20121231

Kebaktian Tutup-Buka Tahun 2012-2013, Senin 31 Desember 2012 Pdt. Bernard Legontu

Lukas 1:39-45
39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Segala sesuatu yang dari Tuhan pasti akan terlaksana. Maria yang mengandung Firman ada gerakan dan apa yang menggerakkan Maria ini bukan datang dari dirinya sendiri tetapi dari Firman yang ada dalam kandungannya. Gereja Tuhan yang mengandung Firman, yang kepadanya Tuhan percayakan Firman pasti ada gerakan yang bukan berasal dari dagingnya tetapi hasil dari gerakan Firman yang terkandung dalam hatinya. Sebagaimana Tuhan telah memberikan kepada saya bahwa Tahun 2013 ini kita beri nama  TAHUN KEGERAKAN ROHANI.

Sekarang ini kita harus memeriksa hati kita apakah benar kita mengandung Firman. Kalau sampai saat ini kita berkata tidak ada Firman dalam hati kita maka itu berarti tidak ada perhatian terhadap Firman di sepanjang tahun 2012. Bukti ada Firman di dalam hati kita berarti ada gerakan yang berasal dari dorongan Firman, baik kegerakan di dalam maupun kegerakan keluar. Tidak bisa ada gerakan keluar kalau terlebih dahulu tidak ada kegerakan Firman yang melimpah di dalam sidang jemaat.

Kalau benar gerakan kita berasal dari dorongan Firman yang terkandung dalam hati kita maka akan terbukti ada reaksi dari orang yang dikunjungi.
Lukas 1:40-41
40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,

Jadi kelimpahan Firman yang ada pada kita, ketika kita bawa keluar maka bagi yang mendengar akan ada sambutan yang positif sehingga akan ada lonjakan kandungan hati dari orang yang mendengarkan Firman tersebut. Berarti terjadi kegerakan timbal balik sehingga akan terciptalah Tubuh Kristus yang sempurna.
Jangan sampai sidang jemaat yang mendengarkan Firman tidak ada lonjakkan di dalam hatinya, bukan karena tidak ada kelimpahan Firman tetapi karena hatinya sempit sehingga Firman tidak bisa masuk.

Elizabeth artinya Allah janjiku/Allah sumpahku.

Kalau kita bergerak oleh karena kita mengandung Firman maka Tuhan akan mempertemukan kita dengan orang-orang di luar sana yang memiliki pengharapan kepada Tuhan tetapi belum mendapat lawatan untuk diisi dengan Firman pengajaran yang benar supaya dia juga mengalami kegerakan oleh dorongan Firman. Orang-orang yang seperti Elizabeth di akhir zaman ini akan menyambut orang yang membawa kegerakan Firman.

Yohanes masih dalam kandungan sudah melonjak saat mendengar salam dari Maria yang sedang mengandung Yesus. Artinya sekarang ini banyak orang yang mengaku Kristen tetapi sebenarnya masih dalam kandungan tetapi mereka sudah ada sukacita untuk mendengarkan Firman. Kepada orang-orang seperti inilah Tuhan mengarahkan kegerakan orang-orang yang dalam hatinya sudah terkandung Firman agar orang Kristen ini mengalami kelahiran baru. Jangan malah bersikap seperti yang ditulis:
Hosea 13:11-13
11 Aku memberikan engkau seorang raja dalam murka-Ku dan mengambilnya dalam gemas-Ku.
12 Kesalahan Efraim dibungkus, dosanya disimpan.
13 Sakit beranak mendahului kelahirannya, tetapi ia adalah seorang anak yang tidak bijaksana; sebab tidak pada waktunya ia bergerak, bila waktunya tiba, ia tidak mau keluar dari kandungan ibu.

Sudah saatnya untuk dilahirkan, sudah saatnya untuk mengalami kelahiran baru tetapi malah menolak. Sekarang ini banyak orang Kristen yang belum lahir baru, ada lagi yang mengaku sudah lahir baru tetapi sebenarnya menyusahkan ibunya.

Kita sekarang sudah berada di jalur yang benar sudah dekat pada kesempurnaan. Itu sebabnya harus dibarengi dengan kegerakan yang berangkat dari kandungan hati yang ada Firman pengajaran yang benar. Isilah hatimu dengan kelimpahan Firman dan dengan kelimpahan Firman ini kita akan ada gerakan keluar dan orang yang mendengarkan Firman yang kita bawa keluar akan mengalami reaksi timbal balik yang positif.

Yang dibicarakan dalam kisah Maria bertemu Elizabet di sini adalah terjadi gerakan kandungan. Ini berarti kegerakan awal yang mengarah pada kelahiran baru. Kita menemukan orang-orang yang sudah mengaku percaya Yesus tetapi masih dalam kandungan, mereka ini yang membutuhkan kegerakan supaya mereka mengalami kelahiran baru. Kegerakan dimulai dari sini, dari kelahiran baru.
I Petrus 1:3
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Jadi kegerakan kandungan ini tidak berhenti hanya sampai kelahiran baru tetapi didorong sampai pada hidup yang penuh pengharapan.

Setelah kita mengandung Firman dan memiliki pengharapan maka sudah saatnya kita membawa Firman itu keluar kepada kehidupan Kristen yang belum lahir baru. Sekarang ini banyak orang Kristen yang terlalu lama berada dalam kandungan sehingga menyusahkan ibunya sebab tidak mengalami kelahiran baru.

Kelahiran kita secara jasmani oleh ibu kita cocok untuk hidup di dunia tetapi tidak cocok untuk hidup di sorga. Oleh karena itu harus dilahirkan kembali supaya cocok hidup di sorga dan tidak cocok lagi hidup di dunia. Untuk kita layak hidup di sorga langkah awalnya adalah kita harus dilahirkan kembali.

Kita harus mengoreksi diri kita. Apakah kita memiliki minat untuk mendengarkan Firman itu dengan serius? Apakah kita seperti Yohanes yang baru berada dalam kandungan sudah melonjak saat mendengarkan salam yang disampaikan oleh Maria yang sedang mengandung Yesus (Firman)?
Lukas 1:41,44
41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Lonjakan Yohanes itu tidak berhenti di situ tetapi meningkat ketika dia berada dalam medan pelayanan, dia sangat bersukacita mendengarkan suara Firman.
Yohanes 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Yohanes baru sebatas sahabat sudah sangat bersukacita. Kita ini dilahirkan kembali untuk dijadikan mempelai wanita, lebih dari sahabat mempelai, seharusnya kita lebih dari sekedar bersukacita saat mendengarkan Firman. Tetapi juga  berani berkata seperti Yohanes pembaptis, tidak boleh ditawar-tawar.

Bagaimana sikap dari sahabat ini?
Yohanes 3:30
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Artinya perkara daging kita makin diperkecil dan Firman yang menampilkan perkara yang rohani itu yang tampil lebih besar. Kalau kita semakin mengecil berarti kita semakin bergantung kepada Tuhan. Namun kenyataannya saat menghadapi masalah kita masih sering lari kepada orang lain atau mengandalkan cara kita berpikir dan tidak bersandar penuh kepada Tuhan. Itu sebabnya untuk mengecilkan daging kita maka ada 3 tahap yang Tuhan berikan lewat Firman pengajaranNya untuk kita lalui.
Ulangan 32:1-2
1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

Langit menunjuk orang Kristen yang ada tanda-tanda kerohaniannya. Bumi menunjuk kehidupan Kristen yang masih duniawi. Namun kepada keduanya Tuhan memperdengarkan pengajaranNya.



Tahapan pengajaran Firman:
1.      Embun
Keluaran 16:14
Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

Embun ini turun bersama dengan roti manna dan ini terjadi setiap hari. Artinya bangsa Israel saat itu diajar untuk bergantung kepada Tuhan. Jadi berbicara Embun berarti kita diajar untuk bergantung sepenuh kepada Tuhan setiap hari. Bukti dari orang yang bergantung sepenuh kepada Tuhan adalah dia menjadi rendah hati.
Ulangan 8:3,16
3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.

Kalau kita tampil keluar dengan busung dada maka Tuhan tidak akan menyertai kita, tetapi kalau kita tampil dengan kerendahan hati maka Tuhan pasti membela. Kerendahan hati ini dimulai dari dari kelahiran baru. Rendah hati itu berarti menyerah dan memberi.
Matius 3:15-17
15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Orang yang tidak mau menyerah kepada Tuhan tidak mau dibaptis.
Lukas 7:29-30
29 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.
30 Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

Keluaran 16:14
Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
Dikatakan seperti sisik. Sisik itu yang kita ketahui ada pada ikan dan hewan-hewan yang ada di air, tetapi selain itu baju zirah juga dibuat dari lempengan-lempengan besi yang seperti sisik. Jadi Tuhan memberikan embun yaitu Firman pengajaran untuk menjadi perlindungan kita.

Bayi yang baru lahir pasti mendapat perlindungan dan rawatan, tidak diterlantarkan. Demikian juga anak Tuhan yang dengan rendah hati mau dilahirkan kembali oleh karena pekerjaan Firman pengajaran (embun) maka pasti mendapat jaminan perlindungan Tuhan, tidak mungkin diterlantarkan.

Kalau pekerjaan embun yaitu Firman pengajaran yang mendorong kita untuk bergantung sepenuh kepada Tuhan yang dimulai dari memberi diri dibaptis tidak kita alami maka tidak akan bisa pekerjaan Firman pengajaran yang bagaikan hujan renai apalagi hujan deras bisa kita alami.

Kalau kita mengalami pekerjaan embun sehingga menjadi rendah hati dan memberi diri dibaptis serta bersandar sepenuh kepada Tuhan maka hasilnya kita mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan.

Bilangan 11:7
Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
Seperti ketumbar berarti kita semakin mengecil dan Yesus yang semakin besar di dalam diri kita.

Embun ini membawa kita pada pertumbuhan rohani mencapai tingkat remaja.
Mazmur 110:3
Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

Bagaimana keadaan gereja Tuhan yang sudah mencapai tahap remaja?
Yehezkiel 16:7-8
7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.
8 Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya.

Rohani yang remaja berarti rohani yang sudah dekat pada akil balig, sudah mulai mengarah pada kedewasaan rohani. Saat kerohanian kita sudah mengalami keadaan rohani yang bagaikan remaja maka Tuhan tidak salah menyebut kita, Tuhan menyebut kita dengan perkataan: “engkau Aku punya”.
Kidung agung 2:16
Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Buah dada sudah montok berarti sudah bisa memberi, melayani rohani orang lain (bermanfaat).
Rambut sudah tumbuh/sudah panjang berarti ada tanda-tanda penundukan kepada kebenaran Tuhan dan tidak mempertahankan gengsi atau egonya.

Kalau sudah sampai tahap remaja di mana Tuhan menyatakan diri bahwa kita adalah kepunyaannya berarti akan mengalami lawatan Tuhan. Namun tidak sembarang orang yang menjadi kepunyaan Tuhan sebab Tuhan tahu siapa kepunyaannya
II Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

Yang sangat disayangkan Tuhan melawat kehidupan yang menjadi miliknya tetapi tidak ada sambutan yang positif.
Kidung Agung 5:2
Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"

Kepala penuh embun berarti ada berkat Firman yang dibawa itulah berkat perlindungan dan berkat untuk merawat kita. Tetapi sayang kehidupan yang dilawati tidak peduli.

Kidung Agung 5:3
"Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?"

Baju telah ditanggalkan berarti merasa sudah selesai dia bekerja untuk Tuhan. Jangan sampai merasa sudah selesai pekerjaan pelayanan bagi Tuhan. Ini bahasa orang yang tadinya adalah milik Tuhan tetapi akhirnya dilepaskan, gagal masuk dalam pernikahan.

Kaki telah dibasuh di sini artinya sudah mempunyai pendirian tetapi dalam susunan Tabernakel keadaannya masih berada di dalam halaman.

Kidung Agung 5:4-5
4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.

Kalau tidak mendengarkan panggilan Tuhan maka akibatnya akan seperti ini.
Amsal 1:23-26,28
23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

Kidung Agung 5:6-7
6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
Akhirnya orang yang menolak lawatan Tuhan ini bertemu dengan peronda yang menunjuk antikristus dan selendangnya dirampas. Padahal selendang ini adalah pemberian Tuhan.
Yehezkiel 16:10
Aku mengenakan pakaian berwarna-warna kepadamu dan memberikan engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera.

Selendang digunakan membalut leher supaya hubungan tubuh dan kepala tetap terjaga kehangatannya. Kalau selendang dirampas berarti tidak ada lagi hubungan antara tubuh dan kepala, putus hubungan yang mesra dengan Tuhan.

Itu sebabnya jangan sampai kita berulah yang salah. Itulah mengapa perlu embun (Firman pengajaran) turun untuk membuat kita bersandar sepenuh kepada Tuhan maka Tuhan akan melindungi dan memelihara kita.

Setiap hari umat Israel diberikan roti manna yang turun bersama embun, artinya Tuhan mengajar Israel supaya setiap hari bersandar dan bergantung kepada Tuhan. Israel dijamin oleh Tuhan dengan manna 1 gomer setiap hari. 1 gomer = 1/10 efa. 1/10 adalah angka milik Tuhan. Jadi bangsa Israel dijamin dan dipelihara oleh Tuhan karena mereka adalah milik Tuhan. Kita menerima pemeliharaan Tuhan bukan dinilai dari berkat jasmani yang berlimpah-limpah tetapi berkat dari Tuhan itu adalah secukupnya sesuai dengan yang Tuhan ajarkan dalam doa Bapa kami. Kita dipelihara oleh Tuhan supaya kita selalu terpikat dan terikat dengan Dia.
1 Korintus 6:17
Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Ibrani 13:5-6
5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Amsal 19:12
Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.
Kalau kita menerima embun (Firman pengajaran) berarti kita menerima kebaikan raja tetapi kalau menolak yang kita dapati adalah kemarahan raja.

II Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

2.      Hujan renai
Hujan renai turun ke atas tunas muda.
Yesaya 11:1
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Tunas itu keluar dari tunggul Isai. Isai adalah bapa dari Daud. Jadi ini menunjuk pribadi Yesus sendiri. Di sini ada sesuatu yang asing yaitu taruk yang berbuah padahal taruk ini tersembunyi dalam tanah. Dengan kata lain ketika hujan renai turun maka ada buah yang kita peroleh tetapi yang tersembunyi di dalam tanah.
Kidung Agung 7:12-13
12 Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!
13 Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

Buah dudaim adalah buah yang tersembunyi di dalam tanah. Inilah buah yang disimpan oleh Tuhan untuk kita kekasihNya.

Suatu saat Ruben mendapat buah dudaim dan hal ini didengar oleh Rahel.
Kejadian 30:14
Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: "Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu."
Lalu Rahel datang ke kemah Lea untuk mendapatkan buah dudaim itu. Di sana terjadi transaksi, Rahel boleh mendapatkan buah dudaim tetapi Yakub harus bersama dengan Lea malam itu. Jadi buah dudaim adalah buah cinta. Setelah Rahel memakannya maka terbukalah kandungannya dan melahirkan Yusuf. Yang menemukan adalah Ruben tetapi yang mendapatkan hasilnya adalah Rahel.
Ketika hujan renai turun berarti telah tersaji buat kita buah dudaim, buah cinta kasih Tuhan kepada kita. Buah cinta kasih ini mempunyai wujud yang disebut dalam kitab Wahyu pasal 12 adalah anak laki-laki. Ketika anak laki-laki itu dilahirkan ia dibawa ke hadapan Allah tetapi nasib dunia celakalah sudah.

Dikatakan dalam Kidung Agung 7:13 buah dudaim itu ada yang lama dan ada yang baru. Itu menunjuk perjanjian lama dan perjanjian baru. Jadi dalam Alkitab ini ada buah cinta kasih Tuhan. Jangan sampai kita tidak mempunyai gairah untuk mendengarkan Firman Tuhan. Nikmatilah buah dudaim yang sudah Tuhan sediakan dalam perjanjian baru dan perjanjian lama yang akan melahirkan buah cinta kasih dalam kehidupan gereja Tuhan.

3.      Dirus hujan
Firman pengajaran yang bagaikan dirus hujan ini membawa kita kepada kesempurnaan.

Marilah kita semua yang hidup pada akhir zaman ini, biarlah kita berterima kasih kepada Tuhan yang sudah menyertai kita sepanjang tahun 2012 yang akan segera kita lewati.


Tuhan memberkati.

20121230

Kebaktian Umum, Minggu 30 Desember 2012 Pdt. Bernard Legontu


Puji nama Tuhan. Tahun 2013 ini kita beri nama tahun “kegerakan yang besar”.

Matius 25:6
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Disini diceritakan 10 anak dara. Angka 10 adalah angka Firman sepenuh. Jadi kita melihat bahwa 10 anak dara yang menunjuk gereja Tuhan yang mengakui Firman Tuhan sepenuh. Ketika orang Farisi menanyakan manakah hukum yang utama maka Tuhan mengangkat 10 hukum dan berkata semua hukum Taurat dan kitab para nabi bergantung pada hukum ini.
Matius 22:40
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Ini tantangan buat kita supaya jangan hanya sekedar berbicara Firman sepenuh tetapi di mana penerapannya.

Firman sepenuh menggarap dua sisi.
1.      Memperkenalkan Kristus kepada gereja dalam kapasitas:
a)      Tuhan dan Juruselamat
b)      Tabib
c)      Pembaptis Roh Kudus
d)      Raja dan Hakim
e)      Mempelai Pria Sorga

2.      Firman sepenuh ini menggarap dan memulihkan gereja Tuhan.  Yang dimaksud bukan hanya sebatas pemulihan pujian yang sering kita lihat sekarang ini. Pemulihan yang hakiki adalah mengembalikan setiap anggota Tubuh Kristus pada posisi yang tepat dan benar tetapi hal ini malah seringkali dihempaskan.
Efesus 4:11
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Dalam ayat di atas ada 5 jabatan yang posisi mereka sebagai tawanan dari Roh, tawanan Tuhan.
Efesus 4:8
Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

Maksudnya seorang hamba Tuhan yang memangku jabatan dari Tuhan harus berada dalam batasan ruang gerak dari Tuhan. Jangan sampai seorang gembala bersikap sama seperti orang dunia bahkan sampai ikut guyon yang najis. Jangan sebagai seorang gembala malah mencari nafkah di luar seperti orang lain. Kalau bersikap begitu berarti sama dengan tidak menyajikan injil sepenuh.

Imamat 21:12
Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Artinya jangan melanggar kekudusan dalam pelayanan.

Tugas 5 jabatan ini langsung bersentuhan dengan anggota tubuh Kristus yang dipercayakan Tuhan untuk dilayani. Sekarang ini tidak perlu kita melihat person nabi atau rasul yang datang melayani kita. Ketika Firman nubuatan menceritakan hal-hal yang akan terjadi ke depan itu berarti roh nabi tampil di mimbar. Demkian juga kalau ada Firman pengajaran yang menggarap kehidupan kita ditampilkan lewat mimbar berarti ada roh rasul melayani kita. Sekarang ini tidak perlu kita melihat harus person nabi atau rasul yang datang melayani kita. Kalau kita mengatakan mau menunggu person nabi dan rasul untuk datang melayani di tengah-tengah jemaat itu berarti kita sebagai gereja Tuhan sebenarnya belum ada, sebab gereja dibangun di atas dasar nabi dan rasul.
Efesus 2:20
yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Firman nubuatan dan Firman pengajaran tidak boleh lepas dari Kristus Yesus. Iblis berusaha membuat hubugan kita dengan Tuhan menjadi longgar sampai akhirnya terlepas. Ciri-ciri hubungan itu renggang adalah mulai ada penolakan dari apa yang Tuhan mau terapkan dalam gereja. Kehidupan seperti itu bagaikan batu yang sudah menyembul keluar dari tembok. Belum jatuh tapi mulai keluar dari tembok, bila ada goncangan maka batu itu akan terlepas.
Yesaya 30:11-13
11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."
12 Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: "Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya,
13 maka sebab itu bagimu dosa ini akan seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,

Tanggung jawab ulama atau imam-imam adalah untuk menghadirkan kekudusan Tuhan dalam sidang jemaat Tuhan.
Yohanes 2:18
Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"

Markus 11:18
Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Tetapi dalam ayat di atas kita membacakan para ulama justru membenci pekerjaan pembersihan Tuhan untuk menghadirkan kesucian dalam baitNya, malah mereka berseberangan dengan Tuhan. Jangan saudara menaruh hidupmu untuk ditangani oleh kehidupan yang seperti ini.
Ketika mulai meringankan persekutuan maka itu adalah awal kejatuhan. Dalam persekutuan ibadah yang benar terjadi katartimos (katartizo)= menempatkan seseorang pada tempat yang benar yaitu Tuhan mengajar kita lewat 5 jabatan mulai dari nabi (Firman nubuatan) dan rasul (Firman pengajaran) yang ditampilkan oleh seorang gembala yang berada dalam kapasitas sebagai gembala dan guru untuk mengembalikkan kita pada posisi yang sebenarnya untuk mewujudkan Tubuh Kristus yang sempurna.

Yesaya 30:14
seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu keping pun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
Akibat dari kehidupan yang menolak proses kekudusan Tuhan di dalam gereja adalah seperti ayat di atas yaitu menjadi kehidupan yang tidak ada manfaatnya lagi. Orang Yahudi menggunakan pecahan tembikar untuk mengambil bara api dari sesamanya. Tidak bisa dipakai untuk mengambil api berarti tidak ada lagi hubungan dengan sesama anggota Tubuh Kristus dengan kata lain lepas dari anggota Tubuh Kristus. Tidak bisa dipakai untuk mencedok air berarti tidak bisa lagi mandi air Firman Allah. Jadi kehidupan yang meringankan angka 10 atau Firman sepenuh adalah kehidupan yang akan lepas dari pembangunan Tubuh Kristus dan tidak akan mengalami proses penyucian Firman, padahal rencana Tuhan adalah untuk membawa gereja Tuhan pada kesempurnaan, lewat mandi air firman Tuhan
Efesus 5:26-27
26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

I Petrus 1:15-16
15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Tidak mungkin Allah menyuruh kita untuk melakukan hal yang tidak bisa kita lakukan. Kalau Tuhan yang meminta pasti kita mampu sebab bukan dengan kekuatan kita tetapi Roh Kudus yang akan bekerja dalam diri kita dan lewat Firman yang diungkapkan rahasianya.

Dari 10 gadis ini terbagi menjadi dua yaitu 5 anak dara bodoh dan 5 anak dara yang bijaksana. Angka 5 adalah angka kemurahan.  Jadi kalau kita mendapat pelayanan Firman sepenuhnya itu hanya kemurahan Tuhan.

Ternyata ada yang tidak menghargai kemurahan, buktinya dengan tidak menghargai Firman Pengajaran.

Yesaya 42:21
TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
Ini merupakan upaya kemurahan Tuhan kepada kita.

5 anak dara yang bodoh tidak serius dengan Firman Pengajaran. Tidak terpatri dalam hatinya guna dari Firman Pengajaran sehingga mengentengkan dan merasa yang penting sudah percaya Yesus. Kalau mengaku percaya Yesus tetapi tanpa Firman Pengajaran berarti siapa yang akan mengarahkan. Setelah percaya Yesus kita perlu pengajaran yang ditampilkan oleh gembala supaya kita digembalakan dalam Firman pengajaran yang sehat untuk diarahkan pada sasaran puncak rencana Allah.

Dari 10 ini terbagi menjadi dua atau bisa dikatakan 5/10 = 1/2
1/2 ini adalah angka penyerahan diri sepenuh.
Keluaran 30:14-15
14 Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN.
15 Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.

5 anak dara yang bodoh ini mengentengkan Firman Tuhan sehingga tidak ada penyerahan diri sepenuh. Yang ada praktek jual beli atau komersil. Hamba Tuhan kalau dalam pelayannya dicampur dengan praktek-praktek komersil memang bisa mendapatkan minyak, tetapi apa artinya minyak kalau pintu sorga tertutup. Karena yang Tuhan inginkan adalah penyerahan sepenuh bukan upaya dari kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan nafkah kita. Hamba Tuhan sepenuh yang bekerja mencari nafkah berarti tidak mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan. Yang kasihan adalah jemaat yang dilayani, mereka juga tidak akan memiliki penyerahan diri sepenuh artinya tidak akan terkait masuk dalam nikah yang rohani dengan Kristus.
Kejadian 2:24
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Angka setengah ini justru menyentuh pada nikah. Karena memiliki angka setengah (penyerahan diri sepenuh) maka suami istri bisa menjadi satu, demikian juga gereja bisa menyatu dengan Yesus dalam nikah yang rohani kalau ada penyerahan diri sepenuh. Di zaman Yesus hal ini tidak berubah.
Matius 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Demikian juga di zaman gereja Tuhan hal ini tidak berubah.
Efesus 5:31
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Orang yang dilayani oleh pendeta yang tidak ada pernyerahan sepenuh dalam arti masih bekerja untuk mencari nafkah, akhirnya orang itu bukannya bertemu Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga tetapi akan jumpa dengan antikristus masuk dalam sengsara 3,5 tahun.

Wahyu 8:1-5
1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Orang yang memiliki angka 1/2 cirinya memiliki mezbah artinya ada doa penyembahan dan akan memiliki hubungan yang mesra dengan Kristus. Tetapi yang tidak memiliki doa karena tidak ada penekanan Firman pengajaran hidupnya akan mendapat api hukuman Tuhan yang turun ke atas bumi.

Biarlah kita menjadi kehidupan yang bijaksana seperti 5 anak dara yang bijaksana. Untuk menjadi bijaksana kita harus meminta kepada Tuhan. Contohnya adalah Salomo.
I Raja-raja 3:8-13
8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"
10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.
13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.

Kalau ada hubungan yang harmonis dengan Tuhan dan yang kita minta sesuai dengan selera Tuhan maka pasti akan Tuhan tambahkan perkara yang lain, Tuhan tidak akan pernah menelantarkan kita. Setelah apa yang kita minta Tuhan berikan maka pasti akan ada ujian yang datang namun ujian itu tidak akan berlarut-larut namun akan segera datang solusi dari Tuhan. Ujian dari hikmat ada terjadi dalam wilayah nikah.

1 Raja-raja 3:24-27
24 Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.
25 Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"
27 Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."

Pergumulan terberat dari seorang hamba Tuhan adalah kalau saat akan menyampaikan Firman dan istrinya berulah. Itu sebabnya Tuhan memberikan hikmat utamanya untuk menyelesaikan persoalan di dalam nikah karena kita sedang menuju pada nikah yang rohani. Istri yang melihat kekurangan suaminya seharusnya menjadi pendoa syafaat sebab itulah tugas dari seorang istri. Jadilah istri yang bijak, jangan suka menentang suami.

Hikmat dari Tuhan tidak bisa dipelajari di dunia ini sebab hanya dikaruniakan oleh Tuhan. Salomo tidak belajar bahasa binatang tetapi Tuhan memberikan hikmat sehingga dia bisa mengerti tentang binatang dan tumbuh-tumbuhan. Salomo menjadi orang yang paling berhikmat tetapi Tuhan Yesus lebih dari pada Salomo.
Lukas 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

I Raja-raja 4:30-33
30 sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.
31 Ia lebih bijaksana dari pada semua orang, dari pada Etan, orang Ezrahi itu, dan dari pada Heman, Kalkol dan Darda, anak-anak Mahol; sebab itu ia mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya.
32 Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima.
33 Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan.

Salomo mengerti tentang hisop. Apakah kita orang bijak yang memiliki perangai seperti hisop? Sifat/kelebihan Hisop :
1.      Bisa tumbuh/hidup di mana saja = beriman
2.      Daunnya selalu hijau = selalu ada kegiatan/pelayanan (I Tesalonika 1:3)
3.      Batangnya muda ditekuk = bisa menyesuaikan diri/adaptasi (I Korintus 9:19-23)
4.      Bisa dijadikan pengikat (tali) = ada wibawa (Matius 16:19; 18:18)
5.      Buahnya kecil-kecil = merasa diri hina/kecil tidak menuntut untuk dihargai (Mazmur 119:141)
6.      Tingginya ± 60 cm = kehidupan yang selalu merendahkan diri (II Petrus 5:5-6)
7.      Dipakai untuk melabur/menyampaikan darah pada orang lain = sampaikan berita perdamaian dan kesucian (II Korintus 5:18-20)
8.      Bunganya berwarna biru = ada kuasa kebangkitan (Roma 8:11)
9.      Disenangi oleh kumbang = dibutuhkan/dicari oleh jiwa-jiwa (Maleakhi 2:7, Markus 1:37)
10.  Daunnya untuk obat sakit perut = kegiatannya untuk menyadarkan/menyembuhkan orang yang sakit perut (Filipi 3:18-19) yaitu bertuhankan perut (Roma 16:18 TL).
11.  Bunganya harum = membawa keharuman Kristus (2 Korintus 2:14-15)
12.  Bisa diikat menjadi satu = suka bersekutu (fellowship) dalam tujuan yang sama (Keluaran 12:22)
13.  Rela dicelup di dalam darah = sedia/tidak menolak masuk dalam pengalaman sengsara (Filipi 1:29, 2 Timotius 3:12, Roma 8:17-18)
14.  Rela sendiri (sebatang) dicelup dalam cuka, tidak mementingkan diri sendiri demi menolong orang lain (Yohanes 19:29-30, I Yohanes 3:16)
15.  Kulitnya muda dikupas = tidak gampang tersinggung tetapi kulit/ (perasaannya) sama seperti Yesus (Filipi 2:5, I Petrus 3:8)

Matius 25:6
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Kedatangan Tuhan terjadi pada tengan malam. Apa yang harus kita lakukan pada tengan malam? Contoh kehidupan yang menghadapi tengah malam:
1.      Rut
Rut 3:8
8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

Menghadapi kedatangan Yesus pada kali yang kedua kita harus bersikap seperti Rut yang masuk dalam selimut Boas. Untuk kita sekarang kita harus ada kerinduan untuk menjadi satu jubah dengan Tuhan, berada dalam jubah kebenaran berarti kita dibawa sebagai pengantin perempuan untuk Yesus sebagai Pengantin Pria Sorga.
Yesaya 61:10
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

2.      Paulus dan Silas
Kisah Para Rasul 16:24-28
24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"

Menghadapi tengah malam yang artinya untuk kita sekarang adalah menghadapi gelapnya dosa maka kita anak Tuhan harus tahu menyembah Tuhan. Dalam menghadapi kegelapan malam, menjelang kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua biarlah kita mengambil sikap untuk masuk dalam doa penyembahan sehingga kita mengalami kelepasan secara penuh yang ajaib dari Tuhan dan akhirnya menjadi kesaksian. Mengapa banyak kali kita tidak bisa menjadi saksi? Karena ketika kita menghadapi tantangan-tangangan baik dalam rumah tangga dan pekerjaan kita tidak menghadapi dengan doa penyembahan. Ketika kita menaikkan doa penyembahan maka getaran itu naik sampai di Sorga dan Sorga mengirimkan jalan keluar untuk melepaskan kita dari tantangan dan cobaan apapun yang kita alami.

Jangan sampai kita menantikan Tuhan tetapi kita malah mendapatkan pintu yang tertutup ketika Tuhan datang kedua kali.
Amos 5:18-19
18 Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang!
19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!

Orang yang menanti hari Tuhan tanpa ada kerinduan untuk satu jubah dengan Tuhan (jubah kebenaran) dan tidak menaikan doa penyembahan malah akan menghadapi celaka. Jangan sampai hari Tuhan datang seperti ini bagi kita.
Amos 5:20
Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?

Biarlah kita memposisikan diri sebagai Mempelai Wanita Tuhan, bawalah dirimu untuk satu jubah dengan Yesus. Hadirkanlah roh doa penyembahan dalam dirimu walau apapun yang menerjang hidupmu.

Tuhan memberkati.