20181031

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 31 Oktober 2018 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yeremia 6:1-3
6:1 Larilah mengungsi, hai orang-orang Benyamin, dari tengah-tengah Yerusalem! Tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar.
6:2 Adakah puteri Sion sama seperti padang yang paling disukai,
6:3 sehingga gembala-gembala mendatanginya beserta kawanan ternak mereka? Mereka telah memasang kemah-kemahnya sekelilingnya, masing-masing memakan habis apa yang didapatnya.

Kita perhatikan ke mana arah Tuhan menuntun kita. Yang pasti sasarannya untuk mencapai finish bagaikan orang berlomba. Berarti mencapai kesempurnaan lewat pengajaran Firman Tuhan.

Segala sesuatu yang akan terjadi, baik berupa ancaman, itu sudah Tuhan beri tahu melalui hambaNya.
Yesaya 42:9
42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Jadi hal yang dulu telah menjadi kenyataan. Ini bukan berarti kenyataan itu pada zaman nabi Yesaya, tetapi ini nubuat yang bernubuat. Jadi sebelum hal-hal itu terjadi, Tuhan telah memberitakan kepada kita. Jika kita di luar jangkauan Firman, bagaimana kelak nasib orang itu. Kalau dia tidak dibawa pada pelayanan bimbingan Firman Tuhan yang mau mengarahkan dia untuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna, menjadi Mempelai Wanita untuk Yesus Mempelai Pria Sorga, bagaimana kelak akhir hidupnya, kasihan dia.

Olehnya Tuhan memberitahukan sebelum hal-hal itu muncul, “Aku mengabarkannya kepadamu”. Lewat siapa? Lewat hamba Tuhan.
Amos 3:7
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

Tuhan beritahu dulu keputusanNya kepada hamba-hambaNya, pelayan Tuhan. Itu harus menjadi pergumulanku sebagai hamba Tuhan agar segala sesuatu yang akan terjadi sudah Tuhan berikan isyarat bagi kita melalui kehidupan saya sebagai gembala. Jika ada hubungan dengan Tuhan, maka ucapan yang keluar dari mulut hamba Tuhan itu mempunyai nilai yang sakral. Makanya kami harus waspada. Sekalipun demikian jangan jadikan kami lembu emas, nanti bahaya juga bagi saya. Yang kami minta, topang pelayanan kami. Hamba-hamba Tuhan juga supaya saling menopang.

Di sini diceritakan kehancuran yang akan terjadi. Tetapi sesungguhnya maksud dari ancaman Tuhan ini punya nilai membersihkan diri yaitu Yerusalem dan Yehuda. Tujuan Tuhan supaya mereka membersihkan diri, membenahi diri, menyucikan diri. Ancaman Tuhan ini adalah penyucian bagi mereka jika mereka menerima. Jika ada bahasa yang terdengar seperti menyengat, terimalah itu sebagai suatu cara Tuhan untuk menyucikan dan mengkondisikan saudara pada kondisi atau posisi yang berkenan sehingga segera kita membenahi diri.

Tuhan tidak gegabah langsung menghukum. Dia berikan dulu FirmanNya. Jika Firman disambut, walaupun itu sudah terancam, Tuhan batalkan dan Tuhan menyesal seperti dalam Yehezkiel pasal 33 dan juga pasal 18. Tidak serta merta Tuhan hukum. Ancaman itu sebenarnya punya nilai pembersihan bagi kehidupan yang mau menerima teguran Tuhan.

Kadang kita salah interpretasi, ketika kita mendengar suara Firman seperti mengancam, kita langsung simpulkan “pendeta itu mengutuk”. Padahal tidak, maksudnya bukan mengutuk tetapi menyajikan Firman. Karena ada di dalam diri kita yang bisa mengundang bencana. Itu yang mau Tuhan tolong agar yang mengundang bencana itu dibersihkan sehingga bencana tidak menimpa kita.

Disuruh untuk mengungsi Benyamin. Kalau mendengar sepintas berarti akan ada penghukuman bagi Yerusalem dan Yehuda. Kalau kita melihat ada orang berkemas-kemas mau berangkat sementara kita tidak tahu apa yang terjadi, tentu kita akan bertanya dalam hati sanubari kita “ada apa”. Maksud supaya kita juga punya gerakan-gerakan yang sifatnya memulihkan.

Mereka mengungsi tanpa Tuhan katakan lokasinya di mana mereka harus mengungsi. Tuhan tidak katakan kepada Benyamin “kamu mengungsi ke gunung itu” atau “kamu mengungsi di lembah sana” tidak. Sebenarnya kalau dikatakan mengungsi, tempat yang paling aman adalah di sini:
Yesaya 25:4
25:4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,

Apalagi model kita di sini, sudah lemah dan tidak punyai apa-apa.

Yesaya 25:5
25:5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

Jadi pengungsian kita adalah kembali datang kepada Tuhan, kembali datang kepada Firman. Sekalipun ada orang gagah dan sombong bernyanyi-nyanyi dengan nyanyian bagi saudara. Tuhan adalah tempat pengungsian paling tepat. Bagaimanapun hebatnya mau menerjang kita, Tuhan punya sistem melindungi. Mau angin ribut, Tuhan tampil dengan caraNya menghadapi. Mau dingin, Tuhan tahu menghangatkan. Menghadapi panas, ada Firman yang menyejukan. Menghadapi dingin, ada Firman yang menghangatkan. Menghadapi angin ribut, ada Firman yang menenangkan.

Kadang kita tidak mau Firman, kita pikir mampu mendirikan pengungsiannya sendiri, akhirnya gagal. Bagaimana kalau yang terjadi panas terik, kegaduhan orang luar dan sebagainya serta puting beliung. Tuhan punya cara untuk melindungi kita, hanya kita jangan jauh Tuhan, jangan jauh dari Firman, aktiflah dalam ibadah pelayanan. Di situlah perlindunganmu dan perlindunganku, sehingga kita umat Tuhan nyaman hidup ini, ada ketenangan. Karena Yesus Tuhan kita, Mempelai Laki-laki Sorga ada bersama kita, lewat Firman, Roh dan KasihNya.

Sebenarnya ini yang dicari oleh turis mencari ketenangan, kehangatan dan kesejukan sehingga pergi ke mana-mana, tetapi apa yang terjadi. Kita ini sebenarnya sudah tahu di mana perlindungan yang paling pas. Dan Tuhan menawarkan ini.
Yesaya 25:4
25:4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,

Saudara kuat? Kalau kuat tangkisnya itu puting beling. Saudara kuat? Tangkislah panas terik. Saudara kuat? Tangkislah musim dingin. Tidak, kita tidak kuat. Apalagi ditambah menghadapi angkara murka orang sombong ini. Siapa yang mau melindungi saya dan saudara. Makanya ayo, kita cari perlindungan. Jangan malas beribadah, jangan malas dekat dengan Firman. Itu perlindunganmu, itu perlindungan yang paling ampuh yang Tuhan sediakan. Bahkan sudah dijanjikan bahwa Tuhan menjadi pondok naungan kita.
Yesaya 4:6
4:6 dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Ketika dikatakan “Benyamin mengungsilah kamu” kemudian Tuhan katakan “tiuplah sangkakala di Tekoa”. Tekoa ini adalah kotanya Amos, ada di sebelah selatan kota Yerusalem, jaraknya kurang lebih 15Km. Siapa yang meniup sangkakala?
Yeremia 6:17
6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

Yang meniup adalah penjaga-penjaga. Penjaga-penjaga ini adalah hamba Tuhan, di dalam jemaat adalah gembala. Jadi terhadap suara Firman yang disampaikan oleh gembala, jangan kita berkomentar “saya tidak mau memperhatikan! Pusing amat dengan berita Firman itu. Kenapa mau pusing dengan saya!”. Seringkali inilah komentar orang Kristen yang tidak bijak. “Kenapa mau pusing dengan saya, saya mau ke neraka itu urusanku!”. Kalau berpikir seperti itu untuk apa Yesus datang ke dunia. Kenapa juga dia merayakan natal kalau seperti itu. Anak muda mengatakan “kenapa GU” alias “kenapa gila urusan”. Bukan gila urusan, tetapi karena Tuhan tahu jalannya terjun bebas menunju neraka dan itu tidak ada ampun, kekal di sana.

Gembala menyampaikan Firman sebagai penjaga sidang jemaat. Jangan kita katakan “gembala ini GU, mau ibadah atau tidak ibadah itu urusanku!”. Kalau seperti itu jangan rayakan natal, tidak usah beli baju baru, sepatu baru, minyak rambut baru kalau seperti itu. Merayakan natal, itu berarti merayakan Yesus datang menolong kita. Tetapi sikap orang Kristen malah aneh-aneh.

Bila bunyi nafiri itu ditiup, punya nilai sakral luar biasa. Itu berarti Tuhan mengingat saudara, Tuhan menyadari bahwa ada umatNya. Itu guna tiupan nafiri.
Bilangan 10:8
10:8 Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun.

Nafiri harus ditiup oleh hamba Tuhan, imam-imam. Kalau sekarang gembala yang harus meniup. Memberitakan Firman Tuhan, itu sama dengan meniup nafiri.
Bilangan 10:9
10:9 Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.

Kalau ada dalam pergumulan hidup karena iblis tampil dengan berbagai cara untuk menggagalkan kita maka harus mendengar bunyi nafiri. Jadi kalau tidak mau dengar nafiri, berarti Tuhan tidak mau tahu dengan kehidupan itu. Kalau ada orang Kristen tidak suka dengar Firman, itu sama dengan Tuhan tidak mau tahu dengan orang itu! Ini bahaya.

Bilangan 10:10
10:10 Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu."

Indahkan maksud nafiri ditiup. Coba kalau seseorang dalam suasana lapar, tidak ada makanan, kemudian ada rekan yang mengingat maka segera datang membawa nasi goreng. Dia ingat ada rekannya yang busananya tinggal satu, maka dia kirimlah paket, itu karena dia ingat. Apalagi Tuhan, saya tidak ragukan, saya tidak sangsi tentang pribadi Tuhan, pasti Dia ingat kita. Asalkan jangan tolak peniupan nafiri, jangan tolak Firman pengajaran yang keras.

Yeremia 6:17
6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

Tuhan mengangkat penjaga karena peduli Tuhan kepada kita. Itu peduli Tuhan kepada mereka tetapi mereka tidak mau memperhatikan, tutup telinga, pura-pura tuli. Sampai Tuhan katakan telinga mereka tidak disunat. Kenapa? Karena tidak mau dengar Firman.
Yeremia 6:10
6:10 Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!

Telinga mereka tidak disunat bahkan Firman mereka jadikan cemooh. Inilah orang yang tadi, diangkat Tuhan penjaga untuk menolong dia tetapi Firman malah dia olok, dia cemooh, bahkan dia nista. Apakah ini bukan kasih Tuhan kepada kita. Jika pandangan ini datang kepada kita, tujuannya bukan untuk mengutuk kita. Bukan seperti tulang yang tersangkut di leher. Diri orang itu yang tidak mau Firman, dia mencemooh Firman, karena dia suka ancaman datang, dia yang mengundang ancaman. Kalau hamba Tuhan sudah seperti itu bagaimana jemaatnya. Gurunya saja kencing berdiri, muridnya kencing berlari.

Ini juga bahaya bagiku sebagai hamba Tuhan, saya harus belajar mendengarkan suara bunyi nafiri. Mulai dari diriku di kamar. Makanya saya selalu katakan kepada anak dan isteri. Tolong jaga keadaanku ketika saya ada di kamar lagi menyelidik, jangan berisik, jangan banyak protes! Jangan sengaja katakan ada protes di sana, padahal maksudnya pada yang lagi sembayang itu! Itu tidak manusiawi, padahal mengaku rohani. Berikan kekhusyukan, dia lagi meditasi. Untuk siapa? Untuk keselamatan kita bersama! Untuk anak saya, jangan perdengarkan pada saya protes ini dan itu “yang ini tidak bagus! Ini tidak indah!” jangan, terganggu hati saya. Stop seperti itu! Bangunlah suasana yang indah.

Saya mau bicara ini dengan terus terang. Di saat-saat kita mau beribadah, bawalah kesejukan supaya kita menerima wejangan dari Tuhan, nasihat dari Tuhan, tuntunan Tuhan sehingga perjalanan kita menuju pada sasaran yang pasti!

Kemudian ada tanda asap yang akan keluar di Bet-Kerem.
Yeremia 6:1
6:1 Larilah mengungsi, hai orang-orang Benyamin, dari tengah-tengah Yerusalem! Tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar.

Kalau ada asap berarti ada yang dibakar. Kalau kepulannya masih kecil berarti masih awal. Jangan tunggu asapnya sudah hitam mengepul naik, itu berarti sudah murka. Bet-Kerem ini ada di bawah kekuasaan seorang imam yang bernama Malkia bin Rekhab. Dialah yang membangun itu.
Nehemia 3:14
3:14 Pintu gerbang Sampah diperbaiki oleh Malkia bin Rekhab, penguasa wilayah Bet-Kerem. Ia membangunnya kembali dan memasang pintu-pintunya dengan pengancing-pengancing dan palang-palangnya.

Rekhab ini adalah seorang bapa yang jempolan yang bisa menasihati anak-anaknya dan keturunannya dengan luar biasa. Bapanya mengatakan “jangan kamu minum anggur” dan mereka semua ikut. Lalu Tuhan uji lewat Yeremia “Yeremia bawa ini cawan berisi anggur dan panggil kaum Rekhab kemudian sodorkan anggur”. Tetapi mereka katakan “maaf Yeremia, sory. Bapa kami dari dulu sudah katakan tidak boleh. Kami juga tidak boleh menabur benih, harus tinggal di kemah”. Ini model hamba Tuhan yang benar! Tidak kerja sambilan. Sehingga Tuhan katakan “tetapkan keturunan dari Rekhab ini menjadi imam untuk melayani Aku selama-lamanya”.
Yeremia 35:8
35:8 Kami mentaati suara Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami dalam segala apa yang diperintahkannya kepada kami, agar kami tidak minum anggur selama hidup kami, yakni kami sendiri, isteri kami, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami;

Yonadab bin Rekhab itu ikut andil membasmi Izebel, itu ditemukan oleh Yehu. Yehu diperintahkan untuk menghabiskan keturunan Ahab dan Izebel. Tuhan menyuruh Elia mengurapi Hazael menjadi raja Aram, urapi Yehu menjadi raja Israel dan urapi Elisa. Siapa yang luput dari tangan Hazael akan dihabiskan oleh Yehu. Siapa yang luput dari tangan Yehu akan dihabiskan oleh Elisa. Tetapi baru sampai di tangan Yehu semuanya sudah habis. Di sana ada Yonadab bin Rekhab.

Sesudah Tuhan mengangkat Yehu menjadi raja, dia keluar. Yang menahbiskan dia, keluar dari pintu belakang.
II Raja-raja 10:1-2
10:1 Ahab mempunyai tujuh puluh orang anak laki-laki di Samaria. Yehu menulis surat, dan mengirimnya ke Samaria, kepada pembesar kota itu, kepada para tua-tua dan kepada para pengasuh anak-anak Ahab, bunyinya:
10:2 "Sekarang, segera sesudah surat ini sampai kepadamu, kamu yang mempunyai anak-anak tuanmu di bawah pengawasanmu, lagipula mempunyai kereta dan kuda dan kota yang berkubu serta senjata,

Yehu ini adalah panglima raja Ahab. Di dalam pembasmian Izebel ini, muncul Yonadab bin Rekhab.

II Raja-raja 10:3-5
10:3 maka pilihlah seorang yang terbaik dan yang paling tepat dari antara anak-anak tuanmu, lalu dudukkanlah dia di atas takhta ayahnya, kemudian berperanglah membela keluarga tuanmu."
10:4 Tetapi mereka sangat takut dan berkata: "Sedangkan kedua raja itu tidak dapat bertahan menghadapinya, bagaimana mungkin kita ini dapat bertahan?"
10:5 Sebab itu kepala istana dan kepala kota, juga para tua-tua dan para pengasuh mengirim pesan kepada Yehu, bunyinya: "Kami ini hamba-hambamu dan segala yang kaukatakan kepada kami akan kami lakukan; kami tidak hendak mengangkat seseorang menjadi raja; lakukanlah apa yang baik menurut pemandanganmu."

Baru membaca surat Yehu, mereka sudah menyerah tanpa syarat.

II Raja-raja 10:6-8
10:6 Kemudian Yehu menulis surat untuk kedua kalinya kepada mereka, bunyinya: "Jika kamu memihak kepadaku dan mau menurut perkataanku, ambillah kepala anak-anak tuanmu dan datanglah kepadaku besok kira-kira waktu ini ke Yizreel." Adapun ketujuh puluh anak raja itu tinggal bersama-sama orang-orang besar di kota itu, yang mendidik mereka.
10:7 Tatkala surat itu sampai kepada mereka, mereka mengambil anak-anak raja itu, menyembelih ketujuh puluh orang itu, menaruh kepala orang-orang itu ke dalam keranjang dan mengirimkan semuanya kepada Yehu di Yizreel.
10:8 Ketika suruhan datang memberitahukan kepadanya: "Telah dibawa orang kepala anak-anak raja itu," berkatalah Yehu: "Susunlah semuanya menjadi dua timbunan di depan pintu gerbang sampai pagi."

Dua tumpuk kepala-kepala itu menunjuk inilah otak-otak yang melawan dua tumpuk roti di meja roti sajian. Ini kepala orang-orang yang sudah dididik guru-guru besar di Samaria yang melawan kebenaran Firman.

II Raja-raja 10:11
10:11 Lalu Yehu membunuh semua orang yang masih tinggal dari keluarga Ahab yang di Yizreel, juga semua orang besarnya, orang-orang kepercayaannya dan imam-imamnya; tidak ada padanya seorang pun yang ditinggalkan Yehu hidup.

Keluarga Ahazia yang dari Yerusalem mau memberi salam kepada keluarga Ahab. Mereka tidak tahu bahwa sedang terjadi pembantai. Mereka bertemu di Bet-Eked, perkampungan para gembala.

II Raja-raja 10:12-13
10:12 Kemudian bangkitlah Yehu pergi ke Samaria. Di jalan dekat Bet-Eked, perkampungan para gembala,
10:13 bertemulah ia dengan sanak saudara Ahazia, raja Yehuda, lalu ia bertanya: "Siapakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami adalah sanak saudara Ahazia dan kami datang untuk memberi salam kepada anak-anak raja dan anak-anak ibu suri."

Tanpa sadar mereka mengolok-olok Yehu, orang yang diurapi. Yehu ini adalah orang yang menerima urapan kedua, yang pertama diurapi adalah Hazael. Artinya untuk menghadapi roh Izebel ini kita butuh urapan double. Sekarang ini gembala-gembala, pemimpin-pemimpin rata-rata perermpuan.

Jadi di dalam penggembalaan ini ternyata masih ada salam-salam yang lain. Salam ini bicara pengajaran. Berarti masih ada orang yang punya pengajaran yang lain dan mau mengkombinasikan pengajaran. Tetapi di sini kita lihat Tuhan tidak pernah gagal, satu saat mereka akan takluk dan saudara akan menang karena bersama dengan Tuhan. Bukan gampang-gampangan menghadapi roh Izebel dalam gereja sekarang. Kalau kita tidak kuat urapan tidak akan mampu.
II Raja-raja 10:14
10:14 Berkatalah Yehu: "Tangkaplah mereka hidup-hidup!" Lalu ditangkaplah mereka hidup-hidup dan disembelih dekat perigi Bet-Eked, empat puluh dua orang, dan tidak ada seorang pun ditinggalkannya hidup dari pada mereka.

Angka 42 ini adalah angka pengejek.

II Raja-raja 10:15-16
10:15 Setelah pergi dari sana, bertemulah ia dengan Yonadab bin Rekhab yang datang menyongsong dia. Ia memberi salam kepadanya serta berkata: "Apakah hatimu jujur kepadaku seperti hatiku terhadap engkau?" Jawab Yonadab: "Ya!" "Jika ya, berilah tanganmu!" Maka diberinyalah tangannya, lalu Yehu mengajak dia naik ke sampingnya ke dalam kereta.
10:16 Berkatalah Yehu: "Marilah bersama-sama aku, supaya engkau melihat bagaimana giatku untuk TUHAN." Demikianlah Yehu membawa dia dalam keretanya.

Memberi tangan berarti bekerja sama. Untuk apa? Untuk menghabiskan Izebel.

Yeremia 35:18-19
35:18 Tetapi berkatalah Yeremia kepada kaum orang Rekhab: "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang pada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkannya kepadamu,
35:19 maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa."

Kita ini jangan coba memberikan salam kepada rohnya Izebel. Kenapa Yerusalem ini dibersihkan? Karena Yerusalem mau direbut oleh Izebel. Izebel sudah berhasil merebut takhta di Samaria, tujuan akhirnya adalah merebut takhta Daud. Makanya terjadilah pernikahan campur, anak raja Israel dinikahkan dengan anak raja Yehuda. Tujuan Izebel pandai, dia mau merebut takhta Daud itulah takhta Allah. Atalya melihat ada harapan dia merebut takhta Daud maka dia bunuh semua keturunan raja dari suku Yehuda. Tetapi ada satu yang luput yaitu Yoas. Akhirnya di tangan Yoas, Atalya dibunuh tujuh tahun kemudian.

Kita lihat di sini, Tuhan mau membersihkan Yerusalem karena Tuhan mau bertakhta di Yerusalem.
Yeremia 3:17
3:17 Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat.

Ini yang mau direbut oleh Izebel. Kalau takhta Tuhan di dalam gereja direbut oleh Izebel maka hancurlah kita. Tuhan mau tolong kita gerejaNya, jangan izinkan Izebel bertakhta. Makanya Tuhan mau membersihkan ini karena:
1.      Di Yerusalem sudah terjadi banyak penindasan-penindasan.
2.      Di Yerusalem ini kejahatan sudah seperti air mancur
3.      Di Yerusalem ini kekerasan, aniaya, pukulan dan luka sudah menganga di mana-mana.
4.      Di Yerusalem ini umat Tuhan di sana telinganya tidak mau disunat, tidak mau dengar Firman.
5.      Di Yerusalem sudah ada gaya pelayan-pelayan Tuhan mencari/mengejar keuntungan sendiri, sehingga pelayanannya ada pembohongan publik. Mereka mengobati luka umat dengan memandang ringan.

Ini yang mau Tuhan bersihkan karena Dia mau bertakhta di Yerusalem. Di situ takhta Tuhan. Yesus akan datang pada kali kedua dan menginjakkan kakiNya di bukit Zaitun. Maka akan terjadi gempa yang dahsyat seperti yang pernah terjadi di zaman nabi Amos. Sehingga tanah bergeser, gunung bergeser dan terjadi suatu lembah yang luar.
Zakharia 14:4-5
14:4 Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan.
14:5 Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia.

Sebabnya ayo, salam kita jangan salah. Pengajaran kita jangan dicampur. Salam di Yerusalem jangan dicampur dengan salam dari Samaria yang ada Izebel. Izebel memang berupaya menyampaikan salam sampai menguasai takhta, tetapi tidak berhasil. Memang untuk sementara waktu 6 tahun Atalya menguasai Yerusalem. Tetapi ada raja yang tersembunyi di gudang Bait Allah, itulah Yoas. Yang dijaga dengan cermat oleh imam Yoyada bersama isteri.

Tetapi sayang Yoas tidak tahu berterima kasih. Ketika dia ditegur oleh imam Zakharia, anak dari imam Yoyada yang mengasuhnya sehingga bisa menjadi raja, Yoas tidak bisa terima dan dia membunuh imam Zakharia. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan kamu akan menanggung curahan darah Habel sampai darah Zakharia. Karena darah Habel dan darah Zakharia ini menuntut pembalasan. Darah Yesus tidak menuntut pembalasan. Beda dengan darah Yesus dan darah Stefanus.

Yeremia 35:8
35:8 Kami mentaati suara Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami dalam segala apa yang diperintahkannya kepada kami, agar kami tidak minum anggur selama hidup kami, yakni kami sendiri, isteri kami, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami;

Yehu dan Yonadab pergi ke istana di Yizrel di mana Izebel ada. Izebel sudah mempercantik wajahnya, dasar janda genit! Dia muncul di jendela dan berkata “Yehu apa kabar” dia pikir Yehu akan tertarik. Tetapi Yehu berteriak “siapa yang memihak Tuhan lempar perempuan itu!”. Dan orang melempar Izebel dan badannya dimakan oleh anjing, yang disisakan oleh anjing kedua telapak tangan dan kaki serta kepala. Di sisakan supaya menjadi kenyataan inilah pendirian Izebel, inilah perbuatan Izebel dan inilah otak Izebel

Tidak berhenti di situ, begitu luar biasanya Yehu dipakai oleh Tuhan. Kemudian Yehu  dia umumkan kepada seluruh Israel “saya akan menyembah baal lebih hebat dari Ahab. Siapa yang tidak datang menyembah baal, saya akan habiskan kalian”. Penyembah-penyembah baal para berdatangan mendengar ancaman ini. Kemudian Yehu sudah memberi perintah “kamu 80 bentara, dia di muka pintu”. Seakan-akan mereka beribadah sambil dikawal. Kemudian apa yang terjadi? Yehu seakan-akan melaksanakan upacara penyembahan berhala, betul-betul dia lakukan. Orang berpikir “Yehu luar biasa, dia menjadi raja kita, melindungi kita”. Yang datang ke kuil baal ini sudah memakai pakaian seragam. Sesudah itu Yehu berteriak “masuk dan habiskan. Jangan ada satupun yang tersisa. Kalau ada yang lolos, kamu punya nyawa gantinya!” maka tidak ada yang lolos.

Kuil yang dipakai menyembah baal itu dirobohkan lalu dijadikan jamban. Jadi saudara lihat, bahwa Tuhan betul-betul melihat roh Izebel itu senajis kotoran manusia! Silahkan saudara sanjung-sanjung itu, tetapi di mata Tuhan itu seharga kotoran di dalam jamban!
II Raja-raja 10:25-27
10:25 Setelah Yehu selesai mempersembahkan korban bakaran, berkatalah ia kepada bentara-bentara dan kepada perwira-perwira: "Masuklah, bunuhlah mereka, seorang pun tidak boleh lolos!" Maka dibunuhlah mereka dengan mata pedang, lalu mayatnya dibuang; kemudian masuklah bentara-bentara dan perwira-perwira itu ke gedung rumah Baal.
10:26 Mereka mengeluarkan tiang berhala rumah Baal itu, lalu dibakar.
10:27 Mereka merobohkan tugu berhala Baal itu, merobohkan juga rumah Baal, dan membuatnya menjadi jamban; begitulah sampai hari ini.

Jadi kalau saudara membiarkan roh Izebel, di mata Tuhan itu hanya senilai kotoran di jamban. Jangan coba kita gugat Yerusalem, jangan coba-coba kita hambat rencana Allah. Kalau perempuan yang mengancam “menurut anggaran rumah tangga, menurut anggaran dasar harus seperti ini dan begitu” masakan perempuan mau ancam kita! Biar hebat bagaimanapun penampilannya itu Izebel, itu senilai WC! Jadi dengar, kalau Izebel menguasai gereja itu, berarti gereja itu senilai kakus! Jangan kita merasa bangga.

Biarlah kita terbuka hati melihat apa yang akan terjadi hari-hari terakhir ini. Makanya Tuhan ancam Yerusalem karena ada maksud Tuhan. Tuhan mau menaruh takhta Tuhan di situ. Yerusalem itu bicara Yerusalem Baru, berarti bicara gereja Tuhan. Pada kedatangan Tuhan pada kali yang kedua, Tuhan akan datang di bukit Zaitun yang ada di Yerusalem.
Zakharia 14:1-2
14:1 Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu.
14:2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.

Ini memang sudah terjadi pada nubuatan pertama. Namun ini bernubuat ganda yang akan kita hadapi sekarang.

Zakharia 14:3-5
14:3 Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran.
14:4 Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan.
14:5 Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia.

Zaman Uzia itulah zaman nabi Amos
Amos 1:1
1:1 Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.

Tuhan Yesus akan datang dan semua orang kudus bersama-sama Dia. Bukan Izebel yang ikut dengan Tuhan, bukan jamban yang mengikuti Tuhan. Jika ini disampaikan, masih ada juga orang yang melawan, tetapi biarkan saja.

Mari kita perhatikan hari-hari terakhir ini, bagaimana murka Tuhan begitu luar biasa. Jika saudara adalah orang yang dicintai dan disayangi oleh Tuhan, maka sebelum terjadi apa-apa, akan ada hamba Tuhan yang mengingatkan saudara, bagaikan meniup sangkakala supaya Tuhan mengingat saudara. Jika Tuhan mengingat saudara maka seperti raja agung, itulah Abraham. Karena dia sahabat Allah maka Tuhan tidak sembunyi rahasia “Tahun depan anakmu akan ada” dan Tuhan nyatakan penghukuman sodom dan gomora. Jadi kalau kita sahabat Tuhan, dua hal ini akan Tuhan nyatakan. Datangnya Ishak itu gambaran datangNya Yesus Mempelai Laki-laki dan juga tentang hancurnya dunia ini. Cintai saja dunia ini! Makanya jangan sampai kita salah asuh, jangan sampai kita jatuh pada orang yang salah mengasuh kita.

Kejadian 18:17-19
18:17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?
18:19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."

Tuhan tidak sembunyi karena Abraham sahabatNya. Bukankah kita disebut sahabatnya Yesus.
Yohanes 15:15
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Kepada sahabat tidak disembunyikan rahasia. Coba kalau saudara bersahabat dengan seseorang, rahasia dirimu engkau cerita pada sahabatmu. Yesus kekasih kita, apa yang akan terjadi di depan akan Dia beritahu kepada kita.

Dengan Tuhan mengangkat seorang penunggu, seorang penjaga, seorang gembala, itu tanda Tuhan mengingat kita, tanda Tuhan menyayangi kita. Oleh sebab itu beribadahlah yang benar, jangan kita menerima salam yang salah. Anak-anak Ahazia mau memberikan salam kepada anak-anak Ahab. Mereka tidak tahu bahwa anak-anak Ahab sudah mati, jumlah mereka 42. Sementara giat-giatnya Yehu membinasakan keluarga Ahab dan Izebel ini, kemudian mereka datang mau memberi salam pada anak-anak Ahab, ini berarti mengolok Yehu. 42 ini adalalah angka pengolok. Ketika Elisa naik ke Betel, ada 42 anak yang mengolok-olok, mereka akhirnya disikat oleh beruang. Apa yang mereka olok? Kepala Elisa “hai botak naiklah kemari”. Mengolok kepala sama dengan mengolok Firman. Akhirnya Elisa tidak tahan, dia berdoa dan keluarlah 2 ekor beruang yang merobek-robek mereka.

Secantik apapun penampilan gereja, ditata sedemikian rupa, tetapi kalau yang berkuasa adalah Izebel, Tuhan katakan itu senilai jamban. Saya tahu ini ada resiko, tetapi Tuhan pasti membela kita. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Perhatikan Firman Allah.

Luar biasa Tuhan menolong padahal Tuhan katakan kejahatan sudah memancar seperti air mancur, telinga mereka tidak disunat,  mereka mencemooh Firman, mereka menolak bunyi sangkakala, mereka menolak pengajaran dan sebagainya. Luka pukulan dibiarkan menganga, berarti tidak ada pelayanan yang membawa pada kesempurnaan. Tuhan datang untuk membersihkan semua ini asal mereka mau. Pasti ada yang mau. Pasti kita yang ada di sini mau. Atau ada yang tidak mau?

Silahkan buat wc saudara seindah-indahnya. Namanya jamban biar indah itu adalah tempat pembuangan yang terakhir. Kita gereja Tuhan jangan tercemar dengan pengajaran yang lain, hati-hati.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
Tuhan memberkati.