20230226

Kebaktian Kaum Muda, Minggu 26 Februari 2023 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Keluaran 14:6-9

14:6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.

14:7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.

14:8 Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.

14:9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.

 

Di sini bangsa Israel yang sudah keluar dari Mesir dikejar oleh Firaun dengan pasukannya, 600 kereta dan perwira. Firaun dengan kereta dan perwira menunjuk trio setan. Setan di udara dengan roh jahat dan roh najis, nabi palsu dengan roh dusta dan ajaran palsunya, antikristus dengan roh hujat, kebencian dan kekuatan uang. Bagi kita sekarang inilah yang menghambat laju pertumbuhan rohani kita. Kita sudah percaya Yesus, bertobat, lahir baru, tergembala, mau dibawa pada kesempurnaan. Setan tidak mau biarkan, dia mau hambat, dia terus halangi supaya kita tidak mencapai kesempurnaan. Setan menghambat laju pertumbuhan rohani kita lewat menebar badai maut. Kalau Firaun mencapai orang Israel pasti akan dia bunuh.

 

Ada 2 macam maut secara rohani:

1.      Dosa yang mau mematikan rohani kita. Tadinya rohaninya sudah bertumbuh, sudah melayani, tetapi dihantam oleh dosa sehingga gugur. Banyak kaum muda gugur dalam pelayanan karena dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, dosa seks dengan berbagai ragamnya. Apalagi masa muda itu adalah masa kuatnya daging, kalau tidak hati-hati dosa mengintip dan menjatuhkan kita. Di sekolah kita mau hidup benar dan suci malah teman-teman ejek sok alim, pendeta datang, biarkan saja. Yang penting kita tetap bertahan dalam kebenaran dan kesucian.

 

Dalam pekerjaan juga banyak godaannya. Saya dulu waktu bekerja sudah lepas dari rokok, tetapi ditawari terus. Kita ini diperhadapkan dengan dosa, apalagi sekarang ditunjang dengan kecanggihan teknologi. Kita sebenarnya tidak mau lihat, tiba-tiba muncul iklannya, ada linknya, iseng-iseng dibuka akhirnya masuk. Setan di udara terus berupaya dengan roh jahat dan roh najis. Makanya udara yang kita hirup itu sudah tercemar dengan roh jahat dan roh najis. Di kamar ada oksigen kita hirup, di mana saja, di kebun, di hutan semua ada udara. Di tempat kerja ada udara, ada roh jahat dan roh najis di situ, dosa mengintip. Begitu masuk dosa membuat sakit rohani sampai mati rohani.

 

2.      Ajaran-ajaran palsu. Hati-hati dengan ajaran palsu, apalagi di internet bertebaran khotbah dari pendeta A sampai Z. Hati-hati, harus jeli, jangan sembarangan. Mungkin berkata saya tidak nonton yang najis-najis, saya nonton khotbah, tetapi yang sudah lain ajarannya. Itu membuat rohani lemah, sakit dan mati.

 

Maut ini menerpa manusia daging. Coba raba, kita semua ini punya daging. Sebab itu supaya kita tidak dihantam oleh badai maut ini, maka daging ini harus dirobek lewat doa penyembahan. Mari kaum muda banyak menyembah. Di mana-mana ada dosa, ada ajaran palsu, penyesatan terjadi di mana-mana. Dalam Matius pasal 24 ada 4 kali disebutkan menyesatkan. 4 itu menunjuk 4 penjuru bumi, utara, timur, barat, selatan, di situ ada ajaran palsu, di situ ada dosa.

 

Apalagi masa muda masa kuatnya daging, ayo robek lewat doa penyembahan, kita banyak menyembah Tuhan. Dari pada tiktok, yutub, facebook lebih baik menyembah Tuhan. Tuhan minta 1 jam 1 hari. Kalau ada doa puasa di gereja ayo ikut, ada doa semalaman ikut tidak akan kurang darah. Kalau kaum muda masih banyak darahnya.

 

Puncak amukan setan atau puncak amarah dari setan adalah aniaya antikristus. Tetapi saat itu kita yang mau merobek daging telah sempurna dan sudah disingkirkan. Dia cari di manapun tidak dia dapat, antikristus tidak bisa melihat kita sebab kita disembunyikan oleh Tuhan.

Wahyu 12:12-14

12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Wahyu 12:14 (Terjemahan Lama)

12:14  Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

 

Kalau orang yang tidak mau merobek daging, dia mau lari kemanapun akan didapat oleh antikristus. Semua kecanggihan teknologi yang kita miliki ini mengarah kepada antikristus. Mau sembunyi di mana, bisa dilacak oleh antikristus. Tetapi kita yang sudah merobek daging, diubahkan dan disempurnakan, diluputkan dari antikristus jauh dari mata antikristus.

 

Siapa yang masuk aniaya antikristus.

Wahyu 12:17

12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

 

Ini gereja Tuhan yang tidak tersingkir. Yang masuk antikristus adalah orang Kristen yang memiliki Firman (meja roti sajian), memiliki kesaksian Yesus (pelita emas) tetapi tidak ada doa penyembahan (mezbah dupa emas). Kita punya Firman yang didengar di gereja dalam setiap ibadah, juga ada kesaksian. Tetapi kalau tidak ada penyembahan, ketinggalan. Sekalipun menyembah tetapi tidak mencapai ukuran penyembahan juga akan tertinggal. Tetapi orang yang masuk aniaya antikristus masih diberikan kemurahan untuk bisa masuk kerajaan 1000 tahun damai. Apa kemurahan Tuhan? Dia dianiaya, dirobek dagingnya dalam arti sesungguhnya sampai dipancung. Kalau dia tetap bertahan hanya menyembah Tuhan, tidak mau menyembah antikristus sampai dipancung, maka dia dibangkitkan masuk kerajaan 1000 tahun damai. Tetapi jangan malah berpikir ada kemurahan, kalau begitu tidak apa-apa sekarang main game saja, tiktok saja, main-main, nonton saja, tidak usah ibadah, tidak usah menyembah, nanti aniaya antikristus baru bayar semua, dirobek-robek semua sampai dipancung. Dianiaya 1 menit saja sudah menderita apalagi kalau dianiaya 3,5 tahun. Siapa yang bisa mampu! Sebab itu mulai dari sekarang kita banyak memperhatikan leher dalam arti yang rohani. Apa prakteknya?

1.      Amsal 23:2-4

23:2 Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

23:3 Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.

23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.

 

Praktek pertama taruh pisau pada leher. Artinya mau menerima penyucian oleh ketajaman Firman pengajaran yang benar. Supaya kita luput dari aniaya antikristus lebih baik sekarang di leher kita taruh pisau, ada penyucian lewat ketajaman pedang Firman pengajaran yang benar. Apa yang disucikan?

a)      Disucikan dari dosa makan minum yaitu rokok, minuman keras, narkoba. Taruh pedang di lehar. Pasangan dosa makan minum adalah dosa kawin mengawinkan, dosa seks. Jaga masa pacaran, jaga juga masa tunangan. Walaupun sudah tunangan, sudah mau menikah, dijaga jangan sampai kebablasan. Kasih yang sejati itu berasal dari kesucian. Jadi kalau masa pacaran sudah minta yang najis-najis itu bukan kasih! kasih yang benar berasal dari kesucian.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Mengalami penyucian dulu baru bisa mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, kasih kepada sesama. Masa pacaran taruh pisau di leher supaya mengalami penyucian supaya ada kasih yang tulus ikhlas. Kalau masih dalam masa pacaran suka lakukan yang najis-najis, masuk nikah jadi tawar, dingin semuanya. Nikah itu menjadi tempat pelampiasan hawa nafsu daging, bukan tempatnya kasih.

 

b)      Jangan ingin kaya. Berarti disucikan dari dosa keinginan. Bukan berarti kita tidak boleh kaya, om doakan supaya semua kaya. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan utama hidup, mau mengejar yang jasmani. Ini dosa keinginan akan uang. Uangnya tidak salah, tetapi kalau terikat itu yang salah.

I Timotius 6:10

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

Mengejar uang sampai menyimpang dari iman. Kalau sudah menyimpang dari iman itu sudah tidak benar, sudah kikir, serakah, menipu. Termasuk meninggalkan pengajaran yang benar dan ibadah pelayanan untuk dapat perkara yang jasmani. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan jasmani.

 

Kalau disimpulkan, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan itu dosa kenajisan, kemudian dosa ingin uang itu dosa kejahatan. Jadi yang pertama kita harus perhatikan soal leher ini, biarlah kita mengalami penyucian lewat ketajaman Firman pengajaran yang benar untuk disucikan dari dosa kenajisan dan juga dosa kejahatan. Jangan ada! Kaum muda sekolah setinggi-tinginya, dapat gelar dan ijazah, tujuannya apa? Untuk cari uang. Tetapi jangan terikat sehingga jadi kikir, serakah, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.

 

2.      Kidung Agung 4:4

4:4 Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.

 

Yang kedua leher seperti menara Daud, menara jaga = menyembah Tuhan. Sudah mengenal Tuhan, mengalami penyucian lewat Firman, tambah dengan berjaga dan  berdoa, menyembah Tuhan. Ayo banyak berjaga dan berdoa. Kenapa? Sebab kedatangan Yesus seperti pencuri di tengah malam. Kalau kita tahu pencuri akan datang tentu kita berjaga-jaga. Sebentar lagi Tuhan datang. Kalau kita berjaga-jaga maka kita bisa masuk penyingkiran. Tetapi kalau tidak berjaga-jaga tidak akan bisa masuk penyingkiran, pasti ketinggalan.

 

Yesus ajarkan menyembah itu 1 jam.

Markus 14:37-38

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Menyembah cuma 1 jam. Menonton bola berapa lama? 90 menit, tambah lagi perpanjangan waktu. Belum adu pinaltynya. Ayo digalakan, banyak menyembah hari-hari terakhir ini.

 

Kalau kita banyak berdoa, berjaga-jaga dan menyembah, maka kita mengalami 2 hal.

a)      Menara itu tempat menyimpan senjata. Kalau senjata disimpan berarti tanda sudah menang. Jadi dalam doa penyembahan kita mengalami kemenangan. Kemenangan atas musuh-musuh, atas setan tritunggal. Setan itu sumbernya masalah, sumbernya air mata, sumbernya kegagalan. Masalah apapun yang dihadapi ayo kita menyembah Tuhan. Mungkin mau lanjut sekolah tidak ada biaya, banyak menyembah Tuhan pasti ada kemenangan. Mungkin ada dosa yang mengikat dan sulit lepas, ayo menyembah. Belum lepas juga, ayo tambah puasa, pasti menang atas dosa-dosa, air mata, kegagalan. Sudah usaha ini gagal, usaha itu gagal, jangan dulu lanjutkan usaha yang jasmani, menyembah dulu, usaha yang rohani, pasti Tuhan tolong indah pada waktunya.

 

Ini penyembahan:

Filipi 2:11

2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

 

Ini kemenangan:

Filipi 2:10

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

 

Yang di langit itu setan dengan roh jahat dan roh najisnya. Yang di bumi itu nabi palsu, yang di bawah bumi itu antikristus. Kaum muda ini masa kuatnya daging, kalau makan bisa kuat 1 2 piring, malam bisa bergadang, masa berdoa penyembahan tidak bisa.

 

b)      1.000 perisai tergantung pada menara jaga. Artinya kita mengalami perlindungan Tuhan dari panah api si jahat. Musuh kita setan, dia punya senjata jarak jauh, dia tembakan panah api dari jauh. Kita tangkis dengan 1.000 perisai, dengan doa penyembahan.

Efesus 6:16

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

Tangkis panah api si jahat. Panah api si jahat itu dalam bentuk dosa, dia tembak kita tangkis. Panah api si jahat juga pencobaan-pencobaan. Kita tangkis panah api si jahat sehingga kita bisa hidup dalam kesucian dan hidup damai sejahtera. Ada masalah tetapi kita damai menghadapinya, tetap tenang. Siapa di sini yang tidak punya masalah, kita semua punya masalah. Masalah sekolah, jodoh, ekonomi, masa depan. Lihat teman sudah punya kendaraan roda 4, punya rumah, hidupnya mapan, yah sudah tenang, yang penting tetap damai, tetap suci. Orang damai dan suci diberkati oleh Tuhan.

 

Angka 1.000 adalah angka kesucian. Juga menunjuk kerajaan 1.000 tahun damai.

Kejadian 20:16

20:16  Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan."

 

Ayo menyembah, tangkis panah api si jahat. Mungkin dia panah matanya lewat handphone, dia panah telinganya, tetapi kalau menyembah tidak akan tembus panahnya setan. Tidak mungkin kita tidak bergaul, sebagai makhluk sosial pasti bergaul. Tetapi dengan banyak menyembah kita punya perisai iman. Di tempat pekerjaan ada panah api dari setan lewat sesama teman, tidak tembus, kita terlindungi. Di lingkungan sekolah terlindungi, di mana saja terlindungi ,di gereja juga terlindungi. Jangan pikir kalau digereja pasti aman, belum tentu! Setan itu di mana-mana ada. Di sorgapun dia masih naik turun. Ingat kisah Ayub, Tuhan tanya waktu di sorga “hei iblis dari mana kau?”. Sampai di sorga dia ada. Jadi dalam gereja, dalam pergaulan dengan teman gereja di situ ada setan, dia panah. Sebab itu banyak menyembah. Makanya kalau bukan pasangannya janganlah dibonceng-bonceng. Boncenglah yang sesama saja. Sekarang inipun banyak yang lebih senang pada sesama jenis.

 

Kalau kesucian meningkat penyembahan juga pasti meningkat. Sebaliknya kalau kesucian menurun maka penyembahan juga menurun. Kaum muda coba periksa, om juga periksa bagaimana kesucian. Biarlah hari-hari terakhir ini kesucian kita semakin meningkat, penyembahan juga semakin meningkat. Waktu Yesus datang kita terangkat ke angkasa dalam suasana penyembahan menyambut Yesus dengan seruan haleluya.

 

3.      Hidup dalam kasih setia Tuhan.

Amsal 3:3

3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

 

Amsal 3:3 (Terjemahan Lama)

3:3 Janganlah kiranya sifat kemurahan dan setia itu meninggalkan dikau, melainkan kalungkanlah dia pada lehermu, dan suratkanlah dia pada loh hatimu.

 

Hidup dalam kasih setia Tuhan = hidup dalam kebajikan dan kemurahan Tuhan. Yang punya toko, ijazah, punya pekerjaan, ada warisan besar dari orang tua, kita bukan hidup dari itu. Raja Daud itu hebat, kaya, punya kedudukan tetapi dia mengaku hidup dalam kemurahan dan kebaikan Tuhan.

 

Bagaimana praktek hidup dalam kemurahan dan kebajikan Tuhan?

Mazmur 23:1-5

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

 

Jadi praktek hidup dalam kemurahan kebaikan Tuhan adalah tekun tergembala. Daud tidak berkata aku hidup dari kepandaianku, kekayaanku, kedudukanku. Dia mengaku Tuhan adalah Gembalaku, takan kekurangan aku. Yang dia butuhkan adalah gembala. Mari tekun tergembala. Tergembala ini secara online dan secara tatap muka langsung, terserah, yang penting ketekunannya. Tekuni 3 macam ibadah, disitulah kita terlindungi oleh Tuhan. Kita alami kasih setia Tuhan, kebaikan kemurahan Tuhan. Mari tekun dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Jangan sewaktu-waktu dan hanya pada masa-masa tertentu. Dari anak sekolah minggu, masuk usia remaja dan kaum muda, sampai nanti masa tua tetap tekun dalam penggembalaan, masuk kandang penggembalaan. Banyak terjadi waktu sekolah minggu rajin beribadah, begitu sudah remaja, sudah pemuda pemudi dia hilang. Jangan yah seperti itu.

 

Mari tekun tergembala, tekun 3 macam ibadah pokok.

a)      Tekuni ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci (meja roti sajian) di situ kita diberi makan.

b)      Tekuni ibadah raya (pelita emas) di situ kita diberi minum.

c)      Tekuni ibadah doa penyembahan (mezbah dupa emas) kita bernafas.

 

Domba kalau sudah makan, minum, bernafas, semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Sebentar lagi minta kawin, beranak. Berarti ada kesaksian sehingga membawa jiwa datang kepada Tuhan. Ayo kaum muda tekun masuk kandang penggembalaan. Berdoalah supaya ke depan bisa lebih intens lagi ibadah kaum muda. Ayo tekuni itu, bawa jiwa kepada Tuhan.

 

Kalau kita mau tergembala, masuk kandang, makan Firman penggembalaan yaitu dengar-dengaran pada Firman penggembalaan maka ada hasilnya:

a)      Mazmur 69:14

69:14 Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!

 

Kasih setia Tuhan yang besar mampu menolong kita dari segala masalah sampai masalah yang besar bahkan masalah yang sudah mustahil. Sudah tidak mampu, sudah menotok, mau usaha ini usaha itu tidak ada jalan keluar, buntu semua. Orang tua tidak bisa menolong, om tante tidak bisa menolong, teman tidak bisa menolong. Tinggal tergembala, disitu kita menerima kasih setia Tuhan yang besar yang mampu menolong tepat pada waktunya.

 

Mazmur 69:15

69:15 Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam!

 

Kasih setia Tuhan mampu mengangkat kita dari lumpur dosa. Sudah tergembala masih terjebak dalam lumpur. Di dunia ada lumpur isap, kalau bergerak semakin tenggelam. Mungkin sudah dalam lumpur dosa, sulit lepas. Tetapi kalau tergembala masih bisa ditolong. Jadi jangan dihakimi orang yang hidupnya hancur-hancuran dalam dosa. Selama dia masih bisa tergembala, masih bisa mendengar Firman penggembalaan, disitu masih ada tangan kasih sayang Tuhan yang besar yang mampu mengangkat dari lumpur dosa. Dosa itu sudah menghisap, sebentar lagi tenggelam, habis. Tetapi dengan tergembala bisa diangkat. Banyak kesaksian, ada yang sudah hancur-hancuran, tenggelam, bisa diangkat kembali bahkan bisa kembali melayani Tuhan.

 

Sebesar apapun dosa kita, kasih setia Tuhan yang besar mampu menyelesaikannya asalkan kita mau akui. Bangsa Israel sudah digambarkan seperti perempuan pelacur, bisa Tuhan angkat asal mau akui.

Yeremia 3:12

3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.

 

Ini orang sudah murtad, sudah gugur dari iman, masih dipanggil.

 

Yeremia 3:13

3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Sudah tenggelam dalam lumpur dosa mana? Om tidak menghakimi, masing-masing bercermin lihat keadaannya, saya tenggelam dalam dosa ini, dosa itu, ayo Tuhan tunggu. Ada himbauan supaya kita kembali, hanya akui dosa kita. Biar tangan kasih setia Tuhan mengangkat kita kembali dari lumpur dosa, menempatkan kita di atas gunung batu dan bisa melayani Tuhan kembali.

 

Kita bisa kembali tetapi jangan kembali dengan pura-pura.

Yeremia 3:10

3:10 Juga dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN."

 

Orang tua lihat anaknya kembali “puji Tuhan anakku sudah kembali melayani paduan suara, pemain musik dan lain-lain” tetapi pura-pura, munafik. Kalau tidak dilihat orang masih berbuat dosa. Itu sebenarnya masih di lumpur dosa, tetapi pura-pura. Ayo kembali dengan tulus hati, akui sungguh-sungguh. Kalau kita bertekad mengakui semuanya, mau kembali kepada Tuhan, ayo lakukan dengan tulus hati, jangan dengan pura-pura. Kaum muda ini sudah generasi akhir, tidak ada generasi selanjutnya sebab Tuhan sudah mau datang. Ayo biarlah semua dipakai Tuhan. Betapa dahsyatnya seperti anak panah di tangan pahlawan, itulah kaum muda yang dipakai oleh Tuhan. Jiwa-jiwa dituai masuk. Ingat, keledai muda yang dipakai, keledai tua mendampingi. Kalau om ini sebentar lagi sudah jadi keledai tua, kalian yang masih keledai muda, asal jangan jadi keledai bodoh.

 

b)      Mazmur 17:7-8

17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 

Mengalami kasih setia Tuhan yang ajaib yang memelihara dan melindungi kita secara ajaib seperti biji matanya Tuhan. Organ tubuh yang vital pada umumnya ada tulang yang melindungi. Otak ata tengkorak yang melindungi, paru-paru dan jantung ada tulang rusuk melindungi. Mata itu lembut tetapi dipelihara dan dilindungi secara ajaib. Kaca mata ini melindungi tetapi tidak secara ajaib. Mau kaya, mau pandai, mau hebat kita hanya seperti biji mata, lemah. Kalau tidak ada dalam penggembalaan tidak bisa berbuat apa-apa.

 

Kasih setia Tuhan mengubahkan kita secara ajaib, dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Orang tua heran, koq bisa anakku berubah! Ilmu, kepandaian, kekayaan, kedudukan tidak bisa mengubahkan. Bisa berubah itu hanya kasih setia Tuhan. Renungkan dulu hidup kita seperti ini, sekarang bisa diubahkan. Dulu saya hidup dalam lumpur dosa, sekarang bisa berdiri tegak di atas bukit batu korban Kristus, itu sudah kemurahan. Pulang rumah cepat saja itu saja sudah ajaib, orang tua terheran-heran. Kaum muda yang suka pulang rumah telat, orang tua sampai tunggu sambil mengantuk-ngantuk. Mau tidur, mau dikunci kalau pulang nanti gedor-gedor terganggu lagi. Sekarang sudah bisa pulang cepat, itu sudah keubahan hidup. Zipora bisa pulang cepat sekali sudah jadi kesaksian, itu sudah keubahan hidup.

Keluaran 2:18

2:18  Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?"

 

c)      Yesaya 54:5-9

54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

54:6 Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.

54:7 Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.

54:8 Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.

54:9 Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.

 

Kasih setia Tuhan yang abadi mengangkat kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Sehingga kita terluput dari penghukuman Tuhan atas dunia ini. Kita bisa hidup abadi bersama Yesus, hidup selamanya.

 

Mari tergembala dengan benar dan baik, di situ ada kasih setia Tuhan yang besar. Sebesar apapun dosa kita, sedalam apapun kita tenggelam dalam lumpur dosa masih bisa diangkat oleh Tuhan. Masalah apapun yang besar dan mustahil, masih bisa diselesaikan. Di situ ada kasih setia Tuhan yang ajaib, melindungi kita secara ajaib di tengah padang gurun dunia. Kasih setia Tuhan yang ajaib juga bisa mengubahkan kita secara ajaib sampai kita sendiri terheran-heran “koq bisa”.

 

Juga kasih setia Tuhan yang abadi akan mengangkat kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Yesaya 54:10

54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

 

Selama kita tergembala dengan benar dan baik, kasih setia Tuhan tidak pernah beranjak dari kita, tetap selamanya. Tetap kita alami langkah hidup kita adalah langkah dalam kasih setia Tuhan. Hidup muda dalam kasih setia Tuhan, sekolah minggu, remaja, kaum muda, sampai tua, sampai Tuhan Yesus datang kita hidup dalam kasih setia Tuhan yang ajaib.

 

Ada musuh yang mengejar kita itulah setan yang menebar badai maut. Kita hanya bisa menghadapi lewat menyembah Tuhan. Banyak menyembah Tuhan hari-hari terakhir ini, mau menerima penyucian, tergembala dengan benar dan baik maka kita hidup dalam kasih setia Tuhan yang besar, yang ajaib dan yang abadi.

 

Tuhan Memberkati.


GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Kebaktian Umum, Minggu 26 Februari 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 13:2

13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

             

Naga atau setan memberikan takhtanya kepada antikristus. Takhta = kedudukan, kehormatan, kemuliaan. Antikristus digambarkan seperti kombinasi 4 binatang buas. Jadi antikristus adalah manusia yang dagingnya buas, suka menuntut dan mencari kedudukan, kehormatan dan kemuliaan dunia. Kemuliaan yang jasmani, dalam gereja Tuhan maupun dalam bermasyarakat, itu semua yang dicari.

 

Kalau orang dunia wajar kalau seperti itu, apalagi yang mau masuk dalam percaturan politik. Wajar kalau mereka saling menjegal dan menjatuhkan satu dengan yang lain. Tetapi kalau masuk dalam gereja itu tidak wajar. Tetapi ini justru masuk dalam pelayan-pelayan dalam gereja.

Markus 12:38-39

12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,

12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,

 

Ahli Taurat ini menunjuk hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang dihinggapi roh antikristus sehingga mau dipuji, mau dihormati, mau dimuliakan sehingga memperebutkan kedudukan dalam gereja dan dalam organisasi. Jabatan itu dari Tuhan, tidak usah diperebutkan. Kalau Tuhan lihat kita mau disucikan pasti Tuhan percayakan jabatan pelayanan. Apa lagi kalau lihat gereja besar, rebutan mau jadi gembala di situ, tidak usah seperti itu. Kalau memang sudah waktunya Tuhan angkat, tidak ada yang bisa merendahkan. Biarlah secara wajar Tuhan yang orbitkan, bukan kita yang orbitkan diri sendiri.

 

Akibatnya kalau takhta dunia dan takhta manusia itu yang diincar maka tidak mengalami suasana takhta Tuhan.

Yesaya 6:1

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Bait suci itu menunjuk gereja Tuhan.

I Korintus 3:16

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

 

Tuhan duduk di takhtaNya dan ujung jubahNya memenuhi Bait Suci. Kalau kita mengejar takhta dunia tidak akan mengalami suasana takhta Tuhan. Apa itu suasana takhta Tuhan? Kali ini kita belajar dari 2 benda yang tergantung pada ujung jubah Imam Besar. Yesus adalah Imam Besar, bicara Bait Allah itu bicara pelayanan. Yesus Kepala dari Bait Allah, kepala dari rumahNya, kepala dari pelayanan. Pada ujung jubahNya digantungi 2 benda.

Keluaran 28:33-35

28:33 Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,

28:34 sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu.

28:35 Haruslah gamis itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila ia keluar pula, supaya ia jangan mati.

 

1.      Buah delima

Ini bukan buah delima sungguhan tetapi sesuatu dibuat dari kain kirmizi, ungu tua, ungu muda menyerupai buah delima. Buah delima kalau dibelah di dalamnya berpetak-petak tetapi satu di luar. Ini menunjuk persekutuan gereja Tuhan yang ditandai 3 hal:

a)      Warna merah ini menunjukan pengalaman kematian bersama Yesus. Si A dan si B bisa bersekutu kalau sama-sama mengalami pengalaman kematian bersama Yesus. Apa itu pengalaman kematian bersama Yesus?

I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Pengalaman kematian bersama Yesus adalah mati terhadap dosa, menyelesaikan dosa. Persekutuan Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, itu persekutuan terkecil. Suami isteri bisa menyatu kalau saling mengaku dan saling mengampuni, mau mati terhadap dosa. Salib itu yang bisa mempersatukan suami isteri.

1 (suami) + 1 (isteri) = 1, tambah itu salib.

 

Harus ada pengalaman kematian bersama Yesus baru bisa bersekutu. Kaum muda kalau mau yang enak bagi daging jangan menikah. Masuk nikah supaya bisa menyatu harus ada pengalaman mati terhadap dosa. Dalam penggembalaan juga kita bisa menyatu kalau mau mati terhadap dosa. Kalau tidak mati terhadap dosa, tidak bertobat, biarpun mau dipaksakan menyatu tidak bisa. Terang dan gelap tidak akan pernah bisa menyatu. Masuk dalam nikah, kaum muda ayo cari pasangan yang bertobat, jangan cuma lihat ganteng, kaya, punya kedudukan. Biar ganteng tidak bertobat hanya jadi ganteng-ganteng serigala. Carilah yang bertobat, mati terhadap dosa.

 

b)      Ungu tua atau biru laut ini menunjuk pengalaman kebangkitan bersama Yesus yaitu hidup untuk kebenaran. Mulai dari persekutuan terkecil yaitu nikah yang benar. Masa pacaran yang benar, tunangan yang benar. Yang benar itu bagaimana? Tidak sembunyi-sembunyi, terang-terangan. Bagaimana itu? Tidak sembunyi-sembunyi, diketahui orang tua, direstui dan diketahui gembala, didoakan. Kenapa sembunyi-sembunyi? Supaya bisa seenaknya putus. Kalau seenaknya putus apalagi kalau pacaran dengan sesama imam lalu menyakiti hatinya, orang itu berhadapan dengan Tuhan!

 

Dalam nikah semua benar. Kedudukannya benar, suami sebagai kepala, isteri sebagai tubuh, anak anggota tubuh meringankan beban orang tua. Jangan dibalik-balik kedudukannya, harus benar sesuai Firman pengajaran yang benar.

 

c)      Ungu muda atau warna ungu menunjuk pengalaman kemuliaan bersama Yesus. Apa itu? Mengalami keubahan hidup. Ingat Yesus waktu dipermuliakan di atas gunung, Dia berubah rupa, wajahNya berubah bersinar seperti matahari terik, pakaianNya juga berubah berkilau-kilau. Itu pengalaman kemuliaan bersama Yesus, mengalami keubahan hidup.

 

Jadi suasana takhta Tuhan adalah suasana persekutuan yang ditandai dengan mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran dan mengalami keubahan hidup. Kalau ada ini pasti menyatu, semakin erat persekutuan itu. Kalau cari kedudukan, cari kehormatan, begitu kena dosanya ditunjuk, tidak mau mengaku karena gengsi, harga diri gede-gedean, tidak bisa menyatu.

 

Kalau dosa dipertahankan tidak akan bisa bersekutu. Sangat jelas dikatakan jangan bergaul, jangan makan bersama-sama.

I Korintus 5:11

5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

 

Makan bersama-sama ini fellowship, bersekutu untuk mendengar Firman. Kalau dipaksakan mungkin kelihatan bisa bersekutu tetapi sebenarnya itu bukan persekutuan melainkan persekongkolan. Sebagai contoh orang Farisi dan orang Herodian berbeda pendapat tetapi kelihatan bisa bersekutu padahal mereka bersekongkol untuk membunuh Yesus.

Markus 3:5-6

3:5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

3:6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

Orang Farisi dan orang Herodian beda pendapat tetapi kelihatan bisa menyatu tetapi itu bukan persekutuan, itu persekongkolan. Karena degil, keras hati, karena iri dan dengki kepada Yesus, 2 kelompak ini kelihatan menyatu padahal itu bukan persekutuan tetapi persekongkolan. Jadi kita harus jeli hari-hari terakhir ini. Apa itu persekongkolan? Persekutuan orang-orang keras hati atas dasar iri hati dan perselisihan. Iri sama seseorang, benci sama seseorang sehingga 2 kelompok menjadi satu menyerang seseorang. Politik dunia masuk dalam gereja. Politik dunia lawan bisa jadi kawan, kawan bisa jadi satu untuk menyerang 1 kandidat.

 

Dalam gereja juga seperti itu. Kelihatan persekutuan tetapi orang-orang keras hati yang ada di situ. Bersekutu, bersekongkol karena dasar iri hati dan perselisihan. Mereka iri kepada orang yang benar. Orang benar tidak pernah iri dan tidak mungkin berselisih. Yang tidak benar itu yang suka iri dan berselisih “dia ini begitu, dia begini, ayo kita serang”. Itulah kalau tangan dan kaki tidak bekerja maka yang bekerja mulut, cuma cerita orang, cari kesalahan orang. Itulah orang farisi mengamat-amati pendetanya, cari salahnya, cari kesalahan jasmani. Kelihatan ada persekutuan tetapi sebenarnya tidak ada persekutuan.

 

Tanda persekongkolan itu mau membunuh Yesus, artinya:

a)      Ibrani 3:1

3:1 Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,

 

Yesus disebut rasul. Rasul ada kaitannya dengan pengajaran. Jadi arti membunuh Yesus adalah persekutuan tanpa pengajaran yang benar, menolak Firman pengajaran yang benar yang menyucikan. Begitu juga kaum muda kalau mau masuk nikah tidak melihat pengajaran, cuma lihat yang jasmani, itu berarti membunuh Yesus! Suatu saat pasti terlihat boroknya, busuknya dan hancur. Kalau dengan pengajaran borok kita kelihatan untuk disucikan sehingga bisa menyatu. Kalau tidak ada pengajaran boroknya kelihatan dan semakin tercerai berai, semakin hancur.

 

b)      Yesus disebut Imam Besar. Imam Besar mengerjakan pelayanan pendamaian.

Ibrani 2:17

2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

 

Jadi membunuh Yesus artinya tidak mau berdamai. Dia benci si A, dia cari teman yang juga membenci si A, mereka bersekutu sama-sama membenci si A, tidak berdamai. Cari teman-teman yang lain yang benci si A, bersekongkol serang terus si A. Si A karena benar dia tidak akan balas, dia diam saja. Orang benar tidak usah membalas, diam saja, Tuhan pasti bela meskipun ditinggal sendiri. Yang lain berkata “betulkan apa saya bilang, tidak benar dia itu buktinya dia ditinggal sendiri, kita ini banyak dia cuma sendiri”. Lupa Yesus, Yesus karena pertahankan kebenaran di kayu salib ditinggal sendiri. Pikirnya kalau banyak orang itu sudah betul, yang sendiri itu tidak benar. Yesus seorang diri di kayu salib, sampai Allah Bapa meninggalkan Dia. Jadi jangan lihat kalau banyak itu benar, kalau sedikit tidak benar, belum tentu! Kalau banyak hanya karena dasar iri dan perselisihan itu tidak benar. Yang sedikit tetap betul-betul dalam kebenaran dan kesucian, itu yang benar. Jangan terkecoh dengan jumlah. Hal kerajaan sorga mulai dari yang kecil-kecil dulu, bukan yang besar-besar. Jadilah seperti anak kecil, dia yang empunya kerajaan sorga.

 

c)      Yesus adalah gembala.

Yohanes 10:11,14

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

 

Jadi membunuh Yesus prakteknya tidak mau tergembala, liar, beredar-edar. Di mana-mana banyak persekutuan, persekutuan doa sekota, persekutuan ini, persekutuan itu, tetapi lihat orang-orang di dalamnya, tergembala atau tidak. Kalau tidak tergembala itu persekongkolan. Persekutuan yang benar itu kandang dengan kandang.

Yohanes 10:16

10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

 

Ini persekutuan yang benar, antar kandang penggembalaan. Kemarin di Wawondula, mendekati akhir bulan depan di Malang. Kalau memang ada kerinduan ayo menabung. Berkat-berkat yang kita terima tidak semua untuk kita makan tetapi ada berkat untuk ibadah. Dulu bangsa Israel diberkati dan diberkati juga ternaknya, ternaknya itu untuk keperluan ibadah.

 

Persekutuan yang benar adalah persekutuan yang ada penyucian oleh Firman pengajaran yang benar, dosa-dosa tidak dibiarkan berkembang. Kita masuk dalam persekutuan, begitu pulang tambah berkembang dosanya, dipertanyakan persekutuan apa ini!

 

Kalau disimpulkan suasana takhta Tuhan adalah suasana penyucian! Di sekeliling takhta Tuhan ada 4 makhluk yang berseru-seru “kudus, kudus, kuduslah Tuhan” itulah suasana takhta Tuhan.

Wahyu 4:6-8

4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

 

Ayo persekutuan mulai dari nikah, permulaan nikah, masa pacaran dan tunangan ayo jaga kekudusan! Itu harga mati supaya masuk nikah di dalam kebenaran dan kesucian, dapat berkat.

Kejadian 1:26-28

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

 

Firman Tuhan itu jelas! Tuhan berkati dulu baru ada kalimat beranak cucu dan bertambah banyak. Jangan dibalik, beranak cucu baru diberkati. Itu salah! Kaum muda jaga masa pacaran dan tunangan. Makanya penting itu direstui orang tua dan direstui gembala supaya terjaga. Baru masuk pemberkatan nikah. Sudah terjadi kejatuhan baru bilang pemberkatan nikah, bukan! Kalau sudah jatuh disebut ibadah peneguhan nikah. Kalau masih dalam kekudusan pemberkatan dan peneguhan nikah, masuk dalam nikah yang kudus. Sudah berbuat yang tidak baik, bukan nikah kudus namanya!

 

Orang tua doakan anak-anaknya yang sudah dewasa, selalu digumuli supaya kekudusan ini terjaga. Siang malam berseru kudus, kudus, kudus. Berarti siang malam setiap saat kita jaga kekudusan.

 

Buah delima itu di dalamnya berpetak-petak tetapi di luar satu. Ini menunjuk persekutuan, berbeda-beda tetapi satu. Bagaimana ini? Masuk nikah, persekutuan terkecil. Berbeda laki-laki dan perempuan tetapi satu. Jadi tidak ada itu pernikahan laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, itu penghujatan! Beda jenis kelamin tetapi satu pengajaran. Persekutuan antara penggembalaan berbeda organisasi tetapi satu pengajaran. Dalam penggembalaan ini berbeda-beda suku, beda bahasa tetapi satu. Yang lain boleh berbeda tetapi ada 7 hal yang tidak boleh berbeda.

Efesus 4:3-6

4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

 

a)      Satu tubuh = satu kepala. Inilah satu Firman pengajaran yang benar, ini yang tidak boleh beda. Kepala kita adalah Yesus, pada mulanya adalah Firman, Firman itu diam bersama-sama Allah kemudian lahir seperti kita ini. Berarti satu tubuh = satu Firman pengajaran yang benar.

Yohanes 1:1,14

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

Kalau satu pengajaran pasti bisa jadi satu. Yesus adalah Firman yang lahir menjadi manusia. Sedangkan Tubuh Kristus adalah orang-orang yang dilahirkan kembali, yang diubahkan oleh Firman pengajaran yang benar.

Yohanes 1:12-13

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

 

Suami diubahkan, isteri diubahkan menjadi satu tubuh, satu kepala.

I Petrus 1:23

1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

 

Sekalipun orang mau halangi, kalau sama-sama menerima pengajaran pasti bisa menyatu, tidak bisa dihalangi oleh apapun. Jadi satu tubuh artinya orang-orang yang sama disucikan dan diubahkan oleh satu Firman pengajaran yang benar. Saya katakan pada isteriku kita satu tubuh kalau sama-sama disucikan dan diubahkan oleh satu Firman pengajaran yang benar. Kalau tidak satu pengajaran tidak bisa kita katakan satu tubuh, kepalanya beda tidak bisa satu tubuh.

 

Jadi kunci persekutuan dan kesatuan adalah Firman pengajaran yang benar. Suami isteri sudah berbeda fisik, beda karakter, secara jasmani beda, pengajaran lagi beda, kapan menyatunya! Sementara nikah itu menjadi satu daging, pengajaran saja beda bagaimana bisa menyatu.

Efesus 5:31

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

 

b)      Satu Roh yaitu Roh Kudus. Apa bukti satu Roh? Jangan Cuma bilang satu roh tetapi tidak ada buktinya.

Roma 8:13

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

Roh Kudus mematikan daging. Jadi 1 roh artinya sama-sama mematikan dagingnya. Si A tidak kedagingan, si B tidak kedagingan, itu satu roh. Suami isteri tidak kedagingan, satu roh. Gembala dan jemaat tidak kedagingan, itu satu roh. Satunya kedagingan, yang lain tidak kedagingan, tidak bisa satu roh. Betapa bahagia nikah itu kalau ada pengajaran yang menjadi kepala, itulah Yesus, kemudian sama-sama mematikan daging, tidak akan pernah ditinggalkan. kadangkala daging kita terlalu besar sehingga sulit 1 roh. Dalam kepanitiaan kalau kedagingan semuanya tidak akan jalan. Si A usul begini, si B usul begitu, keduanya sama-sama ngotot pertahankan usulnya, bisa ribut dan tengkar. Kalau sama-sama mematikan daging “nanti pak gembala yang menentukan, kami hanya mengusulkan”. Setelah pak gembala timbang-timbang ini yang baik, semua menerima, itu satu roh.

 

Ini jadwal ibadah persekutuan sudah mulai jalan. Kalau Tuhan izinkan tahun ini kita menggelar lagi, puji Tuhan, yang penting semuanya satu roh. Tetapi bukan untuk menonjolkan diri, ini kami bisa menggelar 2 kali setahun, bukan itu! Kerinduan hati untuk menyebarkan pengajaran ini karena waktu sudah semakin singkat.

 

c)      Satu pengharapan, sama-sama punya pengharapan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ada hamba Tuhan bertanya kepada saya apa tujuanmu menggelar ibadah persekutuan? Saya jawab untuk menjadi satu, menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kalau hanya untuk pamer, untuk unjuk kekuatan untuk apa! Tetapi kalau untuk menjadi satu, ayo jalan terus.

 

d)      Satu Tuhan

e)      Satu iman

f)       Satu baptisan. Masuk nikah harus satu baptisan.

g)      Satu Allah Bapa

 

7 itu sempurna. Kalau ada 7 kesatuan ini maka kita bisa masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau 7 ini berbeda, tidak akan masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna. 7 ini sudah harga mati, harus satu! Kalau pengajarannya sama, tata cara ibadahnya pasti sama, penyembahannya sama dan salamnya pasti sama. Salam itu identik dengan pengajaran. Satu pengajaran yah satu salam, tidak berubah-ubah. Kita lihat salamnya Paulus bagaimana, kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian. Salam Petrus juga demikian. Yesus juga “Salam damai sejahtera di antara kamu, kasih karunia menyertai kamu”. Para pendahulu kita bagaimana? Salam damai sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Kalau pengajarannya sama, salamnya sama. Kalau ada salam begini, salam begitu pengajarannya pasti sudah berbeeda-beda. Jadi jangan kita ikut-ikutan. Ikuti saja apa yang telah kita terima dari para pendahulu.

II Yohanes 1:10-11

1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.

1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

 

Kalau yang lain mau salam yang lain-lain terserah, kalau saya mau ikuti salam dari para pendahulu “salam damai sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus”. Salam itu pembuka dari pengajaran, hamba Tuhan sampaikan salam berarti dia sudah siap menyampaikan Firman pengajaran yang benar. Sidang jemaat menerima salam berarti sudah siap menerima Firman pengajaran yang benar.

 

Jika persekutuan kita sudah benar maka kita digantungkan di ujung jubah Yesus sehingga mengalami suasana takhta Tuhan. Kita mengalami kuasa kebangkitan dari Yesus Imam Besar. Warna jubah itu ungu tua atau biru laut, itu menunjukan kuasa kebangkitan Yesus. Nikah persekutuannya benar, penggembalaan persekutuannya benar, antara penggembalaan persekutuannya benar, kita digantung di ujung jubah Yesus, ada hasilnya. Ikut Yesus, praktekan apa yang Tuhan mau, ada hasilnya. Makanya para pendahulu mengatakan Firman pengajaran ini praktis, kita praktekan ada hasilnya.

a)      Lukas 8:43-44

8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapa pun.

8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.

 

Ada kesembuhan dari pendarahan. Apa yang dimaksud dengan pendarahan?

1)      Perpecahan atau perceraian. Kalau kita masuk persekutuan yang benar, maka kuasa Firman pengajaran, kuasa kebangkitan Yesus sanggup memulihkan dan menyatukan kita mulai dari nikah. Mungkin pagi ini nikah kita dalam keadaan tercerai berai. Ada perpecahan antara suami isteri, kakak adik, masih satu dalam rumah tetapi sudah pecah. Suami masak sendiri, isteri masak sendiri, tidur beda-beda kamar, anak orang tua sudah diam-diaman, rumah seperti hotel, datang untuk tidur. Tidak ada ngomong apa-apa, besoknya sudah keluar, tidak ada hubungan yang baik satu dengan yang lain. Firman pengajaran mampu memulihkan semuanya, mampu menyatukan apa yang sudah terpecah dan tercerai berai.

 

Dalam penggembalaan juga mungkin ada kles satu dengan yang lain, sesama pelayan, sesama anggota jemaat, ada perpecahan karena ini, karena itu, biarlah lewat Firman pengajaran yang kita terima ada kuasa kebangkitan Yesus di dalamnya sanggup memulihkan dan menyatukan semuanya apa yang sudah tercerai.

 

2)      Kebusukan. Kalau darah keluar terus itu busuk. Ada kebusukan dosa, kebusukan secara jasmani. Mungkin di dalam keluarga sudah saya paling tidak dianggap, dianggap sebagai yang paling busuk. Dalam pekerjaan menghadapi sesuatu yang busuk, tidak dapat diharapkan lagi. Kuasa Firman pengajaran mampu memulihkan apa yang sudah busuk.

 

Dari pihak Tuhan ada kuasa kebangkitan, dari kita harus ada iman. Perempuan itu berkata asal ku jamah saja ujung jubahNya aku pasti sembuh. Siapa yang mengatakan kepada perempuan itu bahwa dia akan sembuh kalau menjamah ujung jubah? Tetapi imannya yang mengatakan demikian, imannya yang mendorong dia seperti itu.

Lukas 8:48

8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

 

Matius 9:21

9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

 

Dari pihak Tuhan ada kuasa kebangkitan dalam Firman pengajaran, mampu memulihkan apa yang sudah busuk. Dari pihak kita harus ada iman, yakinlah bahwa Firman pengajaran yang kita terima ini mampu menyatukan nikah kita yang sudah tercerai, mampu memulihkan segala yang sudah busuk dalam hidupku. Itu iman dari kita, maka semuanya pasti jadi, Tuhan mampu menjadikan semua baik, tidak ada yang mustahil, terhapus semua kemustahilan.

 

b)      Yesaya 6:1

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

 

Kuasa kebangkitan Tuhan di dalam Firman pengajaran yang benar melindungi kita dari terpaan angin pengajaran palsu, dari pencobaan-pencobaan yang memuncak pada aniaya antikristus. Yang penting kita mau berpegang pada Firman pengajaran yang benar maka ada kuasa Tuhan kebangkitan Tuhan melindungi. Sampai dari pori-pori kita bisa merasakan orang yang lewat ini sudah lain ajarannya.

 

Jadi ketika terjadi apa-apa dalam diri kita, yang pertama kita koreksi persekutuan kita benar atau salah. Kalau salah ayo perbaiki. Kalau kita koreksi ternyata benar berarti ini ujian dari Tuhan. Jangan ngomel, jangan mundur dari pengajaran. Saya berbahagia kita ada dalam persekutuan yang benar, nikah yang benar, penggembalaan yang benar, persekutuan antara penggembalaan yang benar, sampai nanti Israel dan kafir menyatu dalam satu Tubuh Kristus untuk menyatu dengan Yesus sebagai Kepala.

 

c)      Buah delima itu perhiasan pada ujung jubah Yesus Imam Besar. Jadi hasil ketiga, kuasa kebangkitan Tuhan dalam Firman pengajaran yang benar mampu menghiasi hidup kita, memperindah hidup kita pada waktunya. Waktunya Tuhan, bukan waktunya kita. Mungkin pertama kali kita masuk dalam pengajaran diizinkan Tuhan terjadi sesuatu yang luar biasa, seakan-akan terjadi kemerosotan dan lain-lain. Tetapi bertahan, Tuhan pasti menghiasi dan memperindah hidup kita, nikah kita. Kaum muda masa depan juga dihiasi, semua dihiasi indah pada waktunya. Sampai nanti kita tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang berhias bagi Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Nikah yang tadinya tidak karu-karuan ditata dan diperindah oleh Tuhan.

 

Nikah, pelayanan, masa depan diperindah semua sampai yang terindah menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Pengkhotbah 3:11

3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

 

Ayo bertahan. Sekarang kita belum melihat yang indah. Tunggu waktu Tuhan, semua pasti indah pada waktunya.

 

2.      Giring-giring emas atau lonceng emas. Diletakan berselang seling dengan buah delima. Lonceng ini menghasilkan bunyi yang indah. Jadi kalau Imam Besar berjalan itu berbunyi. Ini menunjukan doa penyembahan dalam urapan Roh Kudus sampai bisa berbahasa Roh. Inilah suasana takhta Tuhan. Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya dalam sehari menyembah minimal 1 jam. Tetapi sikap penyembahannya 24 jam. Apa itu sikap penyembahan? Ketaatan! Taat kita harus 24 jam. Yesus dalam doaNya berseru “ya Abba ya Bapa jika sekiranya mungkin lalukanlah cawan ini dari padaku”. Itu kedagingannya Yesus, Dia mau menolak salib. Tetapi Dia sambung kalimatnya “tetapi bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu yang jadi”.

 

Kalau persekutuan kita ada dalam suasana penyembahan dalam urapan Roh Kudus, itu menghasilkan bunyi yang indah. Dalam nikah ada bunyi yang indah, dalam penggembalaan bunyi yang indah, tidak ada lagi pertengkaran,, tidak ada lagi bunyi caci maki, ada kesaksian keluar. Dalam nikah suami menyembah dan taat, isteri menyembah dan taat, tidak akan ada lagi bunyi pertengkaran, apalagi bunyi caci maki di situ. Orang tua mungkin mendidik anak ada kalanya kita marah kepada anak dan memang harus demikian, tetapi tidak dengan bahasa yang memaki mereka. Itu tidak ada lagi, yang ada hanya bunyi-bunyian yang indah, suara kesaksian dalam nikah.

 

Ayo dalam penggembalaan biarlah ada bunyi-bunyian yang indah satu dengan yang lain, sama-sama menyembah, sama-sama taat, sehingga yang ada suara kesaksian. Baik kesaksian secara nyata dan juga di dalam grup whatshap gereja. Kadangkala yang keluar di situ suara yang tidak bagus, hubungan antara jemaat juga suara yang tidak indah yang kedengaran. Kita ngomong seenak kita, mungkin saat itu dia tidak bereaksi padahal dia simpan di hati. Biarlah itu sudah tidak ada lagi. Makanya banyaklah menyembah Tuhan sehingga mulut ini tidak berkata yang salah, banyak menyembah sampai bisa berbahasa roh sehingga ada suara kesaksian. Orang tertarik mendengar suara apa itu sehingga jiwa-jiwa bertambah.

 

Biarlah nikah kita menjadi kesaksian, ibadah pelayanan kita menjadi kesaksian bagi sesama, berarti di situ ada Imam Besar hadir. Kalau ada bunyi lonceng berarti Imam Besar hadir di situ. Ada Imam Besar hadir di dalam kita sehingga nikah dan ibadah kita tidak kering, ada urapan Roh Kudus, semua dalam pengaruh urapan Roh Kudus.

Keluaran 28:35

28:35  Haruslah gamis itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila ia keluar pula, supaya ia jangan mati.

 

Kalau dalam nikah tidak ada bunyi yang indah, nikah itu akan mati. Kalau dalam pelayanan tidak ada bunyi yang indah, pelayanan itu akan mati. Biarlah ada bunyi yang indah, suara penyembahan dalam urapan Roh Kudus. Kita mau taat pada Firman Tuhan, menghasilkan suara kesaksian, bunyi yang indah. Nikah tidak mati, pelayanan tidak mati, semua tidak kering, semua tidak mati.

 

Biarlah siang ini kita minta urapan Roh Kudus. Tanda-tanda ada urapan Roh Kudus dalam hidup kita, dalam nikah dan dalam ibadah pelayanan kita.

a)      II Korintus 3:17-18

3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

 

Tanda pertama kalau ada urapan, ada kemerdekaan. Artinya Firman pengajaran itu kita berikan keleluasaan untuk menyucikan kita dan membaharui kehidupan kita, tidak dibatasi oleh apapun. Sehingga kita mengalami kemerdekaan dan kelepasan dari dosa-dosa. Suami dalam urapan, isteri dalam urapan, gembala dalam urapan, jemaat dalam urapan, Firman bekerja dengan bebas dalam hidup kita, kita mengalami kelepasan dari dosa-dosa sehingga semakin indah dan semakin erat persekutuannya. Sampai nanti kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Yesus. Bahagia kalau nikah itu ada urapan, bebas, bukan bebas secara daging tetapi kita alami kebebasan dari dosa-dosa, ada penyucian dan pembaharuan sampai mulia seperti Yesus. Umpama suami pemarah, lewat Firman dan penyembahan dalam urapan Roh Kudus, dia dilepaskan dari tabiat pemarah. Isteri yang cerewet dan suka melawan dilepaskan dari tabiat itu, betapa bahagianya. Tidak perlu ke psikiater atau ke mana. Lewat Firman, penyembahan dalam urapan Roh Kudus, ada kemerdekaan, kebebasan, kelepasan dari segala dosa.

 

b)      I Korintus 14:39-40

14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

 

Kalau ada urapan Roh Kudus, karunia-karunia kita semakin bertambah dalam pelayanan. Dan dalam melayani Tuhan berlangsung dengan sopan dan teratur. Mulai dari dalam nikah pelayanan kita kerjakan dengan sopan dan teratur. Semua tertata dengan baik, tidak seenaknya! Terutama kesopanan di dalam nikah dan pelayanan itu yang bagaimana?

I Korintus 14:35

14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

 

Kesopanan dalam nikah dan dalam ibadah adalah perempuan tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki atau suami, itu sopan! Jangan jadi jendril dalam rumah tangga “suami balik kanan grak, timbah air grak, belah kayu grak” suami tinggal iya-iya. Kadang kalah suaminya berpikir dari pada isteri ribut ah turuti saja maunya, itu tidak sopan namanya! Biarlah urapan Roh Kudus menguasai kita, semua berlangsung dengan sopan dan teratur, maka persekutuan kita akan mengarah kepada persekutuan Tubuh dengan Yesus sebagai kepala. Kalau sudah menyatu dengan Kepala maka kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah, itu kebahagiaan yang kekal, kita masuk kerajaan 1000 tahun damai, untuk masuk kerajaan sorga yang kekal, Yerusalam Baru.

Efesus 1:8-10

1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

 

Kita mau disatukan dengan Yesus sebagai Kepala.

 

Biarlah ada buah delima, persekutuan yang benar, dalam nikah dan penggembalaan semua benar, antara pengembalaan benar, ada  Firman pengajaran yang menyucikan. Dan ada lonceng emas, suara penyembahan dalam urapan Roh Kudus. Itu suara indah yang dihasilkan dalam nikah dan dalam penggembalaan,  itulah suara kesaksian untuk membawa jiwa-jiwa datang kepada Tuhan. Persekutuan kita semakin dipererat untuk nanti menyatu dengan Yesus sebagai Kepala, Mempelai Pria Sorga. Ini kerinduan kita untuk menjadi satu, nikah menjadi satu, penggembalaan satu, antara penggembalaan satu, Israel dan kafir satu dan kita menyatu dengan Yesus.

 

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com