20120429

Kebaktian Umum, Minggu 29 April 2012 Pdm. Handry Legontu




Yehezkiel 37:1-3
1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"

Ini adalah gambaran Israel dan sekarang menunjuk keadaan kita gereja Tuhan di akhir zaman yang ternyata banyak didapati berada dalam suasana lembah. Suasana lembah adalah:
Ø  Lembah Akhor yang menunjuk dosa Akhan yaitu dosa mencuri.
Ø  Lembah Ben-Hinom yaitu lembah pembunuhan menunjuk pada dosa kebencian.
Ø  Lembah banyang-banyang maut artinya tetap mempertahankan dosa dan tidak mengasihi sesama.
Ø  Lembah tulang kering adalah semangat yang patah dan kerohanian yang kering tanpa Firman, Roh Kudus dan kasih.

Namun Tuhan tidak membiarkan umatNya tetap berada di lembah sehingga Ia mengutus hambaNya yang disertai dengan 7 tanda untuk memulihkan kembali kerohanian yang bagaikan tulang-tulang kering untuk dibawa sampai ke gunung yang tinggi ke kota Yerusalem Baru masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

Dalam proses pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna memang kita diperhadapkan dengan kegoncangan baik kegoncangan di langit yaitu setan yang tampil dengan roh jahat dan roh najis, kegoncangan di bumi yaitu nabi palsu yang tampil dengan ajaran palsu serta kegoncangan di laut yaitu antrikristus yang membawa kegoncangan dalam bidang ekonomi. Tetapi saat terjadi kegoncangan kita harus tetap setia di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

Bila tulang-tulang kering ini berserekan berarti tubuh itu sudah rusak. Demikian keadaan gereja Tuhan di akhir zaman yang berada dalam keadaan rusak secara rohani. Gereja Tuhan yang rusak tidak adalagi bentuk kebenaran, bentuk kesucian apalagi bentuk kemuliaan/kesempurnaan. Padahal saat Tuhan menciptakan manusia dikatakan sunggguh amat baik sebab manusia diciptakan segambar dengan Tuhan Yesus Kristus. Namun iblis datang merusak dimulai dengan merusak telinga dan mulut sehingga menjadi tuli dan bisu.
Markus 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Tuli dan bisu ini terus berkembang dari zaman ke zaman.
1.      Zaman Allah Bapa
Kejadian 3:1-3
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Telinga Hawa dirusak sehingga dia mengurangi kata bebas.
Kejadian 2:16
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Hawa adalah perempuan yang adalah gambaran gereja Tuhan, hawa juga adalah ibu yang adalah gambaran gembala.

Artinya kata bebas dikurangi oleh gembala/hamba Tuhan adalah menyampaikan Firman tanpa kebebasan Roh Kudus, tanpa urapan roh Kudus. Prakteknya antara lain adalah hamba Tuhan membatasi diri saat pemberitaan Firman Tuhan, misalnya dibatasi oleh waktu sehingga tidak bisa memberitakan Firman dengan leluasa dan agak lama, dibatasi oleh keadaan sehingga tidak mau menyampaikan Firman pengajaran di desa sebab berpikir mereka tidak akan mengerti, dibatasi oleh dosa sehingga tidak berani untuk menyampaikan Firman Tuhan yang keras yang menyucikan dosa.

Artinya kata bebas dikurangi oleh sidang jemaat adalah mendengarkan Firman Tuhan tanpa kebebasan Roh Kudus, tanpa urapan Roh Kudus. Prakteknya antara lain adalah mendengar Firman Tuhan tetapi membatasi diri dengan kepandaiannya sendiri, sehingga menerima Firman Tuhan dengan akal manusia sehingga tidak bisa mengerti Firman Tuhan.

Bila hamba Tuhan dan sidang jemaat tanpa kebebasan Roh Kudus akibatnya dosa tetap mengikat.

Mulut Hawa dirusak sehingga menambah kata raba.
Kejadian 3:3
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Padahal pada perintah Tuhan tidak ada kata raba.
Kejadian 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Pengertian hamba Tuhan menambah kata raba adalah Firman Tuhan disampaikan cuma untuk meraba emosi jemaat sehingga ditambahi dengan lelucon dan ilustrasi-ilustrasi agar sidang jemaat menjadi senang namun sebenarnya tidak mengalami penyucian. Sidang jemaat yang bisu akan senang mendengarkan Firman yang seperti ini.

Simson disuruh melawak di kuil dagon. Bila hamba Tuhan bisu, tidak ada pembukaan rahasia Firman sehingga hanya menampilkan lawakan maka sidang jemaat hanya akan merasa senang namun sebenarnya tidak pernah diraba oleh Firman, tidak pernah kena Firman sehingga tidak mengalami penyucian.

Tuli dan bisu adalah penyakit yang menular, kalau hamba Tuhan sudah tuli dan bisu maka sidang jemaat juga akan tertular tuli dan bisu. Begitu juga kalau orang tua tuli dan bisu maka anaknya juga bisa ikut tuli dan bisu.

Akibat tuli dan bisu adalah telanjang, artinya hidupnya dipermalukan.
Kejadian 3:7,10
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Dan bukan hanya dipermalukan tetapi juga hidup dalam ketakutan. Antara lain takut akan hidupnya sehari-hari sehingga menjadi kuatir bahkan sampai stress. Ketakutan ini menjadi salah satu penyebab kematian di akhir zaman.
Lukas 21:26
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Orang yang bisu dan tuli secara rohani akan hidup dalam suasana kutukan.

2.      Zaman Allah Anak
Markus 7:32
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

Pengertian tuli di sini adalah tidak bisa dan tidak mau mendengar Firman pengajaran yang benar sampai akhirnya tidak mau dengar-dengaran, tidak mau praktek Firman. Mungkin kita mendengar Firman tetapi kalau kita tidak mau praktek itu sama dengan tuli.

Perhatikan cara kita mendengar sebab iman timbul dari mendengarkan Firman Tuhan yang diurapi. Kalau mendengar Firman saja tidak mau bagaimana bisa punya iman?
Lukas 8:18
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Tanpa Firman kita tidak akan memiliki kekuatan untuk hidup suci.
Mazmur 119:9
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Tidak dengar-dengaran kepada orang tua termasuk tuli demikian juga kalau tidak dengar-dengaran kepada gembala orang tua secara rohani.

Orang yang bisu perkataannya tidak jelas artinya adalah perkataan sia-sia termasuk dusta, fitnah, perkataan yang suka menjelek-jelekkan orang lain. Lidah yang suka menjelek-jelekkan orang itu sama seperti lidah anjing yang suka menjilat borok.

Bisu juga berarti perkataan yang kotor dan najis, tidak bisa bersaksi dan yang paling utama untuk kita perhatikan bisu artinya tidak bisa menyembah Tuhan.

Tuli dan bisu ini menular kepada orang-orang terdekat. Oleh sebab itu jangan membiarkan orang-orang terdekat kita mulai malas mendengar Firman dan tidak mau dengar-dengaran pada Firman Tuhan.

Bila dirasuk oleh roh bisu dan tuli akan menimbulkan sakit ayan secara rohani.
Markus 9:25
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

Arti sakit ayan secara rohani:
Ø  Kerusakan moral sehingga jatuh bangun dalam dosa kenajisan. Kalau bisu sehingga sudah tidak setia menyembah Tuhan maka roh kenajisan itu bisa masuk untuk merusak. Kalau tuli sehingga tidak bisa mendengar Firman Tuhan maka tidak akan kuat saat iblis datang menggoda dengan roh najis sehingga jatuh dalam dosa kenajisan.
Ø  Kerusakan nikah dan buah nikah. Yang terkena sakit ayan disini adalah seorang anak yang hanya di bawa oleh ayahnya dan tidak ada diceritakan tentang ibunya. Kerusakan nikah mulai dari permulaan nikah sampai perjalanan kehidupan nikah.
Ø  Masalah yang tidak pernah terselesaikan sehingga menjadi masalah yang terus menumpuk sebab tidak mau mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Tuhan yang sanggup menyelesaikan segala masalah.

3.      Zaman Allah Roh Kudus
Wahyu 22:18-19
18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Sekarang ini banyak orang yang mengubah Firman terutama Firman pengajaran yang benar. Bila Firman pengajaran diubah sedikit saja maka pintu sorga tidak akan terbuka baginya.

Jangan sembarangan masuk dalam persekutuan, kalau masuk dalam persekutuan bisu dan tuli maka bisa tertular bisu dan tuli.

Akibat menambah dan mengurangi Firman maka akan menerima penghukuman dan kehilangan kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga.

Kalau sekarang kita berada dalam keadaan bisu dan tuli maka sekarang saat kita datang beribadah adalah kesempatan untuk kita ditolong Tuhan. Bagaimana cara Tuhan menolong?
Markus 7:33-35
33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Tuhan menolong dengan memasukan jari, meludah dan meraba lidah. Ludah adalah sesuatu yang keluar dari mulut Tuhan artinya adalah Firman Tuhan. Jari menunjuk pada urapan Roh Kudus. Jadi Tuhan tampil lewat Firman dalam urapan Roh Kudus untuk membuka telinga dan melepaskan ikatan lidah kita untuk memulihkan penyakit bisu dan tuli. Memang saat Firman Tuhan yang keras disampaikan kita seperti dihina dan sakit buat daging, tetapi itu merupakan cara Tuhan untuk menolong dan memulihkan kita.
Bagaimana cara Firman Tuhan bekerja:
1.      Memisahkan dari orang banyak
Markus 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Artinya Firman Tuhan menunjuk keadaan kita secara pribadi. Jangan kita malah menunjuk dosa kesalahan orang lain saat Firman Tuhan itu disampaikan.

2.      Tuhan memasukan jarinya ke dalam telinga
Markus 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Tuhan tidak jijik untuk memasukan jarinya ke dalam telinga. Artinya sekeras apapun Firman pengajaran itu adalah kemurahan Tuhan bagi kita. Semanis manisnya bujuk rayunya setan ujungnya kebinasaan, tetapi sepahit-pahitnya Firman pengajaran bagi daging tetapi ujung-ujungnya adalah hidup yang kekal. Jari menusuk telinga menunjuk pada Firman Tuhan yang tepat sasaran menunjuk kesalahan kita untuk menolong kita.

3.      Efata. Artinya: terbukalah!
Markus 7:34
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!

Kalau ada pembukaan rahasia Firman itu merupakan bukti hati Tuhan terbuka lebar untuk memulihkan kita. Semakin rahasia Firman dibukakan semakin hati Tuhan terbuka untuk menerima keadaan kita apa adanya. Mungkin kita berada dalam keadaan jahat dan najis tetapi saat kita menerima pembukaan Firman Tuhan maka pasti bisa dipulihkan. Kalau Tuhan sudah membuka hatiNya mengapa kita tetap menutup hati dan terus mengeraskan hati?
II Korintus 6:11-13
12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
13 Maka sekarang, supaya timbal balik -- aku berkata seperti kepada anak-anakku --: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

Saat Tuhan membuka hatiNya lewat pembukaan rahasia Firman dan kita juga membuka hati selebar-lebarnya untuk menerima Firman Tuhan maka pasti terjadi pemulihan telinga dan mulut. Kalau telinga dan mulut terbuka maka segala-galanya menjadi baik.
Markus 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Sampai menjadi sungguh amat baik.
Kejadian 1:26-28, 31
26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Ibrani 11:40
Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Tuhan mau memulihkan kita sampai kembali menjadi segambar dengan Tuhan, menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna yang sama mulia dengan Tuhan.


Tuhan memberkati.

20120425

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 25 April 2012 Pdm. Handry Legontu




Yehezkiel 37:1-3
1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"

Di sini Tuhan menunjukkan keadaan Israel yang juga adalah keadaan gereja Tuhan di akhir zaman yang berada di lembah, berada dalam keadaan merosot kerohaniannya sampai kering.

Di tengah-tengah lembah yang ada tulang kering ini Tuhan mengutus nabi Yehezkiel untuk bernubuat agar tulang-tulang ini dihidupkan kembali dan menjadi tentara yang besar. Untuk kita sekarang Tuhan mengutus hambaNya memiliki 7 tanda dalam tahbisan yang benar untuk memulihkan keadaan rohani kita supaya bisa menjadi bala tentara yang besar, itulah mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

Mempelai wanita Tuhan yang sempurna ditampilkan di atas gunung yang besar dan tinggi.
Wahyu 21:9-10
9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Tuhan tidak ingin kerohanian kita berada di lembah, tetapi Tuhan mau membawa kita sampai ke gunung yang tinggi, menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

Oleh sebab itu jangan kita tetap berada pada suasana lembah. Ada 4 suasana lembah (suasana kemerosotan rohani) yang akan kita perhatikan pada kesempatan ini.
1.      Lembah Akhor
Yosua 7:11,20-21,25-26
11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
20 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
21 aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."
25 Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
26 Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.

Di lembah Akhor ada dosa Akhan yaitu mencuri. Apa yang ia curi? 200 syikal perak dan sebatang emas seberat 50 syikal padahal Tuhan memerintahkan membawa emas dan perak ke dalam perbendaharaan Tuhan.
Yosua 6:24
Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

Apa emas dan perak yang harus dibawa ke rumah perbendaharaan Tuhan? Inilah perpuluhan dan persembahan khusus
Maleakhi 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Kemerosotan rohani ditandai dengan dosa mencuri terutama mencuri miliki Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

Akhan bukan hanya mencuri emas dan perak tetapi juga mencuri jubah yang indah buatan Sinear. Jubah Sinear ini bertolak belakang dengan jubah maha indah yang diberikan kepada Yusuf. Sinear ini adalah babel. Jubah Yusuf menunjuk pada jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Pengertian jubah buatan babel ini adalah:
Ø  Melayani tidak sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia dari Roh Kudus. Sekarang ini banyak orang melayani tetapi tidak tekun dalam jabatan pelayanan dan karunia yang Tuhan percayakan. Misalnya Tuhan percayakan jabatan pelayanan pemain musik tetapi mau tampil berkhotbah.

Ø  Melayani Tuhan dengan tujuan untuk memperoleh kekayaan jasmani dan hiburan secara daging.
Yang ditonjolkan di babel adalah kekayaan dan hiburan secara jasmani. Jangan melayani untuk menyenangkan keinginan daging.
Wahyu 17:4
Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

Ø  Melayani tetapi dalam dosa kenajiasan. Ini tandanya berada di lembah Akhor.

2.      Lembah Ben-Hinom
Yeremia 7:32
Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,

Lembah Ben-Hinom atau lembah pembunuhan artinya ada kebencian. Kebencian ini jangan kita pertahankan terutama bila ingin melayani Tuhan.

3.      Lembah Bayang-bayang Maut
Mazmur 23:4 (Terjemahan Lama)
Jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku.

Pengertian berada di lembah bayang-bayang maut:
Ø  Tetap mempertahankan dosa dan tidak menyelesaikannya
Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Ø  Tidak memiliki kasih.
I Yohanes 3:14
Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

4.      Lembah Tulang-tulang Kering
Yehezkiel 37:1-3
1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"

Ini adalah kehidupan yang tanpa pengharapan dan pudar semangatnya untuk melayani Tuhan. Kehidupan yang kering rohani itu adalah kehidupan tanpa Firman sehingga tidak pernah dipuaskan dan mencari kepuasan dalam dosa.

Tuhan tidak ingin kita tetap berada di lembah. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali yang Tuhan perintahkan bukan tinggal di lembah tetapi naik ke gunung.
Matius 24:16
maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Orang Yudea ini menunjuk pada orang yang sudah selamat.
Hosea 1:7
Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda."

Sekarang ini kita telah menerima keselamatan tetapi jangan puas sampai di situ, Tuhan perintahkan kita untuk lari ke gunung. Lari berarti tidak berlambat-lambat. Tuhan ingin kita bersegera untuk meningkatkan kerohanian kita, meningkatkan keselamatan sampai sempurna. Untuk meningkatkan kerohanian ini kita harus berjuang sungguh-sungguh sebab seringkali kita tidak sadar kerohanian kita berada di lembah.

Lewat apa kita meningkatkan keselamatan kita sampai sempurna? Dengan masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Pembangunan Tubuh Kristus yang benar di dasari oleh Firman pengajaran dan Firman nubuatan dengan Tuhan Yesus sebagai batu penjuru, itulah kabar Mempelai.

Tuhan mengajak kita untuk meningkatkan kerohanian, ini sama dengan undang Tuhan kepada kita untuk masuk ke pesta nikah Anak Domba Allah sampai masuk kota Yerusalem baru.
Hagai 1:8
Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Bangsa kafir sebenarnya tidak layak untuk masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus sebab kita hanyalah batu yang mati. Tetapi karena Tuhan Yesus telah mati bagi kita maka kita bangsa kafir bisa menjadi batu yang hidup dan boleh masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
I Petrus 2:5-7,9-10
5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Kita bisa dilayakan untuk masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus hanya oleh karena Korban Kristus. Hargai Korban Kristus yang adalah kemurahan Tuhan bagi kita oleh sebab itu jangan sampai ibadah dan pelayanan kita dijadikan murahan dalam artinya melayani dan beribadah sesuka hati kita.

Hagai 1:1-4
1 Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
2 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!"
3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?

Sebenarnya korban Kristus telah melayakan kita untuk beribadah dan melayani Tuhan tetapi tidak jarang kita malah di tawan oleh raja Darius. Artinya jangan sampai kita ditawan oleh kesibukan secara jasmani sehingga menghalangi kita untuk beribadah dan melayani Tuhan. Kalau tertawan ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu membelot atau dibunuh. Membelot artinya berbalik melawan pengajaran, dibunuh artinya kerohaniannya mati. Oleh sebab itu jangan biasakan diri tidak beribadah.

Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bukti orang yang tertawan adalah:
Ø  Tidak setia dan tidak berkobar dalam ibadah dan pelayanan. Hati tidak berkobar lagi terutama saat mendengarkan Firman Tuhan. Contohnya tidak berkobar lagi merasa sudah tahu apa yang disampaikan sebab pernah mendengar sebelumnya.
Ø  Suka menunda-nunda waktu untuk perkara yang rohani.
Hagai 1:2
"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!"

Kalau suka menunda-nunda waktu maka tidak akan mencapai kesempurnaan, bahkan bisa kehilangan keselamatan. Sama seperti Lot dan keluarganya yang suka menunda-nunda waktu akhirnya bukan hanya tidak bisa sempurna tetapi kehilangan keselamatan dan binasa.

Akibat suka menunda waktu adalah rohani runtuh tidak bisa terbangun.
Hagai 1:4
"Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Bila rohani runtuh maka jasmani juga ikut runtuh. Segala jerih payah dan usaha menjadi sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa.
Hagai 1:6
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!

Hagai 1:10-11
10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,
11 dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."
Gandum menunjuk pada Firman, anggur menunjuk pada kasih dan minyak menununjuk pada Roh Kudus. Rohani runtuh berarti tanpa Firman, Kasih dan Roh Kudus. Inilah kehidupan yang kosong. Bila rumah itu kosong maka yang masuk adalah tujuh roh jahat.

Biarlah kita masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang dibina oleh pengajaran yang benar, prakteknya adalah dengan masuk dalam penggembalaan.

Bagaimana sikap kita berada dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
1.      Semangat dalam melayani Tuhan
Hagai 1:14
TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

Semangat yang benar didorong oleh Firman, bukan semangat yang dibakar oleh api daging. Jangan kita meninggalkan kasih mula-mula. Kasih mula-mula itu yang terutama adalah semangat dalam mendengarkan Firman Tuhan dan Firman Tuhan ini yang mendorong kita untuk semakin semangat beribadah dan melayani Tuhan.

2.      Kuat dan teguh hati
Hagai 2:4-6
4 Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?
5 Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
6 sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!

Melayani dengan kuat dan teguh hati artinya:
Ø  Berpegang teguh pada Firman pengajaran yang murni. Kita yang sudah menikmati hidup kita dibenahi oleh Firman pengajaran jangan mau diombang ambing oleh pengajaran yang lain.
Ø  Kuat teguh hati menghadapi godaan untuk berbuat dosa sehingga bisa tetap hidup benar dan kudus.
Ø  Kuat teguh hati menghadapi kegoncangan di akhir zaman.
Hagai 2:7
Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;

Bila kuat teguh hati maka bisa kuat meskipun menghadapi kegoncangan langit, bumi dan laut. Kegoncangan di langit adalah kegoncangan yang disebabkan oleh iblis yang tampil dengan roh jahat dan roh najis.
Kegoncangan di bumi adalah kegoncangan yang disebabkan oleh nabi palsu berupa kegoncangan dengan ajaran-ajaran palsu.
Kegoncangan di laut adalah kegoncangan yang disebabkan oleh antikristus itulah kegoncangan dalam bidang ekonomi.

Orang yang tergoncang akan mudah putus asa saat mengalami masalah dan sebaliknya akan mudah bangga dan sombong saat berhasil.

3.      Merobek daging
Hagai 1:8
Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Kayu menunjuk kita manusia daging. Menebang kayu berarti merobek daging. Jangan melayani dengan ambisi itu sama dengan melayani tetapi tidak merobek daging. Tabiat daging yang menonjol di akhir zaman ini adalah egois.
Hagai 1:4
"Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?

Tabiat egois bukan tabiat domba tetapi tabiat kambing. Saat Tuhan datang kedua kali Dia akan memisahkan kambing di sebelah kiri dan domba di sebelah kanan. Apa itu tabiat egois kambing ini?

Ø  Memperoleh berkat jasmani tetapi tidak bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan
Matius 25:33, 41-45
33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Ø  Memperoleh berkat rohani tetapi malah menjadi sandungan
Yehezkiel 34:17-19
17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
18 Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
19 Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?

Sifat egois kambing adalah sudah menerima Firman pengajaran tetapi mengeruhkannya artinya menjadi sandungan sehingga orang lain yang tersandung tidak bisa menerima Firman Pengajaran.

Ø  Memperoleh kepercayaan dalam pelayanan tetapi tidak bertanggung jawab
Yehezkiel 34:21
oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang,

Bila kita mau semangat, setia dan berkobar-kobar terutama untuk mendengar Firman, kuat teguh hati dan mau merobek daging kita maka suatu saat Tuhan akan membawa kita ke gunung yang tinggi menjadi mempelai Wanita Tuhan yang sempurna yang akan disingkirkan saat antikristus berkuasa di bumi. Kemudian kita dibawa masuk dalam kerajaan seribu tahun damai dan sampai dibawa masuk ke dalam kota Yerusalem Baru.


Tuhan Memberkati.