20230730

Kebaktian Kaum Muda, Minggu 30 Juli 2023 Pdt. Handri Legontu


Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 14:21-25

14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

14:22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

14:23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka — segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda — sampai ke tengah-tengah laut.

14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.

14:25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."

 

Keluaran 13–15:21 dalam terang Tabernakel kena pada bejana pembasuhan. Secara rohani menunjukan baptisan air yang benar. Ada 3 tahap baptisan air yang benar.

1.      Pasal 13 itu tahap persiapan.

2.      Pasal 14 itu tahap pelaksanaan.

3.      Pasal 15:1 sampai 15:21 tahap sesudah baptisan air yang benar.

 

Kita masih ada pada pasal 14, tahap pelaksanaan. Tadi dikatakan laut Teberau terbelah dan orang Israel berjalan di tanah kering, sedangkan di kiri dan kanan mereka air itu bagaikan tembok bagi mereka. Ini menunjukan baptisan air.

I Korintus 10:2

10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

 

Begitu orang Israel berjalan di tanah kering mereka selamat. Firaun dan orang Mesir mengikuti tetapi mereka ditenggelamkan oleh air laut itu. Jadi baptisan air adalah jalan keselamatan bagi umat Tuhan. Kaum muda remaja kalau ada kerinduan masuk dalam baptisan air itu adalah jalan keselamatan. Makanya harus sungguh-sungguh persiapan dan pelaksanaannya harus diperhatikan baik-baik.

 

Jauh sebelum kisah ini ada kisah nabi Nuh yang selamat karena masuk ke dalam Bahtera bersama isteri, 3 anaknya dan 3 anak mantunya. Bahtera Nuh juga menubuatkan jalan keselamatan lewat baptisan air yang benar.

I Petrus 3:21-22

3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,

3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

 

Seperti Nuh sekeluarga selamat di dalam bahtera, seperti bangsa Israel selamat menyeberangi laut Teberau, demikian juga kita selamat kalau masuk dalam baptisan air yang benar. Baptisan itu mengandung kuasa menyelamatkan. Dan bukan hanya itu tetapi juga ada kuasa penyucian sampai menyempurnakan.

Efesus 5:26-27

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Apa buktinya bahwa kita sudah mengalami kuasa keselamatan dan sekarang sedang mengalami kuasa penyucian untuk kelak sempurna? Buktinya memiliki hati nurani yang baik. Biarlah kita semua memiliki hati nurani yang baik.

I Petrus 3:21

3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,

 

Dulu waktu pembangunan Tabernakel, dasar pembangunan Tabernakelnya adalah hati nurani yang baik. Dikatakan pungutlah persembahan khusus dari bangsa Israel yang terdorong hatinya. Kalau hati nurani kita baik maka kita akan dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Setelah dibaptis ada kelanjutannya, masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Melayani itu bukan karena pintar nyanyi, jago main musik, atau apa yang dikerjakan di gereja, tetapi dalam melayani yang Tuhan lihat adalah hati nurani yang baik. Itu semua tergantung baptisannya benar atau tidak. Saya dulu pelaksanaannya sudah benar tetapi persiapannya tidak benar, saya tidak bertobat. Kalau pelaksanaannya sudah benar, pertobatannya yang diperbaiki, minta ampun kepada Tuhan supaya dalam melayani Tuhan pelayanan kita berkenan kepada Tuhan. Mengerikan, sudah melayani Tuhan lalu Tuhan bilang “Aku tidak kenal kamu!”. Coba bagaimana perasaan kita kalau sudah bekerja banting tulang untuk seseorang lalu kita bawa hasil kerja kita kepada orang itu, tetapi orang itu bilang “siapa ngana, eh kita tidak tahu siapa kamu?” lalu pekerjaan kita ditolak begitu saja, bagaimana perasaan kita. Semoga tidak terjadi seperti itu kepada kita. Biarlah betul-betul pelayanan kita diterima oleh Tuhan.

 

Banyak orang baik di dunia ini tetapi belum tentu benar sesuai Firman. Praktek hati nurani yang baik kita lihat sesuai Firman Tuhan.

1.      Keluaran 25:1-2

25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

 

Praktek pertama adalah hati yang rela memberi tanpa paksaan, tanpa ancaman dan juga tanpa pamrih. “Kalau saya memberi sekian saya dapat apa?” itu namanya judi! Sasaran pembangunan Tubuh Kristus adalah sampai kita bisa memberi seluruh hidup. Sore ini kita beri waktu. Mungkin mau rekreasi, mau liburan, mau ke mana, tetapi kita beri waktu kita untuk beribadah kepada Tuhan. Kita beri tenaga, kita beri harta dan lain sebagainya. Mari kita berikan dengan kerelaan hati, jangan terpaksa.

 

Pemberian kita untuk Tuhan itu apa yang ada pada kita, jangan yang ada pada orang lain.

II Korintus 8:12

8:12  Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

 

Bulan depan mau KKR di Palu, yang kita beri apa yang ada pada kita. Tidak ada istilah janji iman dan jangan berhutang.

 

Yang dipersembahkan oleh orang Israel adalah persembahan khusus. Persembahan khusus itu pasangannya perpuluhan.

Maleakhi 3:8

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

 

Jadi hati yang rela memberi itu dibuktikan dengan bisa mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus. Itu bukan milik kita, itu milik Tuhan.

 

Perpuluhan itu pengakuan kita sudah diberkati Tuhan. Yang Tuhan lihat bukan jumlahnya besar atau kecil tetapi pengakuan kita, dasarnya kebenaran. Persembahan khusus adalah ucapan syukur karena kita sudah diberkati oleh Tuhan, dasarnya kerelaan. Bisa mengembalikan milik Tuhan itu tanda kita sudah makan Firman Tuhan.

 

2.      Praktek hati nurani yang baik adalah hati damai sejahtera. Pembangunan Tabernakel pengertian rohaninya adalah pembangunan Tubuh Kristus. Pembangunan Bait Allah Salomo pengertian rohaninya juga pembangunan Tubuh Kristus, jadi sama. Setelah Bait Allah selesai dibangun, perkakas Tabernakel dibawa masuk ke dalamnya. Waktu pembangunan Bait Allah Salomo, batu-batunya disusun menjadi Bait Allah, tidak terdengar bunyi perkakas besi, palu dan sebagainya, itu menunjukan hati damai sejahtera.

I Raja-raja 6:7

6:7  Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu.

 

Ayo kaum muda mau dipakai melayani Tuhan hatinya harus damai, itu hati yang baik. Bukan hati yang benci dan pahit.

 

Apa itu pengertian hati damai sejahtera?

a)      Roma 8:6

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

 

Tidak ada lagi keinginan daging sehingga bisa menuruti keinginan Tuhan atau kehendak Tuhan = taat. Masa muda itu masa kuatnya daging, ingin coba ini, coba itu. Lain kali yang dicoba hal-hal yang negatif. Hati damai tidak ada lagi keinginan-keinginan daging. Yang ada hanya menuruti kehendaknya Tuhan. Seperti Maria, masih muda, orang muda maunya menikmati masa muda. Masa muda sungguh indah, mau menikmati itu. Tetapi Tuhan bilang lewat malaikat Gabriel “engkau akan mengandung!”. Wah aku belum bersuami sudah mau mengandung anak. Tetapi karena hatinya damai sejahtera dia berkata “jadilah seperti yang Engkau katakan, sesungguhnya aku adalah seorang hamba”. Dia bisa taat pada Firman Tuhan sekalipun beresiko. Resikonya kalau ketahuan hamil sebelum menikah, itu melanggar hukum Taurat, hukumannya dia dilempari batu dan mati. Tetapi Maria mau taat.

 

Jadi hati damai = hati taat.

 

Kalau taat pasti damai. Coba di sekolah, kalau taat sama guru pasti tenang. Dalam keluarga, di sekolah, yang sudah bekerja kalau taat pasti damai. Kalau tidak taat tidak damai.

 

b)      Filipi 4:6-7

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 

Hati damai itu tidak ada lagi kekuatiran sehingga bisa berdoa menyembah Tuhan. Kalau sudah kuatir pertanyaan yang seringkali muncul “bagaimana”. Bagaimana masa depanku, bagaimana studyku, bagaimana pekerjaanku, ujung-ujungnya bagaimana jodohku. Kalau sudah kuatir sulit mau menyembah, berdoa saja tidak bisa.

 

Hati damai = hati yang menyembah.

 

c)      Hati damai itu tidak ada lagi kepahitan, iri benci, dendam kepada siapapun juga, apalagi kepada orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkan. Oh orang tua saya tidak pernah membesarkan saya, orang tua saya tidak anggap saya! Tetap itu orang tua kandung jangan ada pahit dan benci. Orang tua saya malah merusak saya! Doakan, minta roh pengampunan untuk bisa mengampuni orang tua.

 

Hati damai = hati yang sejuk.

 

3.      Yohanes 2:19-21

2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

 

Yang mau dibangun oleh Yesus bukan lagi Bait Allah jasmani tetapi Bait Allah Rohani atas dasar korban Kristus. Korban Kristus menunjuk kerendahan hati dan hati lemah lembut. Jadi praktek hati nurani yang baik adalah rendah hati dan lemah lembut seperti Yesus.

Matius 11:28-30

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

 

Rendah hati adalah kemampuan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, itu bersifat kesatria. Setelah diampuni jangan diulangi lagi. Itu hati nurani yang baik, kalau salah yah mengaku. Yang kebanyakan terjadi sudah salah, tidak mengaku malah cari kambing hitam.

 

Lemah lembut artinya kemampuan untuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain, maka semua menjadi enak dan ringan.

 

Matius 11:28-30

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

 

Dosa yang membuat letih lesu dan beban berat. Kalau baca tentang penyaliban Yesus, di situlah kita lihat puncak kerendahan hati dan puncak kelemahlembutannya Yesus. Di kayu salib Yesus mengakui dosa-dosa kita. Yesus tidak punya dosa, tetapi yang Dia akui adalah dosa-dosa kita. Di kayu salib Dia juga memberikan pengampunan “Bapa ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

 

Inilah praktek hati nurani yang baik, hati yang rela memberi, hati yang damai, rendah hati dan lemah lembut, maka kita dipakai dalam pembangunan Bait Allah secara rohani. Melayani dengan memikul kuk, artinya melayani dengan tanggung jawab. Kalau hati sudah baik kita dipakai Tuhan. Pembangunan Bait Allah secara rohani dulu dinubuatkan oleh pembangunan Tabernakel, dinubuatkan juga lewat pembangunan Bait Allah Salomo. Juga dinubuatkan dalam Yohanes pasal 2 pembangunan Bait Allah selama 3 hari, itu menubuatkan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Tadi Yesus katakan rombak Bait Allah ini, yang mau dirombak Bait Allah secara jasmani yang dibangun selama 46 tahun.

Yohanes 2:20

2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

 

Bait Allah jasmani dibangun 46 tahun, betapa megahnya Bait Allah itu. Ini bukan karena stop sekian tahun, jalan lagi beberapa tahun, bukan. 46 itu menunjukan ibadah pelayanan sistem Taurat. Kalau diambil angkanya itu 4 dan 6. 4+6=10, angka 10 bicara 10 hukum Taurat. Jadi ini ibadah sistem Taurat yang hanya berlaku untuk bangsa Israel, tidak untuk bangsa kafir sebab bangsa kafir tidak ada kena mengena dengan hukum Taurat. Jadi kalau Bait Allah yang lama dipertahankan, kita bangsa kafir tidak bisa masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Bait Allah yanng lama ini harus dirombak supaya kita bangsa kafir boleh dimasukan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Jadi jika hati nurani kita baik maka kita bisa mengalami perombakan = pembaharuan hidup, maka pasti dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Apa yang harus dirombak? Yang lama yaitu hidup lama kita harus dirombak. Mari biarlah kita melayani Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

Yesus harus mati untuk menggenapi hukum Taurat sehingga kita bangsa kafir beroleh kesempatan dan kemurahan untuk masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Sekarang ibadah pelayanan kita bukan lagi sistem Taurat. Kalau sistem Taurat itu berat, tidak akan sanggup. Kita mau beribadah buat dulu Tabernakel, pelita emasnya saja tidak sanggup kita buat karena dari 36kg emas. Belum lagi mezbah dupa emas, meja roti sajian, tabut perjanjian yang semua dibuat dari emas. Dan kalau ibadah sistem Taurat, setiap ibadah kita harus bawa sapi dan bawa kambing. Sekarang ibadah kita sistem kemurahan karena Korban Kristus. Bukan berarti karena ini sistem kemurahan lalu kita jadikan murahan. Kaum muda jangan digampang-gampangkan pelayanan. Sekolah minggu juga, pelayannya anak sekolah minggu itu menyanyi dan hafal ayat, jangan digampangkan.Yang kaum muda juga, jangan digampangkan pelayanannya, menyanyi tidak hafal lagu, karena pakai masker jadi biar tidak hafal lagu kelihatan gerak mulutnya padahal tidak ada suara.

 

Tanda-tanda beribadah melayani dalam sistem kemurahan.

1.      II Korintus 4:1

4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

 

Tanda pertama tidak mudah tawar hati, kecewa, putus asa. Jangan sedikit-sedikit kecewa, putus asa, kaum muda lari dari rumah. Itu berarti tidak melayani dalam sistem kemurahan, kemurahan Tuhan malah dijadikan murahan kalau seperti itu. Kalau dalam sistem kemurahan tidak mudah kecewa, tidak putus asa, tidak mudah tawar hati. Kalau ditegur dan dinasihati gembala itu tanda disayang gembala supaya jangan terhilang. Kaum muda jangan gampang meraju. Sama saja orang tua juga banyak yang gampang meraju, ngambek, bersungut-sungut.

 

2.      Mengalami perombakan. Manusia daging yang penuh hawa nafsu daging rombak semua menjadi manusia yang rohani. Tabiat lama dibongkar. Prosesnya bagaimana? Mau membongkar bangunan yang lama tentu pakai alat-alat berat. Prosesnya:

a)      Lewat palu Firman pengajaran.

Yeremia 23:29

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Tabiat lama itu bagaikan bukit batu, pukul dengan palu Firman pengajaran. Datang ibadah cari Firman jangan yang lembek-lembek. Tabiat daging itu keras, lalu datang dengar Firman yang lembek-lembek “kita diberkati” kapan hancurnya! Namanya merombak pakai palu itu dipukul berulang-ulang sampai terbongkar. Jangan marah kalau dengar Firman yang diulang-ulang. Dan semakin diulang semakin keras. Berarti hidup lama kita ada yang mau dibongkar.

 

Seumpama soal rokok, dengar lagi soal rokok semakin keras. Ada 2 kemungkinan terjadi:

1)      Kalau dia pertahankan kekerasan hati, dia keluar dari pengajaran.

2)      Kalau dia lembutkan hati maka hidup lama dibongkar.

 

Jangan pertahankan hidup lama yang keras-keras itu, keras kepala, keras hati, bongkar semua dengan palu Firman pengajaran. Berapa kali laporan masuk si A begini, si B begitu. Biarlah Firman yang bekerja. Ada waktunya ditegur secara langsung, tetapi beri kesempatan dulu mendengar Firman. Siapa tahu sore ini mau merelakan hati dibongkar tabiat lamanya. Kalau sudah 1, 2 kali dengar Firman belum berubah, nanti dipanggil secara pribadi. Kalau om melayani cuma untuk dapat uang, bodoh amat, mau hancur, mau rusak, hancur-hancuran saja kaum muda, yang penting kalau berbuah durian otong dibawa. Tetapi karena sayang, kaum muda ini harus ditolong, maka ditegur lewat Firman yang diulang-ulang. Belum sadar, panggil secara pribadi. Kalau belum sadar juga yah doakan. Kalau belum sadar serahkan pada Tuhan, biar Tuhan yang bekerja.

 

Biarlah palu Firman yang menghantam. Kalau Tuhan masih sayang Tuhan jamah hatinya. Dan tentu pukul diri juga, salah apa saya Tuhan, ampuni saya Tuhan.

 

b)      Lewat doa penyembahan. Ayo menyembah Tuhan, itu mempercepat perombakan daging. Perombakan itu dimulai dari apa? Tadi orang Yahudi bilang Bait Allah ini dibangun 46 tahun lalu kamu bilang dalam 3 hari mau kamu dirikan kembali! Mereka membanggakan Bait Allah yang dibangun selama 46 tahun. Jadi perombakan dimulai dari kebanggaan-kebanggaan. Masa muda ini kaum muda banyak kebanggaan-kebanggaannya. Apalagi kalau sudah berhasil sedikit saja sudah bangga. Yang banyak kali bangga/makan puji itu kaum muda. Yang seringkali caper itu kaum muda. Rombak semua itu!  Sudah terlalu kuat harga dirinya, gengsinya, tidak bisa ditegur, tidak bisa dinasihati karena tinggi sekali harga dirinya. Rombak segala kebanggaan yang ada.

 

Orang muda yang kaya datang kepada Yesus “Guru apa yang harus aku perbuat supaya beroleh selamat”. Yesus katakan jangan begini jangan begitu, Firman yang 10 hukum itu. Dia jawab “oh semua itu sudah kulakukan”. Tinggal satu saja yang kurang, pergi jual semua hartamu, bagikan kepada orang miskin lalu datang ikut Aku. Oh hartanya itu kebanggaannya, harta itu harga dirinya. Tuhan suruh lepaskan lalu ikut  Yesus, dia tidak mau! Akhirnya dia pergi dengan sedih hati, dengan kecewa, hartanya banyak menyebabkan dia tidak mengikut Yesus malah meninggalkan Yesus. Ini yang harus dirombak, harga diri ini yang mau dirombak.

 

Anak mau mengaku sama orang tua, apa susahnya, tetapi jadi susah sekali karena harga diri. Apalagi kalau dia sudah punya pendidikan yang lebih tinggi dari pada orang tua, punya pekerjaan yang mapan, mau datang sama orang tua, tidak mau! Apalagi kalau sudah jadi tulang punggung dalam keluarga, susah, tidak bisa mengaku dosa. Itu kalau sudah tulang punggung, kadang masih tulang kering sudah tidak mengaku dosa. Pendapatan baru sekian, orang tuanya masih topang-topang tetapi harga dirinya bukan main.

 

Dirombak semua sampai kita merasa hanya sebagai debu tanah. Coba kalau dirombak, debu yang berterbangan. Artinya merasa tidak mampu tanpa Yesus. Kaum muda kadang merasa sudah kuat, masa muda masa kuat-kuatnya sehingga Tuhan sudah dilupakan karena merasa mampu. Kalau kita merasa tidak mampu, hanya bersandar kepada Tuhan. Merasa tidak layak, tidak berdaya, banyak kekurangan sehingga hanya berharap pada tangan belas kasihan Tuhan.

 

Termasuk om ini hamba Tuhan masih muda, kalau dinasihati yang senior, yang tua-tua, banyak kali yang muda ini sulit dinasihati merasa saya mampu, saya bisa. Bongkar semua kebanggaan, kesombongan, harga diri, rombak menjadi debu tanah  yang merasa tidak mampu, tidak layak, tidak berdaya,  banyak kekurangan, hanya berharap pada tangan belas kasihan Tuhan, maka posisi kita di dalam tangan Tuhan. Sudah punya ijazah, punya pekerjaan, tetap merasa hanya debu tanah, maka kita ada di dalam tangan Tuhan Sang Penjunan. Kaum muda jangan sombong kalau sudah berhasil studynya, jangan sombong kalau sudah berhasil dalam pekerjaan. Jangan tinggi hati sampai sudah lupa Tuhan, lupa diri, lupa segala-galanya. Tetap mengaku hanya tanah liat. Semua yang kita capai kalau bukan kemurahan Tuhan tidak akan bisa kita capai.

 

Hasilnya kita berada di dalam tangan Tuhan:

1)      Tangan Tuhan dengan kuasa penciptaan menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Kemustahilan apa yang dihadapi kaum muda? Yang paling sering masa depan dan jodoh. Tetapi ada juga kemustahilan yang dihadapi yaitu orang tua yang belum bertobat. Kalau saya mau nasihati saya didamprat, kalau saya ingatkan saya malah dipukul. Mengaku tanah liat, saya tidak mampu berbuat apa-apa, saya sebagai anak untuk menolong orang tua tidak punya daya apa-apa. Tinggal bergantung pada tangan belas kasihan Tuhan, orang tua bisa dibawa dalam pengajaran, orang tua yang sudah tercerai berai bisa dipulihkan. Kemustahilan yang dihadapi Tuhan hapus semuanya!

 

I Petrus 5:5-6

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

 

Rendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat. Saya tidak mampu Tuhan, tidak bisa berbuat apa-apa. Saudara saya dulu sama-sama melayani sekarang terhilang, orang tua saya dulu sama-sama melayani sekarang sudah terhilang. Atau bahkan orang tua saya dari dulu sampai sekarang tidak ada di dalam Tuhan. Tinggal berdoa, tangan kemurahan Tuhan mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang  mustahil menjadi tidak mustahil. Tetap kuat kaum muda, jangan putus asa, jangan kendor.

 

2)      Tangan kemurahan belas kasihan Tuhan membentuk kita menjadi bejana kemuliaan.

Roma 9:21-23

9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --

9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

Kita dibentuk menjadi bejana kemuliaan, benda kemuliaan, benda belas kasihan yaitu kehidupan yang dipakai untuk memuliakan Tuhan. Sampai nanti kita sempurna sama mulia dengan Tuhan, layak masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1.000 tahun damai, masuk Yerusalem Baru, kerajaan sorga yang kekal. 

 

Jadi tidak ada yang mustahil kalau kita merendahkan diri sampai berpuasa dan bergumul untuk orang tua kita, untuk saudara, untuk adik, untuk kakak dan untuk diri kita sendiri juga, Tuhan mampu menghapus segala kemustahilan, tangan kemurahan Tuhan memakai kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai kita sempurna sama mulai dengan Yesus layak menjadi mempelai wanitaNya.

 

Tuhan Memberkati.

Kebaktian Umum, Minggu 30 Juli 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 13:7

13:7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

 

Antikristus berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkannya, ada 2 pelajaran di sini:

1.      Antikristus adalah kehidupan yang tidak suka penyucian. Mereka berasal dari kita.

I Yohanes 2:18-19

2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

 

Tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita = tidak mau disucikan. Nanti pimpinan antikristus akan muncul dan berkuasa atas seluruh dunia selama 3,5 tahun, dia adalah manusia durhaka. Tetapi dari sekarang sudah tampil itulah orang yang berada di antara kita tetapi tidak suka penyucian.

 

2.      Orang kudus menunjuk imam dan raja = hamba Tuhan, pelayan Tuhan. Ada hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang tidak masuk penyingkiran gereja, tetapi masuk aniaya antikristus. Ini sesuatu yang memprihatinkan, sudah beribadah, sudah melayani tetapi ketika terjadi penyingkiran gereja malah tertinggal sehingga masuk aniaya antikristus. Ini yang akan kita pelajari.

 

Istilah berperang dan mengalahkan artinya antikristus akan menyiksa bahkan sampai memancung kepala. Akan terjadi siksaan yang hebat yang belum terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi. Mengapa ada orang kudus yang tertinggal, kalau begitu buat apa kejar kekudusan, buat apa hidup kudus kalau akhirnya tertinggal, dianiaya antikristus sampai dipancung kepalanya. Kalau begitu buat apa kejar kekudusan, berarti sia-sia beribadah, sia-sia ikut Yesus, orang kudus dianiaya juga, dikalahkan. Mengapa ada orang kudus yang tertinggal? Karena pernah kudus tetapi tidak menjaga kekudusan sehingga ketika gereja tersingkir dia tertinggal dan masuk aniaya antikristus. Contoh dalam Alkitab adalah raja Saul. Dia pernah kudus, pernah diurapi, tetapi tidak menjaga kekudusan. Waktu Daud ada kesempatan membunuh Saul, orang-orangnya berkata Saul sudah Tuhan serahkan kepadamu, ayo bunuh saja. Daud menjawab jangan menjamah orang yang diurapi Tuhan. Ini yang harus kita perhatikan. Permulaan pelayanannya berkenan tetapi akhir pelayannya tidak berkenan kepada Tuhan. Sebagai gembala, hamba Tuhan, pelayanan Tuhan, awal pelayanannya sungguh-sungguh menjaga kekudusan, tetapi akhir pelayanannya tidak berkenan kepada Tuhan. Paulus katakan memulai dengan roh tetapi mengakhiri dengan daging.

Galatia 3:3

3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

 

Sampai Paulus katakan adakah kamu sebodoh itu, sebab langkah awal positif, langkah akhir negatif. Kita sudah memulai pelayanan dengan roh akhiri dengan roh. Dimulai dengan baik akhiri dengan sempurna! Dulu semangat melayani, sekarang mana. Dulu dipakai melayani, sekarang mana. Inilah orang kudus yang tertinggal, pernah kudus tetapi tidak menjaga kekudusan.

 

Kita belajar lagi tentang pribadi raja Uzia. Permulaan pelayanannya baik, berkenan kepada Tuhan. Tetapi diakhiri dengan daging.

II Tawarik 26:1-5,16-21

26:1 Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia.

26:2 Ia memperkuat Elot dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya.

26:3 Uzia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem.

26:4 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

26:5 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

26:16 Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.

26:17 Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;

26:18 mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini." 

26:19 Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

26:20 Imam kepala Azarya dan semua imam lainnya memandang kepadanya, dan sesungguhnya, ia sakit kusta pada dahinya. Cepat-cepat mereka mengusirnya dari sana, dan ia sendiri tergesa-gesa keluar, karena TUHAN telah menimpakan tulah kepadanya.

26:21 Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.

 

Di ayat 1 sampai 5 sudah positif, baik. Tetapi sayang ayat 16 sampai 21 diakhiri dengan daging. Dia harus tinggal terasing, dikucilkan dan mati sebagai orang yang sakit kusta. Tragis keadaan raja Uzia.

 

Arti nama Uzia adalah kekuatan Yehova. Dia diangkat menjadi Uzia pada uzia 16 tahun. Dari namanya sudah baik, memerintah dari usia 16 tahun, ini juga ada pengertian rohani yang baik. Angka 16 adalah angka Tabernakel. Ada 16 bahan untuk membangun Tabernakel.

Keluaran 25:1-7

25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: 1emas, 2perak, 3tembaga;

25:4 4kain ungu tua, 5kain ungu muda, 6kain kirmizi, 7lenan halus, 8bulu kambing;

25:5 9kulit domba jantan yang diwarnai merah, 10kulit lumba-lumba dan 11kayu penaga;

25:6 12minyak untuk lampu, 13rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,

25:7 14permata krisopras dan 15permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

 

Yang ke-16 adalah kerang-kerangan untuk pewarna, kain-kain tadi mendapat warna dari kerang-kerangan. Dalam bahasa latinnya diatamae lanyugatae. Tabernakel rohani gereja Tuhan juga dibangun dengan 16 bahan. Waktu gereja mula-mula terbentuk mereka berbahasa roh dengan 16 bahasa.

 

Raja Uzia dilantik pada usia 18 tahun. Ini menunjuk hamba Tuhan pelayan Tuhan yang hidup kudus sehingga dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunanTubuh Kristus yang sempurna, Tabernakel yang rohani.

 

Imam Zakharia mengajar Uzia supaya takut akan Tuhan sehingga Tuhan membuat segala usahanya selalu berhasil. Ada 2 pelajaran yang kita tarik dari kisah ini.

1.      Seorang pemimpin yang lebih dulu memberikan teladan takut akan Tuhan. Pemimpin dalam rumah tangga itulah suami, pemimpin dalam penggembalaan adalah gembala, pemimpin dalam organisasi, pemimpin dalam bidang apa saja harus lebih dulu memberi teladan takut akan Tuhan. Tetapi kita lihat kenyataannya, pemimpin dalam rumah tangga, siapa yang lebih takut akan Tuhan, siapa yang lebih rajin datang ibadah? Isteri dan anak-anak. Lalu suami ke mana? Padahal seorang pemimpin harus lebih dahulu takut akan Tuhan. Bangun pagi yang lebih setia bangun menyembah Tuhan siapa? Jawab masing-masing.

Kita suami-suami harus menjadi teladan bagi isteri dan anak-anak. Ini pelajaran juga bagi saya, saya gembala, saya suami, saya pemimpin sidang jemaat, saya juga pemimpin rumah tangga, harus menjadi teladan bagi sidang jemaat, isteri dan anak-anak dalam hal takut akan Tuhan.

 

2.      Supaya berhasil dalam hal jasmani, terutama yang rohani, kita membutuhkan pelayanan hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Jangan asal dilayani, yang penting dia pendeta. Pendeta belum tentu hamba Tuhan. Kalau hamba Tuhan sudah pasti pendeta. Supaya berhasil penentunya siapa yang melayani kita. Uzia bisa berhasil karena ada Zakharia yang menuntun dia supaya takut akan Tuhan. Bawa hidup kita untuk dilayani hamba Tuhan yang takut akan Tuhan, yang benar tahbisannya supaya kita bisa dekat dengan Tuhan. Jangan lepas dari penggembalaan supaya hubungan kita dengan Tuhan tidak terputus. Jangan berpikir saya bisa sendiri, kan ada buku, ada internet bisa dengar khotbah-khotbah, tidak usah ditangani oleh hamba Tuhan. Tidak bisa seperti itu! Hamba Tuhan itu penentu. Bangsa Israel untuk berhasil menyeberang sungai Yordan harus memandang tabut dan lihat siapa yang memikul yaitu imam dari suku Lewi, itulah hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Kalau mereka tidak memandang tabut, tidak memandang imam dari suku Lewi maka mereka akan tersesat sebab jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang baru.

 

Setelah berhasil secara jasmani dan rohani, pelayanannya maju, jangan melupakan hamba Tuhan yang pernah memimpin dan pernah mengajar kita. Jangan dihapus begitu saja perjuangan hamba Tuhan yang pernah memimpin kita sehingga kita sekarang berhasil baik secara jasmani terlebih berhasil secara rohani. Dulu sedikit-sedikit om, opa, sekarang kekurangannya dibeber di mana-mana, orang itu seperti Ham anak Nuh yang menceritakan kekurangan Nuh, nanti dikutuk orang seperti itu!

II Timotius 3:14

3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

 

Hamba Tuhan itu manusia, manusia itu ada kekurangannya. Biar dia ada kekurangannya tetapi jangan kita lupa perjuangan hamba Tuhan itu yang telah memimpin dan mengajar kita. Saya tidak tahu kenapa setiap pemberitaan Firman arahnya ke sini. Ini  bukan karena ada sesuatu, tetapi ini untuk jemaat di sini. Jangan lupa hamba Tuhan yang melayani dan mengajar kita yaitu bapak gembala Pdt. Bernard Legontu.

 

Setelah Zakharia mati, Uzia melupakan Tuhan. Artinya begitu putus hubungan dengan penggembalaan, putus hubungan dengan hamba Tuhan yang benar tahbisannya maka hubungan dengan Tuhan pasti putus. Ini yang harus kita jaga, awalnya sudah baik dimulai dengan roh, sayangnya diakhiri dengan daging.

Putus hubungan dengan penggembalaan dimulai dari:

a)      Mulai menggampangkan penggembalaan, mengecilkan penggembalaan dan lebih membesarkan perkara dunia.

b)      Mulai tidak menghargai Firman penggembalaan, merasa sudah tahu, sudah pernah dengar. Dengar Firman mulai tidak sungguh-sungguh, tidak serius, mengantuk, itu mulai mengarah pada mengakhir dengan daging.

c)      Mulai menggampangkan pelayanan. Firman itu yang menjadi komando untuk kita melayani, kalau Firman sudah dikecilkan, pelayanan juga dikecilkan, mulai menggampangkan dan mengentengkan pelayanan.

 

Mari kita perhatikan ini, biar kita menghargai sungguh-sungguh. Kalau dibiarkan sekali tidak apa-apa, 2 kali tidak apa-apa, lama-lama hubungan dengan penggembalaan putus sampai tidak melayani, tidak tergembala. Dari segi penampilan juga jangan menggampangkan! Sudah harus siap semua, standby, jangan gampangkan pelayanan. Kalau tidak nanti hubungan kita dengan Tuhan terputus.

 

Kalau mulai menggampangkan penggembalaan, Firman dan pelayanan akibatnya:

a)      II Tawarikh 26:16

26:16 Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.

 

Tinggi hati, artinya pengenalannya kepada Yesus tidak bertumbuh. Orang sudah mengenal Yesus dan dikenal Yesus, dia begitu-begitu saja.

II Korintus 10:5

10:5  Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

 

Kalau angkuh, sombong, tinggi hati pasti menentang pengenalan akan Tuhan, tidak bertumbuh pengenalannya akan Tuhan. Makanya jangan heran kalau Yesus berkata “Aku tidak pernah mengenal kamu” karena pertumbuhan pengenalan kepada Tuhan tidak ada.

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Kita mau menjadi isterinya Tuhan secara rohani tetapi tidak dikenal Tuhan, tidak mengenal Tuhan, tidak akan bisa! Ada pepatah dunia, tak kenal maka tak sayang.

b)      II Tawarikh 26:19

26:19 Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

 

Timbul kusta di dahi, artinya ada kebenaran diri sendiri yaitu menutupi dosa dengan cara menyalahkan Firman, menyalahkan sesama sampai menyalahkan setan. Seperti Adam waktu ditanya Tuhan apa yang kau perbuat? Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku dia yang memberikan buah terlarang, dia salahkan isterinya, dia salahkan Tuhan. Hawa apa yang kau lakukan? Ular ini yang memperdayakan aku, mempersalahkan setan. Sehingga menjadi keras hati sehingga sulit ditegur dan dinasihati. Apalagi kalau sudah berhasil, ini Uzia sudah berhasil sulit ditegur. Dulu waktu masih merintis ketika diingatkan “iya om, iya pak, iya opa, terima kasih”. Begitu sudah berhasil, ditegur dan dinasihati “mau apa pak Pendeta! Saya yang bangun gereja, saya yang korban ini korban itu! Ganti pak pendeta, ganti yang lain!”. Kaum muda baru mau kuliah, doakan om. Mau ujian telpon om gembala. Mau susun skripsi didoakan lagi. Sudah sarjana mau ditegur dinasihati tidak bisa. Itu Uzia, memulai dengan roh dan mengakhiri dengan daging.

 

c)      II Tawarikh 26:21

26:20 Imam kepala Azarya dan semua imam lainnya memandang kepadanya, dan sesungguhnya, ia sakit kusta pada dahinya. Cepat-cepat mereka mengusirnya dari sana, dan ia sendiri tergesa-gesa keluar, karena TUHAN telah menimpakan tulah kepadanya.

26:21 Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.

 

Diusir dan diasingkan, artinya terbuang, terlepas dari pembangunan Tubuh Kristus. Betul-betul dia mengakhiri dengan daging, masuk aniaya antikristus. Untuk selamat dia harus masuk pada perobekan daging dalam arti sesungguhnya yaitu 3,5 tahun aniaya. Saat itu orang mencari mati tetapi maut lari. Saya dipercaya Tuhan melayani di Tentena, Tonusu dan Diora bukan untuk membawa jemaat masuk aniaya antikristus tetapi untuk membawa jemaat masuk pada penyingkiran gereja. Mari kita sama-sama bergumul ekstra. Mulailah dengan roh dan akhiri dengan roh, jangan dengan daging.

 

Kita belajar dari Yesaya, memang dia awali dengan daging tetapi diakhiri dengan roh.

Yesaya 6:1,5-7

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

6:5 Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."

6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."

 

Ketika raja Uzia mati, kelihatanlah bahwa pelayanan Yesaya tidak berkenan kepada Tuhan. Dikatakan tadi dia najis bibir. Dia sudah memulai pelayanan dengan keadaan najis bibir. Tetapi syukur kepada Tuhan dia bisa mengakhiri pelayanan dengan berkenan kepada Tuhan. Sejarah gereja nabi Yesaya ini dibunuh dalam pelayanan. Uzia memulai pelayanan dengan berkenan kepada Tuhan tetapi diakhiri tidak berkenan kepada Tuhan karena dia tidak mau disucikan dan dibaharui. Yesaya memulai pelayanan tidak berkenan kepada Tuhan tetapi mengakhiri dengan berkenan kepada Tuhan karena mau disucikan dan diubahkan. Biarlah kita membawa hidup kita untuk disucikan dan diubahkan dan kita terus menjaga kesucian hidup kita.

 

Mungkin keadaan kita sudah seperti Yesaya, sudah berapa tahun melayani. Saya sudah puluhan tahun melayani, diperiksa selama ini melayani dengan cemar dan najis atau suci. Kalaupun sudah melayani dalam keadaan najis, masih ada jalan keluar. Pagi ini kita berkaca pada Firman “saya melayani mulut saya kotor, otak kotor, perbuatan kotor, nikah cemar, semua cemar” masih ada jalan keluar dari Tuhan, seperti Yesaya mau dipulihkan. Bagaimana caranya? Pandang takhta Tuhan yang tinggi menjulang. Begitu melihat takhta Tuhan, Yesaya berteriak “oh aku ini najis bibir” dia mau disucikan. Memandang takhta Tuhan yang tinggi menjulang = memandang Yesus Raja segala raja dalam kemuliaan. Dia yang sanggup untuk memulihkan keadaan kita. Pandang Yesus dalam kemuliaan sehingga mendorong kita untuk merendahkan diri serendah-rendahnya di bawah kaki Tuhan dan kita bisa mengakui segala dosa kita kepada Tuhan dan sesama sehingga kita dipulihkan. Seperti Yesaya pasal 15 dia sudah dipakai. Pasal 6 ternyata pelayanannya tidak berkenan. Dia merendahkan diri maka tahbisannya pelayanannya dibaharui.

 

Pagi ini Tuhan mau membaharui tahbisan pelayanan kita. Pandang Tuhan yang duduk di takhta, pandang Yesus Raja segala raja untuk kita bisa merendahkan diri di bawah kakiNya dan mengaku segala dosa kekurangan kita. Dan izinkan Tuhan bekerja di dalam hidup kita. Begitu Yesaya memandang Raja itu, Dia mengizinkan Tuhan bekerja dalam hidupnya. Ada kerub yang membawa bara api dari mezbah menjamah bibirnya.

Yesaya 6:6

6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

 

Sekarang mezbah korban bakaran menunjuk salib Kristus, tempat Yesus dikorbankan. Dulu di atas mezbah korban bakaran ada hewan-hewan yang dibakar, ada domba, kambing, lembu, burung tekukur, burung merpati, itu semua dipersembahkan untuk Tuhan. Sekarang kita tidak lagi membawa hewan-hewan kurban, sudah ada korban yang sempurna itulah Korban Kristus, Dia rela dikorbankan untuk kita.

Di atas mezbah ada 5 alat untuk mempercepat hewan korban itu terbakar habis.

Keluaran 27:3

27:3 Juga harus engkau membuat 1kuali-kualinya tempat menaruh abunya, dan 2sodok-sodoknya dan 3bokor-bokor penyiramannya, 4garpu-garpunya dan 5perbaraan-perbaraannya; semua perkakasnya itu harus kaubuat dari tembaga.

 

5 alat ini menubuatkan 5 alat yang kena pada tubuh Yesus waktu Dia dihukum sampai disalibkan. 5 alat ini = 5 jabatan yang melayani kita dan mampu membawa kita pada kesempurnaan sebagai mempelai wanita Tuhan. Waktu gereja tersingkir, kita tidak tertinggal tetapi ikut dalam penyingkiran gereja.

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

1.      Cemeti atau cambuk.

Yohanes 19:1

19:1  Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.

 

Disesah artinya dicambuk. Cemeti atau cambuk kena pada jabatan guru. Guru itu mengajar. Jadi kalau dalam ibadah seperti yang kita gelar ini ada pemberitaan Firman pengajaran berarti kita mendapatkan pelayanan jabatan guru. Firman pengajaran itu bagaikan cemeti dari Tuhan untuk mencambuk daging kita supaya daging itu tidak bersuara lagi. Sebab kalau daging bersuara maka dosa masuk.

Yesaya 28:15

28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

 

Cemeti berdesik dengan keras itu menunjuk cambuk Firman pengajaran. Di sini orang Israel tidak mau menerima cemeti Firman. Firman datang malah dia katakan bukan untuk saya. Itu tidak mau disucikan seperti Yudas, Firman Tuhan datang dengan keras menunjuk dia tetapi malah berkata bukan aku ya Rabbi. Yesus katakan “orang yang mencelupkan tangannya ke dalam pinggan bersama Aku, dialah yang akan menyerahkan Aku. Celakalah orang itu, lebih baik baginya untuk tidak dilahirkan!”. Yudas langsung berkata “bukan aku ya rabi”. Akhirnya tadi dikatakan mereka menjadikan bohong sebagai perlindungannya. Bohong atau dusta itu iblis, iblis bapak pendusta. Kalau tidak mau disentuh Firman dia sudah menikmati hubungan dengan iblis, enjoy dengan iblis. Kita tidak mau enjoy dengan iblis. Alkitab katakan jangan beri kesempatan kepada iblis, terimalah cemeti Firman Tuhan, berarti kita dilayani jabatan guru.

 

Kalau Firman pengajaran ditolak maka datang cemeti yang lain, itulah hajaran.

Wahyu 3:19

3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

 

Kalau Firman masih ditolak, maka Tuhan datang dengan hajaran. Dihajar lewat penyakit dihajar ekonominya. Apa saja bentuk hajaran dari Tuhan tujuannya supaya kita merelakan hati dan sadar, kembali kepada Tuhan. Begitu kita bertobat kembali kepada Tuhan, hajaran berhenti. Tetapi kalau hajaran Tuhan masih ditolak juga maka Tuhan biarkan, yang mau ke pedang ke pedanglah, yang mau ke kelaparan ke kelaparanlah, yang masih tinggal saling gigit satu dengan yang lain, itu sudah dibiarkan oleh Tuhan. Jangan tunggu dihajar, lebih baik kita terima cemeti Firman pengajaran yang benar.

 

Yesus tidak ada dosa tetapi Dia rela dicambuk. Kita manusia yang penuh dosa, sudah sewajarnya menerima cambuk Firman pengajaran dan hajaran Tuhan. Tetapi sekali lagi, jangan tunggu dihajar, terimalah cambuk Firman pengajaran yang benar. Telinganya dicambuk karena tidak dengar-dengaran, matanya dicambuk karena sudah mengantuk dengar Firman, mulutnya dicambuk karena suka bicara kotor, pikirannya dicambuk karena pikiran kotor, semua dicambuk supaya tidak ada dosa lagi.

 

2.      Mahkota duri.

Yohanes 19:2-3

19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,

19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.

 

Mahkota duri ini kena mengena dengan jabatan nabi. Waktu Yesus ada di hadapan Pilatus, ditutup kepalanya lalu ditinju. Prajurit-prajurit berkata “hai nabi cobalah terka”. Mahkota duri dikenakan di kepala, Yesus adalah Kepala, Dia Mempelai Pria Sorga yang akan datang kembali menjemput mempelai wanitaNya. Ini nubuatan terbesar, yang seharusnya semakin diserukan di akhir zaman ini dan rencana terbesar Tuhan yang akan segera digenapi. Inilah fungsi jabatan nabi, bernubuat. Tetapi sekarang nuubuatan dalam gereja lebih dominan ke arah yang jasmani. Nubuatan terbesar kita mau dijadikan mempelai wanita Tuhan dan Yesus Mempelai Pria Sorga akan datang kembali. Kalau nubuatan ini kita terima akan menggairahkan kita untuk lebih serius lagi beribadah melayani Tuhan. Kita ini manusia berdosa yang sebenarnya tidak layak untuk disandingkan dengan Yesus, tetapi Firman nubuatan mengatakan kita akan dijadikan Mempelai WanitaNya. Seharusnya kita lebih bergairah, akan lebih berjuang lagi untuk beribadah melayani sampai garis akhir.

 

Kalau saya renungkan saya ini orang yang tidak baik, orang yang tidak beres, anak hamba Tuhan tetapi kelakuannya tidak bagus, menyebutnya saja mual.

Tetapi Tuhan panggil, Tuhan pilih menjadi hamba Tuhan, Tuhan bentuk menjadi mempelai wanitaNya. Seharusnya semakin bergairah, semakin bersukacita.

 

Untuk dibentuk menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, banyak duri-duri yang menusuk.

Ibrani 12:1-2

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

 

Duri adalah kutukan akibat dosa. Kita diperhadapkan dengan duri-duri, itulah dosa-dosa yang mau menghambat kita mencapai kegenapan recana Tuhan. Karena tahu kita mau dijadikan mempelai wanita Tuhan kita mau berjuang untuk lepas dari duri-duri itu. Cukup Yesus kena mahkota duri, Yesus tidak berdosa tetapi Dia rela menerima mahkota duri untuk membebaskan kita dari duri-duri dosa. Ayo kita berupaya lepas dari dosa.

 

Ada 2 macam dosa dalam Ibrani pasal 12 yaitu:

a)      Beban dosa. Itulah dosa masa lalu yang sudah kita perbuat, pikirkan, katakan, yang sudah kita lihat dan timbul dalam hati. Beban dosa itu harus ditanggalkan sebab akan menusuk dalam pelayanan kita. Kalau tidak kita tanggalkan akan semakin pedih, semakin melayani semakin ditusuk duri. Melayani dalam nikah, lalu ada dosa masa lalu yang tidak dia selesaikan, itu bagaikan ditusuk duri.

 

Menghadapi sepasang calon suami isteri dalam penataran saya katakan ayo terbuka satu dengan yang lain apa-apa saja yang sudah pernah di lakukan di masa yang lampau. Si perempuan bilang saya sudah pernah begini begitu, calon suaminya juga bilang begini begitu. Saya tanya apakah kamu mau terima? Lebih baik ditanya dulu dari pada nanti dipernikahan ditanya “bersedia?” padahal tidak bersedia. Setelah mereka mau saling terima didoakan supaya Tuhan ampuni dan cabut dosa-dosanya. Saya bilang, kalau tidak diselesaikan lalu kamu berdua masuk nikah, kemudian teringat duri-duri dosa di masa lampau jadi tawar nanti nikahmu, kasihmu jadi dingin,  selesaikan semua dosa-dosa di masa lalu.

 

Sebelum menikah, sesudah menikah apa yang sudah dibuat, semua diselesaikan kepada Tuhan, tanggalkan semua bebannya. Cabut semua duri-durinya lewat kita mengaku kepada Tuhan dan mengaku kepada sesama. Saling mengaku dan saling mengampuni. Memang mau mengaku itu rasanya sakit bagi daging. Duri kalau mau dicabut dalam daging sakit sekali, tetapi harus dicabut, begitu sudah dicabut jadi enak. Mungkin dulu matanya melihat yang tidak baik, itu duri, harus dicabut. Supaya saat masuk dalam nikah semua sudah terlepas dari duri-duri. Kaki yang banyak duri-duri, suka ke sana kemari, harus dicabut. Coba melayani lalu kaki ada duri, baru jalan sudah pedih. Mulutnya ada duri, suka ngomongi orang, gosip, dusta, cabut semuanya! Pagi ini ada Korban Kristus, darah Yesus mau mengampuni, mau mencabut duri-duri dosa itu.

 

b)      Jerat dosa. Dosa masa lalu sudah diselesaikan lalu ada dosa yang menjerat, setan pasang di tempat-tempat di mana kita jalanani dan datangi. Itu semua bagaikan duri. Dalam gereja juga hati-hati, duri-duri di mata ini cabut semua! Lihat saja isteri, lihat suami masing-masing, jangan dibanding-bandingkan “kalau itu dulu jadi suamiku, kalau itu jadi isteriku. Eh belum tentu! Duri-duri yang ada di pikiran dan dihati, itu dipasang setan untuk menusuk pikiran dan hati, susah hilang karena teringat-ingat terus. Segera strap “darah Yesus!” putuskan jerat itu dengan pedang Firman Allah.

 

Perjalanan rohani untuk mencapai kesempurnaan sebagai mempelai wanita Tuhan bagaikan suatu perlombaan rohani. Coba ada duri lalu ikut perlombaan, susah sekali. Betapa susah kalau ada duri-duri. Tanggalkan semua duri-duri.

 

3.      Kayu salib

Yohanes 19:17

19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

 

Salib ini kena mengena dengan jabatan gembala. Yesus Gembala yang baik, Dia rela memikul segala dosa dan kejahatan kita di kayu salib. Kalau kita ada saat Yesus memikul salib, kita tanya “mengapa Engkau memikul itu” Yesus katakan inilah dosamu yang Kupikul. Yesus rela pikul segala dosa kita, Dia pikul, Dia tanggung semua di kayu salib.

Yesaya 53:4,11

53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

 

Kalau kita bisa menghargai Korban Kristus, kita renungkan dosaku yang Yesus pikul, maka kita tidak usah dipaksa, disuruh, diancam, pasti mau tergembala, mau bertekun dalam 3 macam ibadah pokok, mau bertekun makan Firman penggembalaan. Kita tidak bisa membalas segala kasih kemurahan Tuhan. Coba kalau kita yang pikul dosa kita sendiri, betapa banyak dosa kita, kita tidak akan mampu. Dosa kita begitu banyak, sudah seharusnya kita mensyukuri Korban Kristus dengan praktek membawa hidup tergembala dengan benar dan baik. Sebagai gembala menangis di bawah kaki Tuhan melihat jemaat yang belum tergembala. Ayolah pagi ini syukuri Korban Kristus, renungkan Korban Kristus, tergembalalah dengan benar dan baik.

 

Mungkin ada yang berkata berat om untuk tergembala. Lebih berat mana dengan salib yang Yesus pikul? Sebagai gembala rasanya berat menangani 3 sidang. Bukannya karena tidak mau regenerasi. Saya tidak mau sembarang melepaskan penggembalaan dan diserahkan pada hamba Tuhan yang lain. Karena ini persoalan jiwa. Kalau dilepaskan dan ditangani oleh hamba Tuhan yang tidak sungguh-sungguh yang tidak benar tahbisannya, kasihan domba-domba yang ada.

 

Tergembala itu bagaikan memikul salib, sakit dan berat bagi daging, tetapi harus dipikul. Sebagai timbal balik Yesus Gembala yang baik memikul beban kita. Gembala di bumi memikul beban kita melalui menaikan doa penyahutan. Kalau kita tergembala sudah enak dan ringan, ada 2 pribadi yang menanggung bebannya. Di sorga ada Yesus Gembala yang baik selalu berdoa syafaat. Ada gembala di bumi yang terus menaikan doa syafaat menanggung bebannya jemaat.

 

Jarang jemaat menelpon gembala “om mari kita tertawa bersama”. Yang seringkali om saya sakit, om saya kesulitan ini. Bukan berarti jangan telpon-telpon lagi, silahkan telpon, tugas saya sudah seperti itu. Tanpa jemaat telponpun sudah didoakan. Mari tergembala dengan benar dan baik. Bawa hidup kita untuk bertanggung jawab dalam penggembalaan.

 

4.      Paku. Dipaku di tangan dan di kaki, itu menunjuk jabatan penginjil.

Roma 10:15

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

 

Roma 10:15 (Terjemahan Lama)

10:15  Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat: Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.

 

Yesus rela menerima paku di tangan dan menerima paku di kaki, untuk apa? Untuk meniadakan surat hutang dosa kita.

Kolose 2:14

2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:

 

Firman penginjilan itu memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali sebagai Juruselamat menyelamatkan manusia yang berdosa. Proses selamat itu percaya Yesus, bertobat, lahir baru. Lewat penginjilan kita dibebaskan dari surat hutang dosa, dari dakwaan dosa. Sehingga kita bisa percaya Yesus, bertobat, lahir baru lewat baptisan air serta baptisan Roh Kudus dan bisa hidup dalam kebenaran. Kita bisa ada di sini, bisa percaya Yesus, karena penginjilan. Isteri saya keluarga besarnya dari agama lain bahkan orang pondok pesantren. Kalau tidak ada penginjilan tidak akan bisa percaya Yesus, bertobat, lahir baru, hidup dalam kebenaran.

 

Tidak mau bertobat, tidak mau lahir baru, tidak mau hidup dalam kebenaran, berarti menerima paku yang lain.

Yeremia 10:4-5

10:4 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.

10:5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat."

 

Ada paku yang lain yaitu paku berhala. Menyembah berhala itu adalah kekerasan hati.

I Samuel 15:23

15:23  Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

 

Jadi kehidupan yang tidak mau percaya Yesus, tidak mau bertobat dan lahir baru, dia menjadi kehidupan yang keras hati. Tuhan tolong jangan ada paku ini. Biarlah kita mau menerima pakunya Yesus. TanganNya berlubang paku, kakiNya yang berlobang untuk meniadakan dosa kita. Kita mau percaya Yesus, kita mau bertobat sungguh-sungguh, kita mau lahir baru, hidup di dalam kebenaran. Maka langkah-langkah hidup kita adalah langkah-langkah yang indah. Jemaat yang mau hidup benar juga langkah hidupnya adalah langkah-langkah yang indah.

 

Kalau dikejar penagih hutang apakah indah hidupnya? Lagi naik motor, ada penagih utang di depan langsung belok. Malam-malam ada yang ketuk pintu langsung kaget jangan-jangan penagih hutang yang datang. Kalau hutang sudah diselesaikan, bawa motornya santai tidak takut diambil. Begitulah yang dapat dimengerti. Kalau masih ada hutang dosa tidak indah hidup kita. Ketemu orang itu tertuduh hatinya “tadi saya baru ambil dia punya durian otong” ketemu orang lain lagi “tadi saya baru curi pepayanya karena tidak ada yang menjaga. Itu tidak indah! Tetapi begitu diselesaikan semuanya, indah, bisa tenang!

 

5.      Tombak

Yohanes 19:34

19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

 

Tombak yang menusuk sampai ke lambungnya Yesus ini penyucian lebih dalam. Tombak kena mengena dengan jabatan rasul, rasul ada kaitan dengan pengajaran. Tombak menusuk lambung, ini artinya Firman pengajaran menyucikan sampai jauh ke dalam hati, sampai kepada dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati. Orang tidak tahu, tetapi Tuhan buka. saat kita beribadah Tuhan buka dan tunjuk “ini yang ada di dalam hatimu!” kita berbahagia.

 

Pandang takhta yang menjulang tinggi, pandang Yesus Raja segala raja untuk kita merendahkan diri di bawah kakiNya mengaku dosa, mau menerima Korban Kristus, mau menerima pelayanan jabatan guru, pelayanan jabatan nabi, pelayanan jabatan gembala, pelayanan jabatan penginjil, pelayanan jabatan rasul. Tidak usah undang rasul siapa untuk datang di sini. Kalau kita mendengar Firman pengajaran yang menusuk sampai ke dalam hati, berarti ada jabatan rasul melayani kita.

 

Yesaya 2:2-4

2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

 

Firman menyucikan, suatu saat bangsa-bangsa akan berduyun-duyun mencari pengajaran. Jadi kita yang sudah ada dalam pengajaran jangan keluar! Akan terjadi kegerakan yang besar, orang akan cari pengajaran. Orang mulai muak dengan model ibadah yang hanya dikemas dengan hiburan daging. Jiwa dan roh mereka rindu untuk mendengar pengajaran tetapi sayang tidak mereka dapatkan. Kita yang sudah mendapatkan biarlah menjadi terang kesaksian supaya mereka datang juga mencari pengajaran.

 

Jadi dari 5 jabatan ini dimulai tadi dengan Firman pengajaran (jabatan guru) dan ditutup dengan Firman pengajaran (jabatan rasul). Jemaat butuh diajar supaya tahu bagaimana berperilaku sebagai anak-anak Allah. Kalau tidak diajar jadi kurang ajar. Makanya banyak yang kurang ajar pada gembala, kurang ajar dalam nikah. Firman pengajaran inilah yang dibutuhkan oleh gereja untuk mencapai kesempurnaan.

 

Tanda sempurna:

Yakobus 2:3

2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!",

 

Tanda sempurna adalah tidak salah lagi dalam perkataan. Sekarang kita masih banyak kekurangan dalam perkataan, tetapi kita sedang diarahkan sampai pada kesempurnaan. Lewat Firman ini kita diajar untuk menjadi pribadi-pribadi yang jujur, mulai dari jujur mengaku dosa dan suka menyembah Tuhan, sebab waktu Yesus datang kedua kali akan disambut dengan suara penyembahan. Waktu Yesus datang pertama kali terdengar suara penyembahan dari bala tentara sorga, para gembala dan orang-orang Majus. Waktu Yesus datang kedua kali juga disambut dengan suara penyembahan, gereja Tuhan di awan-awan menyambut Yesus dengan seruan haleluya.

 

Ketika penyucian sudah berjalan dalam hidup kita, lidah kita menjadi lidah yang jujur, kita menjadi pribadi-pribadi yang suka menyembah Tuhan, maka ada hasilnya:

Wahyu 4:10-11

4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

 

Jika kita mau menyembah Tuhan maka kita akan mengalami kuasa penciptaan secara jasmani juga secara rohani.

1.      Secara jasmani kuasa penciptaan Tuhan mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Apa yang mustahil bapak ibu alami hari-hari terakhir ini. Terima penyucian Firman supaya bisa menyembah Tuhan dengan dasar kesucian. Maka Tuhan dengan kuasa penciptaanNya mampu menghapus segala kemustahilan.

 

Istilah dari bapak gembala selalu tanam lutut atau lipat lutut menghadapi pergumulan, artinya menyembah. Begitu saya mulai dibentuk, digembleng rohani saya sampai bisa menjadi hamba Tuhan, saya praktekan seperti itu. Menghadapi sesuatu yang mustahil tinggal lipat lutut, tinggal menyembah. Dalam membangun membutuhkan biaya, tidak perlu buat bazar atau proposal sana sini, tinggal lipat lutut menyembah maka Tuhan sediakan dari yang tidak ada menjadi ada. Ada masalah yang mustahil tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya, terutama masalah dalam nikah itu masalah terberat, tinggal lipat lutut menyembah maka ada jalan keluar. Tuhan mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dari tidak ada jalan jadi ada jalan. Kaum muda dari tidak ada masa depan menjadi ada masa depan, dari yang gagal menjadi berhasil, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil, Tuhan mampu menciptakan semuanya.

 

2.      Secara rohani kuasa penciptaan Tuhan mampu mengembalikan kita pada ciptaan semula yaitu segambar dengan Allah Tritunggal. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, tetapi dirusak oleh setan. Sekarang Tuhan sedang memperbaiki dan mau mengembalikan kita pada ciptaan semula sehingga kita bisa bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga. Dulu ciptaan semula adalah sepasang nikah Adam dan Hawa. Nanti kita akan diciptakan kembali segambar dengan Tuhan untuk masuk pada nikah yang rohani. Yesus Adam yang akhir dan kita gereja Tuhan Hawa yang akhir, masuk Firdaus yang akan datang yaitu kerajaan 1000 tahun damai, masuk kerajaan sorga Yerusalem yang baru.

 

Dengan segenap hati kita mau menerima Firman Tuhan, dengan segenap hatipun kita mau melayani Tuhan, dengan segenap hati kita mau menyembah Tuhan maka Tuhan akan mengadakan kuasa penciptaanNya bagi kita sekalian.

 

Tuhan Memberkati.