20210930

Kebaktian Syukuran, Kamis 30 September 2021 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Semua yang kita kerjakan di dunia ini kalau tidak dikaitkan dengan ibadah, semua itu sia-sia. Sebab kita telah ditebus dengan darah yang mahal dari perbuatan yang sia-sia supaya kita bisa beribadah kepada Tuhan.

Ibrani 9:14

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 

Jadi, apapun yang kita kerjakan jika tidak dikaitkan dengan ibadah, tidak dikaitkan dengan Firman Tuhan, itu semua sia-sia. Masuk nikah, tanpa Firman itu sia-sia, sebab hanya kekuatan Firman yang bisa menyatukan suami dan isteri. Kekuatan di dunia ini tidak bisa, suami isteri, laki-laki perempuan itu berbeda. Saya dan isteri saya beda suku, belum lagi perbedaan karakternya, beda seleranya dan lain sebagainya. Lalu kalau tidak ada Firman, apa lagi yang bisa menyatukan. Itu sebabnya malam hari ini, lewat keluarga di tempat ini, Tuhan mempercayakan kepada saya untuk menyampaikan Firman kepada kita sekalian. Bukan hanya untuk keluarga yang mengucap syukur tetapi untuk semua kita yang ada.

 

I Korintus 3:9

3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

 

Kita ini ladang Allah dan bangunan Allah. Secara jasmani ladang adalah tempat bekerja, secara rohani ladang menunjuk pelayanan. Jadi, pelayanan kita dalam bidang apapun harus mengarah pada pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Tubuh Kristus itu satu sebab Yesus satu, kepalanya satu tubuhnya juga satu. Kita ada malam ini tidak memandang denominasi gereja, kelompok atau organisasi, yang kita pandang hanya satu yaitu Yesus sebagai kepala gereja, kita mau dibentuk menjadi satu Tubuh Kristus. Jadi jangan sampai perbedaan-perbedaan ini membuat kita harus terpecah-pecah. Tetapi perbedaan ini membawa kita menjadi satu tubuh Kristus. Seperti tubuh kita tidak semua tangan, tidak semua kaki, tidak semua mata, telinga, berbeda-beda tetapi membentuk satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna. Tetapi ingat, tubuhnya satu berarti kepalanya satu yaitu Yesus. Yesus adalah Firman, supaya kita menjadi satu maka kita harus diatur oleh Firman yang sama, ajaran yang sama yaitu Alkitab. Jangan diatur oleh yang lain di luar Alkitab, tidak mungkin bisa menyatu.

 

Persekutuan Tubuh Kristus dimulai dari nikah kemudian membesar dalam penggembalaan. Dalam penggembalaan ada nikah-nikah yang menjadi satu. Kemudian akan membesar lagi dalam persekutuan antara penggembalaan, itu yang kita kenal dengan istilah KKR. Malam ini juga salah satu bentuk persekutuan antara penggembalaan. Yang akan memuncak dan paling besar persekutuan antara Israel di timur tengah sana dengan kita bangsa non Yahudi, menyatu di dalam satu Tubuh Kristus yang sempurna untuk menyatu dengan Yesus sebagai Kepala gereja.

 

Kita bangunan Allah, ladang Allah. Sebagai ladang Allah berarti harus melayani untuk mengarah pada pembangunan Tubuh Kristus. Mau masuk dalam nikah berarti mau melayani, masuk nikah itu untuk masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, bukannya nanti saling menuntut.

 

Alkitab mengatakan ada yang Tuhan karuniai untuk menikah, berarti harus menikah. Kalau tidak nanti hancur, hangus terbakar oleh api dosa. Tetapi ada juga yang Tuhan karuniai untuk tidak menikah, kalau memaksakan diri untuk menikah nanti hancur.

 

Dalam I Korintus pasal 3 ini ada 2 macam model pelayanan, ada yang negatif, ada yang positif. Sekarang kita tinggal bercermin pada Firman ada pada model yang negatif atau positif.

I Korintus 3:10-15

3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

 

Ada 2 macam model pelayanan di sini.

1.      Pelayanan model kayu, rumput kering dan jerami. Artinya pelayanan yang hanya menonjolkan perkara-perkara jasmani yaitu kemakmuran, hiburan jasmani, yang sebenarnya itu hanya bersifat sementara, fana! Jadi untuk memasuki nikah bagi keluarga Kayori Lakausu, bukan yang jasmani yang kita mau tonjolkan, mau digembar-gemborkan, sampai menjadi suatu kesombongan, menjadi suatu kebanggaan, bukan! Itu hanya bersifat sementara. Oh pestanya harus mewah, harus begini, harus begitu, sampai memaksakan diri, sampai harus hutang, jangan! Kita mau masuk pembangunan Tubuh Kristus, Tubuh Kristus Tuhan beli dengan harga mahal yang lunas yaitu dengan darahNya. Jadi masuk nikah, masuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, jangan diawali dengan utang. Kelihatan wah, mewah, bermartabat tetapi hanya semu, sementara, itu semua hanya jerami, rumput kering dan kayu.

 

Mau menikahkan anak, mau menggelar suatu pernikahan, biarlah kita berpada yang ada, tidak usah ngotot dan memaksa. Kalau memang waktunya Tuhan, Tuhan pasti sediakan semuanya. Tidak usah harus paksa, harus begini dan harus begitu sampai membebani satu pihak keluarga. Itu bukan melayani pembangunan Tubuh Kristus, itu menuntut. Nanti dari pihak perempuan menuntut pada pihak laki-laki, harus menyiapkan sekian, kalau tidak sampai sekian tidak jadi. Jangan begitu lihat parkir roda 4, sudah ini calon. Padahal Tuhan bilang bukan itu, ada yang terbaik Tuhan siapkan.

 

Begitu juga dalam penggembalaan. Kami gembala kalau hanya menggembar-gemborkan yang jasmani, gereja besar, jemaat banyak, itu sifatnya sementara. Gereja besar dibandingkan stadion sepak bola, dengan parkirannya saja sudah kalah. Mau bangga jumlah banyak, kalah jauh dengan orang nonton konser BTS itu banyak sekali, kalau orang jawa bilang banyak poll. Dibandingkan gereja kita mau bangga apa.

 

Kalau hanya menonjolkan yang jasmani menjadi suatu kebanggaan, akibatnya begitu menghadapi api, dia tidak akan bertahan. Api ini ada 2:

a)      Api penyucian Firman

Kalau hanya yang jasmani yang ditonjolkan, nanti masuk nikah tidak akan tahan menghadapi api penyucian Firman. Begitu yang diminta kurang, nanti dituntut-tuntut sehingga tidak jalan penyucian. Apalagi api yang kedua.

 

b)      Api ujian

Begitu kena api ujian, kalau saya tahu ngana seperti itu, saya pe mantan lebe baik dari ngana. Kenapa tidak kawin dengan mantanmu!

 

Akibatnya kalau kena api bisa terbakar. Terbakar oleh apa? Api emosi, api dosa, api hawa nafsu daging, sampai akhirnya terbakar dalam api aniaya antikristus dan berakhir di api penghukuman neraka. Masuk nikah awalnya madunya yang banyak, tetapi setelah itu sengatnya yang banyak,  akhirnya bangka-bangka. Bukan bangka karena makmur, tetapi bangka hati.

 

Saya bersaksi, menikah dengan isteri saya di Malang. Kami menikah tidak terlalu sulit, dari pihak keluarga perempuan tidak terlalu banyak menuntut. Pengeluaran pernikahan juga tidak sampai bunyi ratus juta, 50 jutapun tidak sampai padahal menikah di kota. Kalau ini dekornya bunga mati, kami dulu bunga hidup, tetapi tidak sampai mahal begitu, Cateringnya dapat kemurahan, gedungnya dapat kemurahan Tuhan, semuanya kemurahan Tuhan. Tadinya berpikir setelah pemberkatan langsung saja resepsi di gereja. Tetapi ada berkat untuk menggelar acara di gedung, semua kemurahan Tuhan. Memang sempat dari pihak keluarga menjual tanah, tetapi Tuhan ganti. Tanah yang dijual dikembalikan oleh Tuhan. Tuhan siapkan semuanya, yang penting bukan menjadi kebanggaan dan kesombongan.

 

Yang kita mau tampilkan ini bukan kebanggaan yang jasmani, bukan. Pelayanan kedua ini yang harus ada pada kita.

 

2.      Pelayanan emas, perak dan batu permata. Artinya mengutamakan perkara yang rohani. Emas, perak dan batu permata ini adalah bahan pembangunan Tabernakel yang dibangun oleh Musa. Kemah suci atau Tabernakel menubuatkan Tubuh Kristus. Jadi ini pelayanan yang mengutamakan perkara yang rohani sehingga pasti tahan menghadapi api penyucian Firman dan api ujian. Firman itu seperti api.

Yeremia

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Emas semakin dibakar makin murni. Makin dibakar dengan api penyucian Firman, makin diuji, makin murni, makin mutu rohaninya ditambah. Jadi, masuk nikah itu seharusnya meningkatkan mutu rohani. Yang banyak kali terjadi waktu masih pemuda dan pemudi rajin ibadah. Pas sudah menikah, suami bilang sama isterinya “ngana jo yang pigi bagereja, ta titip jo ta pe kolekte sama ngana ee, salam jo sama Tuhan Yesus”. Atau sebaliknya isteri apalagi mulai ba isi “saya tidak tahan kena matahari, bilang jo sama pak pendeta saya tidak bisa datang sementara mengidam ini, mengidam jaha lagi ini”. Sesudah melahirkan, baru datang gereja untuk penyerahan anak. Setelah penyerahan anak tidak masuk gereja lagi, pak pendeta tanya kenapa tidak masuk gereja, dijawab “aduh pak gembala kita pe anak ini baribut, kalau dibawa di gereja terganggu nanti pak gembala khotbah”. Tunggu-tunggu anaknya sudah besar, tidak juga datang gereja “kenapa tidak datang gereja” sudah mau ada depe adek.

 

Waktu belum menikah rajin ibadah sungguh-sungguh, sesudah menikah rohani merosot, jangan begitu! Justru masuk pernikahan itu masuk persekutuan tubuh Kristus, rohani harus makin bertambah, nikah itu harus memiliki mutu rohani yang tinggi. Kenapa? Sebab nikah yang jasmani itu bukan berakhir di lubang kubur, nikah jasmani akan diarahkan pada nikah yang rohani yaitu nikah Kristus Kepala Mempelai Pria Sorga dengan Gereja Tuhan yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan. Apalagi Fandi dan Cici ini sama-sama hamba Tuhan, alumnus Lempinel Kristus Ajaib. Sebagai sesama hamba Tuhan harus makin meningkat rohaninya, bukannya makin merosot.

 

Api penyucian Firman dan api ujian menghasilkan perak dan emas yang murni. Apa itu perak dan emas yang murni.

a)      Amsal 10:20

10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

Perak yang murni menunjukan mengalami kelepasan dari dosa sampai lepas dari dusta. Masuk nikah harus ada kejujuran, jangan ada yang disembunyikan. Ingat waktu Adam dan Hawa diciptakan, dikatakan mereka berdua telanjang tetapi tidak malu. Telanjang kejujuran, terbuka satu dengan yang lain. Kita yang sudah menikahpun demikian, harus ada kejujuran. Harus lepas dari dosa, hanya melakukan kebenaran, berkata yang benar. Kita lihat nikah kita, kita bercermin pada Firman, nikah kita kualitasnya apa.

 

Bagaimana tanda nikah yang benar?

1)      Direstui oleh Tuhan. Bagaimana bukti direstui oleh Tuhan? Sepadan.

Kejadian 2:18

2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

 

Sepadan ini apa? Satu iman! Sama-sama terang. Jangan yang satu terang, yang lain gelap. Kalau dibaca lagi dalam Efesus 4:3-6 di situ ada 7 kesatuan. Itu harus sama, jangan beda-beda, mulai satu tubuh, satu baptisan, sampai satu Allah Bapa. Nikah itu sudah berbeda, laki perempuan beda, karakternya beda, sukunya beda, kebiasaannya beda. Lalu yang rohani tidak satu lagi, apanya yang bisa menyatukan! Sementara tujuan menikah itu menjadi satu daging. Kalau tidak sepadan bagaimana bisa menjadi satu daging.

 

2)      Direstui oleh orang tua dan direstui oleh pemerintah, dicatat di catatan sipil. Harus resmi di hadapan Tuhan, jangan nikah yang tidak resmi. Kaum muda pacaran jangan back street.

 

3)      Kedudukan nikah harus sesuai Firman. Makanya saya pesankan kepada Fandi, saya sebagai gembala yang membina Fandi sebagai pengerja untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik dan benar “ngana laki-laki, jangan ngana ada di bawah ketiak isterimu. Jangan mau ngana diatur-atur!”.

I Korintus 11:2-3

11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

 

Kedudukannya harus benar, jangan terbalik, jangan isteri yang jadi kepala. Kalau tubuh yang jadi kepala itu akrobat namanya. Saya gembala, saya punya isteri dan dia boleh mengusulkan tetapi yang memutuskan adalah saya sebagai gembala. Yesus kepala nikah rumah tangga yang tidak nampak, suami kepala keluarga, isteri tubuh, anak anggota tubuh, jangan dibalik. Kalau dibalik maka Yesus tidak menjadi kepala dalam rumah tangga. Siapa yang menjadi kepala? Serigala dan burung. Serigala itu roh jahat dan burung itu roh najis. Yesus mengeluh “serigala ada liangnya, burung ada sarangnya, tetapi Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakan kepalaNya”. Serigala dan burung itulah yang jadi kepala, jadi jangan heran terjadi kejatuhan-kejatuhan dalam nikah karena yang menjadi kepala bukan Yesus, yang menjadi kepala bukan suami. Isteri silahkan mengusulkan, suami yang mengambil keputusan. Suami kepala dia harus bertanggung jawab menjadi saluran kehidupan bagi isteri dan anak-anak. Baik kehidupan secara jasmani, terutama kehidupan secara rohani. suami harus lebih rohani dari isteri. Banyak yang terbalik, yang banyak ke gereja justru isteri-isteri, suami entah di mana.

 

Ini ajaran Tuhan kepada kita untuk nikah kita punya mutu rohani, jangan menjadi nikah yang tidak punya mutu.

 

Kalau 3 hal ini benar, direstui Tuhan, direstui orang tua dan pemerintah, kedudukan nikah benar, bisa melakukan kewajiban utama sesuai kedudukannya di dalam nikah, maka nikah itu pasti diisi dengan perkataan-perkataan yang benar. Pasti perkataan yang benar yang muncul, bukan saling mencaci dan mengata-ngatai. Mari diisi dengan perkataan yang benar, ada kejujuran sehingga nikah itu menjadi rumah doa.

Amsal 15:8

15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

 

Kalau nikah menjadi rumah doa, sekalipun banyak pergumulan yang dihadapi tetapi semuanya selesai karena Yesus mendengar dan Yesus menjawab doanya. Kalau suami berulah, isteri lapor kepada Yesus kepala rumah tangga. Kalau isteri berulah, suami lapor kepada Yesus kepala rumah tangga. Jangan malah dilapor sama orang tua. Dalam Kejadian pasal 2 dikatakan laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan menyatu dengan isterinya, berarti jangan lagi dicampur-campur sama orang tua. Orang tua boleh menasihati tetapi yang menjalani nikah itu adalah yang menikah. Jadi lapor sama Tuhan. Kalau suami nakal lapor sama Tuhan. Isteri tidak ba dengar lapor sama Tuhan sebagai kepala.

 

b)      Emas murni

II Timotius 2:20-26

2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

 

Jadi, emas murni adalah mengalami penyucian terutama dari nafsu orang muda. Nafsu orang muda yang dimaksud adalah keinginan daging yang kuat, yang menggebu-gebu. Banyak juga orang tua keinginan dagingnya kuat.

 

Keinginan daging itu ada 2.

1)      Keinginan jahat, mengarah pada cinta uang yang membuat kikir dan serakah. Yang kikir ini hanya anak muda atau ada juga orang tua yang kikir? Banyak juga orang tua kikir. Serakah merampas milik Tuhan dan merampas milik orang lain, bukan hanya anak muda, orang tua juga ada yang begitu. Jadi semua disucikan, tidak melihat umur, semua disucikan dari keinginan jahat, keinginan daging yang kuat.

2)      Keinginan najis, mengarah pada makan minum dan kawin mengawinkan, itulah dosa seks dengan berbagai macam bentuknya. Masuk nikah bukan sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu daging. Jangan sampai salah satu tersiksa.

 

Itulah nikah yang punya mutu rohani, disucikan! Kalau nikah disucikan, maka muncul tabiat rohani. Apa itu?

1)      Ada keadilan. Jangan keluarga perempuan banyak dibantu, keluarga laki-laki tidak usah, atau sebaliknya. Isteri memberi untuk keluarganya, harus adil juga, bisa memberi juga untuk keluarga suami.

2)      Kesetiaan.

3)      Kasih.

4)      Damai, tenang. Nikah bukan tempat untuk berperang, piring terbang, panci melayang, apalagi kalau sampai tumbuk rica melayang.

 

Keinginan daging ini menimbulkan kebenaran diri sendiri. Kalau sudah ada keinginan daging pasti merasa saya yang benar. Saya dan isteri pernah bertengkar. Bukan berarti nikah hamba Tuhan itu mulus-mulus saja, ada pertengkaran tetapi Firman Tuhan menyelesaikan semuanya. Saya sampai keras sama dia, saya bukan gembalamu, kamu cari gembala yang lain! Saya merasa benar, dia juga merasa benar. Saya kira orang jawa digertak orang poso mau tenang. Ternyata sama, kalau sudah daging yang menguasai, mau jawa, batak, pamona, sama-sama keras! Tetapi kalau Roh Kudus yang menguasai melembut. Saya keras dia juga keras, pisah. Saya merasa benar dia juga merasa benar, jadinya pisah. Dia di kamar saya di luar. Tetapi saya belajar melembut, dia juga belajar melembut “saya yang salah” yah sudah jadi tenang, saling melembut, berpelukan. Jadi bukan pakai kekuatan daging, pakai kekuatan Firman. Makanya perlu api penyucian Firman dan api ujian, pertengkaran selesai dan terhindar. Kalau memulai pertengkaran mengundang air bah, hancur semuanya! Kasur yang mau dipakai tidur robek-robek. Lemari pica kacanya, hancur semua. Tetapi kalau kita belajar melembut, mau disucikan, maka semua teratasi.

 

Kalau kita tampil seperti perak dan emas murni, hasilnya:

1.      Mazmur 68:14;55:7-9

68:14 Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan.

55:7 Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,

55:8 bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. S e l a

55:9 Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

 

Hasilnya kita memiliki sayap merpati. Artinya kita dinaungi oleh tangan kasih Tuhan, nikah kita dilindungi oleh tangan kasih Tuhan. Oleh apa? Angin ribut pencobaan. Tidak ada nikah yang tidak teruji, pasti ada masalahnya, ada pencobaan. Belum punya anak banyak masalah dihadapi. Saya lama baru punya anak, banyak masalah yang dihadapi. Sudah punya anak ada juga masalah dihadapi. Tetapi kalau kita mau tampil seperti perak, orang benar, seperti emas ada penyucian maka ada perlindungan Tuhan. Angin pencobaan menerpa, tetapi kita dilindungi oleh Tuhan.

 

Dunia ini seperti padang gurun, mau cari perlindungan di mana. Kekayaan? Banyak orang kaya selingkuh, banyak orang kaya bercerai. Cari perlindungan nikah dari kedudukan? Banyak juga pejabat yang rumah tangganya hancur. Carilah perlindungan di dalam Tuhan lewat Firman Tuhan. Ada perlindungan, nikah terjaga dari angin pencobaan dunia ini, sehingga mengalami ketenangan, damai sejahtera, tambah hari tambah manis rumah tangga nikahnya.

 

Nikah-nikah kita yang ada malam hari ini mungkin ada yang mulai retak. Ayo jadilah perak murni, perbaiki nikah, harus benar, jadi emas murni, disucikan, dilindungi, tidak cerai, tidak pisah, tetapi disatukan oleh tangan kasih Tuhan.

 

2.      Hagai 2:9

2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

 

Kita menjadi milik kepunyaan Tuhan. Siapa berani mengganggu gugat milik kepunyaan Tuhan berhadapan dengan Tuhan. Isteri milik kepunyaan suami, Yesus Kepala gereja adalah suami, kita Mempelai WanitaNya. Secara jasmani saja, coba ganggu isteri saya, berani ganggu langkahi dulu mayat saya. Begitu juga kita dengan Tuhan. Kita milik kepunyaan Tuhan, Tuhan jaga dengan sungguh-sungguh dan hati-hati, sehingga nikah jasmani kita bersama buah nikah bisa mengarah masuk pada nikah yang rohani, terjadi pertemuan di udara, pesta nikah Anak Domba, bersama isteri dan anak-anak menyambut Yesus di awan-awan.

 

Ini kerinduan hati saya, saya selalu berdoa Tuhan saya rindu bersama isteri, anak, jemaat bersama isteri dan anak-anak menyambut Yesus di awan-awan. Tuhan percayakan berapa jiwa di pundak saya untuk dibawa ketemu Yesus. Gembala itu suami bayangan untuk membawa gereja pada suami yang sesungguhnya, itulah Yesus. Kita milik kepunyaan Tuhan, tidak ada yang bisa menganggu gugat. Kalau kita milik Tuhan maka langkah hidup kita adalah langkah-langkah mujizat, disetiap musim hidup kita bersama dengan Tuhan.

 

Inilah berkat Firman Tuhan yang bisa saya sampaikan, bukan hanya untuk keluarga yang mengucap syukur tetapi untuk kita semua. Biarlah langkah-langkah hidup kita, langkah-langkah nikah kita bersama dengan Yesus, sehingga ada mujizat terjadi, kita menjadi milik kepunyaan Tuhan yang tidak boleh diganggu-gugat.

 

Tuhan Memberkati.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20210929

Kebaktian PA Imamat, Rabu 29 September 2021 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Imamat 25:8-13

25:8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.

25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.

25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

25:11 Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.

25:12 Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.

25:13 Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.

 

Bunyi sangkakala merupakan penanda tahun Yobel. Pada tahun Yobel ada larangan Tuhan dan ada perintah Tuhan. Larangan Tuhan adalah jangan menabur, apa yang tumbuh sendiri jangan dituai, pokok anggur yang tidak dirantingi jangan dipetik buahnya. Ini semua adalah aktivitas di ladang dunia. Dunia ini sudah berada di bawah kuasa iblis/ setan.

I Yohanes 5:19

5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

 

Jadi, larangan Tuhan ini jangan kita masuk di ladang setan. Ladang setan itu adalah ladang kebencian dan ladang babi yaitu ladang kenajisan. Ladang itu juga berbicara tanah. Jadi jangan ada aktivitas daging, sama dengan jangan menjadi kristen kedagingan.

 

Perintah Tuhan orang Israel harus pulang ke tanah miliknya atau kepada kaumnya. Di mana tanah milik kita dan siapa kaum kita secara rohani?

Efesus 2:19

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

 

Kita ini warga kerajaan Sorga. Jadi tanah kita secara rohani adalah kerajaan Sorga. Kaum kita adalah keluarga Allah. Dulu bangsa Israel kembali ke tanah miliknya, sekarang kita harus berupaya untuk kembali ke Kerajaan Sorga. Kita juga harus berupaya menunjukan bahwa kita ini adalah keluarga Allah. Jadi harus ada bukti nyata kita ini warga kerajaan Sorga dan keluarga Allah, bukan hanya mengaku-mengaku di mulut! Itu adalah bukti nyata kita mengalami Yobel, mengalami pembebasan.

 

Sore ini kita pelajari bukti nyata sebagai warga kerajaan Sorga.

Filipi 3:20-21

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

 

Ayat 21 ini bukti nyata kita warga kerajaan sorga yaitu mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai kita sempurna seperti Yesus. Selama kita mempertahankan manusia daging ini, kita tidak bisa masuk kerajaan Sorga. Daging dan darah itu tidak mendapat bagian di dalam kerajaan Sorga. Manusia daging ini akan binasa, jadi jangan dipertahankan, kita harus mengalami keubahan hidup sampai sempurna seperti Yesus.

I Korintus 15:50

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

 

Bagaimana proses mengalami keubahan hidup? Mengalami kelahiran baru. Kita lahir dari kandungan ibu kita, kita memiliki jenis kehidupan manusia darah daging yang cocok hidup di dunia tetapi tidak cocok hidup di sorga. Mau hidup di sorga, menjadi warga kerajaan sorga maka kita harus mengalami kelahiran baru.

 

Banyak orang Kristen, bahkan hamba Tuhan, pelayan Tuhan, tidak memahami soal kelahiran baru ini, yaitu:

1.      Kelahiran baru lewat baptisan dianggap hanya simbol, caranya terserah bagaimana, yang penting lahir baru. Kalau seperti itu Yesus, tidak usah dibaptis. Untuk apa Yesus dibaptis? Untuk memberikan teladan mana baptisan air yang benar.

 

2.      Sudah puas kalau sudah dibaptis, sudah lahir baru dan dipenuhkan Roh Kudus tetapi tidak ada kelanjutannya. Padahal dalam Tabernakel itu masih di wilayah halaman. Wilayah halaman itu diserahkan kepada antikristus untuk diinjak-injak. Jika kita memang warga kerajaan sorga, maka baptisan airnya harus benar meneladani Yesus. Baptisan Roh Kudusnya juga harus benar, harus meneladani Yesus.

 

Setelah mengalami kelahiran baru dan bila saat itu dia mati maka dia sudah selamat. Tetapi yang kita perjuangkan ini keselamatan yang akan datang, selamat dari antikristus, selamat dari penghukuman Tuhan yang akan datang. Kalau masih dalam wilayah halaman tidak akan selamat. Sebab itu masih ada kelanjutannya.

I Petrus 1:23-25

1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,

1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

 

Setelah baptisan air dan baptisan Roh Kudus, lanjutkan lahir baru lewat benih Firman. Lanjutkan menyelam atau mandi dalam air hujan Firman pengajaran yang benar. Firman pengajaran itu digambarkan seperti hujan.

Ulangan 32:2

32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

 

Orang yang bisa menerima pengajaran adalah orang yang bisa mengutamakan perkara langit, perkara yang rohani. Kalau perkara bumi yang diutamakan sulit menerima pengajaran. Makanya langit lebih dahulu disebut baru bumi.

Ulangan 32:2

32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

 

Harus mandi dan menyelam dalam air hujan Firman pengajaran, maka daging kita yang besar akan dikecilkan sehingga rohani kita bertumbuh. Kalau dagingnya besar maka rohaninya kecil. Lewat Firman pengajaran daging dikecilkan dan rohani meningkat. Sampai daging pada titik nol, rohani kita sudah bertumbuh dewasa dan sempurna. Inilah yang dimaksud dengan keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

 

Ada 3 tahapan air hujan Firman pengajaran yang benar untuk menumbuhkan rohani kita.

1.      Seperti embun. Embun itu lembut dan halus, ini menunjukan pengajaran dasar untuk orang yang masih baru dalam pengajaran. Masih baru jangan langsung ditoki, jangan langsung dikerasi. Pelan-pelan diajar, semakin keras. Seperti dalam kitab Keluaran dikatakan bunyi sangkakala itu kian lama kian nyaring. Jadi jangan langsung keras, masih baru jangan langsung kena tampeleng, kaget dia nanti. Embun itu adalah kebaikan raja. Jadi, kalau kita bisa masuk pengajaran semua karena kebaikan Yesus Raja segala raja, bukan karena kebaikan kita.

Amsal 19:12

19:12 Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.

 

Kalau kita bisa berada dalam pengajaran, itu semua karena kebaikan Tuhan. Saya boleh lahir dalam keluarga hamba Tuhan yang teguh dalam pengajaran itu semua karena kebaikan Tuhan. Sempat saya terhilang tetapi kembali bertobat, itu semua hanya karena kebaikan Tuhan. Bapak ibu renungkan, dulu hidup kita ke sana kemari tidak jelas, tetapi boleh dipertemukan dalam pengajaran ini, itu semua karena kebaikan Tuhan.

 

Tetapi kalau tidak kita hargai pengajaran ini, kita akan berhadapan dengan kemarahan Raja. Dia sungguh baik, memang Yesus sungguh baik. Tetapi kalau kita sudah digiring masuk dalam pengajaran lalu kita tidak hargai, kita tidak perhatikan, kita abaikan, kita entengkan, maka kita berhadapan dengan kemarahan Raja. Orang yang menolak Yesus sebagai Raja dibunuh, itu kemarahan Raja.

Lukas 19:27

19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

 

Jangan sampai kita menghadapi kemarahan raja, harus terhuyung-huyung masuk antikristus, harus kena penghukuman dari Allah Tritunggal yang seharusnya untuk dunia ini. Olehnya mari kita hargai kebaikan raja.

 

Firman Tuhan seperti embun menumbuhkan rohani kita menjadi remaja. Sudah sekian tahun kita dalam pengajaran, jangan kanak-kanak terus, harus bertumbuh.

Mazmur 110:3

110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

 

Jangan dulu bicara dewasa, kita periksa dulu apakah kita sudah bertumbuh sampai tahap remaja atau masih kanak-kanak. Apa buktinya kita sudah pada tahap remaja mau dewasa? Tuhan mengangkat satu kisah dalam Alkitab tentang Yerusalem. Yerusalem itu menunjuk Mempelai Wanita Tuhan. Tuhan ingatkan Yerusalem “dulu engkau terlantar di padang, kelahiranmu dientengkan” sekarang sudah Tuhan lawat, sampai Tuhan lawat 2 kali. Lawatan pertama Tuhan berkata “engkau harus hidup”, pada lawatan kedua Tuhan katakan “engkau Aku punya”.

Yehezkiel 16:7

16:7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.

 

Jadi apa buktinya rohani sudah remaja?

a)      Buah dada sudah montok, artinya sudah ada gairah untuk melayani Tuhan. Kalau masih anak-anak untuk melayani dirinya sendiri saja tidak bisa. Tetapi kalau sudah remaja sudah ada gairah melayani Tuhan, sama dengan memiliki kasih mula-mula. Mari kita raba dan periksa, gairah kita untuk melayani apakah masih ada atau sudah pudar karena pandemi ini? Justru harus makin menyala-nyala dan berkobar-kobar.

Kalau saya melihat foto KKR tahun ini tahun itu, betapa hati merindu supaya pandemi berakhir dan bisa kembali KKR. Saya bayangkan betapa membludaknya peserta yang mengikuti KKR. Kita optimis pasti bisa. Memang akan berhenti, akan reda pandemi ini dan akan terjadi kegerakan yang besar tetapi sangat singkat waktunya. Semoga kita semua ada di sana.

 

Biarlah kita semua punya gairah. Jangan sampai kasih mula-mula hilang. Biarlah gairah kita untuk melayani tidak pudar, tetapi semakin menyala, semakin membara. Usia boleh bertambah, kekuatan fisik semakin berkurang, tetapi semangat untuk melayani harus semakin berkobar-kobar. Apalagi yang masih muda, ayo semangat melayani, jangan kendor. Ini bukti rohani kita sudah remaja dan sebentar lagi dewasa, masuk dalam pesta kawin Anak Domba Allah.

 

b)      Rambut sudah tumbuh. Bahasa rohani rambut sudah tumbuh menunjuk penundukan = sudah ada tanda penundukan terhadap Firman. Apa artinya bergairah melayani tetapi tidak taat, tidak tunduk, itu tidak ada gunanya. Gairah melayani diimbangi dengan penundukan supaya tidak salah dalam melayani.

I Korintus 11:3,5-6,10

11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

11:10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

 

I Korintus 11:10 (Terjemahan Lama)

11:10 Sebab itulah perempuan itu wajib memakai di kepalanya suatu tanda ia takluk, oleh sebab segala malaekat.

 

Ayat 3 itu kedudukan nikah Kristen di mana Yesus sebagai Kepala. Dikaitkan dengan rambut, dikaitkan dengan penundukan. Jadi sudah ada rambut berarti sudah ada tanda penundukan terhadap Firman. Sudah semakin gampang disuruh kalau sudah remaja. Kalau masih anak-anak masih susah diajari dulu. Kalau tidak mau tunduk pada Firman sama dengan mencukur habis rambutnya sampai botak, itu bagaikan menjadi bola permainan setan, ditendang ke dosa A, tendang ke dosa B, tendang ke dosa C, goll setan tepuk tangan.

 

Ayat 3 itu jaminan bagi orang yang tunduk. Jika kita tunduk dan takluk terhadap Firman, Yesus sebagai kepala bertanggung jawab atas hidup kita yang sudah Dia buktikan lewat perjamuan suci, Dia mati di bukit tengkorak. Dia pasti bertanggung jawab atas hidup kita, Dia tidak pernah menipu.

 

Kehidupan yang taat dan setia, Tuhan jamin ada kunci Daud membuka pintu-pintu yang tertutup di dunia ini sampai pintu sorga.

Wahyu 3:7-8

3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

 

Betul-betul Tuhan itu bertanggung jawab. Kaum muda mungkin secara jasmani potensinya tidak ada, tidak dilirik calon mertua, tidak masuk hitungan menantu idaman. Tetapi kalau tunduk, takut, taat pada Firman, yakin Tuhan pasti berikan yang terbaik, mertua yang terbaik juga! Semoga kita bisa mengerti.

 

Rohani tahap remaja masih rawan menghadapi serangan setan. Kenapa? Sebab tadi dikatakan buah dada sudah montok, rambut sudah tumbuh tetapi masih dalam keadaan telanjang atau terbuka. Bagaikan suatu kota yang tidak punya benteng atau kubu perlindungan. Makanya masih rawan terhadap serangan iblis, itu sebabnya perlu ditingkatkan dan ditumbuhkan lewat Firman pengajaran.

 

2.      Seperti hujan renai atau hujan rintik-rintik yang jatuh ke atas tunas. Tunas menunjukan pribadi Yesus. Jadi hujan renai ini menunjukan Firman pengajaran mulai keras untuk membawa remaja rohani mengenal Yesus dengan benar. Pengajaran semakin keras supaya apa? Supaya pelayanan kita dan penundukan kita jangan salah sasaran kepada laki-laki lain tetapi tepat sasaran terhadap Yesus.

 

Ada 4 penampilan Yesus sebagai tunas:

a)      Yeremia 23:4-6

23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.

23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita.

 

Tunas adil = Yesus Raja segala raja. Ini yang ditampilkan oleh Injil Matius, warnanya ungu lambangnya singa. Firman pengajaran ini membawa kita mengenal Yesus sebagai Raja yang adil dan benar, sehingga kita juga bisa menjadi kehidupan yang adil dan benar, karena kita mau dijadikan sama dengan Yesus. Ini berarti pekerjaan Firman mulai nampak dan nyata dalam kehidupan kita.

 

Praktek adil dan benar:

1)      Yesaya 11:5,3

11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

 

Yesaya 11:3 (Terjamaha Lama)

11:3 Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

 

Jadi praktek pertama kesenangan kita adalah takut akan Tuhan, sama dengan bernafas dengan takut akan Tuhan. Ayo kita periksa bagaimana keadaan praktek hidup kita sehari-hari. Ada dalam tanda takut akan Tuhan atau hanya takut pada sesuatu di dunia sehingga tidak takut akan Tuhan. Bernafas itu setiap saat, berarti setiap saat kita harus takut akan Tuhan.

 

Banyak hal-hal di dunia ini yang menimbulkan ketakutan dalam hidup kita, bahkan ketakutan itu menjadi pembunuh utama manusia di akhir zaman ini. Ayo kita periksa, betulkah kesenangan kita sepanjang hari takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan itu membenci dosa sampai membenci dusta. Jadi setiap saat kita harus berupaya membenci dosa sampai membenci dusta, itulah orang yang adil dan benar. Ini memang suatu perjuangan.

Amsal 8:13

8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

 

Jangan karena hal-hal di dunia ini sehingga kita tidak takut lagi akan Tuhan, kita berbuat dosa dan berdusta karena takut pada sesuatu di dunia ini. Baik dalam pelayanan, pekerjaan, dalam study, banyak hal-hal yang membuat kita tidak takut akan Tuhan dan berkata “kali ini saja saya berdusta, saya berbuat dosa”. Ini sudah kena corona rohani! Sesak nafas rohaninya, saturasi rohaninya sudah turun itu, tinggal mau pakai tabung oksigen. Ayo kita belajar, terutama saya sebagai gembala harus menunjukan teladan takut akan Tuhan.

 

2)      Yesaya 11:3-4

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

 

Tidak menghakimi orang lain dengan sekilas pandang. Sama dengan tidak langsung percaya kata satu orang saja lalu menghakimi orang lain. Jangan percaya perkataan satu orang lalu kita langsung menilai seseorang itu tidak baik, seseorang itu jahat, apalagi kalau itu hamba Tuhan. Yang anehnya lebih percaya suara orang yang tidak takut Tuhan, dibandingkan orang yang benar dan sungguh-sungguh dengan Tuhan. Orang yang tidak sungguh-sungguh ibadah suaranya malah didengar. Parahnya lagi lebih mendengar suara orang yang tidak sungguh-sungguh ibadah dari pada suara gembala. Itu berarti belum mengenal Yesus sebagai Raja yang adil dan benar.

 

Kami diajar di Lempinel dan saya berupaya mempraktekannya. Kalau kita mendengar sesuatu tentang si A dan perasaan kita terganggu, cari tahu kebenarannya. Lebih baik langsung tanya kepada orang yang bersangkutan. Kita belum tahu duduk perkaranya kita sudah langsung menghakimi dan salah-salahkan, jangan! Apalagi kalau itu soal hamba Tuhan, jangan, harus diperiksa dulu.

 

Tuhan saja waktu mau menghukum Sodom dan Gomora, Tuhan turun dulu memeriksa, apakah betul kata orang tentang Sodom dan Gomora. Tuhan itu Maha Tahu, kenapa Dia harus periksa dulu? Memberi teladan kepada kita untuk jangan menghakimi sekilas pandang. Ini pelajaran bagi kita semua, blak-blakanlah, jangan main belakang.

Kejadian 18:21

18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."

 

Ini bukan berarti Tuhan itu terbatas dan tidak Maha Tahu, bukan! Ini memberi teladan bahwa jangan menghakimi sekilas pandang. Tuhan memberikan teladan keadilan dan kebenaran. Periksa dulu kebenarannya baru menilai seseorang.

 

Lalu bagaimana untuk menilai bahwa persekutuan itu ajaran yang sehat atau ajaran yang salah? Kalau mau nilai orang kita harus tanya orang itu langsung, berarti kalau mau menilai ajaran itu sehat atau salah kita harus datang dengar dan ikut ibadahnya? Bukan! Kalau untuk persekutuan Tuhan kasih cara, lihat buahnya!

Matius 7:15-16

7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

 

Bisa dinilai dari buahnya, dari hasil pelayanannya, dari rohaninya bagaimana, dari perkataannya, dari perbuatannya, bisa kita lihat dan kita jadi tahu ini salah. Tidak perlu ikut ibadahnya. Puji Tuhan, semoga kita bisa mengerti.

 

Yesus itu adalah Raja segala raja, Yesus itu berkuasa atas sorga dan bumi.

Matius 28:18

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

 

Jika kita mengenal Yesus sebagai Raja segala raja lewat praktek takut akan Tuhan, kemudian tidak menghakimi sekilas pandang, kita yakin segala kebutuhan kita adalah urusannya Tuhan. Jadi tidak usah ragu akan pemeliharaan hidup kita. Yang kita urus sekarang bagaimana bisa bernafas dengan takut akan Tuhan, bagaimana supaya adil dan benar, tidak menghakimi dengan sekilas pandang saja. Urusan kebutuhan kita menjadi urusan Tuhan. Oh kalau begitu tidak usah kerja? Silahkan kerja dengan giat, silahkan sekolah dengan giat tetapi ingat, harus ditandai dengan takut akan Tuhan, jangan menghakimi dengan sekilas padang, maka Tuhan akan menyediakan segala kebutuhan kita.

 

Kalau kita kerja tetapi tidak takut akan Tuhan, yah Tuhan tidak pelihara. Mungkin dapat banyak dari hasil nipu, tetapi uang panas, cepat habis. Seperti cerita satu anak Tuhan, dapat puluhan juta tetapi habis begitu saja karena tidak takut akan Tuhan. Tetapi kalau kita takut akan Tuhan, mungkin di mata manusia pendapatannya kecil sekali tidak bisa hidup tetapi Tuhan pelihara. Kalau kita kenal Yesus Raja, Dia kenal kita, Dia cukupkan semua, Dia bisa menyediakan semua yang kita butuhkan.

 

Jokowi saja orang yang dekat dengan dia, pasti dia pelihara. Tidak usah Presiden, dekat dengan kepala desa saja pasti dapat BLT. Di dunia ini kalau ada orang dalam pasti dapat. Orang dalam kita adalah Tuhan langsung, kenapa kita mau ragu, Tuhan pasti siapkan semua, Tuhan cukupkan. Urusan kita satu saja, takut akan Tuhan, semua itu Tuhan yang atur yang terbaik bagi kita.

 

b)      Zakharia 3:8

3:8 Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu -- sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

 

Ini Yesus sebagai hamba yang ditampilkan oleh Injil Markus, lambangnya lembu warnanya biru.

 

Bagaimana praktek mengenal Yesus sebagai hamba. Namanya hamba itu bagaimana? Tidur-tiduran? Malas-malasan? Dipecat kalau seperti itu! Seorang hamba itu giat dan aktif. Jadi praktek mengenal Yesus sebagai hamba adalah giat dan aktif melayani Tuhan sekalipun harus ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan. Tuhan sudah tunjukan dalam ayat kunci Injil Markus.

Markus 10:35

10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Ayo giat beribadah dan melayani Tuhan ditambah disertai pengorbanan seperti Yesus, sampai korban nyawa. Kadang kita baru tersinggung perasaan sedikit sudah tidak mau melayani, sudah meraju. Baru korban tenaga, korban harta sudah ungkit-ungkit, gembar-gembor ke mana-mana, janganlah seperti itu. Yesus sampai korban nyawa. Ayo terus berkorban, apa saja yang Tuhan gerakan dan Tuhan minta kita korbankan, itu hamba.

 

Saya sebagai pengerja, dilatih menjadi hamba. Masih sementara makan, belum turun di perut, masih di leher sudah disuruh angkat batu 10 kubik. Itu hamba, rasanya terlalu! Tetapi itulah hamba, belajar berkorban. Mohon maaf, bukan mengedepankan diri dan menjadi suatu kesombongan.

 

Dan melayani Tuhan harus dengan segera, itu kata kunci Injil Markus. Berasal dari bahasa Yunani yaitu Takista. Tidak membuang waktu dengan percuma! Begitu digerakan Tuhan melayani ayo langsung melayani, jangan buang waktu dengan percuma. Makanya pengerja kalau disuruh jangan ditunda-tunda, akhirnya nanti lupa kalau ditunda-tunda. Begitu digerakan Firman langsung segera melayani, jangan tunda-tunda waktu, jangan buang-buang waktu dengan percuma, langsung bergairah, setia dan sedia setiap saat. Kenapa harus bersegera? Sebab waktu sekarang ini adalah waktu yang jahat. Sebab itu kita harus menggunakan waktu dengan semaksimal mungkin untuk melayani Tuhan.

Efesus 5:16

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

 

Begitu kita tunda-tunda untuk waktu melayani Tuhan kita bisa terseret arus kejahatan dan arus kenajisan, sementara waktu sudah singkat. Begitu kita terseret lalu Tuhan datang, bagaimana nasib kita! Kaum muda ayo aktif melayani Tuhan, jangan tunda-tunda waktu, jangan buang-buang waktu percuma. Mari kita gunakan waktu yang masih ada, bahkan waktu yang ada ini sebenarnya sudah waktu yang sisa. Giat dan aktiflah melayani Tuhan, setia dan benar melayani Tuhan. Benar itu sesuai Firman.

Tujuan akhir kita kan menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Itu yang harus kita taruh di hati. Saya melayani untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Coba tanya yang mau menikah, apakah mau diundur lagi? Mau ditunda tahun depan? Tidak mau! Kalau maunya besok syukuran sekalian pemberkatan saja, pasti maunya begitu, lebih cepat lebih baik. Begitu juga kalau kita mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan, koq kita mau tunda-tunda! Tuhan sudah ingin sekali mendapatkan Mempelai WanitaNya, kita malah berkata “tunggu dulu Tuhan, saya masih urus ini, masih mau urus itu”. Kalau seperti itu ada orang lain, Tuhan tidak pernah kekurangan orang. Ada yang tidak mau melayani, ada yang mau melayani. Ada yang tidak mau salib, ada yang mau salib. Jadi Tuhan tidak pernah kekurangan orang. Yudas keluar, diganti Matius. Esau meninggalkan jubahnya, Yakub yang dapat. Semoga kita bisa mengerti.

 

Ayo melayani Tuhan, giat aktif, sama dengan setia dan benar. Itu seperti memakai ikat pinggang. Itulah hamba, melayani harus berikat pinggang.

Yesaya 11:5

11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

 

Benar di sini bukan benar maunya kita sendiri sesuai apa kita pikirkan tetapi setia dan benar sesuai Firman bagaikan kita melayani berikat pinggang = memberi makan Tuhan, memuaskan Tuhan.

Lukas 17:7-8

17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

 

Biar kita melayani dengan setia benar, itu memberi makan minum Tuhan, memuaskan Tuhan! Dan Tuhan tidak pernah menipu, sesudah Aku makan dan minum engkau boleh makan dan minum. Setelah Tuhan puas maka Dia akan memberikan kebahagiaan Sorga kepada kita. Dia tidak menipu, kita melayani Tuhan, menyenangkan Tuhan, memuaskan Tuhan maka Diapun akan memuaskan kita. Urusan makan minum kita adalah urusannya Tuhan. Jika belajar pelajaran Tahbisan, dalam Keluaran 29:31-35 hamba Tuhan itu dijamin oleh Tuhan. Daging dan roti dari korban pentahbisan dimakan, bahkan sampai ada sisa. Kalau sampai pagi ada sisa, harus bakar sampai habis. Kenapa kita mau ragu. Kadang kita terlalu sibuk mengurus makan minum kita sampai lupa melayani Tuhan, sampai mengabaikan ibadah pelayanan kita. Urus dulu urusan kita yaitu menyenangkan hati Tuhan maka Tuhan akan mengurus urusanNya yaitu memberi makan minum kepada kita. Urusan kita menyenangkan hati Tuhan, urusan Tuhan soal kehidupan kita sehari-hari. Dia tidak mungkin meninggalkan dan membiarkan kita.

Sudah berapa tahun saya melayani Tuhan, tidak pernah juga saya dengar hamba Tuhan yang sungguh-sungguh itu mati kelaparan. Kalau kelaparan saya juga alami, tidak punya makanan saya juga pernah alami. Tetapi saya tidak mau minta sama orang tua, saya belajar menyenangkan Tuhan dan Tuhan yang menyediakan. Saya tidak mau minta kepada orang tua dan Tuhan sediakan. Pdt. Pong Dongalemba pernah bersaksi, kalau saya pergi mengajar ke Surabaya saya makan enak, sementara isteri dan anak-anak di tempat pelayanan susah makan. Satu ketika ada pilihan mau beli semen atau beras dan beliau memutuskan beli semen. Dan beliau katakan sampai sekarang saya tidak makan semen, saya makan nasi!

 

c)      Zakharia 6:12-13

6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.

6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.

 

Orang yang bernama tunas, ini sama dengan Yesus sebagai Anak Manusia, yang ditampilkan dalam Injil Lukas, lambangnya manusia, warnanya merah. Makanya dalam 4 Injil hanya Injil Matius dan Injil Lukas yang menampilkan silsilah Yesus. Karena Injil Matius menampilkan Yesus sebagai Raja, raja itu selalu ditulis silsilahnya. Lukas menampilkan Yesus sebagai Anak Manusia, manusia ada silsilahnya. Markus menampilkan Yesus sebagai hamba, hamba tidak perlu dicari tahu silsilahnya, yang penting dia kerja saja. Apalagi Injil Yohanes menampilkan Yesus sebagai Anak Allah, yah tidak perlu dicatat silsilahnya.

 

Tugas Yesus apa sebagai Anak Manusia? Mendirikan Bait Tuhan. Jadi, praktek mengenal Yesus sebagai Anak Manusia adalah menyerahkan hidup untuk dibangun menjadi Bait Tuhan yang rohani. Sama dengan Tubuh Kristus yang sempurna. Ayo serahkan hidup kita, biar dibangun oleh Tuhan menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Tentu untuk dibangun ada prosesnya. Kita mau dibangun menjadi Tubuh Kristus juga ada prosesnya. Apa prosesnya? Ingat tentang Yesus menyucikan Bait Allah. Waktu Yesus masuk Bait Allah, Dia lihat ada orang berjualan di situ, penukar uang ada di situ. Dia usir semua, meja penukar uang Dia balik semua, yang berjualan diusir keluar. Apa Yesus katakan? Rombak Bait Allah ini, dalam 3 hari Aku bangun kembali. Yang Dia maksudkan dengan Bait Allah itulah tubuhNya sendiri. Jadi proses dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna adalah proses penyucian dan perombakan atau pembaharuan.

Yohenes 2:19-22

2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

 

Apa yang bisa menyucikan dan membaharui kita? Firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Tajam yang pertama untuk menyucikan, tajam kedua untuk merombak untuk membaharui. Merombak hidup lama dan dibangun hidup baru. Memang sakit, kena pedang itu sakit bagi daging. Dan untuk mengalami penyucian dan perombakan itu kita harus bayar harga. Jadi kita beribadah dengar Firman bukan enak-enak. Kalau ibadah secara online sudah harus siapkan paket data, kena Firman yang keras lagi. Penyucian itu seperti Yesus mengusir, jadi tidak pakai perasaan datang. Perasaan daging itu harus ditanggalkan semua. Kalau kita dengar Firman selalu baper, bawa perasaan, kapan kita dibaharui. Begitu kena Firman sedikit langsung tersinggung, langsung meraju. Juga kami hamba Tuhan, menyampaikan Firman yang menyucikan jangan bawa perasaaan daging. Sampaikan saja apa yang menjadi isi hati Tuhan. Memang seperti mengusir, tetapi itu menolong. Coba kalau tidak diusir pedagang-pedangang di situ, apa yang terjadi pada Bait Allah? Tetap menjadi sarang penyamun.

 

Harus disucikan, harus dibaharui. Tajam pertama menyucikan, tajam kedua merombak hidup yang lama untuk membangun yang baru, membaharui kehidupan kita sekalian.

 

d)      Yesaya 4:2

4:2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.

 

Ini tunas mulia, ini menunjuk Yesus sebagai Anak Allah, sama dengan Yesus sebagai Mempelai Pria sorga. Ini yang ditampilkan Injil Yohanes, makhluk dengan muka rajawali dan warnanya putih.

 

Mari kita mau mengenal Yesus dengan benar sehingga pelayanan dan penundukan kita tepat sasaran, tidak salah sasaran. Kita melayani Yesus sebagai tunas. Dia adalah Raja, Dia adalah Hamba, Dia adalah Anak Manusia yang sengsara, Dia adalah Mempelai Pria Sorga. Inilah puncak pengenalan kita, mengenal Yesus sebagi Mempelai Pria Sorga. Makanya perlu peningkatan, tahap hujan Firman pengajaran itu perlu ditingkatkan. Kita sudah melewati embun, menumbukan rohani sampai remaja. Kemudian meningkat hujan renai, hujan rintik-rintik. Kita yang sudah remaja rohani diperkenalkan kepada Yesus dengan benar sehingga penundukan dan pelayanan kita tepat sasaran.

 

3.      Dirus hujan atau hujan keras. Ini Firman pengajaran yang keras untuk membersihkan semua dosa-dosa kita, sama dengan menyempurkan kita, mendewasakan rohani kita, sehingga layak bersanding dengan Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Kita sudah harus berada pada tahap yang terakhir ini. Kita sudah lewati ajaran dasar, hujan rintik-rintik sudah kita nikmati, sekarang harus hujan yang deras. Jadi, jangan mengeluh kalau Firman semakin keras. Itu untuk membersihkan dosa demi kita bersanding dengan Yesus tunas mulia, kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Tiap hari kita disirami hujan deras Firman pengajaran, doa pagi ada pemberitaan Firman, ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab, ibadah doa, ditambah ibadah kaum muda, ibadah syukuran, Firman disampaikan. Firman pengajaran membasahi dan membersihkan kehidupan kita sehingga rohani dewasa.

 

Sekarang kita periksa tanda dewasa rohani. Raba kita ini sudah dewasa atau belum.

Ibrani 11:24-26

11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

 

Ini tanda dewasa yaitu rela sengsara daging tanpa dosa karena Yesus. Bisa karena ibadah, juga karena Firman pengajaran yang benar. Ini yang disebut dengan percikan darah.

 

Tabut Perjanjian terdiri dari dua kompenan yaitu peti dan tutup, ini menunjukan penyatuan mempelai. Tutup terbuat dari emas murni dan ada 2 kerub di atasnya. Kerub pertama gambaran Allah Bapa, Kerub kedua gambaran Allah Roh Kudus. Tutupnya menunjukan pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga. Ada 7 kali  percikan darah di situ. Yesus sudah rela sengsara sampai mati di kayu salib, dan ada 2 saksi yang luar biasa yaitu Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, saksi yang benar bahwa Yesus sungguh-sungguh sengsara sampai mati di kayu salib.

 

Kemudian bagian kedua adalah peti perjanjian yang dibuat dari kayu penaga yang hitam dan bergetah, tetapi dibentuk menjadi peti dan disalut dengan emas dari dalam dan dari luar. Dari dalam dulu, hati dan pikiran dulu baru keluar disalut dengan emas sehingga kelihatan sudah sama seperti tutup, itulah Mempelai Wanita Tuhan. Tetap ingat, di depan tabut ada 7 kali percikan darah. Gereja Tuhan juga harus mengalami 7 kali percikan darah, sengsara daging sampai kita sempurna seperti Yesus.

Imamat 16:14

16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

 

Jadi, jangan kita mengelak dari percikan darah, sengsara daging tanpa dosa. Ini penyucian terakhir untuk mencapai kesempurnaan, untuk meluputkan kita dari pedang antikristus dan dari penghukuman Tuhan atas dunia ini. Kalau sekarang kita menghindar dari percikan darah, nanti ada waktunya kita dibawa masuk aniaya antikristus dan betul-betul darah kita tercurah di situ, sampai dipenggal kepala kita, jangan sampai seperti itu! Lebih baik sekarang kita menerima percikan darah. Tetapi jangan juga kita menantang Tuhan, begitu sengsara malah berseru “tambah lagi Tuhan!”. Kita nikmati saja percikan darahnya apapun bentuknya. Mungkin dalam bidang kesehatan, mungkin diizinkan dalam bidang ekonomi, mungkin dalam nikahnya diizinkan percikan darah, dalam pelayanan banyak percikan darah dan bentuknya macam-macam. Biar kita nikmati dan terima semuanya. Ini dewasa rohani, nanti siap menyambut kedatangan Yesus.

 

Dibalik sengsara ada kemuliaan.

II Korintus 4:16-17

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

 

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Jadi jangan putus asa dan bertanya “saya sudah beribadah, saya sudah melayani, sudah tekun tergembala, mengapa saya sengsara!” Berarti saya sudah dewasa, siap bersanding dengan Yesus. Kalau anak-anak, sengsara sedikit langsung nangis guling-guling. Remaja juga kadang begitu statusnya “aku galau!”. Jarang orang tua yang status di media sosial “aku lagi galau”. Kebanyakan anak muda remaja, memang masih labil, masih mencari jati diri.  

 

Untuk bisa mandi air hujan pengajaran kita harus minta sungguh-sungguh kepada Tuhan dengan kerinduan hati yang mendalam. Dalam setiap doa membuka ibadah kita berdoa “Tuhan bukakan rahasia Firman” kita harus minta.

Zakharia 10:3

10:3 "Terhadap para gembala akan bangkit murka-Ku dan terhadap kepala-kepala kawanan kambing Aku akan mengadakan pembalasan, sebab TUHAN semesta alam memperhatikan kawanan ternak-Nya, yakni kaum Yehuda, dan membuat mereka sebagai kuda keagungan-Nya dalam pertempuran.

 

Jawaban Tuhan kalau kita minta sungguh-sungguh, Tuhan kirim awan pembawa hujan. Siapa itu? Hamba Tuhan yang benar tahbisannya, yang Tuhan percayakan pembukaan rahasia Firman pengajaran yang benar. Bukan awan yang kering. Jadi dalam Zakharia 10:1 ini ada 2 pelajaran, yang pertama hargai Firman, kedua hargai utusan Tuhan maka kita bisa mandi sampai bersih dan sempurna. Saya merindu kita semua sama, sama, tidak ada yang terlewatkan, semua mau mandi Firman pengajaran, semua mau dibersihkan bertumbuh sampai dewasa. Ketika diperhadapkan percikan darah kita bisa tahan dan menikmatinya sebab ada kemuliaan kekal Tuhan sediakan bagi kehidupan kita sekalian, kita mau dibawa masuk pada kesempurnaan.

 

Kehidupan yang mau mandi air Firman pengajaran, mau dibersihkan oleh Tuhan, dia adalah biji mata Tuhan. Tuhan akan melindungi dengan hati-hati, Tuhan akan pelihara dengan ekstra! Kalau otak ada tengkorak yang melindungi, jantung dan paru-paru ada tulang rusuk yang melindungi. Kalau di depan mata tidak ada tulang yang melindungi. Betul-betul dipelihara dan dilindungi secara ekstra oleh Tuhan. Ayo kita dinaungi dengan sayap Tuhan mulai dari sekarang sampai di zaman antikristus.

Mazmur 17:8

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 

Kita betul-betul dalam naungan sayap Tuhan, dilindungi oleh Tuhan, tidak ada yang bisa menjamah.

Zakharia 2:6-7

2:6 Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN.

2:7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!

 

Sion itu tempat keluarnya pengajaran, mari kita ke Sion dan mandi air Firman pengajaran.

Zakahria 2:8

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --:

 

Kita menjadi biji mata Tuhan, ada naungan dan pemeliharaan Tuhan mulai dari sekarang sampai di zaman antikristus, kita dinaungi dengan sayap Tuhan. Dan sayap Tuhan ini juga yang akan menerbangkan kita ke awan-awan, bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, kita bersanding dengan Yesus sang Tunas Mulia itu, menjadi Mempelai WanitaNya. Kita bersanding di takhta Sorga, takhta Yerusalem yang baru. Di depan kita ada perjamuan suci, jaminan yang pasti bahwa Firman Tuhan itu akan Dia genapi dengan segera dan sempurna di bumi ini.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan memberkati