20200329

Kebaktian Umum, Minggu 29 Maret 2020 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 11:1
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Bukan Tuhan main-main, ternyata semua aktifitas kita pelayan Tuhan ditakar atau diukur Tuhan. Ini menunjukan bahwa Tuhan itu benar-benar serius dengan umatNya. Kenapa diukur? Karena kita Dia bayar dengan harga yang mahal, ibadah dan pelayanan itu harganya mahal itu sebabnya diukur oleh Tuhan. Di dalam gereja tanpa pembukaan rahasia Firman tidak mungkin kita mencapai ukuran Tuhan. Atas kerelaan dan kesediaan hati Tuhan, kita diberikan pembukaan rahasia Firman karena itu akan mendorong kita mencapai ukuran. Sebabnya sangat memprihatinkan jika umat Tuhan beribadah tanpa rahasia Firman dibuka oleh Tuhan. Karena tidak mungkin akan mencapai standar atau ukuran Tuhan.

Bagi kita umat Tuhan yang ada, kita tidak bisa menyangkal karena kita dilayani oleh Tuhan lewat isi hatiNya, karena Tuhan bukakan rahasia Firman. Tujuannya untuk kita mencapai apa yang dirindukan oleh Tuhan.
Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Rahasia Firman dibuka kepada kita bangsa kafir.
Kolose 1:25-28
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Kalau kita sadar sebagai Kristen bahwa dia adalah bangsa kafir, bangsa yang tidak mengenal Tuhan lalu kita sekarang mengenal Tuhan dan dibukakan rahasia Firman, semestinya ada ucapan syukur yang berganda kita persembahkan kepada Tuhan karena Tuhan menyatakan rahasia Firman. Sayangnya sementara ada kerelaan hati Tuhan membukakan rahasia Firman yang justru ditujukan kepada kita bangsa kafir, malah ada mengolok dan menyindir. Berarti dia tidak sadar bahwa sesungguhnya dia satu saat akan diukur, semua pasti akan diukur.

Pengukuran ini pas dengan situasi sekarang ini di mana terjadi gejolak. Bagaimana untuk mengantisipasi gejolak ini. Sebab kalau sudah belasampar, otomatis akan ada kelaparan. Lihat saja sekarang ekonomi merosot, perusahaan-perusahaan gulung tikar. Kalau sudah seperti ini berarti akan ada kelaparan. Kalau kelaparan semakin hebat maka kekerasan terjadi, darah bersimbah. Orang yang pelihara binatang buas tidak punya makanan sehingga akhirnya dilepas dan binatang buas berkeliaran di mana-mana memangsa manusia. Kita berdoa kepada Tuhan supaya jika Tuhan berkemurahan maka hal ini segera distop. Anjuran pemerintah juga semakin keras dan semakin ketat. Orang disuruh diam di rumah berarti tidak ada hasil, akhirnya makan apa? Makan angin! Tidak mungkin. Inilah yang kita hadapi yang bagaimanapun tidak bisa kita elakan sesuai Firman yang sudah ditulis 3.500 tahun yang lampau.

Yang kedua yang disuruh Tuhan untuk diukur adalah mezbah dupa emas. Fokus yang diukur oleh Tuhan pada mezbah dupa emas adalah penyerahan umat Tuhan. Lebih dahulu yang diukur adalah penyerahan hamba Tuhan sebab dia yang pertama memegang tongkat pengukur. Bagaimana dia bisa mengukur sidang jemaat kalau dia tidak ada roh penyerahan. Hari-hari terakhir ini yang menyita waktu hamba Tuhan sehingga tidak ada roh penyerahan adalah handphone! Doa penyerahannya, doa penyembahaannya sudah tersita dengan mengotak-atik handphone. Ini bagi saya lebih dahulu. Makanya dalam penyerahan diri sebagai hamba Tuhan, saya takut jika tidak ada doa sembayang malam hari.

Ini menyangkut mezbah dupa emas, berarti penyembahan diukur oleh Tuhan. Apalagi mezbah dupa emas ini adalah salah satu alat yang 1 tahun 1 kali perukupannya manunggal di ruangan maha suci. Berbeda dengan meja roti atau kaki dian emas, tidak pernah manunggal di dalam ruangan maha suci dalam pelayanan. Itu sebabnya mezbah dupa emas yang diukur karena dia manunggal di ruangan maha suci, apalagi dia ditangani langsung oleh Imam Besar. Jadi kehidupan yang ada doa penyembahan, sesungguhnya kehidupan itu ditangani langsung oleh Yesus Imam Besar.

Saya secara pribadi jika melipatkan lutut di kaki Tuhan, saya melihat Imam Besar hadir melayani saya, seakan-akan saya melihat Yesus bermahkota duri datang di depanku. Dulu imam besar membawa darah lembu atau darah domba masuk ke ruangan maha suci. Tetapi Yesus membawa dirinya sendiri. Jadi orang yang menyerah dan ada roh penyembahan, ada di wilayah mezbah dupa emas, lihat Imam Besar melayani kita bukan membawa darah kambing, domba atau lembu tetapi darahNya sendiri. Makanya ketika duduk di kaki Tuhan, derai air mata saya sudah tidak terbendung, saya rasa Yesus melayani saya.
Ibrani 9:11
9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --

Termasuk kita akan diukur, itulah hal yang akan datang.

Ibrani 9:12
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

Jika kita dilayani oleh Yesus Imam Besar, kita melihat darahNya sendiri, bukan darah binatang.

Ibrani 9:13-14
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Jika kita melihat mezba dupa emas ini, dalam Keluaran pasal 30, benar-benar imam besar langsung menangani. Dengan kata lain tidak ada alasan untuk kita tidak masuk pada ukuran jika kita menyerah dan Imam Besar melayani kita. Jika Imam Besar melayani kita maka peluang besar untuk kita masuk ukuran ada pada saudara dan saya. Tetapi kalau kita tidak menghargai pelayanan Yesus sebagai Imam Besar, bagaiaman kita bisa sampai pada ukuran ini.

Jangan menganggap pelajaran Tabernakel itu Taurat. Justru di sorga diperlihatkan tentang Tabernakel. Di sini iblis memanfaatkan kalau mulai bicara mezbah dupa emas atau Tabernakel malah dikatakan Taurat. Mezbah dupa emas yang dulu dibangun oleh Musa, justru sekarang masuk dalam daftar Tuhan untuk diukur.

Kalau Zakharia pasal 2 pengukuran masih dibatalkan, tetapi pada Wahyu pasal 11 tidak dibatalkan. Mengapa? Sebab sudah didahului Wahyu 10:6 bahwa tidak ada penundaan lagi. Itu bukti dengan adanya pembukaan rahasia Firman maka tanda tidak ada penundaan lagi.
Wahyu 10:6
10:6 dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: "Tidak akan ada penundaan lagi!

Keluaran 30:1
30:1 "Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;

Kayu ini menunjuk kemanusiaan kita. Kayu penaga ini sesuatu yang tidak disenangi tukang kayu sebab sulit menemukan kayu penaga yang lurus, selalu bengkok. Kemudian ada getahnya yang bisa membuat gatal. Dan batangnya hitam kecoklat-coklatan, itulah warna dosa. Itulah keadaan kita tetapi Tuhan pungut, Tuhan ambil, Tuhan tidak biarkan. Segelap apapun dosa kita, masih Tuhan pungut dan Tuhan tarik untuk dijadikan mezbah dupa emas.

Keluaran 30:2
30:2 sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.

Di seluruh empat penjuru alam ini Tuhan melihat adakah manusia yang bisa membawa diri menyembah Tuhan.
Keluaran 30:3
30:3 Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Kayu penaga ini rela dibentuk oleh tukang-tukang yang diutus oleh Tuhan. Walaupun sakit tetapi dia rela dibentuk bagaikan mezbah oleh Firman, Roh dan Kasih Tuhan.

Keluaran 30:4
30:4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.

Ada gelang berarti ada kasih. Ada pengusung berarti mezbah dupa emas itu bergerak, tidak diam. Dia bergerak maju untuk mencapai ukuran. Jadi anak-anak Tuhan yang ada roh penyerahan, roh penyembahan, dia bergerak terus untuk mencapai ukuran. Anak Tuhan tanpa roh penyembahan itu statis tidak bergerak. Percuma kayu pengusung dan 4 gelang dari emas yaitu kasih baginya.

Keluaran 30:5
30:5 Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas.

Walaupun dari kayu penaga harus rela disalut dengan emas, dengan sifat-sifat Ilahi. Jadi harus rela. Kenapa? Kalau tidak disalut nanti keluar getahnya dan itu gatal. Daunnya tidak layu dan tebal daunnya. Di militer kayu penaga ini diambil menjadi popor senjata karena keras dan tidak mudah patah.

Sebenarnya kita manusia inilah kayu penaga yang keras, hitam, bengkok dan jarang ditemukan yang lurus. Tetapi Tuhan ambil kemudian disalut dengan emas. Bukan cuma untuk menangkal getahnya tetapi menunjukan kemuliaan Ilahi atas kehidupan gereja Tuhan. Sekalipun mezbah dupa sudah disalut emas, tetapi dalam Wahyu pasal 11 mezbah itu harus diukur. Yang diukur di sini kesimpulannya adalah penyerahan diri anak Tuhan kepada Tuhan.

Sekarang ini kita mengalami keadaan untuk menggenapi Ibrani 10:25.
Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Sekarang ini malah kita saling menjauhkan diri, cuma masih menerima satu pemberitaan Firman.

Keluaran 30:7
30:7 Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.

Jadi setiap pagi wangi-wangian dibakar dan kaki dian dibersihkan. Kesimpulannya orang yang ada di dalam roh penyembahan, ada membakar ukupan dari wangi-wangian, maka dia akan tampil di dalam terang. Kalau ada penyembahan tetapi hidup di dalam gelap, itu namanya bohong.

Keluaran 40:8
30:8 Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.

Menghadapi siang, menghadapi aktifitas sepanjang hari maka wangi-wangian dibakar dan pelita dibersihkan. Menghadapi malam maka wangi-wangian dibakar dan pelita dinyalakan.

Keluaran 30:9-10
30:9 Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.
30:10 Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."

Setahun sekali mezbah dupa emas ini manunggal di ruangan maha suci. Berbicara pedupaan dari mezbah dupa emas tidak bisa lepas dari 3 bahan pokok. 3 bahan pokok ini menunjuk tubuh, jiwa dan roh kita. Mur itu tubuh, kulit lokan itu jiwa kita dan rasamala adalah roh kita. Jadi tubuh, jiwa dan roh kita diukur oleh Tuhan. Kadang tubuh kita ada dalam ibadah tetapi jiwa dan roh kita mengembara. Ada mengikuti ibadah secara online tetapi pikirannya ada pada onde-onde. Ada ikut ibadah online tetapi rohnya mengembara. Dia hanya memikirkan bagaimana sapinya yang sudah melahirkan. Banyak penyimpangan dan penyelewengan yang kita lakukan.

1.      Mur
Sekarang kita lihat apakah tubuh kita sudah seperti getah mur atau getah damar. Di sini kita harus membuktikan bahwa tubuh kita benar-benar dimiliki oleh Mempelai Laki-laki Sorga. Getah mur ini harum tetapi pahit. Berfungsi membendung lelehan darah kalau ada luka. Tubuh ini yang paling rasa tersiksa jika kita mau masuk pada roh penyembahan. Jika diajak menyembah dan menyerah kepada Tuhan, tubuh ini yang sering kali loyo dan berkata “saya capek”. Padahal di depan kita diperhadapkan dengan ular besar sehingga kita diajak “ayo menyembah Tuhan” namun dijawab “saya capek”. Sayapun secara manusia juga menyadari dan memahami memang kadang capek dan lelah. Tetapi jika kita tahu mau diukur maka kita harus berupaya keluar dari bahasa capek dan letih itu lalu kita melipatkan lutut menyebah Tuhan walaupun sakit.
                                               
Mur itu dibungkus mempelai wanita di antara buah dadanya. Itu menunjukan bahwa kekasihnya tidak bisa dia lepaskan dari hatinya yang paling dalam.
Kidung Agung 1:13
1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.

Di antara buah dada berarti di tengah-tengah dada tembus ke hati. Inilah kasih kita kepada Mempelai Laki-laki Sorga tidak lagi beranjak dari hati sehingga dibungkus di sana. Di dalam kidung Agung kalau bicara tanaman jumlahnya ada 21. Kalau bicara binatang ada 15 jenis binatang di situ. Ingat salah satu tanaman itu adalah mur. Untuk menghadapi 21 bela, kalau kita tidak mengasihi Tuhan, gawat kita, tidak akan masuk ukuran.

Bagi kita yang hidup akhir zaman ini, nanti kalau kelaparan datang, sasaran orang yang akan pergi menggasak adalah orang-orang berada. Kalau sekarang ini kita tidak waspada, hati-hati! Dia tidak akan pergi ke rumah yang reot mau rubuh, apa yang mau dia jarah di situ. Silahkan mereka menjarah, kita sudah terbang, kita tinggal menonton.

Bukan cuma ucapan kasih, tetapi perbuatan kasih harus benar-benar nyata.
II Korintus 9:10
9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Tuhan tidak langsung menunjuk pemeliharaan Tuhan yang sekarang tetapi lebih dahulu Tuhan tunjuk pemeliharaan yang akan datang. Benih itu menunjuk pemeliharaan yang akan datang. Silahkan goncang-gancing dunia ini, kita ada pemeliharaan dari Tuhan. Untuk benih ini sampai 2 kali Tuhan sebut. Berarti perlindungan Tuhan yang akan datang itu jadi utama, Tuhan sudah janji. Bagi kehidupan yang mengikuti secara online dengarkan, oleh kemurahan Tuhan telah disiapkan double perlindungan Tuhan yang akan datang yaitu aman dan kuat.

Tuntutan Tuhan ada di atas pundak para gembala. Kasihan domba-domba jika salah giring dan kita sama binasa dengan mereka. Tuhan tolong kami hamba-hamba Tuhan yang hidup akhir zaman ini.

II Korintus 9:11
9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

Jangan lupa 3 kata terakhir “oleh karena kami”. Jadi peran gembala itu penting di dalam sidang jemaat, jadi tidak bisa dilihat hanya sebelah mata!
1 Timotius 4:16
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

II Korintus 9:12
9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

Bukan hanya kasih dalam ucapan tetapi harus ada pemberian. Ternyata ini yang akan diukur yaitu pelayanan kasih atau kasih kita yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan buah-buah kasih. Kalau kita melihat bagaimana Yesus mengasihi Mempelai WanitaNya, itu luar biasa.

Begitu ada orang mempersembahkan getah mur ini maka tidak menunggu lama, langsung ditunjukan ada perlindungan.
Matius 2:11
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Begitu diucapkan Mur, maka ayat 12 ada perlindungan.
Matius 2:12
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Kesimpulan dari ayat 12 adalah perlindungan Tuhan, bukan cuma bagi mereka, tetapi ada dampaknya. Jadi mereka diukur untuk dilindungi oleh Tuhan.
2.      Kulit lokan
Kulit lokan adalah sejenis kerang yang hidup di laut yang kadar garamnya tinggi. Secara ilmu bumi lebih banyak ada di lautan Arabia. Laut itu adalah himpunan air yang banyak, harus diambil dari situ. Jangan kita diam terus di mana ada air yang banyak. Orang yang ada roh penyembahan dia tahu air yang banyak itu menekan hidupnya, maka dia harus keluar dari air yang banyak. Kalau dia tetap tinggal di situ maka bersiaplah nanti bertemu dengan antikristus.
Wahyu 17:1,15
17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Ternyata air yang banyak itu menunjukan himpunan bangsa, rakyat banyak, kaum dan bahasa. Harus keluar dari situ, kalau tetap enjoy dengan air yang banyak, maka tidak bisa masuk ukuran. Karena berani itu kulit lokan yang tetap ada bersama air yang banyak yang tentu banyak tata kramanya, banyak hal-hal yang mengatur. Kita harus keluar dari sana. Ketika diajak mengambil kulit lokan kadang kita tidak mau. Bahkan mempersalahkan apa yang dikatakan oleh Firman. Kenapa? Sebab dia tidak paham akan Firman Allah sehingga mempersalahkan orang yang menyuarakan kebenaran Firman Tuhan.

Dalam hal ini 2 kali dia disuruh keluar. Keluar dulu dari bangsa, rakyat, kaum dan bahasa. Kemudian isinya harus dikeluarkan, pemilik kulit lokan yang lama yaitu dagingnya itu harus dikeluarkan. Ini harus kita pertaruhkan, apakah kita berani keluar dari orang banyak seperti:
Keluaran 23:2
23:2 Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum.

Seperti Nikodemus keluar dari kesatuannya, apakah kita berani keluar dari kehidupan lama yang mengatur kita dengan berbagai tatanan dan tata krama. Padahal Yesus berkata “Aku menebus mereka dari antara manusia” berarti dari manusia yang banyak.
Wahyu 14:4
14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Kalau kita tinggal terus pada air yang banyak, berarti kita tidak mengalami penebusan. Mengaku menerima penebusan dari Yesus Kristus tetapi bohong, karena terus ada di antara air yang banyak. Bagaimana mau diukur kalau dia masih ada di antara air yang banyak. Bagaimana pekerjaan penebusan Tuhan ini kemudian dikondisikan menjadi buah sulung. Masakan tidak masuk ukuran kalau sudah menjadi buah sulung.

Kalau melihat proses kulit lokan ini, dia diambil, isinya dikeluarkan, dijemur sampai kering, dihancurkan, ditumbuk, diayak sampai mendapatkan kulit lokan yang halus. Kalau dia dibakar itu berbau harum, itulah jiwa. Makanya jangan jiwa kita melekat pada air yang banyak. Kalau sudah ditebus kenapa masih sayang pada air yang banyak. Setelah kita ditebus maka kita harus keluar. Setelah kita keluar maka kita bersaksi.

Air banyak ini ternyata adalah roh fasik.
Yesaya 57:20-21
57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

Jadi lebih dahulu kita keluar dari air banyak. Air banyak itu disebut bangsa-bangsa, rakyat, kaum dan bahasa. Kenapa kita di sini dibenci? Karena kita tidak lagi melakukan adat. Mau diukur tetapi masih kecemplung air yang banyak, pasti tidak masuk ukuran Tuhan. Ini yang harus kita perhatikan hari-hari terakhir ini. Jemaat yang mengikuti secara online, jangan saudara tetap tenggelam dengan air yang banyak. Kalau tetap tenggelam dengan air yang banyak berarti saudara membawa diri untuk tidak masuk ukuran. Berarti 42 bulan akan dia bayar harganya dengan nyawanya sendiri.

3.      Rasamala
Rasamala adalah sejenis belukar yang mengeluarkan getah putih. Getah ini diambil, dijemur, kemudian ditumbuk halus dicampur kulit lokan dan mur lalu dibakar di perukupan mezbah dupa emas dan ini dibawa ke dalam ruangan maha suci. Rasamala ini kena pada roh kita. Roh kita harus keluar dari suasana semak belukar. Yang seringkali membuat kehidupan kita terganggu sebab semak belukar itu mengganggu roh kita salah satunya dengan roh kuatir. Mengapa anak Tuhan menghadapi segala sesuatu selalu kuatir? Itu berarti rohnya masih diikat dengan semak belukar. Kita harus lepas dari kekuatiran. Karena itu akan membuat kita tidak bisa tegak berdiri dan membuat kita menjadi bungkuk sesuai Amsal 12:25. Ini jangan sampai terjadi.
Amsal 12:25
12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Di depan kita tergambar banyak hal, tetapi yakinlah engkau ada bersama dengan Tuhan, bawa dirimu menyembah Tuhan maka otomatis rasa kuatirmu akan terhempas keluar dari kehidupan saudara. Memang tidak dapat disangkal persoalan kuatir inilah yang banyak mengganggu roh kita. Rasamala ini menunjukan roh kita yang harus keluar dari kekuatiran.
Lukas 12:22
12:22 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

Keras Tuhan katakan jangan kuatir. Kenapa? Sebab Tuhan akan mengukur kita. Kalau kita banyak kuatir bagaimana bisa masuk ukuran.

Lukas 12:23-24
12:23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

Berarti yang dikuatirkan adalah tentang tubuhnya. Apa yang akan dipakai tubuhnya, apa yang menjadi sarapan pagi, apakah masih ada biapong.
Mazmur 112:7
112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.

Sekarang toko-toko mulai ditutup. Yang punya duit mulai menimbun sembako. Kalau saya borong makanan belum tentu saya yang makan sebab nanti mereka yang menjarah. Tetapi dengan Tuhan kita dilindungi. Ini jangan terjadi pada kita.

Ayub 20:22
20:22 Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya.

Jangan saudara lihat orang berlimpah ini dan itu sudah aman. Coba lihat di sini, dalam kelimpahan dia kuatir. Jadi kuatir ini penyakit umum, semua manusia dilanda penyakit kuatir. Termasuk kami pendeta banyak dilanda kekuatiran.

Amsal 25:26
25:26 Seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor, demikianlah orang benar yang kuatir di hadapan orang fasik.

Sudah orang benar tetapi di depan orang fasik dia menunjukan kuatir, tidak bakal diukur oleh Tuhan. Olehnya yang kita pelajari pertama dari rasamala adalah kita harus keluar dari kekuatiran.

Hal kedua yang kita pelajari tentang rasamala:
Lukas 13:10-17
13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
13:11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
13:12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13:13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
13:14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
13:15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
13:16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
13:17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Ini adalah pemanfaatan berkat Tuhan yang ada pada dirinya. Sejauh mana kita memanfaatkan penggunaan berkat Tuhan yang Tuhan titip pada kita. Berikutnya rasamala ini berbicara tentang kenikmatan dunia, tetapi kita tidak berbicara lebih jauh lagi tentang ini.

Ukupan inilah yang akan membawa kita di hadirat Tuhan. Bukan berarti seseorang sudah hadir di dalam ibadah kemudian dia sudah ada di hadirat Tuhan. Tetapi seseorang sah ada di hadirat Tuhan ketika penyembahan dia naikan kepada Tuhan, ada ukupan, ada mur, ada kulit lokan, ada rasamala, itu berarti dia ada di hadirat Tuhan. Jika orang itu ada di hadirat Tuhan maka kita lihat dulu tentang pribadi Zakharia.
Lukas 1:9-12
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

Zakharia mau melayani, dia ada di hadirat Tuhan dan malaikat Tuhan hadir menyapa Zakharia. Orang yang menghadap hadirat Tuhan dan ada ukupan di tangannya, dia pasti takut akan Tuhan, bukan santai-santai di hadapan Tuhan. Sebab salah 1 dari 7 roh Tuhan adalah takut akan Tuhan.

Lukas 1:13-14
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

Kehadiran Zakharia membawa ukupan itu diterima sebab dengan hadirnya malaikat berarti itu disambut oleh sorga. Kita lihat di sini betul-betul Tuhan sudah merintis jalan dan kepada Zakharia diperlihatkan. Dan ujung-ujungnya tampil umat yang layak bagi Tuhan.
Lukas 1:17
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

Ini berarti cocok pas masuk ukuran. Inilah yang Tuhan mau lakukan bagi kita gereja Tuhan. Saya lebih dahulu Tuhan tolong sebab saya harus lebih dahulu pegang tongkat. Bagaimana saya mau ukur saudara sementara saya sendiri tidak kena ukuran, itu sama dengan saya bohong di hadapan Tuhan.

Mazmur 141:1-2
141:1 Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru kepada-Mu!
141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

Kita harus berseru memanggil nama Tuhan. Coba kita semua yang mengikuti ibadah secara online berseru memanggil nama Tuhan dengan serempak. Mengapa? Ada masalah di depan kita supaya Tuhan menolong kita dan menolong pemerintah kita.

Mazmur 141:3
141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Ini yang seringkali membuat kita banyak salah, pintu bibir kita tidak dijaga Yang keluar di muka orang fasik malah air keruh, kalau ngomong tidak ada warna iman. Kenapa? Karena telalu banyak warna kuatir. Saya yakin jika Tuhan katakan Tuhan mau mengukur, tidak mungkin Tuhan mengukur kosong, pasti ada yang kena ukuran. Semoga kita adalah orang yang kena ukuran. Mari kita benar-benar membawa diri untuk masuk pada ukuran Tuhan.

Tuhan Memberkati.
GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477