri ‘benar Tuhan, namun anjing mau menjilat remah-remah roti’. Merendahkan diri serendah-rendahnya menerima Firman pengajaran yang benar, yang keras, yang tajam seperti menghina dan mempermalukan. Kita bisa membenarkan Firman. Biarpun ditunjuk dosa kita, kita tidak marah, tidak muring-muring dan mengakui kekurangan dan dosa kita.

 

Kalau sikap kita positif terhadap Firman maka terjadi 2 hal:

a)      Penyucian terjadi. Ada 2 hal yang disucikan dari perempuan ini yaitu tabiat dan mulut. Tabiat anjing, tabiat yang tidak terpuji, tidak benar, tidak suci. Tabiat orang ini terlihat di mulut. Kalau tabiatnya sombong, mulutnya pasti sombong. Kalau tabiatnya jahat, mulutnya pasti jahat.

 

Paling sedikit ada tabiat dan mulut anjing yang harus disucikan.

1)      II Petrus 2:22

2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

 

Tabiat dan mulut anjing suka menjilat muntah. Artinya perkataan yang kotor dan najis, termasuk dusta dan diulang-ulang bahkan sudah menjadi dosa otomatis.

 

2)      Anjing suka melihat borok, kudis.

Lukas 16:21

16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

 

Kudis dan borok itu kekurangan, kejelekan. Ini perkataan yang menjelekan orang lain. Paling senang kalau menceritakan kekurangan dan kejelekan orang lain untuk menghakimi. Beda kalau seperti Paulus menceritakan kekurangan orang lain untuk memberikan contoh nyata, jangan seperti Demas, jangan seperti Yanes dan Yambres. Beda kalau cuma ba beko orang, cerita kekurangan orang lain. Bahkan tidak sedikit hamba Tuhan seperti ini!

 

Sudah menjadi tabiat, sampai rasanya kalau tidak cerita orang rasanya seperti makan sayur tanpa garam. Hambar hidupku hari ini tidak cerita orang, jangan kita seperti itu! Dulu kita anjing, tetapi sekarang sudah disucikan!

 

3)      I Raja-raja 22:38

22:38 Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Samaria, maka darah raja dijilat anjing, sedang perempuan-perempuan sundal mandi di tempat itu, sesuai dengan firman TUHAN yang telah diucapkan-Nya.

 

Menjilat darah artinya perkataan yang merugikan orang lain, ini juga sudah jadi tabiat. Sekarang istilahnya ujaran kebencian. Fitnah sana sini cerita orang lain. Orangnya sudah dibunuh karakternya tetapi tidak pernah minta maaf, tidak pernah minta ampun. Kalau gembala suka jilat darah, bagaimana dengan jemaat? Makan darah!

 

Lidah ini kemudi kapal, mau diarahkan ke mana? Yerusalem Baru atau Babel. Ke Sorga atau ke neraka.

Yakobus 3:4-5

3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

 

I Petrus 3:10

3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Lidah ini menentukan. Kenapa kapal saya karam terus? Karena kemudinya, lidahnya itu. Pelayanan kering, semua kering, dari lidah! Lidah dikaitkan dengan sumber air. Dari hati dan tabiat tidak baik keluar di lidah.

 

Ini kita jaga, biar disucikan karakter kita, tabiat kita atau lidah mulut kita. Lidah yang suci bagaikan lidah anjing yang menjilat remah-remah roti! Artinya berkata-kata sesuai Firman, perkataan yang menjadi berkat.

Markus 7:29

7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

 

Perkataannya perkataan iman. Lidah menjilat remah roti, lidah suci, berkata-kata sesuai dengan Firman Tuhan, perkataan iman, sehingga yang lain tertolong. Ayo periksa nikah kita, periksa buah nikah. Kenapa buah nikahku seperti orang dirasuk setan, ulang-ulang dosa, begini begitu yang dia perbuat, bikin sakit kepala, pusing, jadi emosi. Ayo kembali periksa mulut. Perempuan ini periksa mulutnya, dia mau disucikan dan dibenahi mulutnya maka anaknya tertolong. Orang tua kalau anak berulah coba periksa mulut kita! Mungkin dulu kita berkata kasar, akhirnya anaknya jadi seperti itu. Oh Tuhan mulut saya masih banyak menjilat muntah, kudis, darah, ampuni Tuhan.

 

Perempuan ini ditolong anaknya karena kata-katanya. Waktu dia pulang, anaknya sudah sembuh. Buah nikah tertolong, nikah tertolong. Sampai nanti mulut sudah tidak salah dalam perkataan, kita menjadi kehidupan yang sempurna.

Yakobus 3:2

3:2  Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Mulut yang disucikan dan disempurnakan ini hanya untuk menyeru haleluya, hanya untuk menyembah.

 

b)      Mendapat iman

Matius 15:28

15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

Bukan hanya iman yang kecil tetapi dikatakan besar imanmu! Iman sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung, apalagi iman yang besar.

Matius 17:20

17:20  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

 

Untuk menolong masalah nikah dan buah nikah, dibutuhkan iman yang besar. Untuk memindahkan gunung hanya sebesar biji sesawi, tetapi menghadapi nikah dan buah nikah harus iman yang besar. Jadi memang masalah nikah dan buah nikah adalah masalah super berat. Lebih mudah memindahkan gunung dari pada menangani nikah dan buah nikah yang bermasalah. Menyelesaikan masalah nikah.

 

Karena kita sudah tahu masalah nikah dan buah nikah ini berat, butuh iman yang besar, maka sikap kita terhadap Firman harus positif. Saya dengar Firman, saya praktek Firman demi nikah dan buah nikah saya. Kalau saya tidak dengar Firman, tidak praktek Firman, nikah dan buah nikahku hancur! Kenapa buah nikah susah? Sebab imannya. Iman itu timbul dari mendengar Firman.

Roma 10:17

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

 

Semua kita berkerinduan nikah dan buah nikah kita manis, nikah buah nikah yang bahagia dan yang satu. Karena kita rindu seperti itu, harus punya sikap positif terhadap Firman, harus banyak dengar Firman. Jangan karena masalah nikah buah nikah sampai jadi alasan sudah tidak mau beribadah dan dengar Firman. Gembala datang besuk, kenapa tidak ibadah? Aduh om berat buah nikahku, makanya saya mau mengasingkan diri, mau menenangkan diri di rumah. Itu tambah berat! Harus datang dengar Firman, praktek Firman.

 

Suci dan iman, itu yang ditunggu Tuhan dari kita bangsa kafir. Kalau ada kesucian, ada iman, berarti Firman sudah tinggal di dalam kita. Kalau Firman sudah tinggal di dalam kita, mintalah maka Tuhan akan menjawab.

Yohanes 15:7

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

 

Minta apa saja, Tuhan akan mendengar dan Tuhan jawab. Ayo biarlah Firman tinggal di dalam kita, suci, ada perkataan iman, maka kalau kita minta Tuhan menjawab. Siapa tahu siang ini waktu Tuhan menjawab. Kalau belum dijawab jangan putus asa, tetap praktekan Firman Tuhan.

 

Dari kesucian hati dan mulut, dari iman, pasti naik doa penyembahan untuk menggerakkan hati Tuhan berbelas kasihan bagi kita, menolong kita tepat pada waktunya. Suci dan iman  bagaikan kita mengulurkan 2 tangan kepada Tuhan. Dari Sorga, Tuhan juga mengulurkan 2 tangan kepada kita yaitu tangan kasih setia dan kemurahanNya. Tangan ketemu tangan terjadi muijizat.

Matius 15:28

15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

Apa yang ibu ini kehendaki? Penyembuhan atau pemulihan dari penyakit. Penyakit apa?

1)      Penyakit dosa! Ini yang pertama kita kehendaki, sembuh dari penyakit dosa. Mungkin penyakit dosanya sudah kronis, kita berdoa supaya Tuhan lepaskan dari dosa. Saya sudah terikat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa kawin mengawinkan dan dosa makan minum, itu kita doakan. Siapa tahu siang ini yang kita kehendaki penyakit dosa itu disembuhkan. Pulang kita sudah dalam keadaan sudah lepas, orang yang sudah dibebaskan, orang yang sudah sehat, dosanya sudah disucikan oleh Tuhan.

 

2)      Penyakit nikah, nikah yang bermasalah. Sembuh nikah dan buah nikahnya.

 

3)      Penyakit pelayanan, pelayanan merosot, sakit, sudah loyo dalam pelayanan. Kita pulang sehat, kembali melayani Tuhan, semangat melayani Tuhan.

 

4)      Penyakit ekonomi. Ekonomi yang sudah carut marut, ekonomi sudah hancur-hancuran, Tuhan tolong.

 

5)      Penyakit secara tubuh, Tuhan sanggup sembuhkan semuanya oleh tangan kasih setia dan kemurahan Tuhan.

 

6)      Kaum muda masa depannya sakit, susah, tidak tahu mau ke mana, Tuhan sanggup memulihkan semua.

 

Sampai pemulihan terakhir kita tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang tanpa cacat dan cela.

Efesus 5:27

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Mungkin penyakit tubuh belum sembuh, bahkan mungkin ada yang meninggal karena penyakitnya, tetapi penyakit rohaninya sudah sembuh. Jadilah seperti yang kau kehendaki. Kehendak kita sehat, semua penyakit sembuh, sehat sampai kita tampil tanpa cacat cela, sempurna menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Tangan kasih Tuhan diulurkan kepada kita. Dia mau menjamah dan menyembuhkan kita siang ini.

 

Tuhan Yesus memberkati.