20180930

Kebaktian Umum, Minggu 30 September 2018 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 6:12
6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.

Yang kita alami masih gempa bumi, belum matahari menjadi karung rambut.

Wahyu 6:13-17
6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14 Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Jika kita lihat secara hurufiah memang itu akan terjadi, ini pasti terjadi. Tetapi ini juga di dalamnya kita harus simak ada pelajaran Tuhan bagi kita. Bukan hanya dalam bentuk kegoncangan secara jasmani atau lahiriah akan terjadi. Dan hari-hari terakhir ini ada pergerakan sesar. Seperti juga di Sangir ada gunung di bawah laut yang sekarang ini aktif lebih hebat. Ini alarm dari Tuhan bagi kita. Apalagi kita yang sudah tahu Firman kemudian berpura-pura tidak tahu.

Di sini pembesar-pembesar dan raja-raja. Alkitab mengajar supaya mereka memuji-muji Tuhan. Tetapi karena mereka tidak mau memuji Tuhan, maka apa boleh buat, mereka yang lebih dahulu ketakutan. Kesimpulannya jika Tuhan mengajar raja-raja dan pembesar-pembesar untuk memuji Tuhan, otomatis rakyatnya akan memuji Tuhan. Contohnya kerajaan Norwegia, itu negara paling miskin di Eropa. Tetapi kemudian rajanya dapat mimpi. Mimpinya justru Maleakhi 3:10 yaitu tentang perpuluhan. Kemudian dia sampaikan kepada parlement akan dijadikan undang-undang kerajaan. Lalu semua rakyat mengembalikan perpuluhan. Setelah mereka mempraktekkan ini, tanpa mereka sadari ternyata mereka hidup di atas BBM. Akhirnya dikelolah minyak bumi di Norwegia sehingga akhirnya mereka menjadi negara terkaya di Eropa. Itu karena rajanya mau melakukan Firman. Itu fakta yang terjadi dalam sejarah dunia.

Mazmur 148:11
148:11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;

Ini ajakan Tuhan, untuk apa?
Mazmur 148:12-14
148:12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
148:13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Ini ajakan, tetapi kalau kita baca Wahyu pasal 6 ini yang pertama ketakutan justru raja-raja, menyusul pembesar-pembesar. Dengan kata lain Tuhan mendambakan, dengan apa yang akan terjadi dihubungkan dengan Mazmur supaya dari dasar hati kita memuja dan memuji Tuhan. Bukan hanya dengan mulut tetapi dengan praktek. Maka akan terhindar dari gempa yang dahsyat dan bencana yang mengerikan. Itu tujuannya Tuhan.

Walaupun dunia ini tambah rusak dan sedang menuju kehancurannya, umat yang tahu mendekatkan diri kepada Tuhan, memuji Tuhan dan mempraktekkan Firman Tuhan, dia pasti mendapat perlindungan. Begitu dia menjauh dari Tuhan, tinggal menunggu apa yang akan terjadi pada kehidupan itu. Sebab memang Tuhan sedang menggenapi apa yang telah Tuhan katakan kepada kita. Itu sebabnya jangan coba-coba kita menjauh dari Tuhan, meremehkan Tuhan.

Mazmur 148:12-14
148:12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
148:13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.

Siapa yang harus kita puji? Hanya nama Yesus. Itu yang harus kita puji. Dan ini masuk dalam daftar pujian Zakharia ketika Yohanes anaknya dilahirkan.

Saya sebagai hamba Tuhan, tugasku untuk memberikan arahan kepada jemaat. Kadang-kadang seperti harus dipaksa, seperti ditekan. Kenapa? Terbayang di mataku sebagai hamba Tuhan, bencana yang akan menerpa kehidupan itu jika dia lawan. Ini bukan mengada-ada, tidak. Untuk apa saya cari gara-gara, tetapi ini tanggung jawab.

Gempa ini akan menyusul, bukan cuma sekarang. Karena Wahyu sudah mengatakan, dari pasal 6, pasal 8, pasal 11dan pasal 16 itu lebih hebat. Sampai kota Babel terbelah tiga, disertai hujan es yang setiap bongkahannya seberat 50kg. Apakah ini tidak mengerikan.

Jangan kita bermain-main dengan Tuhan. Raja-raja dan pembesar-pembesar saja diminta oleh Tuhan untuk memuji Tuhan, termasuk teruna-teruna dan dara-dara. Termasuk kita ini, apalagi kita ini hidup karena salib. Masakan kita remehkan dan abaikan salib Golgota, kita hidup dengan praktek-praktek yang salah.

Dikatakan gunung-gunung bergeser. Memang secara hurufiah itu jelas. Gunung Krakatau itu meledak dan sekarang muncul anak gunung Krakatau. Bayangkan waktu gunung itu meledak asapnya bisa sampai Australia dan matahari menjadi gelap.

Ini pelajaran bagi kita, dikatakan gunung-gunung akan bergeser, berarti banyak gunung. Ini mengingatkan kita supaya menganut hanya satu gunung, jangan banyak gunung. Gunung yang banyak ini suka cemburu kepada gunung di mana ada rumah Tuhan. Jadi kehidupan yang menganut banyak macam pengajaran, tidak akan tenang hidupnya. Tetapi kalau kita ada pada gunung Tuhan yang tidak bisa bergeser, pasti kita tenang. Kita ambil ini sebagai pelajaran, bukan sekedar tulisannya. Kehidupan yang memiliki pengajaran macam-macam, hidupnya tidak akan tenang.
Mazmur 68:17
68:17 Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya!

Makanya posisikan dirimu di gunung di mana Tuhan diam. Ini gunung yang ada Firman pengajaran, ini menunjuk gereja.
Mikha 4:2-3
4:2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."
4:3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

Saya pribadi merasa, betapa banyak kehidupan Kristen yang cemburu melihat, yang terlalu banyak pengajaran iri melihat. Tetapi itu membuktikan kita memiliki status atau mengkondisikan diri di gunung yang tidak tergoncangkan. Makanya jangan sampai saudara memiliki ajaran bermacam-macam. Kenapa itu saudara anut, akhirnya nanti bergeser, berarti tidak tenang, tidak sejahtera hidupnya.
Yesaya 2:1-2
2:1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

Ini bukan terjadi masa lampau, tetapi hari-hari terakhir. Kita sekarang ada pada hari-hari terakhir. Apakah bapak, ibu, kekasih dalam Tuhan, utamanya saya yang bertanggung jawab untuk mengkondisikan diriku dan diri jemaat agar kita berada di huju gunung ini, bukan di puncak gunung yang banyak.

Yesaya 2:3
2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Ternyata di gunung Tuhan ini yang menjulang tinggi dari gunung-gunung yang lain di sini ada pengajaran Tuhan. Tidak disebutkan macam-macam pengajaran. Tetapi gunung-gunung yang lain itu berpuncak banyak. Ini yang menjadi keprihatinanku sebagai hamba Tuhan. Makanya saya mohon kepada Tuhan jangan sampai saya disusupi dengan pengajaran bukan dari gunung yang menjulang tinggi.

Kita mau membuktikan apakah dalam diri kita ada Firman pengajaran, saudara mengkondisikan diri ada di gunungnya Tuhan, ada Firman pengajaran yang satu. Pembuktiannya ada pada ayat 4, tidak ada lagi perang-perang dalam rumah tangga. Pedang sudah dirubah menjadi mata bajak dan lembing dirubah menjadi pisau pemangkas. Berarti yang ada damai dalam rumah tangga, tidak ada perang lagi. Itu hasil atau ciri gunung yang menjulang tinggi yaitu hidup yang ada dalam naungan Firman pengajaran.
Yesaya 2:4
2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

Pedang menjadi mata bajak, menjadi alat pertanian berarti ekonominya jalan, dia makmur. Di dalam Yohanes pasal 15, pisau pemangkas dipakai untuk membersihkan anggur. Kita ini kebun anggurnya Tuhan, tidak akan tergoyahkan untuk capai nikah yang rohani.

Kasihan kalau orang Kristen masih ada perang-perang di dalam rumah tangga. Ini lebih dahulu dalam nikah, jangan ada perang-perang lagi. Suami mengerti kedudukannya, isteri mengerti statusnya, anak mengerti kedudukannya mana ada perang-perang lagi karena Firman pengajaran yang mengatur, pengajaran yang rubah hidupnya. Tetapi kalau sudah ada pengajaran tetapi tidak ada prakteknya, berarti masih diganggu oleh gunung berpuncak banyak. Hatinya sendiri adalah gunung yang berpuncak banyak. Pikirannya bagaikan gunung berpuncak banyak. Perasaannya bagaikan gunung berpuncak banyak. Tidak ada praktek, suami tetap galak, isteri tetap galak, anak tetap berontak.

Prakteknya itu harus nyata, bukan cuma teori. Ulang-ulang kita mendengar Firman pengajaran, apalagi di sebut ini pada saat terakhir. Kita ini ada pada zaman akhir. Jangan sampai yang baru melejit dan lama mengkerut dan tidak terpicu dengan pengajaran. Isteri tidak ada penghormatan pada suami, suami tidak mengasihi isteri, anak tidak taat kepada orang tua. Itu sebabnya maka terjadi perang-perangan. Perang Vietnam, perang timur tengah, perang Afganistan, apakah kita mau hadirkan itu dalam rumah tangga kita.

Saya sebagai pemberita berseru kepada Tuhan agar kami benar-benar hanya memiliki satu puncaknya.
Yesaya 42:21
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;

Kalau seperti ini, dia tenang, berarti tidak akan bergeser. Kalau sebentar di sini sebentar di sana itu menunjukkan kehidupan yang tidak tenang karena menganut pengajaran yang terlalu banyak. Mungkin pengajaran yang didengar cuma satu tetapi prakteknya banyak, dia tidak pernah berubah. Seperti Yohanes pasal 10, mereka sama-sama mendengar suara Yesus gembala yang baik tetapi ternyata terbelah dua. Yang sebagian menuduh Yesus kerasukan setan dan yang sebagian lagi mengakui Yesus. Sudah mendengar pengajaran yang satu tetapi masih juga seperti orang kerasukan setan. Jangan hal ini sampai terjadi pada kita.

Kita punya pengharapan tentang ini. Jangan sampai gunung-gunung bergeser. Secara hurufiah memang akan kita lihat nanti, tetapi secara rohani kita sudah harus punya persiapan. Makanya Firman ini adalah nubuatan sekaligus pengajaran di dalamnya.

Yesaya 42:4
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

Siapa dia ini? Itulah hamba Tuhan.

Yesaya 42:4 (Terjemahan Lama)
42:4 Maka ia sendiripun tiada akan dipadamkan atau dipatahkan sampai sudah ditentukannya hukum di atas bumi dahulu; maka segala pulaupun akan menantikan pengajarannya.

Dikatakan mengharap, menanti, berarti belum memiliki. Itu disebutkan dalam Wahyu pasal 6 tadi bahwa pulau itu bergeser. Berarti kalau dia hanya menanti, mengharap, tetapi tidak pernah disentuh oleh pengajaran maka dia yang nanti akan hilang.
Wahyu 16:20
16:20 Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.

Jangan hanya sekedar menanti, sekedar berharap (berangan-angan) tetapi tidak disentuh oleh Firman pengajaran. Itu berarti belum memiliki. Kalau sudah memiliki maka tidak akan tergeser kehidupan itu apalagi hilang.

Apa yang disebut oleh Wahyu ini bukan hanya secara hurufiah yang akan terjadi di akhir zaman ini, tetapi ini pelajaran untuk kita, bagaimana kita mengkondisikan rohani kita menjadi rohani yang benar-benar kuat, tidak mudah bergeser.

Wahyu 6:13
6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Ini yang menjadi masalah mulai dari kami hamba Tuhan. Dalam kejadian pasal 15, Tuhan memanggil Abraham keluar dari kemah dan melihat ke langit. Kalau bisa menghitung bintang-bintang maka dia bisa menghitung keturunannya. Jadi keturunan Abraham seperti bintang-bintang di langit. Dikatakan maka percayalah Abraham dan dia dihisapkan sebagai kebenaran Allah.
Kejadian 15:5-6,9
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
15:9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."

Ini untuk membuktikan, karena Abraham ini juga masih mencari bukti bahwa janji Tuhan ini akan digenapkan kepadanya. Setelah dia percaya maka kebenaran Allah ada padanya.

Kita semua bintang, bukan cuma gembala. Secara penggembalaan, memang gembala bagaikan bintang atau malaikat dalam sidang jemaat. Kita secara umum adalah anak-anak Abraham. Tetapi anak Abraham ada 3 macam. Ada yang seperti debu, ada yang seperti pasir, ada yang seperti bintang. Seperti debu berarti dia seperti ular, karena ular makan debu tanah, berarti dia anak Abraham tetapi bersifat ular. Ada yang seperti pasir di pantai, kelihatan mengkilat tetapi masih dalam bentuk fana, tidak diharapkan jadi rohani. Bintang sudah luar biasa, tetapi kenapa dikaitkan seperti buah ara mentah? Artinya bintang tetapi belum matang rohaninya. Padahal yang Tuhan inginkan bukan mentah, tetapi matang, betul-betul masak.

Kita semua ini sudah anak-anak Abraham. Tentu saudara tidak mau kalau saya katakan kalian anak Abraham jenis debu. Pasti saudara juga tidak suka kalau disebut anak Abraham jenis pasir. Yang kita terima adalah anak Abraham jenis bintang. Untuk membuktikan kita anak Abraham yang bagaikan bintang, ayo upayakan supaya rohani kita matang betul. Berarti rohani yang sempurna, siap di makan. Coba makan buah ara mentah, asamnya tidak ketulungan.

Orang seperti ini mudah digoncang oleh angin. Hari-hari terakhir ini ada angin yang kencang sedang berhembus dalam gereja yaitu pengajaran yang tidak benar oleh tipu muslihat iblis, akal manusia.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Kita ini sudah bintang, berarti sudah dikelolah oleh Firman pengajaran, tujuannya supaya matang. Jika tidak matang, karena beralun-alun, maka begitu masuk pengajaran lain akhirnya tersesat kehidupan itu. Seperti jatuhnya buah ara yang mentah.

Abraham diajar oleh Tuhan untuk membuktikan bahwa janji Allah ini akan digenapkan.
Kejadian 15:9-10
15:9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
15:10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.

Korban ini ditaruh berseberangan, ada lorong di mana nanti akan muncul obor menyala sehingga meyakinkan Abraham bahwa sungguh janji Tuhan ya dan amin.

Umur 3 tahun itu menunjuk tritunggal Allah dan juga menunjuk manusia yang terdiri tubuh, jiwa dan roh. Tetapi harus terbelah dua artinya tubuh harus terbuka di hadapan Tuhan, jiwa juga harus terbuka di hadapan Tuhan, roh juga harus terbuka di hadapan Tuhan, tidak boleh ada yang disembunyi-sembunyi.

Menjelang petang, mau masuk malam, tiba-tiba Abraham dijagakan bahwa ada obor yang bernyala di antara belahan-belahan yang sudah dia korbankan. Jika kehidupan gereja Tuhan mau mendapatkan suatu ketetapan dan keyakinan bahwa saudara dan saya akan masuk dalam kegerakan obor atau lampu yang menyala di akhir zaman ini maka ada yang Tuhan minta, coba buka lebar tubuh, jiwa dan rohmu di hadapan Tuhan. Jangan ada yang disembunyi.
Kejadian 15:9-10
15:9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
15:10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.

Burung tekukur ini adalah sarana untuk menghentar kita untuk masuk dalam kegerakan merpati, yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Kejadian 15:11-13
15:11 Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
15:12 Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
15:13 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

Secara hurufiah ini memang digenapi oleh Israel, mereka diperbudak 400 tahun di Mesir. Tetapi secara rohani kita periksa ini untuk kita. Jangan sampai kita sudah jadi bintang tetapi diperhamba, tidak menjadi bintang yang elok.

Kejadian 15:14-17
15:14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.
15:15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu.
15:16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."
15:17 Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.

Yeremia 34:18
34:18 Dan Aku akan menyerahkan orang-orang, yang melanggar perjanjian-Ku dan yang tidak menepati isi perjanjian yang mereka ikat di hadapan-Ku, dengan memotong anak lembu jantan menjadi dua untuk berjalan di antara belahan-belahannya;

Jika ada api yang bernyala tetapi sikap kita menjadi lain, maka kitalah yang berjalan di antara belahan-belahan itu. Berarti orang itu yang kena hukuman. Mengapa? Sebab janji Tuhan dia injak-injak, tidak dia hargai. Termasuk kami hamba Tuhan, banyak hamba Tuhan yang menginjak-injak janji Tuhan.
Hosea 8:2-3
8:2 Kepada-Ku mereka berseru-seru: "Ya Allahku, kami, Israel mengenal Engkau!"
8:3 Israel telah menolak yang baik -- biarlah musuh mengejar dia!

Ini mengakibatkan umat Tuhan menjalankan praktek yang salah dan hamba Tuhan itu maka rezeki dari dosa umat.
Maleakhi 2:8-9
2:8 Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam.
2:9 Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu.

Kita harus memperhatikan ini, biarlah tubuhmu, jiwamu dan rohmu terbuka di hadapan Tuhan. Suatu ketetapan janji Tuhan, pasti apa yang dijanjikan Tuhan dalam Alkitab akan menjadi berkat bagi saudara. Oleh sebab itu pengenalan saudara harus bertumbuh dalam Tuhan. Jangan jadi orang Kristen yang hanya puas lahir baru, tidak menuju pada kematangan rohani. Hanya lahir baru, kanak-kanak rohani tetapi tidak meneruskan perjalanan untuk matang rohani.

Di tengah-tengah korban tadi ada obor yang menyala. Jadi jika benar-benar tubuh, jiwa dan roh kita terbuka di hadapan Tuhan akan nampak anak Tuhan itu, suami itu, isteri itu, anak itu akan berkobar-kobar di hadapan Tuhan. Karena dia terbuka, tidak ada yang dia tutupi.

Tetapi kalau pikirannya kusut, tidak terbuka, ada hal-hal yang terselubung dalam dirinya sehingga rohaninya tidak akan bernyala-nyala, tidak berkobar-kobar. Nanti dia seperti buah ara yang mentah yang gugur. Ketika Yesus datang, ketika Anak Domba itu tampil dia akan ketakutan. Mulai dari raja-raja dan pembesar-pembesar yang diminta Tuhan untuk memuji Tuhan tetapi malah melawan Tuhan.

Hari-hari terakhir ini banyak terjadi perlawanan terhadap Tuhan. Orang Kristen, pergi gereja tetapi dia melawan Firman. Firman Tuhan ajar begini, yang dia lakukan begitu. Ketika ditunjuk bahwa itu salah, malah dia lawan yang memberitakan. Itulah orang yang bagaikan buah ara yanng mentah yang gugur ditiup angin yang kencang. Ini jangan terjadi pada kita karena orang seperti itu nasibnya mengerikan. Dia tidak tahan menghadap kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Kedatangan Tuhan sudah dekat, bukan berarti saya katakan tahun depan tetapi yang pasti Tuhan ajar supaya kita selalu siap. Karena waktu bagi kita kata Tuhan selalu ada.

Ketika ibu dan saudara-saudara Yesus berkata kepada Yesus “ayo kembali ke Yerusalem jangan di sini” maka Yesus menjawab “bagimu selalu ada waktu tetapi waktuKu belum tiba”.
Yohanes 7:5-6
7:5 Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.
7:6 Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

Bagi kita selalu ada waktu, bisa besok, bisa besok lusa, bisa sebentar malam, kita tidak tahu. Tetapi Yesus tahu waktuNya belum tiba sebab nanti beberapa tahu kemudian baru Dia disalib. Namun Daud berdoa “beri tahu ajalku supaya aku tahu bahwa hidup ini hanya fana”.

Tetapi anak muda merasa gagah dan kuat kemudian dia obral hidupnya. Dia tidak tahu waktunya kapan. Daud saja meminta supaya Tuhan memberitahu waktu ajalnya. Kita ini tahu masa akhir hidup kita. Ada dua hal, hidup kita berakhir saat Yesus datang kembali. Yang kita rindukan bertemu Yesus. Tetapi bisa juga akhir hidupmu sebentar, besok, lusa atau minggu depan atau tahun depan, kita tidak tahu.

Oleh sebab itu pegang pengajaran dan berhentilah perang-perang dalam rumah tangga. Jangan sampai ada hal-hal yang terjadi lagi. Sudah banyak kita dengar Firman, kita catat, sudah penuh satu lemari tetapi mana prakteknya! Firman Tuhan katakan “raja-raja dan pembesar pujilah akan Aku. Berarti Tuhan minta ada praktek Firman, jangan cuma sekedar kita menjadi umat Tuhan yang tidak praktek Firman.
Mazmur 39:5
39:5 "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

Mau sombong apa kita. Raja Daud seorang raja, dia kaya tetapi dia tahu dia fana. Kita ini bagaimana, apakah kita melampaui raja Daud? Tetapi raja Daud selalu memuji-muji Tuhan “lebih baik aku ada di rumah Tuhan dari pada ribuan hari ada di luar”.
Mazmur 27:4
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Ini raja yang suka memuji Tuhan. Raja Daud diangkat oleh Tuhan pada usia 30 tahun. Dan 40 tahun lamanya dia memerintah. Total usianya 70 tahun lalu dia meninggal. Kalau kami di sini ada beberapa orang yang sudah melewati usia 70 tahun. Saya berterima kasih kepada Tuhan sudah melampaui usia raja Daud. Saya rindu saya berakhir bersama Yesus datang. Bukan berakhir sebentar, esok atau lusa, bukan itu yang saya minta. Saya minta “Tuhan biarlah hidupku sampai saat Engkau datang jika Tuhan izinkan”. Sebabnya jemaat Tuhan perhatikanlah hidupmu hari-hari terakhir ini.

Tuhan Memberkati.













GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
JADWAL IBADAH
Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00