20210731

Kebaktian Doa, Sabtu 31 Juli 2021 Pdt. Handri Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Selamat kita memandang Tuhan di dalam FirmanNya. Kita berada pada saat-saat penantian kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu. Kita sangat membutuhkan Firman untuk kita dipersiapkan layak untuk menjadi Mempelai WanitaNya.

Yohanes 9:8-12

9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"

9:9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."

9:10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"

9:11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."

9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."

 

Ini adalah pengenalan terhadap Yesus yang masih dangkal, belum bertumbuh. Bukti bahwa pengenalan orang buta yang disembuhkan ini masih dangkal adalah dia tidak tahu di mana Yesus berada.

 

Yesus adalah Tuhan dan Dia sendiri yang mengatakannya. Sekalipun banyak orang meragukan keTuhanan Yesus, bahkan orang Kristenpun sudah banyak yang ragu keTuhanan Yesus. Sampai mereka katakan hanya murid-murid dan Paulus yang mengatakan Yesus Tuhan, padahal Yesus sendiri mengatakan dialah Tuhan. Jadi jangan kita ragukan Yesus itu Tuhan.

Yohanes 13:13-14

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

 

Ada juga yang mengatakan bahwa Allah kita dengan Allah agama tertentu itu sama. Siapa bilang sama! Sekalipun penulisannya sama tetapi yang kita sembah tidak sama. Kita menyembah Tuhan Yesus Kristus, kalau mereka lain. Sampai ada yang mengatakan yang penting tujuannya sama ke sorga, padahal sorga versi mereka dengan yang dicatat di Alkitab itu berbeda. Jadi jangan kita sama-samakan “sama saja, yang penting kita berbuat amal kebaikan, pasti masuk sorga, kan Tuhan kita sama” tidak sama! Jangan sampai kita menyama-nyamakan. Dan jangan ragu lalu mengatakan Yesus bukan Tuhan, jangan berkata demikian! Yakin Yesus itu Tuhan dan Dia sendiri mengatakannya.

 

Sekarang pertanyaannya di mana Tuhan berada? Dulu Tuhan diam di tengah-tengah bangsa Israel di dalam Tabernakel.

Keluaran 25:8

25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

 

Ketika Tabernakel selesai dibangun dengan ditandai digantungnya tirai pada pintu gerbang, maka kemuliaan turun dan nyata di atas Tabernakel. Sekarang Tabernakel secara jasmani sudah hancur dan tidak ada lagi. Tetapi ada dalam wujud yang rohani yaitu pengajaran Tabernakel yang diwahyukan oleh Tuhan kepada bapak Pdt. Van Gessel, sesuai dengan apa yang Musa terima di gunung Sinai. Jadi jika kita menerima pelayanan pemberitaan pengajaran Tabernakel, maka Yesus Tuhan ada di tengah-tengah kehidupan kita. Tabernakel sama dengan rumah Allah, tempat Allah berdiam. Sama dengan Tubuh Kristus, tempatnya Yesus sebagai kepala akan berdiam.

 

Jadi, pengajaran Tabernakel adalah ajaran sehat yang mengarahkan kita dibentuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan untuk bisa menyatu dengan Yesus sebagai Kepala, Mempelai Pria Sorga. Ini adalah rencana Allah yang terbesar bagi kita. Banyak rencana Tuhan dalam hidup kita. Kalau kita menghibur seseorang “kuat yah, ada rencana Tuhan yang indah dalam hidupmu”. Orang yang pengenalannya terhadap Yesus masih dangkal, tidak bisa memahami rencana Allah yang terbesar ini, sehingga tidak mau menerima bahkan menolak pengajaran Tabernakel. Sehingga ketika dipaparkan, diberitakan, diperkenalkan pengajaran Tabernakel, dianggap porno, dianggap sesuatu yang aneh, ditolak tidak mau terima. Itu bukti pengenalannya masih dangkal. Sekalipun dia mengaku Kristen dari kandungan, dari lahir, tetapi kalau tidak memahami rencana Allah yang terbesar ini, pengenalannya masih dangkal.

 

Tabernakel tidak bisa dipisah dengan 2 loh batu sebab 2 loh batu tempatnya di Tabernakel. 2 hal ini yang diterima oleh Musa di atas gunung Sinai. Musa menerima petunjuk pembangunan Tabernakel, dia juga menerima 2 loh batu yang ditulis oleh Tuhan sendiri berisi 10 isi kasih. 2 loh batu juga sudah tidak ada lagi sekarang, tetapi ada dalam bentuk pengajarannya.

Keluaran 24:14

24:14 Tetapi kepada para tua-tua itu ia berkata: "Tinggallah di sini menunggu kami, sampai kami kembali lagi kepadamu; bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka."

 

2 loh batu pertama memang Musa hancurkan karena melihat bangsa Israel menyembah lembu emas. Kemudian ada 2 loh batu yang baru dalam Keluaran pasal 34, itu sudah tidak ada. Sekarang dalam wujud pengajarannya yaitu pengajaran Mempelai. Jadi Tabernakel dan 2 loh batu sekarang menunjukan Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Tertulis semua di dalam Alkitab, berarti milik semua gereja, tinggal mau terima atau tidak. Inilah ajaran sehat atau yang biasa kita kenal dengan Firman pengajaran yang benar yang harus diajarkan di dalam gereja Tuhan. Sehingga kita tahu dengan persis dan dengan pasti di mana Yesus berada dan kita juga akan dibawa ke tempat di mana Yesus berada. Ini ajaran sehat atau Firman pengajaran yang benar. Tidak bisa diragukan sebab tertulis di dalam Alkitab, ayat menerangkan ayat. Sekalipun ada yang dulu sudah menerima dan sekarang melupakan serta menyangkalinya, tetapi kita yang sudah di dalam pengajaran jangan kita sangkali pengajaran ini. Pegang teguh pengajaran sebab kita mau dibawa ke tempat Yesus berada.

 

Lewat Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel, pengenalan kita terhadap Yesus semakin ditingkatkan dan ditumbuhkan. Sekarang kita raba diri kita, apakah kita yang sudah mengaku ada dalam pengajaran benar dan sehat, pengenalan kita terhadap Yesus sudah meningkat atau belum. Kalau belum berarti kita sudah ada dalam Kabar Mempelai tetapi belum mendalaminya, belum bisa membuka hati menerima penyucian dari Kabar Mempelai itu. Kalau kita sudah membuka hati lebar-lebar, terima penyucian, pengenalan kita pasti meningkat.

 

Bukti pengenalan terhadap Yesus sudah meningkat:

II Timotius 2:19

2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

 

Tuhan mengenal kepunyaanNya, berarti kepunyaanNya juga mengenal Tuhan. Bukti pengenalan kita sudah mengenal Tuhan adalah meninggalkan kejahatan, sama dengan mengalami penyucian terus menerus sampai dosa tidak ada lagi. Apalagi kita yang sudah terlibat di dalam pelayanan, tanggung jawab di hadapan Tuhan, tahbisan kita harus benar, kita harus betul-betul di dalam kekudusan. Untuk melayani menjadi imam, harus mengalami pengudusan, penyucian. Jangan main-main dengan dosa, terutama saya sebagai hamba Tuhan.

 

II Timotius 2:20-21

2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

 

Ayo kita yang sudah melayani, biarlah penyucian itu betul-betul nyata terasa dalam kehidupan kita. Jangan kita melayani dalam dosa, apalagi puncaknya dosa, dosa makan minum, kawin mengawinkan, merokok, narkoba, minuman keras, dosa seks dengan berbagai macam bentuknya. Jangan! Supaya pelayanan kita berkenan kepada Tuhan.

 

Jika pengenalan kita sudah meningkat, kita mengalami penyucian terus menerus, maka kita bisa dan layak menyebut nama Tuhan. Ada orang yang bisa menyebut nama Tuhan tetapi sebenarnya tidak layak. Tidak boleh sembarangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

Keluaran 20:7

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

 

Sekarang pertanyaan apakah kita hanya sebatas bisa menyebut nama Tuhan atau sudah sampai pada level bisa dan layak menyembut nama Tuhan. Bisa menyebut nama Tuhan apalagi sementara tegang menonton film horor lalu dia sebut “Yesus” jangan begitu! Anak Skewa bisa menyebut nama Yesus. Waktu ada orang kerasukan setan, 7 anak Skewa datang mau berupaya mendoakan “aku sumpahi engkau dalam nama Yesus orang Nazaret itu!”. Apa yang terjadi? Setan bilang “Yesus aku kenal, Paulus aku kenal, kamu siapa!” langsung digayang orang kerasukan setan itu sehingga mereka lari telanjang dan luka-luka.

Kisah Para Rasul 19:13-16

19:13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus."

19:14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"

19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

 

Papanya imam kepala tetapi anaknya tukang jampi. Skewa artinya tangan kiri. Ini hamba Tuhan yang hanya mengejar perkara kiri, kekayaan dan kehormatan. Bukan mengejar perkara kanan yaitu umur panjang. Jadi jangan sembarang menyebut nama Tuhan. Sekali lagi pertanyaannya, kita sudah layak atau hanya sebatas bisa. 

 

Pengertian menyebut nama Tuhan.

1.      Menaikan doa permohonan. Kita bisa berdoa memohon, tetapi layak atau tidak. Banyak orang bisa menaikan doa permohonan, bahkan panjang sekali dia susun kalimatnya. Syarat supaya doa permohonan kita layak kepada Tuhan.

a)      Yakobus 5:16

5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Disebut doa orang benar. Jadi syarat pertama adalah hidup benar, mau menyelesaikan dosa-dosa, itu baru layak menyebut nama Tuhan menaikan doa permohonan. Benar di sini bukan karena ingin sesuatu. Seringkali kita berupaya hidup benar karena ingin sesuatu. Misalnya kita sudah berbuat dosa, mungkin dosa yang besar, lalu karena dosa itu timbul masalah yang besar. Begitu menghadapi masalah langsung berhenti berbuat dosa, minta ampun kepada Tuhan, bertobat dan berbuat benar. Tujuannya supaya Tuhan segera menyelesaikan masalah kita pada saat itu juga. Tidak bisa seperti itu! Berarti dia minta ampun, mengaku dosa, berupaya hidup benar karena terjepit masalah yang dia hadapi. Sehingga waktu belum ditolong dia marah-marah dan salahkan Tuhan, sampai paksa-paksa Tuhan. Sabar, kalau belum ditolong berarti Tuhan masih mau membenahi hidup kita. Kebenaran kita itu mau Tuhan uji, apakah itu kebenaran dengan sungguh-sungguh atau hanya pura-pura karena hanya mau mendapat pertolongan.

 

Karena kita sudah melakukan dosa, resiko yang kita alami itu kita tanggung. Misalnya paksa kawin campur, minta ampun sama Tuhan waktu diperhadapkan dengan masalah dan resikonya tanggung, harus rela bayar harga. Tunggu waktu Tuhan! Ingat Daud dan Betsyeba, waktu mereka jatuh dalam dosa, Daud diperingatkan oleh nabi Natan. Daud sadar pada waktu itu dan dia minta ampun. Namun dia tanggung resiko, anak yang dilahirkan Betsyeba sakit keras dan mati. Daud sudah puasa, tetapi anaknya sakit keras dan mati. Jadi sabar, jangan langsung paksa-paksa Tuhan “Tuhan saya sudah minta ampun, saya sudah selesaikan sama Tuhan, sama orang tuaku, sama sesama, semua sudah selesai, tolong selesaikan masalahku!”. Sabar, jangan dipaksa-paksa, harus rela bayar harga sebab sudah menyakiti Tuhan. Di sinilah Tuhan uji apakah kebenaran kita kebenaran yang sungguh-sungguh atau pura-pura. Kalau kebenaran kita sungguh-sungguh, sekalipun belum ditolong Tuhan tetap sungguh-sungguh ikut Tuhan. Suatu saat Tuhan pasti tolong pada waktunya.

 

Makanya saya sebagai gembala kalau ada masalah seperti itu saya cuma nasihati “berdoa, sabar, tunggu waktu Tuhan” itu saja nasihatnya, tidak usah panjang-panjang. Tinggal berdoa minta ampun kepada Tuhan biar kebenarannya betul-betul mantap, bukan pura-pura, kebenaran yang murni dan sungguh-sungguh.

 

b)      Dinaikan dengan iman atau dengan yakin Tuhan pasti menolong. Satu tahun belum ditolong, yakin Tuhan pasti tolong. Dua tahun belum ditolong, yakin Tuhan pasti tolong. Terus begitu. 25 tahun Abraham menanti anak, yakin! Ada yang menghadapi masalah sudah 25 tahun? Sudah lebih om! Tetap yakin.

 

c)      Dinaikan dengan kesetiaan, jangan jemu-jemu, jangan bosan.

Mazmur 145:18

145:18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

 

Berseru kepadaNya dalam kesetiaan, yah setia. Jangan jemu-jemu. Mungkin berdoa untuk isteri, suami, anak, jangan jemu-jemu, jangan bosan. Kadangkala jemunya mendoakan seseorang karena kita lihat orang itu koq tidak berubah malah lebih jahat “sudahlah, yang mau ke pedang ke pedanglah, yang mau ke kelaparan ke kelaparanlah”. Jangan jemu-jemu, jangan bosan, terus naikan. Maka hasilnya Tuhan dekat kepada kita dan mengulurkan tanganNya, tangan belas kasihanNya untuk menolong kita tepat pada waktunya, untuk menjawab doa kita. Misalnya kita dalam keadaan susah lalu ada pemerintah dekat dengan kita. Masa pemerintah biarkan. Itu di dunia saja seperti itu, apalagi dengan Tuhan. Kita dekat dengan Tuhan, Tuhan dekat dengan kita, Tuhan lihat keadaan kita, doa kita Dia pasti jawab tepat pada waktunya.

 

2.      Mengucap syukur. Belum dijawab doa permohonannya, tetap mengucap syukur.

Filipi 4:6-7

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 

Mengucap syukur dalam segala hal maka kita bisa menerima damai sejahtera, sehingga kita tidak jemu-jemu berdoa. Damai sejahtera ini yang memberikan kekuatan ekstra kepada kita. Kekuatan ekstra untuk apa? Untuk menang atas dunia dengan segala pengaruhnya. Mengucap syukur “Engkau masih mau membenahi hidupku Tuhan, terima kasih”. Mungkin dilawan isterinya yang sudah dia doakan bertahun-tahun atau baru ditempeleng suaminya, tetap bisa mengusap syukur sambil sapu-sapu pipinya yang habis ditempeleng “terima kasih Tuhan, Engkau memberikan kesabaran kepada saya”. Ada damai sejahtera, damai sejahtera memberi kita kekuatan ekstra untuk kita menang menghadapi dunia dengan segala pengaruhnya.

Yohanes 16:33

16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

 

3.      Menyembah Tuhan Sang Pencipta

Mazmur 95:6-7

95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

95:7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

 

Syarat menyembah Tuhan Sang Pencipta adalah berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Manusia dijadikan dari tanah liat. Jadi berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita artinya merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan, menanggalkan segala harga diri, segala gengsi, mengaku bahwa kita ini hanya tanah liat, tidak layak, tidak mampu, tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya tanah liat, pantas untuk diinjak-injak. Jadi ketika kita menaikan doa permohonan dan makin ditekan serta dihimpit, akui saja saya memang pantas diinjak-injak, saya hanya tanah liat. Itulah menyembah, bukan paksa-paksa Tuhan. Belajar merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan, mengaku saya tidak layak, hanya tanah liat yang diinjak-injak, tidak mampu, tidak berharga apa-apa.

 

Tidak akan sulit bagi orang yang merendahkan diri untuk tergembala dengan benar dan baik. Kalau masih mempertahankan harga diri merasa hebat, merasa mampu, susah tergembala. Harga diri atau gengsi itu bukan nanti dimiliki orang berduit atau orang pandai. Orang yang tidak punya sekolahpun kadang harga diri dan gengsinya besar sekali. Yang tidak punyapun harga dirinya bisa tinggi, besar, sulit tergembala. Saya tidak bicara tanpa ayat! Petrus nelayan, tidak punya kedudukan, tidak punya sekolah, taraf hidupnya di bawah, tetapi harga dirinya besar. Waktu datang teguran dari Tuhan Yesus, Gembalanya yang sempurna “kamu semua akan tergoncang imanmu” apa Petrus bilang? “Biar mereka semua tergoncang, aku tidak!” Itu bukti dia tidak tergembala. Firman Tuhan datang malah dijawab “oh tidak, bukan begitu, saya tidak akan seperti itu!”. Itu tanda gengsinya besar, harga dirinya tinggi. Lalu Tuhan bilang “hei Petrus, sebelum ayam berkokok 2 kali, engkau sudah menyangkal aku 3 kali”. Petrus jawab lagi “biar aku mati bersama-sama Engkau!”.

Markus 14:27-29

14:27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

14:28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

14:29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."

 

Padahal dia sudah tahu bahwa dia duluan akan tergoncang, tetapi berkata “aku tidak”.

 

Markus 14:30-31

14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

14:31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lain pun berkata demikian juga.

 

Padahal pada di ayat 66 sampai 72 Petrus langsung menyangkal, malah 3 kali Petrus menyangkal sampai mengutuk dan bersumpah. Semoga jangan sampai kita seperti itu. Bayangkan, gembalanya Petrus Gembala yang sempurna yaitu Yesus tetapi masih dia pertahankan harga diri dan gengsi, merasa mampu, bukan tanah liat. Seharusnya Petrus langsung mengaku “Tuhan, Engkau tahu kelemahan hatiku ini, kuatkan saya Tuhan, mampukan saya Tuhan” lebih bagus begitu. Tetapi ketika Firman datang malah dijawab “oh tidak, saya tidak akan seperti itu, saya bisa”. Ini orang harga dirinya tinggi, perlu merendahkan diri serendah-rendahnya. Bisa dia menyebut nama Tuhan, tetapi tidak layak. Ayo kita menyembah Tuhan, merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan, mengaku hanya tanah liat, tidak layak, tidak mampu dan pasti bisa tergembala.

I Petrus 5:6-7

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

 

Orang tergembala merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat. Kalau kita bisa merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan, mengaku hanya tanah liat, maka posisi kita ada di tangan Tuhan. Tanah liat ada di tangan Tuhan Sang Pencipta, Sang Penjunan. Biar kita tunggu diam di bawah kaki Tuhan. Menghadapi pergumulan dan permasalahan apapun, naikan doa permohonan dengan 3 syarat tadi. Kalau belum ditolong tetap mengucap syukur, sampai kita bisa merendahkan diri hanya tanah liat. Kita duduk diam di bawah kaki Tuhan, Dia Penjunan. Hasilnya berada di tangan Tuhan Sang Pencipta.

a)      Tangan Tuhan mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai kita bisa merendah, biar diapa-apakan, mengaku hanya tanah liat, memang saya pantas diperlakukan seperti itu. Itu orang yang menyembah, merendahkan diri serendah-rendahnya, nanti Tuhan yang menolong. Tangan Tuhan Sang Pencipta sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Hati suami atau isteri yang keras sekalipun, tangan Tuhan bisa merubah dalam sekejap. Dalam Wahyu pasal 17, binatang yang menjunjung perempuan babel itu, dalam sekejap Tuhan rubah hati mereka dan melawan perempuan babel itu. Yang mereka junjung itu malah mereka lawan. Jadi tangan Tuhan bisa merubah dengan sekejap, sabar tunggu waktu Tuhan. Koq belum ditolong, periksa apakah benarnya sungguh-sungguh atau pura-pura. Dan itu ujian kalau kita belum ditolong, mengucap syukur. Masih belum ditolong, ayo menyembah Tuhan, pasti Tuhan tolong.

 

b)      Tangan Tuhan Sang Pencipta mampu membentuk kita tanah liat menjadi bejana kemuliaan. Artinya tangan Tuhan mampu menyucikan dan memakai kita bagi kemuliaanNya. Saat kita belum ditolong dalam menghadapi persoalan, bisa Tuhan pakai kita. Orang yang tahu masalah kita besar, berat, tetapi kita bisa damai, kita tetap bisa sungguh-sungguh beribadah, tetapi setia, tetap menyembah Tuhan maka kita dipakai menjadi kesaksian bagi orang lain. Bisa menjadi kesaksian bagi suami, bagi isteri. Koq bisa, padahal saya sudah kasar dan keras sama dia, tetapi dia tetap baik sama saya dan setia dalam ibadah. Bisa menjadi kesaksian, ini tangan Tuhan membentuk kita menjadi bejana kemuliaan. Menyucikan dan memakai kita bagi kemuliaanNya.

Roma 9:20-24

9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"

9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --

9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

 

c)      Tangan Tuhan Sang Pencipta menciptakan kita kembali segambar dengan Allah Tritunggal. Sama dengan mengubahkan kita sampai sempurna menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Ayo duduk diam, tersungkur di bawah kaki Tuhan, Dia Sang Pencipta Sang Penjunan sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Dia mampu menyucikan dan memakai kita bagi kemuliaanNya. Dia mengubahkan kita sampai sempurna menjadi Mempelai WanitaNya, kita diciptakan kembali segambar dengan Allah Tritunggal.

 

Apa yang menjadi permasalahan pergumulan kita, mari kita mau bawa hidup kita merendahkan diri di bawah kaki Tuhan. Ayo menyebut nama Tuhan, naikan doa permohonan dengan tak jemu-jemu, dengan benar, dengan keyakinan, dengan iman. Kalau belum ditolong tetap mengucap syukur. Dan rendahkan diri serendah-rendahnya di bawah kaki Tuhan, mengaku tanah liat, tidak mampu berbuat apa-apa, tidak layak, pantas diinjak-injak, kita menyembah Tuhan dan kita ada di tangan Tuhan Yesus Sang Penjunan.

 

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 

20210729

Ibadah Doa Pagi, Kamis, 29 Juli 2021, MATIUS 1

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Matius 1:1-17 Silsilah Yesus Kristus

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,

1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,

1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,

1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

 

Matius 1:18-25 Kelahiran Yesus Kristus

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

 

Injil Matius pasal 1 – 4 dalam terang Tabernakel terkena pada pintu gerbang

 

Injil Matius menampilkan pribadi Yesus sebagai Raja, lambangnya Singa, warnanya ungu. Itu sebabnya Yesus disebut anak Daud lebih dulu baru disebut anak Abraham. Daud adalah seorang raja, makanya Yesus di sini ditampilkan sebagai Raja.

 

Silsilah Yesus terbagi menjadi dua bagian:

Ø  40 laki-laki yang semuanya adalah orang Israel (dihitung dari Abraham – Yusuf, ayahnya Yesus), ini merupakan jalur pilihan Tuhan/ Israel asli. Lewat jalur ini kita bangsa kafir tidak mendapat bagian dalam janji Tuhan. Tetapi syukur ada bagian kedua

Ø  5 perempuan yaitu :

1)      Tamar, mengalami kejatuhan dengan mertuanya (Yehuda)

2)      Rahab, perempuan sundal dan bangsa kafir

3)      Rut, keturunan Moab/ bangsa kafir, hasil kejatuhan Lot dengan anaknya sendiri

4)      istri Uria (Batsyeba), mengalami kejatuhan dengan raja Daud

5)      Maria, hampir diceraikan Yusuf. 

 

Jadi, 5 perempuan ini ditandai dengan kehancuran dan kejatuhan. Dari 5 perempuan ini ada 3 bangsa kafir (Tamar, Rahab, Rut) ini adalah jalur kemurahan Tuhan bagi kita bangsa kafir untuk mendapat bagian dalam janji Tuhan. Dulu mereka merupakan jalur datangnya Yesus pertama kali, sekarang kita bangsa kafir yang ditandai dengan kejatuhan dan kehancuran diberi kesempatan untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga. Jadi, Tuhan sangat mampu untuk mengangkat kita dari kejatuhan dan memperbaiki kehancuran kita. Lewat apa?

  1. Mimpi = pembukaan rahasia Firman, Matius 1:20

Yusuf tidur lalu bermimpi →pembukaan rahasia Firman hanya bisa diterima dengan iman, bukan dengan logika. Tidur = tidak bersandar pada pikiran/ logika.

  1. Yesus dikandung dari Roh Kudus = Roh Kudus
  2. Yesus menyelamatkan umatNya dari dosa = kasih Tuhan, Matius 1:21

 

Jadi, kita bisa dipulihkan dari kejatuhan dan kehancuran lewat Firman, Roh Kudus dan Kasih Allah. Semua kita dapatkan dari ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

Hasilnya : IMANUEL = Tuhan menyertai kita, bukti bahwa penyucian berjalan dalam hidup kita.

Kalau ada dosa kita terpisah dari Tuhan

Yesaya 59:1-2

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

 

Jadi, lewat Firman, Roh Kudus dan Kasih Allah kita disucikan. Semakin disucikan, semakin diberkati, semakin damai sejahtera sampai nanti kita disempurnakan, sehingga di mana Yesus berada, di situ kita berada. Inilah penyertaan mempelai, penyertaan Kepala atas tubuh = penyatuan mempelai selamanya.

 

 

Tuhan memberkati

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com