20230827

Kebaktian Umum, Minggu 27 Agustus 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 13:8

13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

 

Banyak orang menyembah antikristus yaitu yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan.

Keluaran 32:32-33

32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."

32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

 

Penyebab nama tidak tertulis dalam kitab kehidupan adalah karena berdosa kepada Tuhan yaitu menolak Musa hamba Tuhan yang diutus Tuhan.

Keluaran 32:1

32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

 

Keadaan bangsa Israel yang menolak Musa = keadaan gereja di akhir zaman ini. Waktu itu Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima 2 hal:

1.      2 loh batu berisi hukum kasih. Sekarang 2 loh batu menunjukan sentral dari pengajaran mempelai, itulah kasih Tuhan. Orang mau menikah itu dasarnya adalah kasih.

2.      Petunjuk untuk membangun Tabernakel. Bagi kita sekarang menunjuk pengajaran Tabernakel.

 

Banyak gereja atau orang Kristen yang menolak Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Bahkan orang yang sudah di dalam pengajaran, tetapi hatinya tidak di situ. Karena selama tergembala dalam Firman pengajaran dia tidak pernah menikmati pengajaran itu. Hatinya dia tutup sehingga tetap berbuat dosa, tetap jahat dan najis di hadapan Tuhan, tidak pernah mau menerima penyucian dari Tuhan. Waktu pujian dia ada, waktu dengar Firman tidak serius, tidak sungguh-sungguh.

 

Inilah keadaan gereja akhir zaman. Banyak yang menolak Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Dalam Matius pasal 22 dinubuatkan dengan ada undangan pesta disebarkan, itu sekarang menunjuk Kabar Mempelai, tetapi banyak yang menolak dan berdalih karena berdagang, ada yang baru mencoba lembunya, ada yang baru kawin dan lain sebagainya.

 

Bagaimana keadaan kehidupan yang menolak Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel? Sama dengan keadaan bangsa Israel di kaki gunung Sinai waktu menolak Musa.

1.      Keluaran 32:17-18

32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."

32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.

 

a)      Bukan bunyi nyanyian kekalahan = tidak mati atau tidak dingin.

b)      Bukan bunyi nyanyian kemenangan = tidak bangkit atau tidak panas.

 

Jadi keadaan orang Israel saat itu sama seperti jemaat Laodekia, tidak dingin, tidak panas = suam-suam rohani. Inilah keadaan orang yang menolak Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Mungkin dia sudah digembalakan di situ tetapi hatinya selalu tertutup, dia tidak dingin, tidak panas = suam-suam rohani.

 

Dari 7 sidang jemaat, jemaat Laodekia adalah jemaat ke-7. Angka 7 menunjuk akhir zaman. Jadi jemaat Laodekia ini gambaran gereja Tuhan di akhir zaman, tidak panas, tidak dingin, suam-suam rohaninya.

Wahyu 3:14-16

3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

 

Praktek gereja Tuhan seperti Laodekia di akhir zaman, suam-suam rohani, tidak kalah,  tidak menang, artinya

a)      Tidak dingin, tidak panas.

1)      Tidak dingin = tidak damai sejahtera. Yang ada dalam hatinya adalah kepahitan hati, iri hati, kekuatiran, ketakutan daging, kebencian, dendam sampai benci tanpa alasan. Pokoknya apapun yang orang lain lakukan selalu dia benci, sampai benci tanpa alasan. Inilah orang yang tidak menerima pekerjaan Firman. Dia ada dalam penggembalaan, bahkan mungkin dia gembala yang mengajar Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel tetapi hatinya dia tutup bagi Firman. Seperti ahli Taurat dan orang Farisi, meletakan beban yang berat di pundak jemaat tetapi dengan satu jaripun dia tidak mau sentuh, dia khotbahkan tetapi tidak mau dia praktekan. Jangan terjadi khususnya bagi saya sebagai gembala.

 

Akibatnya kalau sudah tidak damai, pahit hati, iri, dendam, takut, benci sampai benci tanpa alasan adalah dia bersuasana letih lesu dan beban berat. Lihat orang lain diberkati dia iri, lihat orang dipakai dia iri sampai benci. Kalau sudah letih lesu beban berat apa yang terjadi? Bosan jenuh dalam nikah dan bosan jenuh dalam ibadah pelayanan. Akhirnya ditinggalkan semua, sampai nanti bisa bosan hidup, sampai bunuh diri.

 

2)      Tidak panas = tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sehingga ibadah menjadi suatu kebiasaan, suatu rutinitas.

 

b)      Tidak mengalami keubahan hidup. Tandanya:

Wahyu 3:17

3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

 

Tetap mempertahankan keakuan. Artinya:

1)      Kehendak diri sendiri. Sekalipun bertentangan dengan Firman, dia tetap pertahankan kehendak diri sendiri. Kalau sudah pertahankan kehendak diri sendiri, sulit untuk taat kepada Firman. Kalau anak-anak tidak bisa taat pada orang tua jasmani. Juga tidak bisa taat pada orang tua rohani, tidak bisa taat pada gembala.

 

2)      Kepentingan diri sendiri. Sehingga tidak melihat sesama, tidak bisa mengutamakan kepentingan Tubuh Kristus. Yang penting saya, yang lain itu tidak usah. Kalau mau ikuti kepentingan diri sendiri tidak usah saya ladeni orang lain, untuk keluarga saya saja, tetapi saya tidak dipakai oleh Tuhan. Kepentingan Tubuh Kristus di atas segalanya.

Filipi 2:1-4

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.


Contoh teladannya di sini adalah Yesus yang berkorban taat sampai mati di kayu salib.

 

3)      Kebenaran diri sendiri. Kalau sudah kehendak sendiri yang dia kedepankan, kepentingannya sendiri yang dia kedepankan, pasti ada kebenaran diri sendiri, penyakit merasa, merasa benar. Kalau sudah merasa benar pasti merasa dipakai. Kebenaran diri sendiri yaitu menutupi dosanya dengan menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan atau Firman, sampai menyalahkan setan. Sekalipun terlihat benar, logis, tetapi tidak sesuai Firman, itu kebenaran diri sendiri.

 

2.      Keluaran 32:17-19

32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."

32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

 

Praktek kedua adalah menyanyi berbalas-balasan? artinya

a)      Melayani Tuhan tetapi oleh dorongan gairah dan kesukaan daging. Main musik ini yang paling rawan, kalau tanpa Firman sulit terkontrol. Bisa main musik tetapi dengan gairah dan kesukaan daging. Biarlah Roh Kudus yang mendorong kita melayani Tuhan, bukan gairah dan kesukaan daging. Apa itu bukti gairah daging? Waktu main musik semangat, waktu puji-pujian semangat tetapi waktu dengar Firman mulai loyo, mengantuk.

 

b)      Bersukacita hanya karena melihat perkara yang jasmani, bukan karena pekerjaan Firman. Nanti pulang loyo lagi, tidak ada keubahan hidup. Kalau karena pekerjaan Firman, dia pulang tetap bersukacita “kapan lagi ada ibadah, mau datang dengar Firman”. Jangan hanya sukacita daging karena melihat yang jasmani, saat diberkati bersukacita. Begitu Firman keras datang, dia loyo. Seperti orang kaya datang kepada Yesus “Guru yang baik apa yang harus aku dapatkan supaya mendapat hidup yang kekal?” Yesus paparkan Firman, dia jawab “semua itu telah kulakukan” tetapi yang dia lakukan yang cocok bagi dagingnya. Yesus bilang “pergi juallah seluruh hartamu dan bagikan pada orang-orang miskin” maka dia pulang dengan sedih. Bukan karena pekerjaan Firman dia bersukacita tetapi karena perkara-perkara yang jasmani. Dalam Yohanes pasal 6, waktu Yesus memberi makan 5.000 orang mereka semua bersukacita. Waktu Yesus sudah menyampaikan Firman yang keras, mereka jadi loyo, sedih, bersungut-sungut dan banyak yang meninggalkan Yesus.

 

Di gereja sekarang ini ibadah sudah dikemas menjadi hiburan gratis. Tetapi sekarang sudah ada yang pakai karcis. Betul-betul entertainment, hiburan di dalamnya.

Keluaran 32:6

32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

 

Keluaran 32:6 (Terjemahan Lama)

32:6 Maka pada keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu dipersembahkannya korban bakaran dan dibawanya korban syukur pula, maka orang banyak itupun duduklah makan minum, kemudian bangkitlah mereka itu berdiri hendak bermain ramai-ramai.

 

Akibatnya jatuh dalam puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Kalau kita beribadah cuma mau mencari yang senang untuk daging maka arahnya ke sini. Inilah keadaan gereja di akhir zaman, orang yang menolak pengajaran yang benar, yang tidak mau membuka hati terhadap Firman pengajaran yang benar.

 

3.      Ada anak lembu emas, ada pemberhalaan yaitu mengutamakan sesuatu di dunia ini lebih dari Firman Tuhan, lebih dari Tuhan. Datang ibadah apa yang kita utamakan? Kalau mengutamakan yang duniawi, yang jasmani berarti ada lembu emas di situ. Tetapi kalau kita mencari Firman berarti ada Yesus di situ. Dalam Lukas pasal 5 mereka mengerumuni Yesus hendak mendengar Firman, ini yang benar.

 

Contoh pemberhalaan anak lembu emas dalam gereja.

a)      Gembala atau hamba Tuhan menjadi anak lembu emas, yaitu sudah dituhankan, sudah dikultusindividukan. Iman sidang jemaat sudah digantungkan kepada gembala, bukan kepada Firman. Gembala harus dihormati, didukung dalam doa, tetapi bukan untuk disembah sebagai Tuhan.

 

Kalau gembala sudah jadi anak lembu emas, sekalipun sudah menyimpang dari pengajaran yang benar, tetap dipegang perkataannya, tetap didukung pelayanannya sampai merendahkan hamba Tuhan yang lain.

 

Yang kita agungkan adalah Firman pengajaran yang benar, bukan pribadi seseorang. Gembala atau hamba Tuhan bisa dipakai Tuhan, tetapi Firman yang dia sampaikan bukan dari dirinya tetapi dari Tuhan, jadi yang kita puji dan agungkan adalah Tuhan.

 

b)      Sidang jemaat sudah menjadi anak lembu emas. Yaitu hamba Tuhan lebih mengutamakan perasaan sidang jemaat dari pada perasaan Tuhan. Lebih sungkan kepada jemaat dari pada kepada Tuhan, sehingga tidak berani menyampaikan Firman untuk menyucikan. Jadi gembala menyampaikan Firman hanya mengelus-elus diberkati, dipulihkan Tuhan dan lain sebagainya. Tetapi tidak ada Firman yang keras menyucikan.

 

Digambarkan dengan orang Israel mengerumuni Harun, bukan Tuhan lagi yang dikerumuni. Ini ibadah atau persekutuan yang salah, hanya melihat manusianya. Atau gembala hanya menuruti keinginan sidang jemaat, sungkan kepada manusia tetapi tidak sungkan kepada Tuhan. Sebagai gembala saya harus mawas diri, kebijakan-kebijakan yang diambil dalam sidang jemaat harus berdasarkan Firman. Jangan membijaksanai Firman untuk menyenangkan jemaat. Tidak ada kebijakan di luar Firman, itu bukan kebijakan, itu menjerumuskan. Bijaksana itu jika segala sesuatu sesuai Firman.

 

Lukas 5:1

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

Ibadah yang benar itu kita datang mengerumuni Yesus hendak mendengar Firman Tuhan. Kalau itu tujuan maka kita merasakan hadirat Tuhan di dalam ibadah. Apa artinya ibadah kalau kering, tidak ada Tuhan di situ, setelah pulang tidak merasa apa-apa.

 

Apa bukti ada hadirat Tuhan dalam ibadah? Setelah kembali kita dijamah oleh Firman, kita disucikan, kita diubahkan. Tadinya datang dalam keadaan kotor, pulangnya bersih. Tuhan mau bertakhta di hati manusia, tetapi iblis juga mau bertakhta di situ.

Wahyu 2:13

2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

 

Kita datang beribadah untuk mengerumuni Yesus hendak mendengar Firman, kita rasakan hadirat Tuhan, sehingga pulang kita dijamah oleh Firman Tuhan, disucikan dan diubahkan. Dan kita mendapatkan jawaban yang pasti dari Firman Tuhan atas pergumulan yang kita hadapi.

 

Kondisi gereja yang suam-suam rohani:

1.      Keluaran 32:25

32:25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang — sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka --

 

Keadaan pertama seperti kuda yang lepas dari kandang, artinya:

a)      Secara positif kuda itu simbol kegerakan Roh Kudus. Secara negatif kuda ini simbol hawa nafsu daging. Jadi arti pertama adalah manusia daging yang hanya mengikuti hawa nafsunya yang liar sehingga terjerumus dalam dosa. Yang sudah menikah, jangan isi rumah tangga dengan hawa nafsu daging. Terutama soal tempat tidur sudah mau macam-macam karena lihat di tontonan, mau praktek seperti ini, mau praktek seperti itu, jangan! Itu kuda lepas dari kadang. Apalagi kalau salah satu sudah tersiksa, itu kuda yang lepas dari kandang! Minta ampun sama Tuhan, bertobat! Apa lagi nikah yang masih muda, jangan isi dengan hawa nafsu daging. Nikah itu suci, ciptaan Tuhan paling mulia, hanya diberikan kepada manusia. Pada malaikat dan binatang tidak diberikan.

 

b)      Menjadi manusia daging yang tidak mau tergembala, maunya bebas, maunya beredar-edar, tidak mau masuk kandang, tidak mau taat pada Firman, tidak mau makan Firman. Kuda yang lepas kandang itu sulit untuk ditangkap. Orang tua yang punya anak sudah remaja, ingatkan. Yang sudah sekolah minggu bawa dalam penggembalaan. Jangan nanti dia sudah besar, sudah lepas dari kandang, tidak tergembala, sulit dikontrol, sulit ditangkap. Nanti orang tuanya dia tendang. Kalau dibiarkan tidak tergembala, dari sekolah minggu sampai remaja tidak diarahkan, nanti dia menjadi kuda yang lepas dari kandang. Kalau sudah terlanjur anaknya seperti kuda yang lepas dari kandang, ayo bergumul ekstra. Kalau dia bisa kembali pada kandang penggembalaan, itu hanya karena kemurahan Tuhan.

 

Guru sekolah minggu hanya saat hari minggu bisa mendidik anak sekolah minggu. Selanjutnya hari minggu orang tua yang bertanggung jawab. Bawa dalam ibadah, jangan beredar-edar, jangan liar dia. Nanti kita yang susah, menangis, sengsara. Itu tanggung jawab kita, Tuhan percayakan buah nikah untuk kita jaga. Kalau masih dibawa didikan orang tua tidak apa-apa keras kepada anak demi kebaikannya tetapi jangan menghendaki dia mati.

 

2.      Wahyu 3:16

3:16  Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

 

Seperti muntah. Muntah itu menjijikan. Artinya hidup dalam kenajisan dosa. Isterinya sudah jijik sama suami karena suaminya sudah seperti muntah. Tetapi dia mau tinggalkan tidak boleh, menderita dia menghadapi suami. Atau ada suami yang menghadapi isteri seperti itu. Atau suami dan isteri sudah seperti muntah, saling jijik satu dengan yang lain. Jangan seperti itu. Di sini tidak ada yang jijik dengan isterinya, tidak ada yang jijik dengan suaminya. Saya percaya semua sayang pada pasangannya.

 

Hidup dalam kenajisan dan kejijikan sehingga tidak memuaskan Tuhan, dimuntahkan, memilukan hati Tuhan, memilukan hati gembala, memilukan hati sesama, memilukan hati isteri, memilukan hati suami. Jangan seperti itu. Firman Tuhan datang kepada kita, sekalipun keras itu belas kasih sayang Tuhan kepada kita. Tuhan mau kita menjadi kehidupan yang tergembala, bukan kuda yang terlepas dari kandang. Tuhan mau kita menjadi kehidupan yang suci, bukan muntah yang keluar dari Tubuh Kristus, tetapi ada dalam Tubuh Kristus.

 

Kalau kondisi gereja seperti ini dan tidak mau ditolong, akibatnya:

Keluaran 32:10

32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."

 

Akibatnya membangkitkan murka Tuhan dan Tuhan akan menghukum serta membinasakan orang seperti ini. Doa saya kepada Tuhan “Tuhan jangan ada satupun dari jemaat yang tertinggal dan binasa. Saya rindu supaya bersama-sama kita bisa menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai bersama keluarga kita. Jangan ada yang menjadi kuda yang terlepas dari kandang, jangan ada yang menjadi muntah yang terbuang dari tubuh Kristus. Kalau pagi ini Firman datang kepada kita, mungkin keadaan kita sudah seperti ini, ayo kembali kepada Tuhan, hargai kemurahan Tuhan. Tuhan masih sayang kepada kita, maka FirmanNya disuarakan di tengah-tengah kita. Tuhan itu adil, Tuhan murka kepada yang salah, tetapi siapa yang benar Tuhan berkati. Ayo kembali kepada kebenaran.

 

Cara Tuhan menolong. Kita belajar dari sidang jemaat Laodekia.

Wahyu 3:18-19

3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

 

1.      Tuhan menolong lewat nasihat dan teguran. Apa itu nasihat dan teguran? Itu sama dengan Firman pengajaran yang benar. Kalau Firman pengajaran masih disuarakan di tengah-tengah kita, Tuhan mau menolong kehidupan kita. Tuhan tidak mau menghukum, bagi Tuhan lebih baik mengampuni dari pada menghukum. Sebab itu Tuhan datang dengan nasihat, Tuhan datang lewat tegoran Firman pengajaran yang benar. Ayo buka hati terima nasihat dan teguran Firman, jangan tutup hati kita, jangan keraskan hati kita.

II Timotius 4:2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Ini untuk saya, diajar oleh Tuhan menyampaikan Firman pengajaran itu harus dengan kesabaran. Sekali disampaikan belum mau diterima, terus disampaikan. Selagi orang itu masih datang beribadah, masih mendengar Firman lewat yutub dan sebagainya, masih ada kesempatan ditolong oleh Tuhan. Sampaikan dengan kesabaran. Ini nasihat dan teguran Tuhan lewat pengajaran, terima untuk menolong kita, memulihkan kita dari kesuaman rohani kita.

 

2.      Cara kedua lewat ajaran. Kalau nasihat dan teguran ditolak, masih ada hajaran. Pengajaran itu kasih Tuhan kepada kita, hajaran juga kasih Tuhan kepada kita. Hajaran akan berhenti kalau kita bertobat dan kembali kepada Tuhan. Tetapi jangan tunggu dihajar. Terimalah teguran dan nasihat Tuhan lewat Firman Tuhan. Kalau hajaran masih ditolak maka dibiarkan oleh Tuhan.

Zakharia 11:9

11:9 Lalu aku berkata: "Aku tidak mau lagi menggembalakan kamu; yang hendak mati, biarlah mati; yang hendak lenyap, biarlah lenyap, dan yang masih tinggal itu, biarlah masing-masing memakan daging temannya!"

 

Ini sudah dibiarkan oleh Tuhan. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Tuhan datang dengan nasihat, teguran dan hajaran, itu bagaikan Tuhan sedang mengetuk pintu hati kita. Kalau diketuk ada getarannya, getaran ini yang menimbulkan bunyi. Jadi kalau Tuhan datang dengan nasihat, dengan teguran Firman, Tuhan datang dengan hajaran itu merupakan getaran kasih Tuhan kepada kita.  Pagi ini Tuhan berdiri di muka pintu hati kita, Dia mengetuk pintu hati kita. Bagaimana sikap kita? Buka pintu hati kepada Tuhan.

Wahyu 3:20

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 

Praktek membuka pintu hati:

1.      Mengaku sejujur-jujurnya keadaan kita kepada Tuhan. Jangan dibuat-buat, apa adanya. Maka Tuhan bersedia mengampuni kita. Dengan darahNya Tuhan menghapus dosa kita, Dia melihat kita seakan-akan kita tidak pernah berbuat dosa itu. Itu getaran kasih Tuhan kepada kita. Sesudah diampuni jangan diulangi lagi. Kalau sudah buka pintu hati kepada Yesus, jangan buka kepada yang lain, buka pintu kepada Yesus saja.

 

2.      Mengetuk berarti jarak dengan pintu dekat, hanya selangkah, kalau bahasa Alkitab hanya sehasta. Artinya:

a)      Hasta itu ukuran Tabernakel. Jadi praktek kedua setelah kita diampuni, dilepaskan dari hamba kelaliman, kita mau aktif dalam pelayanan pembangunan Tabernakel rohani, Tubuh Kristus yang sempurna.

Roma 6:13

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

 

Dulu kita mati karena dosa. Setelah mengaku dan menyelesaikan dosa kita hidup. Setelah hidup harus aktif, hidup yang berguna, jangan hidup yang tidak berguna. Jadilah kehidupan yang berguna bagi pekerjaan Tuhan, bagi pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

 

b)      Hasta ada kaitannya dengan kekuatiran.

Matius 6:27

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

 

Jadi praktek kedua serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan. Apa yang membuat berat pelayanan? Karena kuatir. Apa yang membuat tidak mau melayani? Karena kuatir.

 

Jangan kamu kuatir, burung di udara Dia plihara. Bunga bakung tanpa memintal jadi indah. Kepada kita Tuhan mampu menyediakan semuanya. Serahkan kekuatiran kepada Tuhan sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan, jangan ditahan-tahan. Itu korban penyerahan diri, domba dibakar habis. Kalau sudah menyerahkan kekuatiran, menyerahkan seluruh hidup, kehidupan seperti ini tidak sulit untuk tergembala.

I Petrus 5:7

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

 

Kalau Tuhan memanggil kita melayani dalam bidang apa saja, Dia pasti bertanggung jawab atas hidup kita. Kita bekerja di ladang Tuhan, majikan kita Tuhan. Tuhan tidak pernah menungak membayar gaji hamba-hambaNya. Kalau manusia menahan upahnya orang, kalau Tuhan tidak seperti itu. Tuhan mampu menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. Jangan takut, jangan kuatir, Tuhan memelihara kehidupan kita sekalian. Orang akan kelaparan tetapi hamba-hamba Tuhan makan.

Yesaya 65:13-14

65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

65:15 Kamu harus meninggalkan namamu kepada orang-orang pilihan-Ku untuk dipakai sebagai sumpah kutuk ini: Tuhan ALLAH kiranya membuat engkau seperti mereka! Tetapi hamba-hamba-Ku akan disebut dengan nama lain,

 

Dunia krisis, tetapi hamba-hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan dipelihara secara ajaib. Jangan kuatir!

 

Kalau mau menerima nasihat, teguran dan hajaran Tuhan, kita buka hati kita kepada Tuhan maka hasilnya:

Wahyu 3:20

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Hasilnya kita duduk makan bersama Yesus, artinya:

1.      Tuhan memelihara hidup kita, sekarang dipelihara, masa depan dipelihara, sampai di zaman antikristus dipelihara oleh Tuhan. Ada jaminan yang pasti dari Tuhan, jaminan pemeliharaan dan jaminan perlindungan. Secara rohani hasta menunjuk kepastian keselamatan. Jangan takut melayani Tuhan dalam bidang apa saja. Mungkin ada yang digerakan melayani sebagai hamba Tuhan sepenuh, jangan kuatir, serahkan hidup mau melayani Tuhan.

 

2.      Masuk pesta nikah Anak Domba Allah, bisa duduk setakhta dengan Yesus di kerajaan sorga yang kekal.

Wahyu 3:21

3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

 

Kalau membaca kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3, terhadap 7 sidang jemaat itu dikunci dengan barang siapa menang. Tetapi tawaran Tuhan yang tertinggi justru kepada jemaat Laodekia. Kalau yang lain dijadikan soko guru, menerima pakaian putih, menerima batu putih, menerima manna yang tersembunyi dan sebagainya. Tetapi kepada jemaat Laodekia ditawari barangsiapa menang akan kududukan di takhtaKu. Padahal ini jemaat yang paling buruk dan bobrok rohaninya. Siang ini apapun keadaan kita, seburuk senajis apapun kita, seperti sidang jemaat Laodekia, tetapi kalau kita mau membuka hati menerima Firman pengajaran Kabar Mempelai, mau tergembala, mau disucikan, ada kesempatan untuk duduk setakhta dengan Yesus di Yerusalem Baru sebagai Mempelai WanitaNya yang sempurna.

 

Biar kita buka pintu hati, jangan keraskan hati. Ini keadaanku Tuhan, saya memang paling buruk, paling kotor, paling najis, tetapi saya rindu duduk setakhta denganMu. Buka pintu hati, terima nasihat dan teguran Firman, terima hajaran Tuhan. Akui segala kekurangan kita, aktifkan diri dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, serahkan kekuatiran, serahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Kita akan dipakai Tuhan dalam kegerakan yang semakin besar, terus memuncak sampai penyatuan Israel dan Kafir. Biarlah kita ada di dalam kegerakan ini, ikuti terus kegerakan ini, buka pintu hati bagi Tuhan, jangan keraskan hati kita.

 

Tuhan Memberkati.

20230826

Kebaktian Doa, Sabtu 26 Agustus 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 11:20-27

11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.

11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

11:22 Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."

11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."

11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."

11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

 

Menghadapi Lazarus yang mati, Yesus tampil sebagai kebangkitan dan hidup. Kepada kita diperhadapkan 2 pilihan yaitu kematian dan kehidupan. Tinggal tergantung dari kita mau pilih yang mana.

1.      Kematian ada kaitannya dengan kuburan. Kuburan berkaitan dengan jabatan pelayanan. Contohnya:

a)      Yesaya 22:15-19

22:15 Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:

22:16 Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu?

22:17 Sesungguhnya, TUHAN akan melontarkan engkau jauh-jauh, hai orang! Ia akan memegang engkau dengan kuat-kuat

22:18 dan menggulung engkau keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan engkau seperti bola ke tanah yang luas; di situlah engkau akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta-kereta kemuliaanmu, hai engkau yang memalukan keluarga tuanmu!

22:19 Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan.

 

Contoh dalam Perjanjian Lama adalah Sebna, kepala istana, dia pengurus istana, tinggal di istana namun itu dia tinggalkan dan pergi menggali kuburan. Apa artinya bagi kita? Orang yang melayani Tuhan itu berada di istana kerajaan sorga, tetapi seringkali orang Kristen tidak mau melayani Tuhan, tidak mau memangku jabatan pelayanan dengan berbagai alasan yang dikemukakan, tidak bisa, tidak tahu dan sebagainya. Untuk tidak beribadah melayani, iblis sudah sediakan sekeranjang alasan, tinggal pilih alasan yang mana. Orang yang sudah melayanipun banyak yang tidak sungguh-sungguh, tidak setia, bahkan meninggalkan jabatan pelayanan dengan 1001 alasan, berbagai macam alasan. Ini sama dengan meninggalkan istana kerajaan Sorga dan menggali kuburan bagi dirinya sendiri. Berarti dia pilih kematian.

 

Kalau sudah digerakan Tuhan tetapi tidak mau melayani berarti pilih kematian. Sudah melayani tetapi tidak sungguh-sungguh dan tinggalkan pelayanan berarti dia pilih kuburan, pilih kematian, dia gali kuburan untuk dirinya sendiri. Ini tindakan yang bodoh, sudah enak dalam kerajaan Sorga koq keluar menggali kubur sendiri. Jangan bertindak bodoh, biarlah kita menjadi Kristen yang bijaksana, gadis yang bijaksana bukan gadis yang bodoh.

 

Akibatnya:

1)      Semua yang didapatkan menjadi sia-sia dan tidak berguna, tidak bisa dinikmati. Sudah bertahun-tahun menjadi kepala istana tetapi berakhir pada kematian, jabatannya diambil dan diberikan kepada Elyakim. Jadi Tuhan tidak kekurangan orang, kalau tinggalkan jabatan pelayanan ada orang lain mengganti. Jangan sampai semua yang kita peroleh di dunia ini sia-sia dan tidak berguna.

 

2)      Gagal total hidupnya. Di Lempinel diajarkan kalau sudah gagal di ladang Tuhan gagal di mana saja.

 

3)      Digulung lalu dilempar seperti bola ke tanah luas. Siapa yang menerima? Iblis. Dia menjadi bola permainan iblis di tendang ke dosa A, dilempar ke dosa B, dia menderita sampai hancur. Jatuh dalam dosa makan minum, ditangkap karena judi dan lain sebagainya, hancur hidupnya, menderita.

 

4)      Jubahnya diberikan kepada orang lain. Berarti dia menjadi kehidupan yang telanjang, mempermalukan Tuhan dan dipermalukan Tuhan. Tidak indah lagi hidupnya dan tidak ada lagi tempatnya di dalam Tubuh Kristus. Jabatan pelayanan itu tempat kita di dalam Tubuh Kristus, kalau sudah diambil dan diberikan kepada orang lain, tidak ada lagi tempat di dalam Tubuh Kristus. Yang sudah meletakan jabatan ayo segera ambil kembali. Yang belum punya minta kepada Tuhan supaya punya tempat dalam Tubuh Kristus, jangan bertahan. Nanti kalau sudah dilempar oleh Tuhan baru mau melayani sudah terlambat. Sekarang masih ada kesempatan layani Tuhan dalam bidang apa saja. Tidak bisa nyanyi, tidak bisa main musik, tidak bisa sebagainya, ayo jadi tim doa. Itu semua bisa kerjakan. Kalau berdoa tidak usah dilatih nadanya, tinggal bilang haleluya.

 

b)      Contoh dalam Perjanjian Baru adalah Yudas Iskariot. Dia meninggalkan jabatan pelayanan, dia jual Yesus tetapi uang yang dia peroleh hanya untuk membeli tanah kuburan. Di situ dia gantung, di situ dia dikubur.

Kisah Para Rasul 1:16-20

1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."

1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah —.

1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

 

Sama seperti Sebna tadi, jabatannya diambil orang. Ini pelajaran bagi kita, ikatan uang itu membuat sulit untuk melayani dengan benar. Kalaupun melayani, motivasi pelayanannya hanya untuk mendapat perkara yang jasmani. Yudas ini suka meninggalkan persekutuan. Kalau sudah terikat akan uang, dia dengan mudahnya meninggalkan persekutuan yang benar. Bersekutu itu mewarisi tabiat. Yudas bersekutu dengan imam-imam kepala, orang farisi, ahli Taurat. Tabiat mereka masuk pada Yudas. Orang Farisi itu adalah hamba uang. Yudas yang tadinya hamba Tuhan mewarisi tabiat orang Farisi menjadi hamba uang.

Lukas 16:13-14

6:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

6:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

 

Hidup di dunia ini butuh uang, tetapi jangan terikat. Jangan sampai cinta uang sebab nanti tidak cinta Tuhan. Ketika sudah tidak dapat apa-apa lagi dalam ibadah pelayanan, dengan mudahnya dia tinggalkan itu mendapat perkara jasmani di luar sana. Itulah pelayanan Tuhan hamba Tuhan seperti Yudas, melayani mencari uang, mencari keuntungan jasmani. Kalau sudah tidak dapat, dia tinggalkan pelayanan dan mencari keuntungan di dunia. Mungkin dia dapat, Yudas dapat 30 keping perak tetapi tidak bisa dinikmati. Semuanya sia-sia dan tidak berguna. Uang yang ada hanya untuk membeli tanah kuburan, bukan kebun, bukan rumah.

 

Jabatan Yudas diberikan kepada orang lain. Ini juga awasan bagi kita, jangan sampai jabatan kita diambil dan Tuhan berikan kepada orang lain. Kalau sudah diambil maka orang itu kehilangan tempat di dalam Tubuh Kristus, dia hidup hanya untuk dihukum dan binasa.

 

Dunia orang mati atau kuburan tidak pernah berkata cukup, hari ini mati 1, besok 2, lusa 10, dia tetap mengangakan mulutnya menerima siapa yang masuk di situ.

Amsal 30:15-16

30:15 Si lintah mempunyai dua anak perempuan: "Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"

30:16 Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: "Cukup!"

 

Jadi orang yang tidak mau melayani atau tidak sungguh-sungguh dan tidak setia melayani, dia tidak pernah merasa puas. Sama seperti lintah yang tidak pernah merasa puas, betul-betul dia dikuasai keinginan dan hawa nafsu daging sepenuhnya. Ditanya kenapa tidak melayani? Mau lama latihan, nanti saya sudah tidak bisa begini dan begitu dan lain sebagainya alasannya.

 

Kita mau pilih mana? Mau pilih kematian? Kalau pilih kematian berarti hanya siap dihukum oleh Tuhan dan binasa. Biarlah sore ini kita mau ambil sikap tegas, saya mau pilih kehidupan. Yang sudah tinggalkan pelayanan, sekarang pilih kehidupan, saya tidak mau berada pada kematian.

 

2.      Penampilan Yesus sebagai kebangkitan dan hidup memberikan pengharapan kepada kita dalam menghadapi kematian, bagaikan tunas yang tumbuh dari tunggul Isai. Tunggul itu sisa dari padi yang sudah disabit. Tidak mungkin tumbuh lagi.

Yesaya 11:1-3

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

 

Yesus sebagai kebangkitan dan hidup adalah Yesus sebagai tunas Daud. Kita pilih kehidupan, berarti kita pilih Yesus sebagai tunas Daud. Apa kegiatan Yesus sebagai tunas Daud?

Zakharia 6:12-13,15

6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN. 

6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.

6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

 

Kegiatannya membangun Bait Tuhan. Bait Tuhan secara rohani adalah Tubuh Kristus. Jadi kegiatan Yesus membangun Tubuh Kristus. Dia sendiri mampu membangun Tubuh Kristus, tetapi kita diikut sertakan. Kalau kita diikut sertakan itu merupakan kemurahan Tuhan. Sekarang dibuka kesempatan, ayo melibatkan diri masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Ini adalah kemurahan Tuhan yang seharga KorbanNya di kayu salib. Jadi jangan entengkan pelayanan, itu seharga kemurahan Tuhan.

I Korintus 7:22-23

7:22 Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.

7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

 

Hanya kemurahan Tuhan kalau kita dilibatkan dalam pelayanan. Sebagai gembala saya mempermudah supaya bisa dipilih pelayanan apa yang mau dikerjakan sesuai gerakan Firman. Silahkan diisi dan tanda tangan lalu diserahkan untuk nanti ditahbiskan. Tuhan bisa membangun sendiri. Sama seperti yang sudah kita dengar, Tuhan mampu melepaskan Israel dari Mesir, tetapi Tuhan mengutus Musa. Ini kemurahan Tuhan, Dia percayakan pelayanan kepada kita.

 

Biarlah kita pilih kehidupan yaitu mau terlibat dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dalam penggembalaan kita melayani. Antara penggembalaan kita juga melayani, tidak usah dengar suara ini itu. Yang mau kita layani adalah Tuhan, bukan melayani siapa-siapa. Mari kita libatkan diri dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, mau menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar. Yang sudah melayani kita periksa apakah saya selama ini hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar atau tidak.

 

Praktek hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar.

a)      Yesaya 11:1-3,5

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

 

Yesus tunas Daud dikaitkan dengan urapan Roh Kudus. Jadi praktek menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar adalah melayani dengan kekuatan Roh Kudus. Bukan dengan kekuatan daging, sebab kalau dengan kekuatan daging pasti berat dan satu saat ditinggalkan. Kalau ada Roh Kudus gunung yang besar jadi rata, (Zakharia 4:6-7). Mungkin pelayanannya berat di mata manusia, tetapi bisa dikerjakan dengan kekuatan Roh Kudus. Kekuatan Roh Kudus ini yang memampukan kita melayani Tuhan dengan benar dan setia. Benar sesuai Firman, benar sesuai jabatan pelayanan dan setia tanggung jawab sampai garis akhir. Kita periksa selama ini kita melayani Tuhan bagaimana. Kalau banyak tidak setianya berarti kekuatan daging. Kalau tidak benar itu kekuatan daging. Mari kita melayani Tuhan dengan setia dan tanggung jawab. Banyak kesaksian-kesaksian kalau secara fisik sudah tidak mampu melayani, tetapi itu kekuatan Roh Kudus.

 

b)      Wahyu 5:4-5

5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

 

Yesus sebagai tunas Daud disebut juga singa dari suku Yehuda, dia membuka rahasia Firman. Jadi praktek kedua adalah melayani dengan komando pembukaan rahasia Firman = melayani dengan kesucian. Kita yang sudah melayani periksa kesucian, jangan main-main dengan kekudusan. Kalau sempat cemar ayo kembali pada kekudusan dan kesucian supaya pelayanan kita berkenan kepada Tuhan. Dari pada munafik menipu diri sendiri, kelihatan melayani di gereja padahal sebenarnya tidak suci. Ada sesuatu yang sudah dilakukan bahkan sudah jatuh pada pemuncakan dosa. Ayo kembali pada kesucian maka kita pasti menang menghadapi segala tantangan. Tantangan apapun hadapi dengan kesucian dari pembukaan rahasia Firman. Jika ada pembukaan rahasia Firman ada pembukaan pintu-pintu yang tertutup di dunia ini.

 

Saya diperhadapkan dengan berbagai tantangan, periksa diri, kalau tidak suci pasti KO. Saya periksa diri, apa yang salah dan kurang diperbaiki. Jangan hadapi dengan daging.

 

Dengan demikian seorang hamba Tuhan, pelayan Tuhan punya kerinduan yang besar untuk menikmati pembukaan rahasia Firman seperti rasul Yohanes. Kaum muda kalau sungguh-sungguh melayani Tuhan ada kerinduan menikmati pembukaan Firman.

 

c)      Wahyu 22:16

22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

 

Yesus tunas Daud disebut juga bintang timur yang gilang gemilang. Sebelumnya yang disebut bintang timur adalah Lucifer, itulah iblis. Tetapi karena sombong dia jatuh.

Yesaya 14:12-14

14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

 

Sebaliknya Yesus rela merendahkan diri serendah-rendahnya dan taat sampai mati di kayu salib sehingga Dia ditinggikan setinggi-tingginya, duduk di takhta Allah.

Filipi 2:8-9

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

 

Ini semua wujud kasih Yesus kepada kita. Dia mau merendahkan diri serendah-rendahnya, mau taat sampai mati, karena kasihNya kepada kita untuk mengangkat kehidupan kita. Jadi praktek ketiga adalah melayani Tuhan dengan kasih Allah yaitu:

1)      Mau merendahkan diri dan rela direndahkan karena kebenaran, karena Yesus, karena Firman pengajaran yang benar. Tidak mau mempertahankan harga diri. Seringkali harga diri kita terlalu tinggi sehingga tidak mau direndahkan oleh Firman, tidak mau terima.   

2)      Mau taat pada Firman sampai daging tidak bersuara. Apapun resikonya, taat saja pada Firman Tuhan.

 

Kalau disimpulkan hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang benar adalah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang melayani dengan kekuatan Firman, Roh Kudus dan kasih Allah maka tidak mungkin mundur dari pelayanan. Kalau dengan kekuatan sendiri bisa mundur, bisa jenuh, bosan, tinggalkan pelayanan. Kalau kekuatan Firman, Roh Kudus dan kasih, tidak bisa dihalangi oleh apapun, bahkan tidak bisa terhalang oleh siapapun dan oleh apapun. Seperti tunas tumbuh, biarpun tunggul bisa bertunas.

 

Hasilnya:

a)      Yohanes 12:26

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

 

Hasil pertama kita dihormati oleh Tuhan. Tidak usah cari hormat dari manusia, apalagi mau gila hormat. Orang menghina, tidak menghargai, tidak dilirik tidak apa-apa, tetapi Tuhan yang hormati, dimuliakan oleh Tuhan asalkan kita melayani Tuhan dengan kekuatan Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan. Satu saat kita akan dihormati di bumi ini sampai nanti masuk kemuliaan kekal bersama Tuhan.

 

b)      Di mana Yesus berada di situpun kita berada. Artinya kita berhasil menjadi Tubuh Kristus yang sempurna, berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan untuk menyatu dengan Yesus sebagai Kepala, Yesus Mempelai Pria sorga. Kalau kekuatan kita Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan, kita pasti berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Ini adilnya Tuhan, kalau ukuran pelayanan itu keberhasilan karena uang, berarti Tuhan tidak adil. Tetapi ukuran keberhasilan pelayanan kalau kita melayani dengan kekuatan Firman yaitu suci, kekuatan Roh Kudus setia benar, kekuatan kasih mau merendahkan diri di kaki Tuhan dan taat. Kita pasti berhasil menjadi mempelai wanita Tuhan, menyatu dengan Yesus selama-lamanya. Yesus Kepala dan kita tubuhNya. Untuk sekarang Yesus sebagai Kepala bertanggung jawab atas hidup kita, Dia menyertai kehidupan kita. Menyertai berarti memelihara, melindungi, membela dan menolong tepat pada waktunya. Masa sebagai Suami jempolan Dia biarkan isterinya digagahi? Tidak usah bela diri, nanti Yesus yang bela. Yesus bersama dengan kita di setiap musim hidup kita.

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati.