20181125

Kebaktian Umum, Minggu 25 November 2018 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih ajaib Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7:7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Ini adalah angka-angka yang sangat misteri. Namun sangat disayangkan, suku Dan tidak terserap lagi. Ini kita ambil pembelajaran di dalamnya agar kita tidak terkontaminasi atau kena seperti suku Dan. Hal ini sekali lagi kita perhatikan.

Angka 144.000, berarti sama dengan 400 tahun = 144.000 hari. Itu masa sengsara, masa gelapnya Israel di Mesir. Tidak ada suara nabi, tidak ada suara imam itu yang terjadi. Antara kitab Maleakhi dan kitab Matius ada 400 tahun. Tidak ada suara imam, tidak ada suara nabi. Itu zaman yang gelap. Manusia hidup dalam sengsara karena tanpa suara nabi dan suara imam.

Jika di dalam gereja Tuhan tidak ada suara Firman nubuatan dan tidak ada suara Firman pengajaran, berarti gereja itu gelap. Kita berhimpun di sini, jika kita tidak dilawati dengan Firman nubuatan yang menunjukkan hal-hal yang terjadi di depan dan kita tidak dipandu oleh Firman pengajaran bagaimana mencapai yang ditunjuk oleh nabi itu, maka ibadah itu gelap. Coba lihat sekarang, betapa banyak ibadah yang suasananya gelap. Jika saudara mengikuti komunitas ibadah tanpa dua hal ini, maka ibadah itu gelap. Dan orang-orang yang beribadah itu juga gelap.

Agar kita tidak ada dalam suasana kegelapan maka kita butuh Firman nubuatan dan Firman pengajaran. Sebab Firman nubuatan akan menerbitkan bintang timur dalam diri kita dan Firman pengajaran juga akan menerbitkan bintang timur dalam diri kita. Bahkan lebih khusus kita katakan Firman pengajaran itu adalah cahaya. Tidak mungkin kita mengatakan ibadah kita gelap sebab ada pengajaran Firman. Firman pengajaran itu adalah cahaya, ini dibutuhkan oleh kita gereja Tuhan.
Amsal 6:23
6:23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

“Aku memulai dengan keajaiban dan Aku akan mengakhiri dengan keajaiban”. Firman pengajaran dan Firman nubuatan dua-duanya sudah menampilkan cahaya bintang fajar. Jangan cuma pelitanya kita butuh, tetapi cahayanya, ajarannya. Apa guna kita pegang Alkitab dan pengajarannya tidak, sedangkan itu yang kita butuh yaitu cahayanya.
Mazmur 119:105
119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Mazmur 119:105 (Terjemahan Lama)
119:105 Bahwa firman-Mu itu seolah-olah pelita bagi kakiku dan seperti suluh pada jalanku.

Firman itu pelita bagi kaki, tetapi kalau kita mau berjalan kita butuh terangnya. Kita ini mau berjalan, masa pengajaran tidak ada. Kalau tidak ada Firman pengajaran dan Firman nubuatan, gereja itu sebenarnya gelap. Saya tidak mau menjadi hamba Tuhan yang gelap.

Kita jaga keutuhan, kita tampil dengan cahaya ini. Sebab kita akan melihat kelak nanti, apakah kita masuk dalam bilangannya Tuhan. ini pembelajaran bagi kita. Karena Israel dihitung dan kita juga dihitung. Hitungan itu adalah rahasia Allah, tidak dilempar langsung kepada kita. Kalau Tuhan hitung, berarti Tuhan kenal siapa yang Dia hitung. Dia tidak akan menghitung yang Dia tidak kenal. Tuhan akan menghitung siapa yang Dia kenal. Oleh sebab itu bawa dirimu supaya masuk dalam hitungan. Bagaimana caranya supaya masuk dalam hitungan? Kita harus kenal Tuhan, lewat Firman pengajaran dan Firman nubuatan. Kalau kita sudah kenal Tuhan, mari kita hempaskan segala yang jahat.

Seringkali teguran ini kita tepis, tidak kita suka, padahal itu kehidupan. Banyak umat Tuhan yang mengacu dalam langkah-langkah yang sebenarnya berseberangan dengan ini. Itu sebabnya saya katakan marilah kita mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Hosea 6:3
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Kita mengenal Tuhan lewat Firman nubuatan dan Firman pengajaran, kita mengetahui rencana di mana Tuhan melangkah begitu jauh untuk membawa kita pada keajaiban yang terakhir. Dimulai dengan keajaiban dan diakhiri dengan keajaiban, untuk menghadirkan figur hamba Tuhan dengan ajaib. Dia akan bekerja pada Anak yang ajaib itu. Dan akan diakhiri dengan keajaiban luar biasa, yaitu gereja Tuhan bersama dengan Anak yang ajaib itu.

Kita kembali pada angka-angka dalam Wahyu pasal 7 ini. Setiap suku jumlahnya 12.000. dasarnya adalah 12, tidak meleset dari itu. Berarti untuk mencapai angka 12.000 adalah 12 kali 1.000. Berarti kehidupan mereka ini benar-benar kehidupan yang melepaskan diri dari segala kejahatan dan kenajisan.

Kejadian 20:16
20:16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan."

1000 itu adalah angka bukti kesucian. Kalau ada angka 1000 bukti kesucian maka otomatis kerajaan 1000 tahun menjadi bagiannya. Kalau dilihat latar belakang Israel ini, mana ada yang seperti itu. Tetapi karena terjadi kegerakan Firman pengajaran, kegerakan pertobatan. Dan pertobatan itu didorong oleh nafas Tuhan yang keluar dari tempat yang sempit maka terjadi kegerakan di Israel. Tuhan katakan “Aku taruh di mulutmu Firman Tuhan sampai selama-lamanya”. Kegerakan ini adalah kegerakan yang mengarah pada kesucian.

Angka 12 adalah angka persekutuan tetapi apa guna kita mengadakan persekutuan-persekutuan tanpa dihiasi angka 1000. Apapun even yang kita kerjakan, tanggal 10 kita natal di sini, tanggal 6 di Tonusu dan dimulai start tanggal 4 di Mantadulu. Apalah arti persekutuan kita tanpa diwarnai kesucian. Ini yang akan ditumbuhkembangkan Tuhan di dalam gereja Tuhan.

Angka persekutuan itu harus dilipat gandakan, dikali 1000, akhirnya sampai pada jumlah maksimal yaitu 12.000. ini angka maksimal bagi setiap suku Israel. 12 ini adalah angka persekutuan. 12.000 ini adalah angka persekutuan kita yang diwarnai dengan kesucian (angka 1000). Dan ini yang dinanti-nantikan oleh Tuhan.

Angka 1000 yaitu kesucian ini bukan langsung terjadi begitu saja. Lihat saja Abraham, berkali-kali isterinya diambil. Kejadian pasal 12 isterinya diambil oleh Firaun tetapi Firaun dihantam oleh Tuhan. Kejadian pasal 20 isterinya diambil oleh Abimelekh tetapi disikat Tuhan. Jika kita melihat gambaran sekilas, begitu jitunya iblis untuk memotong rencana Allah, dari Abraham. Demikian juga akhir zaman ini, iblis begitu lihai dan licik. Dia akan memotong rencana Tuhan. Dia tidak akan menyerang yang tidak beres, dia akan serang hamba Tuhan yang melayani dengan serius (benar).

Kegerakan inilah yang terjadi pada Israel dan berhasil lolos. Tentu ada alasan-alasannya mengapa mereka berhasil. Sebab mereka bersama-sama menerima kegerakan. Kegerakan pertobatan dari roh pemberontakan, kemudian ramai-ramai diisi Tuhan mulutnya limpah dengan Firman, sampai keturunannya, sampai selama-lamanya.

Tetapi kita lihat dulu modal awalnya.
Kisah Para Rasul 1:15
1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

120 ini modal awal. Mereka ini yang dipakai Tuhan dalam kehidupannya sehingga nantinya terjadi kegerakan. Ada 120 orang di sini. Padahal dalam I Korintus 15 dikatakan yang menyaksikan Yesus naik ke sorga ada 500 orang tetapi yang tersisa hanya 120. Ini berarti angka sisa yang setia. Untuk mendapat bilangan 12.000 maka 120 harus dikali 100. Angka-angka ini bukan tertera begitu saja. Saya sebagai hamba Tuhan kalau membaca Firman Tuhan, setiap kata dan kalimat saya tanya dulu kepada Tuhan. Kalau sudah pernah saya dengar dari hamba Tuhan, berarti itu sudah baku. Kalau yang belum saya gumuli di kaki Tuhan.

Angka 120 diwarnai angka 100 itu menunjukkan mereka sudah komplit, sudah lengkap. Karena angka 100 adalah angka kegenapan tubuh atau angka kelengkapan tubuh. Kita ini mau masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna, bagaimana kalau kita tidak letakkan diri kita pada angka 100. Kesimpulan dari angka kegenapan tubuh dan angka kelengkapan tubuh, itu berarti angka nikah.

Daud ketika mau menikahi Mikhal anak Saul, dia harus membayar dengan 100 kulit khatan orang Filistin. Memang untuk mencapai kelengkapan tubuh untuk mencapai nikah yang rohani perjuangan berat. Tetapi kalau kita bersama dengan Tuhan, sesuai Wahyu pasal 7 itu maka bisa terjadi.

Selama Tuhan belum menahan angin, berarti selama Roh Kudus masih bertiup dengan keras dalam gereja, maka jalanilah ini. Angin akan ditahan Tuhan. Ada dua pengertian di sini, pertama angin yang alamiah dan angin Roh Kudus. Tetapi angin Roh Kudus akan lebih berbahaya kalau tidak bertiup dalam gereja. Jika Firman pengajaran dan Firman nubuatan ada, itu karena pekerjaan Roh Kudus. Tanpa pekerjaan Roh Kudus, tidak ada Firman pengajaran dan tidak ada Firman nubuatan. Siang ini di manapun engkau berada, buka hatimu, ada angin yang keras akan bertiup. Jangan tunggu angin itu ditahan, kalau ditahan habis riwayat kita.

Mengapa mereka semua seragam? Karena semua membuka hati menerima kegerakan ini.
Yesaya 59:20
59:20 Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.
Sion ada dua pengertian, pertama puing-puing, kedua diangkat. Jadi ketika kita sekalipun menyandang nama sion tetapi puing-puing, sudah berantakan, sudah amburadul, maka Tuhan ada caranya mengangkat kita. Tuhan mengangkat keturunan Yakub. Itulah 12 suku Israel, tetapi sayang ada satu suku yang terpental.

Yesaya 59:21
59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

Inilah kegerakan, kegerakan Firman yang ada di mulut. Karena Tuhan katakan “FirmanKu tidak jauh dari kamu”. Tidak jauh firman dari kita kalau kita benar ada dalam roh pertobatan dan membawa diri kita masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus.
Roma 10:8
10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Coba raba, adakah Firman di mulutmu. Ketika saudara bercakap-cakap adakah keluar warna Firman. Jangan kita menang nama saja di sini. Masyarakat di sini sudah tahu kalau dibilang Tabernakel, jangan main-main dengan mereka. Kita di sini buktikan ada Firman di mulutmu. Biarlah kita limpah Firman.
Kolose 3:16
3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Di sebut dua tempat yaitu di mulut dan hati. Kalau Firman sudah limpah di mulut dan hati kita maka itulah Firman iman. Mengapa Dan tidak masuk? Karena Firman tidak menjadi iman bagi dia.
1.      Dia meneruskan perbuatan jahat dalam Kejadian pasal 37.
2.      Dia mengadopsi ular beludak berarti tertular ajaran palsu.
3.      Dia melompat dari penggembalaan, keluar dari Firman penggembalaan.
4.      Dia selalu mengkondisikan diri terbelakang.

Sehingga Firman tidak menjadi iman dalam dirinya. Akhirnya dia sadar atau tidak sadar terpental dari hitungan dalam Wahyu pasal 7. Padahal salah satu tokoh yang membanguna Tabernakel adalah keturunan dari Dan.
Keluaran 31:1-4,6
31:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
31:2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,
31:4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;
31:6 Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:

Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, dia yang terlibat membangun Tabernakel, tetapi mengapa terpental sukunya. Ini yang kita jaga, jangan sampai saya sekarang berbicara pembangunan Tubuh Kristus tetapi hanya sesaat. Berikutnya saya tidak ada di dalamnya. Kenapa? Sebab ada 4 hal tadi itu.

Ini yang harus kita jaga baik-baik, tadinya terlibat, segala sesuatu dipercayakan kepada Aholiab bin Ahisamak dari suku Dan dalam pembangunan Tabernakel. Jangan lupa, ahlinya membangun Bait Allah, ayahnya orang Tirus dan ibunya dari suku Dan, namanya Huram. Dia yang dipercaya membangun Bait Allah. Dia ahli mengukir segala ukir-ukiran logam, permata dan bagaimana membentuk Bait Allah, dialah kepalanya.
II Tawarikh 2:13-14
2:13 Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi,
2:14 anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud.

Jadi suku Dan ini benar-benar terlibat, baik pembangunan Tabernakel dan maupun pembangun Bait Allah. Ketika Raja Salomo meminta kepada raja Tirus untuk mengirimkan seorang ahli yang akan menangani pembangunan Bait Allah. Karena bangunan yang dibangun itu begitu besar dan indah dan tidak akan ada lagi yang bisa seperti itu. Dan memang Tuhan katakan tidak ada yang bisa menyaingi lagi. Jawaban dari raja Tirus, dia mengirimkan Huram, ibunya suku Dan dan ayahnya orang Tirus. Dia adalah ahli dalam soal arsitektur.

Ini yang kita jaga, jangan sampai kita terlibat dalam pembangunan Tubuh Kristus, ternyata menjelang finish kita tidak ada di sana. Saya sangat terperanjat ketika melihat hal ini. Saya tidak mau seperti suku Dan. Mereka sudah menjadi arsitektur dalam pembangunan Tabernakel dan Bait Allah, mendadak mereka tidak ada. Maaf bapak, ibu, kekasih dalam Tuhan, jangan sampai menjelang garis akhir kita tidak ada di sana. Biarlah kita ada di sana. Berarti dibutuhkan kesetiaan.  Dan ini yang digumuli Paulus.
1 Korintus 9:27
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kolose 3:16
3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Kalau ada Firman penuh di mulut kita, maka kita akan diberikan hikmat untuk mengajar dan menegur orang. Atau lebih baik kita buang saja kata “menegur” ini, karena kalau ditegur marah. Padahal Amsal Sulaiman mengatakan lebih baik teguran yang nyata dari pada kasih yang tersembunyi.
Amsal 27:5-6
27:5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.
27:6 Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Jangan cipika-cipiki padahal seteru.
Amsal 27:5-6 (Terjemahan Lama)
27:5 Peneguran yang nyata itu terlebih baik dari pada pengasihan yang tersembuni.
27:6 Jikalau dipalu oleh sahabat, ia itulah tanda setia, tetapi cium seteru patut ditangkiskan dengan doa.

144.000 ini adalah inti tubuh Kristus. Bicara tubuh Kristus berarti ruangan maha suci. Bicara ruangan maha suci berarti hubungannya dengan Peti Perjanjian. Kegerakan itu dari sana. Nafas Tuhan dari sana. Kalau bernafas, angin yang keluar.
Yesaya 59:10
59:10 Kami meraba-raba dinding seperti orang buta, dan meraba-raba seolah-olah tidak punya mata; kami tersandung di waktu tengah hari seperti di waktu senja, duduk di tempat gelap seperti orang mati.

Inilah Mempelai Wanita, orang yang takut kepada Mempelai Laki-laki Sorga, sangat menjunjung tinggi dan menghargai. Makin sempit, jika angin itu ditekan, makin kencang keluarnya. Ini yang membawa kegerakan dalam kehidupan Israel. Kita sekarang sedang menunggu. Kita tidak tahu, mungkin kegerakan sekarang sedang terjadi di sana. Sekarang ini kegerakan di sana sehingga banyak orang Yahudi sekarang mulai menulis buku tentang Yesus. Kita harus waspada sekarang. Pintu kemurahan Tuhan kepada kita bangsa kafir akan segera tertutup. Kalau kita tidak berlomba menggunakan waktu yang sisa ini, sesuai dengan permintaan Tuhan melalui rasul Petrus dalam I Petrus pasal 4, maka kita bisa tertinggal. Waktu yang tersisa mari kita gunakan semaksimal mungkin, jangan lagi kamu buang-buang.
I Petrus 4:1-4
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
 4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Setelah kita bertobat, maka orang lain yang melihat menjadi heran, karena ada perubahan. Justru orang yang benar, yang mau melakukan yang benar di waktu yang sisa itu, malah difitnah. Sekarang ini banjir-banjir fitnah.

Kita ini masuk orang pilihan atau tidak, sebab ini adalah contoh konkrit untuk kita. Makanya untuk mencapai angka 12.000 marilah 12x1000. Untuk mencapai angka 12.000 dengan modal 120 maka 120x100.

Memang dunia ini penuh sandiwara kalau  kita tidak bertobat. Kita menyangka bahwa kita sudah Kristen berarti miliknya Tuhan, pengikut Tuhan, ternyata begitu mendekat garis finis kita malah ditolak oleh Tuhan. Jangan seperti suku Dan. Suku Dan ini selalu terkebelakang. Artinya kehidupannya tidak pernah dia sumbangkan untuk mengabdi di saat-saat terakhir dalam kegerakan. Cuma dulu dia memberi dirinya mengabdi. Jadi jangan kita cuma dulu, kita harus tetap berkesinambungan, terus menerus sampai garis akhir.

Arsitek pembangunan Bait Allah justru suku Dan. Arsitek pembangunan Tabernakel justru suku Dan bersama suku Yehuda. Khusus pembangunan Bait Allah ahlinya hanya Huram sendiri dari suku Dan, tidak ada yang campur. Memang ada ada tenaga rodi. Tenaga rodi itu orang Filistin, orang Yebus dan yang lainnya yang tidak dimusnahkan. Itu dijadikan tenaga rodi untuk membangung Bait Allah.

Kita toleh diri kita apakah kita masih semangat, masih maju, masih berkobar-kobar atau mulai dingin. Ingat Matius 24:12, karena ditiup oleh angin akhirnya menjadi dingin kasih kita.
Matius 24:12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Kenapa menjadi dingin? Karena ditiup oleh angin. Angin pengajaran palsu yang meniup sehingga dingin rohaninya. Biarlah kami membara hari-hari terakhir ini. Jangan sampai kami seperti suku Dan. Awalnya pada Tabernakel ada bekas tangan suku Dan, pada Bait Allah ada bekas tangan suku Dan, tetapi bagaimana tindak lanjutnya, mereka terpental. Justru ini terjadi di saat terakhir, di waktu-waktu yang sangat menentukan, apakah mereka ditetapkan menjadi hamba Tuhan yang dimeteraikan. Hamba Tuhan yang mengabdi kepada Tuhan itu yang kena meterai. Suku Dan ini tidak mau mengabdi dan mereka selalu mengkondisikan diri terkebelakang. Terkebelakang ini berarti banyak masalah, dia selalu lemah, letih, lesu, loyo.

Keterbelakangan ini kadang-kadang kita tidak sadari. Kita hanya nonton dari belakang orang lain berbuat dan kita tidak mau berbuat. Kalau hal ini kita biarkan, orang yang tidak mempedulikan pekerjaan Tuhan, langsung belalang pelahap yang akan menghantam orang itu.  
Maleakhi 3:11
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

Tuhan akan menghalau belalang pelahap jika kita mengutamakan Tuhan, mengedepankan Tuhan lewat pelayanan-pelayanan kita. Termasuk korban khusus dan perpuluhan, kita tidak terkebelakang. Kalau itu kita lakukan maka belalang pelahap dihalau oleh Tuhan. Belalang pelahap itu langsung memakan akar dari tanaman. Walaupun ini sudah berulang-ulang, mari kita perhatikan kembali supaya jangan seperti suku Dan. Belalang pelahap menghancurkan dia.
Yoel 1:3
1:3 Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.

Berarti cerita ini berkesinambungan, terus menerus, tidak pernah pupus.

Yoel 1:4
1:4 Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap.

Belalang pengerip ini memakan buah, apa yang sudah kita hasilkan dia makan. Belalang pindahan ini lebih sadis lagi, daun dia makan, daun itu menunjuk kegiatan. Artinya aktifitas kegiatan kita dia lahap sehingga kita menjadi vakum, tidak ada aktifitas kita, kita jadi pangku tangan, kita hanya menonton. Belalang pelompat ini memakan batang-batangnya, artinya pendirian kita dimakan, mulai dia gerogoti sehingga hancur. Belalang pelalap itu memakan akar, berarti iman hancur sama sekali, itulah akar.

Suku Dan hancur imannya. Ini kita jaga jangan sampai terjadi dalam diri kita. Kerjanya iblis licik dan lihai secarang ini. Jika kita tidak digembalakan dengan Firman pengajaran dan Firman nubuatan maka hancur kita. Firman nubuatan dan Firman pengajaran ini tidak bisa lepas dari pola ibadah. Ibadah yang benar itu ada pada polanya. Karena pola ibadah itulah yang membuat ibadah kita berkenan kepada Tuhan.
Roma 14:17
14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Kebenaran itu halaman Tabernakel, damai sejahtera itu ruangan suci dan sukacita oleh Roh Kudus itu ruangan maha suci.

Roma 14:18
14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Kalau kita melayani sesuai dengan pola Sorga maka itu berkenan kepada Allah. Saya melayani tidak menuntut hormat tetapi pasti dihormati kalau melayani berangkat dari pola sorga. Tendensi pelayanan kita tidak ke mana-mana, hanya kepada sorga. Apakah benar kita menaruh urutan pertama adalah Tuhan Yesus, baik lewat perpuluhan maupun korban khusus kita.

Kenapa korban khusus nominalnya tidak disebut tetapi perpuluhan disebut? Sehebat-hebatnya saudara tidak akan tepat perpuluhan saudara dan Tuhan sudah tahu. Apakah saudara catat ada tomat lewat di dapurmu, ada terong lewat saudara catat? Tidakkan. Itu berarti lewat. Orang kasih sapu tangan, telur ayam, ikan bakar, apakah saudara catat? Makanya ada korban khusus. Nominalnya tidak disebutkan untuk menutupi kekurangan ini. Saya tanya kepada Tuhan, sejago-jagonya manusia pasti tidak akan tepat. Biarpun kita bilang tepat, tetapi saya katakan tidak! Pasti tidak akan tepat karena banyak yang lewat. Kalau orang Israel dulu sampai air mandinya dia perpuluhkan.

Saya memuji Tuhan ada yang memberi korban khusus bahkan lebih banyak dari perpuluhan. Saya lihat daya nalarnya menangkap firman semakin bertambah dan ekonominya mulai hidup. Kita ini miliknya Tuhan. Kita ditantang apakah benar kita miliknya Tuhan, dimana pembuktian kita bahwa kita adalah miliknya Tuhan? Kalau di sini kita sudah bermain berarti imannya sudah kandas. Tuhan katakan “ketika Aku datang kembali di dunia ini, masihkah Aku mendapatkan iman di bumi ini”.

Soal pendidikan formal saya lebih tinggi dari isteri saya, tetapi soal pembukuan saya kalah dari dia. Oma ini teliti soal uang. Saya katakan doa dulu sebelum buka perpuluhan. Walaupun tamatan SMEA, tetapi isteri saya dulu cerdas. Kalau soal uang, kasih dia!

Kalau kita masih pakai kali-kali, awas belalang pelahap. Berarti imanmu mulai terangganggu. Kenapa suku Dan imanya mulai terganggu sampai akhirnya habis imannya. Ini jangan terulang dalam diri kita umat Tuhan akhir zaman ini yang segera Yesus akan datang menjemput saudara. Saya punya kerinduan hati agar kita semua yang ada di dalam penggembalaan ini menikmati indahnya Firman yang menggarap kehidupan kita. Jangan takut, kita tidak akan Tuhan biarkan miskin, anak cucu tidak akan meminta-minta.

Jangan biarkan iman saudara hancur, karena di makan belalang pelahap. Katakanlah belalang pindahanpun jangan, belalang pelompat dan pengerippun jangan. Penglihatan bapak pendeta Offiler, dia melihat pohon itu rimbun luar biasa, buahnya padat. Begitu dia perhatikan, tiba-tiba datang ulat sentadu mulai makan buahnya sampai habis. Kemudian dia lihat datang belalang pindahan yang memakan sampai habis daunnya. Kemudian dia lihat datang belalang pelompat sehingga habis batang-batangnya, lalu dia lihat belalang pelahap memakan habis akar-akarnya. Dia tanya “Tuhan apa maksudmu?”. Beginilah gereja Tuhan masuk pada zaman kegelapan, tidak lagi beriman.

Apa yang terjadi? Kemudian dia menangis dan dia melihat pohon itu mulai tumbuh, daunnya tubuh sehingga buah keluar. Inilah gereja hujan akhir, akan seperti ini. Yang sudah mati itu akan muncul kembali. Waktunya adalah di zaman kita hidup sekarang.

Ketika Pdt. Offiler bertemu dengan Pdt. Van Gessel di Surabaya pada tahun 1954, mereka berjabatan tangan. Pdt. Offiler bagaikan nabi dan Pdt. Van Gessel bagaikan rasul. Pada Pdt. Van Gessel dibukakan Alkitab dalam terang Tabernakel. Pdt. Offiler dibukakan Firman nubuatan yaitu peta zaman.

Kita sudah ada pada zaman itu sekarang. Jangan sampai imanmu mati. Munculkan ranting-rantingnya kembali, kemudian munculkan daun-daun itu, hadirkan bunga dan keluar buah-buah Zaitun sehingga gereja menjadi terang kembali. Inilah gereja akhir zaman, akan seperti ini. Apakah saudara terserap di sana. Itu terpergantung bagaimana saudara menanggapi, mengapresiasi Firman ini. Saya tidak mau kehilangan, saya tidak mau kehilangan bersama umat Tuhan, isteri, anak dan cucu.

Kenapa digambarkan pohon Zaitun? Karena kedatangan Yesus di bukit Zaitun. Di mana dulu Dia dihina, di situ Dia akan dipermuliakan. Kenapa suasana timur tengah selalu panas? Karena timur tengah itu tempat pertemuan 3 benua, Eropa, Asia dan Afrika. Dan dari seluruh dunia 60 % kekayaan dunia ada di sana. Alasan ketiga, Yerusalem akan menjadi bius bagi dunia. Yesus akan datang menjemput kita. Apakah saudara pohon Zaitun yang meranggas atau yang kembali tumbuh untuk menghasilkan buah. Saya tidak mau menjadi pohon Zaitun yang meranggas.

Tuhan Memberkati.

















GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
JADWAL IBADAH
Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00