20190731

Kebaktian PA Imamat, Rabu 31 Juli 2019 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Ada 7 pesta yang Tuhan perintahkan kepada bangsa Israel untuk mereka rayakan secara jasmani, tetapi untuk kita sekarang secara rohani. Apa yang terjadi pada bangsa Israel dulu menjadi pembelajaran bagi kita sekarang. Kita sampai pada pesta yang keenam.
Imamat 23:26-31
23:26 TUHAN berfirman kepada Musa:
23:27 "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.
23:28 Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu.
23:29 Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.
23:30 Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya.
23:31 Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.

Ada 7 masa raya Tuhan:
1.      Paskah
2.      Roti fatir
3.      Unjuk-unjukan atau timang-timangan
4.      Pantekosta
5.      Bunyi nafiri
6.      Grafirat
7.      Pondok daun-daunan

Yang kita baca ini adalah pesta grafirat atau pesta pendamaian. Dan pesta ini mepet bahkan gabung dengan pesta bunyi nafiri. Suasananya tidak lepas dengan pesta bunyi nafiri.
Imamat 25:9
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.

Jadi bunyi nafiri dan pesta pendamaian ini benar-benar berujung pada tahun Yobel. Dalam pengertiannya Yobel ini adalah kemerdekaan sempurna, kemerdekaan sepenuh-penuhnya dan kebebasan sempurna, kebebasan sepenuh-penuhnya dari dosa/cacat cela.

Imamat 23:27
23:27 "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.

Pesta grafirat diadakan pada tanggal 10 bulan ketujuh. Tanggal 10 bulan ketujuh itu juga tahun Yobel. Antos elios peos, diartikan kemerdekaan sepenuh-penuhnya, kebebasan sepenuh-penuhnya. Kalau dalam pesta grafirat ini anda abaikan, jangan bicara Yobel. Kalau pesta nafiri kita abaikan, jangan bicara Yobel. Sekalipun nyanyi tahun Yobel, tetapi tidak ada manfaatnya. Kalau peniupan nafiri tidak paham atau paham dan tidak dilakukan, pekerjaan pendamaian secara tuntas juga tidak dikerjakan, masih simpan kepahitan hati dan sebagainya, bagaimana mau ada Yobel.

Dalam Imamat 23:26-31, ada 3 hal yang harus diperhatikan sebagai pemberita. Kita bukan hanya mendengar tetapi ada tuntutan untuk kita lakukan.
1.      Suara nafiri
2.      Tentang sabat
3.      Tentang puasa
Itu yang ada di dalam pesta grafirat yang besar ini.

Suara nafiri. Itu ada hubungannya dengan Yobel.
Imamat 25:9
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.

Padahal tanggal 1 itu pesta khusus. Pada tanggal 10 ada pesta Pendamaian dan Yobel. Kita harus memperdengarkan di mana-mana peniupan nafiri yang dibuat dari perak dan bentuknya lurus. Nafiri dari perak itu tidak bengkok-bengkok, kecuali nafiri dari tanduk domba. Nafiri perak ini yang harus kita tiup. Pengertian kita mengumandangkan, artinya kita harus bersaksi. Mengapa kita harus bersaksi? Sebab ada pesta keempat yang sudah kita lewati yaitu pesta Pentakosta, kita diberi wibawa Roh Kudus, dipenuhkan Roh Kudus, maka kita harus bersaksi. Apa yang harus kita saksikan? Tentang karya penyelamatan Kristus dalam kehidupan saudara. Ini terompet yang harus kita tiup, ini suara yang harus kita kumandangkan yaitu menyaksikan atau menjadi saksi karya penyelamatan Tuhan bagi manusia.

Jangan bicara Yobel kalau anda tidak mau bersaksi! Jangan bicara Yobel kalau tidak mau menyaksikan karya Golgota. Bahkan yang nampak dalam dirinya bukan karya Golgota tetapi hal-hal yang memilukan Golgota. Lihat ketika pencurahan Roh Kudus, inilah yang disaksikan oleh Petrus.
Kisah Para Rasul 2:32
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Mereka adalah saksi, berarti peniup nafiri. Mereka tidak diam walaupun beresiko.

Kisah Para Rasul 5:32
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

Ketuangan Roh Kudus dalam Kisah Para Rasul pasal 2, diceritakan bahwa mereka bersaksi bahwa mereka saksi tentang kebangkitan. Pada pasal 5 ini mereka bersaksi bersama dengan Roh Kudus. Sebab kesaksian mereka ini akan memuncak dalam Wahyu 22:17. Bagaimana kita bisa ada di situ kalau dari sekarang kita tidak mau bersaksi.
Wahyu 22:17
22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Peniupan nafiri ini digandengan dengan pesta Grafirat dan kena mengena dengan Yobel yaitu kebebasan sempurna. Bagaimana saya mau menikmati kebebasan sempurna kalau saya malas menyaksikan karya Golgota yang membebaskan saya, bahkan yang dibuat menista Korban Kristus!
Yohanes 15:26
15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Roh Kudus ini meniup nafiri/ bersaksi. Mulai dari dalam rumah tangga kita. Kalau isteri belum menerima Firman pengajaran, tiup terompet dengan kuat-kuat. Jadi Roh Kudus dan kita harus satu suara. Satu suaranya itu ada dalam Wahyu 22:17. Tetapi lebih dahulu kita harus suka mendengar suara nafiri.
Yohanes 15:27
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Harus, berarti kewajiban kita meniup nafiri. Bagaimana mau bersaksi kalau masih ada rokok di mulut, ada minuman keras yang dipegang, bagaimana bisa bersaksi. Orang yang bersaksi ini lebih dahulu dia paham tentang suara nafiri perak, tentang Korban Kristus, tentang Karya Golgota yang menyelamatkan dia, yang dalam bentuk nubuatan di dalam Perjanjian Lama dan menjadi fakta di dalam Perjanjian Baru. Jadi bukan hanya bayangan, tetapi ada wujud. Kita jangan hanya bicara bayangan, melainkan wujudnya.

Kita perhatikan baik-baik, bagaimana reaksi setelah gereja hujan awal itu bersaksi.
Kisah Para Rasul 2:32
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Yesus dibangkitkan Allah, itu hubungannya baptisan air. Kelahiran baru kita kena dengan kematian dan kebangkitan Kristus. Jadi baptisan air adalah pengakuan kita bahwa Yesus telah alami kematian dan kebangkitan, sehingga saudara ada kesempatan masuk dalam keluarga Allah. Apakah orang yang mengakui kematian dan kebangkitan Kristus baru anak kemarin? Tidak bisa!

Kisah Para Rasul 2:36
2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Ini yang harus kita saksikan, tentu lebih dahulu kita sudah harus punya pengalaman secara pribadi. Sangkakala ditiup/ serunai dikumandangkan dan hati mereka tertusuk.
Kisah Para Rasul 2:37 (Terjemahan Lama)
2:37 Setelah didengarnya demikian, maka pedihlah hati orang sekalian, lalu berkatalah mereka itu kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain itu, "Hai Tuan-tuan dan Saudara sekalian, apakah yang wajib kami perbuat?"

Hati mereka pedih karena mendengar suara nafiri, mendengar kesaksian Petrus tentang Yesus yang mati dan bangkit. Di wilayah inilah kita bersaksi, pengalaman kita di dalam Kristus Yesus, kita dibawa pada kematian, kemudian ada kebangkitan dan menyusul kemuliaan.

Kisah Para Rasul 3:38
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Setelah kematian dan kebangkitan Kristus maka beri dirimu dibaptis. Itu adalah pengakuanmu bahwa Yesus datang ke dunia dalam derita sengsara dan mati di Golgota, 3 hari kemudian Dia bangkit.

I Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Makanya baptisan air itu adalah pengakuanmu bahwa Yesus mati dan bangkit. Tidak ada pengakuan yang diwakili, ini adalah kesaksian langsung dan nyata pada setiap pribadi.

Kebangkitan Kristus yang memberi peluang saudara untuk masuk menjadi warga kerajaan Allah. Di sinilah iblis mengamuk mati-matian. Kalau sudah bicara peniupan nafiri, menyangkut kematian dan kebangkitan Kristus yang ada hubungan dengan baptisan air, iblis mengamuk. Di sini iblis unjuk gigi. Makanya lihat saja di mana-mana, ketika bicara pengakuan kematian dan kebangkitan Kristus dalam praktek baptisan air, banyak orang ngamuk. Kalau cuma bicara mempelai, orang tidak mengamuk, tetapi lihat saja kalau bicara baptisan air.

Ini baru peniupan nafiri awal, apalagi kalau sudah masuk Yobel, di mana-mana ini harus dikumandangkan dan diserukan. Hal ini tidak bisa kita elakkan. Lihat suara itu, itu adalah suara terakhir untuk bersaksi agar membuat umat Tuhan takut dan gentar kepada Tuhan.
Wahyu 14:6-7
14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,
14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

Walaupun tidak disebutkan sangkakala, tetapi ini adalah kesaksian. Suara ini terbagi dua, sebagian untuk yobel, sebagian untuk penghakiman. “takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia” itu yobel. Tetapi yang lain adalah penghakiman.

Ketika murid-murid bertanya tentang pemulihan Bait Allah maka Yesus mengatakan Injil Kerajaan akan diberitakan sampai ke seluruh bumi. Ini kesaksian yang harus kita teruskan. Sekarang ini kita dipanggil untuk bersaksi.
Matius 24:14
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Sekarang ada orang mengajar 5 Injil. Itulah injil manusia. Jadi kalau ada yang memberitakan injil tetapi dominan tentang kemakmuran daging manusia, jangan dengar! Itu mencelakakan.
Galatia 1:10-11
1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Firman itu 100% ditulis oleh bangsa Yahudi karena Firman Tuhan percayakan kepada orang Yahudi. Tetapi pembukaan rahasia Firman dibukakan kepada kita bangsa kafir. Makanya kalau bangsa non Yahudi menolak pembukaan rahasia Firman itu sama dengan menjerat lehernya sendiri. Bodoh, itu namanya bunuh diri.
Kalau tidak mau masuk dalam baptisan air berarti pengakuannya terhadap kematian dan kebangkitan Kristus itu kandas. Kalau hanya masuk baptisan air dan tidak ada tindak lanjut berikutnya, berarti perahu iman saudara kandas. Kandas itu sama dengan mencelakakan. Kenapa? Sebab di dalam pesta grafirat atau pesta pendamaian ini, ditekankan oleh Tuhan tentang korban api-apian.
Imamat 23:27
23:27 "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.

Apakah ini kita abaikan begitu saja sesudah kita mengakui kematian dan kebangkitan Kristus dalam praktek masuk baptisan air. Itu dihubungkan dengan korban api-apian karena itu baunya menyenangkan hati Tuhan, harum di hadapan Tuhan. Mungkin korban api-apian ini ada tetapi kalau tidak sesuai Firman Allah, itu akan mencelakakan sebab membuat Tuhan murka.

Dalam Imamat pasal 1, korban api-apian itu adalah lembu, itu besar. Kemudian korban api-apian dalam Imamat 1:10-13 itu kambing atau domba. Korban api-apian yang ketiga yang paling kecil ada dalam Imamat 1:14-17 itu burung merpati atau tekukur. Ketiga perkara ini dihubungkan dengan pesta pendamaian, dihubungkan dengan peniupan nafiri. Kenapa kita meniup nafiri? Karena kita mengakui dengan kematian dan kebangkitan Kristus untuk menyelamatkan kita dan diwujudkan dengan memberi diri dibaptis.

Lembu ini adalah penghargaanmu setinggi-tingginya terhadap Korban Kristus di dalam saudara bersaksi. Kemudian ada domba, domba itu menunjukkan tanda dengar-dengaran, kepatuhan, ketaatan. Kemudian ada burung tekukur atau burung merpati, itu ketulusan hati. Itu sebabnya kalau saya bersaksi, saya meniup nafiri, mulai dari saya mengakui kematian dan kebangkitanNya demi saya untuk masuk dalam baptisan air maka saya harus menghargai Korban Kristus setinggi-tingginya, saya harus belajar dalam taat dengar-dengaran dan saya harus tulus dan ikhlas beribadah melayani Tuhan.
Ibrani 10:22
10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Tetapi apa yang ditemukan oleh Yesus? Dalam Yohanes pasal 2 yang Yesus temukan lembu dijual. Berarti penghargaan terhadap korban Kristus dilepaskan begitu saja. Kalau lembu dijual maka yang akan tinggal adalah keledai. Kemudian domba dijual, kalau domba dijual maka yang tinggal adalah serigala. Kalau merpati atau tekukur dijual maka yang tinggal adalah ular.

Itu sebabnya kita belajar, apakah kita mengakui kematian dan kebangkitan Kristus? Iya, saudara sudah dibaptis. Tetapi apakah saudara menghargai Korban Kristus setinggi-tingginya. Di atas korbanNya kita alaskan tahbisan dan nikah kita. Ini termasuk peniupan nafiri yang dihubungkan dengan pesta grafirat. Pesta grafirat ini adalah pembersihan secara penuh untuk mengangkat kehidupan kita, untuk meninggikan Korban Kristus setinggi-tingginya. Dan kita bergerak di dalam kepatuhan yang setinggi-tingginya, kemudian dengan tulus ikhlas.

Yohanes 2:14
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Di mana lagi korban api-apian kalau semua sudah dijual seperti ini.
Imamat 1:9,13,17
1:9 Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.
1:13 Isi perut dan betisnya haruslah dibasuhnya dengan air, dan seluruhnya itu haruslah dipersembahkan oleh imam dan dibakar di atas mezbah: itulah korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.
1:17 Dan ia harus mencabik burung itu pada pangkal sayapnya, tetapi tidak sampai terpisah; lalu imam harus membakarnya di atas mezbah, di atas kayu yang sedang terbakar; itulah korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN."

Ayat 9 itu lembu, ayat 13 itu domba, ayat 17 itu merpati. Ini semua menunjuk Korban Kristus Yesus. Ketika kita merayakan pesta grafirat, dihubungkan dengan ini. Jadi dalam pesta grafirat atau penyucian sepenuh-penuhnya, lihat di sini ada korban Kristus yang digambarkan dengan lembu, domba dan burung merpati. Burung merpati ini hanya diplintir kepalanya dan ditindis-tindis di mezbah supaya darahnya keluar. Dan sayapnya dikoyak tetapi jangan sampai putus.

Saya kalau dalam doa penyembahan lalu mengingat pengorbanan Kristus, saya menangis. Tidak usah saya melihat lembu disembelih, saya cuma melihat burung tekukur atau merpati, sayapnya dipatahkan tidak boleh putus. Saya bayangkan tangan Yesus terlentang di salib. Ketika di pengadilan Pilatus dan Herodes, Dia bagaikan burung tekukur yang dipelintir kepalanya, ditinju dari kiri, ditinju dari kanan, dari atas dan dari bawah. Kalau melihat ada darah Yesus keluar dari mata, telinga dan mulutNya, tegakah kita mengkhianati! Masih tidak maukah kita bersaksi dan atau tetap berdiam diri. Kalau itu ada, tolong malam ini rubah sikap saudara. Saksikan Korban Kristus, baik lewat perkataan serta lewat perilaku kita yang sudah digarap oleh kekuatan kuasa suara nafiri itu. Suara Firman pengajaran yang menggarap saudara sehingga tampil dalam perilaku saudara menyatakan bahwa inilah Karya Golgota.

Merpati itu menunjuk ketulusan. Ini lawannya:
Roma 12:9
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
Kadang kita punya pelayanan kasih, tetapi pelayanan kasih kita itu hanya bersumber kalau kita senang. Tetapi ketika kita melihat orang lain itu benar-benar membutuhkan uluran tangan kita, membutuhkan bantuan saudara, berat luar biasa untuk berbuat! Tapi kalau hanya sekedar berbuat karena keinginan kita, itu mudah sekali kita lakukan.

Lembu itu disembelih, dikuliti, dipenggal-penggal lalu ditaruh di atas kayu. Kepalanya dulu, paha kanan, kiri, depan, belakang disusun di situ baru dibakar. Kenapa kepala dulu yang harus ditaruh pada tungku itu? Ini yang harus kita praktekan.
II Korintus 10:5
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Ibrani 10:21-22
10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Tulus dan ikhlas ini merpati. Dibasuh dengan air yang murni itu termasuk baptisan air. Kita perhatikan kembali apa yang dimaksudkan sebab kita berhadapan dengan Yobel. Pesta grafirat yang besar ini hubungannya dengan Yobel. Kita sudah harus ada pada alam seperti ini. Sudah harus kita pacu diri kita benar-benar, agar hidup ini benar-benar dikembalikan kepada si pemilik. Dulu kita jadi budak, dulu warisan kita diambil orang, dulu tanah kita juga demikian nasibnya. Kemudian di dalam Yobel ini semua dikembalikan kepada pemiliknya. Siapa pemilik kita? Tuhan Yesus Kristus. Di Yobel inilah saat terakhir bagi kita untuk mengembalikan seutuh tubuh, jiwa dan roh kita kepada sang Pemilik. Kalau selama ini belum seutuhnya kita serahkan kepada Pemilik, sekarang inilah kesempatan kita kembalikan kepada Pemilik.
I Korintus 3:23; 6:20
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Selama ini separuhnyapun belum bisa kita serahkan kepada Tuhan, masih kita anggap itu adalah hak kita. Sangkakala ini harus ditiup ke mana-mana di seluruh negeri. Berarti supaya jangan ada yang tidak mendengar bahwa mereka itu adalah miliknya Tuhan.
Imamat 25:42
25:42 Karena mereka itu hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir, janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual budak.

Kita diselamatkan oleh Tuhan dari dunia Mesir ini maka kita menjadi hamba-hambaNya. Berarti kita tidak punya hak, hidup kita hanya berserah kepada Tuhan.

Imamat 25:55
25:55 Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu."

Kalau kita mengaku sudah dibeli oleh Tuhan dan sekarang kita merayakan Grafirat besar, ingat, itu sudah hubungannya dengan Yobel. 100% kita ini miliknya Tuhan, tetapi Tuhan hanya minta 1/10, itu tesnya. Tetapi itupun kita kunyah habis, padahal kita ini sudah ada pada pesta Grafirat, berarti ada pada tahun Yobel. Begitu beratnya anak Tuhan untuk mengembalikan miliknya Tuhan. Kenapa berat? Sebab saudara belum melihat Yesus seperti seekor lembu yang menanggung kuk lalu disembelih dan dikuliti, saudara belum menghargai setinggi-tingginya. Saudara belum melihat Yesus bagaikan domba yang taat dengar-dengaran. Saudara belum melihat Yesus seperti burung merpati yang kepalanya dipelintir, sayapnya dipatahkan kanan dan kiri, lalu darahnya ditekan-tekan di dinding mezbah untuk saya dan saudara.

Tiuplah nafiri ke mana-mana di seluruh negeri. Berarti semua sisi kehidupan manusia disentuh oleh suara nafiri.
Imamat 25:9
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.

Kita sudah dekat dengan pesta pondok daun-daunan yaitu penyingkiran gereja, sekarang ini kita ada pada masa penentuan. Kalau di saat penentuan ini kita gagal maka pesta pondok daun-daunan tidak akan kita nikmati. Pesta pondok daun-daunan itu adalah penyingkiran gereja. Ada tempat yang Tuhan sediakan dan hanya Tuhan yang tahu. Inilah saat-saat penentuan kita tersingkir atau tidak! Kita mau kembalikan kepada Sang Pemilik atau tidak. Kita ini miliknya Tuhan tetapi yang Tuhan minta hanya 1/10 ditambah korban khusus. Kadang kita rasa terlalu berat, rasanya mau pecah jantung kalau itu yang diminta! Orang seperti ini mau masuk pesta pondok daun-daunan penyingkiran gereja atau masuk aniaya antikristus. Tuhan tekankan dalam hatiku, ini adalah kesempatan yang terakhir, penentuan bagi kami.

Kita perhatikan, apakah kita mau masuk dalam Yobel ini?
Imamat 25:1-3
25:1 TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai:
25:2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.
25:3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu,

Pesta grafirat dan peniupan nafiri itu sudah gabung dengan Yobel. Dikatakan di mana-mana diperdengarkan suara nafiri. Malam ini adalah bagian saudara untuk diperdengarkan. Kembalikan hidupmu kepada Sang Pemilik. Kalau saudara percaya dan yakin bahwa Dia mati dan bangkit untuk saudara serta saudara imani lewat memberi diri dibaptis maka mulai saat itu saudara miliknya Tuhan, kembalikan hidupmu kepada Tuhan. Dan Tuhan tidak akan merugikan saudara.

Kalau saudara mengakui saudara adalah miliknya Tuhan, buktikanlah, kembalikan yang haknya Tuhan. Tubuh, jiwa dan rohmu adalah miliknya Tuhan, kembalikan kepada Tuhan. Prakteknya adalah mengembalikan perpuluhan. Mengembalikan perpuluhan ini bukan untuk menyusahkan kita tetapi supaya kita menikmati kemerdekaan penuh. Saya melihat sungguh diriku adalah miliknya Tuhan maka saya mengembalikan perpuluan sebab saya ingin menikmati kemerdekaan utuh dan masuk dalam pesta pondok daun-daunan.

Yesaya 4:2
4:2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.

Yang terluput ini berarti yang sisa, itu menunjuk hidup akhir zaman.

Yesaya 4:3-4
4:3 Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup,
4:4 apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.

Kapan waktunya Tuhan membersihkan kekotoran puteri Sion? Dalam pesta Grafirat.

Yesaya 4:5-6
4:5 Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung
4:6 dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Ayat 5 dan 6 ini bicara penyingkiran gereja, kita berada pada naungan pondok yang disebut  pesta pondok daun-daunan. Kita sekarang ada pada masa penentu. Kalau disebutkan ini adalah masa penentu, mari kita taruh perhatian. Di mana-mana kita harus meniup nafiri, sebab ini penentu. Jika saudara dan saya diperdengarkan sekarang, berarti diberi kesempatan kepada kita untuk membenahi dan mengemas diri. Serta kita harus benar-benar sadar dan paham kita ini milik siapa, miliknya Tuhan.

Kalau gadis itu mengatakan bahwa dia miliknya Tuhan lalu ada laki-laki menggoda, dia akan berkata “maaf, saya ini bukan milikku sendiri, saya ini miliknya Tuhan”. Maka amanlah dia. Tidak mungkin kalau rumahmu terbakar kemudian saudara hanya bersorak “hore rumahku terbakar”. Demikian juga kalau saudara adalah miliknya Tuhan, rumah dari Roh Kudus, bila saudara terbakar mana mungkin Tuhan akan berteriak dari sorga “hore rumahKu terbakar”.

Inilah saat penentu bagi saudara dan saya. Di mana sekarang ini dosa dan kenajisan makin memuncak. Maka kita dengar suara nafiri di seluruh negeri supaya kita sadar bahwa kita adalah miliknya Tuhan. Kalau isteri tahu bahwa dia adalah miliknya Tuhan, walaupun suami jauh di mana dan ada yang menggoda dia maka dia tahu bahwa dia miliknya Tuhan. Kebalikannya, suami pergi ke mana-mana dia harus tahu bahwa dia miliknya Tuhan.

Sekarang penentu, makanya pesta ini adalah pesta pemulihan seutuhnya dari Tuhan. Kita yang tadi amburadul, dipulihkan oleh Tuhan semurni-murninya, sepenuh-penuhnya. Untuk apa ada tahun Yobel kalau memang hidup kita baik-baik saja dari kemarin-kemarin. Karena kita tidak baik, kita jahat, kita najis, maka Tuhan sediakan tahun Yobel, Tuhan sediakan pesta grafirat sebagai penentu untuk masuk pesta pondok daun-daunan. Ini kesempatan kita dipulihkan, ini waktu penentu bagi saudara dan saya. Gunakan waktu ini semaksimal mungkin.

Bagiku sebagai hamba Tuhan, saya memahami banyak kekuranganku sebagai hamba Tuhan. Tetapi saya tahu ini tahun Yobel. Apa yang salah, apa yang kurang saya mau kembali kepada Tuhan, maka nanti kemerdekaan sepenuhnya pasti saudara dan saya nikmati.

Imamat 23:27; 25:9
23:27 "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.

Tanggalnya sama, bulannya sama. Ini adalah pesta grafirat, pesta penyucian terakhir, penentu bagi saudara dan saya. Kalau kita dibukakan rahasia Firman kita berbahagia. Kasihan orang lain tidak tahu apa-apa, tiba-tiba antikristus sudah datang ke rumahnya, mau lari ke mana dia. Tetapi kalau saudara betul-betul ada dalam pesta ini dan saudara hayati, saudara sadar bahwa saudara adalah miliknya Tuhan dan kembalikan kepada Tuhan milikNya, maka ketika algojo, penjahat kaliber datang mengganggu saudara, Tuhan sudah merebut saudara jauh dari mata ular.

Saya yakin Tuhan menjamin FirmanNya, Tuhan tidak pernah mendustai kita, pasti kita akan Dia singkirkan. Saya merindu, saya tidak mau sendiri, saya mau bersama isteri, bersama anak-anak saya dan bersama seluruh sidang jemaat. Tuhan giring kita sekarang, kita akan masuk pada waktu-waktu penentuan. Saya optimisme saudara pasti menerima Firman Tuhan ini. Mulai sekarang kita harus bersaksi. Bukan untuk dirimu saja selamat, saksikan untuk keselamatan yang akan datang. Kalau mati sekarang kita sudah selamat, tetapi kalau antikristus datang apakah saudara masuk penyingkiran? Kalau tidak aduh, kasihan sekali.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
Tuhan memberkati.