20230625

Kebaktian Umum, Minggu 25 Juni 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu





Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 13:5-6

13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

 

Ada 4 hal yang dihujat antikristus:

1.      Pribadi Allah

2.      Nama Allah

3.      Kemah kediamanNya itulah Tabernakel

4.      Semua mereka yang diam di sorga, itulah orang-orang kudus.

 

Kita masih membahas poin ketiga, menghujat kemah kediaman Allah.

Keluaran 25:8

25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

 

Dulu Tuhan perintahkan kepada Musa supaya Musa membuat tempat kudus bagi Allah supaya Tuhan diam di tengah-tengah bangsa Israel. Itu sudah dibuat dari Keluaran pasal 25 dan pasal 40 Tabernakel selesai dibuat dan Tuhan turun, diam di tengah-tengah bangsa Israel. Secara jasmani Tabernakel ini sudah hancur, sekarang yang ada adalah pengajaran Tabernakel yang berkuasa membentuk kita, baik kita bangsa non Yahudi, juga mereka bangsa Israel, untuk menjadi tempat kediaman Allah di bumi ini. Sehingga suatu saat nanti kita bisa menyatu dengan Allah selamanya di Yerusalem yang baru. Di bumi ini dulu kita harus menjadi tempat kediaman Allah.

Wahyu 21:2-3

21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

213 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

 

Ini kerinduan hati kita bersama, untuk kelak nanti kita bersama Allah di Kerajaan Sorga, di Yerusalem Baru. Jadi yang dihujat oleh antikristus adalah pengajaran Tabernekal, tujuannya untuk menghalangi pekerjaan Firman pengajaran supaya kita tidak menjadi tempat kediaman Allah di bumi ini tetapi menjadi tempat kediaman antikristus. Berarti menjadi sama dengan antikristus yang akan dibinasakan. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Itu sebabnya kita manfaatkan waktu yang sisa ini dengan sebaik-baiknya untuk mendengar dan dengar-dengaran atau melakukan Firman Tuhan, pengajaran Tabernakel, sehingga kita disucikan, diubahkan, kita dijadikan tempat kediaman Allah di bumi ini untuk selamnya-lamanya menyatu dengan Allah di Yeruealm Baru. Pengajaran ini tertulis di Alkitab berarti milik semua gereja, tinggal mau ditterima dan praktekan atau tidak.

 

Apapun keadaan kita, yang penting kita menjadi tempat kediaman Allah, itu yang harus kita pikirkan, itu yang kita pergumulkan, itu yang kita perjuangkan. Kalau kita menjadi tempat kediaman Allah, tidak akan mungkin Tuhan membiarkan kita bergumul sendiri. Tuhan pasti menolong kita, Dia pasti membela kita tepat pada waktunya.

 

Praktek menjadi tempat kediaman Allah kita pelajari dari langkah-langkah pembangunan Tabernakel.

1.      Keluaran 25:8-9

25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

25:9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

 

Tabernakel atau kemah suci dibangun menurut contoh kerajaan sorga atau teladan kerajaan sorga. Artinya bagi kita untuk menjadi tempat kediaman Allah, praktek pertama adalah meneladani Yesus atau mengikuti jejak-jejak Yesus. Apa jejak-jejak Yesus?

a)      I Petrus 2:21-24

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Mengikuti jejak kematian dan kebangkitan Yesus. Gereja mau dipermuliakan bersama dengan Allah. Untuk dipermuliakan ikuti dulu jejaknya, tidak bisa langsung mulia. Harus mati, bangkit baru bisa mulia.

 

Jejak kematian adalah mati terhadap dosa =  bertobat yaitu tidak mau berbuat dosa lagi, tidak berdusta dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi membalas dengan kebaikan. Yesus dicaci maki, Dia balas dengan “Bapa ampunilah mereka”. Jejak kematian itu sakit bagi daging. Untuk berhenti berbuat dosa dan lepas dari dosa itu sakit bagi daging, untuk tidak berdusta itu sakit bagi daging. Untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan itu sakit bagi daging, apalagi membalas dengan kebaikan. Enak saja, dia sudah sakiti saya lalu saya mau berdoa untuk dia. Tetapi Alkitab katakan demikian.

Matius 5:43

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

 

Menganiaya baik secara fisik juga secara batin, perasaan teraniaya. Kalau kita bereaksi daging, kita ngamuk, kita balas, berarti belum menempuh jejak kematian. Jangan pikir bisa menempuh jejak kebangkitan apalagi masuk jejak kemuliaan, tidak akan bisa.

 

Jejak kebangkitan adalah hidup untuk kebenaran. Yang kita lakukan semua benar. Berupaya untuk hidup benar, nikahnya benar, pelayanannya benar, pekerjaannya benar, studynya benar. Kita berupaya untuk mengikuti jejaknya Yesus sekalipun harus sengsara. Yang dipersoalkan pada Yesus soal kebenaran. Pilatus bertanya kepada Yesus “apa itu kebenaran?”. Yesus pertahankan kebenaran Dia ditinggal sendiri, Dia disalibkan. Waktu Dia mati, kepala prajurit berkata “sungguh Dia ini orang benar”. Mulai dari Pilatus berkata “aku tidak mendapatkan kesalahan dari orang ini”. Penjahat di sebelah Yesus berkata “dia ini tidak melakukan kesalahan”. Yesus benar tetapi disalib. Jadi jangan putus asa dan kecewa, saya berupaya hidup benar kenapa saya malah disalib, malah menderita! Yesus diperhadapkan dengan ketidakadilan. Ada Yesus Kristus, ada Yesus Barabas. Yesus yang benar malah disalibkan, Yesus Barabas yang adalah penjahat malah dilepaskan. Ini termasuk menghujat orang-orang kudus.

 

Pertahankan kebenaran, termasuk berpegang teguh pada ajaran yang benar, ajaran yang sehat yang sudah membenahi nikah kita, pribadi kita, sudah menjadi pengalaman hidup, pegang teguh! Biar datang ajaran yang lain, angin pengajaran lain yang menyenangkan daging kita tidak mau, tetap pegang teguh pengajaran yang benar.

 

Kalau mengikuti jejak kematian dan kebangkitan maka ada hasilnya:

I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Kita alami kuasa bilur-bilur Yesus untuk menyembuhkan, menyehatkan, baik secara jasmani, tubuh sehat, ekonomi sehat, nikah sehat. Terutama secara rohani, pelayanannya sehat, tahbisannya sehat, dipakai terus oleh Tuhan sampai garis akhir. Penyakit itu berarti ada yang tidak beres. Perutnya sakit mungkin ada bakteri apa. Dada sakit, mungkin asam lambungnya naik. Jadi oleh kuasa bilur Yesus kita disehatkan artinya kuasa bilur-bilur Yesus sanggup membereskan segala sesuatu dalam hidup kita.

 

Apa yang tidak beres, nikah tidak beres, periksa jejak kematian dan kebangkitan. Oh dosa malah berkembang biak di situ, tidak diselesaikan, tidak benar, yah diperbaiki semuanya. Kalau jejak kematian dan kebangkitan sudah kita tempuh maka kuasa bilur Yesus menyembuhkan. Bukan hanya sebatas tubuh ini sehat dan sembuh. Ingat perkataan Yesus di kayu salib ketika Dia menyerahkan nyawaNya “sudah selesai”. Semua mampu diselesaikan oleh Tuhan, tinggal tempuh jejakNya.

 

b)      Mengikuti jejak gembala.

I Petrus 2:25

2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

 

Dulu sesat, tidak mengikuti jejak gembala. Sekarang ikuti jejak gembala = tergembala dengan benar dan baik. Jadilah kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik. Tergembala itu bukan hanya sampai pada mantap tetapi sampai menikmati. Mantap tergembala itu digambarkan dengan duduk di rumput. Tetapi dalam Mazmur pasal 23 bukan cuma duduk namun sampai berbaring, itu menikmati.

Mazmur 23:1-2

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

 

Tanda-tanda tergembala.

1)      Yohanes 10:3-4

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

Tanda pertama masuk kandang dulu. Kandang penggembalaan secara jasmani bisa berbeda-beda, itulah organisasi gereja yang legal yang diakui oleh pemerintah. Tetapi kandang penggembalaan secara rohani tidak boleh berbeda. Dalam Tabernakel itulah ruangan suci, itu kandang penggembalaan.

 

Halaman Tabernakel itu daerah kebenaran. Pintu gerbang itu iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Mezbah korban bakaran itu pertobatan, bejana pembasuhan itu baptisan air, pintu kemah itu baptisan Roh Kudus. Sesudah itu masuk kandang penggembalaan.

Kisah Para Rasul 2:36-38

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

 

Pada ayat ini bicara percaya, bertobat, lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Ayat 41 masih bicara baptisan air, ayat 42 itu masuk kandang penggembalaan.

Kisah Para Rasul 2:41-42

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

 

Dulu 3000 jiwa yang dibaptis bertekun dalam pengajaran rasul-rsasul dan pemecahan roti, sekarang menunjukan ketekunan dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kemudian mereka bertekun dalam persekutuan, sekarang menunjuk ketekunan dalam ibadah raya seperti pagi ini. Umumnya ibadah raya pada setiap gereja itu hari minggu, ada juga yang menggelar pada hari sabtu atau hari-hari yang lain. Harinya terserah yang penting isinya ibadah raya. Kemudian mereka bertekun dalam doa, sekarang menunjukan ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Harus ada penyembahan, doa di rumah baik secara pribadi maupun bersama, terutama dalam ibadah di gereja, ada doa puasa, ditambah doa semalaman. Tekuni itu artinya tidak mau terhalang dan tidak bisa terhalang.

 

Dalam ibadah raya kita bersekutu dengan Allah Roh kudus, kita minum air kehidupan. Dalam ibadah pendalaman Alkitab kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan korbanNya, kita makan. Dalam ibadah doa penyembahan kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya, kita bernafas. Minum, makan dan bernafas inikan kebutuhan domba. Kalau sudah minum, makan dan bernafas pasti bertumbuh. Kalau sudah bertumbuh minta kawin dan berkembang biak. Domba yang beranak domba, bukan gembala beranak domba. Tugas gembala memasukan domba di dalam kandang. Tadi dikatakan gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya. Jadi selain membawa domba masuk dalam kandang, tugas gembala yang lain adalah mendoakan domba-domba. Tugas gembala menaikan doa penyahutan supaya jemaat betul-betul terjaga keselamatan jiwanya.

 

2)      Mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala. Suara gembala = Firman penggembalaan. Taati Firman penggembalaan ajaran yang sehat yang kita dengar. Kemudian terhadap suara asing kita lari, jangan dengar. Suara asing adalah ajaran-ajaran lain yang tidak sehat, ekstrimnya ajaran sesat. Bukan berarti cuma kita yang benar yang lain sesat. Saya tidak pernah mengatakan yang lain itu sesat. Kita lihat saja, pengajaran yang benar itu tertulis di dalam Alkitab. Waktu Yesus dicobai iblis, Dia berkata “ada tertulis!” berarti ini Firman pengajaran yang benar. Kemudian dibuka rahasianya, ayat menerangkan ayat. Lalu diberitakan dengam maksud murni, bukan tujuan dapat sesuatu yang jasmani.

II Korintus 2:17

2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

 

Firman Allah tajam menyucikan.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Yang terpenting dari semuanya itu adalah dipraktekan dulu baru diajarkan.

 

Lalu pengajaran yang tidak sehat itu bagaimana?

Roma 16:17-18

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Ajaran yang tidak sehat, isinya hanya bahasa muluk-muluk, yang manis-manis, tetapi tidka ada penyucian, hanya menyenangkan daging karena tujuan pemberitaannya hanya untuk perut, untuk kepentingan jamani. Lari dari ajaran yang tidak sehat, jangan didengar. Lari itu menunjuk ketegasan. Bukan orangnya yang dimusuhi tetapi ajarannya itu yang jangan didengar. Karena tadi dikatakan menipu orang yang tulus hati.

 

Siapa yang tidak mau diberkati? Semua ingin diberkati dan rindu selamat. Tetapi untuk diberkati dan selamat ada prosesnya, penyucian terjadi. Kalau cuma berkat-berkat tetapi tidak ada penyucian, dipertanyakan ajaran apa itu?

II Timotius 4:3-4

4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

Ajaran tidak sehat itu dongeng, dongeng itu tidak ada tertulis di dalam Alkitab. Diterangkan bukan dengan ayat-ayat Alkitab tetapi dengan pengetahuan manusia.

I Timotius 6:20

6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

 

Tuhan tidak bisa kita pelajari dengan pengetahuan manusia. Pengetahuan manusia itu terbatas! Pintarnya manusia itu di hadapan Allah itu bodohnya Allah. Jadi kalau mau pakai logika menyelami tentang Allah tidak akan bisa! Harus dengan iman, iman lebih tinggi dari logika. Kalau iman bisa menerima, logika juga bisa menerima. Jangan pakai logika, kalau pakai logika pasti bingung.

 

Contohnya seperti yang pak gembala pernah saksikan tentang orang yang bertanya mengenai laut Teberau. Bapak percaya kalau laut itu terbelah dari Tuhan? Pak gembala jawab iya. Dia bilang lagi “oh tidak, memang sering terjadi fenomena alam, laut terbelah karena angin kencang”. Langsung dijawab “manusia dengan air berat jenisnya lebih berat mana? Air! Kalau air terbelah lalu kenapa manusia yang menyeberang tidak terlempar?”. Oh saya mau tanya ulang sama profesor! Itu kalau pakai logika.

 

Sama kalau pakai logika kita, dalam Injil Matius 2 orang buta, dalam Injil Markus 1 orang buta. Tentang waktu penyaliban Yesus, Injil yang lain dengan Injil Yohanes berbeda. Kalau pakai logika bisa berpikir Alkitab tidak benar. Makanya pakai iman, menyerah di bawah kaki Tuhan, biar Tuhan yang buka rahasianya.

 

Jadi suara asing yang sudah pakai logika, pakai filsafat dunia, hindari! Termasuk gosip-gosip yang tidak benar, terutama gosip tentang gembala. Kalau hati terganggu tanyalah kepada gembala “pak gembala saya dengar begini dan begitu, betul atau tidak? supaya sebagai gembala bisa meluruskan. Kalau itu benar sebagai gembala saya datang minta ampun. Banyak terjadi begitu, gembala digosipkan langsung percaya akhirnya datang dengar Firman “pendeta itu omong kosong! Dia ternyata berbuat ini”. Padahal cuma gosip. Itu suara asing, harus dihindari.

 

Kalau kita tergembala ada hasilnya:

Yohanes 10:27-28

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

 

Hasilnya kita ada di tangan Yesus Gembala Agung. Ada di tangan pemerintah dunia saja sudah senang “pokoknya kalau saya terpilih, kamu aman, saya bantu usahamu”.

 

Hasilnya:

1)      Ada jaminan kepastian untuk hidup sekarang, masa depan, sampai hidup kekal. Ada rumput hijau mengapa kita mau ragu lagi. Dalam kandang sudah kita temukan segalanya, ada rumput, ada air, ada udara segar, mau cari apa lagi.

 

Dalam kandang sudah ada semua. Kaum muda, termasuk jodoh Tuhan sediakan di dalam kandang penggembalaan. Lihat saja perjalanan nenek moyang bangsa Israel. Ishak ketemu Ribka di tepi sumur penggembalaan, Yakub ketemu Ribka di tepi sumur penggembalaan. Yesus bertemu dengan perempuan Samaria, gambaran gereja dari bangsa kafir ketemunya di tepi sumur penggembalaan. Segalanya kita dapatkan di dalam penggembalaan.

 

2)      Ada jaminan kepastian untuk menang, “tidak ada yang bisa merebut mereka dari dalam tanganKu” berarti menang menghadapi apapun. Jangan cari jalan keluar di luar penggembalaan, tidak dapat!

 

Seringkali saya sedih menghadapi seperti itu dan sudah berapa yang saya temukan. Datang minta nasihat sama pak gembala, ini masalahnya. Sudah dinasihati, Firman Tuhan seperti ini, ini jalan keluarnya. Tetapi tidak didengar, cari jalan keluar di luar. Akhirnya ketika terjadi apa-apa baru bilang “kenapa dulu om tidak tegasi saya!”. Sudah terjadi apa-apa, gembala lagi disalahkan.

 

Sampai kemenangan terakhir kita duduk setakhta dengan Tuhan Yesus.

Wahyu 3:21

3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

 

Sidang jemaat Laodekia ini jemaat yang paling hancur rohaninya dibandingkan 6 jemaat yang lain. Tetapi Tuhan tawarkan untuk duduk di takhta Sorga. Apapun keadaan kita, mungkin sudah hancur-hancuran, ayo kembali pada penggembalaan, di situ ada Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan yang mampu memperbaiki kehidupan kita. Jadi penggembalaan ini tempat reparasi, tempat  memperbaiki. Bukannya malah menolak yang hancur-hancur. Justru yang hancur-hancuran ini yang mau diperbaiki. Kalau sudah diperbaiki lalu dia bisa duduk bersanding dengan Yesus, betapa hati gembala bermegah melihat jemaat yang tadinya hidupnya sudah hancur-hancuran bisa bersama dengan Yesus. Jemaat juga bisa bermegah, dulu hidupku hancur-hancuran tetapi bisa ditangani dengan baik oleh gembalaku sehingga bisa bersanding dengan Yesus.

II Korintus 1:14

1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

 

Bahagia kalau berhasil membawa jemaat bertemu Yesus. Dalam kitab Imamat itu binatang haram diupayakan untuk bisa menjadi halal. Kita bangsa kafir ini haram bisa dijadikan halal. Yang hancur mau diperbaiki untuk nanti kemenangan terakhir duduk bersanding dengan Yesus di takhtaNya.

 

2.      Keluaran 39:32

39:32 Demikianlah diselesaikan segala pekerjaan melengkapi Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu. Orang Israel telah melakukannya tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah mereka melakukannya.

Praktek kedua melengkapi Tabernakel. Artinya bagi kita memiliki perlengkapan rohani. Mau menjadi tempat kediaman Allah, kita harus punya perlengkapan rohani dari Tuhan. Seumpama kita mau menempati rumah, lengkapi dulu isinya. Perlengkapannya dari Tuhan, bukan dari dunia. Ada 3 perlengkapan rohani dari Tuhan:

a)      Ibrani 13:18-21

13:18 Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.

13:19 Dan secara khusus aku menasihatkan kamu, agar kamu melakukannya, supaya aku lebih lekas dikembalikan kepada kamu.

13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,

13:21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

 

Perlengkapan yang baik adalah hati nurani yang baik. Hati ini yang harus diperlengkapi lebih dahulu baru Tuhan mau diam. Kalau hati kotor, hati tidak baik, Tuhan tidak mau diam, Roh Kudus tidak mau turun di situ. Bersihkan dulu!

I Tawarikh 29:17-18

29:17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.

29:18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.

 

Hati nurani yang baik adalah hati yang sukarela dan tulus ikhlas untuk memberi. Memberi itu mulai dari mengembalikan miliknya Tuhan. Pembangunan Tabernakel dimulai dengan persembahkan khusus.

Keluaran 25:1-2

25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

 

Persembahan khusus itu bergandengan dengan perpuluhan.

Maleakhi 3:8,10

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Persembahan khusus dan perpuluhan itu milik Tuhan, kembalikan. Perpuluhan itu adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan, kita adalah milik Tuhan. Bukan jumlahnya yang Tuhan mau lihat tetapi pengakuannya bahwa kita sudah diberkati dan kita adalah miliknya Tuhan. Persembahan khusus atau korban tatangan itu adalah ucapan syukur kalau kita sudah diberkati oleh Tuhan. Kalau perpuluhan dasarnya kebenaran, persembahan khusus dasarnya kerelaan hati. Ini harus kita kembalikan, jangan diambil, kalau diambil bukannya membangun Tubuh Kristus tetapi malah merusak tubuh Kristus, sehingga Tuhan tidak bisa diam di dalam kita.  

 

Setelah bisa mengembalikan milik Tuhan dilanjutkan bisa memberi kepada sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan. Baik secara jasmani kita berikan, juga secara rohani yaitu doa-doa dan dukungan moril, kesaksian-kesaksian tentang pekerjaan Firman dalam hidup kita. Baru nanti mempersembahkan seluruh hidup.

Roma 12:1-2

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Kita persembahkan seluruh hidup kita, tubuh, jiwa dan roh kita. Ini sama dengan penyerahan sepenuh kepada Tuhan, dibuktikan dengan ketaatan. Taat pada Firman Tuhan apapun resikonya sekalipun sakit bagi daging. Abraham persembahkan Ishak anakmu, iya taat. Musa kenapa berseru-seru, berangkat saja! Menghadapi laut Teberau, tidak ada kapal, tidak ada jembatan, tidak ada apa-apa yang bisa digunakan menyeberang, kiri kanan tidak ada jalan, sementara di belakang Firaun mengejar dengan pasukannya. Tuhan bilang berangkat. yah taat, berangkat, ada jalan. Pada janda di Sarfat, Elia katakan “buat roti bunda bagiku” oh tidak ada, hanya tidak tepung segenggam dan sedikit minyak. Tetapi Elia katakan “buatlah dulu bagiku” dia buat saja, taat saja apapun resikonya. Apa yang terjadi? Abraham bertemu Yehova Jireh, di atas gunung Tuhan menyediakan. Musa dan bangsa Israel menemukan jalan keluar. Janda di Sarfat terpelihara 3,5 tahun. Semua jadi baik.

 

Ini perlengkapan rohani yang harus kita miliki yaitu hati yang sukarela tulus ikhlas untuk memberi dan taat apapun resikonya, lakukan saja Firman. Yesus dalam doaNya di taman Getsemani “ya Abba ya Bapa, sekiranya mungkin lalukanlah cawan ini dari padaku, tetapi bukan kehendaKu yang jadi, kehendakMu yang jadi, tidak ada yang mustahil bagiMu. Kalau taat maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!

 

Saya dididik oleh bapak gembala, kalau beliau sudah bilang jangan yah jangan. Tetapi kalau ngotot, papa bilang “bikin saja!” dan pasti ada sesuatu akan terjadi. Belajar taat saja pada Firman Tuhan, semua jadi baik.

 

b)      Efesus 4:11-12, 7,15

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

 

Ayat 11 jabatan pelayanan, ayat 12 karunia Roh Kudus dan ayat 7 kasih Allah. Jadi perlengkapan kedua adalah jabatan pelayanan, karunia Roh Kudus dan kasih Allah. 3 ini kita butuhkan untuk melayani. Yang dilihat Tuhan dalam pelayanan bukan hebatnya atau kemampuan kita, yang dilihat Tuhan adalah jabatan, karunia dan kasih. Kalau hati sudah disucikan dan baik, itu bagaikan landasan yang kuat untuk menerima jabatan pelayanan dari Anak Allah, karunia Roh Kudus dari Allah Roh Kudus dan kasih dari Allah Bapa. Jabatan pelayanan adalah tempat kita di dalam Tubuh Kristus. Karunia Roh kudus adalah karunia yang ajaib dari Roh Kudus untuk bisa melayani sesuai jabatan pelayanan dari Tuhan. Kita tidak tahu apa-apa, lalu dipercaya jabatan pelayanan, koq bisa kita lakukan, itu ajaib. Jangan minder, kalau Tuhan sudah percayakan jabatan, Tuhan kasih karunia tidak mungkin Tuhan kasih jabatan lalu tidak kasih karunia. Kalau digerakan melayani paduan suara biarpun tidak tahu menyanyi layani saja, nanti Tuhan kasih karunia asalkan sungguh-sungguh. Sudah tidak punya karunia lalu timbul tenggelam, jangan seperti itu.

 

Kemudian kasih Allah itu dari Allah Bapa. Ini motor penggerak dalam pelayanan kita. Kasih itu kekal, jadi tidak ada istilah pensiun dalam pelayanan. Kalau ada kasih Allah, kita terus melayani sampai garis akhir kehidupan kita, sampai Tuhan Yesus datang. Di dunia harus pensiun, kalau di ladang Tuhan tidak ada istilah pensiun, terus melayani sampai dalam kerajaan sorga. Dalam kerajaan 1000 tahun terus melayani, di kerajaan Sorga melayani selamanya. Tantangannya hebat dan banyak, tetapi kasih Allah menjadikan kita lebih dari pemenang.

Roma 8:35-37

8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

 

Kita menang, tidak usah takut. Jadi Tuhan kasih jabatan, karunia dan kasih Allah sehingga kita kuat melayani sampai garis akhir.

 

c)      Efesus 6:10-12

6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

 

Kalau ada orang memusuhi kita jangan kita lawan. Musuh kita setan penguasa di angkasa. Jadi jangan musuhi orang, doakan dia yang baik.

 

Efesus 6:17-18

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

 

Dalam pelayanan itu kita diperhadapkan dengan peperangan rohani. Tuhan percayakan pelayanan kepada kita, Tuhan sedang memaasukan kita dalam kancah peperangan rohani. Perlengkapan ketiga ini adalah perlengkapan senjata Allah, kalau tidak punya senjata Allah, kita kalah. Tuhan berikan jabatan, karunia Roh Kudus, kasih Allah dan juga Tuhan berikan perlengkapan senjata Allah. Salah satu perlengkapan senjata Allah adalah doa penyembahan. Dalam menghadapi gempuran dari setan, berdoa. Menghadapi tipu muslihat iblis memperalat sesama manusia, kita tangkis dengan doa penyembahan. Ada doa penyembahan 1 jam. Ada doa puasa, ada doa semalaman, kita lakukan semuanya.

 

3.      Keluaran 40:1-2

40:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

40:2 "Pada hari yang pertama dari bulan yang pertama haruslah engkau mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu.

 

Tabernakel didirikan pada tanggal 1 bulan 1 = tahun baru. Jadi praktek ketiga mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Manusia darah daging tidak cocok hidup di sorga, harus berubah menjadi manusia rohani supaya cocok hidup di sorga.

I Korintus 15:50

15:50  Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

 

Kita lahir dari ibu kita, kita manusia darah daging, cocok hidup di dunia, tetapi tidak cocok hidup di sorga. Perlu pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Bagaimana proses pembaharuan dari Tuhan?

II Korintus 4:16-17

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

 

Prosesnya lewat percikan darah, sengsara daging bersama Yesus. Karena pelayanan, karena pengajaran kita sengsara, maksudnya supaya kita dibaharui. Saya sudah tergembala, koq begini hidup saya, susah menderita, masalah tidak selesai, malah bertambah! Sudah melayani malah dibenci. Itu berarti kita mau dibaharui. Kalau mengalami sengsara itu enak, nikmati saja apa yang Tuhan izinkan terjadi, karena kita mau dibaharui sampai kita layak masuk Yerusalem Baru. Yerusalem Baru = mempelai wanita Tuhan. Kita periksa apakah kita sudah manusia rohani atau belum. Kalau kita sudah manusia Rohani ketika Yesus datang saat inipun kita sudah siap, malah kita senang.

 

Tuhan Yesus sudah mau datang, mari pacu rohani kita, pembaharuan hidup sudah harus nyata dalam diri kita. Tanda-tanda manusia rohani kita pelajari dari Yerusalem Baru, karena kita mau masuk di sana berarti kita harus memiliki karakter yang cocok untuk masuk di sana.

Wahyu 21:9

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

 

a)      Seperti permata Yaspis. Arti Yaspis adalah kerinduan yang menyala-nyala. Jadi tanda manusia rohani ada kerinduan yang menyala-nyala akan pribadi Yesus yang diwujudkan dengan setia menyala-nyala dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Ayo periksa, dulu setia menyala-nyala, sekarang jangan tidak setia, menyala-nyalanya semakin kurang. Justru semakin dekat kedatangan Tuhan, kalau kita ada kerinduan terhadap Yesus maka kita semakin menyala-nyala melayani Tuhan. Tidakakan dibatasi oleh usia dan kondisi tubuh, semakin menyala-nyala. Ayo tetap menyala-nyala, jangan pudar, jangan kendor. Dulu melayani dalam bidang apa, sekarang harus semakin menyala-nyala, kalau perlu tingkatkan pelayanan. Pesan guru kami, kalau masih ada hari yang kosong tidak melayani, buka cabang!

 

Bukti kita punya kerinduan menyala-nyala terhadap Tuhan, selain setia adalah mempertahankan kesucian!

I Yohanes 3:2-3

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Pertahankan kesucian hidup kita. Karena Paulus katakan aku mempertunangkan kamu dan membawa kamu sebagai perawan suci kepada Yesus.

 

b)      Jernih seperti kristal artinya jujur dalam segala hal, tidak ada yang tersembunyi. Mulai jujur dalam pengajaran, kalau salah hindari, kalau benar pegang teguh. Kemudian jujur soal keuangan, jujur soal nikah, jujur dalam segala hal.

 

Kalau tidak mengalami pembaharuan, pasti terjadi pemisahan. Dan itu memang pasti terjadi! Yesus katakan “Aku datang untuk membawa pemisahan”. Jadi kalau lihat keadaan sekarang ini terjadi pemisahan, kita periksa kita ini dibaharui atau yang tidak berubah. Pasti terjadi pemisahan dan pemisahan yang paling dahsyat adalah pemisahan dalam nikah, 2 orang di tempat tidur, 1 terangkat, 1 tertinggal. Kenapa bisa begitu? Karena 1 berubah yang 1nya tidak. Sebab itu berjuang untuk mengalami pembaharuan hidup. Setia bernyala-nyala, pertahankan kesucian, jujur soal pengajaran, soal nikah dan soal keuangan, jujur di dalam segala hal supaya kita bisa masuk di dalam penyingkiran gereja, terangkat semuanya tidak ada yang ketinggalan. Doa saya selalu supaya bersama jemaat dan keluarga bisa terangkat. Kalaupun terjadi pemisahan periksa diri, saya sudah berubah atau tidak. Kalau kita berubah lalu yang lain tidak berubah, sudah jelas terjadi pemisahan! 2 orang mengirik gandum, 2 orang di ladang, 1 terangkat yang 1 tertinggal. 2 orang di tempat tidur, 1 terangkat dan yang 1 tertinggal, itu pemisahan yang paling dahsyat, paling tegas.

 

Kalau 3 praktek ini sudah ada maka yang keempat penyelesaian Tabernekal.

 

4.      Keluaran 40:33

40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

 

Tabernakel diselesaikan dengan tanda tirai pintu gerbang digantung. Tubuh Kristus selesai dibangun untuk menerima Yesus sebagai kepala. Syaratnya tiangnya harus kokoh. Bagaimana tirainya digantung kalau tiangnya goyah. Jadi praktek ke-4 untuk menjadi tempat kediaman Allah adalah memiliki hati yang kuat dan kokoh. Apapun yang kita hadapi tetap kokoh, tiang berdiri kuat, tidak goyang sana, goyang sini.

Mazmur 27:14

27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

 

Ayo kuat dan teguh hati, jangan goyah lagi menghadapi goncangan apapun tetap kuat, tidak mau goyah, tetap bertahan mengikut Tuhan, tetap bertahan melayani Tuhan, tetap setia sampai garis akhir, tetap tekun dalam penyembahan kepada Tuhan. Tetap kuat dan teguh hati. Maka hasilnya awan kemuliaan turun.

Keluaran 40:34

40:34 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

 

Awan kemuliaan turun artinya Allah berdiam di tengah-tengah kita, kita menjadi tempat kediaman Allah di bumi ini. Wujudnya adalah Roh Kudus. Roh Kudus turun ke atas kita, kita menjadi Bait Roh Kudus, kehidupan yang dipakai Tuhan sampai garis akhir. Kalau Roh Kudus turun jangan kita takut, Roh Kudus mampu mengerjakan apa saja dalam kehidupan.

 

Awan kemuliaan itu juga digambarkan seperti tiang awan dan tiang api.

Keluaran 40:38

40:38 Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

 

Roh Kudus bagaikan tiang awan melindungai kita dari panas terik dunia ini, panas teriknya pencobaan yang mau menghancurkan kehidupan kita, sehingga kita tidak mengeluh, tidak bersungut-sungut, tetap mengucap syukur sampai garis akhir. Panas terik apa yang dialami, ada tiang awan. Musim akan selalu berganti tetapi Tuhan selalu menyertai kita, tetap menolong, sehelai rambut tidak dibiarkan jatuh. Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di hati kita untuk kita tidak bersungut, tidak kecewa, tidak putus asa, tetapi kita tetap menyembah Tuhan.

 

Juga Roh Kudus bagaikan tiang api, Roh Kudus melindungi kita dari dinginnya padang gurun dunia ini, kasih semakin dingin hari-hari terakhir ini, tetapi kita dilindungai supaya kasih kita tetap membara. Kasih Tuhan tetap abadi, kasih kita kepada Tuhan juga abadi,  sampai Yesus datang kita menyatu dengan Dia, bersama Dia selama-lamanya.

 

Persoalan apapun yang kita hadapi, musim akan selalu berganti, tetapi Roh Kudus tetap menyertai sebagai bukti kasih Tuhan abadi dalam hidup kita. Tidak sehelai rambutpun dibiarkan jatuh, semua diselesaikan dan ditolong oleh Tuhan sampai kita menyatu selama-lamanya dengan Yesus Mempelai Pria sorga.

 

Ini yang harus kita pikirkan dan perjuangkan. Selama hidup di dunia harus menjadi tempat kediaman Allah lewat praktek mengikuti jejak kematian dan kebangkitan Yesus, tergembala dengan benar dan baik, layani Tuhan, miliki perlengkapan rohani dari Tuhan, alami pembaharuan hidup dan punya hati yang kuat dan teguh.

 

Tuhan Memberkati.

 


GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com