20220831

Kebaktian PA Imamat, Rabu 31 Agustus 2022 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 25:35-38

25:35 "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.

25:36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.

25:37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba.

25:38 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.

 

Orang miskin di antara orang Israel harus disokong sebagai orang asing dan pendatang. Secara rohani orang miskin adalah orang yang rohaninya merosot, jatuh di dalam dosa sampai puncaknya dosa. Tadi dikatakan harus disokong sebagai orang asing dan pendatang. Disokong artinya Tuhan masih memberi kesempatan dan kemurahan bagi orang yang telah jatuh dalam dosa untuk diangkat oleh Tuhan sehingga mendapat naungan sayap Tuhan, tinggal mau atau tidak. Biarlah kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan pada kita.

Mazmur 68:6-7

68:6 Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;

68:7 Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

 

Peraturan tentang orang miskin ini diberlakukan kepada bangsa Israel ketika sudah masuk di tanah Kanaan. Kanaan artinya negeri Kegerakan. Jadi dari ayat-ayat ini menunjukan kepada kita bahwa kita harus waspada, jangan sampai sudah masuk di dalam kegerakan rohani tetapi mengalami kemerosotan rohani. Sudah masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus baik sebagai anggota zangkoor, penerima tamu, pemain musik, transkrip khotbah, pembersih gereja bahkan gembala khotbah di mana-mana tetapi mengalami kemerosotan rohani. Ini yang harus kita jaga.

 

Satu contoh dalam Alkitab sudah ada dalam kegerakan rohani tetapi tidak berjaga-jaga sehingga merosot. Itulah Petrus rasul yang hebat yang dipakai oleh Tuhan tetapi dia lengah dan tidak berjaga-jaga sehingga mengalami kemerosotan secara rohani sampai menyangkal Yesus. Seharusnya orang yang menyangkal Yesus itu akan disangkal di hadapan Bapa. Jadi Petrus ini sebenarnya kemerosotannya begitu dalam dan harus binasa karena tidak berjaga-jaga, karena lengah.

 

Ada 6 kelengahan Petrus:

1.      Pikirannya daging

Markus 8:31-33

8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

 

Manusia itu daging, jadi yang dipikirkan adalah pikiran daging yaitu menolak salib. Ketika Yesus mengatakan tentang penderitaan yang harus dialami, disalibkan, mati dan bangkit, Petrus menegorNya “hal ini sekali-kali tidak akan kena kepadaMu”. Karena dalam pikirannya kalau Yesus ditangkap otomatis murid-muridNya juga akan ditangkap dan bisa dibunuh.

 

Praktek menolak salib seperti Petrus.

a)      Menolak pengalaman kematian bersama Yesus yaitu:

1)      Tidak mau sengsara untuk berhenti berbuat dosa. Setelah Petrus sadar dia bisa mencatat dalam suratnya.

I Petrus 4:1-2

4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,

4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

 

Kadangkala kita tidak sungkan kepada Tuhan tetapi sungkan kepada manusia. Diajak berbuat dosa, berbuat ini, berbuat itu “ah saya tidak bisa menolak” akhirnya melakukan dosa. Kaum muda mungkin takut diputuskan pacarnya, jadi diajak berbuat dosa dia lakukan saja. Takut pada bos, sehingga diajak berbuat dosa tetap dilakukan. Seharusnya rasa takut kepada Tuhan itu yang harus ada di dalam diri kita, bahkan sudah harus mendarah daging.

Yesaya 11:3 (Terjemahan Lama)

11:3 Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

Bernafas di dalam takut akan Tuhan, itu berarti takut akan Tuhan sudah mendarah daging. Takut akan Tuhan itu membenci dosa sampai dusta. Biarlah kita mengerti hal itu sehingga kita mau berhenti berbuat dosa sekalipun sengsara bagi daging. Mungkin untuk mengakuinya kita harus menanggung resikonya, tidak apa-apa! Kita harus selesaikan. Salomo berkata kepada Adonia “bila engkau berlaku sebagai kesatria, sehelai rambutpun tidak akan jatuh”. Mengaku dosa itu sikap seorang kesatria, berani berbuat dosa, berani menyelesaikan dan mengakui, jangan kita pertahankan dosa. Itu suatu kelengahan dalam kegerakan rohani.

 

Apalagi kalau dosa itu sudah diulang-ulang. Awal dilakukan ada penyesalan, tetapi mau mengaku malu “nanti apa kata isteri saya, anak saya” akhirnya dilakukan lagi sehingga menjadi dosa kebiasaan dan akhirnya menjadi dosa sengaja. Kalau sudah menjadi dosa sengaja maka tidak berlaku lagi korban Kristus bagi orang seperti itu. jangan sampai dalam kegerakan rohani kita pertahankan dosa, pertahankan pikiran daging. Selesaikan dosa, harus rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa. Apalagi karena dosa itu kita tinggalkan pelayanan, dosa tidak dibuang, pelayanannya yang dibuang, itu lebih parah, lebih celaka lagi!

 

2)      I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Kematian bersama Yesus adalah sengsara daging tanpa dosa, karena ibadah, karena pengajaran yang benar. Petrus pikirannya daging sehingga dia menolak salib. Praktek untuk kita sekarang tidak mau sengsara daging tanpa dosa, tidak mau menerima percikan darah, ikut Yesus maunya yang enak-enak saja. Kalau mau ikuti daging saya, mau yang enak-enak, mumpung ke Malang jalan-jalan saja, tidak usah ibadah seperti ini, tidak usah melayani, suruh saja yang lain khotbah. Tetapi saya paham tugas saya sebagai gembala, harus memberikan makanan yang rohani kepada jemaat. Terutama dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci, seorang hamba Tuhan harus selalu menyiapkan roti di atas meja sajian, kalau tidak dilakukan, kasihan jemaat tidak akan mengalami sabat atau perhentian. Dulu di zaman Taurat, setiap sabat imam-imam mengganti roti di atas meja dengan roti yang baru, roti lama di makan dan roti yang baru disajikan di situ. Itu tugas saya sebagai hamba Tuhan, siapkan roti Firman bagi sidang jemaat, bukan hanya mau yang senang-senang bagi daging.

 

Waktu semua enak “Yesus dahsyat, Yesus luar biasa, ini pengajaran yang benar”. Waktu ada himpitan karena pengajaran dan ibadah “mana Yesus, kenapa saya sengsara!". Ini jangan terjadi pada kita, itu pikiran daging yang harus kita buang jauh-jauh.

 

b)      Menolak pengalaman kebangkitan bersama Yesus yaitu tidak mau hidup benar. Pengalaman kebangkitan itu bukan diukur sudah punya mobil, punya rumah, jemaat banyak, bukan! Kalau pengalaman kebangkitan diukur dengan yang jasmani nanti kita bisa menyembah antikristus. Antikristus digambarkan dalam Wahyu pasal 13 salah satu kepalanya luka parah yang membahayakan hidupnya, tetapi sembuh. Ini kebangkitan palsu dan orang banyak menyembah antikristus karena ditambah juga dengan tanda-tanda yang dilakukan nabi palsu. Pengalaman kebangkitan yang benar itu hidup benar. Kaya tetapi tidak benar itu tidak bangkit, banyak jemaat tetapi tidak benar tahbisannya itu tidak bangkit! Hidup benar itu sesuai Firman, bukan sesuai organisasi, apalagi sesuai aturan nenek moyang adat istiadat. Itu yang harus kita tegaskan hari-hari terakhir ini, benar itu benar sesuai Firman.

I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Sesudah hidup benar jangan nganggur, harus menjadi senjata kebenaran.

Roma 6:2,4,13

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

 

Ayat 2 mati bersama Yesus, ayat 4 bangkit bersama Yesus, ayat 13 menjadi senjata kebenaran. Beribadah melayani Tuhan itu senjata kebenaran, harus melayani, jika tidak maka menjadi senjata kelaliman, tinggal pilih! Tuhan itu tidak pernah memaksa, jadi senjata kelaliman tetapi binasa bersama iblis. Atau menjadi senjata kebenaran dan bersama dengan Yesus di Yerusalem Baru. Sebab di Yerusalem Baru tempatnya kebenaran, di sana orang bercahaya seperti matahari di kerajaan Bapa. Jadi tidak pernah dipaksa. Begitu juga soal pengajaran ini, persekutuan yang benar tidak pernah memaksa, itu yang benar. Kalau sudah paksa memaksa itu roh antikristus

 

Wahyu Lazarus dibangkitkan, begitu dia bangkit Yesus berkata buka ikatannya dan biarkan dia pergi. Tuhan tidak pernah memaksa supaya Lazarus mengikutiNya. Dan Lazarus memilih yang benar. Lazarus dibangkitkan di pasal 11, di pasal 12 Lazarus duduk makan bersama Yesus.  Diayat selanjutnya Lazarus terancam untuk dibunuh. Memang untuk yang benar banyak ancaman dan tantangannya, tetapi jangan takut, kalau kita benar Tuhan pasti bela. Banyak pengalaman kami mempertahankan yang benar di dalam pelayanan, Tuhan bela justru lewat orang yang tidak tahu pengajaran, itu dipakai untuk membela. Jadi tidak usah takut, kalau kita benar Tuhan pasti bela, banyak caranya Tuhan untuk membela kita.

 

Itulah pikiran daging, menolak pengalaman kebangkitan bersama Yesus. Takut pertahankan kebenaran, takut ditinggal sendiri, takut dikucilkan, belum terjadi sudah takut duluan. Sama belum naik mobil sudah mabuk duluan. Padahal belum tentu terjadi. Mari maju saja, pertahankan yang benar, pertahankan kebenaran, Tuhan pasti bela.

 

c)      Menarik Yesus ke samping. Petrus menarik Yesus ke samping.

Yohanes 10:1-5

10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

Yesus Gembala yang baik ada di depan, domba-domba mengikuti dari belakang, itu domba yang tergembala. Sama dengan dalam Kidung Agung pasal 1, Sulamit berkata kepada Salomo “tariklah aku di belakangmu”. Dikaitkan dengan penggembalaan “di mana Kakanda menggembalakan domba pada petang hari”. Jadi posisi orang tergembala itu gembala di depan, domba di belakang mengkuti, meneladani gembala. Teladani imannya, kesuciannya, nikahnya, kesetiaannya. Petrus menarik Yesus ke samping, berarti tidak tergembala. “Ngapain 3 macam ibadah terlalu banyak, kenapa dengar Firman lama-lama, cukup 15 menit, ibadah 1 jam saja, tidak usah lama-lama!”. Biarlah kita menjadi domba yang tergembala. Yesus Anak Domba Allah akan menikah dengan domba yang tergembala, makanya Mempelai Wanita disebut pengantin Anak Domba.

2.      Bersandar pada kekuatan sendiri.

Markus 14:27-31

14:27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

14:28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

14:29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."

14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

14:31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lain pun berkata demikian juga.

 

Di sini Petrus bersandar pada kekuatan sendiri, tidak mengandalkan kasih Tuhan. Petrus berpikir dia mampu. Ketika diingatkan dia merasa saya bisa, saya mampu. Saat-saat kita menghadapi kegoncangan andalkan Tuhan, bersandar pada Tuhan, jangan andalkan kekuatan sendiri, pasti gagal dan binasa. Memang hari-hari terakhir ini kita akan menghadapi kegoncangan yang semakin luar biasa. Nabi Hagai mengatakan kegoncangan langit dan bumi. Dalam Ibrani juga dikatakan Aku bukan hanya menggoyahkan bumi, tetapi langit. Bidang apa yang tidak goncang, ekonomi? Sangat goncang! Keamanan goncang! Buat apa bangsa-bangsa menyiapkan senjata kalau bukan untuk perang. Akan terjadi perang harmagedon, perang yang dahsyat. Masing-masing menunjukkan kehebatannya, nuklirnya, bomnya dan lain-lain. Bidang pendidikan goncang, bidang kesehatan goncang, semua goncang. Juga nikah, banyak terjadi kegoncangan dalam nikah dan itu terjadi sekonyong-konyong. tadinya suami isteri baik, orang tua anak baik, kakak adik baik, tiba-tiba goncang sampai berujung pada perceraian. Lalu menikah lagi, busuk!

 

Ini kegoncangan, jangan hadapi dengan kekuatan sendiri karena pasti gagal dan binasa. Dalam kitab nabi Yesaya Tuhan sudah katakan dalam tinggal diam dan tenang terletak kekuatanmu. Diam dan tenang itu percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, tetapi orang Israel enggan, tidak mau.

Yesaya 30:15-16

30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

30:16 kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

 

Kuda ini simbol kekuatan daging, jangan andalkan kekuatan sendiri. Sikap yang benar adalah mengandalkan Tuhan lewat praktek diam dan tenang. Kita akan menghadapi KKR bulan 2, pasti ada kegoncangannya. Bukan meminta ada kegoncangan, tetapi Firman Tuhan sudah mengatakan. Ada kegoncangan tetapi sikap kita diam dan tenang. Diam itu periksa lewat Firman pengajaran yang benar. Kalau kita temukan dosa segera selesaikan, Setelah diampuni, tinggalkan, jangan diperbuat lagi, dalam Tabernakel itu terkena mezbah korban bakaran. Opa Pong mengatakan jalan tercepat untuk ditolong Tuhan adalah mengaku dosa! Itu jalan tol untuk ditolong oleh Tuhan.

 

Kemudian tenang. Tenang itu untuk menyembah. Kita menguasai diri untuk bisa berdoa menyembah Tuhan, berharap kepada Tuhan. Bukan berharap pada orang lain.

I Petrus 4:7

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

 

3.      Tertidur, tidak berjaga-jaga, tidak mau berdoa menyembah 1 jam.

Markus 14:37-38

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Petrus tidak mau berdoa berjaga-jaga, padahal Tuhan menganjurkan supaya kita berdoa berjaga-jaga minimal 1 jam sehari. Ada tujuannya kita berdoa menyembah.

a)      Merobek hawa nafsu daging supaya jangan jatuh di dalam dosa Babel dan binasa. Babel dihukum dalam 1 jam.

Wahyu 18:16

18:16  mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."

 

Jadi berdoa 1 jam itu supaya jangan jatuh dalam dosa Babel yaitu puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Dosa seks dengan berbagai macam bentuknya begitu hebat dosa kenajisan sekarang ini, mau orang tua kena, orang muda kena, anak-anak kecil juga bisa kena. Kita berjaga-jaga dan merobek hawa nafsu daging supaya jangan jatuh dalam dosa Babel.

 

b)      Doa penyembahan 1 jam untuk merobek tabiat daging yaitu ketakutan daging. Waktu Yesus mau berdoa di taman Getesemani Yesus berkata “hatiKu sangat sedih seperti mau mati rasanya”.

Markus 14:33

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

 

Jadi doa penyembahan ini untuk merobek tabiat daging yaitu takut dan gentar. Ketakutan Yesus di sini ketakutan apa? Takut untuk berkorban. Koq bisa? Di ayat selanjutnya Yesus berkata “Ya Abba, ya Bapa, jikalau mungkin lalukanlah cawan ini dari padaKu”. Yesus manusia daging seperti kita, hanya Dia tidak berdosa. Jadi Dia merasakan juga yang dirasakan oleh daging. Tetapi Dia kunci doaNya “tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki”. Kadang doa kita “Tuhan lalukan cawan ini dari padaku, haleluya amin”. Begitu cawannya tidak dilakukan “loh Tuhan saya sudah berdoa kenapa tidak dijawab! masa orang lain ditolong saya tidak”. Padahal Yesus berdoa tidak seperti itu, doaNya tidak sepenggal-sepenggal.

 

c)      Untuk merobek kehendak daging.

Markus 14:36

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

 

Kalau kehendak daging ini dituruti maka punya daya pikat dan daya seret, menyeret kita keluar dari kehendak Allah  sampai jatuh dalam dosa dan berakibat maut binasa

Yakobus 1:13-14

1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

 

Kehidupan yang tidak mau berdoa menyembah Tuhan, dia akan hidup dalam kegelapan dosa. Sekarang kita berada dalam kegelapan malam, kalau tidak berjaga-jaga nanti ditelan kegelapan malam.

I Tesalonika 5:5-7

5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

 

Kita berjaga-jaga hari-hari terakhir ini, banyak berdoa menyembah Tuhan supaya jangan ditelan kegelapan dosa. Jangan sampai rohani kita tertidur, tidak aktif dalam perkara yang rohani. Jangan hanya mimpi-mimpi saja. Mimpi makan tetapi begitu bangun masih lapar, mimpi tetapi tidak pernah sampai ke sana,  merasa sudah melayani padahal tidak! Dan juga mabuk, tidur dan mabuk itu penyakit merasa. Merasa kuat, merasa dipakai Tuhan, merasa punya pengajaran, itu orang mabuk! Seperti sidang jemaat Laodekia “aku kaya, aku telah memperkaya diriku” padahal sebaliknya. Juga dalam Matius pasal 7 aku bernubuat demi namaMu, mengadakan mujizat demi namaMu, mengusir setan demi namaMu, tetapi hanya merasa. Buktinya Tuhan enyahkan orang-orang itu “enyahlah kamu sekalian pembuat kejahatan”. Ini orang yang tidak berjaga-jaga, hanya merasa sudah melayani dengan hebat!

 

4.      Lari meninggalkan Yesus.

Markus 14:50

14:50  Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

 

Mengapa mereka lari meninggalkan Yesus? Karena saat itu Yesus ditangkap dan mau dihukum. Waktu Yesus melakukan mujizat memberi makan 5000 orang dengan 5 roti, 4000 orang dengan 7 roti, mereka semua ada bersama Yesus. Artinya hanya mau ikut Yesus kalau diberkati. Itu yang sekarang diajarkan di gereja, cuma berkat-berkat. Siapa yang tidak mau berkat, semua mau diberkati. Tetapi bukan itu tujuan utamanya kita ikut Yesus. Begitu diperhadapkan dengan tantangan dan penderitaan, cepat sekali meninggalkan Yesus. Lari itu berarti cepat, beda dengan jalan kaki. Benar-benar memisahkan diri dari Yesus, lari dari Yesus. Kalau dihubungkan dengan pengajaran begitu lekas berbalik meninggalkan ajaran yang benar dan beralih pada ajaran yang lain yang hanya menyenangkan daging, hanya menyenangkan manusia. Sampai Paulus mengatakan kepada jemaat Galatia, begitu lekasnya kamu berbalik dari ajaran Tuhan dan berpaling pada Injil yang diputarbalikan hanya untuk menyenangkan hati manusia. Jemaat Galatia bersikap seperti itu, sidang jemaat di akhir zaman jangan heran kalau terjadi juga seperti itu.

 

Saya mau katakan kepada sidang jemaat Kristus Penebus Tentena, dulu Tuhan sudah memberikan penyataan kepada bapak gembala “gerejaKu akan Ku jadikan Sokoguru di Tentena” jangan terjadi yang dulunya Sokoguru malah menjadi tiang yang ambruk, begitu lekas berbalik dari pengajaran yang benar. Hal ini yang menghantui saya selama ini sebagai penerus. Saya lihat hamba Tuhan dipakai luar biasa dalam pekabaran Kabar Mempelai dan dipanggil Tuhan, anaknya tidak melanjutkkan Kabar Mempelai. Ini yang saya mohon kepada sidang jemaat untuk selalu dukung dalam dosa supaya apa yang sudah ditanamkan oleh bapak gembala, jalur yang benar yang sudah kita ikuti jangan sampai kita melenceng dari sana. Bukan cuma di dunia, kita mau dijadikan sokoguru di Yerusalem Baru.

 

Galatia 1:6-7

1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,

1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

 

Sekarang ini Firman diputar balik, ditambah kurang. “Jangan bilang haleluya, itu bahasa sorga” lalu dulu bagaimana!. Ada lagi ajaran jangan doa Bapa kami, jadi mau doa bapa apa lagi!

 

Kita harus teguh berpegang pada pengajaran yang benar yang telah kita terima dari para pendahulu. Kita ini tinggal terima jadi, tinggal kita praktekkan. Kita tidak perlu naik ke gunung Sinai tidak makan minum 40 hari 40 malam untuk mendapatkan petunjuk membangun Tabernakel. Sekarang kita sudah menerima wahyu yang Tuhan berikan kepada Bapak Pdt. Van Gessel tahun 1935, tinggal kita teruskan. Janganlah kita tambah kurang, jangan berbalik dari pengajaran ini. Apalagi sudah memberkati nikah dan pelayanan kita. Kami di Lempinel 9 bulan 10 hari nyanyi-nyanyi dengar Firman dapat makan cuma-cuma, dengar Firman cuma-cuma, semua karena pengajaran. Sesudah jadi Pdp, 5 tahun kemudian diangkat menjadi Pdm, punya gereja, punya jemaat, koq bisa begitu lekas berbalik dari pengajaran. Waktu di Lempinel begitu lantang suaranya “lebih baik ditolak bersama pengajaran dari pada diterima tanpa pengajaran!” begitu sudah diperhadapkan di ladang Tuhan malah berbalik meninggalkan pengajaran!

 

5.      Mengikuti Yesus dari jauh

Markus 14:54

14:54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.

 

Petrus mengikuti dari jauh, ini kelengahan Petrus yang kelima. Apa artinya ini? Beribadah melayani Tuhan tetapi tidak sungguh-sungguh, tidak setia dalam ibadah pelayanan. Kita yang sudah dipercayakan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus, jangan ikut Yesus dari jauh. Jangan tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan, jangan lalai.

Yeremia 48:10

48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

 

6.      Berdiang dekat api dunia. Artinya:

a)      Mencari kepuasaan di dunia sampai terikat dengan pergaulan dunia. Kalau Tuhan sudah selalu kita nomor sekiankan dibandingkan perkara dunia, itu sudah seperti Petrus berdiang di dekat api dunia. Kalau dengar Firman rasanya dingin, menyembah rasanya dingin, tetapi malah berdiang dekat api dunia. Untuk padungku bisa habis-habisan, tetapi untuk KKR nanti dulu.

 

Kaum muda dalam pergaulan jangan terikat dengan pergaulan dunia. Dunia ini sedang lenyap, jadi kalau bergaul dengan dunia berarti kita sedang lenyap dan memposisikan diri sebagai musuhnya Tuhan.

Yakobus 4:4

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

 

Bagaimana mau menjadi Mempelai kalau menjadi musuhnya Tuhan. Dulu kita memusuhi Tuhan dalam pikiran kita karena kita hidup di dalam dosa. Sekarang kita sudah ditebus, seharusnya kita memposisikan diri sebagai sahabatnya Tuhan. Bahkan sekarang sudah harus menjadi tunangannya Tuhan, untuk nanti menikah menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kehangatan dan kepuasan sejati hanya ada di dalam Tuhan, di dalam ibadah, di dalam Firman, bukan di dalam dunia! Kehangatan dan kepuasaan dunia hanya bersifat sementara, semu dan selanjutnya hanya air mata.

 

b)      Berdiang dekat api dunia artinya beribadah dengan semangat api dunia, ibadah dikemas dengan cara-cara dunia. Dari pada cari hiburan di dunia lebih baik masuk dalam gereja karena hiburan dunia sudah ada dalam gereja. Stand up comedi ada di gereja, musik-musik diskotik ada di gereja, gereja sudah dicat hitam, lampunya remang-remang, musiknya hingar bingar, hanya untuk kepuasan dunia.

 

Akhirnya Petrus menyangkal Yesus. Dengan 6 kelengahan seperti Petrus ini nanti kehidupan itu berakhir dengan menyangkal Yesus. Jangan sampai kita menjadi kehidupan yang menyangkal Yesus. Ada 3 isi penyangkalan terhadap Yesus.

Titus 1:16

1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

 

1.      Keji

Keji yang di maksud di sini menyembah berhala. Lebih mengasihi sesuatu di dunia ini dari pada Tuhan itu sudah termasuk keji.

I Raja-raja 21:26

21:26 Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.

 

Ini kekejian yang dilakukan oleh Ahab yaitu menyembah berhala. Ini sikap meringankan dan tidak menghargai ibadah doa penyembahan, itu menyangkal Yesus! Kenapa dalam penghukuman sangkakala yang kena penghukuman itu 1/3 matahari, 1/3 bulan, 1/3 bintang, karena Yesus Anak Allah sudah mencucurkan darah untuk membeli kita menjadi domba gembalaanNya, salah satu saja dari 3 macam ibadah pokok kita abaikan itu sudah mengundang hukuman Tuhan kepada kita dan tanpa disadari itu sudah menyangkal Yesus!

 

2.      Durhaka

Apa itu durhaka? Tidak ada terang kesaksian, berarti tidak menghargai dan meringankan ibadah raya.

 

3.      Tidak sanggup berbuat baik, berarti tidak menghargai pembukaan rahasia Firman. Pembukaan rahasia Firman memperbaiki kehidupan kita.

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Pembukaan rahasia Firman itu mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik di dalam kebenaran, supaya kita bisa berbuat baik. Yesus berkata pada Martha waktu dia protes kenapa Maria tidak membantu dia dan hanya duduk mendengar Firman “Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak bisa diambil dari padanya”. Jadi berbuat baik itu kena mengena dengan pembukaan rahasia Firman. Jadi tidak sanggup berbuat baik itu tidak tekun dalam ibadah pendalaman Alkitab, tanpa meja roti sajian.

 

Kalau disimpulkan praktek menyangkal Yesus adalah tidak mau tekun dalam 3 macam ibadah pokok, tidak mau tergembala!

 

Petrus lengah dalam hal kasih, dia tidak punya kasih kepada Tuhan. Orang yang tidak tergembala itu tidak punya kasih kepada Tuhan dan kepada sesama, orang yang menyangkal itu tidak mengasihi Tuhan. Makanya waktu Yesus bertanya kepada Petrus, itu jelas dihubungkan dengan penggembalaan. Petrus anak Yohanes apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini. Petrus berkata ya Tuhan Engkau tahu aku mengasihi Engkau. Lalu Yesus katakan gembalakanlah domba-dombaKu. Jadi penggembalaan ada hubungannya dengan kasih.

 

Petrus juga tidak mengasihi sesama. Buktinya Yesus menempatkan diri sebagai sahabat dari murid-murid, sahabat itu sesama. Petrus menyangkal Yesus berarti tidak punya kasih kepada sesama. Bukti yang lain lagi, Petrus potong telinga orang, itu tidak punya kasih kepada sesama.

 

Jadi orang yang dalam kegerakan rohani kemudian lengah dan tidak berjaga-jaga, dia tidak mempunyai kasih kepada Tuhan dan kepada sesama sehingga kedurhakaan meningkat, banyak terjadi penyangkalan-penyangkalan, kasih menjadi dingin sehingga kedurhakaan meningkat.

 

Untuk menghadapi hal ini kita harus sungguh-sungguh memperjuangkan penggembalaan, di situlah tempat kita memelihara kasih, meningkatkan kasih, sampai pada kasih yang sempurna. Kasih itu kita dapatkan dari kayu salib, manusia daging itu tidak punya kasih, hanya emosi, ambisi dan sebagainya. Lewat darahNya kita diangkat menjadi domba-domba gembalaanNya. Khususnya kita bangsa kafir yang hanya anjing dan babi, oleh darah Yesus kita dijadikan domba gembalaanNya. Jadi penggembalaan itu adalah tempat bagi kita untuk memelihara kasih.

 

Yohanes 21:15-17

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

 

Petrus sedih karena dia sadar dia tidak punya kasih, dia menyangkal Yesus, kasih agape tidak ada, kasih fileo tidak ada. Jadi penggembalaan itu tempat memelihara kasih. 3 kali pertanyaan Yesus tentang kasih kepada Petrus ini menunjukan Firman penggembalaan dalam 3 macam ibadah pokok. Itu mampu memulihkan kasih kita yang sudah kendor dan merosot. Kalau masih bisa datang dalam 3 macam ibadah, masih bisa mendengar Firman penggembalaan, masih ada harapan untuk mengalami pemulihan kasih. Biarlah sore malam hari ini kasih kita kepada Tuhan mau dipulihkan, kasih kepada sesama juga mau dipulihkan, jangan dingin kasih.

Yohanes 21:18-19

21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

 

Ini bukti memiliki kasih, mengulurkan tangan seperti Petrus. Tadinya dia menyangkal karena takut, sekarang dia mau dihukum mati karena Yesus. Artinya mau taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran sampai daging tidak bersuara lagi apapun resikonya, mengalami perobekan daging. Perobekan daging dalam Tabernakel ditunjukan oleh pintu tirai. Kalau sudah dirobek maka ruangan maha suci kelihatan dan Tabut Perjanjian juga kelihatan. Tabut Perjanjian itu penyatuan Mempelai. Tutup dengan 2 kerub, ada 7 percikan darah di situ, menunjukan kepenuhan Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga. Dia sudah mengalami percikan darah, rela taat sampai mati di kayu salib. Peti tabut Perjanjian itu dari kayu penaga yang disalut dengan emas dalam dan luar, menunjukan manusia daging yang berdosa yang keras hati, tetapi oleh kemurahanNya Tuhan ambil dan mau bentuk menjadi mempelai wanitaNya. Jangan heran kalau kita juga diperhadapkan dengan 7 percikan darah, sengsara daging karena Yesus. Maka Shekina Gloria terjadi, kemuliaan Tuhan nyata.

 

Malam hari ini kita mau mengulurkan tangan kepada Tuhan, mau belajar taat pada Firman Tuhan apapun resikonya sampai daging tidak bersuara. Yesus belajar taat dalam penderitaan. Kitapun demikian, dalam mengalami pengalaman sengsara tetap taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar maka hidup Yesus nyata dalam kita sekalian. Maka kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan juga mengulurkan tangan kepada kita, kita berada dalam pegangan tangan Tuhan, bahkan berada di dalam pelukan tangan kasihNya. Rumus mujizat: tangan iman kita yang diulurkan + tangan belas kasihan Tuhan = mujizat. Mujizat pasti terjadi, mujizat rohani keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sempurna seperti Yesus. Mujizat jasmani juga pasti terjadi.

 

Apa pergumulan dan permasalahan yang bapak ibu hadapi? Masalah nikah, masalah buah nikah, masalah ekonomi, masalah penyakit, masa depan, perjodohan, asalkan kita ada di tangan Tuhan, kita mengasihi Tuhan, Tuhan juga mengasihi kita, Tuhan pegang kita dan menolong kita pada waktuNya. Mujizat Tuhan pasti terjadi. Ada perjamuan suci yang akan kita terima, itu wujud tangan kasih Tuhan yang diberikan kepada kita. tanganNya berlubang paku. Dia rela menjadi buruk di kayu salib supaya kita yang buruk diperbaiki menjadi baik. TanganNya yang berlobang paku untuk memegang kita, untuk mengadakan mujizat dalam kehdupan kita yang mau taat pada Firman apapun resikonya sampai daging tidak bersuara lagi. Malam ini kalau kita mau katakan aku mengasihi Engkau Yesus, Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita. Seandainya kita ada waktu Yesus disalibkan dan kita bertanya “Yesus kenapa Engkau melakukan ini? Dia akan berkata “karena Aku mengasihi Engkau, maka Aku mati di kayu salib”. Sore ini mari kita juga mengatakan kepada Yesus “aku mengasihi Engkau Yesus”.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan memberkati

 

 

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00