20191231

Kebaktian Tutup Tahun 2019, Selasa 31 Desember 2019 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Matius 2:2;28:17
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Dalam Tabernakel, menyembah itu kena mezbah dupa emas di ruangan suci. Ukuran ruangan suci adalah panjangan 20 hasta, lebar 10 hasta dan tinggi 10 hasta, jadi volumenya 2.000 hasta. 2000 ini menunjuk 2000 tahun zaman gereja dan kita sudah ada di ujung zaman ini.

Awalnya saya kaget kenapa Tuhan tekankan terus soal penyembahan. Itu adalah ibadah puncak dan kita berada pada masa akhir yang puncak, waktu hampir berakhir. Mezbah dupa emas ini ada alat di atasnya yaitu perukupan, itu dibawa untuk manunggal di ruangan suci. Jadi kehidupan yang ada roh sembayang adalah kehidupan yang ada harapan untuk masuk dalam ruangan maha suci, berarti masuk pada kesempurnaan. Kita sudah dekat untuk masuk di sana, tetapi syaratnya jangan sampai anda abaikan itu mezbah dupa emas. Karena sudah diteladankan oleh Firman, Injil Matius dibuka dengan penyembahan dan dikunci dengan penyembahan, berarti mezbah dupa emas.

Imam besar setahun sekali membawa perukupan yang ada di atas mezbah dupa emas ke dalam ruangan maha suci. Dalam Wahyu pasal 8, doa orang-orang kudus diisi di dalam pedupaan untuk dibawa ke ruangan maha suci. Kemudian selama setengah jam terjadi persekutuan Mempelai Wanita dengan Mempelai Laki-laki Sorga. Itu adalah penyerahan puncak Mempelai Wanita kepada Mempelai Laki-laki Sorga.
Wahyu 8:3
8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

Kemudian apinya dicurah ke bumi menjadi hukuman bagi dunia. Tetapi anak Tuhan yang ada pada ibadah puncak, dia masuk pada nikah yang rohani, persekutuan setengah jam bersama dengan Kristus. Itu adalah persekutuan yang harmonis dan sangat suci.

Kalau  kita melihat di sini, jika bicara tentang penyembahan, kemudian dihubungkan dengan Matius 2:6, itu adalah pemimpin dan gembala. Di dalam Alkitab, ukupan yang dipakai di atas mezbah dupa ini adalah korban dari pemimpin-pemimpin. Jadi yang lebih dahulu harus hidup di dalam doa penyembahan adalah kami pemimpin-pemimpin, meneladani Kristus.
Keluaran 35:27
35:27 Pemimpin-pemimpin membawa permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada,

Tidak ada permata yang tidak disebut indah. Itu dipakai untuk penutup dada dan tapal bahu. Berarti pemimpin itu lebih dahulu harus menjadi teladan di dalam keindahan. Saya dituntut oleh Tuhan! Karena permata harus rela dia korbankan, artinya dia harus tampil indah. Tentunya dikatakan indah bukan ukuran manusia tetapi ukuran Tuhan. Manusia mungkin mengatakan tidak indah karena menurut kaca matanya dan hatinya yang hancur sehingga tidak senang melihat orang lain, tetapi bagi Tuhan indah karena Tuhan yang memerintahkan.

Keluaran 35:28
35:28 rempah-rempah dan minyak untuk penerangan, untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian.

Ada minyak untuk penerangan berarti dia hidup dalam terang. Makanya pemimpin yang dalam bahasa gerikanya nagiyed ini tugasnya adalah:
1.      Memberikan penerangan.
2.      membimbing
3.      Selalu berjalan di depan, berarti ada keteladanan.
Memang ini tuntutan Tuhan kepada kami, saya takut saya menyampaikan kemudian saya terlalu jauh dari apa yang saya beritakan.

Tahun 2020 ini kita beri nama tahun kemuliaan di dalam pelayanan yaitu tahun Shekina Gloria, kita akan menyaksikan kemuliaan-kemuliaan Tuhan.

Menjadi pemimpin itu benar-benar dia tidak boleh abaikan, dia harus ada dalam kehidupan suka menyembah. Saya harus ada dalam kondisi seperti ini. Isteri saya menjadi saksi bagaimana kami di dalam kamar berdua untuk berdoa bersama. Kadang saya duluan baru dia menyusul. Tetapi dia lebih banyak berdoa kalau siang. Kalau saya sudah lihat dia duduk di kaki Tuhan, apalagi melihat air matanya, saya semangat karena ada pendukung di samping saya yang mendoakan saya senantiasa. Dan saya tahu saya bisa terus berdiri memberitakan Firman bukan hanya karena isteri saya yang mendoakan tetapi jemaat juga ikut mendoakan.

Pada ayat 27 pemimpin itu membawa keindahan dan pada ayat 28 dia membawa keharuman. Bagaimana dia mau membawa keharuman kalau lepas dari II Korintus 2:14. Ada orang yang tidak membawa keharuman Kristus karena lepas dari tujuan injil. Hal ini bukan untuk mempermalukan orang tetapi untuk mengingatkan supaya jangan sampai saudara salah arah.
II Korintus 2:14,17
2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Kalau Paulus mengatakan kami tidak sama, bukan mau mempermalukan orang lain, tetapi harus Firman Allah mengajar. Sebab dia takut jemaat yang digembalakan terjebak oleh pelayan-pelayan yang mencari keuntungan dari Firman, sehingga dari mimbar selalu bicara berkat. Ini yang jangan sampai terjadi.

Karena di dalam penyembahan memang dekat dengan pintu tirai. Pintu tirai itu menunjuk hebatnya kekuatan daging yang harus dirobek. Penyembahan itu nampaknya remeh tetapi ibadah yang paling berat adalah penyembahan, karena kontras dengan daging. Untuk menembus ke ruangan maha suci harus merobek pintu tirai, itulah daging. Dan Yesus sudah tunjukan merobek tubuhNya di Golgota dan pintu tirai terbelah.

Kalau  kita gagal di sini, kita tidak akan ada di ruangan maha suci. Supaya kita kuat menyembah maka ada dua di sisinya yaitu meja roti (firman pengajaran) dan pelita emas (Roh Kudus). Itu yang mendorong membuat kita kuat dan kita mampu. Ini yang ada di zaman gereja selama ± 2000 tahun. Dan ingat pengharapan sudah harus di sana.
Ibrani 6:18-20
6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Dalam Filipi 1:15 dan seterusnya ada perbandingan pelayan yang jahat dan yang benar. Pada pasal 3 disebut ada pelayan bagaikan anjing, ada pekerja jahat dan ada yang disebut penyunat palsu. Ini yang kami harus waspada. Kalau dikatakan anjing, artinya bukan cuma menjilat muntah tetapi anjing yang tidak tahu menggongong, membiarkan dosa di dalam gereja. Pekerja-pekerja jahat ini pelayan-pelayan yang menolak gemblengan. Penyunatan ini adalah penanggalan tabiat daging.
Kolose 2:11
2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Yang datang disembah orang Majus ini adalah raja/pemimpin dan gembala. Dan dalam Keluaran pasal 35 pemimpin itu pertama mengorbankan permata krisopras dan tahtahan, itu indah. Jadi Yesus datang ke dunia ini membawa keindahan. Dan itu teladan kami sebagai pemimpi. Kemudian Kristus Yesus datang ke dunia sebagai pemimpin membawa keharuman. Itu teladan kami, bagi orang yang diselamatkan kami berbau harum, bagi orang yang tidak diselamatkan kami berbau bangkai, bau mayat. Saya tidak kaget jika di hadapan si A saya berbau harum dan di hadapan si B saya berbau mayat. Memang itu sudah betul sebab Firman sudah mengatakan, kami tidak bisa mengelak. Sudah benar rasul Paulus dan teman-teman di dalam pelayanan, toh masih disebut “di hadapan orang yang akan binasa kami berbau mayat, tetapi dihadapan orang yang akan selamat kami berbau harum”. Itulah pemimpin.

Satu hal yang saya lihat juga sedang berjalan adalah orang yang ragu-ragu.
Matius 28:17
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Bagaimana kita sebagai umat Tuhan menolong orang ragu-ragu ini:
Yudas 1:22
1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,

Di setiap sudut mezbah dupa emas ada tanduk, itu dari kayu dibungkus emas, itu adalah kuasa kebangkitan/ kemenangan. Makanya lihat saja, orang yang ragu-ragu, jangankan untuk sampai di Mezbah Dupa Emas yaitu ibadah puncak, awalnya saja yaitu di kolam basuhan dia sudah ragu-ragu. Kebangkitan Kristus membuka peluang kita masuk dalam keluarga Allah. Mengapa ragu? Yang lain menyembah berarti menyerahkan hidupnya, tetapi yang lain ragu-ragu. Prakteknya di mana menyerahkan diri? Baptisan air. Mengatakan merayakan Paskah, merayakan kematian dan kebangkitan Kristus, tetapi kenapa ragu memberi diri dibaptis? Padahal itu awal masuk doa penyembahan.
I Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Kalau Yesus tidak bangkit, bagaimana kita mau lahir dalam keluarga Allah. Tetapi dalam Matius 28:17 ada yang ragu. Apa yng dia ragukan? Orang ini ragu untuk masuk dalam baptisan air. Pada umumnya orang yang ragu ini ada upaya untuk menolak, banyak alasan dan banyak keberatannya. Ini orang yang tidak mau masuk pada keluarga Allah, bagaimana mau masuk sampai mezbah dupa emas. Sebab startnya harus mulai dari kolam basuhan yaitu baptisan air.

Yudas 1:22
1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,

Tunjukan ini belas kasihan Tuhan. Kalau bukan karena belas kasihan Tuhan, kita tidak bisa masuk keluarga Allah, tidak ada program Tuhan untuk kita bangsa kafir. Tetapi kenapa kebenaran Firman ditolak habis-habisan? Itulah alasan keberatan mereka karena ragu, sebab orang yang ragu selalu banyak alasan dan banyak keberatannya.
Matius 28:17 hubungannya dengan kebangkitan Kristus, itulah tanduk di mezbah dupa. Tanduk atau kuasa kebangkitan inilah yang akan berbicara “lepaskan 4 malaikat yang diikat di tepi sungai Efrat” dan begitu dilepaskan maka mereka menghimpun 200 juta tentara yang akan membunuh sepertiga penduduk dunia. Jadi dari 6 milliar manusia, 2 milliar mati konyol. Berarti dari 3 orang, 1 orang dibunuh. Yang akan mengurus mayat yang 1 orang itu adalah yang 2 orang. Kenapa? Sebab dari lahir baru dia ragu, banyak alasan, bagaimana bisa masuk di mezbah dupa emas, penyerahan total kepada Tuhan, akhirnya binasa.

Dari mezbah korban bakaran, kita menjadi anak Tuhan, keluarga Allah dan lahir baru. Kolam basuhan arahnya ke ruangan suci dan tujuan akhir ruangan maha suci. Bagaimana saya dan saudara mau mencapai ruangan maha suci kalau dari halaman saja sudah ragu. Coba saudara perhatikan baik-baik, jangan banyak alasan dan banyak keberatan, jika mau dibawa menjadi keluarga Allah. Berikan dirimu dibaptis, itu awal, sebab mezbah dupa emas itu adalah penyerahan total. Penduduk sorga diam selama setengah jam karena melihat penyerahan penuh dari Mempelai Wanita Tuhan kepada Mempelai Laki-laki Sorga. Jadi api pedupaan yang dibawa oleh malaikat Tuhan itu bersama doa orang-orang kudus, membawa gereja Tuhan masuk dalam persekutuan setengah jam dengan Kristus. Tetapi apinya dilemparkan ke bumi dan bumi mendapat hukuman luar biasa. Ini jangan terjadi pada diri kita.

Pemimpin itu harus menjadi panutan.
Ibrani 1:6
1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

Malaikat Tuhan yang nampak di dalam gereja adalah gembala-gembala, hamba-hamba Tuhan, dia teladan dalam menyembah, dia duluan harus ada doa penyembahan. Kalau  kami tidak duluan memberi waktu duduk menyembah Tuhan, mau dipercaya apa gembala. Tidak akan Tuhan percayakan rahasia Firman kalau saja saya kerjakan yang najis. Tidak akan Tuhan berikan roh hikmat dan pengetahuan jika itu saya lakukan. Tetapi syukurlah saya berterima kasih, Tuhan menolong saya sehingga pembukaan rahasia Firman itu mengalir terus seperti:
I Korintus 4:1
4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

Jadi tidak salah kalau Tuhan ajar untuk memandang hamba Tuhan yang ada pembukaan rahasia Firman, sebab dia dipercaya oleh Tuhan. Bukan pendeta yang baru baca 1 ayat langsung bicara yang lain, bicara ikan emas, ikan koi dan sebagainya. Kalau itu saja yang dibicarakan maka rahasia ibadah dan rahasia nikah Kristus tidak akan pernah kita ketahui karena tidak memandang orang yang dipercayai Tuhan.

I Korintus 4:2
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Ini yang harus kita pandang. Karena apa? Dia meneladani dan memandang Yesus yang menyempurnakan iman kita. Dialah pemimpin yang akan membawa kita pada iman yang sempurna, yang disembah oleh orang majus. Tidak ada pemimpin yang lain.
Ibrani 12:2
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Jika pembukaan rahasia Allah ada pada seorang hamba Tuhan, berarti Tuhan percaya dia. Biarpun 1000 orang tidak percaya dia, Tuhan tetap percaya dia. Yang rugi yang tidak percaya dia karena kepadanya Tuhan percayakan rahasia Firman. Kalau Tuhan percaya, pasti lurus-lurus dia tembus ke sorga. Siapa yang mau larang saya ke sorga kalau Tuhan saja percaya saya dan ada bukti.

Itu sebabnya kita perhatikan baik-baik. Inilah tujuan kita menyembah Tuhan, jangan ragu. Kalau ragu dia tidak bisa masuk dalam keluarga Allah. Syaratnya masuk keluarga Allah adalah harus lahir baru. Ketika dilahirkan ibu, saya tidak cocok di sorga tetapi cocok di dunia. Supaya cocok di sorga maka harus lahir baru. Lahir baru berarti menyerahkan diri/ baptisan air, itu bagian dari menyembah.

Dalam Matius 2:6 dikatakan Yesus adalah pemimpin dan gembala. Buktikan saudara adalah umat yang digembalakan Tuhan. Ibadah itu bukan upacara belaka, ibadah kita itu arahnya ke mana? Kita sedang dituntun, diarahkan, dibentuk, diciptakan, dibangun, dijadikan menjadi Mempelai WanitaNya lewat ibadah.
Mazmur 95:6-7
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
95:7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

Kalau menjadi umat gembalaannya maka akan dengarkan ajakan “mari sujud menyembah” dan dia tidak akan menolak/ taat.
Roma 15:18

Kita harus ada di sana, di dalam penggembalaan yang dikatakan di sini ada roh sujud menyembah. Yang pada umumnya kita lakukan cuma mulut kita menyembah. Waktu menyanyi memang kita menyembah, tetapi mengabaikan Firman penggembalaan. Begitu Firman penggembalaan disampaikan, mana pujiannya lagi, mana penyembahannya lagi, tidak ada! Ini kekeliruan besar yang banyak dilakukan oleh umat Tuhan, ini yang harus ada pada kita. Makanya kawanan domba tuntunanNya jangan lepas dari tangan Tuhan.
Pada waktu Adam dan Hawa diciptakan Tuhan, Tuhan langsung pakai tangan. Tetapi ketika menciptakan yang lain dikatakan “Tuhan berfirman”. Apakah Tuhan tidak memakai tangan membentuk kita? Tuhan pakai tangan dan kami ini adalah tangan Tuhan.
Efesus 4:11
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

5 jabatan ini tangan Tuhan bagaikan 5 jari Tuhan, yang dipakai kelolah tanah liat/ gereja Tuhan.
1.      Nabi kelebihannya adalah Firman nubuatan. Kita tidak dilayani person nabi datang di sini, tetapi kalau dari mimbar ini disampaikan Firman nubuatan berarti Tuhan melayani saudara dengan roh nabi, tidak tunggu nabi datang.

2.      Rasul kelebihannya adalah hikmat. Itu sebabnya rasul Paulus dengan hikmat Allah membuka rahasia Firman. Di sini tidak datang person rasul, tetapi dengan kita mendengar Firman pengajaran dalam pembukaan rahasia Firman maka Tuhan ada melayani saudara dengan roh rasul.

3.      Penginjil, yang menonjol adalah kuasa di dalam pelayanan. Tidak ada penginjil yang akan melayani di sini, tetapi tidak mustahil lewat pelayanan seorang gembala ada mujizat kesembuhan terjadi. Itu terpegantung dari iman saudara, dari iman kita bersama. Jika saudara dengar Firman dan saudara imani, apalagi ada perjamuan kudus, pegang tubuh dan darah Yesus “Tuhan saya yakini oleh tubuh dan darahMu menghalau segala penyakit dalam diriku”.

Tetapi bukan berarti salah pengobatan, itu sarana yang dipakai Tuhan. Tuhan juga ajar dalam kitab Ulangan kalau luka atau sakit perlu diobati. Yesus menyembuhkan orang buta, Dia meludah ke tanah baru ditempel di matanya.

4.      Gembala, yang menonjol roh kebijaksanaan dan pertimbangan
5.      Guru, yang menonjol marifat.

Orang yang ragu-ragu itu banyak keberatannya. Tetapi Daud tidak ada keberatannya. Dia orang kaya, orang nomor 1 di Israel.
Mazmur 26:1
26:1 Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.

Kita ini baru naik becak, naik sepeda, jalan kaki lagi, sudah sombong. Tandanya ragu-ragu akan Firman Allah, banyak alasan dan banyak keberatannya untuk melakukan kebenaran Firman. Kalau dia tetap hidup, kalau bukan dia yang dibunuh, maka dia yang cari teman menguburkan temannya. Berarti 2 orang menguburkan 1 orang yang mati. Padahal kita ini mau dibawa dua menjadi satu nikah dengan Kristus.
Kuasa kebangkitan itu menetapkan Yesus sebagai hakim yang akan menghakimi seluruh dunia. Siapapun manusia di dunia ini, jabatan apapun di dunia ini, Yesus menjadi hakim, dibuktikan Yesus bangkit dari antara orang mati. Jadi kita tidak bisa lari dari penghakimanNya.
Kisah Para Rasul 17:31
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Yang lain menyembah, yang lain ragu-ragu. Tetapi tidak mengurangi keabsahan bahwa Yesus adalah pribadi yang akan mengadili semua orang yang ada di dunia ini. Kecuali Mempelai Wanita Tuhan yang tidak diadili, dia akan ikut mengadili bersama dengan Mempelai Laki-laki Sorga.
Roma 8:1
8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Ada dua arti penghakiman:
1.      Membalas perbuatan manusia yang melawan Tuhan, tidak percaya Tuhan, menista Tuhan, menista ajaran Tuhan. Maka Tuhan akan menghakimi dan membalas sesuai perbuatannya.
Obaja 1:15
1:15 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.

Yesaya 66:4
66:4 demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab, apabila Aku berbicara, mereka tidak mendengarkan, tetapi mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki.

Tuhan sudah tetapkan 1 hari penghakiman. Orang yang berhak dan punya wibawa untuk mengadili, dibuktikan dengan kebangkitanNya dari antara orang mati. Orang yang tidak percaya Yesus bangkit dari kubur, orang yang tidak percaya Yesus adalah Tuhan, tunggu pengadilan Tuhan Yesus! Dia pikir dia aman, padahal tidak aman.

2.      Memberikan upah kepada umatNya. Dalam kebangkitan orang mati, banyak bintang tetapi berbeda-beda cahayanya. Bulan berbeda dengan matahari. Itu menunjuk upah yang akan diterima oleh umat Tuhan.

Harus ada bukti bahwa saudara digembalakan Tuhan.
Mazmur 95:6
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

Yesaya 43:7
43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Ada 3 kata kerja di sini, untuk kita dijadikan kemuliaan. Kapan kita diciptakan? Dimulai pada waktu lahir baru nama Tuhan dimeteraikan kepada kita.

Mazmur 95:7
95:7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

Ada tangan Tuhan, salah satunya adalah gembala. Gembala inilah yang paling berat kerjanya. Jiwa yang dimenangkan oleh nabi, rasul, penginjil, semua didrop di dalam penggembalaan. Gembala ini yang bersihkan kutu-kutunya domba, dia yang cari makan, dia yang bersihkan kandang, dia yang mengobati kalau ada yang luka. Gembala ini kerja sama dengan guru, gembala harus cakap mengajar. Yang ada di depan saudara hanya figur gembala. Jika gembala memberitakan Firman nubuatan berarti ada roh nabi melayani kita, jika gembala memberitakan Firman pengajaran yang dibukakan rahasianya berarti ada roh rasul melayani kita.

Di atas mezbah dupa emas ini dibakar ukupan pada pagi hari dan juga sore hari.
Ratapan 3:22-23
3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Pada pagi atau subuh kita sudah harus menyembah, bakar perukupan. Ada roh penyembahan dalam diri kita.
Mazmur 141:2
141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

Makanya saya lebih dahulu harus ada keteladanan. Pagi subuh saya sudah duluan melipatkan lutut. Mengapa 2 orang yang disalib bersama Yesus dipatahkan kakinya dan Yesus tidak dipatahkan? Karena Yesus sudah dahulu mematahkan secara rohani di taman Getsemani. Tuhan Yesus sudah melipatkan lututnya di taman Getsemani. Tetapi kedua penyamun mana ada penyerahan kepada Tuhan.

Sebabnya mari kita lipatkan lutut kita, pagi hari dan sore hari, menjelang malam hari saat mau tidur. Inilah yang kurang kita lakukan. Kita diizinkan Tuhan masuk pada tahun 2020 dengan doa penyembahan, dengan memberikan hidup ini, inilah tahun kemuliaan.

Tuhan Memberkati.


GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
JADWAL IBADAH
Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00