20220227

Kebaktian Umum, Minggu 27 Februari 2022 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 12:13-14

12:13  Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Istilah memburu itu menunjukan suatu kecepatan. Jadi setan atau antikristus bergerak cepat untuk menghancurkan rohani sidang mempelai, gereja Tuhan yang mau dijadikan mempelai wanita Tuhan. Dia bergerak cepat karena dia tahu waktunya sudah singkat. Tujuannya supaya gereja Tuhan tidak masuk penyingkiran dan dipaksa untuk menyembah antikristus dengan aniaya yang sangat dahsyat. Sebab itu kita harus bergerak cepat juga dalam perkara yang rohani, tidak boleh berlambat-lambat. Waktu ini sudah singkat dan memang Tuhan mempersingkat waktu supaya kehidupan kita bisa selamat. Apa yang harus kita lakukan di waktu yang telah singkat ini?

I Korintus 7:29-34

7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;

7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,

7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

 

Yang harus dilakukan di waktu yang telah singkat ini:

1.      Hidup tanpa kekuatiran. Secara daging untuk tidak kuatir itu hal yang mustahil untuk daging kita karena melihat keadaan dunia ini. Harga naik, bencana alam belum lagi ancaman perang. Secara daging mustahil tidak kuatir tetapi kekuatiran itu bisa hilang jika kita bisa mempercayakan diri untuk masuk dalam penggembalaan yang benar yang dibina Firman pengajaran yang benar.

 

2.      Memusatkan perhatian pada perkara Tuhan. Perhatian kita lebih banyak bahkan sering hanya tertuju pada perkara-perkara dunia, pekerjaan, sekolah, keluarga dan sebagainya. Tetapi yang terutama harus kita perhatikan hari-hari terakhir ini adalah perkara Tuhan, perkara yang tidak akan berlalu.

 

Kita akan membahas poin yang kedua ini. Ada 3 macam perkara Tuhan yang tidak akan berlalu:

1.      Perkataan Yesus

Markus 13:28-31

13:28 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

13:30 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.

13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

 

Perkataan Yesus ini sama dengan Firman pengajaran yang benar, Firman yang dibuka rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam Alkitab. Waktu-waktu yang ada sekarang kita gunakan untuk mendengar Firman dan mempraktekan. Ini sudah diterangkan beberapa minggu yang lalu.

 

2.      Kemurahan Tuhan

Mazmur 107:43

107:43 Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

 

3.      Kerajaan Sorga

II Petrus 1:11

1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

 

Sekarang kita masih membahas poin yang kedua yaitu kemurahan Tuhan. Khusus bagi kita bangsa kafir, kita ini hidup hanya karena kemurahan Tuhan, hanya karena belas kasih kemurahan Tuhan, makanya hal itu harus kita perhatikan sungguh-sungguh. Ada 2 wujud kemurahan Tuhan bagi kita bangsa kafir.

1.      Yohanes 19:33-34

19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

 

Yesus yang telah mati, rela menerima luka kelima di lambungnya untuk kita bangsa kafir. Sebenarnya kematian Yesus tidak ada kena mengena dengan bangsa kafir. Yesus mengatakan “Aku diutus untuk menyelamatkan domba-domba yang terhilang dari bangsa Israel”. Jadi bangsa kafir tidak kena mengena dengan kematian Yesus di kayu salib, Dia sudah mati dengan 2 luka di tangan dan 2 luka di kaki. Tetapi setelah matipun Yesus rela menerima luka kelima di lambungnya untuk kita bangsa kafir. Luka kelima ini untuk menebus bangsa kafir dari 5 tanda kekafiran. Kita periksa diri kita, jangan sampai 5 tanda ini masih melekat pada diri kita.

 

Efesus 2:11-12

2:11  Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

 

Ada 5 tanda kekafiran:

a)      Tanpa sunat. Ini bukan sunat lahiriah, yang dimaksud di sini tanpa kesucian. Bangsa kafir itu tanpa kesucian, hidup dalam kenajisan. Yang mengatur hidup bangsa kafir adalah aturan nenek moyang. Tetapi dengan aturan nenek moyang itu tidak mampu untuk membawa kehidupan kita pada kesucian. Bahkan ada aturan A tetapi dilawan aturan B. Ada aturan tidak boleh cerai, tetapi ada aturan yang membolehkan asal bayar denda.

 

Bangsa kafir disebut anjing dan babi, anjing muntah dia jilat kembali, babi yang dimandikan kembali berkubang. Harus kita akui begitulah keadaan kita. Sunat itu menggambarkan penanggalan tubuh yang berdosa, itu menunjuk penyucian.

Kolose 2:11

2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

 

II Petrus 2:22

2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

 

Keadaan kita bangsa kafir seperti itu, harus kita akui, tidak bisa kita pungkiri. Tanpa kesucian, selalu hidup dalam kenajisan.

 

b)      Tanpa Kristus, Kristus artinya yang diurapi. Jadi tanpa Roh Kudus artinya tanpa urapan Roh Kudus sehingga hidup di dalam hawa nafsu daging.

Roma 8:13

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

Roh Kudus mematikan daging, sebaliknya kalau tanpa Roh Kudus maka daging tumbuh subur.

 

c)      Tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak termasuk dalam ketentuan yang dijanjikan. Artinya tanpa janji Allah. Apa maksudnya tanpa janji Allah? Maksudnya tanpa janji hidup kekal.

 

Bangsa kafir hanya digambarkan seperti keledai yang lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya, tidak ada hubungan dengan Tuhan.

Keluaran 13:13

13:13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

 

Tetapi syukur ada anak domba yang disembelih, itulah Yesus yang rela mati bagi kita.

 

d)      Tanpa pengharapan, mudah putus asa, mudah kecewa. Kita raba kalau kita selalu gampang putus asa dan kecewa menghadapi segala sesuatu, sampai putus pengharapan, berarti tanda kekafiran masih melekat pada kita.

 

e)      Tanpa Allah artinya tanpa kasih sehingga tidak bisa taat pada Firman.

Yohanes 14:15

14:15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

 

Tanpa kasih sehingga tidak bisa taat pada Firman Tuhan. Ada yang berkata “saya ini sudah Kristen” itu baik, sekarang kita periksa, mana yang lebih ditaati, Firman Tuhan atau aturan yang lain. Kalau sekarang dalam gereja Tuhan yang lebih ditaati adalah aturan nenek moyang dari ada Firman. Kalau tidak membuat itu, tidak sah menikahnya. Tempat lain lagi soal kematian itu yang lebih hebat aturan nenek moyangnya. Itu harus mereka turuti sampai Firman dikesampingkan. Yesus katakan pada ahli-ahli Taurat “sungguh pandai kamu mengesampingkan Firman untuk melakukan perintah manusia!”. Firman dikesampingkan tetapi aturan manusia dipegang teguh. Sampai berdoa lagi “Tuhan, Engkau sudah memberikan ini untuk kami”. Kalau Tuhan yang berikan tidak mungkin Tuhan cabut. Tuhan Yesus mengatakan setiap tanaman yang tidak ditanam oleh BapaKu yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. Jadi jangan kita lebih taat pada perintah manusia dari pada Firman. Kalau lebih taat pada perintah manusia berarti kekafirannya masih melekat.

 

Lewat luka kelima Yesus, bangsa kafir ditebus dari tanda kekafiran sehingga selamat. Kalau sudah selamat yang harus mengatur tatanan hidup kita adalah Firman Tuhan.

 

2.      Roma 11:25

11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

 

Sebagian dari bangsa Israel keras hati menolak Yesus sehingga terbuka kesempatan bagi bangsa kafir menerima Yesus dan diselamatkan. Ini adalah pintu kemurahan yang sampai sekarang masih terbuka lebar bagi kita bangsa kafir. Ingat, suatu saat Tuhan akan berpaling kembali kepada bangsa Israel, saat itu pintu kemurahan tertutup bagi kita. Sekarang masih terbuka lebar, manfaatkan sungguh-sungguh. Tujuan Tuhan menyelamatkan bangsa kafir untuk membangkitkan cemburu Israel. Saat mereka cemburu, waktu itu pintu kemurahan tertutup bagi kita bangsa kafir.

Roma 11:11,13,14

11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.

11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,

11:14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.

 

Kita diselamatkan supaya mereka cemburu. Suatu saat jika mereka mau menerima, pintu kemurahan tertutup bagi kita. Sekarang masih terbuka lebar, manfaatkan korban Kristus untuk beroleh selamat. Dikatakan sebagian menolak Yesus, jadi ada yang menerima. Bangsa Israel yang menerima Yesus diselamatkan, bangsa kafir yang menerima Yesus juga diselamatkan, keduanya menjadi satu dan disebut Israel yang rohani. Kita bangsa kafir disedot masuk ke dalam Israel rohani. Bagaikan pohon zaitun yang ditunjang oleh akar-akarnya, akar Abraham, Ishak dan Yakub. Pohon itu bertumbuh namun sebagian carangnya ditebas, itulah bangsa Israel yang keras. Kita pohon zaitun hutan diambil dan dicangkokan pada pohon zaitun yang asli, inilah kemurahan Tuhan bagi kita. Makanya pada ayat 6 disebut seluruh Israel menunjuk Israel di timur tengah diselamatkan dan kita Israel secara rohani juga diselamatkan.

Roma 11:26

11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

 

Kita bangsa kafir harus memperhatikan kemurahan Tuhan. Silahkan memperhatikan keluarga, memperhatikan pekerjaan, memperhatikan sekolah dan sebagainya, tetapi perhatian pokok kita adalah kemurahan Tuhan. Mengapa demikian? Di sini awasannya.

Roma 11:22

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

 

Harus perhatikan kemurahan Tuhan. Kenapa? Sebab kalau tidak memperhatikan kemurahan Tuhan nanti berhadapan dengan kekerasan Tuhan. Israel asli saja dipotong karena keras, tidak disayang oleh Tuhan, apalagi kita hanya zaitun liar hanya dicangkokan, lalu berulah lagi, tidak akan ada belas kasihan, akan dipotong dan dibakar. Makanya jangan kita bermain-main dengan kemurahan Tuhan dan tidak dihargai, nanti berhadapan dengan kekerasan Tuhan.  

 

Roma 11:24,20-21

11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

 

Kalau dapat kemurahan jangan sombong, tetapi harus takut akan Tuhan. Kalau cabang asli tidak disayangkan apalagi kita yang hanya dicangkokan. Kaum muda hargai kemurahan Tuhan, jangan sombong, kalau tidak nanti berhadapan dengan kekerasan Tuhan, dipotong habis!

 

Sekarang kita sudah pada hari keenam minggu ketebusan, sesudah hari keenam sudah hari ketujuh, sudah masuk zaman kerajaan 1000 tahun damai, sesudah zaman Allah Roh Kudus, tidak ada zaman lain lagi untuk bertobat.

 

Bagaimana praktek memperhatikan kemurahan Tuhan?

1.      Harus memiliki tanda darah dan tanda air.

Tanda darah artinya bertobat, mati terhadap dosa, berhenti berbuat dosa kembali kepada Tuhan. Masa muda gunakan untuk bertobat, bukan untuk berbuat dosa. Di rumah mungkin orang tua melihat anaknya dengar-dengaran dan manis, di luar belum tentu! Orang tua tidak bisa mengontrol anaknya yang ada di luar. Kalau bangun pagi, hirup nafas lalu hembuskan, hanya karena kemurahan Tuhan saya boleh hidup hari ini, satu hari ini saya mau hidup dalam kebenaran, itu tanda darah! Bukan jamah ini, jamah itu yang najis dan jahat, bukan! Apalagi kami yang melayani Tuhan, yang memikul perkakas rumah Allah, harus menjauh dari kenajisan.

 

Tanda air itu masuk baptisan air yang benar yang menghasilkan hidup dalam kebenaran. Saya tidak lagi menerangkan syarat dan prosesnya, yang ditekankan harus hidup dalam kebenaran, mulai dari perkara-perkara kecil  harus benar. Seringkali kalau disampaikan benar mulai dari perkara-perkara kecil malah dibantah “masa gara-gara helm tidak selamat, masa gara-gara sim tidak selamat”. Tuhan sudah mau datang, tetapi kemurahan Tuhan tidak kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, selalu didebat dan dilawan, kapan mau selamat orang seperti itu! Yang kecil saja tidak benar, bagaimana yang besar bisa benar. Perkara sorga dari kecil sampai besar, kalau yang kecil saja tidak benar, bagaimana dengan yang besar. Hati yang seringkali banyak protes dan banyak lawan ini yang harus disucikan, bertobat dan hidup benar itulah yang harus kita perhatikan hari-hari terakhir ini.

 

Saya sudah tidak utang darah lagi, sudah saya sampaikan. Kalau bapak ibu mau terima puji Tuhan. Kalau tidak mau terima saya sudah tidak utang darah.

 

2.      Luka kelima menunjuk pukul 5 pemilik kebun mencari pekerja di kebun anggurNya.

Matius 20:5-6

20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

 

Pemilik kebun anggur itulah Yesus, dia mencari pekerja di kebun anggurNya walaupun tinggal 1 jam. Artinya memperhatikan kemurahan Tuhan adalah aktif di dalam ibadah pelayanan, pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Tadi waktu puji-pujian Tuhan tekankan di hati supaya bisa mengadakan penataran imam-imam yang lama supaya tahbisan dibaharui maupun yang baru yang rindu melayani. Pelayanan perlu ditertibkan, jangan masuk keluar masuk keluar. Kalau sudah terjun di bidang itu terus melayani sampai Tuhan datang. Kecuali kaum muda sudah menikah, yah masuk dalam zangkoor umum.

 

Dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, pelayanan di kebun anggur Tuhan ada 3 hal yang kita perhatikan:

a)      Buah anggur. Namanya pelayanan di kebun anggur, tujuannya untuk mendapatkan buah anggur. Jadi kita beribadah melayani Tuhan supaya menghasilkan buah anggur yang manis, bukan yang kecut apalagi busuk. Tetapi mau berbuah anggur yang manis ada syaratnya:

Yohanes 15:1-4

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

 

Syaratnya carang atau ranting harus melekat pada pokok anggur yang benar. Apa artinya bagi kita?

1)      Setia dan tekun dalam penggembalaan yang dibina oleh satu pengajaran yang sehat. Rantingnya banyak, pokoknya hanya satu yaitu Yesus. Hanya satu Firman pengajaran yang sehat yaitu yang tertulis dalam Alkitab dan dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, tajam keras dan menyucikan. Jadi kalau kita beribadah dan dalam ibadah itu ajarannya gado-gado, tidak mungkin bisa berbuah, itu bagaikan carang yang dipindah-pindah kepada pokok yang lain. Dari pokok yang satu, dicabut lalu pindah ke pokok yang satunya, kemudian dicabut lagi pindah pada pokok yang lain. Kapan berbuah? Tidak akan berbuah, yang ada malah kering.

 

Jadi pokoknya harus satu saja yaitu pengajaran yang sehat yang sudah kita terima dari para pendahulu. Kita tinggal menerima jadi. Musa harus puasa 40 hari 40 malam untuk menerima petunjuk membangun Tabernakel. Yohanes untuk menerima pewahyuan, dia harus dibuang di pulau Patmos, kita tidak perlu lagi sebab tinggal menerima jadi dari pendahulu. Kalau gonta ganti ajaran berarti pokoknya banyak. Ranting tidak akan pernah berbuah sebab copot sana, copot sini, pindah sana, pindah sini. Firman pengajaran yang sehat itu bukan milik 1 organisasi tok, tetapi milik semua gereja karena tertulis dalam Alkitab. Tinggal mau menerima atau tidak.

 

2)      Mau menerima penyucian oleh Firman yang dikatakan Yesus, oleh ajaran yang benar dan sehat. Tiap kita beribadah dapat penyucian, dibersihkan lagi. Mungkin ketika tidak beribadah ada kecemaran masuk, itu dibersihkan dan disucikan lagi, suatu saat pasti berbuah manis. Terutama disucikan dari apa?

Yohanes 15:3; 13:11

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Pasal 13:11 tidak semua kami bersih, pasal 15:3 kamu semua sudah bersih. Siapa yang kotor di situ? Yudas! Pasal 13 masih ada Yudas makanya dikatakan tidak semua kamu bersih, pasal 15 Yudas sudah tidak ada sehingga dikatakan kamu semua sudah bersih. Jadi dalam penggembalaan lewat ajaran yang sehat ini kita disucikan dari dosa Yudas Iskariot. Apa dosanya Yudas? Ayo periksa, kalau ada pagi ini ada Firman menyucikan, ayo buang semuanya.

Ø  Yohanes 12:4-6

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Ini dosa Yudas yaitu pencuri, baik mencuri milik sesama, terutama mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus, serta penyembahan. Itu milik Tuhan jangan dicuri. Mungkin berkata “saya tidak mencuri milik Tuhan, perpuluhan dan persembahan khusus saya kembalikan semuanya. Tetapi bagaimana dengan menyembah? Kalau sempat menyembah, kalau capek tidak menyembah. Berarti itu sama mencuri milik Tuhan. Bukan milik kita, pujian, hormat dan kemuliaan itu milik Tuhan, ayo sembah Dia.

 

Lain kali pujian penyembahan bukan ditujukan kepada Tuhan tetapi kepada gembala, itu berarti gembala sudah mencuri, itu bahaya! Waktu jemaat memuji-muji dia berpikir “itu karena saya puasa, karena saya begini makanya saya dipakai dan diberkati Tuhan” itu sudah mencuri juga. Waktu Malaikat disembah oleh Yohanes, dia langsung berkata pada Yohanes “berdiri, jangan sembah aku, sembahlah Tuhan”. Penyembahan itu hanya milik Tuhan, jadi jemaat jangan puji-puji gembala. Tidak usah dipuji, bapak, ibu praktek Firman saja, gembala sudah senang. “Terima kasih Firmannya” saya tidak punya Firman, saya hanya penyambung lidahnya Tuhan.

 

Ø  Pengkhianat

Pengkhianat ini mulai dari tidak setia. Kalau tidak setia nanti roh pengkhianat ini masuk. Yudas tidak setia dalam persekutuan, dia keluar lalu bersekutu dengan imam-imam kepala sehingga ia berkhianat dan menjual Yesus.

Markus 14:10

14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.

 

Kalau mulai tidak setia dalam ibadah, mulai tidak setia kepada pengajaran ini, mulai lirik yang lain, pasti berkhianat. “Bagus juga yah pengajarannya, benar juga yang disampaikan itu bapak pendeta” kalau sudah masuk kata-kata seperti itu, suatu saat  bisa berkhianat! Lama-lama ajaran lain dia dengarkan “betul juga yah, itu yang dengar juga menangis”. Kalau cuma mau bikin menangis orang itu gampang. Apalagi kalau belajar hipnotis. Orang yang bandel sekalipun, dengan kata-kata hipnotis bisa menangis. Gereja Tuhan hari-hari terakhir ini banyak yang pakai seperti itu.

 

Mari kita sungguh-sungguh dalam pengajaran, kalau tidak sungguh-sungguh, kalau setangah-setengah nanti setengah mati.

 

Ø  Pendusta

Matius 26:23-25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Dia bilang bukan aku padahal jelas-jelas sudah dia katakan. Pendusta di sini artinya selalu mengelak dari Firman. Firman datang malah dia bilang bukan saya. Pendusta itu pasangannya pendakwa. Kalau mengelak dari Firman, maka dia pasti mendakwa dan menuduh. Yudas katakan “bukan aku” berarti dia tuduh yang lain. Itulah dosanya Yudas, dia yang buat malah salahkan orang. Dia membangun opini, seakan-akan dia yang menjadi korban, korban pencemaran nama baik, orang lain yang salah, bukan dirinya. Sampai nanti dia salahkan Tuhan. Yudas katakan bukan aku ya rabi, berarti dia salahkan gurunya.

 

Ø  Munafik

Yudas mencium Yesus untuk menyerahkan Yesus. Hati-hati, lain di mulut lain di hati, lain di gereja lain di luar. Munafik itu berarti pemain sandiwara. Pemain sandiwara paling jago adalah gembala. Di depan jemaat suci bersih pakaiannya putih, tetapi di luar pakaiannya kotor, tidak ada yang benar, jemaat tertipu! Makanya kami hamba Tuhan tidak boleh berkata pada jemaat “jangan lihat kami, lihat saja Firman” jangan! Lihat Firman, lihat tabut dan lihat siapa yang pikul, lihat hamba Tuhan yang memikul, cocok tidak hidupnya dengan Firman yang dia sampaikan. Silahkan bapak ibu menilai, isteri saya dan keluarga saya nomor satu bisa menilai saya benar atau tidak, sesuai Firman atau tidak. Kalau tidak maka isteri saya yang pertama angkat kaki, tidak mau tergembala di sini.

 

Kalau munafik hanya menghadirkan celaka. Dalam Matius pasal 23 ada 7 celaka untuk ahli Taurat dan orang Farisi. Ketujuh celaka itu karena mereka munafik. Jadi kalau munafik itu menghadirkan celaka atau penghukuman yang sempurna. Bisa menutupinya di depan orang tetapi Tuhan tidak bisa kita tipu, Roh Kudus tidak bisa kita tipu, akan menghukum kehidupan kita dengan sempurna. Makanya 3x7 hukuman itu sempurna, 7 meterai hukuman dari Allah Roh Kudus, 7 sangkakala hukuman dari Yesus Anak Allah, 7 malapetaka dari Allah Bapa. Kaum muda di depan orang tua taat dengar-dengaran, di luar bagaimana.

 

Ø  Putus asa dan kecewa

Apakah Yudas sadar dia salah? Waktu Yesus sudah dijatuhi hukuman mati Yudas sadar dan menyesal, dia berkata “aku telah menyerahkan orang yang tidak bersalah”. Tetapi apa yang dia lakukan? Ambil tali dan gantung diri. Ini sikap putus asa dan kecewa sehingga ambil jalan di luar Firman. Itu hanya jalan buntu dan kebinasaan. Kaum muda, jangan karena kecewa diputus pacar yang satu gereja lalu membabi buta mencari pasangan di luar.

 

Ini yang perlu disucikan, kalau terus disucikan maka cepat atau lambat pasti berbuah manis, hidup kita akan semakin manis, nikah kita akan semakin manis. Suami disucikan, isteri disucikan, anak disucikan, betapa manisnya keluarga itu, home sweet home. Kalau satu disucikan yang lain tidak, setengah mati. Suami dan isteri dua-duanya tidak disucikan, itu neraka mini, masing-masing dengan dagingnya yang menonjol, main bentak, piring terbang, semua ada dalam nikah yang tidak disucikan. Jujur itu dulu kita lakukan, sekarang sudah disucikan.

 

Jadi melayani dalam kebun anggur Tuhan, melayani dalam pembangunan Tubuh Kristus bukan untuk dipersulit hidup kita tetapi untuk menjadi manis. Layani Tuhan saja sungguh-sungguh, nanti kita petik buah manis. Kalau sekarang masih asam, kecut, pahit, sabar, berarti sudah berbuah. Buah yang baru munculkan belum manis. Coba makan buah mangga yang masih kecil-kecil, ngilu gigi, asamnya minta ampun. Tetapi sabar, sebentar lagi manis.

 

Waktu pemberkatan nikah kami Pdt. Widjaja sampaikan apa yang beliau terima dari para pendahulu, kalau mau memetik buah yang manis dalam nikah itu kurang lebih 35 tahun. Tetapi karena kita berpacu dengan waktu, tidak lagi menunggu 35 tahun, 1 bulan kalau bersungguh-sungguh bisa manis. Kalau nikah orang dunia memang 1 bulan manis, setelah itu 2 3 bulan tawar. Habis bulan madu, tinggal sengatnya. Tetapi kalau melayani dalam kebun anggur Tuhan manis terus, bahkan semakin manis, nikahnya juga semakin manis.

 

b)      Ada upah yang Tuhan berikan.

Matius 20:2

20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

 

Apa ini 1 dinar? Keadilan dan kemurahan Tuhan. Yang masuk pagi-pagi sekali mendapat upah 1 dinar, yang masuk jam 9 mendapat 1 dinar, yang masuk jam 12 mendapat 1 dinar, jam 3 mendapat 1 dinar, jam 5 juga 1 dinar. Jadi kalau kita melayani Tuhan sungguh-sungguh di dalam pembangunan Tubuh Kristus ini kita akan mengalami keadilan dan kemurahan Tuhan. Jangan cari keadilan di luar. Kadangkala kita begitu menghadapi hal yang menyakitkan hati malah mencari keadilan di luar, cari keadilan di dunia. Contohnya upload di medsos. Orang Kristen koq mengeluh di medsos, orang Kristen harusnya mengeluh di kaki Tuhan! Orang dunia baca, oh ini pelayan Tuhan di GPT, ini hamba Tuhan di GPT “aku galau, aku diperlakukan tidak adil” ada keadilan dari Tuhan! Apalagi kalau ibu gembala pergi cerita kepada tetangga “itu bapak gembala begini kelakuannya!”. Ada lagi yang cari keadilan pada jemaat. Seharusnya gembala yang menguatkan jemaat tetapi jemaat yang kuatkan ibu gembala “sabar yah ibu gembala menghadapi bapak gembala”. Saya bukan menghina, ini pelajaran untuk saya, jangan sampai terjadi seperti itu!

 

Tunggu keadilan dari Tuhan saja. Layani Tuhan sungguh-sungguh nanti Tuhan yang bela. Keadilan dan kemurahan Tuhan yang utama kita dapatkan, dunia dilanda kelaparan jasmani dan rohani, kehidupan yang memiliki 1 dinar dipelihara oleh Tuhan.

Wahyu 6:5-6

6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.

6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

 

Kalau kita punya 1 dinar, bisa luput dari kelaparan jasmani dan rohani yang akan terjadi di akhir zaman ini, inilah keadilan Tuhan. Sekarang orang tidak peduli Firman, mereka akan kelaparan cari Firman. Tetapi kita yang memperhatikan Firman dan melayani Tuhan memiliki 1 dinar, tidak lapar dipelihara Tuhan. Ayo melayani Tuhan maka kita hidup dari keadilan dan kemurahan Tuhan.

 

Namun banyak kali terjadi orang Kristen melayani, satu dinar itu dirupiahkan, artinya melayani cari upah yang jasmani. Yang lain lagi yang dicari selain upah duit adalah kehormatan dan pujian. Kalau dipuji rasanya berbunga-bunga senang. Begitu ada reaksi negatif, marahnya minta ampun.

 

Kesimpulan upah 1 dinar adalah jika kita melayani Tuhan sungguh-sungguh dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus maka kita hidup dari keadilan dan kemurahan Tuhan. Jangan berkata iya enak dia ekonomi kelas atas, saya ini ekonomi kelas bahwa. Tuhan adil, yang ekonomi kelas bawah makan sembarangan tidak apa-apa, ekonomi kelas atas makan sedikit bahaya, tidak boleh sembarang makan. Banyak contoh-contoh lain.

 

c)      Lubang pemerasan anggur. Kebun anggur menghasilkan buah anggur, buahnya harus diperas.

Matius 21:33

21:33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

 

Artinya dalam pelayanan harus rela sengsara daging, rela menerima proses pemerasan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sehingga ada air anggur manis yang bisa menyukakan hati Tuhan dan juga bisa menyukakan hati sesama. Saya melayani Tuhan, tetapi banyak air mata saya hadapi, itulah pemerasan daging. Dulu melayani di Tonusu senang bahagia, melayani di Diora senang bahagia, sekarang melayani di Tentena banyak menangis! Itu pemerasan daging, bukan malah mengeluh. Melayani 1 jiwa, saya menangisi jiwanya supaya selamat menjadi mempelai wanita Tuhan. Melayani 5 jiwa, tangisi 5 jiwa untuk selamat menjadi mempelai wanita Tuhan. 10 jiwa, 100 jiwa lebih banyak lagi tangisannya untuk dibawa menjadi mempelai wanita Tuhan. Bukan enak-enak kalau jiwa bertambah, tanggung jawab di hadapan Tuhan bertambah, hutang darah kalau tidak selamat. Mari kita mau diperas daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

 

Saya berbahagia, daging diperas berarti ada air anggur manis bisa Tuhan minum, bisa menyukakan hati Tuhan. Proses pemerasan daging ini yang disebut keubahan hidup.

II Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Dibalik pemerasan daging ada kemuliaan, itu yang harus kita pahami. Sekarang diperas daging kita sakit rasanya tetapi ada kemuliaan. Dari pada kita enak-enak daging tetapi tidak ada kemuliaan. Sekarang diperas tetapi kemuliaannya luar biasa Tuhan sediakan bagi kita.

Hal utama yang harus diperas adalah tabiat daging, itu bagian dalam. Tabut Perjanjian disaluti emas sebelah dalam dulu baru keluar. Kalau orang kerja pada umumnya luar dulu, dalamnya tidak usalah kan tidak kelihatan, apalagi Tabut Perjanjian itu ditutup. Tetapi harus, penyalutan itu mulai dari dalam baru keluar. Jadi pemerasan daging itu mulai dari dalam, tabiat daging kita. Tabiat daging ini sering dianggap tidak apa-apa, tetapi ini yang seringkali muncul di kebun anggur.

1)      Matius 20:11

20:11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

 

Ini tabiat daging yang pertama harus diperas yaitu bersungut-sungut. Persungutan ini terutama saat mendengar Firman.

Yohanes 6:60-61

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

 

Begitu kita bersungut-sungut mendengar Firman maka iman goncang dan sebentar lagi gugur imannya. Pada ayat 66 gugur iman mereka dan meninggalkan Yesus.

 

2)      Matius 20:15

20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

 

Iri hati melihat orang lain lebih diberkati dan lebih dipakai Tuhan, tidak melihat bagaimana pergumulan dan perjuangannya sampai seperti itu.

 

3)      Matius 20:12

20:20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.

 

Suka mengkiritik Firman. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Biar kita diubahkan dan tabiat daging diperas. Proses pemerasan daging itu macam-macam, ada yang diizinkan sakit, ada diizinkan merosot, ada yang difitnah orang, ada yang dipukul orang, semua itu proses pemerasan daging supaya kita memiliki perhiasan rohani. Tabiat daging diperas, rohani kita dihiasi.

I Petrus 3:4-5

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

 

Lemah lembut itu perhiasan pertama, kita bisa menerima Firman sekeras apapun. Kemudian tenteram, pendiam, tidak banyak komentar miring terhadap Firman, tidak berkomentar saat menghadapi pemerasan daging dan selalu mengoreksi diri tentang Firman. Dan tunduk, taat pada Firman. Batin dihiasi, yakinlah lahiriah juga dihiasi Tuhan, semua dibuat indah oleh Tuhan. Dibalik pemerasan daging ada keindahan Tuhan sediakan bagi kita. Sehingga puncaknya nanti, ketika kita sudah melewati proses pemerasan daging ini, kita diubahkan Tuhan terus menerus, puncaknya nanti kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang berdandan, berhias untuk Yesus Mempelai Pria Sorga.

Wahyu 21:2,9-10

21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: 21:10 "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

 

Bapak ibu saudara sekalian perhatikanlah kemurahan Tuhan. Mari kita aktif bekerja di kebun anggur Tuhan, layani Tuhan sungguh-sungguh, hasilkan buah anggur yang manis bagi Tuhan. Tergembala, melekat pada pokok, mau disucikan secara terus menerus. Perhatikan upahnya, jangan kejar upah jasmani tetapi upah yang rohani Tuhan sediakan yaitu keadilan kemurahan Tuhan. Dan jangan menghindar dari pemerasan daging, harus kita alami. Pelan dan pasti kehidupan kita semakin dihiasi oleh Tuhan. Jasmani juga dihiasi, diperindah oleh Tuhan. Jangan takut kaum muda, masa depan dibuat indah oleh Tuhan. Yang penting tabiat daging ini diperas dulu. Kalau tabiatnya sudah baik maka yang jasmani itu urusannya Tuhan. Tuhan mampu memberikan yang indah dan baik bagi kita, yang penting dalam sudah disalut, semua pasti indah pada waktunya. Kalau Yesus datang kita tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang berhias bagi Yesus Mempelai Pria Sorga, bersanding dengan Yesus, masuk dalam kemuliaan Tuhan selama-lamanya.

 

Tuhan Memberkati.

 

 

 

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00