20190430

Kebaktian PA Kitab Yehezkiel, Selasa 30 April 2019 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 11:22-25
11:22 Maka kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan roda-rodanya bergerak bersama-sama dengan mereka, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka.
11:23 Lalu kemuliaan TUHAN naik ke atas dari tengah-tengah kota dan hinggap di atas gunung yang di sebelah timur kota.
11:24 Dan Roh itu mengangkat aku dan membawa aku kembali di dalam penglihatan yang dari Roh Allah ke negeri Kasdim kepada para buangan. Lalu menghilanglah penglihatan yang kulihat itu dari padaku
11:25 dan aku sampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.

Upaya Tuhan untuk mengembalikan Israel ke tanahNya Tuhan, dinubuatkan lewat pasal ini dan ini nubuatan bagi kita gereja Tuhan.

Setelah penyampaian Firman utuh diterima oleh Yehezkiel, maka selesailah tugas yang disebutkan di dalam ayat 22, kemudian kemuliaan Allah naik dan ini perlu kita perhatikan bagaimana menyikapi. Sebab jika Firman selesai disampaikan dan oleh tugas hamba Tuhan ini dia sampaikan secara utuh kepada umat Tuhan, bahkan sebelum Firman itu diteruskan kepada umat Tuhan ada perkataan disebut kemuliaan Allah itu naik.
Mazmur 79:9
79:9 Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Jadi, jika kita umat Tuhan, kami hamba Tuhan menyadari bahwa itu kemuliaan, jangan sampai hilang dari diri kita. Ini pelajaran bagi saya, jika kita takut ditinggal oleh Tuhan, atau dicabut Tuhan kemuliaan dalam diri kita maka harus ada seruan yang serius dari hati kita, mohon pertolongan yang ada hubungannya dengan kemuliaan nama Tuhan dan ada pemberesan dosa. Tidak mungkin kemuliaan itu  ada bersama jika dosa ada di dalamnya, tidak ada keinginan untuk dilepaskan, tidak ada ikhtiar untuk dibersihkan, maka akhirnya kemuliaan Allah itu diangkat.

Ingat dalam Alkitab ada bangsa dari timur disebut mulut besar, untuk menelan kita, dia mengancam kita untuk merebut kemuliaan yang kita miliki dengan mulutnya yang besar, maka ada cara untuk menghadapinya.
Yesaya 9:11
9:11 Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

Kemuliaan Allah itu ada pada Yehezkiel dan Yehezkiel pergi pada orang buangan, kemuliaan Allah itu seharusnya ikut serta, dan ini memang janji Tuhan kepada orang Israel, tetapi ada bangsa dari Timur, Aram mulut besar.

Israel menghadapi Aram ini ada intrik-intrik khusus, tapi itupun datang dari seorang pemimpin. Kalau seorang pemimpin tidak merasa kemuliaan ini terancam dengan si mulut besar yang siap menelan ini, dia leha-leha/ santai-santai saja. Tapi jika seorang pemimpin melihat kemuliaan gereja sirna ditelan oleh mulut besar ini, dia akan berupaya untuk mencari solusi/jalan keluar, dia tidak akan bermasa bodoh, dia harus punya gagasan untuk mengupayakan kira-kira di mana akan mendapat pertolongan ini. Sekarang ini dapat dikatakan kemuliaan Allah hampir tidak nampak lagi dalam gereja Tuhan, sebab sudah tertelan oleh Aram. Aram artinya kekuatan, ibu kotanya Damsyik artinya kegiatan. Kekuatan yang sedang giat-giatnya itu yang dihadapi oleh gereja Tuhan, tapi gereja Tuhan santai-santai, lebih sial lagi kalau kami hamba Tuhan santai-santai.

Aram itu ada di Afek, Afek = puncak. Kegiatan mereka akan mencapai pada kekuatan yang puncak. Makanya pemimpin yang bernama Yoas mengerti menghadapi Aram simulut besar dari Timur ini. karena ia mau menelan, menghabiskan kemuliaan gereja Tuhan. Gereja Tuhan pelan-pelan sekarang dikupas oleh Aram, dikupas oleh dunia,  sebab tanpa sadar gereja Tuhan sendiri yang mengupas kemuliaan Allah dan diganti dengan kemuliaan dunia. dalam berbagai macam komunitas gereja Tuhan, baik dalam liturgy-liturgi ibadah, bukan lagi perkara Firman yang diutamakan, tetapi kemolekkan dunia masuk dalam gereja. Sadar atau tidak sadar itulah pekerjaan mulut besar Aram dan sekarang sudah mencapai puncaknya.

Saya memperhatikan ini jangan sampai jemaat GPT Kristus Penebus Tentena kehilangan kemuliaan, jangan menghadirkan yang duniawi di dalam gereja. Memang kelihatan marak, kelihatannya diminati banyak orang, orang cenderung memuja memuji seperti itu tapi itu kemuliaan dunia. Ada dua kemuliaan :
1.      Kemuliaan Allah → kekal selama-lamanya
2.      Kemuliaan dunia → fana
Tetapi yang fana ini karena langsung menyentuh daging, menyentuh kehidupan kita, kita anggap itu yang lebih molek dari pada kemuliaan Allah, sehingga izinkan Aram simulut besar itu menelan kita.

Alangkah sialnya kalau kita sudah ada di dalam tatanan pola ibadah sorga yang Allah beri, kemudian kita ganti dengan yang lain atau keluar dari situ. Mungkin secara komunitas tidak keluar, tapi satu atau dua pribadi keluar cari ibadah yang model seperti itu, kasihan nanti, tidak akan mencapai shekina Glory, karena shekina glory hadir dalam persekutuan peti dan tutup peti. Jadi, untuk membawa kita pada kemuliaan kekal yang tak ada taranya itu, kita harus dibangun dulu untuk menjadi peti untuk menerima tutup peti, baru shekina glory/ kemuliaan Allah turun.

Ini yang menjadi keperihatinan saya pribadi, jangan sampai saya kehilangan kemuliaan, jangan sampai dicabut pemakaian Tuhan kepada kami hamba Tuhan, sehingga tidak ada lagi pembukaan rahasia Firman Allah, itu lebih berbahaya. Oleh sebab itu mari kita gereja Tuhan bagaimana menghadapi ini, tentu lewat prakarsa dari seorang pemimpin yang harus mengetahui solusi menghadapi hal ini. 

Kisah menghadapi simulut besar:
2 Raja-raja 13:14-18
13:14 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
13:15 Berkatalah Elisa kepadanya: "Ambillah busur dan anak-anak panah!" Lalu diambillah busur dan anak-anak panah.
13:16 Berkatalah ia kepada raja Israel: "Tariklah busurmu!" Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja,
13:17 serta berkata: "Bukalah jendela yang di sebelah timur!" Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."
13:18 Sesudah itu berkatalah ia: "Ambillah anak-anak panah itu!" Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: "Pukulkanlah itu ke tanah!" Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti.
13:19 Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram."

Elisa sakit dan akhirnya meninggal. Ini menunjuk karena Elisa ada Firman dan Roh kudus, berarti menubuatkan menjelang Firman dan Roh diangkat oleh Tuhan, penyingkiran gereja sudah dekat. Tetapi kita berhadapan dengan simulut besar. Nah bagaimana kita menyikapi ini, perlu kita perhatikan.

Aram ini dari Timur, zamannya Gideon orang dari Timur ini bergabung bersama Amalek, Midian menghantam Israel. Ini yang kadang mengganggu kita sehingga kalau tidak sadar kita galakkan itu maka kita kehilangan kemuliaan.

Midian artinya berbantah-bantah, jadi kalau di dalam kehidupan gereja Tuhan hanya roh berbantah-bantah, rumah tangga nikah berbantah-bantah, itu berarti dihantam oleh Midian. Kemudian ada Amalek, ini bangsa yang suka berperang dan selalu persoalan daging yang diutamakan. Kemudian Aram, orang timur ini terkenal dengan sihir dan itu bermuara ke babel. Sihir itu secara luar kelihatan berubah tetapi karakter tidak berubah, hanya ganti-ganti kemasan seperti barang, contohnya cokelat kemasannya diganti tapi isinya tetap cokelat.

Sebabnya Yoas tahu bagaimana menghadapinya, ini bukan hanya sekedar kita dengar tapi seharusnya dipraktekkan dalam kehidupan kita, jangan mendirikan trio: Midian, Amalek, orang dari timur.

Yoas mengucapkan hal ini :
"Bapaku, bapaku!, Sebab ia memposisikan diri sebagai anak dan mustahil Bapa tidak akan bela atau perhitungkan seruan anakNya yang mengalami tantangan yang berat.

“Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" , karena dia menghadapi peperangan yang besar, berhadapan dengan Aram simulut besar.

Elisa tahu solusi untuk menolong dia hanya busur dan anak panah yaitu Alkitab dan ayat-ayat di dalamnya. Untuk menghadapi simulut besar ini butuh Firman sepenuhnya.

Banyak kali anak Tuhan, hamba Tuhan begitu sudah tahu busur dan anak panah, tidak butuh lagi tangan hamba Tuhan untuk menuntun, sebab merasa sudah tahu Firman dari Kejadian sampai Wahyu. Kita tidak boleh jalan sendiri, harus disertai tangan hamba Tuhan sebab kita menghadapi Aram, dunia berusaha kupas kemuliaan Allah dalam gereja, bahkan pelaku-pelaku yang mengupas adalah pelayan-pelayan sendiri, ini gawat.     

"Bukalah jendela yang di sebelah timur!" puncaknya dosa Aram sekarang, sebab Aram adalah kekuatan, ibu kotanya Damsyik, artinya kegiatan dan kejadian ini ada di Afek, artinya: puncak, jadi puncak kekuatan kegiatan Aram benar-benar dihadapi gereja Tuhan sekarang ini.

“Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti.” Ini batas upaya umat Tuhan yang akhirnya tidak menghargai tangan pelayanan hamba Tuhan.

“Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali!”. Ternyata butuh tuntunan ini karena ada yang harus dia tambah, kalau tidak ada tuntunan tangan hamba Tuhan, dia pikir sudah selesai, sudah lempar anak panah, ambil anak panah dan pukul 3 kali di tanah.

Jika hanya pukul 3 kali, berkatnya hanya sampai pada pencelikkan mata, itu baru start. Tetapi harus pukul 5 atau 6 kali, berarti sudah hari yang ke enam, terciptanya sepasang mempelai, itu tujuan ayat-ayat Firman Allah harus memukul/mencambuk kita sehingga bisa mencapai 2 jadi 1. Kalau hanya pukul 3 kali, melek mata/mata terbuka itu baru start. Makanya kalau kita baca pada Lukas 24, pencelikkan mata itu sudah baik tapi ada resikonya berjalan malam hari menuju ke Yerusalem, pencelikkan mata sudah benar tapi kita harus menerobos kegelapan malam, artinya lawan dosa untuk mencapai Yerusalem.

Kadang kita sudah puas sudah celik mata karena kegerakan Firman. Sekarang mata Bileam dibuka melihat malaikat Tuhan dengan pedang terhunus di tanganNya. Pencelikkan mata itu belum ruas jalan terakhir.
Bilangan 22:28-32
22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."
22:30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak."
22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: "Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

Kita berhadapan dengan Aram, tapi seringkali kita anggap biasa-biasa saja/ santai-santai saja dan tidak pernah menyadari bahwa apa yang kita lakukan berseberangan dengan Tuhan. Sadarlah umat Tuhan yang hidup pada akhir zaman ini.

Yoas berkata “Bapaku, Bapaku” ini adalah pertalian kasih antara Bapa dan anak dan juga menunjukkan Bapa peduli terhadap anak, seperti 2 Korintus 12:14 yang bertanggung jawab kepada anak adalah Bapa. Rasul Paulus berkata dia bagaikan Bapa.
2 Korintus 12:14,13
12:14 Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya.
12:13 Sebab dalam hal manakah kamu dikebelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dari pada dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini!

Jadi orang tua di sini celik mata, dalam ayat 13 Paulus minta maaf dan orang Korintus juga matanya terbuka.

Kita lihat kegiatan Aram yang puncak ini menunjukkan sudah tidak lama Firman dan roh akan diangkat oleh Tuhan. Makin hebat kita disudutkan pertanda Firman dan Roh diangkat. Kalau sinyal ini kita tidak tangkap dan pemimpin juga tidak tangkap maka habislah kita, tapi untung Yoas menangkap.

Dalam Yehezkiel 11 ini menyangkut tanahnya Tuhan. Di dalam Yeremia 2:7 tanah Tuhan ini sudah dinajiskan oleh Israel. Allah bawa mereka ke tanahNya Tuhan, tetapi setelah sampai di sana mereka najiskan. Akhir zaman ini juga hebat, tanahNya Tuhan dinajiskan.

Yeremia 2:7
2:7 Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian.

TanahNya Tuhan juga disebut ladang Tuhan.
1 Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Jangan sampai kita sendiri yang menajiskan ladangNya Tuhan, cukup sudah masa lalu kita melakukan seperti Israel, sekarang pemulihan berjalan.

Ada 2 raja dalam Alkitab yang melakukan perbuatan-perbuatan keji di tanah Israel:
1.      Yerobeam
Ia selalu menghadirkan kekejian di tanah Tuhan.
1 Raja-raja 14:24
14:24 Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel.

Jadi, zaman Yerobeam ada pelacuran bakti. Di dalam Yehezkiel 16 juga disebut pelacuran bakti. Bayangkan rusaknya Israel. Kita lihat di sini betapa rusaknya kalau gereja tidak dituntun oleh Firman.

2.      Arab
Ahab dikatakan raja yang paling keji di tengah orang Israel.
1 Raja-raja 21:26
21:26 Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.

Ini gambaran-gambaran yang ada dalam Alkitab, tapi puncaknya nanti dicatat dalam Matius 24 dan Markus 13, dan kita sedang menghadapi puncaknya, kalau kita sekarang tidak segera mencari solusi dan datang pada Elisa, cari Firman dan cari Roh Kudus, maka kekejian yang luar biasa ini kita tidak bisa elakkan.
Matius 24:15
24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --

Puncak kekejian ini sampai di gereja/ tempat kudus, kalau hamba Tuhan tidak waspada, maka bisa menjadi alat dari perkara yang keji ini, kelihatan di belakang mimbar seperti malaikat yang suci tapi sebenarnya orang keji di hadapan Tuhan. Tidak usah kita lihat keyakinan lain, lihat saja dalam orang-orang kristen banyak pelaku-pelaku keji. Kita lihat di mana-mana sekarang banyak pelayan-pelayan Tuhan selingkuh.

Kita sudah berada pada puncak kekejian, hati-hati! Firman dan Roh akan segera diangkat, kita jaga, ini peringatan bagi kita.

Markus 13:14-15
13:14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya -- para pembaca hendaklah memperhatikannya -- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
13:15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

Kita benar-benar berada pada kondisi yang sangat menentukan, jika salah gerak maka habis kemuliaan. Jika hamba Tuhan tidak bergumul dan tidak memperlihatkan gejala-gejala ini maka umat Tuhan berjalan santai-santai saja. Padahal kita ada pada puncaknya kekejian di mana Firman dan Roh akan segera diangkat. Ada mulut besar yang akan telan kita itulah Aram orang dari Timur dan itu juga yang dihadapi oleh Gideon.

Itu sebabnya ketika Gideon menghadapi ini, pada saat-saat yang terakhir ia memohon kepada Tuhan dengan meminta tanda/ penunjuk arah, supaya Tuhan tunjukkan arah yang jelas dan tepat bagaimana menghadapi trio, Midian, Amalek dan orang dari Timur. Tanda yang pertama dia gunting wol, membentangkan di tempat pengirikan, guntingan bulu yang harus basah dan tanahnya tetap kering.
Hakim-hakim 6:36-40
6:36 Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: "Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu,
6:37 maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan."
6:38 Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air.
6:39 Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: "Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun."
6:40 Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.

Dia peras air embun dari guntingan bulu domba itu dan ada secangkir air. Secangkir air menurut Markus dan Matius 10 adalah menunjuk pelayanan yang sukarela, bukan paksa. Dalam Lukas, pelayanan suka damai. Utama dalam nikah/ wilayah kecil.

Kemudian Gideon meminta kembali tanda yang kedua tanah yang harus basah dan guntingan bulu yang kering. Mengapa yang kecil dulu? Itulah nikah, baru keluar. Dalam nikah ada pelayanan yang penuh dengan kasih. Jadi, mulai dalam rumah tangga dulu ada pelayanan bukan karena terpaksa dan dipaksa. Ini kita butuhkan menghadapi trio, salah satu simulut besar ini/ Aram.
Matius 10:40-42
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Jadi, kalau Tuhan sudah tunjuk arah, kita ikuti saja arah itu pasti tidak akan tersesat. Tapi kalau Tuhan tunjuk arah tapi tidak kita jalani maka kita tetap hilang. Terlampau banyak orang-orang yang tidak menyadari lawatan Tuhan, sehingga mengundang bencana, kekejian.

Sekarang ini mari kita perhatikan kemana Tuhan giring kita, pencelikkan mata belum selesai.

Kita harus terobos/tembus kegelapan bukan kegelapan yang mengalahkan kita. Menjelang malam terjadi kegerakan Firman (memecah-mecahkan roti) dan terjadi pencelikkan mata. Ini Pemulihan yang terjadi bagi Kleopas dan istrinya di saat terakhir. Ini nubuatan bagi gereja Tuhan sekarang.
Lukas 24:29-33
24:29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
24:33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.


Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

20190429

Kebaktian Ucapan Syukur, Senin 29 April 2019 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 3:25-30
3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
3:27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Ini adalah pertanyaan kedua kepada Yohanes pembaptis. Pertanyaan pertama orang Yahudi atau petinggi-petinggi agama pada waktu itu dalam :
Yohanes 1:19-23
1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Manusia ini cenderung untuk selalu bertanya dan jika kita bertanya Firman maka yang punya Firman akan memberi jawaban yang pasti. Setiap masalah yang kita hadapi utama saat masuk dalam nikah, jangan malas bertanya kepada Tuhan, jangan malas berlutut di hadapan Tuhan. Hal ini sudah diberi contoh oleh raja Daud, ia adalah pribadi yang suka bertanya kepada ­­Tuhan, setiap menghadapi masalah-masalah kerajaannya, baik masalah nikahnya dan masalah pribadinya, hanya sekali raja Daud tidak bertanya dan itu mengakibatkan bencana besar.
Itu sebabnya jangan kita merasa diri sudah tahu. Bahkan sayapun saya tidak akan berkata saya sudah tahu, sebab saya harus selalu melipatkan lutut di kaki Tuhan ingin tahu kebenaran Firman.     

Itu sebabnya orang-orang ini datang bertanya. Pertanyaan pertama dalam Yohanes 19:21-23, adalah menanyakan apakah Yohanes pembaptis itu nabi yang dijanjikan yang disebut oleh Musa?, dia jawab bukan, apakah dia Mesias itu?, dia jawab bukan, kemudian dia kunci dengan ayat 23 “aku adalah suara yang berseru-seru di padang gurun dan itu ditulis lagi oleh Lukas 3:4-6
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

Berarti pertanyaan yang pertama adalah menunjuk jawaban kehadiran dari Yohanes untuk mempersiapkan umat Tuhan datang kepada Mesias, Yesus Raja yang diurapi. Jadi sasaran nikah kita bukan hanya di dunia ini, mengapa di dalam dunia ini nikah banyak kali kita lihat kontras, banyak gempa bumi/ seismo/ huru-hara/ kekacauan itu adalah gempa bumi di dalam nikah.

Apakah ini yang kita suka hadirkan dalam nikah? kemarin saya sudah tanya sama Luis, gembala tidak mau dengar kalian berkelahi. Luis ngana pendiam seperti papamu, pokoknya jangan sampai gembala mendengar kalian suka berantem.

Gempa bumi yang nyata saja, tanah goyang kita sudah ketakutan, tapi mengapa kita tidak takut menghadirkan gempa bumi dalam nikah, bukan itu maksud Allah menciptakan sepasang suami istri, dan kalau toh itu ada, segera rendahkan diri di hadapan Tuhan, mohon campur tangan Tuhan, perlindungan kepada kita.

Sebabnya kita lihat di sini pertanyaan yang pertama, dia berkata aku suara yang berseru-seru di padang gurun,  untuk meluruskan lorong-lorong/ luruskan jalan Tuhan. Mengapa hal itu disampaikan dan ditekankan oleh Tuhan untuk meluruskan lorong? Karena dalam Pengkhotbah 10:3 lorong itu tempat jalannya orang bodoh. Jadi kalau kisruh dalam nikah dan tidak cepat diluruskan itu menghadirkan kebodohan. Berkata orang itu bodoh, dia ukur orang lain seperti dirinya sendiri yang bodoh.
Pengkhotbah 10:2-3
10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.
10:3 Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu bodoh!"

Makanya suara Yohanes yang berseru-seru ini untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, yang bengkok itu diluruskan. Itu sebabnya dalam gereja Tuhan mengapa kita menghadirkan kebodohan? Paling takut saya jika merestui kebodohan, justru dilegalkan kebodohan yaitu mengizinkan perceraian. Sejak anda masuk di dalam penggembalaan saya tidak akan buat saudara tenang dengan dosamu. Sebab Tuhan menanti kita. Jika ditunjuk oleh Tuhan kesalahanmu, sambut dengan rendah hati. Makanya kita datang dalam keadaan rusak akan diperbaiki oleh Firman. Ada Yohanes/ hamba Tuhan sahabat Allah yang akan meluruskan lorong-lorong yang dipakai oleh Tuhan.

Yang kedua yang perlu dibenahi yaitu berlekuk-lekuk, ini juga disebut dalam Lukas 3. Apa suasana jalan yang berlekuk-lekuk? Kita harus lihat jawabannya lewat Firman Allah. Jalan yang berlekuk-lekuk itu suasananya gelap. Kalau kita menghadirkan gelap dalam rumah tangga, suami atau istri selingkuh itu gelap dan itu jalan yang berlekuk-lekuk yang harus ditambal.
Yesaya 42:16
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.

Jalan berlekuk-lekuk itu yang akan dibenahi oleh Tuhan karena itu dijalani oleh orang gelap. Makanya kegelapan-kegelapan jangan kita hadirkan dalam rumah tangga, berarti kita tidak setuju hamba Tuhan untuk menambal jalan-jalan itu. Coba kalau saudara berjalan, ini saja jalan di Buyumpondoli sudah banyak yang berlubang saudara pasti menggerutu, tapi coba kalau jalan yang mulus saudara tasono dalam mobil. Makanya Allah tidak rela kita berjalan harus terantuk-antuk, Dia mau kita berjalan di jalan yang mulus, makanya Dia tampil sebagai terang. Yohanes juga datang sebagai terang, tetapi sayang orang Yahudi hanya mau menikmati sesaat saja.

Olehnya kita gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini kemana kita sebenarnya diarahkan oleh Tuhan, kemana tugas tanggung jawab kami sebagai pelayan Tuhan mengiring jemaat, apakah kita bicara sorga dan neraka?, terlalu dangkal, semua agama bicara sorga dan neraka. Tetapi arah perjalanan yang harus hamba Tuhan arahkan agar jemaat menjadi mempelai atau menjadi istri Anak Domba Allah.
Wahyu 19:7
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Makanya ketika pertanyaan yang pertama dikaitkan dengan pelepasan tali kasut, versi yang satu kerendahan hati, kita akan lihat dari versi yang lain. Tali kasut hubungannya dengan pekerjaan penebusan dari Mempelai Laki-laki Sorga.
Rut 4:7-8
4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

Ketika pertanyaan pertama dan diangkat oleh Yohanes bahwa ia tidak layak melepas tali kasut. Memang kita tidak boleh melepas arti penebusan, hanya Yesus yang menebus kita. Sekaligus penebusan itu tampil Boas sebagai Mempelai Laki-laki bagi Rut. Gambarannya Yesus bagi gereja Tuhan.
Lukas 1:27
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."

Boas artinya di dalam dia ada kuat kuasa Allah. Rut bangsa Moab gambaran kita bangsa kafir yang mau direkrut oleh Tuhan untuk menjadi mempelai perempuan bagi Boas/ nubuatan isteriNya Yesus Tuhan dan juruselamat kita, menjadi tubuh/mempelai wanitaNya, sehingga tidak akan ditinggal oleh Tuhan masa 3.5, Ia tidak akan izinkan mempelai wanitaNya dianiaya oleh antikrist. Ini tujuan gereja Tuhan.
                                   
Gembala sudah berikan wanti-wanti kepada calon kedua mempelai, gembala selalu berdoa, sebab itu jangan sakiti hati hamba Tuhan, seperti dalam :
Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Perhatikan, jangan melepaskan pekerjaan penebusan Tuhan, sebab itu sama dengan kita terpisah dengan Kepala/ Mempelai Laki-laki sorga.

Dalam pertanyaan kedua ini, Yohanes terang-terangan menyebut Yesus Mempelai Laki-laki sorga dan hatinya begitu sukacita mendengar suara Yesus, walaupun statusnya hanya sebagai sahabat.
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Ketika Yohanes dalam keadaan bayi usia 6 bulan, Maria bersama Yesus dalam kandungan, menyampaikan salam dan bayi Yohanes pembaptis langsung melonjak-lonjak kegirangan karena mendengar suara Mempelai. Setelah ia di lapangan dalam pelayanan sudah 30 tahun lebih, ketika ia jumpa dengan Yesus, bukan hanya melonjak kegirangan tapi sukacitanya penuh. Sayangnya jika kita dicalonkan untuk menjadi mempelai wanita/istri Anak Domba Allah kok tidak senang mendengar suara Mempelai, bahkan dihina, ini kesalahan fatal di dalam banyak gereja.

Yohanes sebagai sahabat saja sudah bersukacita dan memang ia tahu tugasnya untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan.
Yohanes 15:15
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Ini tanggung jawab kami untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan, dari antara bangsa kafir, bagaikan Rut bangsa Moab.
Kisah Rasul 15:14
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.

Setiap ada hal-hal yang terjadi dalam diri kita, tanyakan pada Tuhan jalan keluarnya.

Setelah Yesus ditampilkan sebagai Mempelai Pria Sorga, dalam Wahyu 19:6-7 akan digelar pesta nikah Anak Domba Allah, ini dihubungkan dengan status Raja, tidak hanya sekedar Anak Domba. Kemudian di dalam Wahyu 11:15-18, Raja yang diurapi, inilah yang akan dilawan oleh dunia. Pemazmur sudah mengatakan mengapa rusuh bangsa-bangsa? Karena mereka melawan Raja yang diurapi.
Mazmur 2:1-2
2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:

Dan ini dilihat oleh Yohanes di pulau Patmos.bahwa ketika Yesus siap untuk masuk dalam pemerintahan sebagai Raja yang diurapi, maka bangsa-bangsa mulai berulah untuk melawan Dia. Wahyu11:18 bangsa-bangsa melawan Dia dan pasal yang sama Tuhan binasakan habis semua.

Itu sebabnya berbahagia kita miliki Yesus Raja di atas segala raja, yang diurapi. Walaupun dunia tidak mau menerimanya, walaupun ada yang tidak respon Dia sebagai Raja yang diurapi, tidak akan kurang satu mili pun keabsahan dari Tuhan. Jangan berulah, sebab apa yang Tuhan katakan ini sesuatu yang sangat riskan, jika kita tidak menghayatinya, mengundang bencana.

Pekerjaan Yohanes pembaptis:
Lukas 3:4
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:4 seperti yang tersurat di dalam kitab Nabi Yesaya, bunyinya, "Suara orang yang berseru-seru di padang belantara: Sediakanlah jalan Tuhan, dan luruskanlah lorong-lorong-Nya. (TL)

Jika tidak mau diluruskan lorong, artinya nikah kita tidak mau dibenahi maka ada seruan nanti “wahai, wahai, celaka, celaka”. Kata wahai adalah cetusan hati dari seorang kekasih kepada sahabatnya yang sudah diberitahu tetapi sahabat itu tidak mau peduli. Ini jangan terjadi dalam hidup kita.
Amos 5:16
5:16 Sesungguhnya, beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Tuhanku: "Di segala tanah lapang akan ada ratapan dan di segala lorong orang akan berkata: Wahai! Wahai! Petani dipanggil untuk berkabung dan orang-orang yang pandai meratap untuk mengadakan ratapan.

Kalau gereja Tuhan mempermainkan nikah maka ancaman kata wahai ini akan kena nanti. Ketika burung nazar terbang di tengah langit, dia akan berteriak wai, wai masih ada bencana yang akan menimpa dunia.
Wahyu 8:13
8:13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."
8:13 Maka aku tampak serta aku dengar seekor burung nasar terbang di tengah langit mengatakan dengan suara besar, "Wai, wai, wai atas segala orang yang duduk di atas bumi dari sebab bunyi sangkakala yang lain lagi, yaitu daripada ketiga malaekat yang akan meniupnya kelak." (TL)

Di akhir zaman ini gembala tidak berkhotbah mengelus-elus, tapi saya sebagai hamba Tuhan menunjukkan apa selera Tuhan dalam kehidupan kita. Jika kita salah, ada Ilham Tuhan untuk mengajar kita, tulisan yang dinafasi oleh Allah/theopneutos, tugas pertama mengajar, yang kedua menunjuk kesalahan, jika kita tidak mau ditunjuk kesalahan itu sama dengan menolak ilham Allah, menolak nafas Allah = menolak kehidupan. Point yang ketiga memperbaiki kelakuan, keempat mendidik kita dalam kebenaran supaya kita ada pada langit dan bumi  yang baru.
2 Petrus 3:13
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Firman Allah adalah nafasnya Tuhan, kalau kita tolak nafas Tuhan, berarti siap untuk mati selama-lamanya dalam api neraka.

Jangan kita mengulangi sandiwara usang, jangan kita ambil lagi kain lara, pakailah busana mempelai.
Wahyu 19:6-8
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Bahasa yang berkumandang hanya kata haleluya, berarti kita mengkaitkan diri dengan sorga.

Busana untuk mempelai iblis Wahyu 18:16, ini kontras, asesorisnya luar biasa, seperti toko emas berjalan.
Wahyu 18:16
18:16 mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."

Tuhan katakan balaskan dua kali ganda dalam tempo satu jam, sebab babel tidak menghargai dua menjadi satu. Maka dibalas 2 jadi 1 tetapi hukuman.

Kita umat Tuhan kalau menghargai dua jadi satu, maka suasana sorga menjadi bahagian kita. Tetapi kalau babel bangga dengan kekayaan dan asesorisnya, tetapi mempelai wanita untuk Yesus, sederhana tapi berkilau-kilauan, ada pantulan dari dalam keluar. Mempelai wanita untuk iblis cuma disebut kain lenan tidak berkilau-kilauan karena di dalamnya memang ambruadul. Tetapi gereja Tuhan yang punya busana ada tindakan-tindakan yang indah di hadapan Tuhan dalam rumah tangga, menggunakan busana mempelai, siap masuk dalam pelaminan, mahligai.

Kemana kita melangkah di hari-hari terakhir ini? Apakah kita hanya sekedar kumpul-kumpul saja tanpa arah yang jelas?. Kami sebagai hamba Tuhan punya tanggung jawab rohani bagaimana untuk membangun gereja Tuhan lewat kekuatan Firman pengajaran, Roh kudus dan kasih Allah, maka gereja Tuhan pasti terbangun jika kita memperhatikan penampilan Firman pengajaran di tengah-tengah kita.

Sekali lagi gembala sudah kasih ultimatum pada Luis, gembala tidak mau dengar si Murni berteriak pulangkan aku pada orang tuaku. Jika ada masalah dalam rumah tangga bertanya pada Tuhan jalan keluarnya. Seperti raja Daud selalu bertanya. Ketika Saul dan Yonatan sudah dibunuh oleh orang Filistin. Daud berdoa dan bertanya pada Tuhan, ia mau pergi ke mana, Tuhan jawab Hebron. Berarti ketika hatinya pilu ditinggal oleh sahabatnya, ditinggal oleh ayah mertunya yang kejam, tapi ia tidak membalas, bahkan ia begitu menyanjung dalam nyanyiannya, apalagi Yonatan ia katakan kasihmu melebihi daripada kasih seorang wanita. Jadi, bila segala sesuatu yang dialami nanti, tanya kepada Tuhan, dan sore ini sudah dijawab lari ke Hebron pergi ke persekutuan yang benar, semua selesai.

Hebron artinya persekutuan, tetapi awas Yesaya 30:1
30:1 Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,

Segala masalah kita hadapi di dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dsb, jangan lupa bertanya kepada Tuhan. Jesus is the answer.
Tuhan memberkati.




JADWAL IBADAH
Rabu   :           Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu  :           Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00
 

























GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477